• (GFD-2024-24593) Cek Fakta: Foto Pertemuan Mantan Presiden Jokowi-Kapolri dengan Miftah Maulana Ini Terjadi pada September Bukan Desember 2024

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/12/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan foto mantan presiden Jokowi bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo bertemu dengan Miftah Maulana atau Gus Miftah pada Desember 2024. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 8 Desember 2024.
    Di dalam postingannya terdapat foto mantan Presiden Jokowi bersama Kapolri bertemu Miftah. Foto itu disertai narasi:
    "Memalukan buat Prabowo kalau sampai pengunduran diri Miftah bisa dianulir oleh Sang Mantan dan kapolri.
    Tiba-tiba Jokowi dan kapolri datang ke rumah gus Miftah ADA APA INI??"
    Akun itu menambahkan narasi "Apakah ADA KASUS BESAR yang sedang berusaha ditutupi"
    Lalu benarkah postingan foto mantan presiden Jokowi bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo bertemu dengan Miftah Maulana pada Desember 2024?
    Ikuti Kuis Cek Fakta Liputan6.com di Aplikasi Youniverse dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.
    Caranya mudah:
    * Gabung ke Room Cek Fakta di aplikasi Youniverse
    * Scroll tab ke samping, klik tab “Campaign”
    * Klik Campaign “Kuis Cek Fakta”
    * Klik “Check It Out” untuk mengikuti kuisnya
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan foto yang identik dengan postingan. Foto itu diunggah Miftah Maulana di akun Instagram resminya, @gusmiftah yang sudah bercentang biru atau terverifikasi.
    Namun foto tersebut bukan diunggah pada Desember 2024 namun pada 19 September 2024.
    Berikut narasi dalam postingan itu:
    "Matur nuwun bapak presiden @jokowi atas hadirnya di rangkaian harlah @ponpesoraaji yang ke 12……"
    Nama Miftah Maulana atau Gus Miftah mencuat usai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan itu melontarkan kata gob**k kepada seorang penjual es teh dalam sebuah acara. Ia pun menyampaikan keputusannya untuk mundur dari jabatannya pada Jumat (6/12/2024).

    Kesimpulan


    Postingan foto mantan presiden Jokowi bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo bertemu dengan Miftah Maulana pada Desember 2024 adalah tidak benar. Faktanya pertemuan dalam foto itu terjadi pada September 2024.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24595) Apa Iya Ustaz Adi Resmi Gantikan Miftah Jadi Utusan Presiden?

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/12/2024

    Berita

    tirto.id - Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah menjadi sorotan usai menghina seorang pedagang es teh saat acara pengajian di Magelang, penghujung November 2024 lalu. Buntut peristiwa itu, ia pun mendapat teguran langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto.

    Gus Miftah lantas memutuskan mengundurkan diri sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Hal itu ia sampaikan di Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, DIY, Jumat (6/12/2024).

    Presiden Prabowo pun menyatakan bakal segera mencari pengganti, dengan turut melibatkan berbagai pihak.

    Menyoal pengganti Gus Miftah tersebut, muncul sebuah video di aplikasi TikTok yang mengklaim bahwa Ustaz Adi Hidayat yang akan menduduki jabatan Gus Miftah sebelumnya, yakni sebagai Utusan Khusus Presiden.

    Video menampilkan foto Ustaz Adi Hidayat sedang bersalaman dengan presiden Prabowo. Klip berdurasi 16 detik ini salah satunya diunggah oleh akun “malique.seanalfatih”, (arsip) pada Minggu (8/12/2024) lalu.

    “RESMI Ustadz Adi Hidayat akan menggantikan Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden (Stafsus) setelah Gus Miftah mengundurkan diri dari jabatan tersebut,” begitu bunyi teks yang terpampang dalam video.

    Sampai Kamis (12/12/2024), video tersebut telah menyedot perhatian publik, hingga ditonton sebanyak 293 ribu kali, serta memperoleh lebih dari 2 ribu likes, 691 komentar, dan 448 kali dibagikan. Jika menilik kolom komentar, sebagian warganet terlihat mengucap syukur, akan tetapi ada juga yang mempertanyakan tautan berita terkait.

    Tirto menjumpai video dengan narasi senada di Instagram, seperti bisa dilihat di sini.

    Lantas, benarkah Ustaz Adi Hidayat menggantikan Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden?

    Hasil Cek Fakta

    Meski nama Ustaz Adi Hidayat santer disebut sebagai pengganti untuk posisi yang ditinggalkan Gus Miftah, hingga artikel ini terbit pada Kamis (12/12/2024), belum ada sumber resmi atau pemberitaan kredibel yang mengonfirmasi.

    Tim Riset Tirto lalu menonton video yang beredar dari awal hingga akhir. Setelah itu, kami mencoba melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai klaim foto tersebut menggunakan kata kunci “Ustaz Adi Hidayat dengan Prabowo Subianto” di kolom pencarian YouTube.

    Dari hasil penelusuran, Tirto menemukan video serupa yang memuat foto Ustaz Adi Hidayat bersalaman dengan Prabowo Subianto, namun dengan narasi berbeda dari unggahan akun TikTok “malique.seanalfatih”.

    Video bertajuk “Silaturahmi Ustadz Adi Hidayat dengan Prabowo Subianto” ini diunggah oleh kanal YouTube resmi Gerindra TV pada Sabtu (13/4/2019). Dalam keterangan video lawas itu diketahui bahwa potret Ustaz Adi bersalaman dengan Prabowo merupakan dokumentasi silaturahmi Ustaz Adi dengan Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, lima tahun silam.

    Video aslinya menayangkan momen Ustadz Adi Hidayat bersama beberapa artis mengunjungi kediaman Prabowo di Jakarta Selatan. Dalam video, Ustaz Adi, yang saat itu merupakan pendukung pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019, tampak sedang berbincang dengan Prabowo.

    Jadi, bisa disimpulkan kalau foto yang beredar tidak ada kaitannya dengan pelantikan Ustaz Adi sebagai Utusan Khusus Presiden, menggantikan Gus Miftah.

    Lagipula, narasi ini telah diklarifikasi langsung oleh Ustaz Adi Hidayat lewat kanal YouTube miliknya, yakni “Adi Hidayat Official” pada Selasa (10/12/2024) lalu.

    Dalam video panjang berdurasi 8 menit 23 detik itu, Ustadz Adi Hidayat menyampaikan terkait isu yang beredar tentang dirinya yang dikabarkan dilantik menjadi Stafsus (Staf Khusus) oleh pemerintah.

    “Dalam video ini saya menyampaikan bahwa isu yang dimaksud tidak benar adanya. Sekali lagi, kami ingin sampaikan bahwa isu dimaksud, penetapan, pengangkatan, pelantikan, atau apapun diksinya, terkait stafsus itu tidaklah benar adanya,” kata Ustaz Adi pada menit 1:18.

    Dengan demikian, video yang beredar di jagat maya telah diklaim secara keliru. Video hanya menggunakan dokumentasi silaturahmi Ustaz Adi Hidayat dengan Prabowo pada 2019.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, video dengan klaim bahwa Ustaz Adi Hidayat resmi menggantikan Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Foto yang dicantumkan dalam video tersebut merupakan dokumentasi lama tahun 2019, saat Ustaz Adi bersilaturahmi ke kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Rekaman momen itu disiarkan kanal YouTube resmi Gerindra TV pada Sabtu (13/4/2019).

    Narasi ini pun telah diklarifikasi langsung oleh Ustaz Adi Hidayat lewat kanal YouTube miliknya, pada Selasa (10/12/2024) lalu. Dalam klip tersebut, Ustaz Adi menegaskan bahwa isu yang mengaitkan dirinya dengan pergantian Staf Khusus Presiden tidaklah benar.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24596) [SALAH] Jokowi Seret Prabowo di Kasus KM 50

    Sumber: youtube.com
    Tanggal publish: 13/12/2024

    Berita

    Beredar video dari kanal YouTube “KAJIAN ASWAJA” berisi klaim yang menyebut Jokowi seret Prabowo di kasus KM 50.

    Berikut narasi lengkapnya:
    MERINDING! BARU SUBUH INI TERBONGKAR, JKW SERET PRABOWO DIKASUS KM50 SEINDONESIA TERKEJUT

    SEINDONESIA DIBIKIN TERKEJUT
    INFO PALING HEBOH SUBUH INI
    JKW SERET PRABOWO DIKASUS KM50

    Sejak diunggah Minggu (8/12/2024) hingga Jumat (13/12/2024) video tersebut telah ditonton lebih dari 72.000 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) pertama-tama menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Jokowi seret Prabowo di kasus KM 50” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi tentang Jokowi seret Prabowo di kasus KM 50.

    TurnBackHoax kemudian menelusuri sampul foto video itu lewat Google Lens dan tidak menemukan gambar serupa. Potret dalam thumbnail video merupakan hasil suntingan atau manipulasi dari penggabungan sejumlah gambar.

    Setelah memasukkan salah satu bagian gambar dalam video ke Yandex Image Search, diketahui video berdurasi 43 menit 51 detik itu hanya menayangkan ulang video dari kanal YouTube Refly Harun berjudul “?LIVE! JKW KABUR DARI KM 5O?! BAGAIMANA DENGAN PRABOWO? PARA TOKOH ORASI!” yang tayang Sabtu (7/12/2024).

    Kesimpulan

    Tidak ada sumber kredibel yang membenarkan Jokowi seret Prabowo di kasus KM 50.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24597) Keliru, Video Pendakwah Adi Hidayat Mengaku Hampir Dibunuh dan Menemukan Metode Obati Hipertensi

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/12/2024

    Berita



    Sebuah video beredar di Facebook [ arsip ] yang diklaim bahwa pendakwah Adi Hidayat sedang mempromosikan metode penyembuhan untuk hipertensi atau tekanan darah tinggi. 

    Video tersebut memperlihatkan pria yang kerap disapa Ustad Adi Hidayat (UAH) itu,  menceritakan pengalaman hidupnya saat hampir dibunuh atas perintah bos perusahaan produsen obat hipertensi.

    Sehingga dia kemudian menemukan metode buatan sendiri, yang dapat membersihkan kolesterol dari pembuluh darah, menormalkan tekanan darah secara permanen menghilangkan risiko serangan jantung dan stroke, yang dapat digunakan oleh semua orang Indonesia.



    Namun, apakah video Adi Hidayat yang mengumumkan pembunuhan atas dirinya dan penemuan metode menyembuhkan hipertensi itu asli?

    Hasil Cek Fakta



    Tempo menggunakan layanan reverse images search dari mesin pencari Google untuk menemukan video asli dari konten yang beredar tersebut. Ditemukan video serupa, yang memperlihatkan Adi Hidayat membahas hal lain, bukan metode mengatasi hipertensi. Berikut hasil penelusurannya:

    Verifikasi Video



    Video aslinya ditemukan di saluran YouTube Adi Hidayat Official, yakni diunggah tanggal 11 Mei 2019. Sesungguhnya dalam video itu, dia menjelaskan tentang hukum fiqih Islam terkait perempuan yang menikah tanpa restu orang tua.

    Dalam video aslinya, Adi Hidayat tidak mengatakan sebagai korban percobaan pembunuhan maupun menemukan metode ampuh mengobati darah tinggi dan penyakit lainnya.

    Pemindaian menggunakan aplikasi pendeteksi konten berbasis AI Truemedia.org, juga menemukan bukti kuat bahwa video yang beredar telah diubah menggunakan AI (kecerdasan buatan)sehingga seakan-akan memperlihatkan Adi Hidayat membicarakan pembunuhan dan penemuan metode penyembuhan hipertensi.



    Bukti paling kuat ditemukan dari unsurvoice atau suara dalam video tersebut. Kemungkinan suara tersebut dibuat menggunakan generator AI sebesar 99 sampai 100 persen.

    Waspadai Penipuan Deepfake untuk Penjualan Obat

    Dilansir website perusahaan keamanan siber, Bitdefender.com pada 10 Juli 2024, banyak didapati iklan di media sosial yang tergolong penipuan dengan modus penjualan obat atau suplemen, menggunakan kontendeepfake atau video palsu yang dihasilkan dengan aplikasi AI.

    “Penipuan ini melibatkan penjahat yang membuat iklan dan situs web palsu yang menawarkan produk, pengobatan, atau perawatan ajaib berbiaya rendah yang menjanjikan dapat menyembuhkan kondisi yang sulit disembuhkan, bahkan kanker, bunyi potongan artikel tersebut.

    Peneliti mereka telah memantau iklan-iklan jenis itu dan menyimpulkan sejumlah poin temuan, sebagai berikut:

    Penipu-penipu itu memilih memilih saluran iklan di Meta karena lebih mudah menyasar korban dengan ciri-ciri tertentu dan menyesuaikan pesan dengan karakteristik akun tersebut agar tampak meyakinkan. Sementara penggunaan video palsu para tokoh bertujuan menambah tingkat keberhasilan upaya penipuan mereka.

    Kesimpulan



    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar memperlihatkan Adi Hidayat mengaku hampir menjadi korban pembunuhan dan telah menemukan metode menyembuhkan hipertensi adalah klaimkeliru.

    Video itu sesungguhnya bagian dari konten dakwah Adi Hidayat, bukan promosi metode penyembuhan penyakit. Video telah direkayasa menggunakan aplikasi AI dan digunakan untuk melakukan penipuan.

    Rujukan