KOMPAS.com - Beredar video di media sosial yang menghadirkan narasi beberapa gadis di Los Angeles, California, Amerika Serikat berjoget saat melihat kobaran api melahap bangunan.
Namun, setelah ditelusuri informasi dalam video tersebut keliru dan perlu diluruskan.
Adapun kebakaran di Los Angeles, Amerika Serikat terjadi pada 7 Januari 2025. Selain menimbulkan korban jiwa, kebakaran juga menghanguskan sejumlah bangunan.
Video yang mengeklaim beberapa gadis di Los Angeles berjoget saat melihat kebakaran muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini.
Akun tersebut membagikan video beberapa perempuan bernyanyi dan berjoget dari sebuah ruangan sambil menyaksikan kebakaran. Video diberi keterangan:
Sebuah klip video yang menjadi viral di media sosial menunjukkan sekelompok gadis menari sementara rumah-rumah terbakar di dekatnya selama kebakaran hutan Los Angeles.
Menurut Anda mengapa mereka menari bahkan ketika tetangga mereka dalam kesusahan?
(GFD-2025-25182) [HOAKS] Sekelompok Gadis Berjoget Lihat Kebakaran di Los Angeles
Sumber:Tanggal publish: 17/01/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Penelusuran menggunakan teknik reverse image search menemukan bahwa video itu telah beredar sebelum kebakaran di Los Angeles pada 7 Januari 2025.
Video identik dengan unggahan akun TikTok ini pada 23 Desember 2024.
Dalam keterangan di video terdapat tagar "Svizzera", kata dalam bahasa Italia untuk negara Swiss.
Ketika ditelusuri lebih lanjut, ditemukan pemberitaan di laman Swissinfo.ch pada 23 Desember terkait kebakaran yang terjadi di Swiss.
Kebakaran itu menghanguskan sebuah Badhütte (pondok pemandian) di kota Rorschach, tepatnya di tepi Danau Constance.
Foto Badhütte yang terbakar di laman Swissinfo.ch mirip dengan visual bangunan yang terlihat dalam video yang beredar.
Berdasarkan penelusuran menggunakan Google Maps, kemungkinan besar video itu diambil dari Hotel Rosengarten.
Sebab, bingkai jendela dalam video yang beredar tampak mirip dengan di Hotel Rosengarten.
Selain itu, di seberang Hotel Rosengarten juga terdapat bangunan Badhütte Rorschach yang belum terbakar pada Juli 2024.
Google Map Foto Badhütte di Kota Rorschach, Swiss setelah pada Desember 2024 setelah mengalami kebakaran
Video identik dengan unggahan akun TikTok ini pada 23 Desember 2024.
Dalam keterangan di video terdapat tagar "Svizzera", kata dalam bahasa Italia untuk negara Swiss.
Ketika ditelusuri lebih lanjut, ditemukan pemberitaan di laman Swissinfo.ch pada 23 Desember terkait kebakaran yang terjadi di Swiss.
Kebakaran itu menghanguskan sebuah Badhütte (pondok pemandian) di kota Rorschach, tepatnya di tepi Danau Constance.
Foto Badhütte yang terbakar di laman Swissinfo.ch mirip dengan visual bangunan yang terlihat dalam video yang beredar.
Berdasarkan penelusuran menggunakan Google Maps, kemungkinan besar video itu diambil dari Hotel Rosengarten.
Sebab, bingkai jendela dalam video yang beredar tampak mirip dengan di Hotel Rosengarten.
Selain itu, di seberang Hotel Rosengarten juga terdapat bangunan Badhütte Rorschach yang belum terbakar pada Juli 2024.
Google Map Foto Badhütte di Kota Rorschach, Swiss setelah pada Desember 2024 setelah mengalami kebakaran
Kesimpulan
Video yang mengeklaim beberapa gadis di Los Angeles berjoget saat melihat sejumlah rumah terbakar tidak benar atau hoaks.
Faktanya, video itu diambil di Swiss. Bangunan yang terbakar dalam video adalah Badhütte Rorschach (pondok pemandian) di tepi Danau Constance.
Faktanya, video itu diambil di Swiss. Bangunan yang terbakar dalam video adalah Badhütte Rorschach (pondok pemandian) di tepi Danau Constance.
Rujukan
- https://www.facebook.com/61567586215562/videos/3760135240799539
- https://www.facebook.com/watch/?v=1146168283691041&rdid=vCgbbCvjVaDIvgqm
- https://www.tiktok.com/@dodon_66/video/7451527345149594885?_r=1&_t=ZS-8t6WH8DQknn
- https://www.swissinfo.ch/eng/life-aging/historic-swiss-bathhouse-on-lake-constance-destroyed-in-a-fire/88630041
- https://www.google.com/maps/@47.4797515,9.4866097,3a,75y,3.39h,83.08t/data=!3m8!1e1!3m6!1sAF1QipNOpBGhC4Htwo810siTLYi9533xHATg6uwhVpoD!2e10!3e12!6s
- https:%2F%2Flh3.googleusercontent.com%2Fp%2FAF1QipNOpBGhC4Htwo810siTLYi9533xHATg6uwhVpoD%3Dw900-h600-k-no-pi6.91517340976327-ya265.8897271171599-ro0-fo100!7i7680!8i3840?entry=ttu&g_ep=EgoyMDI1MDExMC4wIKXMDSoASAFQAw%3D%3D
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-25183) [HOAKS] BPJS Kesehatan Salurkan Bantuan Dana Rp 125 Juta
Sumber:Tanggal publish: 17/01/2025
Berita
KOMPAS.com - Beredar informasi di media sosial dengan klaim yang menyebut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyalurkan bantuan dana Rp 125 juta untuk para pesertanya.
Informasi itu turut mencantumkan nama Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron selaku penanggung jawab.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi itu hoaks.
Informasi bantuan dana Rp 125 juta atas nama BPJS Kesehatan dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Jumat (17/1/2025).
Berikut narasi yang dibagikan:
INFO RESMI KANTOR BPJS PUSAT JAKARTA TAHUN 2025*Jadi silahkan anda laporkan PIN anda(BP2547JS)
Screenshot Hoaks, BPJS Kesehatan salurkan bantuan dana Rp 125 juta
Informasi itu turut mencantumkan nama Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron selaku penanggung jawab.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi itu hoaks.
Informasi bantuan dana Rp 125 juta atas nama BPJS Kesehatan dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Jumat (17/1/2025).
Berikut narasi yang dibagikan:
INFO RESMI KANTOR BPJS PUSAT JAKARTA TAHUN 2025*Jadi silahkan anda laporkan PIN anda(BP2547JS)
Screenshot Hoaks, BPJS Kesehatan salurkan bantuan dana Rp 125 juta
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi BPJS Kesehatan untuk mengonfirmasi informasi bantuan dana Rp 125 juta tersebut.
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi tersebut hoaks dan merupakan modus penipuan.
"Ini hoaks dan penipuan. Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut. Masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan," kata Rizzky saat dihubungi Kompas.com, Jumat (17/1/2025).
Ia mengatakan, masyarakat dapat menghubungi saluran komunikasi resmi apabila memiliki pertanyaan atau keluhan terkait BPJS Kesehatan.
Berikut saluran komunikasi resmi BPJS Kesehatan:
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi tersebut hoaks dan merupakan modus penipuan.
"Ini hoaks dan penipuan. Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut. Masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan," kata Rizzky saat dihubungi Kompas.com, Jumat (17/1/2025).
Ia mengatakan, masyarakat dapat menghubungi saluran komunikasi resmi apabila memiliki pertanyaan atau keluhan terkait BPJS Kesehatan.
Berikut saluran komunikasi resmi BPJS Kesehatan:
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi bantuan dana Rp 125 juta atas nama BPJS Kesehatan yang beredar di Facebook adalah hoaks.
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi tersebut hoaks dan merupakan modus penipuan.
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi tersebut hoaks dan merupakan modus penipuan.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02VUeEsS379CHKJnxagVkTicYxc4c2j4ime7KQv1uHzc23R5fiFYqWsxbngkGFcfVVl&id=61570889886819
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02NeD9HkMDAAkzTiJiDhmaRTYn4Bz8jTbZaS2fjv5H3vmBKzwjpXPJoNMkZm1yEeqgl&id=61570889886819
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02744PcdFyM3m3T8AWA1wyLG2ghN4sS12RkvbwfENAx7V6u8ppX4eQr3CXR3LbzKvgl&id=61569046386599
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-25190) [HOAKS] Link Pendaftaran Relawan Program Makan Bergizi Gratis
Sumber:Tanggal publish: 17/01/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar link atau tautan pendaftaran sebagai relawan untuk program Makan Bergizi Gratis 2025.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut tidak benar atau merupakan hoaks.
Tautan pendaftaran relawan program Makan Bergizi Gratis disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Kamis, 9 Januari 2025:
Telah dibuka pendaftaran relawan makan gratisProgram makan bergizi gratis dimulai januari 2025Informasi selengkapnya silakan klik postingan dibawah ini
Masing-masing akun menyebarkan tautan berbeda, dengan alamat domain sebagai berikut:
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut tidak benar atau merupakan hoaks.
Tautan pendaftaran relawan program Makan Bergizi Gratis disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Kamis, 9 Januari 2025:
Telah dibuka pendaftaran relawan makan gratisProgram makan bergizi gratis dimulai januari 2025Informasi selengkapnya silakan klik postingan dibawah ini
Masing-masing akun menyebarkan tautan berbeda, dengan alamat domain sebagai berikut:
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek setiap tautan yang disebarkan menggunakan pelacak situs web URL Scan.
Salah satu mengarah ke laman yang mensyaratkan nama sesuai KTP dan tanggal lahir sebagai langkah pendaftaran.
Satu tautan mengarah ke grup Telegram. Dua lainnya merupakan situs web yang tidak valid.
Hasil pelacakannya dapat dilihat di sini, di sini, di sini, dan di sini.
Keempatnya tidak mengarah ke situs web resmi Badan Gizi Nasional (BGN) yang bertanggung jawab atas program makan bergizi.
Melalui situs webnya, BGN mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai penipuan mengatasnamakan lembaga tersebut.
Sebab, sebelumnya sudah ada laporan mengenai pihak yang mengaku sebagai petugas BGN.
"Badan Gizi Nasional tidak pernah meminta biaya atau donasi dalam bentuk apa pun terkait program-program kami," tulis Biro Hukum dan Humas BGN pada 24 Desember 2024.
BGN menyampaikan, petugasnya selalu dilengkapi dengan dokumen tugas yang dapat diverifikasi.
Salah satu mengarah ke laman yang mensyaratkan nama sesuai KTP dan tanggal lahir sebagai langkah pendaftaran.
Satu tautan mengarah ke grup Telegram. Dua lainnya merupakan situs web yang tidak valid.
Hasil pelacakannya dapat dilihat di sini, di sini, di sini, dan di sini.
Keempatnya tidak mengarah ke situs web resmi Badan Gizi Nasional (BGN) yang bertanggung jawab atas program makan bergizi.
Melalui situs webnya, BGN mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai penipuan mengatasnamakan lembaga tersebut.
Sebab, sebelumnya sudah ada laporan mengenai pihak yang mengaku sebagai petugas BGN.
"Badan Gizi Nasional tidak pernah meminta biaya atau donasi dalam bentuk apa pun terkait program-program kami," tulis Biro Hukum dan Humas BGN pada 24 Desember 2024.
BGN menyampaikan, petugasnya selalu dilengkapi dengan dokumen tugas yang dapat diverifikasi.
Kesimpulan
Tautan pendaftaran relawan program makan bergizi merupakan hoaks. Adapun tautan yang dibagikan di Facebook tidak mengarah ke situs resmi BGN.
BGN mengimbau masyarakat agar mewaspadai penipuan mengatasnamakan lembaga tersebut atau mencatut nama program Makan Bergizi Gratis.
BGN mengimbau masyarakat agar mewaspadai penipuan mengatasnamakan lembaga tersebut atau mencatut nama program Makan Bergizi Gratis.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0xBgNc4TUj64Lv8JnpCtrFJvLJwEnxTbKowQUNjRhTSHhJ7GueLYSCzaNZ8yBQYeZl&id=61571747189768
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0cGZi7gGMCgT1hw8L1ctEzoV8KSthMfvAPQsVQzkvpJc5HNuautqdNYQmXYkzJ3Ngl&id=61566572499208
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02nHtXKFpXUje1Q6qy2j6h6HkCdgx4yWWperdtfecwjsqcSUFX9tCF7cLTWRy6xR44l&id=61571747189768
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0ppEPk44gvfF57LWdVB6WehUXgzWXqfWk1WBk5zrsUNHNTc3X92fEkc7mRYc92ii4l&id=61571733206068
- https://urlscan.io/result/b336ade2-2938-4315-99d9-c72f6b102d5e/
- https://urlscan.io/result/994ba081-4637-4dcd-a64d-01ab1a87d403/
- https://urlscan.io/result/aacac56b-ed28-4fb3-8e4d-f86cfbb79cb5/
- https://urlscan.io/result/8ab6bc27-28cc-485f-951e-9f896eadbb2b/
- https://www.bgn.go.id/news/pengumuman/pengumuman-resmi-waspada-penipuan-mengatasnamakan-badan-gizi-nasional
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-25191) [HOAKS] Balita Korban Pemerkosaan di Jepara Meninggal
Sumber:Tanggal publish: 17/01/2025
Berita
KOMPAS.com - Seorang anak berusia 3,5 tahun di Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menjadi korban pemerkosaan oleh calon ayah tirinya.
Akibat perilaku keji itu, balita yang menjadi korban mengalami trauma dan harus dirawat di rumah sakit.
Namun di media sosial, muncul informasi yang menyebut balita tersebut telah meninggal dunia.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang mengeklaim korban telah meninggal dunia merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
Narasi yang mengeklaim balita korban pemerkosaan di Jepara meninggal dunia muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Salah satu akun membagikan foto balita yang tengah dirawat di rumah sakit. Kemudian, terdapat foto lain yang menampilkan pelaku pemerkosaan.
Unggahan itu diberi keterangan:
Inna lillahi wa Inna ilaihi Raji'un Korban anak 3,5thn SDH Meninggal dunia katanya...
Video nya saat di rumah sakit, gemetar2 mi itu anak, darah keluar dari kem*luan nya kasi'na.. sakit nya ituu
Akibat perilaku keji itu, balita yang menjadi korban mengalami trauma dan harus dirawat di rumah sakit.
Namun di media sosial, muncul informasi yang menyebut balita tersebut telah meninggal dunia.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang mengeklaim korban telah meninggal dunia merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
Narasi yang mengeklaim balita korban pemerkosaan di Jepara meninggal dunia muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Salah satu akun membagikan foto balita yang tengah dirawat di rumah sakit. Kemudian, terdapat foto lain yang menampilkan pelaku pemerkosaan.
Unggahan itu diberi keterangan:
Inna lillahi wa Inna ilaihi Raji'un Korban anak 3,5thn SDH Meninggal dunia katanya...
Video nya saat di rumah sakit, gemetar2 mi itu anak, darah keluar dari kem*luan nya kasi'na.. sakit nya ituu
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, tidak ditemukan informasi valid yang mengabarkan balita di Jepara yang menjadi korban pemerkosaan calon ayah tirinya itu meninggal.
Dikutip dari Tribun Jateng, korban masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Rehatta Provinsi Jawa Tengah.
Kasatreskrim Polres Jepara AKP M Faizal Wildan Umar Rela mengatakan, keadaan korban saat ini mengalami trauma atas kejadian tersebut.
"Keadaan korban saat ini masih mengalami trauma, kalau ketemu orang lain masih takut. Masih di rawat," kata Faizal , Selasa (14/1/2025).
Faizal menjelaskan, pelaku pemerkosaan, MAK (23) ditangkap pada Senin (13/1/2024) malam.
Sebelumnya, pelaku sempat mengantar ibu korban melapor ke Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jepara. Ibu korban menuduh empat orang lain sebagai terduga pelaku pemerkosaan.
Namun, saat dilakukan pendalaman, terdapat keterangan yang tidak sinkron antara MAK dengan ibu korban.
Setelah dilakukan pemeriksaan ulang, MAK lantas mengakui bahwa dirinya merupakan pelaku pemerkosaan.
"Kemudian kami laksanakan pemeriksaan ulang ke bapaknya (pelaku MAK). Akhirnya dia mengakui perbuatannya," ujarnya.
Kini pelaku MAK ditahan di rutan Polres Jepara.
Dikutip dari Tribun Jateng, korban masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Rehatta Provinsi Jawa Tengah.
Kasatreskrim Polres Jepara AKP M Faizal Wildan Umar Rela mengatakan, keadaan korban saat ini mengalami trauma atas kejadian tersebut.
"Keadaan korban saat ini masih mengalami trauma, kalau ketemu orang lain masih takut. Masih di rawat," kata Faizal , Selasa (14/1/2025).
Faizal menjelaskan, pelaku pemerkosaan, MAK (23) ditangkap pada Senin (13/1/2024) malam.
Sebelumnya, pelaku sempat mengantar ibu korban melapor ke Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jepara. Ibu korban menuduh empat orang lain sebagai terduga pelaku pemerkosaan.
Namun, saat dilakukan pendalaman, terdapat keterangan yang tidak sinkron antara MAK dengan ibu korban.
Setelah dilakukan pemeriksaan ulang, MAK lantas mengakui bahwa dirinya merupakan pelaku pemerkosaan.
"Kemudian kami laksanakan pemeriksaan ulang ke bapaknya (pelaku MAK). Akhirnya dia mengakui perbuatannya," ujarnya.
Kini pelaku MAK ditahan di rutan Polres Jepara.
Kesimpulan
Narasi soal balita 3,5 tahun di Jepara yang menjadi korban pemerkosaan telah meninggal dunia merupakan informasi tidak benar atau hoaks.
Faktanya, sampai saat ini, Jumat (17/1/2025), korban masih menjalani perawatan RSUD dr Rehatta Provinsi Jawa Tengah.
Faktanya, sampai saat ini, Jumat (17/1/2025), korban masih menjalani perawatan RSUD dr Rehatta Provinsi Jawa Tengah.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/p/1GbTvgWDu4/
- https://www.facebook.com/share/p/1AupnYtSD3/
- https://www.facebook.com/share/p/1HM9meo3j5/
- https://jateng.tribunnews.com/amp/2025/01/15/begini-kondisi-terakhir-balita-35-tahun-di-jepara-korban-perkosaan-calon-ayah-tirinya-sendiri
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 2437/8123