KOMPAS.com - Tersiar kabar yang menyebutkan bahwa Gunung Raung meletus. Kabar ini muncul dalam sejumlah unggahan di media sosial.
Gunung yang terletak di perbatasan Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi tersebut diklaim meletus pada Desember 2024.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Informasi yang menyebutkan Gunung Raung meletus disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.
Pengunggah menyertakan video disertai suara radio yang menyebutkan ada bangunan rusak berat di Kecamatan Sumberwringin, Desa Rejo Agung.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Selasa (10/12/2024):
Sekilas info, gunung raung meletus baru saja, yg pnya saudara atau teman daerah sumber wringin, plampang, rejo agung sruh cepat ngungsi dulu
akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Selasa (10/12/2024), menyebutkan Gunung Raung meletus.
(GFD-2024-24609) [HOAKS] Gunung Raung Meletus pada Desember 2024
Sumber:Tanggal publish: 13/12/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Sigit Purnomo membantah kabar mengenai meletusnya Gunung Raung.
Pos pantau Gunung Raung melaporkan, belum ada peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Raung.
Gunung tersebut juga masih berada di level waspada.
Sigit mengatakan, suara dalam video yang beredar kemungkinan merupakan rekaman simulasi penanganan bencana.
"Itu kayaknya simulasi. Kayaknya gladi penanganan bencana," kata Sigit, pada Selasa (10/12/2024) dikutip dari Tribunnews.
Camat Sumberwringin, Probo Nugroho juga memastikan kabar mengenai meletusnya Gunung Raung tidak benar.
Pos pantau Gunung Raung melaporkan, belum ada peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Raung.
Gunung tersebut juga masih berada di level waspada.
Sigit mengatakan, suara dalam video yang beredar kemungkinan merupakan rekaman simulasi penanganan bencana.
"Itu kayaknya simulasi. Kayaknya gladi penanganan bencana," kata Sigit, pada Selasa (10/12/2024) dikutip dari Tribunnews.
Camat Sumberwringin, Probo Nugroho juga memastikan kabar mengenai meletusnya Gunung Raung tidak benar.
Kesimpulan
Narasi yang menyebutkan Gunung Raung meletus pada Desember 2024 merupakan hoaks.
BPBD Bondowoso memastikan tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Raung. Rekaman yang beredar bersumber dari simulasi penanganan bencana.
BPBD Bondowoso memastikan tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Raung. Rekaman yang beredar bersumber dari simulasi penanganan bencana.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/598376285933513
- https://www.facebook.com/reel/577309268420245
- https://jatim.tribunnews.com/2024/12/10/beredar-kabar-gunung-raung-meletus-bpbd-bondowoso-tegaskan-hoaks?jxrecoid=c20c2054-c4d4-4a85-bb7c-bace869d5733~hp_tbn&source=widgetArtikelRekomendasi&engine=JXA
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-24610) [HOAKS] Akun Facebook Bagikan Ponsel dalam Rangka HUT Oppo
Sumber:Tanggal publish: 13/12/2024
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial bermunculan akun-akun Facebook mengatasnamakan perusahaan telepon seluler, Oppo.
Akun-akun tersebut menawarkan ponsel baru dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-25 Oppo.
Namun setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, tawaran tersebut merupakan hoaks.
Tawaran ponsel dalam rangka HUT ke-25 Oppo disebarkan oleh akun Facebook dengan nama OppoFANSid17, OppoFANSid14, dan OppoFANSid15
Ada pula akun dengan nama OppoFANSid10 dan OppoFANSid12.
Pengguna diminta menulis ucapan selamat di kolom komentar unggahan.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 2 Desember 2024:
Dalam rangka HUT Oppo yang ke 25, @Oppo akan membagikan 700 ponsel baru kepada siapapun yang menulis ucapan selamat di halaman kami.
Akun-akun tersebut menawarkan ponsel baru dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-25 Oppo.
Namun setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, tawaran tersebut merupakan hoaks.
Tawaran ponsel dalam rangka HUT ke-25 Oppo disebarkan oleh akun Facebook dengan nama OppoFANSid17, OppoFANSid14, dan OppoFANSid15
Ada pula akun dengan nama OppoFANSid10 dan OppoFANSid12.
Pengguna diminta menulis ucapan selamat di kolom komentar unggahan.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 2 Desember 2024:
Dalam rangka HUT Oppo yang ke 25, @Oppo akan membagikan 700 ponsel baru kepada siapapun yang menulis ucapan selamat di halaman kami.
Hasil Cek Fakta
Akun-akun yang menawarkan ponsel bukanlah akun Facebook resmi Oppo.
Akun Facebook Oppo memiliki centang biru yang menandakan akun telah terverifikasi.
Selain itu, informasi mengenai ulang tahun Oppo tidak benar. Berdasarkan informasi di situs web resminya, Oppo didirikan pada 2004.
Sehingga, usia perusahaan teknologi tersebut yakni 20 tahun, bukan 25 tahun.
Selain itu, tidak ditemukan program pembagian ponsel gratis dalam rangka HUT di situs web Oppo.
Tawaran ponsel Oppo yang disebarkan akun-akun Facebook tersebut kemungkinan besar merupakan upaya meningkatkan keterlibatan pengguna.
Terlihat dari cara pengunggah meminta pengguna menulis komentar sebagai syarat mendapatkan hadiah.
Akun Facebook Oppo memiliki centang biru yang menandakan akun telah terverifikasi.
Selain itu, informasi mengenai ulang tahun Oppo tidak benar. Berdasarkan informasi di situs web resminya, Oppo didirikan pada 2004.
Sehingga, usia perusahaan teknologi tersebut yakni 20 tahun, bukan 25 tahun.
Selain itu, tidak ditemukan program pembagian ponsel gratis dalam rangka HUT di situs web Oppo.
Tawaran ponsel Oppo yang disebarkan akun-akun Facebook tersebut kemungkinan besar merupakan upaya meningkatkan keterlibatan pengguna.
Terlihat dari cara pengunggah meminta pengguna menulis komentar sebagai syarat mendapatkan hadiah.
Kesimpulan
Tawaran ponsel dalam rangka HUT ke-25 Oppo merupakan hoaks.
Akun-akun Facebook yang mengunggah tawaran tersebut bukan akun media sosial resmi Oppo. Tidak ada tawaran ponsel gratis di situs web resmi Oppo.
Akun-akun Facebook yang mengunggah tawaran tersebut bukan akun media sosial resmi Oppo. Tidak ada tawaran ponsel gratis di situs web resmi Oppo.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02d2fXHWrWD7oLuJtRzNaXKqcbQTxNBt8DiLYztKDc4JwFFUAwgeQdF5cBQvqDPXczl&id=61569483914146
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02WsL3K9ipkHXPK927mNWtPXnX17Jg9WAGmfNaSCLX82jZLioYAtnSvBTPCUnEst3El&id=61569925640155
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02LvvCsUELp3phs6DHnWxDaesrovXYDGWEHYgA9PpTMmhTyhR9znTvsSReHDhNP6Bil&id=61569284848571
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0G7872h91bnHL3H2M4urDGzMZTom2FSLW4ct64awBRKB8jrSHsrxCsXWLYiYhTnrml&id=61569379490707
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0gwiLArD1tE9QLd27mSdmEoVGxMTe6GavCyYzvdf1WYq6LjcLa34d9HjyJdgAGnvYl&id=61569018281954
- https://www.facebook.com/OPPOIndonesia
- https://www.oppo.com/id/about/#:~:text=OPPO%20adalah%20pemimpin&text=Sejak%20didirikan%20pada%20tahun%202004,dan%20wilayah%20di%20seluruh%20dunia.
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-24619) [KLARIFIKASI] Video Ini Tidak Perlihatkan Eksekusi Algojo Rezim Bashar al-Assad
Sumber:Tanggal publish: 13/12/2024
Berita
Trigger Warning:
Artikel ini mengandung informasi mengenai kekerasan yang berpotensi membuat tidak nyaman pembaca.
KOMPAS.com - Beredar video yang disebut menunjukkan eksekusi mati Sulaeman Hilal Al Naja, yang diklaim sebagai algojo rezim Bashar Al Assad, mantan Presiden Suriah.
Dalam video tersebut, tampak seorang laki-laki digantung di depan umum dengan menggunakan crane (derek). Eksekusi itu disaksikan oleh banyak orang.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu perlu diluruskan.
Video yang diklaim menunjukkan eksekusi mati Sulaeman Hilal Al Naja dibagikan oleh akun Facebook ini pada Kamis (12/12/2024).
Berikut narasi yang dibagikan:
SULAEMAN HILAL Al-Naja dia adalah ALGOJO rezim Bashar Assad, dibawah tangan-nya banyak kaum muslimin yang di SIKSA & MENINGGAL Dunia.
Hari ini, pasca runtuh-nya kekuasaan Rezim Bashar Assad, algojo ini ditangkap dan di lakukan EKSEKUSI dengan cara di GANTUNG rame2 di hadapan rakyat Suriah.
Kebahagiaan tak terkira setelah satu demi satu orang-orang DZALIM telah berlaku aniaya sebelum-nya, kini mereka mendapat balasan-nya.
Screenshot Klarifikasi, video ini bukan menunjukkan eksekusi mati algojo rezim Bashar Al Assad
Artikel ini mengandung informasi mengenai kekerasan yang berpotensi membuat tidak nyaman pembaca.
KOMPAS.com - Beredar video yang disebut menunjukkan eksekusi mati Sulaeman Hilal Al Naja, yang diklaim sebagai algojo rezim Bashar Al Assad, mantan Presiden Suriah.
Dalam video tersebut, tampak seorang laki-laki digantung di depan umum dengan menggunakan crane (derek). Eksekusi itu disaksikan oleh banyak orang.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu perlu diluruskan.
Video yang diklaim menunjukkan eksekusi mati Sulaeman Hilal Al Naja dibagikan oleh akun Facebook ini pada Kamis (12/12/2024).
Berikut narasi yang dibagikan:
SULAEMAN HILAL Al-Naja dia adalah ALGOJO rezim Bashar Assad, dibawah tangan-nya banyak kaum muslimin yang di SIKSA & MENINGGAL Dunia.
Hari ini, pasca runtuh-nya kekuasaan Rezim Bashar Assad, algojo ini ditangkap dan di lakukan EKSEKUSI dengan cara di GANTUNG rame2 di hadapan rakyat Suriah.
Kebahagiaan tak terkira setelah satu demi satu orang-orang DZALIM telah berlaku aniaya sebelum-nya, kini mereka mendapat balasan-nya.
Screenshot Klarifikasi, video ini bukan menunjukkan eksekusi mati algojo rezim Bashar Al Assad
Hasil Cek Fakta
Potongan video itu ditelusuri menggunakan Google Lens. Hasilnya, gambar yang sama ditemukan di stateofthenation.info dan dipublikasikan pada Rabu (11/12/2024).
Keterangan gambar menyebutkan bahwa orang dalam video yang digantung di depan umum itu adalah sepupu Bashar Al Assad.
Kemudian, Kompas.com melakukan penelusuran lebih lanjut terkait pemberitaan hukuman gantung untuk sepupu Bashar Al Assad.
Hasilnya, ditemukan artikel bantahan dari media pemeriksa fakta India, NewsMeter, yang dipublikasikan pada Rabu (11/12/2024).
Dilansir NewsMeter, video tersebut menunjukkan eksekusi Ammar Al-Asaad, seorang warga biasa, yang dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Pidana di Kegubernuran Daraa, Suriah.
Video yang sama diunggah oleh sebuah akun Facebook pada 7 Desember 2024. Akun itu juga mengunggah video eksekusi mati seorang perempuan.
Akun tersebut menyatakan, laki-laki dan perempuan tersebut dieksekusi di lapangan umum kota Khirbet Ghazaleh di pedesaan timur Daraa, Suriah.
Akun tersebut mengidentifikasi laki-laki tersebut sebagai Ammar Al-Asaad dan perempuan tersebut sebagai Diana.
Keduanya dihukum karena membunuh seorang pemuda bernama Mohammed Ziad Al-Haj Ali. Akun tersebut juga menyebutkan bahwa Diana adalah istri Mohammed Ziad Al-Haj Ali.
Kemudian, NewsMeter menemukan artikel yang diterbitkan pada 7 Desember 2024 oleh Daraa 24 Network, media yang meliput berita dari Suriah selatan, khususnya di wilayah Daraa.
Menurut artikel tersebut, Pengadilan Pidana di Kegubernuran Daraa menjatuhkan hukuman mati kepada Ammar Al-Asaad dan Diana pada 14 November 2024.
Keduanya dihukum karena pembunuhan Mohammed Ziad Al-Haj Ali pada malam 11 Agustus 2024. Mereka dieksekusi dengan cara digantung di kota Khirbet Ghazaleh.
Keterangan gambar menyebutkan bahwa orang dalam video yang digantung di depan umum itu adalah sepupu Bashar Al Assad.
Kemudian, Kompas.com melakukan penelusuran lebih lanjut terkait pemberitaan hukuman gantung untuk sepupu Bashar Al Assad.
Hasilnya, ditemukan artikel bantahan dari media pemeriksa fakta India, NewsMeter, yang dipublikasikan pada Rabu (11/12/2024).
Dilansir NewsMeter, video tersebut menunjukkan eksekusi Ammar Al-Asaad, seorang warga biasa, yang dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Pidana di Kegubernuran Daraa, Suriah.
Video yang sama diunggah oleh sebuah akun Facebook pada 7 Desember 2024. Akun itu juga mengunggah video eksekusi mati seorang perempuan.
Akun tersebut menyatakan, laki-laki dan perempuan tersebut dieksekusi di lapangan umum kota Khirbet Ghazaleh di pedesaan timur Daraa, Suriah.
Akun tersebut mengidentifikasi laki-laki tersebut sebagai Ammar Al-Asaad dan perempuan tersebut sebagai Diana.
Keduanya dihukum karena membunuh seorang pemuda bernama Mohammed Ziad Al-Haj Ali. Akun tersebut juga menyebutkan bahwa Diana adalah istri Mohammed Ziad Al-Haj Ali.
Kemudian, NewsMeter menemukan artikel yang diterbitkan pada 7 Desember 2024 oleh Daraa 24 Network, media yang meliput berita dari Suriah selatan, khususnya di wilayah Daraa.
Menurut artikel tersebut, Pengadilan Pidana di Kegubernuran Daraa menjatuhkan hukuman mati kepada Ammar Al-Asaad dan Diana pada 14 November 2024.
Keduanya dihukum karena pembunuhan Mohammed Ziad Al-Haj Ali pada malam 11 Agustus 2024. Mereka dieksekusi dengan cara digantung di kota Khirbet Ghazaleh.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang diklaim menunjukkan eksekusi mati Sulaeman Hilal Al Naja, algojo Bashar Al Assad, perlu diluruskan.
Video tersebut dibagikan dengan konteks keliru. Orang yang dieksekusi mati adalah Ammar Al-Asaad, seorang warga biasa, yang dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Pidana di Kegubernuran Daraa, Suriah karena terbukti melakukan pembunuhan.
Video tersebut dibagikan dengan konteks keliru. Orang yang dieksekusi mati adalah Ammar Al-Asaad, seorang warga biasa, yang dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Pidana di Kegubernuran Daraa, Suriah karena terbukti melakukan pembunuhan.
Rujukan
(GFD-2024-24623) [KLARIFIKASI] Tidak Benar Gus Dur Prediksi Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026
Sumber:Tanggal publish: 13/12/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar unggahan yang mengeklaim Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah memprediksi timnas Indonesia akan lolos di Piala Dunia 2026.
Dalam unggahan disebutkan, ramalan itu disampaikan Gus Dur pada 2006.
Namun, setelah ditelusuri informasi itu tidak tepat. Narasi Gus Dur meramal Indonesia lolos Piala Dunia 2026 keliru dan perlu diluruskan.
Narasi yang mengeklam Gus Dur memprediksi Indonesia lolos di Piala Dunia 2026 muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Threads ini dan Facebook ini, ini, ini, ini
Salah satu akun membagikan gambar dengan keterangan:
Terima kasih atas petunjuknya gusdur
PADA TAHUN 2006 LALU, GUSDUR DITANYA, KAPAN INDONESIA LOLOS PIALA DUNIA, DIA MENJAWAB "20 TAHUN LAGI".
Dalam unggahan disebutkan, ramalan itu disampaikan Gus Dur pada 2006.
Namun, setelah ditelusuri informasi itu tidak tepat. Narasi Gus Dur meramal Indonesia lolos Piala Dunia 2026 keliru dan perlu diluruskan.
Narasi yang mengeklam Gus Dur memprediksi Indonesia lolos di Piala Dunia 2026 muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Threads ini dan Facebook ini, ini, ini, ini
Salah satu akun membagikan gambar dengan keterangan:
Terima kasih atas petunjuknya gusdur
PADA TAHUN 2006 LALU, GUSDUR DITANYA, KAPAN INDONESIA LOLOS PIALA DUNIA, DIA MENJAWAB "20 TAHUN LAGI".
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan dokumentasi video yang menampilkan momen ketika Gus Dur ditanya soal peluang Indonesia lolos ke Piala Dunia pada 2006.
Video dapat dilihat di YouTube Metro TV yang berjudul: "Guyonan Gus Dur Yang Tak Pernah Hilang Dok. 2006".
Dalam video itu, Gus Dur ditanya oleh presenter tentang sosoknya yang dikenal suka guyon atau bercanda.
Presenter juga menanyakan soal sepak bola yang menjadi salah satu tontonan favorit Gus Dur.
Awalnya, Gus Dur ditanya soal siapa yang akan masuk final di Piala Dunia 2006 yang diselenggarakan di Jerman. Dia menjawab, yang kemungkinan masuk final adalah Argentina, Jerman, Brasil, atau Perancis.
Namun, Gus Dur pesimis ketika ditanya tentang peluang timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia. Klip tersebut bisa dilihat pada menit 20:27.
"Gus, kalau kira-kira di Indonesia kapan ya, Gus, sampai ke Piala Dunia? Sepuluh tahun lagi kah, 20 tahun lagi kah?" tanya sang presenter.
"Ah enggak, masih lama. Bukan karena apa-apa, disiplin kita enggak punya," kata Gus Dur.
Ketika diwawancara pada 2006, Gus Dur tidak mengatakan, 20 tahun lagi Indonesia akan lolos ke Piala Dunia.
Adapun saat ini timnas Indonesia tengah berjuang untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Anak asuh Shin Tae-yong masih harus menjalani beberapa pertandingan di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Video dapat dilihat di YouTube Metro TV yang berjudul: "Guyonan Gus Dur Yang Tak Pernah Hilang Dok. 2006".
Dalam video itu, Gus Dur ditanya oleh presenter tentang sosoknya yang dikenal suka guyon atau bercanda.
Presenter juga menanyakan soal sepak bola yang menjadi salah satu tontonan favorit Gus Dur.
Awalnya, Gus Dur ditanya soal siapa yang akan masuk final di Piala Dunia 2006 yang diselenggarakan di Jerman. Dia menjawab, yang kemungkinan masuk final adalah Argentina, Jerman, Brasil, atau Perancis.
Namun, Gus Dur pesimis ketika ditanya tentang peluang timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia. Klip tersebut bisa dilihat pada menit 20:27.
"Gus, kalau kira-kira di Indonesia kapan ya, Gus, sampai ke Piala Dunia? Sepuluh tahun lagi kah, 20 tahun lagi kah?" tanya sang presenter.
"Ah enggak, masih lama. Bukan karena apa-apa, disiplin kita enggak punya," kata Gus Dur.
Ketika diwawancara pada 2006, Gus Dur tidak mengatakan, 20 tahun lagi Indonesia akan lolos ke Piala Dunia.
Adapun saat ini timnas Indonesia tengah berjuang untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Anak asuh Shin Tae-yong masih harus menjalani beberapa pertandingan di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Kesimpulan
Narasi yang mengeklam Gus Dur memprediksi Indonesia lolos di Piala Dunia 2026 keliru.
Saat diwawanvara pada 2006, Gus Dur tidak mengatakan bahwa 20 tahun lagi Indonesia bakal lolos ke Piala Dunia.
Saat itu Gus Dur mengatakan Indonesia masih butuh waktu lama untuk bisa bermain di ajang empat tahunan itu.
Saat diwawanvara pada 2006, Gus Dur tidak mengatakan bahwa 20 tahun lagi Indonesia bakal lolos ke Piala Dunia.
Saat itu Gus Dur mengatakan Indonesia masih butuh waktu lama untuk bisa bermain di ajang empat tahunan itu.
Rujukan
- https://www.threads.net/@chepie_rma/post/DDRf2baS0D6
- https://www.facebook.com/share/p/1HFmqwPZCk/
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1083309670464592&id=100063567069793&rdid=YpZ8m5IJSiScIHGF
- https://www.facebook.com/reel/881981434145423
- https://www.facebook.com/reel/1800379997162725
- https://www.youtube.com/watch?v=iQQ78TB1LmU&ab_channel=METROTV
- https://www.youtube.com/watch?v=iQQ78TB1LmU&ab_channel=METROTV
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 2367/7915