• (GFD-2026-34089) Hoaks, PM Italia Protes Netanyahu & Dukung Kemerdekaan Palestina

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/05/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial Facebook sebuah unggahan video yang mengklaim Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyatakan dukungannya terhadap kemerdekaan Palestina dan menentang Netanyahu.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Duda Mbus” (arsip) pada Minggu (03/05/2026). Unggahan video berdurasi 13 detik tersebut menampilkan Meloni tengah melakukan aksi protes dengan membawa bendera Palestina di hadapan Netanyahu dalam ruangan rapat yang dipenuhi banyak audiens.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Meloni challenger Trump and Netanyahu, supports Palestine’s freedom,” begitu keterangan tertulis dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menambahkan teks terjemahan dalam video “Apa yang sedang kamu lakukan? Berhenti. Tidak, cukup dengan pendudukan. Kamu tidak bisa melakukan itu di sini. Palestina, kebebasan untuk semua,” begitu narasi teks terjemahan tertulis dalam cuplikan video. Namun, bahasa yang terdengar bukanlah bahasa Indonesia.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (06/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 892 likes, 117 komentar, 103 kali dibagikan, dan 68 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi kepercayaan masyarakat terhadap informasi tersebut dan dukungan terhadap aksi yang dilakukan Meloni.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Nan Karo Ndar” yang menampilkan cuplikan serupa terkait dukungan PM Italia terhadap kemerdekaan Palestina.

    Lantas, benarkah PM Italia mendukung kemerdekaan Palestina dan melakukan aksi protes terhadap Netanyahu?

    Baca juga:Delegasi RI Desak Dunia Bertindak Atasi Penjajahan di Palestina

    periksa fakta PM Italia: Free Palestine.

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran mengarahkan kami ke laman Kompas.Di situ dilaporkan bahwa sebuah video yang tersebar di media sosial yang diklaim menampilkan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyerukan kemerdekaan Palestina di hadapan Benjamin Netanyahu merupakan hasil rekayasa berbasis artificial intelligence (AI).

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “PM Italia dukung kemerdekaan Palestina dan protes Netanyahu.” Hasil penelusuran mengarah ke YouTube Kompas, yang melaporkan bahwa Italia masih belum mengakui kemerdekaan Palestina sebagai negara meskipun sudah didemo warganya. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menegaskan tidak akan mendukung pengakuan negara Palestina sampai dua syarat terpenuhi. Hal itu disampaikan di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025).

    “Palestina harus tunduk pada dua syarat: pembebasan para sandera dan tentu saja pengucilan Hamas dari pemerintahan manapun di Palestina. Karena kita perlu memahami apa prioritasnya. Saya tidak menentang pengakuan Palestina, tetapi kita harus memberikan prioritas yang tepat kepada diri kita sendiri,” begitu jelas Meloni.

    PM Italia Giorgia Meloni mendukung solusi dua negara, namun menekankan bahwa pengakuan terhadap negara Palestina harus melalui proses nyata dan bukan sekadar pengakuan di atas kertas. Meloni mengajukan dua syarat utama untuk pengakuan Palestina, yaitu pembebasan sandera dan penghapusan Hamas dari pemerintahan masa depan. Italia juga mengkritik tindakan Israel di Gaza yang dinilai melampaui batas dan menegaskan perlunya komitmen terhadap kemanusiaan.

    Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada sinkronisasi gerak bibir, intonasi suara, serta ekspresi wajah Netanyahu dan Meloni yang tampak tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa audio yang digunakan dalam video tersebut memiliki probabilitas 84,8 persen sebagai suara hasil manipulasi AI.

    Dalam rangkuman Tirto, “Italia Stop Pertahanan dengan Israel, Hubungan Buruk?” Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni memutuskan untuk tidak memperpanjang perjanjian pertahanan dengan Israel pada Rabu (14/4/2026). Keputusan ini diambil imbas perkembangan situasi di Asia Barat.

    Penangguhan kerjasama Italia-Israel ini dipandang banyak pihak sebagai isyarat terbaru memburuknya hubungan Roma dan Tel Aviv. Keduanya, sebelumnya dikenal punya hubungan yang solid.

    Pemerintahan Meloni bahkan dianggap banyak pihak sebagai sekutu utama Presiden AS Donald Trump dan Israel di Eropa. Dalam banyak kesempatan, Italia bertindak sebagai negara pendukung AS dan Israel di tengah meluasnya sentimen negatif terhadap dua negara itu di Eropa. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, hubungan Italia dan poros AS-Israel tampak memburuk.

    Para analis menilai bahwa langkah Meloni dalam beberapa waktu terakhir merupakan respons atas meluasnya sentimen negatif publik Italia tentang AS dan Israel. Sentimen ini meluas pada 2026 seiring tindakan AS di Venezuela, keinginan mereka untuk mencaplok Greenland, dan serangan AS-Israel di Iran.

    Meloni dipandang tengah menjauhkan diri dari poros AS-Israel yang semakin tak populer di kalangan pemilih Italia. Pemilu Italia dijadwalkan akan terselenggara pada akhir 2027 mendatang. Namun, sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim Meloni mendukung kemerdekaan Palestina.

    Baca juga:WN Italia Dideportasi dari Bali setelah Mengamuk saat Ditilang

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim bahwa PM Italia menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan melakukan aksi protes di hadapan Netanyahu bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

    PM Italia Giorgia Meloni mengajukan dua syarat utama untuk pengakuan Palestina, yaitu pembebasan sandera dan penghapusan Hamas dari pemerintahan masa depan. Italia juga mengkritik tindakan Israel di Gaza dan menegaskan perlunya komitmen terhadap kemanusiaan. Namun, Meloni tidak pernah melakukan aksi protes terhadap Netanyahu untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34091) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Sub Agen LPG

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/05/2026

    Berita

    Akun Facebook “Dila Nurnilam” pada Senin (4/5/2026) mengunggah tautan [arsip] disertai narasi:

    Jadilah Sub Agen Resmi Lpg Di Wilayah Anda(tanpa modal), Cek syarat & Cara Daftarnya 👇

    https://pertaminagass2026.liviil.com/

    Hingga Rabu (6/5/2027) unggahan tersebut telah mendapatkan 90-an tanda suka, dan 20-an komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan dalam unggahan. Diketahui, tautan mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “cara menjadi sub agen lpg” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan liputan6.com “Tata Cara Daftar Jadi Pangkalan LPG 3 KG untuk Pengecer”.

    Dari berita yang tayang pada Selasa (4/2/2025) itu diketahui bahwa pendaftaran sub agen LPG bisa dilakukan dengan cara offline, yaitu dengan mendatangi agen LPG resmi di wilayah setempat dengan membawa dokumen seperti fotocopy KTP, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Nomor Induk Berusaha (NIB). Setelah berkas administrasi dinyatakan lengkap, maka akan ada petugas yang melakukan pengecekan lokasi sebelum izin tersebut diterbitkan. Adapun pendaftaran secara online hanya bisa diakses melalui laman kemitraan.patraniaga.com.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “pendaftaran sub agen LPG” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-34092) [SALAH] Indonesia Pimpin Negara ASEAN Rebut Laut China Selatan

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 06/05/2026

    Berita

    Beredar unggahan [arsip] dari akun YouTube “Cetakgol IDN” pada Minggu (26/4/2026) berisi narasi:

    “Indonesia Pimpin Negara ASEAN Tantang Tiongkok Siapkan Puluhan Jet Tempur Amankan Laut China Selatan”

    Hingga Rabu (6/5/2026) unggahan ini telah mendapatkan 253 tanda suka, menuai 32 komentar, dan ditonton ulang lebih dari 20 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) terlebih dahulu menyimak video berdurasi 18 menit 13 detik tersebut dari awal hingga akhir. Setelah disimak isi video tersebut berbeda dengan narasi yang dibagikan pada judul video. Pembahasan hanya membahas mengenai Menlu RI, Sugiono, yang mendesak China supaya segera menyelesaikan Pedoman Tata Perilaku atau Kode Etik (CoC) Laut China Selatan.

    Seperti yang dilansir dari koral.info “Pentingnya Code Of Conduct Untuk Selesaikan Konflik Laut China Selatan”, yang terbit Sabtu (27/5/2023), dijelaskan bahwa kode etik Laut China Selatan (CoC) memiliki peran penting sebagai solusi mengatasi ketegangan yang selama ini kerap terjadi di Laut China Selatan.

    Sehubungan dengan hal tersebutlah yang akhirnya membuat Menlu RI, Sugiono, mendesak agar China bisa segera menandatangani CoC di tahun 2026 ini. Pernyataan Sugiono tersebut sesuai dalam artikel antaranews.com “Menlu Sugiono harap Kode Etik Laut China Selatan tak berlarut-larut”, yang terbit Kamis (23/4/2026).

    Berdasarkan temuan di atas, maka tidak benar Indonesia ingin merebut Laut China Selatan dari China, justru Indonesia melalui Menteri Sugiono menginginkan agar CoC segera disahkan agar tidak ada lagi konflik di Laut China Selatan.

    Kesimpulan

    Tidak benar Indonesia memimpin ASEAN untuk merebut Laut China Selatan, justru Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mendesak kode etik Laut China Selatan segera diselesaikan demi menghindari konflik. Unggahan berisi klaim “Indonesia pimpin ASEAN rebut Laut China Selatan” adalah konten menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-34093) [SALAH] China Menahan Kapal Perang AS di Laut China Selatan, Picu Perang Baru

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 06/05/2026

    Berita

    Beredar unggahan [arsip] dari akun YouTube “Daftar Populer” pada Minggu (3/5/2026) berisi narasi:

    “CHINA BERTINDAK, TAHAN KAPAL AS DAN SEKUTUNYA DI LAUT CHINA SELATAN! Perang Baru Akan Dimulai”

    Hingga Rabu (6/5/2026) unggahan ini telah mendapatkan 592 tanda suka, 84 komentar, dan ditonton lebih dari 40 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menonton video berdurasi 14 menit 49 detik tersebut dari awal hingga akhir. Setelah disimak isi video tersebut hanya membahas sejarah ketegangan di Laut China Selatan yang selama bertahun-tahun ini terjadi. 

    Lebih lanjut, dilakukan penelusuran dengan memasukan kata kunci “China tahan kapal Amerika Serikat di Laut China Selatan” ke kolom pencarian Google. Hasilnya tidak ditemukan pemberitaan terkini yang membenarkan klaim tersebut.

    Dilansir dari sindonews.com “AS dan Sekutu Latihan Perang di Laut China Selatan, Libatkan 17.000 Tentara” yang terbit Senin (20/4/2026), memang benar bahwa Amerika Serikat dan sekutunya sedang melakukan latihan perang di wilayah Laut China Selatan di bulan April 2026 kemarin, tetapi sejauh ini tidak ada pemberitaan di media resmi manapun yang mengabarkan bahwa China telah menahan kapal milik AS dan memicu perang.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan pemberitaan kredibel yang membenarkan narasi tersebut. Unggahan berisi klaim “China tahan kapal AS di Laut China Selatan dan picu perang” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan