• (GFD-2024-24030) [SALAH] Tom Lembong Bongkar Borok Jokowi, KPK Sita Dokumen Korupsi Bansos Presiden

    Sumber: youtube.com
    Tanggal publish: 18/11/2024

    Berita

    JOKOWI PANAS DINGIN !! GARA-GARA TOM LEMBONG KPK SITA DOKUMEN KORUPSI BANSOS PRESIDEN

    BREAKING NEWS
    TOM LEMBONG BONGKAR BOROK JKW
    KPK SITA DATA BUKTI KORUPSI BANSOS PRESIDEN

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) pertama-tama menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Tom Lembong bongkar borok Jokowi, KPK sita dokumen korupsi bansos Presiden” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi tentang hal tersebut.

    TurnBackHoax kemudian menelusuri sampul foto video lewat Google Lens dan tidak menemukan gambar serupa. Potret dalam sampul video adalah hasil suntingan atau manipulasi dari penggabungan sejumlah gambar.

    Video berdurasi 10 menit 7 detik tersebut hanya menampilkan cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang tidak berkaitan. Narator dalam video membacakan ulang berita tempo.co “KPK Sita Dokumen pada Perkara Korupsi Bansos Presiden dari 2 Petinggi Swasta”.

    Artikel yang tayang Kamis (7/11/2024) itu membahas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Michael Samantha (Direktur PT Rajawali Agro Mas) dan Nur Afny (Corporate Secretary PT Dwimukti Graha Elektrindo) dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Bansos Presiden Penanganan Covid-19 Wilayah Jabodetabek Tahun Anggaran 2020.

    Kesimpulan

    Faktanya, tidak ada sumber kredibel yang membenarkan Tom Lembong bongkar borok Jokowi dan KPK menyita dokumen korupsi Bansos Presiden.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24031) Keliru, Narasi yang Mengatakan Arab Saudi Resmi jadi Negara Ateis pada 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/11/2024

    Berita



    Sebuah gambar beredar di WhatsApp dan Facebook yang disertai narasi bahwa negara Arab Saudi telah resmi ditetapkan sebagai negara ateis atau tak beragama pada tahun 2025.

    Gambar itu memperlihatkan foto perempuan dan teks tentang keputusan yang telah resmi bahwa Arab Saudi akan memproklamirkan diri sebagai negara ateis pada tahun 2025.



    Tempo menerima permintaan pembaca untuk memeriksa kebenaran narasi tersebut. Benarkah Arab Saudi telah membuat keputusan resmi demikian?

    Hasil Cek Fakta



    Tidak ada pengumuman resmi dari Pemerintah Arab Saudi bahwa mereka akan menjadi negara ateis. Sebaliknya, Arab Saudi adalah satu dari 12 negara yang melarang ateisme dan dapat memberikan hukuman penjara hingga hukuman mati bagi orang yang murtad.

    Menurut Undang-undang Dasar Pemerintahan Saudi tahun 1992, agama resmi negara adalah Islam, dan konstitusinya berdasarkan Al Quran serta Sunnah atau tindakan dan hukum yang dilakukan zaman Nabi Muhammad. UU itu juga melarang promosi ideologi ateis dalam bentuk apapun dan melarang upaya untuk meragukan dasar-dasar Islam.

    Meski Arab Saudi saat ini gencar mempromosikan wajah baru yang lebih toleran, namun ateisme tetap dianggap tabu. Namun hasil lembaga survei asal Zurich, Swiss, Gallup International Institute, pada 2014 cukup mengejutkan karena menyatakan persentase orang-orang di Arab yang menganut ateis saat itu antara 5 sampai 9 persen, sebagaimana dilaporkan France24.com.

    Hannah Wallace (2020) dalam analisisnya berjudul “Men without God: The Rise of Atheism in Saudi Arabia” menjelaskan beberapa kemungkinan mengapa jumlah ateisme meningkat. Di antaranya karena teknologi informasi, khususnya media sosial yang ada di mana-mana, telah menyediakan akses yang lebih mudah ke berbagai materi tentang ateisme. Generasi muda negara ini semakin kecewa dengan hukum negara yang ketat dan pandangan keras para ulama terkemuka. 

    Hal ini mendorong 91 persen generasi muda berusia 18-24 tahun menurut Survei Pemuda ASDA'A Burson-Marsteller Arabia pada tahun 2018, sepakat dengan kenaikan tahta Putra Mahkota Salman karena mengharapkan ada perubahan dan kemajuan. Menurut Survei Pemuda ASDA'A Burson-Marsteller Arabia pada tahun 2018, 91 persen pemuda berusia antara delapan belas dan dua puluh empat tahun menyetujui kenaikan tahta bin Salman, yang menunjukkan keinginan untuk perubahan dan kemajuan.

    Faktor lainnya karena setelah Arab Spring, lingkungan di kota utama Arab mendorong peningkatan jumlah tempat pertemuan yang dirancang untuk memfasilitasi diskusi tentang politik dan gagasan, meskipun di bawah pengawasan ketat polisi agama.

    Meningkatnya ateisme di Arab Saudi, menurut Hannah, mencerminkan tren yang lebih luas dari meningkatnya ketidakpercayaan di Timur Tengah dan Teluk. Negara-negara lain telah bereaksi terhadap meningkatnya kehadiran ateisme di media sosial dengan tindakan represif. Selain Arab Saudi, lima negara—Kuwait, Qatar, Sudan, Uni Emirat Arab, dan Yaman—menganggap ateisme sebagai tindak pidana yang dapat dihukum mati.

    Dalam arsip Tempo, pada 2018, Arab Saudi memberlakukan serangkaian undang-undang baru yang mendefinisikan ateis sebagai teroris, menurut laporan dari Human Rights Watch. HRW mengatakan undang-undang ini menambah serangkaian keputusan kerajaan untuk melawan teroris yang bertujuan menggulingkan monarki. Pasal pertama ketentuan baru tersebut mendefinisikan terorisme sebagai "seruan untuk pemikiran ateis dalam bentuk apa pun, atau mempertanyakan dasar-dasar agama Islam yang menjadi dasar negara ini".

    Joe Stork, wakil direktur Human Rights Watch untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, mengatakan pemerintah Saudi tidak akan pernah menoleransi kritik terhadap kebijakan mereka. Undang-undang baru ini menyamakan kritik kritis dan independen dengan tindakan terorisme. "Peraturan ini menghancurkan harapan bahwa Raja Abdullah bermaksud membuka ruang bagi perbedaan pendapat yang damai atau kelompok independen," kata Joe Stork.

    HRW berpendapat undang-undang ini juga menyebabkan lebih banyak kesulitan bagi kampanye perlindungan dan pembebasan sejumlah aktivis hak asasi manusia yang saat ini dipenjara di Arab Saudi.

    Kesimpulan



    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan terdapat keputusan resmi yang menyatakan Arab Saudi akan memproklamirkan diri menjadi negara ateis adalah klaimkeliru.

    Sejumlah riset menunjukkan jumlah penganut ateis di Arab Saudi meningkat. Namun, sikap resmi pemerintah di sana adalah menolak pemikiran ateisme dan menganggap kampanye ateisme sebagai tindakan kriminal yang setara dengan terorisme.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24034) Hoaks Tautan Pinjaman Paylater BCA Rp20 Juta di Facebook

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/11/2024

    Berita

    tirto.id - Beragam informasi terkait lembaga perbankan tersebar di media sosial. Sayangnya, terdapat sejumlah pihak yang menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya terkait perbankan.

    Terbaru, kami menemukan unggahan dari akun bernama "BCAPaylater", yang seakan-akan mengatasnamakan Bank Central Asia (BCA) (arsip). Unggahan tersebut berisi penawaran layanan Paylater BCA dengan limit kredit tertentu dengan mengakses tautan tertentu.

    “Ajukan sekarang Paylater BCA Merupakan fasilitas kredit yang dapat digunakan sebagai alternatif pembayaran. Limit kredit hingga Rp 20 juta dengan tenor cicilan sesuai kebutuhan. Bebas biaya admin. Bisa bayar scan QRIS. Di pastikan saldo aktif di rekening 1 juta agar: pengajuan dapat di ACC!,” begitu bunyi unggahan akun “BCAPaylater” pada Kamis (14/11/2024).

    Sampai dengan Senin (18/11/2024), unggahan tersebut telah mengumpulkan 137 tanda suka, 11 komentar, dan satu kali dibagikan ulang. Beberapa komentar juga mengindikasikan narasi percaya dengan penawaran tersebut.

    Lalu bagaimana faktanya, apakah benar narasi penawaran layanan Paylater dari BCA yang tersebar di Facebook tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Kami mencoba melakukan penelusuran gambar terbalik (reverse image search) terhadap foto dalam unggahan. Terlihat foto yang sama dengan iklan Paylater dari akun resmi BCA berikut.

    Namun, terdapat detail dalam foto yang terlihat berbeda. Tulisan teks soal nilai pinjaman dana Rp20 juta di Paylater dan ilustrasi Rp100 ribu tidak terlihat di unggahan aslinya.

    Kami kemudian mencoba mengakses tautan yang terdapat dalam unggahan yang tersebar di medai sosial. Tautan tersebut mengarahkan ke sebuah situs yang berisikan formulir pendaftaran yang meminta sejumlah data pribadi; mulai dari nomor kontak, nama lengkap, nomor kartu debet, dan saldo rekening tabungan terakhir.

    Situs tersebut juga menggunakan desain serupa situs resmi BCA. Namun, tombol-tombol dan ataupun tautan lain di situs tersebut tidak dapat diklik. Hanya text box yang meminta data, serta tombol “lanjut” dan “ajukan sekarang” yang bisa diklik. Hal ini bisa menjadi indikasi, situs tersebut adalah situs palsu.

    Kami juga mencoba mengakses akun yang membuat unggahan tersebut. Akun tersebut menggunakan foto profil BCA Paylater, dan memiliki pengikut sebanyak 137 orang. Namun, akun tersebut tidak memiliki tanda centang biru (verified) yang biasanya ada di akun media sosial resmi bank. Berdasar keterangan informasi akun, terlihat juga bahwa akun ini baru dibuat pada bulan September 2024.

    Akun resmi Facebook BCA di antaranya adalah "GoodLife BCA" dan "Bank BCA". Keduanya bercentang biru. Ada pula akun resmi Facebook BCA untuk produk BCA, seperti "Xpresi" dan "Kartu Kredit".

    Tautan di situs tersebut juga malah mengarahkan ke situs lain, bukan situs resmi BCA (BCA.co.id). Bahkan, ketika kami mencoba mengakses, tautan tersebut mengarahkan ke situs yang memiliki keterangan situs berbahaya.

    Penelusuran dengan URLScan.io juga menemukan kalau domain (alamat sumber) situs tersebut, ke alamat http://layanan-aktivasi-paylater-id.my.id. Tidak terafiliasi dengan situs resmi BCA.

    Kami juga menemukan informasi dari situs resmi BCA berikut yang menyebut beredarnya banyak modus mengatasnamakan Paylater atau kartu kredit BCA.

    BCA juga membagikan tips untuk terhindar dari modus penipuan tersebut. Ada beberapa tahapan:

    1. Cek akunnya. Akun resmi IG bank BCA adalah @GoodlifeBCA.

    2. Jika menerima konten dari sumber yang tidak jelas, jangan mudah tergoda untuk klik tombol “Learn More”, “Sign Up”, dan lain-lain. Karena akan diarahkan ke web/halaman palsu Bank BCA, atau mungkin juga berupa tautan Malware. Jangan pernah sekali-kali mengisi data pribadi sembarangan.

    3. Jaga selalu kerahasiaan data pribadi seperti nomor kartu debit / kartu kredit, PIN, CVV/CVC, OTP dll.

    Pihak BCA juga mengimbau untuk mengadukan penipuan dari akun-akun tersebut ke akun resmi Instagram BCA.

    “Laporkan juga ke Instagram agar akun mereka di-takedown. Atau segera laporkan ke Halo BCA di 150088,” begitu bunyi keterangan penutup dari situs tersebut.

    Kesimpulan

    Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan, narasi soal penawaran layanan Paylater dari BCA yang tersebar di Facebook bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Unggahan tersebut memuat tautan ke situs lain yang meminta data pribadi konsumen. Tautan semacam ini berpotensi menjadi ajang penyalahgunaan data pribadi dan bersifat scam alias penipuan. Tautan tersebut juga tidak berasal dari akun media sosial resmi BCA.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24035) [SALAH] Prabowo Beri Dukungan ke Paslon di Pilkada Pamekasan dan Bondowoso

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 18/11/2024

    Berita

    Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, beredar berbagai konten yang memperlihatkan Presiden Prabowo seolah-olah menyatakan dukungannya ke salah satu pasangan calon (calon).

    Terbaru, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menemukan unggahan video [arsip] dari akun TikTok “pilkada.pamekasan2024”. Isinya berupa potret Presiden Prabowo yang diklaim memberikan dukungan untuk paslon Muhammad Baqir Aminatullah-Taufadi dalam Pilkada Pamekasan.

    Konten yang beredar sejak Minggu (20/10/2024) itu disertai narasi:

    “Untuk menjalankan semua Undang-Undang dan aturan yang berlaku, untuk berbakti kepada negara dan bangsa”

    Contoh lain ditemukan di akun TikTok “njak_posi18”. Dalam video [arsip] yang diunggah Sabtu (28/9/2024), ada cukilan dokumentasi Presiden Prabowo mengacungkan satu jari, diklaim sebagai dukungan untuk paslon nomor urut 1 Pilkada Bondowoso.

    Terdapat narasi “Untuk Pilkada 2024 di Bondowoso saya dukung nomor 1, Ra Hamid dan Ra As’ad” dalam unggahan yang telah ditonton 1.722 kali per Senin (11/11/2024) itu.

    Hasil Cek Fakta

    TurnBackHoax menelusuri video yang diklaim momen pidato “Prabowo dukung calon bupati Pamekasan”. Hasilnya, ditemukan video serupa di kanal YouTube BeritaSatu “[FULL] Pidato Perdana Presiden RI Ke-8 Prabowo Subianto | Beritasatu”. Video yang diunggah Minggu (20/10/2024) tersebut itu tidak ada kaitannya dengan momen Prabowo memberikan dukungan.

    Pengusutan berlanjut ke gambar kedua, yakni Prabowo yang sedang mengacungkan satu jari dan diklaim sebagai bentuk dukungan terhadap paslon nomor 1 di Pilkada Bondowoso.

    Dari hasil penelusuran menggunakan Google Image, ditemukan gambar serupa dalam pemberitaan Liputan6.com “Tiba di Konser Maher Zein, Prabowo Disambut Antusias Pendukungnya”.

    Dokumentasi untuk reportase yang tayang Juli 2014 itu diambil ketika Prabowo dalam masa pencalonan diri sebagai calon presiden, tidak ada hubungannya dengan Pilkada 2024.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “Prabowo memberi dukungan ke salah satu paslon di Pilkada Pamekasan dan Bondowoso” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan