• (GFD-2025-25293) Cek Fakta: Larangan Baca Al-Quran di Masjid Komplek Rumah Dinas Gubernur Sumut

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/01/2025

    Berita

    Suara.com - Beredar di media sosial sebuah video dengan narasi yang menyebut sebuah masjid di komplek rumah dinas Gubernur Sumut tak memperbolehkan jamaah membaca Al-Quran.

    Video tersebut diunggah oleh Akun Facebook “Mae Qin” pada Minggu, (12/1/2025) dilengkapi narasi sebagai berikut:

    “Mesjid kompleks Rumah Dinas GUBSU jln. Sudirman Medan tidak boleh lagi ada kegiatan baca kitab suci Al Quran. Pelarangan baca alquran juga berlaku di masjid2 lain”

    Terpantau pada hari Senin (20/01/ 2025), unggahan tersebut telah dibanjiri 76 tanda suka, mendapatkan 46 ribu komentar, dan telah dilihat 578 kali.

    Lantas benarkah narasi tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil Cek Fakta tempo.co diketahui bahwa Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Sumut Juliadi Zurdani Harahap telah menegaskan bahwa narasi yang disampaikan dalam video tidak benar. Secara tegas, Juliadi membantah pernyataan yang menyebut adanya larangan membuat kegiatan di masjid itu.

    “Video yang mengklaim demikian (pelarangan pengajian) itu tidak benar. Pemprov Sumut tidak pernah melarang masyarakat melakukan kegiatan di masjid Gubernur,” ujar Juliadi Zurdani Harahap dalam keterangannya, Sabtu (11/1/2025).

    Ditegaskan bahwa Pemprov Sumut senantiasa mendukung penuh kegiatan keagamaan, termasuk pengajian. Pemprov Sumut disebut tidak mungkin melarang kegiatan yang penuh dengan ikatan silaturahmi umat beragama dan meningkatkan keimanan tersebut.

    “Tidak mungkin kami melarang, Pemprov Sumut mendukung penuh kegiatan keagamaan, banyak kegiatan yang kami fasilitasi juga, jadi video tersebut tidak benar,” ujarnya.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa unggahan berisi informasi “larangan baca Al-Qur’an di Masjid Kompleks Dinas Gubernur Sumatra Utara” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).
  • (GFD-2025-25295) Keliru, Video yang Diklaim Sebagai Kondisi Pengungsi Korban Kebakaran Los Angeles

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/01/2025

    Berita



    Sebuah video beredar di Instagram [ arsip ] dan YouTube yang diklaim memperlihatkan kondisi korban kebakaran Los Angeles, Negara Bagian California, Amerika Serikat, di tempat pengungsian.

    Video itu memperlihatkan banyak orang yang berbaring di luar ruangan, mengenakan sleeping bag atau jaket yang menutupi sekujur tubuh yang biasa digunakan untuk berkemah atau tidur di alam terbuka. Pengunggah konten memuat narasi: “Beredar video potret dengan narasi warga Los Angeles tidur di emperan karena kehilangan rumah dalam tragedi kebakaran. Terlihat mereka tidur di bawah langit terbuka, dan berselimut seadanya.”



    Namun, benarkah video itu memperlihatkan korban kebakaran di Los Angeles yang tidur di tempat pengungsian?

    Hasil Cek Fakta



    Tempo memverifikasi video itu menggunakan layananreverse image searchdari mesin pencari Google. Faktanya, video tersebut bukan korban kebakaran Los Angeles.

    Video tersebut dipublikasikan di akun YouTube Temas Católicos, Catecumenado y oraciones dan akun TikTok Solocatecumenos, yang diunggah tanggal 6 Agustus 2023. Faktanya, video tersebut adalah rekaman acara World Youth Day (WYD) di Lisbon, Portugal pada 2023.



    WYD adalah pertemuan pemuda pemeluk Katolik dari berbagai negara dengan Paus. Acara tersebut merupakan ziarah, perayaan kaum muda, ekspresi gereja universal, dan momen evangelisasi yang intens bagi dunia pemuda, menurut keterangan di website resminya.

    Acara itu berlangsung selama seminggu di mana kaum muda dari seluruh dunia boleh tinggal di fasilitas umum atau paroki atau rumah keluarga. Selain momen doa, berbagi, dan bersantai, peserta yang terdaftar berpartisipasi dalam berbagai inisiatif yang diselenggarakan oleh tim WYD.

    Sehingga diketahui video yang beredar tak berhubungan dengan kejadian kebakaran besar di Los Angeles awal tahun 2025. Video yang sama pernah beredar dengan narasi memperlihatkan korban konflik Gaza, padahal narasi tersebut juga keliru, menurut AFP.com.

    Kondisi Korban Kebakaran Los Angeles

    Reuters.com melaporkan bahwa korban meninggal dalam kebakaran Los Angeles berjumlah dua lusin, dan bangunan yang hancur mencapai sepuluh ribu unit. Beberapa laporan juga menyatakan bahwa selama ini mereka tinggal di tempat penampungan darurat dan rumah kenalan yang bisa ditumpangi. Tempat penampungan darurat berupa gedung yang berisi barisan velbed atau ranjang lipat, sebagaimana dilaporkan NBCNews.com dan NPR.org.

    Palang Merah membuka empat tempat penampungan darurat untuk masyarakat terdampak kebakaran. Salah satunya di luar area Westwood Recreation Center di Los Angeles Barat, yang menampung sekitar 240 orang pengungsi.

    Pada siang hari banyak pengungsi keluar dari tempat penampungan darurat untuk bekerja atau sekedar mencari suasana yang lebih menyenangkan. Muncul juga donasi dan dukungan relawan yang berupaya meringankan beban para pengungsi.

    Kesimpulan



    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar memperlihatkan kondisi pengungsi korban kebakaran Los Angeles pada awal 2025 adalah klaimkeliru.

    Video itu memperlihatkan pemuda-pemuda Katolik dalam acara WYD 2023, di Lisbon, Portugal. Sementara korban kebakaran Los Angeles mendapatkan tempat penampungan darurat di dalam gedung dengan ranjang lipat.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25296) Keliru, Video CNN Siarkan Penemuan Obat Diabetes Dokter Tony Setiobudi

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/01/2025

    Berita



    Sebuah video berlogo CNN diunggah akun media sosial Facebook [ arsip ] dengan klaim penemuan obat diabetes revolusioner oleh seorang dokter.

    Dalam video, presenter CNN Indonesia, Rivana Pratiwi menyampaikan bahwa dokter spesialis endokrinologi, Tony Setiobudi, bersama endokrinolog terbaik Indonesia telah membuat penemuan revolusioner dalam pengobatan diabetes hanya dalam satu minggu.

    Kemudian dokter Tony Setiobudi menyampaikan bahwa setelah 570 percobaan, Tony Bersama ilmuwan diabetes dari Cambridge menemukan mekanisme bawaan yang sangat unik yang menghancurkan penyebab sebenarnya dari diabetes hanya sehari setelah diaktifkan.



    Video yang diunggah 11 Januari 2025 tersebut sudah disukai 3,5 ribu dan disaksikan 1,3 juta. Lalu benarkah CNN menyiarkan penemuan obat diabetes dokter Tony Setiobudi tersebut?

    Hasil Cek Fakta



    Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi klaim-klaim di atas dengan bantuan Google Lens dan mesin pencarian YouTube. Faktanya bahwa siaran tentang penemuan obat diabetes oleh CNN tersebut tidak benar.

    Video asli pernah diunggah oleh akun YouTube CNN Indonesia pada 2 Januari 2025 berjudul “18 Oknum Polisi Peras WN Malaysia, Dijerat Pidana?”



    Disebutkan bahwa 45 warga negara Malaysia menjadi korban pemerasan yang dilakukan 18 oknum polisi di acara konser Djakarta Warehouse Project. Polri bergerak cepat memecat dan memproses sejumlah oknum termasuk Dirnarkoba Polda Metro Jaya. Apakah 18 oknum polisi tersebut perlu dijerat pidana? Untuk membahasnya lebih lanjut Rivana Pratiwi melalui sambungan daring berbincang dengan Pengamat Kepolisian ISESS, Bambang Rukminto dan Komisioner Kompolnas, Supardi Hamid.

    Sedangkan potongan video Tony Setiobudi diunggah di akun resmi YouTube miliknya pada 11 Oktober 2024 dengan judul “Rheumatoid Arthritis atau Rematik|DR Tony Setiobudi”. 



    Dalam video tersebut Tony membahas rheumatoid arthritis atau yang sering dikenal sebagai penyakit rematik. Rematik adalah penyakit autoimun kronis yang menyerang jaringan sendi dan menyebabkan peradangan. Kenali gejala, faktor risiko dan pahami pentingnya pengobatan yang tepat dan perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi gejala.

    Dokter Tony merupakan spesialis bedah tulang di RS Mount Elizabeth Hospital Singapura dan bukan Endokrinologi seperti disebutkan dalam video di atas.

    Tempo juga memverifikasi video dengan video detector, Deepware. Hasil analisis Deepware menunjukkan bahwa 99 persen kemungkinan audio dalam video CNN tersebut telah diubah dengan generator AI.

    Kesimpulan



    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa CNN menyiarkan penemuan obat diabetes dokter Tony Setiobudi tersebut adalahkeliru. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-25297) Keliru, Website Pendaftaran Program Petani Milenial 2024

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/01/2025

    Berita



    Sebuah  konten beredar di Facebook [ arsip ] yang diklaim tautan untuk mengakses formulir pendaftaran program Petani Milenial 2024 dari Kementerian Pertanian (Kementan). Tautan itu menuju website: https://lowongankerjamudah.my.id/d/petani-milineal-2024/.

    Konten itu juga menampilkan poster dengan foto Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dan selebriti Raffi Ahmad. Poster bertuliskan pembukaan lowongan Petani Milenial 2024 dengan gaji Rp 10 juta per bulan.



    Namun, benarkah tautan itu adalah situs untuk mendaftar program Petani Milenial 2024?

    Hasil Cek Fakta



    Tautan yang beralamat di https://lowongankerjamudah.my.id/d/petani-milineal-2024/ bukanlahwebsiteresmi untuk mendaftar program Petani Milenial. 

    Dilansir Tempo, informasi resmi tentang pendaftaran dan pelatihan program Petani Milenial 2024 hanya bisa diakses diwebsite resmi Kementan yakni https://latihanonline.pertanian.go.id.  

    Peserta yang ingin mendaftar program tersebut dapat mengikuti langkah-langkah untuk mendaftar:  

    Adapun syarat peserta dalam program ini di antaranya berusia 19 hingga 39 tahun dan memiliki minat atau pengalaman dalam bidang pertanian.

    Kementan juga membuka kesempatan bagi petani yang sudah memiliki usaha pertanian dan ingin mengembangkan kemampuannya melalui teknologi digital, melalui program ini.

    Keterangan dari akun Instagram Kementan menyatakan bahwa program Petani Milenial memiliki nama lain, yakni Brigade Milenial. Meskipunwebsite formulir pendaftaran resmi program itu sedang tidak bisa diakses, Kementan menyarankan mencari informasi terkait program itu di website resmi dinas pertanian masing-masing daerah.

    Menteri Pertanian sesungguhnya tidak mengatakan peserta program akan mendapat gaji Rp 10 juta, alias pemerintah tidak mengeluarkan gaji untuk peserta program. Uang Rp 10 juta adalah proyeksi penghasilan mandiri peserta yakni dari hasil panen. 

    Modus Penipuan dengan Web Palsu 

    Narasi yang beredar tentangwebsite palsu untuk pendaftaran program pemerintah termasuk penipuan (scam).Scam menggunakan identitas palsu, salah satunyawebsite palsu, untuk mengambil keuntungan dari korbannya, menurut perusahaan keamanan digital Kaspersky

    Penipu biasanya menggunakan peringatan keamanan palsu, iming-iming hadiah atau sumber penghasilan besar, dan format penipuan lainnya untuk memikat korban. Mereka mengincar data pribadi, data akun keuangan, hingga pembobolan kartu kredit.

    Praktik ini juga disebut rekayasa sosial atausocial engineeringyang memanfaatkan kelemahan masyarakat. Misalnya masyarakat yang mendambakan penghasilan besar diiming-imingi hadiah, dan ketidaktelitian masyarakat padawebsite palsu, digunakan untuk mengelabui untuk mendapatkan data pribadi mereka.

    Cara menghindari praktikscam di antaranya dengan memeriksa keaslian alamatwebsite. Bila terkait program Petani Milenial yang digelar Kementan, maka sangat dianjurkan menyimak informasi diwebsite resmi Kementan atau dinas pertanian masing-masing daerah.

    Kemudian hati-hati bila orang tak dikenal tiba-tiba meminta transferan sejumlah uang. Karena uang yang ditransfer ke penipu tidak akan bisa kembali. Ketiga, hati-hati terhadap janji yang muluk-muluk yang mengharuskan kita melakukan sejumlah aktivitas berisiko.

    Keempat, carilah informasi yang cukup di internet sebelum memutuskan untuk berurusan dengan sebuahwebsite. Terakhir, selalu gunakan saluran internet yang aman.

    Kesimpulan



    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa tautanwebsite pendaftaran program Petani Milenial 2024 yang disebarkan di Facebook adalah tautan situs palsu, bagian dari praktikscam. Narasi konten tersebutkeliru.

    Rujukan