KOMPAS.com - Di media sosial beredar video seorang perempuan mencoblos beberapa surat suara di luar tempat pemungutan suara (TPS) saat Pilkada 2024, Rabu (27/11/2024).
Peristiwa itu diklaim terjadi di Desa Pulo Siblah, Kecamatan Tiro, Pidie, Aceh.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut perlu diluruskan informasinya.
Video yang menampilkan seorang perempuan mencoblos surat suara di luar TPS muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan TikTok ini.
Dalam video tampak seorang perempuan menggunakan baju dengan logo Komisi Pemilihan Umum (KPU) sedang mencoblos surat suara di atas jok motor.
Salah satu akun menuliskan keterangan:
Surat undangan lebih di coblos untuk Paslon 02 oleh PPS Gampong Pulo Siblah Tiro, Kec. Tiro, Kab Pidie.
(GFD-2024-24355) [KLARIFIKASI] Penjelasan KIP Pidie soal Video Pencoblosan Surat Suara di Luar TPS
Sumber:Tanggal publish: 28/11/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, video tersebut identik dengan tangkapan layar yang ada di laman Acehterkini.id. Dalam pemberitaan disebutkan bahwa lokasi kejadian memang berada di Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh.
Perempuan tersebut mencoblos surat suara untuk Pemilihan Gubernur Aceh dan Pemilihan Bupati Pidie.
Dalam video terdengar suara lelaki dalam bahasa Aceh mengatakan bahwa ada seorang yang sakit sehingga tidak bisa mencoblos.
Ketika dikonfirmasi. Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Pidie, Edi Kurniawan menjelaskan surat suara itu dibawa ke tempat salah satu warga yang sedang sakit dan tidak bisa datang mencoblos.
“Di Tiro, tadi ada laporan dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) itu (surat suara) dibawa ke orang sakit sebenarnya,” kata Edi, Rabu (27/11/2024).
Menurut Edi pencoblosan oleh petugas atas seizin pemilik suara yang sedang sakit. Kendati begitu ia tidak menerima laporan pasti terkait jumlah warga yang sakit tersebut.
“Menurut anggota PPK, sudah disuruh oleh orang sakit tersebut untuk mencoblos yang mana. Tidak dijelaskan berapa orang pemilik hak suara yang sakit,” kata Edi.
Perempuan tersebut mencoblos surat suara untuk Pemilihan Gubernur Aceh dan Pemilihan Bupati Pidie.
Dalam video terdengar suara lelaki dalam bahasa Aceh mengatakan bahwa ada seorang yang sakit sehingga tidak bisa mencoblos.
Ketika dikonfirmasi. Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Pidie, Edi Kurniawan menjelaskan surat suara itu dibawa ke tempat salah satu warga yang sedang sakit dan tidak bisa datang mencoblos.
“Di Tiro, tadi ada laporan dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) itu (surat suara) dibawa ke orang sakit sebenarnya,” kata Edi, Rabu (27/11/2024).
Menurut Edi pencoblosan oleh petugas atas seizin pemilik suara yang sedang sakit. Kendati begitu ia tidak menerima laporan pasti terkait jumlah warga yang sakit tersebut.
“Menurut anggota PPK, sudah disuruh oleh orang sakit tersebut untuk mencoblos yang mana. Tidak dijelaskan berapa orang pemilik hak suara yang sakit,” kata Edi.
Kesimpulan
Video yang menampilkan beberapa surat surat suara di di Desa Pulo Siblah, Kecamatan Tiro, Pidie, Aceh dicoblos di luar TPS perlu diluruskan.
Komisioner KIP Kabupaten Pidie, Edi Kurniawan menjelaskan, surat suara itu dibawa ke tempat salah satu warga yang sedang sakit. Pencoblosan dilakukan oleh petugas atas seizin pemilik suara yang sedang sakit.
Komisioner KIP Kabupaten Pidie, Edi Kurniawan menjelaskan, surat suara itu dibawa ke tempat salah satu warga yang sedang sakit. Pencoblosan dilakukan oleh petugas atas seizin pemilik suara yang sedang sakit.
Rujukan
- https://www.facebook.com/61566408000072/videos/545215598414744/?rdid=IBSnHS69Tkn5e4HD
- https://www.facebook.com/reel/9367131669984463
- https://www.tiktok.com/@newsrbaceh.com/video/7441861291339156792?_r=1&_t=8rlCMaWQeYi
- https://www.facebook.com/reel/9367131669984463
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-24306) Keliru, Audio yang Diklaim Pesan Jokowi Agar Luthfi Diganti Kaesang Usai Pilkada Jateng 2024
Sumber:Tanggal publish: 28/11/2024
Berita
Sebuah video beredar di Instagram [ arsip 1, arsip 2 ] yang diklaim suara rekaman Mantan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi kepada Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah nomor urut 02 Pilkada Jawa Tengah 2024, Taj Yasin.
Video itu memperlihatkan foto-foto kegiatan Jokowi, Taj Yasin, dan Calon Gubernur Jawa Tengah pasangan Taj Yasin, yakni Ahmad Luthfi. Narasi yang disertakan mengatakan Jokowi menyatakan pesan rahasia terhadap Taj Yasin terkait nasib Luthfi, bila mereka menang di Pilkada Jawa Tengah 2024.
Ia dikatakan berencana menarik Luthfi masuk ke kabinet Presiden Prabowo Subianto, dan mendudukkan putranya Kaesang Pangarep di jabatan yang ditinggalkan Luthfi. Taj Yasin diklaim menyatakan siap, atas rencana tersebut.
Namun, benarkah video itu memperlihatkan rekaman rahasia percakapan antara Jokowi dan Taj Yasin yang bocor ke publik?
Hasil Cek Fakta
Mantan Presiden RI Joko Widodo memang secara terbuka mendukung pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin dalam Pilkada Jawa Tengah. Dalam artikel Tempo sebelumnya, bentuk dukungan itu salah satunya terlihat saat Jokowi ikut menghadiri kampanye terbuka Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi-Taj Yasin (Luthfi-Yasin) di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, pada Sabtu, 16 November 2024.
Pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen diusung gabungan Partai Gerindra, PKB, Partai Golkar, PPP, Partai NasDem, PKS, PAN, Partai Demokrat, dan Partai Solidaritas Indonesia dengan total suara sah 13,7 juta suara.
Tempo memotong audio yang diklaim suara Jokowi lalu memeriksa konten itu menggunakan aplikasi pendeteksi konten yang dibuat dengan kecerdasan buatan, Truemedia.org. Hasilnya menunjukkan ada probabilitas 99-100 persen audio atau suara tersebut melibatkan teknologi kecerdasan buatan AI atau hasil kloningan.
Selain itu, Tempo membandingkan suara Jokowi yang asli dengan saat menyampaikan Pidato Kenegaraan Terakhir Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR 2024 menjelang HUT ke 79 RI. Hasilnya, terdengar ada perbedaan dengan video yang diklaim rekaman suara dengan Taj Yasin tersebut.
Video 2
Gambar awal yang ditampilkan video yang beredar sesungguhnya hasil editan dari foto yang diunggah Luthfi di akun Instagram miliknya pada 4 November 2024.
Video 3
Demikian juga foto yang menampilkan Jokowi, Luthfi dan Taj Yasin duduk bersama, berasal dari unggahan di akun Instagram Luthfi tertanggal 29 Oktober 2024.
Penggantian Gubernur
Penggantian seorang gubernur oleh presiden juga sesungguhnya bukan proses yang mudah. Dilansir Hukum Online, berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Presiden RI tidak bisa langsung memberhentikan gubernur. Hal itu membutuhkan sejumlah syarat dan tahap agar bisa dilakukan secara legal.
Kepala daerah atau wakil kepala daerah dapat diberhentikan karena hal-hal berikut:
Sementara proses pemberhentian gubernur harus berangkat dari keputusan rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi di mana gubernur tersebut menjabat. Bila rapat itu memutuskan gubernur diberhentikan, DPRD Provinsi mengajukan pengadilan Mahkamah Agung (MA) hingga didapati putusan final, terkait gubernur yang bersangkutan dinyatakan bersalah dan layak diberhentikan atau tidak.
Bila MA memutus gubernur tersebut bersalah, pimpinan DPRD Provinsi tersebut bisa mengusulkan pemberhentian sang gubernur, kepada presiden yang memiliki waktu 30 hari untuk melakukannya. Jika pimpinan DPRD Provinsi itu tidak mengajukan usulan sampai 14 setelah putusan MA, presiden memberhentikan gubernur dengan usulan menteri.
Berdasarkan Pasal 173 ayat (2) UU 10/2016, jika gubernur berhenti atas permintaan sendiri, maka DPRD menyampaikan usulan pengesahan pengangkatan wakil gubernur menjadi gubernur kepada presiden melalui menteri untuk disahkan pengangkatannya sebagai gubernur.
Dalam hal DPRD tidak menyampaikan usulan pengesahan pengangkatan wakil gubernur menjadi gubernur dalam waktu 10 hari kerja terhitung sejak tanggal gubernur berhenti, maka presiden berdasarkan usulan menteri mengesahkan pengangkatan wakil gubernur sebagai gubernur berdasarkan surat pernyataan pengunduran diri dari gubernur.
Namun, apabila wakil gubernur juga tidak dapat menjalankan tugasnya, maka dilakukan pengisian jabatan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD provinsi.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar memperlihatkan pesan rahasia dari Jokowi pada Taj Yasin yang bocor ke publik, adalah klaim yangkeliru.
Suara yang diklaim milik Jokowi dibuat melalui teknologi kecerdasan buatan.
Rujukan
- https://www.instagram.com/reel/DC1Z0i8y9WB/?igsh=anJuNDlqa2J6Y2N4
- https://s3.eu-west-1.amazonaws.com/check-api-live/capi/601057089008606
- https://s3.eu-west-1.amazonaws.com/check-api-live/capi/2839363119565092
- https://www.tempo.co/politik/jokowi-blak-blakan-dukung-ahmad-luthfi-taj-yasin-pengamat-antara-wajar-dan-tak-etis-1169682
- https://detect.truemedia.org/media/analysis?id=RV6kZ_IwnGSloIsQSFT5PPQzxa4.mp4&post=h5ueLgjF8cUdwOp3yoTbmg==
- https://www.youtube.com/watch?v=UuMHkDwWuH4
- https://www.instagram.com/luthfiyasinofficial/p/DB86c65SDBY/?img_index=3
- https://www.instagram.com/ahmadluthfi_official/p/DBsdzxMTA4r/
- https://www.hukumonline.com/klinik/a/siapa-yang-menggantikan-jika-gubernur-mundur-lt5344be339fc51/ /cdn-cgi/l/email-protection#f794929c91969c8396b783929a8798d99498d99e93
(GFD-2024-24310) Viral Surat Suara Dicoblos di Motor, KIP Pidie: Dibawa ke Orang Sakit
Sumber:Tanggal publish: 28/11/2024
Berita
Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang perempuan mencoblos surat suara Pilkada 2024 di atas sepeda motor. Peristiwa dalam rekaman ini disebut terjadi di Desa Pulo Siblah, Kecamatan Tiro, Pidie, Aceh.
Hasil Cek Fakta
Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang perempuan mencoblos surat suara Pilkada 2024 di atas sepeda motor. Peristiwa dalam rekaman ini disebut terjadi di Desa Pulo Siblah, Kecamatan Tiro, Pidie, Aceh.
Video berdurasi 21 detik itu menampilkan tiga perempuan berbaju hitam dengan logo Komisi Independen Pemilihan di sisi kiri depan. Seorang di antaranya lalu membuka surat suara, dan mencoblos di atas sepeda motor Scoopy.
Perempuan itu terlihat mencoblos satu surat suara untuk Pemilihan Gubernur Aceh, dan satu surat suara untuk Pemilihan Bupati Pidie.
Dalam video itu terdengar suara lelaki dalam bahasa Aceh yang menjelaskan bahwa seseorang sakit sehingga tidak bisa mencoblos.
Komisioner KIP Pidie Edi Kurniawan membenarkan video viral itu terjadi di Tiro. Menurutnya, surat suara itu dibawa ke orang sakit. “Di Tiro, tadi ada laporan dari PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) itu [surat suara] dibawa ke orang sakit sebenarnya,” katanya kepada acehkini, Rabu (27/11/2024) malam.
Edi menambahkan, pencoblosan itu atas seizin pemilik hak suara yang sakit. Namun, ia tidak menerima informasi pasti berapa jumlah orang yang sakit tersebut.
“Menurut anggota PPK, sudah disuruh oleh orang sakit tersebut untuk mencoblos yang mana. Tidak dijelaskan berapa orang pemilik hak suara yang sakit,” kata Edi Kurniawan.
Video berdurasi 21 detik itu menampilkan tiga perempuan berbaju hitam dengan logo Komisi Independen Pemilihan di sisi kiri depan. Seorang di antaranya lalu membuka surat suara, dan mencoblos di atas sepeda motor Scoopy.
Perempuan itu terlihat mencoblos satu surat suara untuk Pemilihan Gubernur Aceh, dan satu surat suara untuk Pemilihan Bupati Pidie.
Dalam video itu terdengar suara lelaki dalam bahasa Aceh yang menjelaskan bahwa seseorang sakit sehingga tidak bisa mencoblos.
Komisioner KIP Pidie Edi Kurniawan membenarkan video viral itu terjadi di Tiro. Menurutnya, surat suara itu dibawa ke orang sakit. “Di Tiro, tadi ada laporan dari PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) itu [surat suara] dibawa ke orang sakit sebenarnya,” katanya kepada acehkini, Rabu (27/11/2024) malam.
Edi menambahkan, pencoblosan itu atas seizin pemilik hak suara yang sakit. Namun, ia tidak menerima informasi pasti berapa jumlah orang yang sakit tersebut.
“Menurut anggota PPK, sudah disuruh oleh orang sakit tersebut untuk mencoblos yang mana. Tidak dijelaskan berapa orang pemilik hak suara yang sakit,” kata Edi Kurniawan.
Kesimpulan
Komisioner KIP Pidie Edi Kurniawan membenarkan video viral itu terjadi di Tiro. Menurutnya, surat suara itu dibawa ke orang sakit. “Di Tiro, tadi ada laporan dari PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) itu [surat suara] dibawa ke orang sakit sebenarnya,” katanya kepada acehkini, Rabu (27/11/2024) malam.
Rujukan
(GFD-2024-24311) Viral Ban Mobil Dipecahkan di Pidie Jaya, Polisi: Sedang Ditangani
Sumber:Tanggal publish: 28/11/2024
Berita
Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan mobil berkelir merah dengan dua ban sisi kanan depan dan belakang pecah. Menurut unggahan beredar, peristiwa itu terjadi di Desa Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, Aceh.
Dalam video yang beredar luas tersebut, terdengar suara laki-laki yang menjelaskan bahwa ban mobil diduga dipecahkan itu karena perseteruan antara tim kandidat.
Dalam video yang beredar luas tersebut, terdengar suara laki-laki yang menjelaskan bahwa ban mobil diduga dipecahkan itu karena perseteruan antara tim kandidat.
Hasil Cek Fakta
Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan mobil berkelir merah dengan dua ban sisi kanan depan dan belakang pecah. Menurut unggahan beredar, peristiwa itu terjadi di Desa Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, Aceh.
Dalam video yang beredar luas tersebut, terdengar suara laki-laki yang menjelaskan bahwa ban mobil diduga dipecahkan itu karena perseteruan antara tim kandidat.
Selain itu, di unggahan video tersebut terdapat tulisan yang menyebut aksi teror Pilkada Aceh. Dekat mobil dalam rekaman itu terlihat sejumlah polisi dan tentara.
Kepala Kepolisian Resor Pidie Jaya Ajun Komisaris Besar Ahmad Faisal Pasaribu mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (27/11/2024) siang. Namun ia tidak menjelaskan detail kronologinya.
“Lagi ditangani, keduanya belum melapor. Sedang ditangani ya, sedang ditangani, itu aja kronologinya. [Kejadian] hari ini, siang tadi,” kata Ahmad Faisal kepada acehkini, Rabu malam.
Ahmad menuturkan peristiwa dalam video itu karena masalah pribadi dan tidak terkait dengan tim sukses Pilkada.
“Masalah pribadi sih. Enggak ada [terkait timses]. Pelapornya belum ada, masih kami tunggu,” katanya.
Dalam video yang beredar luas tersebut, terdengar suara laki-laki yang menjelaskan bahwa ban mobil diduga dipecahkan itu karena perseteruan antara tim kandidat.
Selain itu, di unggahan video tersebut terdapat tulisan yang menyebut aksi teror Pilkada Aceh. Dekat mobil dalam rekaman itu terlihat sejumlah polisi dan tentara.
Kepala Kepolisian Resor Pidie Jaya Ajun Komisaris Besar Ahmad Faisal Pasaribu mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (27/11/2024) siang. Namun ia tidak menjelaskan detail kronologinya.
“Lagi ditangani, keduanya belum melapor. Sedang ditangani ya, sedang ditangani, itu aja kronologinya. [Kejadian] hari ini, siang tadi,” kata Ahmad Faisal kepada acehkini, Rabu malam.
Ahmad menuturkan peristiwa dalam video itu karena masalah pribadi dan tidak terkait dengan tim sukses Pilkada.
“Masalah pribadi sih. Enggak ada [terkait timses]. Pelapornya belum ada, masih kami tunggu,” katanya.
Kesimpulan
Kepala Kepolisian Resor Pidie Jaya Ajun Komisaris Besar Ahmad Faisal Pasaribu mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (27/11/2024) siang. Namun ia tidak menjelaskan detail kronologinya.
Ahmad menuturkan peristiwa dalam video itu karena masalah pribadi dan tidak terkait dengan tim sukses Pilkada.
Ahmad menuturkan peristiwa dalam video itu karena masalah pribadi dan tidak terkait dengan tim sukses Pilkada.
Rujukan
Halaman: 2436/7915



