(GFD-2024-24743) Cek Fakta: Hoaks Tautan Pendaftaran untuk Dapatkan Diskon 50 Persen Tarif Listrik PLN
Sumber:Tanggal publish: 24/12/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan tautan pendaftaran untuk mendapatkan diskon tarif listrik sebesar 50 persen dari PLN. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 21 Desember 2024.
Berikut isi postingannya:
"Pemerintah akan memberikan diskon tarif listrik PLN sebesar 50% silakan klik link di bawah untuk daftar"
Postingan itu juga disertai tautan yang mengarah pada website tertentu.
Lalu benarkah postingan tautan pendaftaran untuk mendapatkan diskon tarif listrik sebesar 50 persen dari PLN?
Ikuti Kuis Cek Fakta Liputan6.com di Aplikasi Youniverse dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.
Caranya mudah:
* Gabung ke Room Cek Fakta di aplikasi Youniverse
* Scroll tab ke samping, klik tab “Campaign”
* Klik Campaign “Kuis Cek Fakta”
* Klik “Check It Out” untuk mengikuti kuisnya
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan membuka akun resmi Instagram, @pln_id yang sudah bercentang biru atau terverifikasi.
Di sana terdapat bantahan terkait pendaftaran untuk mendapatkan diskon tarif listrik. Bantahan itu disampaikan dalam unggahan pada 24 Desember 2024.
"Electrizen, PLN mengingatkan kepada para pelanggan untuk berhati-hati terhadap informasi palsu. Diskon tarif listrik 50% untuk pelanggan rumah tangga (450 VA, 950 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA) tidak memerlukan pendaftaran maupun pembayaran apa pun.
Selalu pastikan informasi hanya dari media sosial resmi PLN. Jika ragu, segera hubungi call center PLN 123 atau melalui aplikasi PLN Mobile."
Selain itu dalam postingan yang beredar mengarah pada website yang bukan website resmi PLN. Di sana masyarakat diminta memasukkan nama pelanggan, ID pelanggan, hingga nomor Telegram yang aktif.
Ini adalah indikasi penipuan dan bisa membuat data pribadi kita dicuri atau terhubung dengan pinjaman online ilegal.
Kesimpulan
Postingan tautan pendaftaran untuk mendapatkan diskon tarif listrik sebesar 50 persen dari PLN adalah hoaks.
Rujukan
(GFD-2024-24745) Cek fakta, program Lapor Mas Wapres ditutup atas permintaan Prabowo
Sumber:Tanggal publish: 24/12/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di YouTube menarasikan program Lapor Mas Wapres ditutup karena Presiden Prabowo meradang dan dianggap tidak berguna.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“BREAKING NEWS
LAPOR MASWAPRES DITUTUP?
PRABOWO MERADANG LAPOR MASWAPRES GIBRAN TAK BERGUNA”
Namun, benarkah program Lapor Mas Wapres ditutup?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“BREAKING NEWS
LAPOR MASWAPRES DITUTUP?
PRABOWO MERADANG LAPOR MASWAPRES GIBRAN TAK BERGUNA”
Namun, benarkah program Lapor Mas Wapres ditutup?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi resmi mengenai penutupan program Lapor Mas Wapres.
Gambar dalam thumbnail merupakan hasil suntingan dari gabungan sejumlah gambar, salah satunya berasal dari unggahan akun Instagram @prokaltengdotco yang diunggah pada Desember 2024 dengan narasi ‘Perintah Prabowo untuk Menteri : Pecat Pejabat Tak Bekerja Keras’.
Video berdurasi 10 menit tersebut hanya menampilkan cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang tidak berkaitan.
Selain itu, tidak ada pernyataan Prabowo terkait program Lapor Mas Wapres. Melalui program itu, sejumlah keluhan masyarakat seperti masalah sertifikat tanah warga Jakarta terselesaikan. Berita selengkapnya di sini
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Gambar dalam thumbnail merupakan hasil suntingan dari gabungan sejumlah gambar, salah satunya berasal dari unggahan akun Instagram @prokaltengdotco yang diunggah pada Desember 2024 dengan narasi ‘Perintah Prabowo untuk Menteri : Pecat Pejabat Tak Bekerja Keras’.
Video berdurasi 10 menit tersebut hanya menampilkan cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang tidak berkaitan.
Selain itu, tidak ada pernyataan Prabowo terkait program Lapor Mas Wapres. Melalui program itu, sejumlah keluhan masyarakat seperti masalah sertifikat tanah warga Jakarta terselesaikan. Berita selengkapnya di sini
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Rujukan
(GFD-2024-24746) Hoaks Tautan Pendaftaran Petani Milenial dengan Gaji Rp10 Juta
Sumber:Tanggal publish: 24/12/2024
Berita
tirto.id - Media sosial sebagai platform yang bisa dimanfaatkan oleh siapapun kadangkala menjadi wadah untuk beredarnya konten-konten yang dicurigai penipuan. Beberapa unggahan semacam itu biasanya mengatasnamakan lembaga perbankan, tapi tak jarang juga menyeret instansi pemerintah.
Paling anyar, mencuat informasi pembukaan pendaftaran Petani Milenial 2024 disertai dengan sebuah tautan. Program ini disebut berasal dari Kementerian Pertanian RI (Kementan) dan memberikan gaji sebanyak Rp10 juta.
Narasi ini salah satunya dibagikan oleh akun Facebook dengan nama “info pertanian + 62” (arsip). Akun itu turut mencantumkan syarat pendaftaran, yang meliputi usia 19 - 45 tahun dan memiliki semangat inovasi tinggi.
Masyarakat disebut bisa mendaftar lewat situs tertentu, dengan melengkapi data diri. Setelah memastikan semua data sudah benar, klik tombol "Daftar" untuk menyelesaikan proses pendaftaran. Jika pendaftaran diterima, peserta dikatakan punya kesempatan untuk menerima bantuan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian.
“Dengan program ini, kamu bisa jadi bagian dari perubahan besar di sektor pertanian. Selain itu, penghasilan Rp 10 juta dan fasilitas asuransi bikin masa depanmu lebih cerah!,” tulis akun pengunggah disertai puluhan tagar.
Sepanjang Senin (2/12/2024) sampai Selasa (10/12/2024), unggahan ini telah dibagikan ke lima orang dan mendapat banyak impresi berupa 184 tanda suka serta 21 komentar.
Tirto menemukan beberapa narasi serupa disebarkan oleh akun Facebook lain, seperti bisa dilihat di sini (arsip) dan di sini (arsip).
Lantas, bagaimana kebenaran informasi tersebut?
Paling anyar, mencuat informasi pembukaan pendaftaran Petani Milenial 2024 disertai dengan sebuah tautan. Program ini disebut berasal dari Kementerian Pertanian RI (Kementan) dan memberikan gaji sebanyak Rp10 juta.
Narasi ini salah satunya dibagikan oleh akun Facebook dengan nama “info pertanian + 62” (arsip). Akun itu turut mencantumkan syarat pendaftaran, yang meliputi usia 19 - 45 tahun dan memiliki semangat inovasi tinggi.
Masyarakat disebut bisa mendaftar lewat situs tertentu, dengan melengkapi data diri. Setelah memastikan semua data sudah benar, klik tombol "Daftar" untuk menyelesaikan proses pendaftaran. Jika pendaftaran diterima, peserta dikatakan punya kesempatan untuk menerima bantuan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian.
“Dengan program ini, kamu bisa jadi bagian dari perubahan besar di sektor pertanian. Selain itu, penghasilan Rp 10 juta dan fasilitas asuransi bikin masa depanmu lebih cerah!,” tulis akun pengunggah disertai puluhan tagar.
Sepanjang Senin (2/12/2024) sampai Selasa (10/12/2024), unggahan ini telah dibagikan ke lima orang dan mendapat banyak impresi berupa 184 tanda suka serta 21 komentar.
Tirto menemukan beberapa narasi serupa disebarkan oleh akun Facebook lain, seperti bisa dilihat di sini (arsip) dan di sini (arsip).
Lantas, bagaimana kebenaran informasi tersebut?
Hasil Cek Fakta
Tim Riset Tirto mencoba mengunjungi profil pengunggah untuk mengecek kredibiltas akunnya. Akun tersebut diketahui bukan akun Kementan dan hanya memiliki 15 pengikut. Akun ini pun baru dibentuk pada 2 Desember 2024 lalu dan hanya berisi satu unggahan soal pendaftaran petani milenial.
Sementara akun Facebook resmi Kementan yakni "Kementerian Pertanian Republik Indonesia" dengan centang biru dan memiliki 273 ribu pengikut per Selasa (10/12/2024).
Untuk memverifikasi narasi beserta tautan yang berseliweran, Tirto memasukkan kata kunci “pendaftaran petani milenial” di mesin perambah Google. Rupanya, klaim ini sudah dinyatakan tidak benar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Akun Facebook yang mengatasnamakan program Petani Millenial 2024 tersebut adalah akun palsu dan tautan pendaftaran program Petani Milenial yang resmi yakni https://latihanonline.pertanian.go.id/registrasi/.
Warga Negara Indonesia (WNI) yang berusia 19 – 39 tahun dan memiliki pengalaman dasar di bidang pertanian bisa mendaftar program ini dengan melengkapi data formulir pendaftaran, seperti nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, serta alamat lengkap.
Petani Milenial sendiri merupakan program yang digagas Kementan. Program ini berfokus pada pengembangan wirausaha tani demi menciptakan ekosistem pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Adapun terkait gaji Rp10 juta yang disinggung dalam unggahan, Kementan menyampaikan nominal tersebut sejatinya bukan gaji.
Dilansir CNN Indonesia, Jumat (22/11/2024), Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian/BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa angka Rp10 juta itu merupakan potensi pendapatan. Potensi dihitung dari swakelola bagi hasil antara lapangan usaha dan petani, baik dari sisi pendapatan produksi maupun hasil jual yang mencapai Rp6 ribu per kilogram gabah kering giling (GKG).
"Itu bukan gaji tapi pendapatan dari harga jual GKG yang mencapai Rp6.000 per kilogram. Kemudian ada juga pembagian lainya seperti 20 persen lapangan usaha. Jadi kami sudah hitung di dalam 15 orang anggota brigade swasembada pangan itu pendapatan perorangan bisa 10 juta," katanya, mengutip CNN Indonesia.
Jadi, bisa dikatakan tautan yang berlalu-lalang berpotensi penipuan atau phising (upaya mendapatkan data pribadi seseorang dengan teknik pengelabuhan).
Sementara akun Facebook resmi Kementan yakni "Kementerian Pertanian Republik Indonesia" dengan centang biru dan memiliki 273 ribu pengikut per Selasa (10/12/2024).
Untuk memverifikasi narasi beserta tautan yang berseliweran, Tirto memasukkan kata kunci “pendaftaran petani milenial” di mesin perambah Google. Rupanya, klaim ini sudah dinyatakan tidak benar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Akun Facebook yang mengatasnamakan program Petani Millenial 2024 tersebut adalah akun palsu dan tautan pendaftaran program Petani Milenial yang resmi yakni https://latihanonline.pertanian.go.id/registrasi/.
Warga Negara Indonesia (WNI) yang berusia 19 – 39 tahun dan memiliki pengalaman dasar di bidang pertanian bisa mendaftar program ini dengan melengkapi data formulir pendaftaran, seperti nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, serta alamat lengkap.
Petani Milenial sendiri merupakan program yang digagas Kementan. Program ini berfokus pada pengembangan wirausaha tani demi menciptakan ekosistem pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Adapun terkait gaji Rp10 juta yang disinggung dalam unggahan, Kementan menyampaikan nominal tersebut sejatinya bukan gaji.
Dilansir CNN Indonesia, Jumat (22/11/2024), Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian/BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa angka Rp10 juta itu merupakan potensi pendapatan. Potensi dihitung dari swakelola bagi hasil antara lapangan usaha dan petani, baik dari sisi pendapatan produksi maupun hasil jual yang mencapai Rp6 ribu per kilogram gabah kering giling (GKG).
"Itu bukan gaji tapi pendapatan dari harga jual GKG yang mencapai Rp6.000 per kilogram. Kemudian ada juga pembagian lainya seperti 20 persen lapangan usaha. Jadi kami sudah hitung di dalam 15 orang anggota brigade swasembada pangan itu pendapatan perorangan bisa 10 juta," katanya, mengutip CNN Indonesia.
Jadi, bisa dikatakan tautan yang berlalu-lalang berpotensi penipuan atau phising (upaya mendapatkan data pribadi seseorang dengan teknik pengelabuhan).
Kesimpulan
Hasil penelusuran fakta menunjukkan kalau tautan pendaftaran Petani Milenial yang beredar bukanlah tautan resmi, sementara tautan resmi program ini yakni https://latihanonline.pertanian.go.id/registrasi/. Akun Facebook yang mengatasnamakan program Petani Millenial 2024 tersebut juga merupakan akun palsu.
Narasi yang beredar ini sudah dinyatakan tidak benar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kementerian Pertanian juga menyatakan, nominal Rp10 juta sejatinya bukan gaji, melainkan potensi pendapatan.
Jadi, unggahan beserta tautan pendaftaran Petani Milenial yang berseliweran bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Narasi yang beredar ini sudah dinyatakan tidak benar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kementerian Pertanian juga menyatakan, nominal Rp10 juta sejatinya bukan gaji, melainkan potensi pendapatan.
Jadi, unggahan beserta tautan pendaftaran Petani Milenial yang berseliweran bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid07pNtkNbbigPEpKprv7S7TDb6AbgVjvJRJv3Lfnc6aP7zwqV5oiYWb5T1qxqUvniVl&id=61569396137846
- https://archive.ph/wK3Hg
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0P3tSCimEPYTf7EmaTG6nxBr1MPDc4K4U66bDEeD5jHdjzpARGQZVXhHYkQEaY8n5l&id=61568878182992
- https://archive.ph/ZC5te
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02rj46au7w6VRSK3fBrMDJ4QebF6UM2RgfwzmSZJEhg6y5umsbdnrA9CwCbNrd7CAyl&id=61569295860053
- https://archive.ph/bt2wE
- https://www.facebook.com/kementanRI/
- https://www.komdigi.go.id/berita/berita-hoaks/detail/hoaks-informasi-tautan-pendaftaran-petani-milenial-dengan-gaji-rp10-juta
- https://latihanonline.pertanian.go.id/registrasi/
- https://tirto.id/cara-mendaftar-program-petani-milenial-2024-dan-syarat-syaratnya-g5Do
- https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20241122072010-92-1169384/penjelasan-kementan-soal-petani-milenial-digaji-rp10-juta?fbclid=IwY2xjawGxDWBleHRuA2FlbQIxMAABHXV4yRUE0moHv7rhU8YUtp_D2yk5qlSJ9F2P342Izwrdo0iyUlXRkmJ5EA_aem_-oJrzfPvthLQLopfkU9RnA
(GFD-2024-24747) [SALAH] Kegiatan Pertama Adi Hidayat Usai Jadi Pengganti Gus Miftah
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 24/12/2024
Berita
Akun TikTok “Yusnia Al-kha” pada Senin (9/12/2024) mengunggah video [arsip] berisi narasi:
“kegiatan hari pertama menteri pengganti gus miftah
detik2 kunjungan Ustad Adi Hidayat ke Markas KOPASUS… 😍😍
Menyala UAH🔥🔥🔥”
Hingga Selasa (24/12/2024) unggahan tersebut telah ditonton 90 kali oleh pengguna Facebook.
Sebelumnya, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) sudah mengupas klaim serupa lewat artikel “[SALAH] Abu Janda Kandidat Utusan Khusus Presiden, Pengganti Gus Miftah” yang tayang Selasa (17/12/2024).
“kegiatan hari pertama menteri pengganti gus miftah
detik2 kunjungan Ustad Adi Hidayat ke Markas KOPASUS… 😍😍
Menyala UAH🔥🔥🔥”
Hingga Selasa (24/12/2024) unggahan tersebut telah ditonton 90 kali oleh pengguna Facebook.
Sebelumnya, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) sudah mengupas klaim serupa lewat artikel “[SALAH] Abu Janda Kandidat Utusan Khusus Presiden, Pengganti Gus Miftah” yang tayang Selasa (17/12/2024).
Hasil Cek Fakta
Disadur dari artikel Cek Fakta kompas.com
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut menampilkan momen yang sama dengan unggahan di kanal YouTube “tamsirAnnafli”. Video itu adalah momen ketika Adi Hidayat mengunjungi markas Kopassus pada 2022. Sehingga, dapat dipastikan video tersebut bukan kegiatan pertama Adi Hidayat sebagai pengganti MIftah Maulana yang mundur dari jabatan utusan khusus presiden.
Miftah mundur dari jabatan itu pada 6 Desember 2024. Setelah Miftah mundur, belum ada penggantinya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Ustaz Adi Hidayat juga telah membantah narasi yang menyebut dirinya menjadi pengganti Miftah.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut menampilkan momen yang sama dengan unggahan di kanal YouTube “tamsirAnnafli”. Video itu adalah momen ketika Adi Hidayat mengunjungi markas Kopassus pada 2022. Sehingga, dapat dipastikan video tersebut bukan kegiatan pertama Adi Hidayat sebagai pengganti MIftah Maulana yang mundur dari jabatan utusan khusus presiden.
Miftah mundur dari jabatan itu pada 6 Desember 2024. Setelah Miftah mundur, belum ada penggantinya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Ustaz Adi Hidayat juga telah membantah narasi yang menyebut dirinya menjadi pengganti Miftah.
Kesimpulan
Unggahan berisi narasi “kegiatan pertama Adi Hidayat usai menjadi pengganti Gus Miftah” merupakan konten dengan koneksi yang salah (false connection).
Rujukan
- http[kompas.com] [HOAKS] Kegiatan Pertama Ustaz Adi Hidayat sebagai Pengganti Miftah Maulana [turnbackhoax.id] [SALAH] Abu Janda Kandidat Utusan Khusus Presiden, Pengganti Gus Miftah
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2024/12/17/100100382/-hoaks-kegiatan-pertama-ustaz-adi-hidayat-sebagai-pengganti-miftah
- https://turnbackhoax.id/2024/12/17/salah-abu-janda-kandidat-utusan-khusus-presiden-pengganti-gus-miftah/
- https://www.facebook.com/reel/2388796968167343 (tautan unggahan akun TikTok “Yusnia Al-kha”)
- https://ghostarchive.org/archive/BuaJX (unggahan akun TikTok “Yusnia Al-kha”)
Halaman: 2318/7906
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5064140/original/079115800_1735009952-cek_fakta_pln.jpg)


