(GFD-2024-23382) Keliru, Detik.com Memberitakan Bank Indonesia Menyita Rekening Nadiem Makarim
Sumber:Tanggal publish: 15/10/2024
Berita
Klaim bahwa situs berita Detik.com mempublikasikan artikel tentang Bank Indonesia telah menyita rekening Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim, beredar di X [ arsip ] pada 10 Oktober 2024.
Konten itu berupa potongan foto Nadiem Makarim yang memuat logo situs berita Detik.com. Dalam gambar terdapat kalimat: Bank Indonesia telah menyita rekening Nadiem Makarim menyusul sebuah wawancara yang memalukan dimana ia mengungkapkan penghasilannya.
Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah mendapat 344 komentar dan diunggah kembali sebanyak 4.228 kali. Benarkah Bank Indonesia menyita rekening Nadiem Makarim?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas Tim CekFakta Tempo menelusuri pemberitaan terkait melalui sejumlah media kredibel. Tempo juga menelusuri sumber foto yang digunakan dalam unggahan. Hasilnya, tidak ditemukan bahwa Detik.com maupun media kredibel lainnya yang memberitakan Bank Indonesia menyita rekening Nadiem Makarim.
Tempo telah menelusuri direktori berita Detik.com pada periode September hingga Oktober 2024, tidak ada artikel yang dimuat Detik menyebut tentang kasus tersebut.
Berita terakhir Detik.com yang memuat gambar dan pernyataan Nadiem terdapat pada 11 September 2024 pada dua artikel. Masing-masing berjudul, “Respons Nadiem Makarim Saat Ditanya soal Kritik JK 'Jarang Ngantor" dan "Pamit ke Komisi X DPR, Mendikbud Nadiem Makarim Bacakan Puisi".
Sementara foto yang digunakan dalam unggahan telah beredar di internet sejak 2019. Foto yang identik pernah dimuat situs Analytic India Magazine pada 21 Oktober 2019 untuk artikel berjudul, “Gojek Founder & CEO Nadiem Makarim Resigns To Joins Indonesia’s New Cabinet”.
Penghasilan Nadiem Makarim
Harta kekayaan Nadiem mula ramai diberitakan saat dirinya dilantik menjadi Mendikbud Ristek pada 2019 dan pada Mei 2024 saat isu kenaikan uang kuliah tunggal (UKT). Data mengenai harta kekayaan Nadiem diperoleh atau diolah dari sejumlah sumber seperti LHKPN, bukan pernyataan tau wawancara langsung dengan Nadiem sebagaimana klaim dalam unggahan di atas.
Dilansir dari Kompas.com, Nadiem Makarim resmi dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) oleh Presiden Joko Widodo. Kemudian, Nadiem memutuskan melepas jabatannya di perusahaan rintisan (startup) Gojek yang ia bangun sejak tahun 2009.
Kendati demikian, Nadiem tetap memiliki saham di Gojek yang nilainya tidak sedikit. Jika dihitung-hitung secara kasar, gaji dan tunjangan yang diperoleh Nadiem kurang dari satu persen nilai sahamnya di Gojek. Pria berusia 35 tahun itu diketahui memegang saham GoJek seri D, E, dan I. Hal itu diketahui dari Data Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) per Oktober 2018.
Nadiem memiliki total 58.416 lembar saham. Jumlahnya setara dengan 4,81 persen modal di Gojek. Jika dihitung secara kasar dengan mengambil angka terendah valuasi startup unicorn (1 triliun dollar AS/Rp14 triliun), nilai saham Nadiem di Gojek adalah sekitar Rp1,96 triliun.
Untuk diketahui, saat masih menjabat sebagai CEO Gojek, Nadiem pernah masuk daftar 150 orang terkaya di Indonesia versi majalah Globe Asia pada Juni 2018.
Harta kekayaan Nadiem kembali mendapat perhatian media di Indonesia pada Mei 2024 seiring dengan isu kenaikan kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN).
Dikutip dari Detik.com, selama menjabat sebagai menteri, harta kekayaan, naik sekitar Rp3,6 triliun dalam setahun. Kini Nadiem tercatat memiliki harta Rp4,8 triliun. Hal tersebut diketahui dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disetorkan Nadiem ke KPK pada 31 Maret 2023.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Bank Indonesia menyita rekening Nadiem Makarim adalahkeliru. Tidak ditemukan adanya pemberitaan dari media kredibel maupun pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai klaim tersebut.
Harta kekayaan Nadiem mula ramai diberitakan saat dirinya dilantik menjadi Mendikbudristek pada 2019. Kemudian pada Mei 2024 saat isu kenaikan kenaikan uang kuliah tunggal (UKT). Data mengenai harta kekayaan Nadiem diperoleh atau diolah dari sejumlah sumber seperti LHKPN, bukan pernyataan atau wawancara langsung dengan Nadiem sebagaimana klaim dalam unggahan di atas.
Rujukan
- https://x.com/opposite6892/status/1844050709911937514?t=cJyK6IHXCJhtbEeQ_gt5Nw&s=08
- https://perma.cc/2G8Y-H9UE
- https://www.detik.com/search/searchall?query=Nadiem+Makarim+2024
- https://analyticsindiamag.com/ai-news-updates/gojek-founder-ceo-nadiem-makarim-resigns-to-joins-indonesias-new-cabinet/
- http://analyticsijndiamag.com
- https://tekno.kompas.com/read/2019/10/24/15020037/jadi-mendikbud-berapa-gaji-nadiem-makarim
- https://news.detik.com/berita/d-6740043/nadiem-makarim-lapor-harta-rp-4-8-triliun-naik-rp-3-6-t-dalam-setahun mailto:cekfakta@tempo.co.id
(GFD-2024-23383) Cek Fakta: Link Pendaftaran Pegawai Baru Freeport Indonesia Lulusan SMP sampai SMA Ini Tidak Benar
Sumber:Tanggal publish: 15/10/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran pegawai baru Freeport Indonesia untuk lulusan SMP sampai SMA sederajat, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 5 Oktober 2024.
klaim link pendaftaran pegawai Freeport Indonesia untuk lulusan SMP sampai SMA sederajat berupa tulisan sebagai berikut.
"Penerimaan Pegawai Baru Freeport Indonesia Sesuai Domisili/Daerah kalianð
Syarat-Syarat :
1. Pria - Wanita
2. 21 - 45 th
3. Gaji perbulan Rp 7 juta - Rp 35 juta
4. SMP SMA.SMK.Sederajat
Posisi :
1. Helper
2. operator
3. satpam
4. driver
5. OB
6. Peking barang, tukang bongkar muat barang Dll
Fasilitas:
1. Lembur
2. Seragam
3. Kartap
4. Makan
5. Bpjs
Pendaftaran Disini Gratis Yah Tidak Dipungut Biayaðð"
Informasi tersebut disertai dengan link yang diklaim sebagai pendaftaran pegawai baru Freeport Indonesia lulusan SMP sampai SMA sederajat.
Berikut linknya:
"https://pendaftarankerja.job-in1.com/2?fbclid=IwY2xjawF6njpleHRuA2FlbQIxMQABHb_dngoN0fGgONwnIiUwjSwuMSnsWRP2n6H9J-p9-4ocr_X8uURkYzuOcg_aem_NKbet0zi9ackQsjJGTB9oA"
Benarkah klaim link pendaftaran pegawai baru Freeport Indonesia untuk lulusan SMP sampai SMA sederajat? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran pegawai baru Freeport Indonesia untuk lulusan SMP sampai SMA sederajat, dengan menghubungi pihak PT Freeport Indonesia.
Vice President Corporate Communication PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati mengatakan, lowongan kerja Freeport Indonesia hanya tersedia lewat saluran komunikasi resmi yang tercantum  di situs ptfi.co.id.
"Semua lowongan dapat di cross check di website kami https://ptfi.co.id/,"Â kata Katri saat berbincang dengan Liputan6.com, (25/9/2024) .
Freeport Indonesia pun mengimbau masyarakat untuk mewaspadai lowongan kerja palsu mengatasnamakan Freeport Indonesia, informasi resmi hanya ada di situs Freeport Indonesia:Â https://ptfi.co.id/career.
Freeport Indonesia tidak memungut biaya apapun dalam proses prekrutan dan seleksi untuk lowongan kerja maupun magang.
Selain itu masyarakat diingatkan untuk mewaspadai terhadap akun resmi Freeport Indonesia. Informasi tersebut dipublikasikan dalam unggahan akun Instagram resmi Freeport Indonesia @freeportindonesia.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran pegawai baru Freeport Indonesia untuk lulusan SMP sampai SMA sederajat tidak benar.
Informasi lowongan kerja resmi hanya ada di situs Freeport Indonesia, ptfi.co.id/career. Freeport Indonesia pun mengimbau masyarakat untuk mewaspadai lowongan kerja palsu mengatasnamakan Freeport Indonesia.
Rujukan
(GFD-2024-23387) Cek fakta, video Jokowi dan Prabowo menyanyikan lagu Cinta dan Permata
Sumber:Tanggal publish: 15/10/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) â Sebuah unggahan video di XÂ berdurasi satu menit menampilkan Presiden Jokowi dan Presiden terpilih Prabowo Subianto menyanyikan lagu Cinta dan Permata.
Dalam video tersebut, terlihat wajah Jokowi dan Prabowo disatukan dalam satu frame. Lagu tersebut merupakan karya grup musik Panbers dari album The Legend Panbers yang dirilis pada 1970.
Berikut narasi dalam unggahan X tersebut:
âKreatif ya Netizen +62â
Namun, benarkah video Jokowi dan Prabowo âNyanyiâ Lagu Cinta dan Permata tersebut?
Dalam video tersebut, terlihat wajah Jokowi dan Prabowo disatukan dalam satu frame. Lagu tersebut merupakan karya grup musik Panbers dari album The Legend Panbers yang dirilis pada 1970.
Berikut narasi dalam unggahan X tersebut:
âKreatif ya Netizen +62â
Namun, benarkah video Jokowi dan Prabowo âNyanyiâ Lagu Cinta dan Permata tersebut?
Hasil Cek Fakta
Menurut hasil penelusuran ANTARA, video yang memperlihatkan Presiden Jokowi dan Presiden terpilih, Prabowo Subianto bernyanyi bersama lagu "Cinta dan Permata" ternyata merupakan hasil rekayasa digital. Video tersebut dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) Deepfake.
ANTARA menggunakan Hive Moderation untuk mendeteksi suara tersebut. Hasilnya, 78 persen suara tersebut merupakan hasil Artificial Intelligence (AI) dan videonya tersebut merupakan hasil Deepfake.
Deepfake merupakan salah satu tipe dari kecerdasan buatan (AI) yang digunakan untuk membuat foto, audio, video hoaks yang cukup meyakinkan. Deepfake dibuat menggunakan dua algoritma AI yang saling bertentangan: satunya disebut generator, yang lain disebut diskriminator.
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria, dilansir dari laman Kominfo mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap konten hoaks yang dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan generatif atau Generative Artificial Intelligence (AI). Ia menyatakan bahwa salah satu cara untuk menanggulangi penyebaran hoaks adalah dengan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Klaim:Â Video Jokowi dan Prabowo âNyanyiâ Lagu Cinta dan Permata
Rating:Â Hoaks
Baca disini: Waspadai tipu muslihat "dokter AI" di media sosial
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
ANTARA menggunakan Hive Moderation untuk mendeteksi suara tersebut. Hasilnya, 78 persen suara tersebut merupakan hasil Artificial Intelligence (AI) dan videonya tersebut merupakan hasil Deepfake.
Deepfake merupakan salah satu tipe dari kecerdasan buatan (AI) yang digunakan untuk membuat foto, audio, video hoaks yang cukup meyakinkan. Deepfake dibuat menggunakan dua algoritma AI yang saling bertentangan: satunya disebut generator, yang lain disebut diskriminator.
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria, dilansir dari laman Kominfo mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap konten hoaks yang dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan generatif atau Generative Artificial Intelligence (AI). Ia menyatakan bahwa salah satu cara untuk menanggulangi penyebaran hoaks adalah dengan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Klaim:Â Video Jokowi dan Prabowo âNyanyiâ Lagu Cinta dan Permata
Rating:Â Hoaks
Baca disini: Waspadai tipu muslihat "dokter AI" di media sosial
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Rujukan
(GFD-2024-23388) Hoaks Konten AI Iriana Jokowi Bagi-Bagi Hadiah
Sumber:Tanggal publish: 15/10/2024
Berita
tirto.id - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) semakin cepat dan beragam bentuk pengaplikasiannya. Di media sosial, beberapa konten mulai memanfaatkan teknologi AI.
Celakanya, beberapa konten AI ini bermuatan disinformasi. Tidak sedikit juga yang berisikan penipuan.
Terbaru, Tirto menemukan unggahan mencurigakan di Instagram yang berisikan klaim bahwa Ibu Negara, Iriana (sering disebut juga Iriana Jokowi), membagi-bagikan uang tunai untuk masyarakat. Unggahan tersebut kami temukan dari unggahan akun @berbagiuang2023 bertanggal 6 Oktober 2024 (arsip).
Dalam unggahan tersebut, terdapat sebuah video yang menunjukkan Iriana sedang menyampaikan pesan bagi-bagi hadiah berupa uang tunai.
âAssalamualaikum, saya Ibu Iriana Jokowi, di akhir bulan, masa jabatan saya sebagai ibu presiden. Saya bernazar, di akun tiktok pertama saya ini, barangsiapa ketahuan follow dan share video ini, saya akan memberikan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Senilai Rp25 juta. Bukan kebetulan, mungkin ini sudah jadi rezeki kamu,â begitu ucap Iriana dalam video.
Keterangan penyerta video menyebut sebuah kontak nomor WhatsApp untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Per 14 Oktober 2024, video pendek ini telah mengumpulkan 6 ribu tanda suka.
Kami juga menemukan unggahan serupa di platform TikTok. Unggahan dari akun @ibuirianajoko, yakni video ini, menyebut klaim serupa (arsip 1). Video ini telah mengumpulkan lebih dari 126 ribu tanda suka (likes) dan telah dibagikan ulang 58 ribu kali per 14 Oktober 2024.
Ada juga unggahan lain, masih di TikTok, dari akun @iriana.jokowi5. Meski menggunakan konten video yang berbeda, tapi isi audionya persis sama (arsip). Unggahan ini telah menjangkau 2 juta penonton.
Konten-konten di TikTok mengarahkan pengguna untuk mengontak nomor yang tercantum di bio akun, modusnya serupa dengan unggahan di Instagram.
Lalu bagaimana kebenarannya apakah benar ada unggahan di media sosial soal Iriana membagi-bagikan uang?
Celakanya, beberapa konten AI ini bermuatan disinformasi. Tidak sedikit juga yang berisikan penipuan.
Terbaru, Tirto menemukan unggahan mencurigakan di Instagram yang berisikan klaim bahwa Ibu Negara, Iriana (sering disebut juga Iriana Jokowi), membagi-bagikan uang tunai untuk masyarakat. Unggahan tersebut kami temukan dari unggahan akun @berbagiuang2023 bertanggal 6 Oktober 2024 (arsip).
Dalam unggahan tersebut, terdapat sebuah video yang menunjukkan Iriana sedang menyampaikan pesan bagi-bagi hadiah berupa uang tunai.
âAssalamualaikum, saya Ibu Iriana Jokowi, di akhir bulan, masa jabatan saya sebagai ibu presiden. Saya bernazar, di akun tiktok pertama saya ini, barangsiapa ketahuan follow dan share video ini, saya akan memberikan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Senilai Rp25 juta. Bukan kebetulan, mungkin ini sudah jadi rezeki kamu,â begitu ucap Iriana dalam video.
Keterangan penyerta video menyebut sebuah kontak nomor WhatsApp untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Per 14 Oktober 2024, video pendek ini telah mengumpulkan 6 ribu tanda suka.
Kami juga menemukan unggahan serupa di platform TikTok. Unggahan dari akun @ibuirianajoko, yakni video ini, menyebut klaim serupa (arsip 1). Video ini telah mengumpulkan lebih dari 126 ribu tanda suka (likes) dan telah dibagikan ulang 58 ribu kali per 14 Oktober 2024.
Ada juga unggahan lain, masih di TikTok, dari akun @iriana.jokowi5. Meski menggunakan konten video yang berbeda, tapi isi audionya persis sama (arsip). Unggahan ini telah menjangkau 2 juta penonton.
Konten-konten di TikTok mengarahkan pengguna untuk mengontak nomor yang tercantum di bio akun, modusnya serupa dengan unggahan di Instagram.
Lalu bagaimana kebenarannya apakah benar ada unggahan di media sosial soal Iriana membagi-bagikan uang?
Hasil Cek Fakta
Tirto menonton keseluruhan video yang tersebar di Instagram dan TikTok. Video tersebut cenderung sama, dengan sedikit perbedaan pada teks dalam video. Namun selebihnya, audio dan informasi yang disampaikan terbilang identik.
Tirto curiga adanya keterlibatan AI dalam penyuntingan konten karena audio yang terdengar janggal. Beberapa potongan kalimat seperti tidak pas dan natural. Selain itu, pengalihan informasi ke nomor kontak WhatsApp juga mencurigakan.
Kami mencoba melakukan pengujian menggunakan perangkat pemindai konten AI, Hive Moderation. Hasil pemindaian konten audio oleh Hive Moderation menyimpulkan, ada 99,9 persen kemungkinan konten audio dibuat dengan bantuan AI.
Kami kemudian mencoba mengambil salah satu potongan video Iriana dan melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image search). Kombinasi hasil pencarian dengan Yandex dan Google Lens mengarahkan kami ke foto berikut dari artikel Langgam.id. Di dalam artikel dijelaskan, foto tersebut adalah potongan gambar saat Iriana menghadiri secara virtual acara syukuran ulang tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-41. Informasi serupa juga tercantum di situs payakumbuhkota.go.id.
Hasil pencarian kami di situs berbagi video, YouTube, mengarahkan ke video acara berikut dari kanal DEKRANAS Indonesia pada tahun 2021 lalu. Terlihat dalam video Ibu Iriana memberikan arahan di puncak acara.
Dalam kesempatan tersebut, Iriana, yang juga pembina Dekranas, menyampaikan ucapan selamat bagi HUT Dekranas. Dia juga mengajak Dekranas untuk menjadikan peringatan acara ini menjadi momentum untuk meningkatkan kembali kerajinan nusantara dan transformasi digital.
Tidak ada informasi mengenai bagi-bagi hadiah seperti narasi di TikTok dan Instagram. Klaim video di media sosial juga makin tidak masuk akal karena di video tersebut disebut Iriana ada di bulan terakhir masa jabatannya, sementara video asli dari kejadian tersebut berasal dari tahun 2021.
Tirto juga mencurigai konten yang tersebar di Instagram dan TikTok adalah konten foto yang dipadukan dengan konten audio untuk kemudian menjadi video dengan muatan AI. Hal ini bisa diimplementasikan lewat perangkat pembuatan AI, misalnya Hedra.
Perangkat pembuat konten AI Hedra biasanya menaruh watermark di sisi kanan bawah gambar. Dalam konten Tiktok dan Instagram sisi tersebut ditutupi text box bertuliskan "amanah untukmu".
Tirto mencoba membedah konten lain dari akun @berbagiuang2023 dan menemukan video berikut (arsip). Menggunakan sosok Mamah Dedeh, narasi yang dibuat serupa dengan konten bagi-bagi hadiah dari Iriana. Namun, di video ini watermark di sisi kanan bawah tidak tertutupi, meski terpotong sebagian.
Kami mencurigai penggunaan aplikasi Hedra untuk membuat konten gambar Iriana, dipadukan dengan audio untuk membuat konten soal bagi-bagi hadiah yang tersebar di TikTok dan Instagram tersebut.
Tirto juga tidak menemukan adanya akun media sosial resmi Iriana di platform apapun hingga dengan 14 Oktober 2024.
Tirto curiga adanya keterlibatan AI dalam penyuntingan konten karena audio yang terdengar janggal. Beberapa potongan kalimat seperti tidak pas dan natural. Selain itu, pengalihan informasi ke nomor kontak WhatsApp juga mencurigakan.
Kami mencoba melakukan pengujian menggunakan perangkat pemindai konten AI, Hive Moderation. Hasil pemindaian konten audio oleh Hive Moderation menyimpulkan, ada 99,9 persen kemungkinan konten audio dibuat dengan bantuan AI.
Kami kemudian mencoba mengambil salah satu potongan video Iriana dan melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image search). Kombinasi hasil pencarian dengan Yandex dan Google Lens mengarahkan kami ke foto berikut dari artikel Langgam.id. Di dalam artikel dijelaskan, foto tersebut adalah potongan gambar saat Iriana menghadiri secara virtual acara syukuran ulang tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-41. Informasi serupa juga tercantum di situs payakumbuhkota.go.id.
Hasil pencarian kami di situs berbagi video, YouTube, mengarahkan ke video acara berikut dari kanal DEKRANAS Indonesia pada tahun 2021 lalu. Terlihat dalam video Ibu Iriana memberikan arahan di puncak acara.
Dalam kesempatan tersebut, Iriana, yang juga pembina Dekranas, menyampaikan ucapan selamat bagi HUT Dekranas. Dia juga mengajak Dekranas untuk menjadikan peringatan acara ini menjadi momentum untuk meningkatkan kembali kerajinan nusantara dan transformasi digital.
Tidak ada informasi mengenai bagi-bagi hadiah seperti narasi di TikTok dan Instagram. Klaim video di media sosial juga makin tidak masuk akal karena di video tersebut disebut Iriana ada di bulan terakhir masa jabatannya, sementara video asli dari kejadian tersebut berasal dari tahun 2021.
Tirto juga mencurigai konten yang tersebar di Instagram dan TikTok adalah konten foto yang dipadukan dengan konten audio untuk kemudian menjadi video dengan muatan AI. Hal ini bisa diimplementasikan lewat perangkat pembuatan AI, misalnya Hedra.
Perangkat pembuat konten AI Hedra biasanya menaruh watermark di sisi kanan bawah gambar. Dalam konten Tiktok dan Instagram sisi tersebut ditutupi text box bertuliskan "amanah untukmu".
Tirto mencoba membedah konten lain dari akun @berbagiuang2023 dan menemukan video berikut (arsip). Menggunakan sosok Mamah Dedeh, narasi yang dibuat serupa dengan konten bagi-bagi hadiah dari Iriana. Namun, di video ini watermark di sisi kanan bawah tidak tertutupi, meski terpotong sebagian.
Kami mencurigai penggunaan aplikasi Hedra untuk membuat konten gambar Iriana, dipadukan dengan audio untuk membuat konten soal bagi-bagi hadiah yang tersebar di TikTok dan Instagram tersebut.
Tirto juga tidak menemukan adanya akun media sosial resmi Iriana di platform apapun hingga dengan 14 Oktober 2024.
Kesimpulan
Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan unggahan di media sosial soal Iriana membagi-bagikan uang bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Video tersebut diduga kuat merupakan buatan AI yang mengkombinasikan foto dengan audio, yang diolah menggunakan aplikasi sejenis Hedra.
Hasil penelusuran Tirto juga menemukan video dengan latar serupa. Dalam video tersebut, Iriana memberikan arahan dalam acara syukuran ulang tahun Dekranas ke-41 pada tahun 2021. Di acara tersebut, Iriana tidak menyebut apapun soal bagi-bagi hadiah.
Video tersebut diduga kuat merupakan buatan AI yang mengkombinasikan foto dengan audio, yang diolah menggunakan aplikasi sejenis Hedra.
Hasil penelusuran Tirto juga menemukan video dengan latar serupa. Dalam video tersebut, Iriana memberikan arahan dalam acara syukuran ulang tahun Dekranas ke-41 pada tahun 2021. Di acara tersebut, Iriana tidak menyebut apapun soal bagi-bagi hadiah.
Rujukan
- https://www.instagram.com/p/DAxvJwxul1c/
- https://archive.ph/wip/tMNNz
- https://www.tiktok.com/@ibuirianajoko/video/7420743730946215174
- https://archive.ph/wip/zrjI1
- https://www.tiktok.com/@iriana.jokowi5/video/7420635529542225158
- https://archive.ph/wip/hQykR
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://yandex.com/images/search?cbir_id=1338419%2FK7zNc3tPu1Xh0psPBsKLxg2290&cbir_page=sites&rpt=imageview&source-serpid=wkfbVOnUUX4DsbNqI7xl4w&url=
- https%3A%2F%2Favatars.mds.yandex.net%2Fget-images-cbir%2F1338419%2FK7zNc3tPu1Xh0psPBsKLxg2290%2Forig
- https://lens.google.com/search?p=AbrfA8r0g95nqzYVtcseMxC5NLfNbZJuktCJRT6pgh8818TTIZlsUme5SbUNcF0qvKL6BYyhj7AVXlGjIJw-FQoiSeL6JlLhcHMv6M4qCBf5NiGlWit5fMYpWKopPb1SfeqJcUw9mrds9p8CRXRhPW31gl4awi1JgYU0U6o-8tIoanBVg_X58dccBCHvMcHA3hYgeNmMR6yYQ-Z_2CMO7_rf6llF-TOLX5AV9tEslb1Sz7YxeOtyVxldV2neynob_mMEUAu0qQJyqxPuEATX-aRS2PR6pFOChcwe87y82NR5mg4FkKHOJRqg5ijd34-TiCI%3D#lns=W251bGwsbnVsbCxudWxsLG51bGwsbnVsbCxudWxsLDEsIkVrY0tKRGN5TWpKbE4yUTFMVFJrT0RjdE5HSXpOaTFpTmpSbUxXRXlNR00yWkRJM1ptSmpOaElmWnpGelltbGtTbXRqVGtsWGMwWldkMUYzZG5veE4wVlhaRTExY1VwNGF3PT0iLG51bGwsbnVsbCxudWxsLG51bGwsbnVsbCxudWxsLG51bGwsWyJkYzI2ODJjZC0wMDBlLTRkNzYtYjE3Mi0zNWE3Yjc2MTkwZDUiXV0=
- https://langgam.id/hadiri-hut-dekranas-iriana-jokowi-kenakan-tenun-balai-panjang-payakumbuh/
- https://berita.payakumbuhkota.go.id/wow-ibu-negara-pakai-tenun-balai-panjang-saat-syukuran-hut-dekranas-ke-41/
- https://www.youtube.com/watch?v=Zc0YX7jBEqs
- https://www.instagram.com/p/DAqN0Xau2dA/
- https://archive.ph/wip/7PnCO
Halaman: 2642/7897


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4969100/original/042757100_1728955395-lowongan_kerja_Freeport_SD_SMP.jpg)



