KOMPAS.com - Beredar narasi yang mengeklaim ikan nila berbahaya untuk dikonsumsi. Klaim ini muncul dalam sejumlah unggahan pada Februari 2025.
Tidak ada alasan jelas mengapa ikan nila disebut berbahaya, tetapi masyarakat diminta untuk tidak memasak ikan nila.
Berdasarkan penelusuran dan konfirmasi Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Imbauan untuk tidak mengonsumsi ikan nila karena berbahaya disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Selasa (11/2/2025):
Mulai dari sekarang jangan masak ikan nilaa!Jika sudah terlanjur, langsung buang
Bah4ya makan ikan nila!! jangan sampe kalian mnyesal terlambat tauu!!! Nyesel banget baru tau bun habis beli ikan nila sekilo langsung ku buang cek di bawah ini alesannya bun janji jangan kaget bun
(GFD-2025-25600) [HOAKS] Makan Ikan Nila Berbahaya
Sumber:Tanggal publish: 12/02/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Universitas Indonesia, Inge Permadhi menjelaskan, ikan nila baik untuk dikonsumsi selama tidak tercemar.
"Seharusnya tidak ada masalah, kecuali dia tercemar," kata Inge saat dihubungi Kompas.com, Selasa (11/2/2025).
Ikan nila memiliki bermacam kandungan, seperti asam folat dan protein yang berguna bagi tubuh.
"Dia mempunyai zat gizi yang sempurna. Kandungan proteinnya bagus untuk membantu pertumbuhan anak, ibu hamil, silakan saja selama tidak tercemar," lanjutnya.
Inge juga memastikan tidak ada dampak kesehatan serius jika banyak mengonsumsi ikan nila.
Dilansir situs Biodiversity for Food and Nutrition, ikan nila kaya akan vitamin A, D, dan B kompleks.
Ikan air tawar tersebut juga mengandung kalsium, fosfor, selenium, dan mangan yang baik bagi tubuh.
Sementara, kepala ikannya mengandung omega-3 yang membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Pengguna Facebook menyertakan tautan yang menjanjikan penjelasan mengapa ikan nila berbahaya.
Namun tautan itu justru mengarah ke e-commerce dan mengarah ke toko baju.
Narasi yang beredar kemungkinan besar merupakan upaya untuk mempromosikan produk di e-commerce dengan kata-kata bombastis.
"Seharusnya tidak ada masalah, kecuali dia tercemar," kata Inge saat dihubungi Kompas.com, Selasa (11/2/2025).
Ikan nila memiliki bermacam kandungan, seperti asam folat dan protein yang berguna bagi tubuh.
"Dia mempunyai zat gizi yang sempurna. Kandungan proteinnya bagus untuk membantu pertumbuhan anak, ibu hamil, silakan saja selama tidak tercemar," lanjutnya.
Inge juga memastikan tidak ada dampak kesehatan serius jika banyak mengonsumsi ikan nila.
Dilansir situs Biodiversity for Food and Nutrition, ikan nila kaya akan vitamin A, D, dan B kompleks.
Ikan air tawar tersebut juga mengandung kalsium, fosfor, selenium, dan mangan yang baik bagi tubuh.
Sementara, kepala ikannya mengandung omega-3 yang membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Pengguna Facebook menyertakan tautan yang menjanjikan penjelasan mengapa ikan nila berbahaya.
Namun tautan itu justru mengarah ke e-commerce dan mengarah ke toko baju.
Narasi yang beredar kemungkinan besar merupakan upaya untuk mempromosikan produk di e-commerce dengan kata-kata bombastis.
Kesimpulan
Narasi mengenai bahaya mengonsumsi ikan nila merupakan hoaks.
Ahli gizi memastikan makan ikan nila tidak berbahaya. Sebaliknya, ikan nila sumber protein yang baik.
Narasi yang beredar menyertakan tautan yang ternyata mengarah ke produk di e-commerce.
Ahli gizi memastikan makan ikan nila tidak berbahaya. Sebaliknya, ikan nila sumber protein yang baik.
Narasi yang beredar menyertakan tautan yang ternyata mengarah ke produk di e-commerce.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid025UZBcnYFvHn5s9HRDL7wHyafwKCHmVLpgdAErXT6py6RjU3Wkz2mApHYXpnekqAhl&id=100088905545552
- https://www.facebook.com/anekaresepnusantaraa/posts/pfbid02gcCRzAPFSHm2Vx1D7rG9mp12kp9gY1jskuGtTQN2ATDuNySvCsM1iySJj75W7DUpl
- https://www.facebook.com/AbangL123/posts/pfbid038KTikMegVD62E4izyDcZUGbK5jdqoRgjH1vSLqp9ZmyHuuzCnmGaYez41HfJjGpol
- https://www.facebook.com/groups/811310806390691/?multi_permalinks=1840211646833930&hoisted_section_header_type=recently_seen
- https://www.facebook.com/groups/1025823378782940/posts/1431923321506275/
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid032Lq1j681qmqwKTKdWxFdPVtFjVUrpRsxwf7aNK755SWC1Ciug3HyuMMgTyMmn6Ksl&id=100087953693515
- http://www.b4fn.org/resources/species-database/detail/oreochromis-niloticus/
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-25601) [HOAKS] Jusuf Hamka Bagikan Rp 56 Juta Lewat WhatsApp
Sumber:Tanggal publish: 12/02/2025
Berita
KOMPAS.com - Pengusaha Jusuf Hamka diklaim akan membagikan dana bantuan sebesar Rp 56 juta kepada masyarakat melalui nomor WhatsApp.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konten tersebut merupakan hasil manipulasi menggunakan artificial intelligence atau AI.
Narasi yang mengeklaim Jusuf Hamka membagikan bantuan sebesar Rp 56 juta beredar di media sosial, salah satunya dibagikan akun Instagram ini.
Akun tersebut membagikan video yang menampilkan Jusuf Hamka sedang diwawancara oleh pengusaha Rudy Salim.
Dalam video, terdengar Jusuf Hamka meminta masyarakat yang ingin mendapat bantuan untuk mengirim nomor rekening.
Mereka diminta menghubungi nomor WhatsApp yang tertera dalam unggahan.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konten tersebut merupakan hasil manipulasi menggunakan artificial intelligence atau AI.
Narasi yang mengeklaim Jusuf Hamka membagikan bantuan sebesar Rp 56 juta beredar di media sosial, salah satunya dibagikan akun Instagram ini.
Akun tersebut membagikan video yang menampilkan Jusuf Hamka sedang diwawancara oleh pengusaha Rudy Salim.
Dalam video, terdengar Jusuf Hamka meminta masyarakat yang ingin mendapat bantuan untuk mengirim nomor rekening.
Mereka diminta menghubungi nomor WhatsApp yang tertera dalam unggahan.
Hasil Cek Fakta
Ketika dicermati video itu tampak janggal. Gerakan bibir Jusuf Hamka dengan perkataannya tidak sinkron.
Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian menelusuri keaslian video tersebut menggunakan Google Lens.
Hasilnya, video tersebut diketahui memanipulasi konten di kanal YouTube Prestige Productions.
Ketika disimak sampai tuntas, tidak ada pernyataan dari Jusuf Hamka yang menyebut ia menjanjikan bantuan Rp 56 juta kepada masyarakat.
Dalam video aslinya, Jusuf Hamka diwawancarai oleh Rudy Salim soal kehidupannya sebagai pengusaha serta keputusannya menjadi seorang mualaf.
Tim Cek Fakta Kompas.com juga mengecek video itu menggunakan AI Voice Detector untuk memastikan apakah konten tersebut dihasilkan oleh artificial intelligence (AI) atau bukan.
Setelah dicek, suara Jusuf Hamka menjanjikan bantuan Rp 56 juta memilki probabilitas 81,98 persen dihasilkan AI.
Video yang mengeklaim Jusuf Hamka membagikan dana bantuan sebesar Rp 56 juta melalui nomor WhatsApp merupakan hoaks. Konten itu hasil manipulasi.
Dalam video aslinya, Jusuf Hamka hanya menceritakan perjalanan hidup sebagai seoarang pengusaha dan keputusannya masuk Islam.
Ketika dicek menggunakan AI Voice Detector, video Jusuf Hamka menjanjikan Rp 56 juta terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau AI.
Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian menelusuri keaslian video tersebut menggunakan Google Lens.
Hasilnya, video tersebut diketahui memanipulasi konten di kanal YouTube Prestige Productions.
Ketika disimak sampai tuntas, tidak ada pernyataan dari Jusuf Hamka yang menyebut ia menjanjikan bantuan Rp 56 juta kepada masyarakat.
Dalam video aslinya, Jusuf Hamka diwawancarai oleh Rudy Salim soal kehidupannya sebagai pengusaha serta keputusannya menjadi seorang mualaf.
Tim Cek Fakta Kompas.com juga mengecek video itu menggunakan AI Voice Detector untuk memastikan apakah konten tersebut dihasilkan oleh artificial intelligence (AI) atau bukan.
Setelah dicek, suara Jusuf Hamka menjanjikan bantuan Rp 56 juta memilki probabilitas 81,98 persen dihasilkan AI.
Video yang mengeklaim Jusuf Hamka membagikan dana bantuan sebesar Rp 56 juta melalui nomor WhatsApp merupakan hoaks. Konten itu hasil manipulasi.
Dalam video aslinya, Jusuf Hamka hanya menceritakan perjalanan hidup sebagai seoarang pengusaha dan keputusannya masuk Islam.
Ketika dicek menggunakan AI Voice Detector, video Jusuf Hamka menjanjikan Rp 56 juta terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau AI.
Rujukan
(GFD-2025-25605) [HOAKS] Puskesmas Lebak Bulus Tawarkan Tebus Murah iPhone 15 Pro Max
Sumber:Tanggal publish: 12/02/2025
Berita
KOMPAS.com - Puskesmas Keluruhan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan diklaim menawarkan tebus murah iPhone 15 Pro Max di akun Instagram-nya.
Namun setelah ditelusuri konten tersebut adalah hoaks. Instagram Puskesmas Lebak Bulus sedang mengalami peretasan.
Narasi yang mengeklaim Puskesmas Lebak Bulus menawarkan tebus murah iPhone 15 Pro Max muncul di Instagram @puskesmaslebakbulus pada 7 Februari 2025.
Akun itu menawarkan iPhone 15 Pro Max dengan harga hanya Rp 5,8 juta. Kemudian, warganet diminta menghubungi nomor WhatsApp yang tertera dalam unggahan.
Namun setelah ditelusuri konten tersebut adalah hoaks. Instagram Puskesmas Lebak Bulus sedang mengalami peretasan.
Narasi yang mengeklaim Puskesmas Lebak Bulus menawarkan tebus murah iPhone 15 Pro Max muncul di Instagram @puskesmaslebakbulus pada 7 Februari 2025.
Akun itu menawarkan iPhone 15 Pro Max dengan harga hanya Rp 5,8 juta. Kemudian, warganet diminta menghubungi nomor WhatsApp yang tertera dalam unggahan.
Hasil Cek Fakta
Melalui unggahan di Instagram, Puskesmas Cilandak menjelaskan bahwa akun Instagram @puskesmaslebakbulus sedang mengalami peretasan.
Adapun Puskesmas Lebak Bulus berstatus puskesmas pembantu di Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.
Dalam unggahan itu masyarakat diminta untuk berhati-hati terhadap unggahan yang muncul di akun Instagram @puskesmaslebakbulus.
"Kami mengimbau agar berhati-hati serta waspada atas segala bentuk kerugian yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab mengatasnamakan Puskesmas Lebak Bulus," tulis akun Instagram Puskesmas Cilandak.
Adapun penipuan tebus murah iPhone 15 Pro Max beberapa kali muncul di media sosial. Pelaku melakukan peretasan terhadap akun Instagram.
Para peretas kemudian mengunggah konten soal penawaran gawai dengan harga murah.
Penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com sebelumnya, bisa dilihat di sini dan di sini.
Adapun Puskesmas Lebak Bulus berstatus puskesmas pembantu di Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.
Dalam unggahan itu masyarakat diminta untuk berhati-hati terhadap unggahan yang muncul di akun Instagram @puskesmaslebakbulus.
"Kami mengimbau agar berhati-hati serta waspada atas segala bentuk kerugian yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab mengatasnamakan Puskesmas Lebak Bulus," tulis akun Instagram Puskesmas Cilandak.
Adapun penipuan tebus murah iPhone 15 Pro Max beberapa kali muncul di media sosial. Pelaku melakukan peretasan terhadap akun Instagram.
Para peretas kemudian mengunggah konten soal penawaran gawai dengan harga murah.
Penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com sebelumnya, bisa dilihat di sini dan di sini.
Kesimpulan
Narasi yang mengeklaim Puskesmas Lebak Bulus menawarkan tebus murah iPhone 15 Pro Max tidak benar atau hoaks.
Akun Instagram @puskesmaslebakbulus sedang diretas. Unggahan soal tebus murah iPhone 15 Pro Max itu mengarah pada penipun.
Akun Instagram @puskesmaslebakbulus sedang diretas. Unggahan soal tebus murah iPhone 15 Pro Max itu mengarah pada penipun.
Rujukan
- https://www.instagram.com/p/DFwTswgzmCa/?utm_source=ig_embed&ig_rid=a7d23bb0-12fb-45e6-90d8-d3c518dba7d7
- https://www.instagram.com/puskesmascilandakofficial/p/DFwhInXvNhj/
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/01/28/210100082/hoaks-disnaker-pemalang-adakan-tebus-murah-iphone-15-pro-max-di?page=all
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/01/28/210100082/hoaks-disnaker-pemalang-adakan-tebus-murah-iphone-15-pro-max-di?page=all
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-25606) [HOAKS] Sertifikat Tanah Versi Kertas Tidak Berlaku Lagi
Sumber:Tanggal publish: 12/02/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar narasi yang mengeklaim bahwa sertifikat tanah dalam bentuk kertas tidak lagi berlaku, dan diganti versi digital.
Menurut narasi tersebut, sertifikat tanah versi kertas akan dimusnahkan pemerintah dan tanah akan diambilalih kepemilikannya oleh negara.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.
Narasi sertifikat tanah versi kertas tidak lagi berlaku dibagikan oleh akun Facebook ini pada 6 Februari 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
Setelah pengaturan penyaluran GAS ELPIJI ukuran 3 kilogram yang membuat panik emak-emak, kini giliran pengaturan SERTIFIKAT TANAH yang akan membuat rempong kaum bapak-bapak.
Sesuai informasi yang terlanjur sudah meluas di media sosial itu, SERTIFIKAT TANAH versi kertas seperti berlaku selama ini, akan diganti oleh pemerintah dengan sertifikat versi digital, atau sertifikat tanah elektronik mulai tahun 2026.
Bagi yang tidak mengganti SERTIFIKAT TANAH-nya menjadi sertifikat elektronik yang dimulai berlaku Februari 2025 ini, maka surat tanah yang masih kertas (rinci, letter C) akan dimusnahkan pemerintah.
Resikonya tanah yang semula milik masyarakat, akan diambilalih kepemilikannya oleh negara.
Screenshot Hoaks, sertifikat tanah versi kertas tidak lagi berlaku
Menurut narasi tersebut, sertifikat tanah versi kertas akan dimusnahkan pemerintah dan tanah akan diambilalih kepemilikannya oleh negara.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.
Narasi sertifikat tanah versi kertas tidak lagi berlaku dibagikan oleh akun Facebook ini pada 6 Februari 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
Setelah pengaturan penyaluran GAS ELPIJI ukuran 3 kilogram yang membuat panik emak-emak, kini giliran pengaturan SERTIFIKAT TANAH yang akan membuat rempong kaum bapak-bapak.
Sesuai informasi yang terlanjur sudah meluas di media sosial itu, SERTIFIKAT TANAH versi kertas seperti berlaku selama ini, akan diganti oleh pemerintah dengan sertifikat versi digital, atau sertifikat tanah elektronik mulai tahun 2026.
Bagi yang tidak mengganti SERTIFIKAT TANAH-nya menjadi sertifikat elektronik yang dimulai berlaku Februari 2025 ini, maka surat tanah yang masih kertas (rinci, letter C) akan dimusnahkan pemerintah.
Resikonya tanah yang semula milik masyarakat, akan diambilalih kepemilikannya oleh negara.
Screenshot Hoaks, sertifikat tanah versi kertas tidak lagi berlaku
Hasil Cek Fakta
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) membantah narasi tersebut pada 7 Februari 2025 melalui akun Instagram resmi.
Menurut Kementerian ATR/BPN, sertifikat tanah versi kertas atau sertifikat hijau masih berlaku dan tidak akan ditarik.
"Selama kamu tidak mengajukan permohonan alih media atau layanan pertanahan lainnya, maka sertifikat lama (hijau) milikmu tidak akan berubah menjadi sertifikat elektronik," demikian penjelasan Kementerian ATR/BTN.
Sertifikat akan secara otomatis berubah menjadi versi elektronik apabila masyarakat mengajukan layanan pemeliharaan data pertanahan, seperti balik nama, roya, dan pemecahan.
Menurut Kementerian ATR/BPN, sertifikat tanah versi kertas atau sertifikat hijau masih berlaku dan tidak akan ditarik.
"Selama kamu tidak mengajukan permohonan alih media atau layanan pertanahan lainnya, maka sertifikat lama (hijau) milikmu tidak akan berubah menjadi sertifikat elektronik," demikian penjelasan Kementerian ATR/BTN.
Sertifikat akan secara otomatis berubah menjadi versi elektronik apabila masyarakat mengajukan layanan pemeliharaan data pertanahan, seperti balik nama, roya, dan pemecahan.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi sertifikat tanah versi kertas tidak lagi berlaku yang beredar di Facebook adalah hoaks.
Kementerian ATR/BPN menjelaskan, sertifikat tanah versi kertas atau sertifikat hijau masih berlaku dan tidak akan ditarik.
Kementerian ATR/BPN menjelaskan, sertifikat tanah versi kertas atau sertifikat hijau masih berlaku dan tidak akan ditarik.
Rujukan
Halaman: 2311/8116