• (GFD-2024-24202) [HOAKS] Video Ustaz Adi Hidayat Promosikan Obat Hipertensi

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/11/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video yang menampilkan Ustaz Adi Hidayat mempromosikan obat hipertensi beredar di media sosial.

    Narasi dalam video juga disertai pernyataan yang mengeklaim Adi Hidayat pernah menjadi korban rencana pembunuhan terhadap dirinya oleh pemimpin perusahaan farmasi.

    Namun, setelah ditelusuri video tersebut tidak benar atau hoaks.

    Video yang menampilkan Ustaz Adi Hidayat mempromosikan obat hipertensi salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.

    Dalam video, Adi Hidayat mengatakan, dia pernah menjadi target pembunuhan pimpinan perusaahan farmasi yang memproduksi obat hipertensi. 

    Adi Hidayat kemudian menemukan obat hipertensi yang dapat secara parmanen menghilangkan serangan jantung dan stroke.

    Hasil Cek Fakta

    Ketika dicermati gerakan bibir dan perkataan Ustaz Adi Hidayat dalam video tidak sinkron.

    Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian menelusuri video tersebut menggunakan teknik reverse image search. Teknik ini dilakukan untuk mencari video asli atau yang pernah muncul sebelumnya.

    Hasilnya, video tersebut identik dengan unggahan di kanal YouTube Adi Hidayat Official.

    Dalam video aslinya, Ustaz Adi Hidayat menjawab pertanyaan soal hukum dalam Islam terkait seorang perempuan menikah tanpa restu keluarga.

    Dalam video ia tidak mempromosikan obat hipertensi.

    Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek suara Ustaz Adi Hidayat mempromosikan obat hipertensi menggunakan Hive Moderation. Tools tersebut dapat mendeteksi sebuah suara dihasilkan oleh artificial intelligence (AI) atau bukan.

    Setelah dicek, hasilnya suara Ustaz Adi Hidayat memiliki probabilitas 98.2 persen dihasilkan oleh AI.

    Kesimpulan

    Video yang menampilkan Ustaz Adi Hidayat mempromosikan obat hipertensi merupakan hasil manipulasi.

    Dalam video aslinya ia menjawab pertanyaan soal hukum dalam Islam terkait seorang perempuan menikah tanpa restu keluarga. 

    Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Ustaz Adi Hidayat mempromosikan obat hipertensi terdeteksi dihasilkan oleh AI. Video merupakan konten manipulasi yang menempel suara hasil edit dan ditempel pada video lama.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24203) [HOAKS] Video Banjir Mendadak Landa Kuala Lumpur

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/11/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar sebuah video yang diklaim menampilkan banjir dadakan di Kuala Lumpur, Malaysia.

    Namun setelah ditelusuri video tersebut merupakan hasil manipulasi dan informasinya keliru.

    Video yang diklaim menampilkan banjir dadakan di Kuala Lumpur muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut membagikan video sebuah hujan besar tiba-tiba turun dan mengakibatkan banjir. Tampak banjir tersebut menyapu beberapa mobil.

    Video diberi keterangan teks:

    Hujan dan Banjir secara Tiba Tiba di Kuala Lumpur

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, video banjir dadakan yang diklaim terjadi di Kiala Lumpur

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri video tersebut identik dengan unggahan akun TikTok @misbazamar pada 30 Oktober 2024.

    Dalam video aslinya terdapat tulisan "#aigeneratedvideo" dan keterangan yang menyatakan video itu dihasilkan oleh artificial intelligence (AI).

    Dikutip dari AFP, pemilik akun TikTok tersebut Mizba Zamar menjelaskan, video banjir yang beredar di media sosial dibuat menggunakan aplikasi bernama Hailuo AI.

    Aplikasi itu memungkinkan pengguna untuk membuat video dengan menggunakan teks atau gambar. Menurut Mizba, video yang ia buat itu disalahartikan di dunia maya sebagai banjir di Kuala Lumpur. 

    “Sayangnya, beberapa orang mengunggah ulang dan mengubah judulnya untuk membuat video tersebut menjadi sensasional,” kata dia.

    Mizba juga mengatakan bahwa latar video tersebut bukan di Kuala Lumpur, namun di Singapura. 

    Shu Hu, kepala Laboratorium Pembelajaran Mesin dan Forensik Media Universitas Purdue, Amerika Serikat menjelaskan video tersebut jelas merupakan hasil rekayasa AI. Sebab, ada beberapa kejanggalan. 

    Hal itu seperti mobil berwarna kuning di awal video yang tiba hilang setelah hujan turun. Ada juga mobil berwarna hitam yang tiba-tiba muncul setelah hujan reda. 

    Selain itu pepohonan dalam video juga menunjukkan ketidakkonsistenan. Beberapa pohon tampak bergoyang secara signifikan selama hujan, sementara pohon yang lain tetap diam.

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan banjir dadakan di Kuala Lumpur merupakan hasil manipulasi. Video tersebut dibuat menggunakan aplikasi Hailuo AI.

    Selain itu, terdapat beberapa kejanggalan dalam video yang menunjukkan banjir tersebut bukan peristiwa nyata. 

    Rujukan

  • (GFD-2024-24217) [HOAKS] Laron Tumbuh Menjadi Rumput Teki Setelah Mati

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/11/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar narasi di media sosial yang mengeklaim serangga laron akan tumbuh menjadi rumput teki setelah mati.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut tidak benar dan informasinya tidak berdasar.

    Narasi yang mengeklaim laron akan tumbuh menjadi rumput teki setelah mati dibagikan oleh akun Facebook ini pada 22 November 2024.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Tubuh laron bila mati lama lama menjadi tumbuhan gulma yaitu RUMPUT TEKI

    Hasil Cek Fakta

    Dikutip dari pemberitaan Kompas.com pada Senin (25/11/2024), peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bramantyo Wikantyoso membantah informasi yang menyebut laron akan tumbuh menjadi rumput teki.

    "Laron tumbuh menjadi rumput teki itu tidak benar," kata Bramantyo.

    Bramantyo menduga, benda dalam video tersebut adalah tumbuhan atau jamur yang memanfaatkan laron dan serangga mati sebagai sumber nutriennya.

    Menurut dia, tumbuhan atau jamur memang bisa memanfaatkan kandungan nitrogen yang ada dalam tubuh serangga, baik saat masih hidup ataupun sudah mati.

    "Sehingga tidak benar apabila laron tumbuh menjadi rumput teki. Yang benar, laron tumbuh menjadi ratu dan raja dalam sarang rayap," ujar Bramantyo.

    Sementara itu, ahli entomologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Hari Purwanto mengatakan, penampakan dalam unggahan terlihat seperti serangga yang terserang jamur.

    Menurut Hari, tidak mungkin seekor serangga yang sudah mati termasuk laron akan tumbuh menjadi rumput teki atau tanaman lainnya.

    "Menurut teori omne vivum ex vivo, semua kehidupan berasal dari kehidupan. Jadi rumput teki ya berasal dari (benih) rumput teki," kata Hari.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang mengeklaim laron akan tumbuh menjadi rumput teki setelah mati adalah hoaks.

    Peneliti BRIN Bramantyo Wikantyoso mengatakan, informasi yang mengatakan laron akan tumbuh menjadi rumput teki adalah tidak benar.

    Sementara itu, ahli entomologi UGM Hari Purwanto mengatakan, penampakan dalam unggahan terlihat seperti serangga yang terserang jamur.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24218) [HOAKS] Artikel Mengenai Ahmad Luthfi Bikin Warga Jateng Geram

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/11/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar tangkapan layar artikel yang mewartakan mengenai calon gubernur Jawa Tengah (Cagub Jateng) Ahmad Luthfi yang membuat warga geram.

    Artikel tersebut menyorot komentar Luthfi mengenai arahan partai yang dibandingkan dengan sabda nabi.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.

    Tangkapan layar artikel mengenai Ahmad Luthfi membuat warga Jateng geram disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Minggu (24/11/2024):

    Buat warga jateng,buang jauh-jauh ini manusia bermulut sampah Tinja.....

    Sementara, berikut judul tangkapan layar artikel yang disebarkan:

    Pernyataan Ahmad Luthfi Bikin Warga Jateng GeramTerkait Ucapan: Kalau Arahan Telah Kuberikan Sabda Nabi pun Harus Kau TInggalkan!

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com tidak menemukan pernyataan atau komentar Luthfi seperti yang beredar pada tangkapan layar artikel.

    Dengan metode reverse image search, foto yang dipakai pada artikel serupa dengan yang dipakai pada berita Antara, 12 September 2023.

    Artikel tersebut membahas mengenai perbandingan jumlah personel polisi dan penduduk Jateng, ketika masih menjabat sebagai Kapolda.

    Ia mengatakan, satu personel polisi yang bertugas di provinsi setempat harus melayani 1.116 orang penduduk.

    Tangkapan layar artikel yang beredar kemungkinan besar merupakan hasil suntingan dengan mengubah judul artikel.

    Kesimpulan

    Tangkapan layar artikel mengenai Ahmad Luthfi membuat warga Jateng geram merupakan hoaks.

    Tangkapan layar tersebut merupakan hasil suntingan dengan mengubah judul artikel.

    Tidak ada pernyataan Luthfi mengenai arahan partai yang dibandingkan dengan sabda nabi.

    Rujukan