• (GFD-2024-23742) Cek fakta, Ahmad Luthfi sebut APBD Jawa Tengah 27,8 T termasuk rendah

    Sumber:
    Tanggal publish: 31/10/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Calon Gubernur Jawa Tengah dengan nomor urut dua Ahmad Luthfi menyebutkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Tengah sebesar Rp27,8 triliun termasuk rendah untuk daerah Jawa Tengah.

    Data itu disampaikan dalam debat perdana Pilkada Jateng 2024 bertema “Tata Kelola Pemerintahan: Kepemimpinan dan Reformasi Birokrasi Menuju Jawa Tengah dengan Pelayanan Publik yang Transparan dan Akuntabel”, yang digelar di Semarang, Rabu malam.

    Berikut penyataan Cagub Ahmad Luthfi tersebut:

    “Kita mengetahui bersama bahwa Jawa Tengah mempunyai APBD 27,8T. ini adalah jumlah APBD yang rendah sekali untuk daerah Jawa Tengah,”

    Namun, benarkah APBD Jawa Tengah Rp27,8 triliun termasuk rendah?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran ANTARA, dilansir dari data BPKAD Provinsi Jawa Tengah, APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2024 semula sebesar Rp27.849.277.959.000,00 bertambah sebesar Rp716.920.614.000,00  sehingga menjadi Rp28.566.198.573.000,00.

    Berdasarkan data, Jawa Tengah masuk ke dalam lima besar APBD tertinggi. Lima daerah dengan APBD terbesar di 2024 berdasarkan urutan yang tertinggi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur.

    Dibandingkan Jawa Timur dan Jawa Barat, Jawa Tengah memang memiliki APBD terendah. APBD Jawa Timur 2024 yang semula sebesar Rp31,418 trilliun, berubah menjadi sebesar Rp32,115 triliun, sedangkan APBD Jawa Barat 2024 sebesar Rp37,3 triliun.

    Baca juga: Tim Luthfi-Yasin laporkan Calon Bupati Sukoharjo ke Bawaslu Jateng

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan

  • (GFD-2024-23745) [HOAKS] Alfamart Bagikan Kupon Belanja Senilai Rp 10 Juta

    Sumber:
    Tanggal publish: 31/10/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Bisnis ritel Alfamart diklaim membagikan kupon belanja senilai Rp 10 juta secara cuma-cuma atau gratis.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi itu hoaks. Waspada, jangan sampai kita menjadi korban penipuan.

    Informasi Alfamart membagikan kupon belanja senilai Rp 10 juta dibagikan oleh akun Facebook ini pada 17 Oktober 2024.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Untuk merayakan #UlangTahunAlfamart Setiap jempol akan mendapatkan hadiah kupon belanja senilai 10 jt GRATIS.

    Hasil Cek Fakta

    Regional Corporate Communication Manager PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) Budi Santoso mengatakan, informasi tersebut tidak benar.

    "Dapat kami sampaikan, terkait postingan tersebut merupakan hoaks," kata Budi kepada Kompas.com, Rabu (30/10/2024) sore.

    Pihaknya mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap segala bentuk iming-iming hadiah yang mencatut nama Alfamart.

    "Segala bentuk program promo, hadiah, dan kuis Alfamart dapat dicek pada media sosial resmi Alfamart dan situs resmi perusahaan di www.alfamart.co.id," ujar Budi.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi Alfamart membagikan kupon belanja senilai Rp 10 juta adalah hoaks.

    Masyarakat diimbau berhati-hati terhadap segala bentuk iming-iming hadiah yang mencatut nama Alfamart, yang disebarkan melalui tautan atau akun media sosial tidak resmi.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23747) Benar, Tulisan Pempek Palembang di Tank Rusia

    Sumber:
    Tanggal publish: 31/10/2024

    Berita



    Sebuah video beberapa gambar beredar di WhatsApp, Instagram [ arsip ], dan Facebook akun ini, ini, dan ini, yang diklaim memperlihatkan tank milik militer Rusia bertuliskan pempek Palembang.

    Video yang beredar memperlihatkan sebuah tank di tengah semak belukar, bertuliskan “Pempek Kapal Perang Asli Palembang” di bodi kiri belakang, “Pempek Permata” di sisi kanan dan kiri meriam utama, dan “Pempek Cita Rasa Wong Kito” di bodi kanan belakang.



    Tempo menerima permintaan pembaca untuk memeriksa kebenaran narasi tersebut. Benarkah tank Rusia tersebut bertuliskan pempek Palembang?

    Hasil Cek Fakta



    Dilansir CNNIndonesia.co.id, Foto dan video itu berasal dari unggahan akun Twitter atau X @ZShakerCentral pada 18 Oktober untuk yang versi foto dan 20 Oktober dalam bentuk video.

    Garisha Putin sang pemilik akun tersebut telah mengkonfirmasi bahwa pihaknya menulis ‘pempek’ di tank terbengkalai di Rusia atas pesanan seorang pria asal Indonesia.

    "Dipesan oleh pria dari Indonesia. Saya juga ada pesanan lain dari Indonesia (yang) seperti ini," kata Garisha Putin pada CNNIndonesia.com melalui pesan langsung ataudirect message(DM) Twitter, 20 Oktober 2024.

    Ia melayani pesanan semacam itu, dari berbagai negara, dengan imbalan uang 400 euro atau setara Rp6,7 juta sekali pesan. Video ia sertakan untuk membuktikan bahwa tulisan dan gambar yang dipasang di alat tempur yang dihasilkannya asli, meskipun dibuat berdasarkan pesanan.

    Unggahan akun Twitter @ZShakerCentral menjelaskan perkiraan harga pesanan tanda tangan di alat tempur yang bisa disediakannya. Misalnya tulisan di mortir atau senjata pelontar bom jarak dekat, harganya 20 euro atau sekitar Rp338 ribu dan di artileri atau senjata berat jarak jauh yang dihargai Rp 35 euro atau sekitar Rp500 ribu.

    Cara pemesanannya bisa melalui DM akun tersebut. Diunggah juga berbagai contoh pesanan yang sudah mereka selesaikan, berupa tulisan dan gambar di berbagai jenis alat tempur.

    Garisha Putin dalam akun Twitter miliknya, mengaku bahwa dia streamer atau penyiar daring asal Saint Petersburg, Rusia. Ia juga mengaku sebagai relawan kemanusiaan.

    Kesimpulan



    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar memperlihatkan tank di Rusia bertuliskan tentang pempek Palembang adalahbenar.

    Tulisan tersebut memang dibuat atas pesanan orang Indonesia pada penyedia jasa di Rusia.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23748) Benar, Kiriman WA Survei Penilaian Integritas-SPI 2024 yang Diselenggarakan KPK

    Sumber:
    Tanggal publish: 31/10/2024

    Berita



    Sebuah gambar beredar di WhatsApp/WA [ arsip ] serta akun Facebook ini dan ini, yang diklaim memperlihatkan pesan yang dikirim ke akun WhatsApp sejumlah orang dengan mengatasnamakan diri Survei Penilaian Integritas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

    Gambar tangkapan layar WA itu berisi pesan meminta penerimanya mengisi Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024, untuk memetakan risiko korupsi di berbagai instansi pemerintah. Di bagian bawah terdapat tombol yang mengarah pada pertanyaan halaman pengisian formulir survei. Nomor WA pengirimnya adalah 081119194761, dengan nama SPI 2024 bercentang biru.



    Tempo menerima permintaan pembaca untuk memeriksa kebenaran narasi tersebut. Benarkah pesan itu benar-benar berisi survei dari KPK?

    Hasil Cek Fakta



    Hasil verifikasi Tempo menunjukkan bahwa pesan berisi survei dari Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut memang benar.

    Nomor WA 081119194761 merupakan salah satu nomor yang digunakan dalam penyebaran formulir survei SPI KPK 2024, sebagaimana dipublikasikan website Kantor Kementerian Hukum dan HAM ( Kemenkumham ).

    Beberapa nomor lain juga digunakan untuk menyebar pesan permintaan pengisian survei KPK tersebut, yakni 081119199198, 081119194760, 081119091198.  

    Memang terdapat perbedaan antara akun WA yang digunakan untuk menyebarkan pesan survei tersebut pada 2023 dan 2024. Tahun lalu, akun WA yang digunakan bercentang hijau, sementara tahun 2024 bercentang biru.

    Keterangan serupa juga ditemukan di akun Instagram KPK. Terdapat dua survei yang dilakukan oleh KPK tahun ini, yakni SPI 2024 untuk memetakan risiko korupsi di sektor pelayanan publik dan SPI Pendidikan 2024 di sektor pendidikan.

    Website KPK menjelaskan mereka menggelar survei tersebut dengan menggandeng perusahaan Frontier sebagai pelaksana survei. Survei dilakukan secara daring antara tanggal 1 Juli sampai dengan 31 Oktober 2024.

    Responden survei adalah orang-orang terpilih secara acak dari kalangan responden internal (pegawai k/l/pd), responden eksternal (pengguna layanan dari kalangan masyarakat dan swasta, juga mitra kerjasama instansi), dan responden eksper (stakeholder/ahli).

    “Seluruh informasi/jawaban/identitas yang diberikan terjamin kerahasiaannya, dan jawaban akan diolah secara umum, bukan secara individual. KPK dan Konsultan Pelaksana berkomitmen mematuhi dan menjaga kerahasiaan data sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 tahun 1997 pasal 21 (Tentang Statistik),” bunyi pernyataan di website KPK terkait perlindungan data responden.

    Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memang pernah membeberkan sejumlah modus penipuan menggunakan WhatsApp yang pernah memakan korban sebagaimana diberitakan CNCBIndonesia.com.

    Berikut daftarnya:

    Kesimpulan



    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan adanya penyebaran pesan WA survei atas nama KPK adalahbenar.

    KPK menggelar Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024 dan SPI Pendidikan 2024, melalui perusahaan Frontier, sejak tanggal 1 Juli sampai dengan 31 Oktober 2024.

    Rujukan