• (GFD-2024-24624) [HOAKS] Pandemi SEERS Akan Terjadi pada April 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/12/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Tersiar narasi mengenai penyakit SEERS yang akan terjadi pada April 2025. Narasi ini muncul dalam sejumlah unggahan media sosial pada Desember 2024.

    Ada narasi yang mengeklaim penyakit tersebut menyasar anak-anak. Ada pula yang menyebut SEERS adalah kepanjang dari Sindrom Pernapasan Enterovirus Epidemi Berat.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.

    Informasi mengenai pandemi SEERS yang akan terjadi pada 2025 disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah akun pada Selasa (10/12/2024):

    Om BG Psikopat kampanye Virus sudah GAGAL tapi masih maksa

    Lihat ini!Gates mengumumkan pandemi 2025 akan dipasarkan sebagai SEERS!

    Setelah kampanye pemasaran pandemi Cacar Monyet dan Flu Burung yang gagal, Kompleks Bio-Farmasi membutuhkan nama dan akronim yang lebih mengancam.

    "Sindrom Pernapasan Enterovirus Epidemi Berat (SEERS)".

    akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Selasa (10/12/2024), mengenai pandemi SEERS yang akan terjadi pada 2025.

    Hasil Cek Fakta

    SEERS adalah penyakit fiktif yang dibuat untuk latihan kesehatan masyarakat dan pemerintah, sebagai bagian dari simulasi antisipasi pandemi.

    Latihan kesiapsiagaan pandemi bertajuk Catastrophic Contagion ini diadakan pada Oktober 2022 di Brussel.

    Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dan Pusat Keamanan Kesehatan Universitas Johns Hopkins mengadakan serangkaian simulasi, untuk mendiskusikan cara terbaik merespons sebaran penyakit.

    Mereka juga bekerja sama dengan WHO dan Bill dan Melinda Gates Foundation.

    Salah satu simulasinya menggunakan skenario penyakit yang dibayangkan lebih para dari Covid-19, yang menyerang anak-anak dan remaja.

    Penyakit fiksi dalam simulasi itu disebut "Sindrom Pernafasan Enterovirus Epidemi Parah 2025".

    Sebelumnya, pemeriksa fakta Reuters dan Associated Press telah membantah narasi mengenai penyakit SEERS.

    Kesimpulan

    Narasi mengenai pandemi SEERS yang akan terjadi pada 2025 merupakan hoaks.

    Penyakit SEERS bukanlah penyakit yang nyata, melainkan bagian dari simulasi latihan kesiapsiagaan bencana bertajuk Catastrophic Contagion.

    Simulasi ini diadakan di Brussel pada 2022 oleh Universitas Johns Hopkins, WHO, bekerja sama dengan WHO dan Bill dan Melinda Gates Foundation.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24625) [HOAKS] Foto Warga Suriah Shalat Usai Kejatuhan Rezim al-Assad

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/12/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar sebuah foto yang menampilkan barisan orang menjalankan ibadah shalat di hadapan sebuah masjid.

    Foto itu diklaim sebagai warga Suriah yang melaksanakan shalat usai kejatuhan rezim Bashar al-Assad.

    Namun setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam foto keliru.

    Foto warga Suriah shalat usai kejatuhan rezim al-Assad disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (9/12/2024):

    Hari ini rakyat Suriah sedang melaksanakan shalat Al-Fath (shalat sunnah setelah memperoleh kemenangan), shalat itu belum dikerjakan sejak lebih dari 300 tahun lalu.

     

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan metode reverse image search untuk menelusuri jejak digital gambar yang beredar.

    Hasil pencarian menggunakan TinEye mengarahkan gambar ke situs berbagi gambar Alamy.

    Keterangan foto menyebutkan, umat Islam melaksanakan shalat Idul Adha di Masjid Jama, New Delhi, India pada 13 September 2016.

    Foto Masjid Jama yang dipenuhi barisan jemaah juga ditemukan di Shutterstock ini dan ini.

    Meski tahun dan barisan jemaah berbeda, tetapi penampakan Masjid Jama tetap sama.

    Reuters juga mengunggah foto barisan umat Muslim yang beribadah id depan Masjid Jama pada 6 Oktober 2014.

    Kesimpulan

    Foto umat Islam di India beribadah di depan Masjid Jama, New Delhi disebarkan dengan konteks keliru.

    Jemaah dalam foto tersebut bukanlah warga Suriah yang shalat usai jatuhnya rezim Bashar al-Assad.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24636) [KLARIFIKASI] Video Perlihatkan Kecelakaan Tol Cipularang pada November 2024, Bukan Desember

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/12/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar video kecelakaan yang diklaim terjadi di Tol Cipularang. Video itu diunggah pada 12 Desember 2024, sehingga seolah baru saja terjadi.

    Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut keliru dan perlu diluruskan.

    Video yang menampilkan kecelakaan di Tol Cipularang dibagikan oleh akun Facebook ini , ini dan ini

    Salah satu akun menuliskan keterangan:

    Laka terparah di tol cipularang

    INNALILLAHI WAINNAILAIHI ROJIUN TERJADI KECELAKAAN BERUNTUN DI TOL MENGAKIBATKAN BANYAK KORBAN LUKA-LUKA

     

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook kecelakaan di Tol Cipularang yang dibagikan pada 12 Desember 2024

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar video tersebut dan menelusurinya menggunakan Google Lens. Hasilnya, video tersebut identik dengan unggahan di kanal YouTube Warta Kota ini.

    Dalam keterangan teksnya, video itu adalah kecelakaan beruntun di  Tol Cipularang Km 92 arah Jakarta pada 11 November 2024. 

    Dikutip dari Kompa,id, berdasarkan keterangan polisi, kecelakaan di Tol Cipularang dipicu oleh truk pengangkut kardus yang melaju dari arah Bandung menuju Jakarta.

    Saat tiba di lokasi kejadian, di jalan menikung dan menukik tajam, pengemudi truk kehilangan kendali karena rem blong. 

    Akibatnya, truk yang melaju kencang itu menabrak kendaraan yang berjalan beriringan di depannya. Total ada 16 kendaraan umum dan pribadi di depan truk.

    Dalam peristiwa itu satu orang meninggal dunia. Sementara, tujuh orang mengalami luka berat dan 21 lainnya luka ringan. 

    Kesimpulan

    Video yang seolah-olah menampilkan kecelakaan di Tol Cipularang terjadi pada Desember 2024 keliru.

    Faktanya video tersebut adalah kecelakaan beruntun di Tol Cipularang Km 92 pada 11 November 2024.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24591) [SALAH] Pembangunan IKN Mangkrak dan Merugi

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 13/12/2024

    Berita

    Akun X “AntiT41p4nPIK2” pada Rabu (2/12/2024) mengunggah video [arsip] disertai narasi:

    Jangankan IKN gedung segini aja mangkrak hasil karya mulyono.

    Per Jumat (13/12/2024) video itu sudah ditonton lebih dari 82 ribu kali dan dibagikan ulang sekitar 830 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukan sejumlah tangkapan layar dari unggahan itu ke Google Lens. Hasilnya, ditemukan ada video serupa yang diunggah akun TikTok “paguyupanmerrdancbd”.

    Faktanya, konteks asli video tidak ada hubungannya dengan pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Konten yang beredar merupakan potongan video pembangunan kawasan Central Business District (CBD) Surabaya.

    Dilansir dari cnnindonesia.com, pembangunan tahap I Kota Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, mencapai 93 persen per 22 September 2024.

    Kesimpulan

    Unggahan video berisi narasi “pembangunan IKN mangkrak dan merugi” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

    (Ditulis oleh Yudho Ardi)

    Rujukan