• (GFD-2026-32862) Cek Fakta: Kemenag Keluarkan Aturan Baru Takbiran

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/03/2026

    Berita



    Murianews, Kudus – Beredar narasi Kemenag keluarkan aturan baru takbiran, yakni hanya boleh dilakukan hingga pukul 21.00, melarang penggunaan pengeras suara, serta tidak boleh dilakukan dengan berkeliling. Setelah dicek faktanya, narasi tersebut adalah hoaks.



    Narasi tersebut salah satunya diunggah akun Facebook bernama RUKYATUL HILAL INDONESIA (RHI) pada 7 Maret 2026 lalu. Akun tersebut menampilkan unggahan bergambar Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang terlihat seperti sedang melakukan konferensi pers.



    Unggahan itu disertai narasi yang menyebut Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan aturan baru mengenai pelaksanaan takbiran.



    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:



    ”ATURAN BARU KEMENAG: Takbiran Hanya Boleh Dari Jam 18.00 Sampai Jam 21.00 Tidak Boleh Menggunakan Sound. System Dan Tidak Boleh Keliling”



    Namun setelah diperiksa, Tim Cek Fakta Murianews.com mengkategorikan informasi itu sebagai hoaks. Penelusuran selengkapnya dapat disimak di halaman berikut.



    Penelusuran…

    Hasil Cek Fakta



    Tim Cek Fakta Murianews.com mencoba meluruskan narasi itu dengan cara melakukan penelusuran menggunakan kata kunci ” Kemenag Keluarkan Aturan Baru Takbiran” di mesin pencarian.



    Hasilnya terdapat beberapa pemberitaan dari sejumlah media kredibel terkait pembatasan pelaksanaan Takbiran pada perayaan Idulfitri 2026. Namun, pembatasan itu dilakukan hanya di wilayah Provinsi Bali.



    Tim Cek Fakta Murianews.com juga menemukan penjelasan resmi dari Kemenag yang disampaikan Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar



    Dalam pernyataannya, ia menyebutkan panduan itu hanya untuk wilayah Provinsi dan jika malam takbiran bersamaan dengan Hari Raya Nyepi. Ia pun menegaskan, narasi di media sosial yang menyebutkan panduan tersebut untuk seluruh daerah adalah hoaks.



    ”Panduan ini hanya untuk Bali dan jika malam takbiran bersamaan dengan Hari Raya Nyepi. Sekira ada yang membuat konten media sosial dengan framing bahwa panduan ini untuk semua daerah, itu tidak benar,” ujarnya dilansir laman resmi Kemenag.



    Tim Cek Fakta Murianews.com juga menelusuri foto Menteri Agama Nasaruddin Umar yang digunakan dalam unggahan tersebut dengan menggunakan fitur GoogleLens.



    Hasilnya, foto tersebut identik dengan foto milik Detik.com yang digunakan dalam berita berjudul ”Takbiran di Bali Tetap Berlangsung Saat Nyepi, Menag: Tidak Pakai Sound System” pada Jumat (6/3/2026).



    Foto tersebut diambil saat Menag Nasarudin Umar menjelaskan aturan perayaan menyambut Hari Raya Idulfitri 2026 di Bali.



    Sebagaimana dikutip dalam Kanal YouTube Sekretariat Presiden, Menag Nasaruddin Umar menyebut aturan itu sudah sesuai dengan kesepakatan dengan tokoh agama di Bali. Hal ini diterapkan untuk menjaga keharmonisan antarumat beragama. Terlebih, tidak boleh ada kebisingan saat perayaan Nyepi.



    ”Cuma syaratnya ya Nyepi-nya berjalan tapi takbir berjalan, cuma tidak pakai sound system daripada waktu jam 18.00 sampai jam 21.00,” ujarnya.



    Ia menjelaskan, pada 19 Maret 2026 umat Hindu akan merayakan Hari Raya Nyepi. Dengan panduan tersebut ia berharap, dapat menjaga keharmonisan antarumat beragama.



    ”Beberapa tempat ya, tanggal 19 (Maret) itu kan hari Nyepi. Hari Nyepi kita tahu tidak boleh ada suara berisik, tidak boleh ada kendaraan padahal malamnya ada temen-temen kita takbir," ujarnya menambahkan.



    Penjelasan selengkapnya juga dapat disimak di Kanal YouTube Sekretariat Presiden berjudul Keterangan Pers Menteri Agama Nasaruddin Umar, Jakarta, 4 Maret 2026. Berikut tautannya.



    Kesimpulan…

    Kesimpulan



    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Murianews.com, narasi yang menyebutkan Kemenag Keluarkan Aturan Baru Takbiran merupakan disinformasi dengan jenis False Context atau konteks yang keliru.



    Hasil penelusuran, aturan yang menyebutkan Takbiran hanya boleh dilakukan hingga pukul 21.00, melarang penggunaan pengeras suara, serta tidak boleh dilakukan dengan berkeliling, itu hanya untuk di wilayah Bali.



    Panduan itu diberikan mengingat perayaan Hari Raya Idulfitri berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, yang jatuh pada 19 Maret 2026.



    Jadi jangan terkecoh ya. Panduan hanya untuk wilayah Bali, bukan untuk seluruh wilayah Indonesia.
  • (GFD-2026-32863) Cek Fakta: Hoaks Foto Presiden Prabowo dengan Donald Trump Pamer Produk Daging Babi

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan Presiden Prabowo bersama Presiden AS Donald Trump berfoto memamerkan daging babi. Postingan itu beredar sejak beberapa waktu lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 27 Februari 2026.
    Dalam postingannya terdapat foto Presiden Prabowo dengan Donald Trump dan Presiden Prabowo memamerkan produk daging babi dengan narasi:
    "Pamer Daging Babi Prabowo dan Donal Tram. MUI Jangan di Makan makanan haram"
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Pamer daging babi Prabowo & Donal Tram. Bagaimana Menurut Natizen??.."
    Lalu benarkah postingan Presiden Prabowo bersama Presiden AS Donald Trump berfoto memamerkan daging babi?
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan menggunakan Google Lens. Hasilnya ada foto yang identik dengan postingan. Kesamaan terdapat pada latar belakang dan pakaian yang dikenakan dua kepala negara.
    Foto itu diunggah dalam laman Setneg.go.id pada 20 Februari 2026. Namun dalam foto asli keduanya memamerkan dokumen yang telah ditandatangani bukan pamer produk daging babi seperti dalam postingan.
    Penelusuran dilanjutkan dengan website pendeteksi AI, Truthscan.com. Hasil analisa menunjukkan bahwa meski tidak menggunakan modifikasi AI namun foto dalam postingan merupakan hasil editan secara digital.
    Di sisi lain, akun Cek Fakta RI juga membuat unggahan bantahan pada foto tersebut pada 1 Maret 2026.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan Presiden Prabowo bersama Presiden AS Donald Trump berfoto memamerkan daging babi adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32864) Hoaks! Video puluhan roket hantam kantor Netanyahu

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di media sosial Facebook menampilkan puluhan roket yang diklaim menghantam kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

    Dalam video tersebut terlihat sejumlah roket meluncur menuju sebuah kawasan bangunan yang disebut sebagai kantor Netanyahu.

    Narasi dalam unggahan itu menyatakan bahwa kantor Perdana Menteri Israel menjadi sasaran puluhan roket dalam serangan terbaru di Israel.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Puluhan roken hantam kantor PM Netanyahu

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Semoga Iran menang, Amin”

    Namun, benarkah video tersebut menunjukkan puluhan roket yang menghantam kantor Benjamin Netanyahu?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan bukti maupun informasi kredibel yang membenarkan klaim bahwa video tersebut memperlihatkan serangan Iran ke kantor Perdana Menteri Israel.

    Pemeriksaan menggunakan alat deteksi AI Hive Moderation menunjukkan bahwa unggahan video tersebut memiliki kemungkinan sebesar 99,9 persen sebagai konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Selain itu, tidak ditemukan laporan dari media internasional kredibel yang menyebutkan adanya peristiwa puluhan roket yang menghantam kantor Netanyahu seperti yang diklaim dalam unggahan tersebut.

    Sebelumnya, memang terdapat laporan mengenai serangan rudal yang menargetkan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 2 Maret 2026. Mengutip laporan The Sunday Guardian berjudul “Israel–Iran War: IRGC Claims Missile Attack on Netanyahu’s Office, Explosions Heard Over Jerusalem)”, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah meluncurkan sejumlah rudal ke berbagai sasaran strategis milik pemerintah dan militer Israel.

    Serangan tersebut dilaporkan menargetkan beberapa lokasi penting, termasuk kawasan Tel Aviv, Haifa, dan Yerusalem.

    Namun, video yang beredar di media sosial tersebut tidak dapat dipastikan sebagai rekaman asli dari peristiwa tersebut karena terindikasi kuat sebagai konten buatan AI.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut video tersebut menunjukkan puluhan roket yang menghantam kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merupakan informasi yang keliru atau hoaks.

    Rating: Puluhan roket hantam kantor Netanyahu

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32865) Hoaks! Video evakuasi penumpang pesawat di Israel saat serangan Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah video yang beredar di Instagram menampilkan proses evakuasi penumpang dari sebuah pesawat yang dipenuhi asap.

    Unggahan tersebut disertai narasi yang menyebutkan bahwa evakuasi terjadi di Israel setelah serangan rudal Iran menargetkan sebuah bandara.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Evakuasi penumpang Israel yang menaiki maskapai American airline, setelah serangan rudal Iran menargetkan bandara Israel hari ini”

    Namun, video tersebut menunjukkan evakuasi penumpang pesawat di Israel akibat serangan Iran?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan informasi resmi dari pemerintah maupun laporan media kredibel yang menyebutkan adanya evakuasi penumpang pesawat di Israel akibat serangan Iran.

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa peristiwa dalam video tersebut sebenarnya terjadi ketika sebuah pesawat American Airlines mengalami kerusakan saat bersiap lepas landas menuju Miami pada 27 Juli 2025 sekitar pukul 14.45 waktu setempat.

    Kerusakan tersebut menyebabkan bagian belakang pesawat terbakar dan menimbulkan kepulan asap tebal di sekitar pesawat.

    Petugas kemudian mengevakuasi seluruh penumpang melalui seluncuran darurat. Beberapa video dari lokasi kejadian memperlihatkan kepanikan penumpang yang berusaha menyelamatkan diri melalui seluncuran darurat di tengah kepulan asap.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dalam insiden tersebut, satu orang mengalami luka dan segera dibawa ke rumah sakit. Petugas pemadam kebakaran kemudian berhasil memadamkan api sekitar pukul 17.10 waktu setempat.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut bahwa video tersebut menunjukkan evakuasi penumpang pesawat di Israel akibat serangan Iran merupakan informasi yang tidak benar atau keliru.

    Klaim: Video evakuasi penumpang pesawat di Israel saat serangan Iran

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan