• (GFD-2026-32818) [SALAH] Dokumentasi "Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Israel Hancur Akibat Serangan Iran"

    Sumber: Instagram.com
    Tanggal publish: 12/03/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Instagram “rigitrogot” pada Rabu (4/3/2026). Unggahan beserta narasi :

    “Ketegangan Iran-Israel Memuncak, Klaim Serangan Reaktor Nuklir Belum

    Terverifikasi”

    Hingga Kamis (12/3/2026) unggahan telah mendapatkan 283 tanda suka dan 8 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta (TurnBackHoax) menelusuri tangkapan layar dari video melalui Google Lens. Hasil pencarian mengarah ke kanal YouTube Arcorize berjudul “Explosion at Balakeya arms depot in Eastern Ukraine” (Ledakan terjadi di gudang senjata Balakeya di Ukraina Timur) pada Minggu (26/3/2017).

    TurnBackHoax kemudian melakukan pencarian dengan memasukkan kata kunci “ledakan gudang senjata Balakeya Ukraina 2017” ke mesin pencarian Google. Hasil pencarian mengarah ke pemberitaan Task & Purpose  “This Video Of A Weapons Dump Exploding In Ukraine Is Insane” (Video Ledakan Gudang Senjata di Ukraina Ini Sungguh Gila) pada Jumat (24/3/2026). 

    Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa ledakan besar terjadi di depot amunisi militer di kota Balakliya, Ukraina timur diduga dipicu oleh kebakaran akibat sabotase, yang menurut pejabat Ukraina kemungkinan berkaitan dengan kelompok separatis yang didukung Rusia di wilayah sekitar. Depot tersebut menyimpan lebih dari 10.000 ton amunisi yang digunakan untuk mendukung operasi militer Ukraina dalam konflik dengan separatis sejak 2014. Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, sekitar 20.000 warga Balakliya harus dievakuasi akibat rangkaian ledakan besar yang terjadi setelah kebakaran tersebut.

    Kesimpulan

    Faktanya, video tersebut merupakan dokumentasi meledaknya gudang amunisi militer di Balakliya, Ukraina timur pada 2017. Unggahan berisi klaim dokumentasi “pembangkit listrik tenaga nuklir Israel hancur akibat serangan Iran” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32819) Hoaks! Video ribuan orang di Teheran menggotong Jenazah Ali Khamenei

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Instagram menampilkan video yang diklaim sebagai prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

    Unggahan tersebut menyatakan bahwa Ali Khamenei wafat akibat serangan militer terkoordinasi dari Amerika Serikat dan Israel.

    Narasi dalam unggahan juga menyebutkan bahwa lautan manusia di Teheran menggotong jenazah Ali Khamenei menuju tempat peristirahatan terakhir.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Lautan manusia di Taheran menggotong Jenazah Ali Khamenei ke peristirahatan terakhir”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun, benarkah video tersebut menunjukkan ribuan orang di Teheran yang menggotong jenazah Ali Khamenei?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan sumber resmi yang menyatakan bahwa video tersebut menunjukkan prosesi penghormatan atau pemakaman Ali Khamenei di Teheran.

    Penelusuran lanjutan menunjukkan bahwa video serupa berasal dari sebuah unggahan di Facebook yang menyertakan keterangan tentang kerumunan umat beriman di ambang pintu suci Al-Kazimiyah.

    Peristiwa dalam video tersebut sebenarnya merupakan peringatan wafatnya Imam Musa al-Kadzim yang diselenggarakan oleh komunitas Muslim Syiah di Baghdad, Irak, pada 6 Februari 2024.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dalam kegiatan tersebut, para peserta membawa peti mati tiruan sebagai simbol peringatan. Kegiatan itu bukan merupakan prosesi pemakaman Ali Khamenei.

    Dengan demikian, klaim yang menyatakan bahwa video tersebut menunjukkan ribuan orang di Teheran yang menggotong jenazah Ali Khamenei merupakan informasi yang tidak benar.

    Klaim: Video ribuan orang di Teheran menggotong Jenazah Ali Khamenei

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32820) Hoaks! Foto Prabowo dan Trump pamerkan produk daging babi

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook menampilkan foto Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

    Unggahan tersebut mengklaim bahwa keduanya sedang memamerkan produk daging babi dan produk olahan lainnya.

    Narasi dalam unggahan menyebutkan bahwa Prabowo dan Trump memegang produk daging babi dan spam dalam kaleng.

    Unggahan tersebut juga mengaitkan gambar itu dengan pernyataan dari MUI yang menyerukan agar masyarakat tidak mengonsumsi makanan haram.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    “Berita viral, Prabowo dan Trump pamer daging babi dan produk spam. MUI: Jangan konsumsi makanan haram!

    Photo termahal 2026 Indonesia Negara Muslim tapi Presidennya pegang ‘ham’ B2”

    Namun, benarkah foto tersebut menunjukkan Prabowo dan Trump sedang memamerkan produk daging babi?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan foto maupun berita resmi dari pemerintah yang menyebutkan bahwa Presiden Prabowo dan Presiden Donald Trump berfoto sambil memamerkan produk daging babi.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Foto yang mirip dengan unggahan tersebut sebenarnya merupakan dokumentasi saat penandatanganan perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat di Washington, D.C., pada 19 Februari 2026.

    Dalam dokumentasi asli, Presiden Prabowo dan Presiden Donald Trump tidak memamerkan produk makanan apa pun.

    Keduanya hanya menunjukkan dokumen perjanjian perdagangan yang telah ditandatangani oleh kedua kepala negara. Selengkapnya di sini

    Dokumen tersebut memuat ketentuan mengenai impor produk daging sapi, unggas, dan beberapa produk olahan tertentu, bukan kewajiban impor daging babi seperti yang diklaim dalam unggahan di media sosial.

    Selain itu, hasil pemeriksaan menggunakan alat AI Detector dari Sightengine menunjukkan bahwa foto dalam unggahan tersebut memiliki kemungkinan sebesar 84 persen sebagai gambar yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).



    Dengan demikian, klaim yang menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump berfoto sambil memamerkan produk daging babi merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim: Foto Prabowo dan Trump pamerkan produk daging babi

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32821) Hoaks! Menkeu Purbaya ganti program MBG jadi sekolah gratis

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengklaim bahwa Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, ingin mengganti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan program sekolah gratis.

    Unggahan tersebut beredar dalam bentuk tangkapan layar artikel yang disertai foto Purbaya Yudhi Sadewa bersama Luhut Binsar Pandjaitan.

    Narasi dalam unggahan itu menyebutkan bahwa Purbaya ingin mengganti program MBG, tetapi Luhut menolak usulan tersebut.

    Unggahan tersebut juga memuat opini yang membandingkan manfaat program MBG dengan program sekolah gratis bagi masyarakat.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    “Purbaya Mau Ganti Mbg Dengan Sekolah Gratis. Luhut Menolak”

    Rakyat Bertanya: Anak Kenyang Sehari Atau Anak Pintar Seumur Hidup?

    Sekolah Gratis = Masa Depan

    MBG Tanpa Arah = Proyek Musiman

    Kalau Pendidikan Masih Mahal, Buat Apa Bangga Bagi-Bagi Makan? Yang Ditolak Bukan Ide Uang Rakyat, Tapi Ancaman Buat Kepentingan Lama. Bagaimana Tanggapan Kalian??”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun, benarkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ingin mengganti program MBG dengan program sekolah gratis?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber resmi pemerintah maupun pemberitaan media kredibel yang menyatakan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengganti program Makan Bergizi Gratis dengan program sekolah gratis.

    Hingga saat ini, program MBG masih berjalan di berbagai daerah dan telah memberikan manfaat bagi banyak siswa di sekolah.

    Fakta ini menunjukkan bahwa program tersebut tidak dihentikan atau diganti dengan kebijakan lain seperti yang diklaim dalam unggahan media sosial.

    Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pemerintah hanya akan melakukan penyesuaian anggaran pada Program Makan Bergizi Gratis terhadap belanja yang bersifat non-produktif. Pemerintah tidak akan mengurangi anggaran untuk penyediaan makanan dalam program tersebut.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    “MBG nggak kami potong anggarannya, tapi kami pastikan yang dibelanjakan betul-betul efektif dan efisien,” tuturnya, dilansir dari ANTARA.

    Purbaya juga menyebutkan bahwa pemerintah mempertimbangkan realokasi sebagian anggaran negara untuk meredam dampak lonjakan harga minyak dunia.

    Dalam skema tersebut, pemerintah dapat menggeser anggaran dari program yang memiliki tingkat urgensi lebih rendah.

    Dengan demikian, klaim yang menyatakan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengganti program Makan Bergizi Gratis dengan program sekolah gratis merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

    Rating: Menkeu Purbaya gantikan program MBG jadi sekolah gratis

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan