(GFD-2024-24459) Cek Fakta: Tidak Benar dalam Foto Ini Merupakan Insiden Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor
Sumber:Tanggal publish: 05/12/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Sebuah foto yang diklaim merupakan insiden kecelakaan beruntun di Puncak, Bogor, Jawa Barat beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 1 Desember 2024.
Akun Facebook tersebut mengunggah tautan berita berjudul "Kecelakaan Tabrakan Beruntun di Puncak, Polsi Bantah Pengemudi BMW Pegawai KPK" yang dibuat artikel berliannews.info.
Foto dalam artikel itu menampilkan suasana jalanan penuh dengan mobil ringsek, diduga usai kecelakaan beruntun. Foto itu kemudian dikaitkan insiden kecelakaan beruntun di Puncak, Bogor.
"Innalilahi, Kecelakaan Tabrakan Beruntun Di Puncak, Polisi Bantah Pengemudi BMW Pegawai KPK," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 35 kali dibagikan dan mendapat 2 komentar dari warganet.
Benarkah dalam foto tersebut merupakan insiden kecelakaan beruntun di Puncak, Bogor? Berikut penelusurannya.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri foto yang diklaim merupakan insiden kecelakaan beruntun di Puncak, Bogor, Jawa Barat. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tersebut ke situs Google Images.
Hasilnya ditemukan foto identik di situs shutterstock.com. Foto tersebut diunggah oleh akun Ververidis Vasilis. Akun Ververidis Vasilis menuliskan narasi bahwa foto tersebut merupakan peristiwa kecelakaan di Egnatia Odos, Yunani pada 5 Oktober 2014 lalu.
Berikut gambar tangkapan layarnya.
"VERIA, GREECE - OCTOBER, 5, 2014:A large truck crashed into a number of cars and 4 people were killed and many were injured in a multi-vehicle collision that occurred on Egnatia Odos," demikian narasi di situs shutterstock.com.
Kesimpulan
Foto yang diklaim merupakan insiden kecelakaan beruntun di Puncak, Bogor, Jawa Barat ternyata tidak benar. Faktanya, foto tersebut merupakan peristiwa kecelakan beruntun di Egnatia Odos, Yunani pada 5 Oktober 2014 lalu.
(GFD-2024-24460) [HOAKS] Elon Musk Merilis Mobil Terbang pada 2024
Sumber:Tanggal publish: 05/12/2024
Berita
KOMPAS.com - Miliarder sekaligus bos perusahaan mobil listrik Tesla, Elon Musk dikabarkan telah merilis mobil terbang.
Kabar tersebut beredar pada November 2024. Namun setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi mengenai rilis mobil terbang tidak benar atau merupakan hoaks.
Informasi yang menyebut Elon Musk merilis mobil terbang disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 19 November 2024:
CEO Tesla Elon Musk Merilis Mobil Terbang Pertama yang Mengubah Segalanya!
Pengumuman bersejarah terbaru dari CEO Tesla Elon Musk: Mobil Terbang Tesla. Dengan terobosan yang mencengangkan ini, Musk sekali lagi mengejutkan dunia, memperluas batas-batas yang kita kira dapat dilakukan dalam industri transportasi dan otomotif.
Mobil terbang Tesla siap mengubah tidak hanya kendaraan listrik, tetapi juga masa depan mobilitas itu sendiri.
Ketika para pesaing mencoba untuk tetap bertahan, GM, Ford, dan produsen mobil tradisional lainnya dibuat kagum, tidak mampu menandingi kecepatan penemuan Tesla yang tak henti-hentinya.
Mobil terbang ini lebih dari sekadar model Tesla lainnya; ini adalah pengubah permainan yang berpotensi mengungguli para pesaing seperti Lucid Motors, Rivian, dan produsen mobil lama.
Kabar tersebut beredar pada November 2024. Namun setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi mengenai rilis mobil terbang tidak benar atau merupakan hoaks.
Informasi yang menyebut Elon Musk merilis mobil terbang disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 19 November 2024:
CEO Tesla Elon Musk Merilis Mobil Terbang Pertama yang Mengubah Segalanya!
Pengumuman bersejarah terbaru dari CEO Tesla Elon Musk: Mobil Terbang Tesla. Dengan terobosan yang mencengangkan ini, Musk sekali lagi mengejutkan dunia, memperluas batas-batas yang kita kira dapat dilakukan dalam industri transportasi dan otomotif.
Mobil terbang Tesla siap mengubah tidak hanya kendaraan listrik, tetapi juga masa depan mobilitas itu sendiri.
Ketika para pesaing mencoba untuk tetap bertahan, GM, Ford, dan produsen mobil tradisional lainnya dibuat kagum, tidak mampu menandingi kecepatan penemuan Tesla yang tak henti-hentinya.
Mobil terbang ini lebih dari sekadar model Tesla lainnya; ini adalah pengubah permainan yang berpotensi mengungguli para pesaing seperti Lucid Motors, Rivian, dan produsen mobil lama.
Hasil Cek Fakta
Elon Musk memang pernah membuat satire tentang mobil terbang melalui unggahan di akun X-nya.
"Tesla Roadster baru bisa terbang," tulisnya pada 15 Juni 2024, dalam terjemahan bahasa Indonesia.
Dikutip dari laporan Fortune, 23 Oktober 2024, Musk mengomentari keinginan miliarder Peter Thiel untuk membuat mobil terbang.
Ia tidak memberi kepastian mengenai mobil terbang.
"Kita lihat saja, masih banyak lagi yang akan datang," ujar Musk.
Sejauh ini, tidak ada produk mobil terbang di situs web Tesla. Begitu pula dengan situs perusahaan luar angkasa milik Elon Musk, SpaceX.
Sejumlah perusahaan telah mengembangkan mobil terbang.
Misalnya, mobil terbang Model A milik Alef Aeronautics telah mendapatkan izin resmi dari Federal Aviation Administration (FAA) untuk melakukan uji coba di jalan raya dan di udara.
Dilansir USA Today, perusahaan tersebut juga mendapatkan investasi dari investor Tesla.
Mobil terbang lainnya yang berhasil dikembangkan yakni PAL-V Liberty.
Kendaraan ini telah lulus tes masuk jalan raya Eropa yang ketat dan sekarang diizinkan berada di jalanan dengan plat nomor resmi.
"Tesla Roadster baru bisa terbang," tulisnya pada 15 Juni 2024, dalam terjemahan bahasa Indonesia.
Dikutip dari laporan Fortune, 23 Oktober 2024, Musk mengomentari keinginan miliarder Peter Thiel untuk membuat mobil terbang.
Ia tidak memberi kepastian mengenai mobil terbang.
"Kita lihat saja, masih banyak lagi yang akan datang," ujar Musk.
Sejauh ini, tidak ada produk mobil terbang di situs web Tesla. Begitu pula dengan situs perusahaan luar angkasa milik Elon Musk, SpaceX.
Sejumlah perusahaan telah mengembangkan mobil terbang.
Misalnya, mobil terbang Model A milik Alef Aeronautics telah mendapatkan izin resmi dari Federal Aviation Administration (FAA) untuk melakukan uji coba di jalan raya dan di udara.
Dilansir USA Today, perusahaan tersebut juga mendapatkan investasi dari investor Tesla.
Mobil terbang lainnya yang berhasil dikembangkan yakni PAL-V Liberty.
Kendaraan ini telah lulus tes masuk jalan raya Eropa yang ketat dan sekarang diizinkan berada di jalanan dengan plat nomor resmi.
Kesimpulan
Narasi Elon Musk merilis mobil terbang pada 2024 merupakan hoaks.
Musk memang pernah membuat unggahan satire mengenai mobil terbang. Namun sejauh ini belum ada produk mobil terbang yang dikeluarkan Tesla maupun SpaceX.
Musk memang pernah membuat unggahan satire mengenai mobil terbang. Namun sejauh ini belum ada produk mobil terbang yang dikeluarkan Tesla maupun SpaceX.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0r2KWGXWAF9wfMLz7iQKBqGYcoChc9P6nhCBhx174SRSAtBFeKupvzUoZuJbVsdtRl&id=100090885205519
- https://www.facebook.com/ipam.pinimii/posts/pfbid02TdhdsP3ua65K12nmK92APjS7yEhJLEHw8pw89YBTmTkBfnUMwtN2NNPm3uQ6G1r8l
- https://x.com/elonmusk/status/1801980372823187707
- https://fortune.com/2024/10/23/tesla-stock-elon-musk-roadster-flying-car/
- https://www.tesla.com/
- https://www.spacex.com/
- https://www.usatoday.com/story/money/cars/2023/06/30/first-flying-car-approved-by-faa-available-for-preorder/70372117007/#:~:text=Delivery%20slated%20to%20start%20in,follow%20her%20on%20Twitter%20@nataliealund.
- https://www.pal-v.com/en/press/worlds-first-flying-car-hits-the-road
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-24465) [HOAKS] Video Jenazah Imam Samudera Masih Utuh pada November 2024
Sumber:Tanggal publish: 05/12/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar video yang mengeklaim jenazah terdakwa kasus Bom Bali I yang telah divonis mati, Imam Samudera, masih dalam keadaan utuh.
Namun, setelah ditelusuri unggahan tersebut tidak benar atau hoaks. Sosok jenazah dalam video tersebut bukan Imam Samudera.
Video yang mengeklaim jenazah Imam Samudera masih dalam keadaan utuh muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan video seorang pria yang ditutupi kain putih. Saat kain dibuka, wajah pria itu dalam keadaan pucat dan masih utuh.
Salah satu akun menulis keterangan teks sebagai berikut:
Allahu Akbar
Wajahnya seperti masih hidup biasa orang yang sudah meninggal wajahnya pasti pucat kalau ini tidak ...
Buruk di pandang oleh manusia,,,belum tentu buruk di hadapan Allah SWt
jasad imam samudra 10 tahun masih utuh
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, video yang mengeklaim jenazah Imam Samudra masih dalam keadaan utuh
Namun, setelah ditelusuri unggahan tersebut tidak benar atau hoaks. Sosok jenazah dalam video tersebut bukan Imam Samudera.
Video yang mengeklaim jenazah Imam Samudera masih dalam keadaan utuh muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan video seorang pria yang ditutupi kain putih. Saat kain dibuka, wajah pria itu dalam keadaan pucat dan masih utuh.
Salah satu akun menulis keterangan teks sebagai berikut:
Allahu Akbar
Wajahnya seperti masih hidup biasa orang yang sudah meninggal wajahnya pasti pucat kalau ini tidak ...
Buruk di pandang oleh manusia,,,belum tentu buruk di hadapan Allah SWt
jasad imam samudra 10 tahun masih utuh
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, video yang mengeklaim jenazah Imam Samudra masih dalam keadaan utuh
Hasil Cek Fakta
Penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan Google Lens menemukan bahwa video tersebut identik dengan tangkapan layar artikel di laman Detik.com pada 2018.
Dalam pemberitaan, polisi menjelaskan, sosok pria dalam video bukan Imam Samudera.
Berdasarkan penjelasan yang didapat dari pihak keluarga, tidak ada penggalian makam Imam Samudera.
Adapun, Imam Samudra dieksekusi mati pada 9 November 2008. Dia kemudian dimakamkan di Kota Serang, Banten.
Dikutip dari Antara, Karopenmas Divisi Humas Polri saat itu, Brigjen Mohammad Iqbal menjelaskan, sosok pria dalam video adalah narapidana terorisme di Rutan Gunung Sindur, yakni Yaser bin Thamrin.
Yaser meninggal pada 17 Juli 2018.
Iqbal mengatakan, Yaser meninggal setelah sebelumnya pada 26 Juni 2018 mengalami sakit perut, muntah dan lemas.
Ia sempat diberi obat, namun pada 4 Juli 2018 Yaser kembali mengeluh kram di bagian perut dan muntah.
Karena kondisinya terus memburuk, Yaser dibawa ke RSUD Tanggerang pada 17 Juli 2018, namun ia akhirnya mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 19.45 WIB.
Video yang beredar diambil setelah Yaser meninggal.
Konten hoaks ini merupakan narasi yang berulang beberapa kali, sejak Imam Samudera meninggal dunia.
Kompas.com sudah melakukan pembongkaran hoaks itu setidaknya dua kali. Anda bisa membacanya dalam tautan ini yang muncul pada 2018 dan narasi ini pada 2023.
Dalam pemberitaan, polisi menjelaskan, sosok pria dalam video bukan Imam Samudera.
Berdasarkan penjelasan yang didapat dari pihak keluarga, tidak ada penggalian makam Imam Samudera.
Adapun, Imam Samudra dieksekusi mati pada 9 November 2008. Dia kemudian dimakamkan di Kota Serang, Banten.
Dikutip dari Antara, Karopenmas Divisi Humas Polri saat itu, Brigjen Mohammad Iqbal menjelaskan, sosok pria dalam video adalah narapidana terorisme di Rutan Gunung Sindur, yakni Yaser bin Thamrin.
Yaser meninggal pada 17 Juli 2018.
Iqbal mengatakan, Yaser meninggal setelah sebelumnya pada 26 Juni 2018 mengalami sakit perut, muntah dan lemas.
Ia sempat diberi obat, namun pada 4 Juli 2018 Yaser kembali mengeluh kram di bagian perut dan muntah.
Karena kondisinya terus memburuk, Yaser dibawa ke RSUD Tanggerang pada 17 Juli 2018, namun ia akhirnya mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 19.45 WIB.
Video yang beredar diambil setelah Yaser meninggal.
Konten hoaks ini merupakan narasi yang berulang beberapa kali, sejak Imam Samudera meninggal dunia.
Kompas.com sudah melakukan pembongkaran hoaks itu setidaknya dua kali. Anda bisa membacanya dalam tautan ini yang muncul pada 2018 dan narasi ini pada 2023.
Kesimpulan
Video yang mengeklaim jenazah Imam Samudera masih dalam keadaan utuh tidak benar atau hoaks. Video itu telah beredar sejak 2018.
Pria dalam video bukan Imam Samudra, namun narapidana terorisme di Rutan Gunung Sindur, Yaser bin Thamrin yang meniinggal pada 17 Juli 2018.
Pria dalam video bukan Imam Samudra, namun narapidana terorisme di Rutan Gunung Sindur, Yaser bin Thamrin yang meniinggal pada 17 Juli 2018.
Rujukan
- https://www.facebook.com/deri.t.ku.1/videos/561998793442598
- https://www.facebook.com/reel/3765967063677423
- https://www.facebook.com/share/r/15G1dRmMPs/
- https://www.facebook.com/share/v/12BmAcjHdyH/
- https://news.detik.com/berita/d-4129328/hoax-video-jenazah-imam-samudra-masih-utuh-ini-penjelasan-polri
- https://www.antaranews.com/berita/729346/polri-video-beredar-bukan-imam-samudra
- https://nasional.kompas.com/read/2018/07/24/08523101/hoaks-video-jenazah-imam-samudra
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2023/04/13/153500082/-hoaks-video-jenazah-imam-samudera-masih-dalam-keadaan-utuh
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-24466) [KLARIFIKASI] Foto Demo Ini Beredar Sebelum Darurat Militer Korea Selatan
Sumber:Tanggal publish: 05/12/2024
Berita
KOMPAS.com - Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengumumkan darurat militer pada Selasa (3/12/2024).
Pengumuman tersebut mengejutkan publik, lantas muncul sejumlah aksi protes di jalanan.
Di media sosial beredar sebuah foto yang diklaim sebagai salah satu momen protes tersebut. Namun, setelah ditelusuri Kompas.com, foto disebarkan dengan konteks keliru.
Foto aksi protes darurat militer di Korea Selatan disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.
Foto menampilkan masa yang memadati jalanan. Di bagian kanannya terdapat jalan raya yang dipenuhi kendaraan.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Rabu (4/12/2024):
Berita pagi ini dari Korea :
Majelis Nasional Korea Selatan mengeluarkan resolusi untuk mencabut darurat militer (190-0)! Parlemen memberikan suara menentang keputusan darurat militer. Seluruh 190 anggota yang dapat memasuki aula utama memilih untuk mencabut darurat militer.
akun Facebook Tangkapan layar konten dengan konteks keliru di sebuah akun Facebook, Rabu (4/12/2024), mengenai aksi demo darurat militer di Korea Selatan.
Pengumuman tersebut mengejutkan publik, lantas muncul sejumlah aksi protes di jalanan.
Di media sosial beredar sebuah foto yang diklaim sebagai salah satu momen protes tersebut. Namun, setelah ditelusuri Kompas.com, foto disebarkan dengan konteks keliru.
Foto aksi protes darurat militer di Korea Selatan disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.
Foto menampilkan masa yang memadati jalanan. Di bagian kanannya terdapat jalan raya yang dipenuhi kendaraan.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Rabu (4/12/2024):
Berita pagi ini dari Korea :
Majelis Nasional Korea Selatan mengeluarkan resolusi untuk mencabut darurat militer (190-0)! Parlemen memberikan suara menentang keputusan darurat militer. Seluruh 190 anggota yang dapat memasuki aula utama memilih untuk mencabut darurat militer.
akun Facebook Tangkapan layar konten dengan konteks keliru di sebuah akun Facebook, Rabu (4/12/2024), mengenai aksi demo darurat militer di Korea Selatan.
Hasil Cek Fakta
Foto yang disebarkan di Facebook telah beredar sebelum pengumuman darurat militer Korea Selatan.
Foto tersebut tersedia di EPA Images, hasil jepretan fotografer bernama Jeon Heon Kyun.
Kelompok masyarakat yang menamai diri Kelompok Warga Kompleks melakukan unjuk rasa menuntut pengunduran diri Presiden Yoon Suk Yeol, pada 30 November 2024.
Dilansir situs berita YNA, massa aksi menuntut pengunduran diri lantaran serangkaian kontroversi yang melibatkan ibu negara.
Kontroversi itu termasuk dugaan keterlibatannya dalam skema manipulasi saham, dugaan campur tangan dalam nominasi pemilu melalui broker serta penerimaan tas mewah.
Sebagai konteks, pada Selasa (3/12/2024) malam, Yoon mengumumkan darurat militer dengan alasan melindungi negara dari ancaman kekuatan komunis.
Ia berniat untuk melenyapkan pasukan atau elemen-elemen ”antinegara” di parlemen dan yang ia tuding berpihak kepada Korea Utara. Namun darurat militer hanya berlangsung 6 jam.
Meski terkait dengan kontestasi politik di Korea Selatan, tetapi foto tersebut bermunculan usai pengumuman darurat militer tanpa konteks yang jelas.
Foto tersebut tersedia di EPA Images, hasil jepretan fotografer bernama Jeon Heon Kyun.
Kelompok masyarakat yang menamai diri Kelompok Warga Kompleks melakukan unjuk rasa menuntut pengunduran diri Presiden Yoon Suk Yeol, pada 30 November 2024.
Dilansir situs berita YNA, massa aksi menuntut pengunduran diri lantaran serangkaian kontroversi yang melibatkan ibu negara.
Kontroversi itu termasuk dugaan keterlibatannya dalam skema manipulasi saham, dugaan campur tangan dalam nominasi pemilu melalui broker serta penerimaan tas mewah.
Sebagai konteks, pada Selasa (3/12/2024) malam, Yoon mengumumkan darurat militer dengan alasan melindungi negara dari ancaman kekuatan komunis.
Ia berniat untuk melenyapkan pasukan atau elemen-elemen ”antinegara” di parlemen dan yang ia tuding berpihak kepada Korea Utara. Namun darurat militer hanya berlangsung 6 jam.
Meski terkait dengan kontestasi politik di Korea Selatan, tetapi foto tersebut bermunculan usai pengumuman darurat militer tanpa konteks yang jelas.
Kesimpulan
Foto demo di Korea Selatan pada 30 November 2024 disebarkan dengan kontes keliru.
Kelompok Warga Kompleks melakukan unjuk rasa menuntut pengunduran diri Presiden Yoon Suk Yeol.
Namun momen itu terjadi sebelum pengumuman darurat militer pada Selasa (3/12/2024) malam.
Kelompok Warga Kompleks melakukan unjuk rasa menuntut pengunduran diri Presiden Yoon Suk Yeol.
Namun momen itu terjadi sebelum pengumuman darurat militer pada Selasa (3/12/2024) malam.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=557974750431352&set=a.108371005391731
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=2012610522546485&set=pcb.2012610625879808
- https://epaimages.com/search.pp?flush=1&multikeyword=seoul%20and%20protest&startdate=&enddate=&autocomplete_City=&metadatafield5=&autocomplete_Country=&metadatafield44=&autocomplete_Person=&metadatafield39=
- https://m-en.yna.co.kr/view/AEN20241130002100320?section=national/politics
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 2403/7915
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5037526/original/081977000_1733395729-Puncak1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5037553/original/063274300_1733395975-SsPuncak1.jpg)