Sebuah tautan beredar di Facebook [arsip] dan Instagram yang diklaim mengarah ke formulir pendaftaran haji gratis tahun keberangkatan 2025 dari Kementerian Agama (Kemenag). Gambar dalam unggahan itu menyertakan foto Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar dan logo Kemenag.
Konten tersebut menyebutkan bahwa kuota haji gratis dibuka untuk 100 orang, dengan persyaratan usia 25 sampai 65 tahun, sehat jasmani dan rohani, serta tidak sedang mengandung untuk peserta perempuan. Konten itu menyertakan tautan website yang beralamat di https://register2025.info/gratishaji/. Akun lain menyebarkan tautan yang berbeda-beda, meskipun dengan narasi yang sama.
Namun, benarkah tautan pendaftaran haji gratis itu asli dari Kemenag?
(GFD-2025-25752) Keliru: Tautan Pendaftaran Haji Gratis Kemenag 2025 yang Beredar di Facebook
Sumber:Tanggal publish: 12/02/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Hasil cek fakta Tempo menunjukkan bahwa informasi dan tautan tersebut palsu. Saat Tempo mencoba mengakses website dan formulir pendaftaran, warganet diminta memasukkan nama lengkap sesuai KTP dan nomor aplikasi Telegram mereka yang bisa membawa risiko lebih lanjut pada warganet.
Kementerian Agama sendiri telah mengumumkan bahwa narasi tersebut hoaks. Melalui akun Instagram @Informasihaji yang dikelola Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama menjelaskan tidak pernah membuka pendaftaran haji gratis dengan persyaratan tertentu.
Masyarakat diminta berhati-hati pada narasi bohong seperti itu dan melapor ke polisi jika ada yang telah dirugikan. Termasuk imbauan agar masyarakat selalu memperbarui dan memeriksa informasi yang benar mengenai haji dan umrah di saluran publikasi resmi Kemenag.
Di akun Instagram resmi itu juga terdapat pengumuman beberapa hoaks lain mengenai haji, yakni tautan palsu pendaftaran petugas haji dan umrah, undangan umrah gratis, dan penipuan yang menawarkan percepatan keberangkatan jemaah haji.
Penipuan Lewat Telegram
Informasi palsu yang disebarkan unggahan di Facebook tersebut menandakan adanya upaya penipuan di baliknya. Warganet yang tertipu diarahkan untuk memasukkan nomor Telegram-nya yang bisa dieksploitasi oleh pelaku penipuan.
Dilansir Nordvpn.com, banyak pelaku penipuan phising (pencurian data) yang menggunakan Telegram karena aplikasi layanan komunikasi itu memiliki fitur-fitur yang bisa memudahkan aksi mereka. Untuk pencurian data, biasanya korban diminta mengeklik tautan berbahaya atau mengisi formulir dengan informasi penting seperti akses login dan data pribadi penting lainnya.
Meskipun pada dasarnya aman, pengguna aplikasi tersebut harus berhati-hati pada aksi penipuan yang memanipulasi berbagai hal untuk meraih tujuan mereka. Misalnya penipuan yang menawarkan hadiah, lowongan pekerjaan, atau penipuan “copycat” yang pelakunya berpura-pura menjadi perusahaan atau lembaga resmi.
Salah satu cara untuk menghindari penipuan jenis ini ialah berhati-hati dalam memberikan data pribadi yang penting, dan tidak mudah percaya pada tawaran-tawaran yang menggiurkan di internet.
Kementerian Agama sendiri telah mengumumkan bahwa narasi tersebut hoaks. Melalui akun Instagram @Informasihaji yang dikelola Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama menjelaskan tidak pernah membuka pendaftaran haji gratis dengan persyaratan tertentu.
Masyarakat diminta berhati-hati pada narasi bohong seperti itu dan melapor ke polisi jika ada yang telah dirugikan. Termasuk imbauan agar masyarakat selalu memperbarui dan memeriksa informasi yang benar mengenai haji dan umrah di saluran publikasi resmi Kemenag.
Di akun Instagram resmi itu juga terdapat pengumuman beberapa hoaks lain mengenai haji, yakni tautan palsu pendaftaran petugas haji dan umrah, undangan umrah gratis, dan penipuan yang menawarkan percepatan keberangkatan jemaah haji.
Penipuan Lewat Telegram
Informasi palsu yang disebarkan unggahan di Facebook tersebut menandakan adanya upaya penipuan di baliknya. Warganet yang tertipu diarahkan untuk memasukkan nomor Telegram-nya yang bisa dieksploitasi oleh pelaku penipuan.
Dilansir Nordvpn.com, banyak pelaku penipuan phising (pencurian data) yang menggunakan Telegram karena aplikasi layanan komunikasi itu memiliki fitur-fitur yang bisa memudahkan aksi mereka. Untuk pencurian data, biasanya korban diminta mengeklik tautan berbahaya atau mengisi formulir dengan informasi penting seperti akses login dan data pribadi penting lainnya.
Meskipun pada dasarnya aman, pengguna aplikasi tersebut harus berhati-hati pada aksi penipuan yang memanipulasi berbagai hal untuk meraih tujuan mereka. Misalnya penipuan yang menawarkan hadiah, lowongan pekerjaan, atau penipuan “copycat” yang pelakunya berpura-pura menjadi perusahaan atau lembaga resmi.
Salah satu cara untuk menghindari penipuan jenis ini ialah berhati-hati dalam memberikan data pribadi yang penting, dan tidak mudah percaya pada tawaran-tawaran yang menggiurkan di internet.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan tautan yang beredar di Facebook adalah untuk pendaftaran program haji gratis tahun keberangkatan 2025 untuk 100 orang adalah klaim keliru.
Tautan tersebut adalah praktik penipuan yang menggunakan informasi palsu. Kemenag telah mengkonfirmasi narasi tersebut salah.
Tautan tersebut adalah praktik penipuan yang menggunakan informasi palsu. Kemenag telah mengkonfirmasi narasi tersebut salah.
Rujukan
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0XC9WZaL5Lo7r68jS2J1YJsT3W5N7tWRzMtUWs4fBRPPUD7rnbuoHc33DbV1NyZ4cl&id=61572742327141&_rdc=1&_rdr
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0XC9WZaL5Lo7r68jS2J1YJsT3W5N7tWRzMtUWs4fBRPPUD7rnbuoHc33DbV1NyZ4cl&id=61572742327141
- https://www.instagram.com/p/DFWhlCly_Rn/
- https://www.instagram.com/informasihaji/p/DFVHZ3mSK45/
- https://www.instagram.com/informasihaji/p/DFekCHSSuH7/
- https://www.instagram.com/informasihaji/p/DFhgY_9y8VL/
- https://www.instagram.com/p/DEzid6TyIfC/
- https://nordvpn.com/id/blog/penipuan-telegram/
(GFD-2025-25580) [PENIPUAN] Rekrutmen Petugas Sensus Pertanian 2025
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 12/02/2025
Berita
Pada Jumat (27/12/2024) akun Facebook “Lowongan Kerja Terbaru” membagikan foto [arsip] berisi informasi tentang rekrutmen petugas Sensus Pertanian 2025.
Berikut narasi lengkapnya:
“Pendaftaran rekrutmen petugas sensus pertanian 2025 gaji 7 sampai 9 juta per bulan
Persyaratan
• MINIMAL JASA SMA/SEDERAJAT
• BEKERJA DI DESA MASING-MASING
• MELAYANI PETANI DENGAN BAIK
Bukan pendaftaran PNS atau tenaga kantor tetap dan tidak dipungut biaya
https://indoklaim[dot]vercel[dot]app/sensus-pertanian”
Berikut narasi lengkapnya:
“Pendaftaran rekrutmen petugas sensus pertanian 2025 gaji 7 sampai 9 juta per bulan
Persyaratan
• MINIMAL JASA SMA/SEDERAJAT
• BEKERJA DI DESA MASING-MASING
• MELAYANI PETANI DENGAN BAIK
Bukan pendaftaran PNS atau tenaga kantor tetap dan tidak dipungut biaya
https://indoklaim[dot]vercel[dot]app/sensus-pertanian”
Hasil Cek Fakta
Pertama-tama, TurnBackHoax mengakses tautan yang tersemat dalam unggahan. Hasilnya, tautan tak bisa diakses. Ketika dilakukan pengecekan melalui WhereGoes, tautan tidak mengarah ke laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) bps.go.id.
TurnBackHoax kemudian menelusuri akun Instagram resmi BPS “bps_statistics”. Diketahui, BPS telah menegaskan tidak ada penyelenggaraan rekrutmen di tahun 2025 untuk Sensus Pertanian.
“Rekrutmen mitra BPS 2025 untuk mendukung pelaksanaan kegiatan survei telah dilakukan pada Oktober 2024 lalu,” tulis BPS pada Jumat (3/1/2025).
TurnBackHoax kemudian menelusuri akun Instagram resmi BPS “bps_statistics”. Diketahui, BPS telah menegaskan tidak ada penyelenggaraan rekrutmen di tahun 2025 untuk Sensus Pertanian.
“Rekrutmen mitra BPS 2025 untuk mendukung pelaksanaan kegiatan survei telah dilakukan pada Oktober 2024 lalu,” tulis BPS pada Jumat (3/1/2025).
Kesimpulan
Unggahan berisi informasi “rekrutmen petugas Sensus Pertanian 2025” disertai tautan yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten palsu (fabricated content).
Rujukan
- http[Instagram] Akun Instagram BPS “bps_statistics” [WhereGoes] Hasil penelusuran URL tautan pendaftaran petugas sensus pertanian 2025
- https://www.instagram.com/bps_statistics/p/DEWPeZ5y3VW/?img_index=3
- https://wheregoes.com/trace/2025709773/
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=122096037620709362&id=61571280867550&rdid=cMw32FvDIVGlq63S# (unggahan akun Facebook “Lowongan Kerja Terbaru”)
- https://www.facebook.com/61570840410531/videos/lowongan-kerja-petugas-sensus-pertanian-2025-resmi-dibuka-untuk-umumpersyaratan-/1762237991016059/ (unggahan akun Facebook “Silvi Damayanti”)
- https://ghostarchive.org/archive/d1Z9L (arsip unggahan akun Facebook “Silvi Damayanti”)
- https://archive.md/0pGAO (arsip unggahan akun Facebook “Lowongan Kerja Terbaru”)
(GFD-2025-25583) [SALAH] Wakil Direktur CDC Akui Vaksin Covid Bikin Tubuh Lemah dan Mudah Sakit
Sumber: instagram.comTanggal publish: 12/02/2025
Berita
Akun Instagram “mocha_madnurrochim” pada Minggu (02/02/2025) mengunggah video [arsip]. Isinya berupa klaim yang menyebut wakil direktur Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengakui vaksin Covid bikin tubuh lemah dan mudah sakit.
Berikut narasi lengkapnya:
“Anj gara2 vaksin sampe 3 bukanya makin sehat malah nambah penyakit dan gampang lemes”
Per Rabu (12/02/2025), konten tersebut telah mendapatkan 134 tanda suka dan dibagikan ulang 35 kali.
Berikut narasi lengkapnya:
“Anj gara2 vaksin sampe 3 bukanya makin sehat malah nambah penyakit dan gampang lemes”
Per Rabu (12/02/2025), konten tersebut telah mendapatkan 134 tanda suka dan dibagikan ulang 35 kali.
Hasil Cek Fakta
Disadur dari artikel Cek Fakta tempo.co
Tim Cek Fakta Tempo menelusuri sumber asli dan membandingkan klaim tersebut di atas dengan pemberitaan media-media kredibel, pernyataan resmi dan hasil penelitian.
Diketahui, tangkap layar berita yang disebarkan akun Instagram “mocha_madnurrochim” itu diambil dari sebuah portal berita online yang diunggah tanggal 28 Januari 2023. Laman berita tersebut mencuplik dan mengambil sumber dari unggahan X @TexasLindsay.
Berdasarkan penelusuran Tempo, narasi berita ini identik dengan unggahan sebuah laman di tanggal yang sama. Laman ini menuliskan Deputy Director CDC Tom Shimabukuro mengakui adanya “debilitating illnesses” atau sakit akibat melemahnya kondisi tubuh setelah menerima suntikan mRNA (vaksinasi Covid-19).
Penelusuran Tempo menemukan bahwa potongan pernyataan berdurasi 1,4 menit tersebut diambil dari presentasi Tom Shimabukuro. Presentasi tersebut diambil saat pertemuan ke-178 Komite Penasihat Vaksin dan Produk Biologi Terkait yang diselenggarakan U.S. Food and Drug Administration pada tanggal 26 Januari 2023.
Pada jam ke 6:48, Tom Shimabukuro menjawab pertanyaan dr Hayley Gans terkait adanya laporan bahwa ada orang yang mengalami “debilitating illnesses-sakit melemahnya kondisi tubuh” sebagai dampak potensial bagi yang telah divaksinasi Covid-19.
Dalam pertemuan tersebut, Tom Shimabukuro menggunakan frasa “debilitating illnesses-sakit melemahnya kondisi tubuh”. Namun, ia tidak mengatakan penyakit seperti itu adalah efek samping yang dikonfirmasi dari vaksin Covid-19. Ia menghormati laporan yang menyebutkan bahwa ada orang yang mengalami debilitating illnesses, setelah menerima vaksinasi Covid-19. Akan tetapi, buktinya belum cukup untuk menyimpulkan laporan tersebut dengan vaksin Covid-19.
Tim Cek Fakta Tempo menelusuri sumber asli dan membandingkan klaim tersebut di atas dengan pemberitaan media-media kredibel, pernyataan resmi dan hasil penelitian.
Diketahui, tangkap layar berita yang disebarkan akun Instagram “mocha_madnurrochim” itu diambil dari sebuah portal berita online yang diunggah tanggal 28 Januari 2023. Laman berita tersebut mencuplik dan mengambil sumber dari unggahan X @TexasLindsay.
Berdasarkan penelusuran Tempo, narasi berita ini identik dengan unggahan sebuah laman di tanggal yang sama. Laman ini menuliskan Deputy Director CDC Tom Shimabukuro mengakui adanya “debilitating illnesses” atau sakit akibat melemahnya kondisi tubuh setelah menerima suntikan mRNA (vaksinasi Covid-19).
Penelusuran Tempo menemukan bahwa potongan pernyataan berdurasi 1,4 menit tersebut diambil dari presentasi Tom Shimabukuro. Presentasi tersebut diambil saat pertemuan ke-178 Komite Penasihat Vaksin dan Produk Biologi Terkait yang diselenggarakan U.S. Food and Drug Administration pada tanggal 26 Januari 2023.
Pada jam ke 6:48, Tom Shimabukuro menjawab pertanyaan dr Hayley Gans terkait adanya laporan bahwa ada orang yang mengalami “debilitating illnesses-sakit melemahnya kondisi tubuh” sebagai dampak potensial bagi yang telah divaksinasi Covid-19.
Dalam pertemuan tersebut, Tom Shimabukuro menggunakan frasa “debilitating illnesses-sakit melemahnya kondisi tubuh”. Namun, ia tidak mengatakan penyakit seperti itu adalah efek samping yang dikonfirmasi dari vaksin Covid-19. Ia menghormati laporan yang menyebutkan bahwa ada orang yang mengalami debilitating illnesses, setelah menerima vaksinasi Covid-19. Akan tetapi, buktinya belum cukup untuk menyimpulkan laporan tersebut dengan vaksin Covid-19.
Kesimpulan
Unggahan berisi klaim “Wakil Direktur CDC akui vaksin Covid bikin tubuh lemah dan mudah sakit” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
(Ditulis oleh Laurensius Raka)
(Ditulis oleh Laurensius Raka)
Rujukan
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/2379/menyesatkan-wakil-direktur-cdc-akui-vaksin-covid-membuat-tubuh-lemah-dan-sering-sakit
- https://www.instagram.com/reel/DFjVKQeT2NI/?igsh=NGthMGFkdGp5Yzg5 (tautan unggahan akun Instagram “bosdarling”)
- https://arsip.cekfakta.com/archive/1738545537.583003/index.html (arsip unggahan akun Instagram “bosdarling”)
(GFD-2025-25584) Cek Fakta Masuk Sekolah - Makin Banyak Materi Literasi Digital untuk Siswa, Termasuk AI
Sumber:Tanggal publish: 12/02/2025
Berita
JAKARTA--Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) mengembangkan Modul Ajar Literasi Digital untuk Mata Pelajaran (Mapel) Informatika di Fase D, E, dan F jenjang SMP dan SMA. Sebelumnya, pada 2023-2024, Koalisi Cek Fakta yang beranggotakan Mafindo, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) didukung Google News Initiative (GNI) meluncurkan modul ajar dengan berbagai tema untuk siswa. Salah satunya tentang pemanfaatan artificial intelligent (AI) atau kecerdasan buatan.
Modul itu selaras dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang memasukkan Literasi Digital dalam Mata Pelajaran Informatika.
Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho di Jakarta, Selasa, 11 Februari 2025, menyatakan berdasarkan Statistik Telekomunikasi Indonesia tahun 2022 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statisik (BPS), sebanyak 26,67 persen pengguna internet di Indonesia adalah anak usia 5 tahun-18 tahun yang masuk kategori siswa.
“Karena itu, siswa perlu memahami peta jalan agar mendapatkan manfaat seoptimal mungkin dari internet dan terhindar dari risiko hoaks, perundungan digital, penipuan online, dan lain-lain. Karenanya literasi digital dan berpikir kritis menjadi kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap anak, terutama peserta didik di sekolah,” ujar lelaki yang akrab disapa Zek itu.
Sebelumnya, pada awal 2024, Koalisi Cek Fakta menginisiasi penyusunan Modul Ajar Informatika dan Literasi Digital untuk beberapa capaian fase D, E, dan F. Sebanyak 12 modul tersebut telah disumbangkan kepada para pengajar di sekolah untuk mendukung Mata Pelajaran Informatika. Modul itu telah diujicobakan dan disosialisasikan.
Modul ajar ini berfokus memberikan keterampilan kepada peserta didik dalam literasi informasi, melakukan pengecekan fakta, memahami cara membaca lateral, mengetahui literasi berita, serta kritis terhadap informasi di ruang digital, yang menjadi bagian dari capaian pembelajaran dalam elemen literasi digital.
Pada 11 Februari 2025 ini, Mafindo mengembangkan 16 modul baru bertepatan dengan Safer Internet Day 2025. Materinya makin beragam termasuk membahas pemanfaatan AI bagi siswa. Tema yang berkaitan dengan Ai adalah Beyond Bits and Bytes” Mengintegrasikan Mindfulness ke dalam Dunia AI dan Cakap dan Kreatif di Dunia Digital dan AI.
“Setiap modul dan materi training deck berlisensi Common Creative License 4.0 Non Commercial CC-BY-NC 4.0, sehingga memudahkan guru untuk adaptasi dan pengembangan materi. Silakan guru bisa memodifikasi modul itu sesuai kebutuhan. Bahkan, kami sediakan training deck dalam bentuk PPT agar bisa dipakai guru mengajar. Gratis, asal menyebutkan sumbernya,” ujar Zek.
Modul tersebut bisa diakses dan diunduh di https://lms.cekfakta.com/modulajar/.
Tema dalam modul itu beragam, sesuai dengan perkembagan zaman. Berikut tema modul ajar fase D, E, dan F:
Modul Fase D
1. Pintu ke Mana Saja
2. Awas, Malware Mengancam Kita
3. Apa Itu Jejak Digital?
4. Cek Fakta Dulu, Baru Bicara
5. Ada Apa di Dunia Maya?
6. Tahukah Rahasia di Balik Jaringan Komputer?
7. Yuuk Unboxing Komputer
8. Kenali Ruang Publik Virtual
9. Revolusi Digital, Siaaap!
10. Password Power Up Tingkatkan Keamanan Akunmu Sekarang
11. Like and Share Kebaikan “Stop Cyberbullying, Mulai dari Diri Sendiri”
12. “Unlock Your Creativity” Bikin Konten Keren ala Generasi Z!
13. “Beyond Bits and Bytes” Mengintegrasikan Mindfulness ke dalam Dunia AI
Modul Fase E
1. Cari Aku Ya!
2. Harus ke Mana Aku?
3. Benarkah Itu?
4. Aku Harus Bagaimana
5. Tak Kenal, Maka Tak Sayang
6. Cintai Budaya Sendiri, Siapa Takut!
7. Cakap dan Kreatif di Dunia Digital dan AI
8. Kuat dan Unik
Modul Fase F
1. Mesin Pencari
2. Kelas Antihoaks
3. Kredibilitas Informasi
4. Netizen Pintar: Memahami Hukum Dunia Digital
5. Ayo Berkreasi Digital
6. Cyberdemocracy
7. Transaksi Aman Hati Tenang
Jakarta, 11 Februari 2025
Septiaji Eko Nugroho
Ketua Presidium Mafindo
Narahubung
Violita Siska Mutiara
0811-736-000
Modul itu selaras dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang memasukkan Literasi Digital dalam Mata Pelajaran Informatika.
Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho di Jakarta, Selasa, 11 Februari 2025, menyatakan berdasarkan Statistik Telekomunikasi Indonesia tahun 2022 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statisik (BPS), sebanyak 26,67 persen pengguna internet di Indonesia adalah anak usia 5 tahun-18 tahun yang masuk kategori siswa.
“Karena itu, siswa perlu memahami peta jalan agar mendapatkan manfaat seoptimal mungkin dari internet dan terhindar dari risiko hoaks, perundungan digital, penipuan online, dan lain-lain. Karenanya literasi digital dan berpikir kritis menjadi kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap anak, terutama peserta didik di sekolah,” ujar lelaki yang akrab disapa Zek itu.
Sebelumnya, pada awal 2024, Koalisi Cek Fakta menginisiasi penyusunan Modul Ajar Informatika dan Literasi Digital untuk beberapa capaian fase D, E, dan F. Sebanyak 12 modul tersebut telah disumbangkan kepada para pengajar di sekolah untuk mendukung Mata Pelajaran Informatika. Modul itu telah diujicobakan dan disosialisasikan.
Modul ajar ini berfokus memberikan keterampilan kepada peserta didik dalam literasi informasi, melakukan pengecekan fakta, memahami cara membaca lateral, mengetahui literasi berita, serta kritis terhadap informasi di ruang digital, yang menjadi bagian dari capaian pembelajaran dalam elemen literasi digital.
Pada 11 Februari 2025 ini, Mafindo mengembangkan 16 modul baru bertepatan dengan Safer Internet Day 2025. Materinya makin beragam termasuk membahas pemanfaatan AI bagi siswa. Tema yang berkaitan dengan Ai adalah Beyond Bits and Bytes” Mengintegrasikan Mindfulness ke dalam Dunia AI dan Cakap dan Kreatif di Dunia Digital dan AI.
“Setiap modul dan materi training deck berlisensi Common Creative License 4.0 Non Commercial CC-BY-NC 4.0, sehingga memudahkan guru untuk adaptasi dan pengembangan materi. Silakan guru bisa memodifikasi modul itu sesuai kebutuhan. Bahkan, kami sediakan training deck dalam bentuk PPT agar bisa dipakai guru mengajar. Gratis, asal menyebutkan sumbernya,” ujar Zek.
Modul tersebut bisa diakses dan diunduh di https://lms.cekfakta.com/modulajar/.
Tema dalam modul itu beragam, sesuai dengan perkembagan zaman. Berikut tema modul ajar fase D, E, dan F:
Modul Fase D
1. Pintu ke Mana Saja
2. Awas, Malware Mengancam Kita
3. Apa Itu Jejak Digital?
4. Cek Fakta Dulu, Baru Bicara
5. Ada Apa di Dunia Maya?
6. Tahukah Rahasia di Balik Jaringan Komputer?
7. Yuuk Unboxing Komputer
8. Kenali Ruang Publik Virtual
9. Revolusi Digital, Siaaap!
10. Password Power Up Tingkatkan Keamanan Akunmu Sekarang
11. Like and Share Kebaikan “Stop Cyberbullying, Mulai dari Diri Sendiri”
12. “Unlock Your Creativity” Bikin Konten Keren ala Generasi Z!
13. “Beyond Bits and Bytes” Mengintegrasikan Mindfulness ke dalam Dunia AI
Modul Fase E
1. Cari Aku Ya!
2. Harus ke Mana Aku?
3. Benarkah Itu?
4. Aku Harus Bagaimana
5. Tak Kenal, Maka Tak Sayang
6. Cintai Budaya Sendiri, Siapa Takut!
7. Cakap dan Kreatif di Dunia Digital dan AI
8. Kuat dan Unik
Modul Fase F
1. Mesin Pencari
2. Kelas Antihoaks
3. Kredibilitas Informasi
4. Netizen Pintar: Memahami Hukum Dunia Digital
5. Ayo Berkreasi Digital
6. Cyberdemocracy
7. Transaksi Aman Hati Tenang
Jakarta, 11 Februari 2025
Septiaji Eko Nugroho
Ketua Presidium Mafindo
Narahubung
Violita Siska Mutiara
0811-736-000
Hasil Cek Fakta
Rujukan
Halaman: 2313/8116




