KOMPAS.com - Beredar tautan yang diklaim untuk mencairkan bantuan dana sebesar Rp 2,5 juta bagi pekerja swasta dan negeri.
Tautan dan bantuan dana tersebut mengatasnamakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi bantuan dana tersebut hoaks.
Tautan bantuan dana Rp 2,5 juta untuk pekerja mengatasnamakan BPJS Ketenagakerjaan dibagikan oleh akun Facebook ini pada Kamis (12/12/2024).
Berikut narasi yang dibagikan:
Bantuan Subsidi Upah/Gaji sebesar Rp 2.500.000 untuk semua pekerja baik itu Swasta maupun Negeri. Daftar Sekarang dan Cairkan
Screenshot Hoaks, bantuan dana Rp 2,5 juta untuk pekerja mengatasnamakan BPJS Ketenagakerjaan
(GFD-2024-24637) [HOAKS] BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Bantuan Dana Rp 2,5 Juta
Sumber:Tanggal publish: 16/12/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi BPJS Ketenagakerjaan untuk mengonfirmasi informasi dan tautan bantuan tersebut.
Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Oni Marbun memastikan bahwa informasi dan tautan tersebut tidak benar atau hoaks.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan BPJS Ketenagakerjaan," kata Oni saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (14/12/2024).
Oni mengatakan, seluruh informasi resmi terkait BPJS Ketenagakerjaan dapat diakses melalui situs www.bpjsketenagakerjaan.go.id.
Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Oni Marbun memastikan bahwa informasi dan tautan tersebut tidak benar atau hoaks.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan BPJS Ketenagakerjaan," kata Oni saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (14/12/2024).
Oni mengatakan, seluruh informasi resmi terkait BPJS Ketenagakerjaan dapat diakses melalui situs www.bpjsketenagakerjaan.go.id.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan bantuan dana Rp 2,5 juta untuk pekerja mengatasnamakan BPJS Ketenagakerjaan adalah hoaks.
Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Oni Marbun memastikan bahwa informasi dan tautan tersebut tidak benar atau hoaks.
Masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan BPJS Ketenagakerjaan
Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Oni Marbun memastikan bahwa informasi dan tautan tersebut tidak benar atau hoaks.
Masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan BPJS Ketenagakerjaan
Rujukan
(GFD-2024-24643) [HOAKS] Epy Kusnandar Meninggal pada 12 Desember 2024
Sumber:Tanggal publish: 16/12/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar unggahan di media sosial dengan klaim yang menyebut artis Epy Kusnandar meninggal dunia pada 12 Desember 2024.
Namun, setelah ditelusuri unggahan tersebut tidak benar atau hoaks.
Narasi yang mengeklaim Epy Kusnandar meninggal dunia pada 12 Desember 2024 muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan foto Epy Kusnandar serta beberapa orang yang mengangkat keranda jenazah. Foto tersebut diberi keterangan demikian:
Sempat Koma' Inalillahi Pemain Preman Pensiun Meninggal, Epy Kusnandar Berduka! Jadi Penyebab Sang Artis Berpulang, Waspada Makanan Ini Buruk Bagi Kesehatan Jantung
Kemudian, dalam unggahan tersebut juga terdapat sebuah tautan yang diklaim memberitakan soal kematian Epy Kusnandar.
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim Epy Kusnan
Namun, setelah ditelusuri unggahan tersebut tidak benar atau hoaks.
Narasi yang mengeklaim Epy Kusnandar meninggal dunia pada 12 Desember 2024 muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan foto Epy Kusnandar serta beberapa orang yang mengangkat keranda jenazah. Foto tersebut diberi keterangan demikian:
Sempat Koma' Inalillahi Pemain Preman Pensiun Meninggal, Epy Kusnandar Berduka! Jadi Penyebab Sang Artis Berpulang, Waspada Makanan Ini Buruk Bagi Kesehatan Jantung
Kemudian, dalam unggahan tersebut juga terdapat sebuah tautan yang diklaim memberitakan soal kematian Epy Kusnandar.
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim Epy Kusnan
Hasil Cek Fakta
Ketika dibuka, tautan dalam unggahan tidak berisi informasi soal meninggalnya Epy Kusnandar. Tautan tersebut justru mengarah ke platform belanja online.
Sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid Epy Kusnandar meninggal dunia pada 12 Desember 2024.
Ketika dicek di Instagram-nya, Epy masih membagikan kegiatannya pada 13 Desember 2024.
Dalam video yang diunggah di Instagram, ia membagikan informasi soal adanya casting online di Bandung.
Dikutip dari Detik.com, setelah selesai menjalani rehabilitas narkoba Epy sibuk menjaga warung makan miliknya di di Apartemen Kalibata, Jakarta.
Epy Kusnandar sempat ditangkap polisi dalam kasus narkotika jenis ganja pada 9 Mei 2024.
Sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid Epy Kusnandar meninggal dunia pada 12 Desember 2024.
Ketika dicek di Instagram-nya, Epy masih membagikan kegiatannya pada 13 Desember 2024.
Dalam video yang diunggah di Instagram, ia membagikan informasi soal adanya casting online di Bandung.
Dikutip dari Detik.com, setelah selesai menjalani rehabilitas narkoba Epy sibuk menjaga warung makan miliknya di di Apartemen Kalibata, Jakarta.
Epy Kusnandar sempat ditangkap polisi dalam kasus narkotika jenis ganja pada 9 Mei 2024.
Kesimpulan
Narasi yang mengeklaim Epy Kusnandar meninggal dunia pada 12 Desember 2024 tidak benar atau hoaks.
Faktanya, Epy Kusnandar masih membagikan kegiatan pada 13 Desember 2024 di akun Instagram-nya. Selain itu, tautan dalam unggahan justru mengarah platform belanja online.
Faktanya, Epy Kusnandar masih membagikan kegiatan pada 13 Desember 2024 di akun Instagram-nya. Selain itu, tautan dalam unggahan justru mengarah platform belanja online.
Rujukan
- https://www.facebook.com/kaaraaberita/posts/pfbid02YQZ7wCctuRfsdoetRFEQrvBnEPdaJiv7FFUmSnxFmFzjLQpsZoT3npfDnhB6Nm65l?rdid=R0qDdiY9TqOiRD7D
- https://www.facebook.com/groups/753561256211473/permalink/1109211010646494/?rdid=qKuWSkd9KGNXhZqd&share_url=
- https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fshare%2Fp%2F152g633Pcf%2F
- https://www.facebook.com/share/p/1JZL9kv2qx/
- https://www.instagram.com/reel/DDgOiX9yDF0/?igsh=MTlreTU5bG9memdjYg%3D%3D
- https://hot.detik.com/celeb/d-7634635/kegiatan-epy-kusnandar-usai-bebas-dari-jerat-narkoba
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-24644) [HOAKS] Uang Kertas Rp 100 Bergambar Jokowi
Sumber:Tanggal publish: 16/12/2024
Berita
KOMPAS.com - Foto uang kertas pecahan Rp 100 bergambar Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo, beredar di media sosial Facebook.
Menurut narasi dalam unggahan, uang kertas Rp 100 bergambar wajah Jokowi akan dirilis oleh BNI.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konten tersebut hoaks. Simak penjelasannya.
Foto uang kertas pecahan Rp 100 bergambar Jokowi dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini. Unggahan beredar setidaknya sejak 1 Desember 2024.
Berikut narasi yang dibagikan:
Ada wacana foto Jokowi dibuat diuang pecahan 100rb..Netizen: Syaratnya berat harus Meninggal dulu Alasannya semua yg foto diuang sdh meninggal dan utk dikenang..
Sementara, foto uang kertas pecahan Rp 100 bergambar Jokowi disertai teks sebagai berikut:
Bergambar Presiden Jokowi Rencana akan di keluarkan BNI Baru-Baru ini Pengganti uang Pecahan Uang seratus ribu rupiah
Screenshot Hoaks, uang kertas pecahan Rp 100 bergambar Jokowi
Menurut narasi dalam unggahan, uang kertas Rp 100 bergambar wajah Jokowi akan dirilis oleh BNI.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konten tersebut hoaks. Simak penjelasannya.
Foto uang kertas pecahan Rp 100 bergambar Jokowi dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini. Unggahan beredar setidaknya sejak 1 Desember 2024.
Berikut narasi yang dibagikan:
Ada wacana foto Jokowi dibuat diuang pecahan 100rb..Netizen: Syaratnya berat harus Meninggal dulu Alasannya semua yg foto diuang sdh meninggal dan utk dikenang..
Sementara, foto uang kertas pecahan Rp 100 bergambar Jokowi disertai teks sebagai berikut:
Bergambar Presiden Jokowi Rencana akan di keluarkan BNI Baru-Baru ini Pengganti uang Pecahan Uang seratus ribu rupiah
Screenshot Hoaks, uang kertas pecahan Rp 100 bergambar Jokowi
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, uang kertas pecahan Rp 100 bergambar Jokowi adalah hoaks yang kembali beredar. Konten itu pertama beredar pada 2021 dan telah dibantah oleh Bank Indonesia (BI).
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
"Bukan dari BI, tapi kami monitor," kata Erwin, seperti diberitakan Kompas.com, 8 Februari 2021.
Konten tersebut kembali beredar pada 2022 dan dibantah oleh BI dan BNI.
Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Junanto Herdiawan menegaskan, informasi mengenai uang kertas baru pecahan Rp 100 bergambar Jokowi adalah tidak benar.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi terkait uang tanpa melakukan klarifikasi ke otoritas," ujar Junanto, seperti diberitakan Kompas.com, 11 Juli 2022.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan BNI Mucharom mengatakan, informasi tersebut hoaks. BNI tidak mempunyai kewenangan menerbitkan uang rupiah.
Sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, wewenang untuk mengeluarkan desain dan kriteria rupiah hanya dimiliki Bank Indonesia.
"BNI bukanlah Bank Sentral yang memiliki tugas dan kewajiban seperti yang dipegang Bank Indonesia (BI) sebagai Bank Sentral," kata Mucharom kepada Kompas.com, pada 11 Juli 2022.\
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
"Bukan dari BI, tapi kami monitor," kata Erwin, seperti diberitakan Kompas.com, 8 Februari 2021.
Konten tersebut kembali beredar pada 2022 dan dibantah oleh BI dan BNI.
Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Junanto Herdiawan menegaskan, informasi mengenai uang kertas baru pecahan Rp 100 bergambar Jokowi adalah tidak benar.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi terkait uang tanpa melakukan klarifikasi ke otoritas," ujar Junanto, seperti diberitakan Kompas.com, 11 Juli 2022.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan BNI Mucharom mengatakan, informasi tersebut hoaks. BNI tidak mempunyai kewenangan menerbitkan uang rupiah.
Sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, wewenang untuk mengeluarkan desain dan kriteria rupiah hanya dimiliki Bank Indonesia.
"BNI bukanlah Bank Sentral yang memiliki tugas dan kewajiban seperti yang dipegang Bank Indonesia (BI) sebagai Bank Sentral," kata Mucharom kepada Kompas.com, pada 11 Juli 2022.\
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto uang kertas pecahan Rp 100 bergambar Jokowi adalah hoaks.
Konten tersebut adalah hoaks yang telah berulang kali beredar sejak 2021 dan telah dibantah oleh BI dan BNI.
Konten tersebut adalah hoaks yang telah berulang kali beredar sejak 2021 dan telah dibantah oleh BI dan BNI.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=8895078497182133&set=gm.556290130579109&idorvanity=270644982476960
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=8895077290515587&set=gm.1476253476378081&idorvanity=1181172642552834
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=8895084453848204&set=gm.1100958864513882&idorvanity=836858164257288
- https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/08/165243965/video-viral-uang-redenominasi-bergambar-presiden-jokowi-ini-kata-bi?page=all
- https://www.kompas.com/tren/read/2022/07/11/160000465/viral-video-uang-rp-100-bergambar-jokowi-disebut-gantikan-uang-rp-100000?page=all
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-24655) [HOAKS] Foto Pangeran Harry Berlutut di Hadapan Raja Charles Usai Berpisah 5 Tahun
Sumber:Tanggal publish: 16/12/2024
Berita
KOMPAS.com - Sebuah gambar menampilkan Pangeran Harry berlutut di hadapan ayahnya, Raja Charles. Gambar itu beredar di jagat maya, terutama media sosial.
Narasi yang beredar menyebutkan, Pangeran Harry menangis usai berpisah dengan keluarga Kerajaan Inggris selama lima tahun.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, gambar tersebut merupakan konten manipulatif.
Gambar Pangeran Harry berlutut di hadapan Raja Charles usai berpisah selama lima tahun disebarkan oleh akun Facebook ini pada 11 Oktober 2024.
Arsipnya dapat dilihat di sini.
Berikut narasi yang ditulis:
30 MENIT YANG LALU! Pangeran Harry akhirnya kembali ke istana, berlutut di hadapan Raja Charles setelah lima tahun terpisah, air mata mengalir di wajahnya saat dia berbisik, "Maaf, Ayah... " Lihat selengkapnya di bawah ini
akun Facebook Tangkapan layar konten manipulatif di sebuah akun Facebook, 11 Oktober 2024, mengenai gambar Pangeran Harry berlutut di hadapan Raja Charles usai berpisah selama lima tahun.
Narasi yang beredar menyebutkan, Pangeran Harry menangis usai berpisah dengan keluarga Kerajaan Inggris selama lima tahun.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, gambar tersebut merupakan konten manipulatif.
Gambar Pangeran Harry berlutut di hadapan Raja Charles usai berpisah selama lima tahun disebarkan oleh akun Facebook ini pada 11 Oktober 2024.
Arsipnya dapat dilihat di sini.
Berikut narasi yang ditulis:
30 MENIT YANG LALU! Pangeran Harry akhirnya kembali ke istana, berlutut di hadapan Raja Charles setelah lima tahun terpisah, air mata mengalir di wajahnya saat dia berbisik, "Maaf, Ayah... " Lihat selengkapnya di bawah ini
akun Facebook Tangkapan layar konten manipulatif di sebuah akun Facebook, 11 Oktober 2024, mengenai gambar Pangeran Harry berlutut di hadapan Raja Charles usai berpisah selama lima tahun.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek campur tangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dari gambar yang beredar.
Hasil pengidentifikasian Hive Moderation menunjukkan, gambar Pangeran Harry berlutut di hadapan Raja Charles usai berpisah selama lima tahun memiliki probabilitas 99,8 persen dibuat dengan AI.
Ada sejumlah kejanggalan khas AI pada gambar tersebut. Misalnya pengawal kerajaan yang berada di sebelah kiri mengenakan rok.
Ada pula kejanggalan pada bentuk jari Pangeran Harry. Jempolnya tampak menyatu dengan jari-jari lainnya.
Sebagai informasi, Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle telah memutuskan untuk keluar dari Kerajaan Inggris. Kini mereka tinggal di Amerika Serikat (AS).
Dilansir BBC, Duke of Sussex itu tidak berencana kembali ke Inggris dan pindah secara permanen.
Pangeran Harry dan Meghan sedang fokus dan optimis dengan proyek filantropi dan bisnis yang telah mereka bangun selama berada di AS.
Pangeran Harry hanya mengunjungi Kerajaan Inggris pada acara-acara tertentu atau ketika dibutuhkan oleh keluarganya.
Hasil pengidentifikasian Hive Moderation menunjukkan, gambar Pangeran Harry berlutut di hadapan Raja Charles usai berpisah selama lima tahun memiliki probabilitas 99,8 persen dibuat dengan AI.
Ada sejumlah kejanggalan khas AI pada gambar tersebut. Misalnya pengawal kerajaan yang berada di sebelah kiri mengenakan rok.
Ada pula kejanggalan pada bentuk jari Pangeran Harry. Jempolnya tampak menyatu dengan jari-jari lainnya.
Sebagai informasi, Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle telah memutuskan untuk keluar dari Kerajaan Inggris. Kini mereka tinggal di Amerika Serikat (AS).
Dilansir BBC, Duke of Sussex itu tidak berencana kembali ke Inggris dan pindah secara permanen.
Pangeran Harry dan Meghan sedang fokus dan optimis dengan proyek filantropi dan bisnis yang telah mereka bangun selama berada di AS.
Pangeran Harry hanya mengunjungi Kerajaan Inggris pada acara-acara tertentu atau ketika dibutuhkan oleh keluarganya.
Kesimpulan
Gambar Pangeran Harry berlutut di hadapan Raja Charles usai berpisah selama lima tahun merupakan konten manipulatif.
HIve Moderation mengidentifikasi gambar tersebut sebagai gambar yang dihasilkan AI.
Sejauh ini tidak ada pernyataan atau berita yang mengkonfirmasi kembalinya Pangeran Harry ke Kerajaan Inggris secara permanen.
HIve Moderation mengidentifikasi gambar tersebut sebagai gambar yang dihasilkan AI.
Sejauh ini tidak ada pernyataan atau berita yang mengkonfirmasi kembalinya Pangeran Harry ke Kerajaan Inggris secara permanen.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo?fbid=122213113280010728&set=gm.518038177689776&idorvanity=393511070142488
- https://ghostarchive.org/archive/gKcHC
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://www.bbc.com/news/articles/c0rwyw52yjdo
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 2357/7911