• (GFD-2025-25581) [KLARIFIKASI] Guinness Tidak Pernah Beri Rekor Keluarga Tercerdas

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/02/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Keluarga Imafidon yang berasal dari Nigeria diklaim sebagai keluarga paling cerdas di Inggris, berdasarkan catatan rekor Guinness.

    Narasi yang beredar menyebutkan, anak kembar keluarga Imafidon yakni Peter dan Paula merupakan mahasiswa termuda di Universitas Cambridge.

    Kakak perempuan mereka, Cristina mendapat gelar master di bidang matematika dan statistik di usia 14 tahun.

    Anak lainnya yakni Samantha, duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar di usia 8 tahun. Sementara ayahnya adalah profesor terkenal di Universitas Oxford.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, ada yang perlu diluruskan dari narasi tersebut.

    Informasi mengenai keluarga Imafidon yang diklaim sebagai keluarga paling cerdas menurut catatan rekor Guinness disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini. Arsipnya dapat dilihat di sini.

    Pengunggah menyertakan foto tiga anak perempuan dan satu anak laki-laki yang diklaim sebagai keluarga Imafidon.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 25 September 2025:

    Keluarga paling cerdas di Inggris dan tentunya di dunia adalah orang Afrika dan berasal dari Nigeria. Mereka masuk dalam Guinness Book of Records sebagai keluarga paling cerdas di Inggris.

    Dalam keluarga Imafidon, ada saudara kembar Peter dan Paula, yang memperoleh pendidikan setara sekolah menengah atas pada usia 9 tahun dan menjadi orang termuda yang kuliah di Universitas Cambridge, di mana mereka memecahkan rekor matematika di universitas ini.

    Selain itu, keduanya merupakan juara nasional di bidang olahraga. Lucunya, rekor ini dibawa ke hadapan mereka oleh kakak perempuan mereka Cristina Imafidon, yang lulus SMA pada usia 11 tahun dan pada usia 14 tahun sedang mengejar gelar master di bidang matematika dan statistik.

    Tapi bukan itu saja, ada juga kakak Samantha Imafidon yang duduk di bangku kelas 3 SD saat usianya 8 tahun. Dan siapa juara nasional 100m Inggris? Anak-anak Imafidon memecahkan semua rekor. Ayahnya adalah seorang profesor terkenal di Universitas Oxford Kredit: MUNDO POSITIVO

    akun Facebook Tangkapan layar unggahan dengan konteks keliru di sebuah akun Facebook, mengenai keluarga Imafidon yang diklaim sebagai keluarga paling cerdas menurut catatan rekor Guinness.

    Hasil Cek Fakta

    Tidak ada nama Imafidon yang dicatatkan dalam Guinness World Records sebagai pemegang rekor.

    Guinness pernah memberi catatan rekor untuk orang-orang cerdas tetapi dengan capaian spesifik.

    Misalnya, orang yang berhasil mencapai skor tertinggi dicapai pada Times Tables Rock Stars dalam satu menit.

    Ada pula kalkulator manusia paling cepat atau orang yang paling banyak menghapal angka Pi.

    Dilansir Snopes, Guinness World Records mengkonfirmasi bahwa keluarga Imafidon tidak memegang catatan keluarga paling cerdas di Inggris.

    Kendati demikian, ada sejumlah orang dengan nama Imafidon memiliki catatan prestasi yang dilaporkan sejumlah media.

    Misalnya, BBC pada 19 Agustus 2010, melaporkan anak kembar bernama Peter dan Paula Imafidon mencapai nilai tinggi dalam matematika level lanjutan, yang biasanya dikerjakan oleh anak berusia 17 atau 18 tahun.

    Ada satu tokoh dengan nama Imafidon yang memiliki segudang prestasi, tetapi namanya tidak disebut dalam narasi yang beredar.

    Anne-Marie Imafidon, pendiri dan CEO Stemettes, merupakan mahasiswa termuda yang dianugerahi gelar master dalam matematika dan ilmu komputer oleh Universitas Oxford.

    Prestasi dan karyanya telah diakui oleh publikasi seperti Time and Forbes.

    Sebuah buku terbitan 2005 berjudul Mathematics Manuel: For Students by Students ditulis oleh Samantha, Christiana, dan Anne-Marie Imafidon.

    Kendati demikian, tidak ada nama "Christiana Imafidon" atau "Cristina Imafidon" di catatan Universitas Oxford atau situs web Universitas Cambridge.

    Selanjutnya, nama Samantha Imafidon pernah dilaporkan oleh BBC pada 2014, sebagai pembuat kode yang telah membuat aplikasi bernama Vibe Music.

    Namun tidak satu pun dari nama-nama tersebut yang masuk dalam database Guinness World Records.

    Kesimpulan

    Narasi mengenai keluarga Imafidon yang diklaim sebagai keluarga paling cerdas menurut catatan rekor Guinness merupakan hoaks.

    Sejumlah orang dengan nama belakang Imafidon memang mencatatkan prestasi.

    Namun nama mereka tidak tercatat sebagai keluarga paling cerdas di Inggris berdasarkan Guinness World Records.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25582) [HOAKS] Tautan Rekrutmen untuk Program SIHREN Kemenkes 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/02/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar tautan yang diklaim sebagai akses untuk mendaftar rekrutmen program Strengthening Indonesia's Healthcare Referral Network (SIHREN) mengatasnamakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

    Menurut unggahan itu, dibuka sejumlah posisi penting dalam proyek SIHREN Kemenkes, dari staf adminstrasi hingga office boy.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut hoaks.

    Narasi yang beredar

    Tautan rekrutmen SIHREN Kemenkes dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini pada Januari-Februari 2025.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Lowongan Kerja SIHREN Kemenkes 2025..

    Kementerian Kesehatan membuka rekrutmen untuk posisi-posisi penting dalam proyek Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN KEMENKES).

    Proyek ini bertujuan untuk memperkuat sistem layanan kesehatan rujukan di Indonesia, yang akan membawa dampak besar dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian.

    Posisi yang tersedia:

    Administration OfficerFinance OfficerPlanning and Budgeting Officer

    Procurement OfficerOffice BoyOffice Girl

    Syarat umum:Lulusan SMA, SMK, D3 dan S1 dari semua jurusan.

    Daftar sekarang!

    Kualifikasi lengkap & tata cara pendaftaran cek di: hxxxx://lowongankerjasihrenkemenkes2025.xxxx.xxx/

    Screenshot Hoaks, tautan rekrutmen program SIHREN Kemenkes

    Hasil Cek Fakta

    Kemenkes membuka rekrutmen untuk program SIHREN hingga 7 Februari 2025. Informasi rekrutmen diunggah di akun Instagram resmi @kemenkes_ri pada 30 Januari 2025.

    Tautan untuk mendaftar dapat diakses melalui link.kemkes.go.id/RecruitmentSIHREN. Saat ini, pendaftaran program tersebut telah ditutup.

    Sementara itu, tautan yang dibagikan sejumlah akun Facebook tersebut tidak mengarah ke situs rekrutmen resmi Kemenkes.

    Tautan tersebut mengarah ke situs yang meminta pengunjung memasukkan informasi pribadi, seperti nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, serta nomor akun Telegram aktif.

    Tautan tersebut kemungkinan besar adalah modus phishing atau pencurian data untuk mengambilalih akun Telegram.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan rekrutmen SIHREN Kemenkes yang dibagikan sejumlah akun Facebook pada Januari-Februari 2025 adalah hoaks.

    Tautan yang dibagikan akun tersebut tidak mengarah ke situs resmi, melainkan situs yang kemungkinan besar merupakan modus phishing.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25587) [HOAKS] Program Berbagi Saldo E-Toll Gratis Rp 500.000

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/02/2025

    Berita

    KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk disebut tengah mengadakan program untuk membagikan saldo electric toll atau e-toll gratis kepada masyarakat.

    Poster yang beredar di media sosial menginformasikan pembagian saldo e-toll sebesar Rp 500.000.

    Namun setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi dalam poster tidak benar atau merupakan hoaks.

    Poster program berbagi saldo e-toll gratis Rp 500.000 disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (10/2/2025):

    Program berbagi saldo E-Toll Gratis & Berlaku untuk semua kartu E-Toll

    Informasi yang beredar di poster menyebutkan, pembagian saldo e-toll Rp 500.000 hanya berlaku sampai 28 Februari 2025.

    Masyarakat diminta mengakses laman melalui tautan yang tercantum di biodata akun Facebook atau memindai kode batang pada poster.

    Hasil Cek Fakta

    Melalui akun Instagram-nya, PT Jasa Marga menginformasikan bahwa poster pembagian saldo e-toll gratis tidak benar.

    "Berbagai program serupa seperti yang tertera di foto postingan ini dan informasi selain dari akun media sosial resmi milik Jasa Marga adalah hoaks," tulisnya pada 10 Januari 2025.

    General Affair Department Head PT Jasa Marga Toll Road Operator (JMTO) Lia Amilia mengimbau agar masyarakat mewaspadai penipuan.

    "Kami tidak hanya mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, tetapi juga berkomitmen penuh untuk memastikan pihak-pihak yang terlibat dalam penyebaran informasi palsu ini bertanggung jawab atas tindakan mereka," kata Lia pada 22 Januari 2025, dikutip dari Kompas.com.

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek sejumlah tautan yang disebarkan di Facebook menggunakan URL Scan.

    Tools tersebut dapat membantu melacak ke mana arah tautan tanpa perlu mengunjungi lamannya.

    Tautan tersebut mengarah ke halaman situs web yang meminta pengunjungnya mengisi nama lengkap, provinsi domisili, dan nomor Telegram yang aktif.

    Hasil pelacakannya dapat dilihat di sini, di sini, dan di sini.

    Tautan yang disebarkan kemungkinan besar merupakan phishing.

    Tidak ada tautan yang mengarah ke situs web atau media sosial resmi Jasa Marga. Situs web resmi perusahaan tersebut yakni www.jasamarga.com.

    Kesimpulan

    Poster program berbagi saldo e-toll gratis Rp 500.000 merupakan hoaks.

    PT Jasa Marga tidak pernah membuat program semacam itu. Poster itu disebar bersama tautan phishing yang tidak mengarah ke situs web resmi PT Jasa Marta.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25588) [HOAKS] Bill Gates Menulis Artikel tentang Depopulasi Paksa

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/02/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar gambar koran terbitan 2011 yang disebut memuat artikel tulisan pendiri Microsoft, Bill Gates, tentang depopulasi paksa melalui vaksinasi.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.

    Narasi Bill Gates menulis artikel tentang depopulasi paksa melalui vaksinasi dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini, pada Februari 2025.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Perempuan ini memegang sebuah koran yang ia simpan sejak tahun 2011. Koran tersebut berisi sebuah artikel dari Bill Gates yang berjudul “Depopulasi melalui Vaksinasi Wajib”.

    Gates berpikir bahwa ini akan menjadi “solusi yang paling ramah lingkungan”. Tidak ada yang memikirkannya pada saat itu.

    Narasi tersebut disertai gambar yang menunjukkan halaman depan koran The Sovereign Independent dengan judul "Depopulation Through Forced Vaccination: The Zero Carbon Solution!".

    Halaman depan koran juga memuat foto Bill Gates.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri narasi tersebut menggunakan kata kunci "the sovereign independent bill gates 2011".

    Hasilnya, ditemukan artikel bantahan dari pemeriksa fakta AP yang diterbitkan pada 28 Desember 2022. Menurut AP, artikel di koran itu bukan ditulis Bill Gates.

    Artikel tersebut ditulis oleh penulis bernama Rachel Windeer. Nama Windeer dapat dilihat lebih jelas pada versi The Sovereign Independent yang telah diarsipkan secara online.

    Meski kutipan yang ditampilkan di halaman depan koran edisi Juni 2011 tersebut adalah pernyataan otentik dari Gates, kutipan tersebut telah diambil di luar konteks.

    "Dunia saat ini memiliki 6,8 miliar orang. Jummlah itu akan terus bertambah hingga sekitar 9 miliar. Sekarang jika kita melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam hal vaksin baru, perawatan kesehatan, layanan kesehatan reproduksi, kita dapat menurunkannya sekitar 10 atau 15 persen," demikian kutipan pernyataan Gates.

    Gates menyampaikan kutipan ini dalam sebuah ceramah TEDx tahun 2010 yang berjudul "Innovating to Zero". Namun, dia tidak berbicara tentang mengurangi populasi dengan vaksin.

    Gates membahas bagaimana vaksin dan perawatan kesehatan yang lebih baik dapat membantu mengurangi laju pertumbuhan populasi global dan menurunkan emisi karbon.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi Bill Gates menulis artikel tentang depopulasi paksa melalui vaksinasi adalah hoaks.

    Artikel dalam koran The Sovereign Independent edisi Juni 2011 itu bukan ditulis oleh Gates. Selain itu, pernyataan otentik Gates pada 2010 dikutip dan disajikan di luar konteks.

    Rujukan