• (GFD-2026-32831) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran THR Keagamaan

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 12/03/2026

    Berita

    Akun Facebook “berita terkini” pada Jumat (6/3/2026) membagikan tautan [arsip] dengan narasi berikut:

    “Informasi Program Bantuan THR Keagamaan 2026 🙏

    Pemerintah menyediakan berbagai program bantuan untuk masyarakat.

    Cek informasi lengkap dan cara pendaftarannya di sini”.

    Hingga Kamis (12/3/2026), unggahan tersebut telah disukai 423 akun, menuai 169 komentar dan dibagikan ulang 6 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri tautan yang dibagikan “berita terkini” dengan urlscan.io. Hasilnya, tautan itu adalah milik CLOUDFLARENET dan berdomain di Ascension Island, tidak terafiliasi dengan pemerintah Indonesia. Tautan tersebut juga meminta beberapa informasi personal seperti nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram.

    TurnBackHoax kemudian mencari mekanisme distribusi THR 2026. Melansir dari artikel hukumonline.com berjudul “Aturan Pemberian THR 2026 untuk Karyawan Swasta” yang tayang Rabu (4/3/2026), THR adalah hak pekerja yang wajib dibayarkan oleh perusahaan/pemberi kerja, bukan bantuan sosial pemerintah.

    Kesimpulan

    Tautan yang dibagikan merupakan percobaan phishing dan THR dibayarkan oleh perusahaan/pemberi kerja, bukan didaftar oleh masyarakat secara mandiri. Jadi, unggahan berisi tautan “pendaftaran THR keagamaan” merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32832) [SALAH] Dokumentasi "Bandara Israel Hancur Lebur Dirudal Iran"

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 12/03/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Haedir Diran” pada Rabu (4/3/2026). Unggahan beserta narasi :

    “Bandara Israel di rudal Iran. Hancur lebur Israel”

    Hingga Kamis (8/3/2026) unggahan telah mendapatkan 4 tanda suka.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta (TurnBackHoax) mengunduh video tersebut dan menganalisisnya dengan alat pendeteksi AI, Bit Mind. Hasilnya, konten tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 81 persen. 

    TurnBackHoax kemudian melakukan pencarian dengan memasukkan kata kunci “bandara Israel hancur lebur dirudal Iran” ke mesin pencarian Google. Hasil pencarian mengarah ke pemberitaan The Jerusalem Post  “Israel to gradually reopen airspace on Thursday under new plan to return stranded Israelis” (Israel akan secara bertahap membuka kembali wilayah udaranya pada Kamis berdasarkan rencana baru untuk memulangkan warga Israel yang terlantar) pada Selasa (3/3/2026). Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa Menteri Perhubungan Israel Miri Regev telah mulai membuka kembali wilayah udara secara bertahap.

    Kesimpulan

    Faktanya, video yang beredar merupakan hasil manipulasi AI dengan probabilitas mencapai 81 persen. Unggahan berisi klaim “bandara Israel hancur lebur dirudal Iran” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32833) [SALAH] AS dan Israel Menyerah kepada Iran dan Minta Gencatan Senjata

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 12/03/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Pabilsum” pada Sabtu (7/3/2026). Unggahan beserta narasi :

    “Di gempur habis habisan oleh Iran,as dan Israel akhirnya menyerah dan minta gencatan senjata

    Tapi di tolak menta menta oleh Iran”

    Hingga Kamis (12/3/2026) unggahan telah mendapatkan 878 tanda suka, 91 komentar dan telah dibagikan ulang 18 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta (TurnBackHoax) menelusuri tangkapan layar dari video melalui Google Lens. Hasil pencarian mengarah ke unggahan akun X ‘StateDept_NEA’ pada Senin (24/6/2024) yang menampilkan tangkapan layar unggahan Donald Trump di platform Truth Social.

    Diketahui, unggahan tersebut berkaitan dengan konflik yang dikenal sebagai “perang 12 hari” antara Iran dan Israel pada Juni 2025. Pernyataan tersebut membahas kesepakatan gencatan senjata antara kedua pihak untuk mengakhiri konflik. Tidak ada kaitannya dengan konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

    Kesimpulan

    Tangkapan layar yang dibagikan merujuk pada unggahan Donald Trump di platform Truth Social mengenai kesepakatan gencatan senjata untuk mengakhiri konflik yang dikenal sebagai “perang 12 hari” antara Iran dan Israel pada Juni 2025. Unggahan berisi klaim “AS dan Israel menyerah kepada Iran dan minta gencatan senjata” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32834) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Petani Milenial 2026

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/03/2026

    Berita

    Akun Facebook “Andi Amran Sulaiman MP” pada Kamis (26/2/2026) mengunggah tautan [arsip] disertai narasi:

    Telah Di Buka Lowongan Kerja PETANI MILENIAL 2026,,Ayo Buruan Daftar Sekarang juga👇

    Hingga Jumat (13/3/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 120 tanda suka, belasan komentar, serta dibagikan ulang hampir 10 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan dalam unggahan. Diketahui, tautan mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “cara mendaftar petani milenial” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan tempo.com “Cara Daftar Program Petani Milenial: Penghasilan Bisa Mencapai Dua Digit Sebulan”.

    Dari berita yang tayang pada Rabu (20/11/2024) itu diketahui bahwa pendaftaran petani milenial hanya bisa diakses melalui laman resmi latihanonline.pertanian.go.id.

    Sebagai informasi, dilansir dari detik.com, Petani Milenial merupakan salah satu program Kementerian Pertanian (Kementan) untuk para pemuda yang memiliki minat dan kemampuan di bidang pertanian. Program ini menjadi salah satu usaha dalam pemulihan ekonomi masyarakat di sektor pertanian.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “pendaftaran petani milenial 2026” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan