• (GFD-2025-25313) [HOAKS] Rumah Sakit Permata Cibubur Dijual

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan media sosial dengan narasi yang menyebut Rumah Sakit Permata Cibubur, Kota Bekasi, Jawa Barat dijual.

    Unggahan itu juga menyertakan luas tanah dan bangunan, serta harga yang ditawarkan.

    Akan tetapi, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Unggahan yang menyebut Rumah Sakit Permata Cibubur dijual muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut membagikan unggahan berisi penawaran untuk membeli rumah sakit di Kota Bekasi itu.

    Pihak yang tertarik diminta menghubungi nomor ponsel yang ada dalam unggahan.

    Hasil Cek Fakta

    Pihak Rumah Sakit Permata Cibubur menyebut unggahan itu adalah hoaks.

    Manajamen RS Permata Cibubur tidak pernah menawarkan rumah sakit itu untuk dijual. Mereka meminta masyarakat tidak menyebarluaskan informasi keliru tersebut.

    "Kami mengklarifikasi dan menyatakan berita penjualan Rumah Sakit Permata Cibubur adalah tidak benar (hoaks)," tulis manajemen Rumah Sakit Permata Cibubur melalui akun Instagram-nya.

    Manajemen Rumah Sakit Permata Cibubur menyebutkan, pihaknya akan melaporkan dan menindaklanjuti secara hukum pihak yang masih menyebarluaskan informasi keliru itu.

    "Kami mengingatkan bahwa pihak yang membuat dan atau menyebarkan berita tidak benar dapat dikenakan sanksi hukum Pasal 28 (1) UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 dengan perubahan Nomor 19 Tahun 2016," tulis pihak Rumah Sakit Permata Cibubur. 

    Kesimpulan

    Unggahan yang menyebut Rumah Sakit Permata Cibubur dijual tidak benar atau hoaks.

    Pihak manajemen Rumah Sakit Permata Cibubur membantah narasi itu. Mereka tidak pernah menawarkan rumah sakit untuk dijual.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25229) Cek Fakta: Hoaks Shin Tae-yong Jadi Pelatih Timnas Brunei Darussalam pada 15 Januari 2024

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/01/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang pelatih sepak bola asal Korea Selatan, Shin Tae-yong menjadi pelatih Timnas Brunei Darussalam beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 15 Januari 2025.
    Akun Facebook itu mengunggah foto Shin Tae-yong dan skuad Timnas Brunei Darussalam. Foto itu kemudian dikaitkan dengan kabar Shin Tae-yong resmi melatih Timnas Brunei Darussalam.
    "Resmi,Shin Tae Yong menjadi pelatih timnas Brunei Darusalam...Mungkinksh Brunei menjelma jadi raksasa baru di asia tenggara??kita nantikan saja kiprahnya bersama pelatih barunya," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 68 kali direspons dan mendapat 24 komentar dari warganet.
    Benarkah kabar tentang Shin Tae-yong resmi melatih Timnas Brunei Darussalam pada 15 Januari 2025? Berikut penelusurannya.
     
    Ikuti Kuis Cek Fakta Liputan6.com di Aplikasi Youniverse dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.
    Caranya mudah:
    * Gabung ke Room Cek Fakta di aplikasi Youniverse
    * Scroll tab ke samping, klik tab “Campaign”
    * Klik Campaign “Kuis Cek Fakta”
    * Klik “Check It Out” untuk mengikuti kuisnya
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com kabar tentang Shin Tae-yong resmi menjadi pelatih Timnas Brunei Darussalam pada 15 Januari 2025. Penelusuran dilakukan dengan mengunjungi laman resmi Asosiasi Sepak Bola Brunei Darussalam, the-fabd.com dan akun Instgramnya @fa.bruneidarussalam.
    Hasilnya, tidak ditemukan informasi mengenai Shin Tae-yong yang disebut-sebut melatih Timnas Brunei Darussalam.
    Dikuti dari situs transfermarkt.co.id, Timnas Brunei Darussalam saat ini masih dilatih oleh Vinícius Eutrópio. Berdasarkan laporan transfermarkt, pria kelahiran Brasil itu diangkat menjadi pelatih kepala Timnas Brunei Darussalam sejak 20 Oktober 2024.
     

    Kesimpulan


    Kabar tentang Shin Tae-yong resmi menjadi pelatih Timnas Brunei Darussalam pada 15 Januari 2025 ternyata tidak benar alias hoaks. Faktanya, tidak ada informasi valid yang mendukung klaim tersebut.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25232) [SALAH] Ada Agenda Terselubung Bank Indonesia di Balik Rupiah Digital

    Sumber: instagram.com
    Tanggal publish: 22/01/2025

    Berita

    Akun Instagram “aguseven” pada Kamis (26/12/2024) mengunggah video [arsip] berisi klaim yang menyebut ada agenda terselubung Bank Indonesia (BI) tentang diluncurkannya Rupiah Digital pada tahun 2025.
    Berikut narasi lengkapnya:
    Ada agenda terselubung Bank Sentral Indonesia BI yang saya kuliti satu persatu
    Rupiah Digital akan di pecah menjadi beberapa bagian yg TIDAK bisa di tukar satu sama lain
    Rupiah digital di bagi menjadi :
    Uang Primer: hanya Khusus utk membeli makanan pokok/ kebutuhan harian
    Uang Sekunder: Khusus untuk liburan/Hiburan/ Kesenangan dan kebutuhan khusu
    Uang Tertier: Uang untuk membeli barang2 mewah seperti mobil, emas, rumah dll
    Karyawan gajinya akan di bagi, Uang primer berapa, Sekunder berapa dan Tertiernya berapa, Jika makanan habis dan uang primer habis, maka ga bisa beli makanan pakai uang yg lainya. inilah yg membuat Karyawan semakin miskin dan menderita
    PADA AKHIRNYA Semua karyawan hanya meminta GAJI dgn UANG PRIMER untuk KEBUTUHAN POKOK saja, JADI KARYAWAN GA AKAN BISA KEBELI RUMAH, EMASI MOBIL apalagi sampai LIBURAN
    Per Selasa (21/1/2025) konten tersebut telah mendapatkan 6.183 suka, 521 komentar dan telah dibagikan 7.195 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) pertama-tama menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Rupiah Digital” ke mesin pencarian Google.
    Hasilnya, ditemukan artikel dari Bank Indonesia mengenai pengertian dan jenis-jenis dari uang digital. Berdasarkan artikel yang tayang Jumat (17/2/2023) itu, narasi soal agenda bank sentral tentang “pembagian fungsi pecahan rupiah digital sebagai uang primer, sekunder, dan tersier” adalah tidak benar.
    Rupiah Digital akan diterbitkan dalam dua jenis: wholesale (w-Rupiah Digital) untuk transaksi keuangan skala besar seperti operasi moneter dan pasar uang, dan ritel (r-Rupiah Digital) untuk transaksi pembayaran dan transfer yang dapat diakses publik.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “ada agenda terselubung Bank Indonesia di balik rupiah digital” itu merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-25236) Hoaks Kematian Anak Akibat Tersetrum Sepeda Listrik

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/01/2025

    Berita

    tirto.id - Menyusul makin populernya kendaraan listrik di tengah masyarakat Indonesia, sebuah video beredar di sejumlah akun media sosial, dengan narasi bahwa seorang anak meninggal dunia akibat tersetrum sepeda listrik.

    "Selalu hati-hati Kesetrum sepeda listrik karena konsleting batre menyentuh body sepeda," begitu bunyi pesan unggahan akun "Anjung Sikuk" pada 9 januari 2024 (arsip).

    Bersama keterangan tersebut, disertakan sebuah video yang menunjukkan sebuah sepeda listrik yang tergeletak di jalan. Tidak jauh dari situ, ada seorang anak perempuan yang berlumuran darah tergeletak, dikerubungi banyak orang.

    Memantau kolom komentar, pengunggah video menyebut kejadian ini bertempat di Sukoharjo, Jawa Tengah.

    Video reels ini telah mengumpulkan lebih dari 4 ribu tanda suka, 1 ribu komentar, dan dibagikan ulang setidaknya 7 ribu kali.

    Kami menemukan setidaknya lima unggahan serupa, pada medio 12 Januari 2025-17 Januari 2025, di antaranya dari akun "Nisha S" (arsip), "Rio Banjit" (arsip), "Cantux Kaleem" (arsip), "Shanty Wibowo" (arsip), dan "Arifah Nikmah Daily" (arsip). Rata-rata, masing-masing video mengumpulkan ratusan penonton, yang tercermin dari tanda suka dan komentar yang tersemat.

    Kami juga menemukan video dengan narasi serupa tersebar di Instagram pada akhir Oktober 2024 lalu. Kami menemukan setidaknya unggahan dari akun @aldivaya (arsip), @lasinranginfo (arsip), dan @kecebong_ungu_ (arsip).

    Beberapa perbincangan di kolom komentar unggahan menunjukkan bahwa penonton video yang mempertanyakan kebenaran narasi tersebut. Lalu, bagaimana faktanya? Apakah benar video yang menunjukkan kecelakaan di jalan tersebut adalah kematian seseorang akibat tersetrum sepeda listrik?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto mencoba melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image search) dari salah satu cuplikan video tersebut. Hasil pencarian mengarahkan ke konten berikut. Obrolan di grup "Seputar Facebook" sempat membahas kejadian ini.

    Akun "Jhon Samkot" menyebut kejadian meninggal akibat kesetrum akibat kesetrum sepeda listrik tersebut terjadi di Sukoharjo pada November 2024. Namun, di kolom komentar ada salah satu komentar yang menyertakan narasi berbeda. Kejadian tersebut disebut adalah kecelakaan di Makassar. Kejadian sebenarnya adalah bahwa anak tersebut sedang mengendarai sepeda listrik, sebelum kemudian tertabrak mobil, berdasar pemberitaan Tribun dalam foto tersebut.

    Tirto mencoba mencari informasi lebih lanjut terkait kejadian tersebut dengan pencarian di Google menggunakan narasi kecelakaan sepeda listrik di Makassar.

    Kami menemukan artikel dari media lokal Makassar Terkini pada Juli 2023 lalu. Video tersebut disebut beredar pertama di Instagram lewat unggahan akun @mksinfo.official pada 26 Juli 2023. Menurut informasi unggahan, anak dalam video meninggal dunia setelah ditabrak mobil box di jalan raya.

    Kami mencoba mengunjungi akun instagram @mksinfo.official dan menemukan video yang dimaksud diunggah pada 26 Juli 2023. "Baru-baru ini, viral seorang anak meninggal dunia setelah tertabrak mobil box di jalan raya. Menurut informasi, korban yang mengendarai sepeda listrik itu hilang kendali dan keluar jalur," begitu tulis keterangan penyerta unggahan tersebut.

    Video ini nampaknya juga sudah berulang kali tersebar dengan informasi penyerta yang salah. Pada 28 Maret 2024, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi, saat itu masih Kominfo) sempat membuat bantahan juga terkait narasi ini. Komdigi memberi label hoaks informasi ini.

    Terkait dengan aturan penggunaan sepeda listrik di jalan raya, mengutip artikel Kompas.com, penggunaan sepeda listrik di jalan raya bisa mendapat tilang dari kepolisian. "Karena ini sudah berkaitan dengan keselamatan, dan sejauh ini, sepeda listrik belum termasuk kendaraan yang layak dioperasikan di jalan umum," ujar Kasubdit Standar Cegah dan Tindak Ditkamsel Korlantas Polri Kombes Pol Mohammad Tora.

    Kesimpulan

    Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan video yang menunjukkan kecelakaan lalu lintas dengan narasi kematian akibat kesetrum sepeda listrik bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Unggahan yang tersebar di media sosial adalah video dari tahun 2023 di Makassar. Meskipun benar ada kecelakaan yang merenggut nyawa pengendara sepeda listrik, akibatnya bukan karena tersetrum. Anak yang mengendarai sepeda listrik itu tertabrak mobil box di jalan raya.

    Rujukan