• (GFD-2026-32866) [SALAH] Video "Ratusan Tentara Israel Ditangkap Iran"

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 13/03/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Bang Grace” pada Selasa (3/3/2026) berisi narasi:

    “837 Tentara Israel Menyusup Wilayah Iran Berhasil Ditangkap Oleh Tentara Iran”

    Hingga Jumat (13/3/2026) unggahan ini telah mendapatkan 40 ribu tanda suka, 19 ribu komentar, dan dibagikan 4 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan pengecekan untuk memastikan keaslian video yang beredar dengan menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa video tersebut memiliki kemungkinan sebesar 99% dibuat dengan bantuan AI.

    TurnBackHoax kemudian masukkan kata kunci "ratusan tentara Israel ditangkap Iran" ke mesin pencarian Google. Sejauh penelusuran, tidak terdapat pemberitaan atau informasi kredibel terkait klaim tersebut.

    Kesimpulan

    Faktanya, video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dengan probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99%. Dengan demikian konten yang menarasikan "ratusan tentara Israel ditangkap Iran" adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32867) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Pembuatan SIM Online Gratis

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara online dan gratis. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 6 Maret 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Kabar baik !!
    Pemerintah melalui Kepolisian Negara Republik Indonesia menghadirkan layanan pembuatan SIM secara online dan GRATIS untuk periode tertentu.
    Kini Anda dapat mendaftar dengan mudah melalui aplikasi resmi Digital Korlantas POLRI tanpa perlu antre panjang di kantor pelayanan.
    ✅ Pendaftaran online
    ✅ Proses mudah & cepat
    ✅ Tanpa biaya (sesuai ketentuan yang berlaku)
    #SIMGratis #SIMOnline #PelayananPublik #KorlantasPOLRI"
    Postingan menyertakan poster berisi tulisan sebagai berikut:
    "PEMBUATAN & PERPANJANGAN SIM GRATIS
    Dalam rangka memberikan kemudahan kepada masyarakat kini hadir program pembuatan dan perpanjangan SIM GRATIS tanpa biaya administrasi
    - Proses mudah
    - Pelayanan cepat
    - Syarat sederhana
    Segera manfaatkan kesempetan ini dan lakukan pendaftaran sekarang juga!"
    Unggahan disertai menu pengajuan SIM. Saat menu tersebut diklik, mengarah pada halaman situs tertentu yang meminta sejumlah identitas pribadi, seperti nama hingga nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran pembuatan SIM online dan gratis? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran pembuatan SIM online dan gratis. Penelusuran mengarah ke unggahan dari Korlantas Polri melalui akun Instagram resminya @korlantaspolri.ntmc.
    Dalam unggahannya, Korlantas menyatakan informasi yang beredar di media sosial bahwa ada pembuatan SIM gratis dan seumur hidup tidaklah benar.
    "Sahabat lantas, terkait berita yang beredar bahwa ada pembuatan SIM gratis dan seumur hidup, itu hoaks ya," demikian pernyataan Korlantas Polri yang dikutip pada Jumat (13/3/2026).
    Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 76 Tahun 2020, seluruh penerimaan negara bukan pajak yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia wajib disetor ke kas negara. Tujuannya untuk menunjang pembangunan nasional.
    Lalu mengapa SIM tidak seumur hidup? Berdasarkan UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 86 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3), SIM berfungsi:
    (1) sebagai bukti kompetensi mengemudi
    (2) sebagai registrasi pengemudi kendaraan bermotor yang memuat keterangan identitas lengkap pengemudi
    (3) data pada registrasi pengemudi dapat digunakan untuk mendukung kegiatan penyelidikan, penyidikan, dan identifikasi forensik kepolisian.
    Pastikan untuk selalu memverifikasi informasi melalui sumber resmi, seperti website atau layanan informasi dari kepolisian. 

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran pembuatan SIM online dan gratis, tidak benar.
  • (GFD-2026-32868) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran BLT Kesra Periode Maret-April 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran BLT Kesra Periode Maret-April 2026, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 11 Maret 2026.
    Klaim link pendaftaran BLT Kesra Periode Maret-April 2026 berupa tulisan sebagai berikut.
    "Dengan adanya program BLT Kesra 2026, pemerintah menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesejahteraan rakyat dan kestabilan ekonomi nasional.
    Bantuan ini diharapkan dapat memberikan dukungan finansial tambahan, terutama bagi masyarakat yang terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok"
    Unggahan tersebut terdapat menu daftatar, jika diklik muncul link berikut.
    "https://klik.bantuanbansospkh.com/?fbclid=IwY2xjawQgoeNleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFxbGJVYWN6ZFp4a1owUm5uc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHmobfOKV0cRSz5VKIt7cGw0VDWDRZcRVuZiG1avOatXjB_1Gw0zOMp2NSbYI_aem_3_F-6C__-UDigG6YVvWBtg"
    Link tersebut mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta sejumlah identitas, seperti nama lengkap dan nomor Telegram.
    Benarkah klaim link pendaftaran BLT Kesra Periodel Maret-April 2026? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     
     
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran BLT Kesra Periode Maret-April 2026. Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Cara Resmi Daftar BLT Kesejahteraan Rakyat 2025, Simak untuk Hindari Penipuan" yang dimuat Liputan6.com, pada 19 Oktober 2025. 
    Artikel Liputan6.com menyebutkan, bagi masyarakat yang merasa memenuhi syarat namun belum terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam DTKS, pemerintah menyediakan jalur resmi untuk mengajukan diri. Proses pendaftaran ini harus dilakukan melalui saluran resmi untuk menghindari potensi penipuan.
    Salah satu cara pendaftaran adalah melalui Aplikasi Cek Bansos. Setelah mengunduh aplikasi, buat akun baru, lalu login dan pilih menu 'Daftar Usulan'. Isi data diri lengkap, unggah foto tempat tinggal serta dokumen pendukung, dan kirim permohonan. Status pengajuan dapat dipantau melalui menu 'Riwayat Usulan'.
    Alternatif lain, masyarakat dapat mendatangi kantor kelurahan atau desa setempat untuk memastikan data sudah masuk DTKS atau mengajukan usulan pendaftaran.
    Penelusuran juga mengarah pada pengumuman berjudul "Waspada Hoaks terkait Bantuan Sosial" yang dimuat dalam situs resmi Kementerian Sosial kemensos.go.id.
    Berikut pengumumannya:
    "Akhir-akhir ini banyak beredar pesan berantau berisi link/tautan yang di dalanya terdapat berita bohong (hoaks) terkait pencairan dan/atau pendaftaran bantuan sosial.
    Kementerian Sosial tidak pernah membuat situs ataupun tautan terkait pendaftaran maupun pencairan bantuan sosial. Adapun penerima bantuan sosial Program Kartu Sembako/ BPNT dan PKH adalah masyarakat yang telah terdaftar ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), jika masyarakat layak menerima namun belum terdaftar dalam DTKS, bisa diusulkan Pemerintah Daerah atau mengajukan melalui Aplikasi Cek Bansos di menu Usul-Sanggah."
    Masyarakat diimbau agar selalu mengecek ulang kebenaran berita dan tidak ikut menyebarkannya.
    Mari saling ingatkan dan lebih kritis terhadap informasi yang tidak dikeluarkan secara resmi oleh Kementerian Sosial RI agar kita terhindar dari hoaks maupun modus penipuan lainnya katanya menambahkan."
     
     
    Sumber:https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/6189583/cara-resmi-daftar-blt-kesejahteraan-rakyat-2025-simak-untuk-hindari-penipuan
    https://kemensos.go.id/waspada-hoaks-terkait-bantuan-sosial
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran BLT Kesra Periode Maret-April 2026 tidak benar.
    Kementerian Sosial tidak pernah membuat situs ataupun tautan terkait pendaftaran maupun pencairan bantuan sosial.
     
  • (GFD-2026-32884) Hoaks Tautan Pendaftaran THR ASN 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/03/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook mengklaim tautan pendaftaran THR ASN 2026 dari pemerintah bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) 2026 yang dibayarkan dengan total anggaran sekitar Rp 55 triliun.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan itu disebarkan oleh akun Facebook bernama “Program Bantuan Ramadhan 1447 H” (arsip) pada Kamis (05/03/2026). Dalam unggahan disertakan tautan yang diklaim untuk mendaftar secara online pada program tersebut yaitu https://daftarsekrgjuga.linitii.com/. Dalam unggahan juga disebutkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pencairan direncanakan awal Ramadhan 2026 atau sekitar 7 sampai 10 hari sebelum Idul Fitri.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Pemerintah memastikan THR ASN 2026 tetap dibayarkan dengan total anggaran sekitar Rp 55 triliun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pencairan direncanakan awal Ramadhan 2026 atau sekitar 7-10 hari sebelum Idul Fitri. Pendaftaran dilaksanakan secara online melalui LINK dibawah.” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (11/03/2026), unggahan tersebut belum mendapatkan reaksi dari masyarakat namun tautan tersebut masih dapat diakses.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tirto menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @abhypolpoke (arsip) dan akun TikTok “bamz313” (arsip), semua unggahan tersebut menyebarkan informasi terkait THR ASN 2026 dengan gambar yang sama.

    Lantas, benarkah pemerintah membuka pendaftaran THR ASN 2026 melalui tautan tersebut?

    ADVERTISEMENT

    Baca juga:Pencairan THR ASN Baru Rp11 T, Beberapa Instansi Belum Ajukan

    Periksa Fakta Pendaftaran THR ASN. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk menelusuri kebenaran klaim, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah klaim “Program Bantuan Ramadhan 1447 H”. Di situ ditemukan informasi bahwa akun tersebut baru mengganti foto profil pada 2 Maret 2026, akun tersebut juga tidak memiliki pengikut, menuliskan keterangan “Fasilitas Pensiun dan Bantuan Hidup”, dan mencantumkan tautan https://daftarsekrgjuga.linitii.com/ pada bio akun.

    Dari situ dapat diketahui bahwa informasi yang disebarkan adalah tidak resmi dan bukan berasal dari sumber kredibel. Adapun informasi terkait THR ASN berasal dari pemerintah, seperti Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), atau Taspen (untuk pensiunan), bukan dari akun media sosial yang tidak resmi.

    Kemudian, Tirto mencoba membuka tautan tersebut. Dalam situs tersebut pengunjung diarahkan untuk mengisi nama lengkap dan nomor Telegram aktif pada situs yang bertuliskan ‘Form Pendaftaran’. Namun, tidak ada keterangan jelas pada situs tersebut.

    Setelah mengisi data tersebut, pengunjung diarahkan untuk mengisi kode verifikasi yang dikirim melalui Telegram. Biasanya, modus ini digunakan untuk memancing korban berkomunikasi langsung dengan pelaku penipuan. Data pribadi yang didapat dari pengguna biasanya dieksploitasi untuk modus phishing.

    Tirto lantas mengecek kredibilitas tautan yang diklaim untuk mendaftar THR ASN 2026 pada akun Facebook tersebut. Hasil analisis situs UrlScan menunjukan bahwa tautan yang dibagikan tidak terafiliasi dan bukan situs resmi milik pemerintah. Tautan tersebut milik CLOUDFLARENET, berlokasi di Ascension Island, dengan domain daftarsekrgjuga.linitii.com, dibuat pada 24 Februari 2026 dan berlaku selama 3 bulan.

    Tirto dalam artikel “Berikut Rincian THR ASN Tahun 2026, Tertinggi Capai Rp 31 Juta” menulis bahwa pencairan THR ASN diatur dalam Peraturan Presiden (PP) Nomor 9 Tahun 2026 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas kepada Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan Tahun 2026. Adapun dana THR ASN mulai dicairkan secara bertahap sejak 26 Februari 2026 dan puncak pencairan diproyeksikan pada 9-13 Maret 2026 atau paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026.

    Lebih lanjut dilansir dari YouTube Perekonomian RI, pada Selasa (03/03/2026) diadakan Konferensi Pers Terkait Kebijakan THR, BHR, dan Stimulus Ekonomi Idul Fitri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta. Pemerintah memang menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pencairan THR Lebaran 2026 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), TNI/Polri, serta pensiunan PNS.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan anggaran THR bagi ASN sebesar Rp55 triliun. Tahun ini naik 10 persen dibandingkan tahun lalu sebesar Rp49 triliun dan akan diberikan kepada pegawai yang memenuhi syarat kerja.

    “Pencairan THR dimulai secara bertahap sejak 26 Februari yang lalu minggu pertama dan THR tersebut diberikan kepada PNS, CPNS, PPPK, Pejabat Negara, Prajurit TNI, Anggota POLRI, Pensiunan PNS, Pensiunan Prajurit TNI POLRI hingga Pensiunan Pejabat Negara.” begitu keterangan Airlangga Hartarto dalam konferensi pers.

    Sebagai informasi, THR (Tunjangan Hari Raya) tidak perlu didaftarkan oleh karyawan karena merupakan hak otomatis bagi pekerja yang memenuhi syarat, THR wajib dibayarkan oleh perusahaan paling lambat H-7 sebelum hari raya keagamaan.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong penyaluran THR dilakukan lebih awal H-14 atau paling lambat H-7 sebelum Idul Fitri melalui instansi atau perusahan masing-masing.

    Melansir laman Kementerian Sekretariat Negara, THR ini disalurkan kepada 2,4 juta ASN pusat/TNI/Polri, 4,3 juta ASN daerah, serta 3,8 juta pensiunan yang pencariannya dilakukan secara bertahap sejak 26 Februari 2026 atau minggu pertama Ramadhan.

    “Komponen yang dibayarkan 100 persen penuh, meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tunjangan jabatan/kinerja sesuai regulasi yang berlaku. Pemberian THR merupakan hal yang berbeda dengan pemberian gaji ke-13, gaji ke-13 biasanya diberikan di bulan Juni,” begitu keterangan Airlangga.

    Prosedur pencairan THR ASN 2026 dilakukan secara langsung ke rekening penerima (transfer) melalui mekanisme Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS) yang diajukan satuan kerja ke KPPN. Proses ini meliputi perhitungan berbasis aplikasi gaji, penerbitan SP2D, dan pencairan ditargetkan selesai sebelum H-7 Lebaran.

    Dengan demikian tautan yang mengklaim untuk pendaftaran THR ASN 2026 adalah tidak benar dan bukan resmi dari pemerintah.

    Baca juga:Berikut Rincian THR ASN Tahun 2026, Tertinggi Capai Rp31 Juta

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim adanya tautan untuk mendaftar THR ASN 2026 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Tautan yang disertakan bukan berasal dari kanal resmi pemerintah dan berujung pada permintaan data pribadi dengan menggunakan nomor Telegram. Modus ini biasanya digunakan sebagai modus penipuan dan phishing (pencurian data melalui tautan berbahaya).

    Pencairan THR ASN 2026 dilakukan secara langsung ke rekening penerima (transfer) melalui mekanisme Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS) atau melalui instansi dan perusahaan terkait tanpa harus mendaftar melalui tautan.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan