(GFD-2025-24847) Keliru, Video Rhoma Irama dan Dennis Lim Promosikan Judi Online
Sumber:Tanggal publish: 03/01/2025
Berita
Video dengan durasi 1 menit 30 detik di Facebook [ arsip ], berisi klaim bahwa Raja Dangdut Rhoma Irama dan pendakwah Dennis Lim mempromosikan situs judionline. Dalam video yang diunggah 30 September 2024 itu, Rhoma menyampaikan bahwa Dennis Lim adalah mantan bandar judionline yang sudah bertobat dan akan membagikan uang yang dihasilkan dari situs judi yang pernah dikelolanya di Thailand.
Dennis kemudian mempromosikan situsnya itu yang bisa diakses oleh publik. “Jadi, siapapun yang main di sini pasti saya kasih menang. Makanya saya sengaja membuat perjudian itu khusus untuk bagi-bagi uang kepada semua pemain,” kata Dennis.
Hingga artikel ini ditulis, video tersebut sudah ditonton 20 juta kali dan telah mendapatkan suka 73 ribu. Lantas, benarkah ini video Rhoma Irama dan Dennis Lim mempromosikan judionline?
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Tempo menelusuri sumber video yang dibagikan dengan mengunjungi akun YouTube milik Rhoma Irama, yaitu Rhoma Irama Official. Hasilnya, video tersebut merupakan video rekayasa. Video aslinya, tidak terkait dengan promosi situs judionline.
Potongan video itu merupakan video Dennis Lim saat menjadi tamu di acara Bisikan Rhoma yang diunggah pada akun YouTube pada 21 Juli 2023. Dalam siniar yang berjudul “Bisikan Rhoma #87: Inspiratif! Cerita Koh Dennis Lim Dulu Bandar Judi Sekarang Jadi Da'i” tersebut, Dennis bercerita tentang pengalaman hidupnya dari seorang bandar judi di Thailand hingga hijrah ke Indonesia dan menjadi seorang da’i.
Video yang disebarkan di Facebook tersebut telah dipotong dari aslinya yang berdurasi 51 menit 2 detik. Video dipotong dari menit ke-06:38, saat Rhoma menanyakan pekerjaan Dennis sebelumnya sebagai bandar judi. Dalam segmen itu, pembuat konten kemudian menambahkan bagian promosi situs judionlineFufuslot dan merekayasa suara Rhoma dan Dennis, seolah-olah mengatakan bahwa situs judi tersebut membagikan uang kepada pemain.
Padahal faktanya, Rhoma maupun Dennis dalam siniar aslinya tidak mempromosikan situs judionlinetersebut. Bahkan Dennis menyatakan sudah berhenti dan bertobat dari pekerjaannya.
Analisa pemeriksadeepfake berbasis AI dari Truemedia.org menyatakan video tersebut memiliki bukti kuat telah dimanipulasi menggunakan Artificial Intelligence (AI) atau deepfake. Suaranya 100 persen direkayasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa video Rhoma Irama dan Dennis Lim mempromosikan judionline adalahkeliru.
Rujukan
(GFD-2025-24848) Keliru, Klaim bahwa Dinosaurus Tidak Ada dan Kerangkanya Dibuat dari Tulang Ayam Asal Cina
Sumber:Tanggal publish: 03/01/2025
Berita
Sebuah video beredar di Instagram [ arsip ] memuat klaim bahwa dinosaurus sesungguhnya hanyalah makhluk imajiner buatan Sir Richard Owen anggota Royal Society. Kerangka dinosaurus yang pernah ditemukan juga diklaim sebagai replika dari tulang ayam asal Cina.
“Tahukah kamu dinosaurus tidak benar-benar ada, mereka tidak pernah ada, mereka diciptakan oleh Royal Society tahun 1841, Class Dinosauria awalnya dicetuskan oleh Sir Richard Owen anggota Royal Society dan pengelola dari British Museum Natural History Natural History Departement tahun 1842. Semua tulang dinosaurus adalah replika terbuat dari tulang ayam dari Cina, kisah nyata, dan tahukah kamu kenapa tidak bisa memakai tulang asli dinosaurus, karena mereka klaim bahwa mereka masih radioactive karena efek asteroid 66 juta tahun yang lalu yang diketahui bersama sebagai great dinosaurus rush atau bone wars."
Namun, benarkah dinosaurus sebetulnya hanyalah imajiner dan kerangkanya dibuat dari tulang ayam asal Cina?
Hasil Cek Fakta
Tempo menemukan bahwa klaim-klaim dalam video tanpa keterangan sumber yang jelas tersebut, tidak selaras dengan temuan-temuan ilmiah dan pernyataan para akademisi.
American Museum of Natural History menjelaskan naturalis Inggris, Sir Richard Owen, menciptakan istilah Dinosauria yang berasal dari bahasa Yunani deinos, yang berarti “sangat besar”, dan sauros, yang berarti “kadal”.
Fosil dinosaurus telah ditemukan di tujuh benua. Semua dinosaurus non-unggas punah sekitar 66 juta tahun yang lalu, sementara ada sekitar 700 spesies dinosaurus yang telah punah. American Museum of Natural History sendiri menyimpan 100 spesimen fosil dinosaurus di lantai empat museum, dimana 85 persen dari spesimen yang ada adalah fosil asli, bukan gips atau reproduksi. Hal ini menjadi bukti-bukti bahwa dinosaurus bukan makhluk imajiner.
Fosil dinosaurus ditemukan lebih dulu, jauh sebelum spesies pertama berhasil dideskripsikan. Saat itu tidak ada yang tahu apa itu dinosaurus, orang-orang tidak tahu pula bagaimana menafsirkannya. Dikutip dari artikel Delair dan Sarjeant (2002) berjudul "The earliest discoveries of dinosaurs: the records re-examined", temuan pertama tulang dinosaurus (tulang bagian bawah tulang paha) yang telah diautentikasi pada tahun 1677 atau sebelumnya yang diidentifikasi berasal dari zaman Jura Tengah (akhir Bajocian-Bathonian), yang dimulai pada 174.1 juta tahun lalu, hingga 163.5 juta tahun lalu.
Temuan berikutnya berupa fosil gigi. Pengganti Plot di Museum Ashmolean, naturalis asal Wales, Edward Lhuyd menggambarkan beberapa gigi fosil dalam karyanya Lithophylacii Britannici Ichnographica pada 1699 yang dipastikan berasal dari masa Jurassic Tengah: Bathonian, suatu masa dari 168,2–165,3 juta tahun yang lalu.
Baru sekitar tahun 1818, William Buckland, seorang rohaniwan dari Universitas Oxford, memutuskan untuk mempelajari lebih detail sejumlah fosil yang ditemukan di sekitar Oxfordshire. Dikutip dari Natural History Museum, dengan bantuan ilmuwan lain, Buckland menyimpulkan bahwa fosil tersebut milik sejenis kadal raksasa yang berjalan dengan empat kaki.
Fosil tersebut akhirnya diberi nama Megalosaurus bucklandii untuk menghormatinya. Megalosaurus adalah dinosaurus pertama yang dideskripsikan oleh ilmuwan. Namun, butuh 18 tahun lagi sebelum akhirnya Richard Owen menciptakan istilah "dinosaurus".
Paleontolog Stephen Brusatte mengatakan, pada tahun 1820-an dan 1830-an, orang mulai menyadari bahwa ada kelompok hewan reptil besar yang punah. "Orang-orang telah menemukan tulang dinosaurus di seluruh dunia selama ribuan tahun sebelumnya. Suku-suku Pribumi Amerika dan suku-suku Pribumi lainnya di Asia Tengah dan Amerika Selatan bahkan memiliki cerita tentang makhluk yang didasarkan pada penemuan fosil."
Setahun setelah Megalosaurus dinamai, reptil prasejarah raksasa kedua, bernama Iguanodon, dideskripsikan. Ini adalah penemuan yang sangat signifikan. Iguanodon adalah reptil prasejarah raksasa pertama yang ditemukan sebagai herbivora. Pada saat itu, kebanyakan reptil dianggap memakan daging atau serangga.
Pada tahun 1861, fosil Archaeopteryx ditemukan di Jerman. Fosil ini menunjukkan ciri-ciri campuran antara burung dan dinosaurus, dengan sayap dan bulu, tetapi juga gigi dan ekor panjang seperti reptil. Penemuan ini memberikan bukti kuat tentang hubungan evolusioner antara dinosaurus dan burung. Penemuan fosil Sinosauropteryx di China pada tahun 1996 mengungkap bahwa beberapa dinosaurus memiliki bulu.
Berikut hasil penelusurannya:
Soal Sir Richard Owen
Dilansir Usatoday.com, narasi serupa beredar secara daring di Amerika Serikat tahun 2023. Kata dinosaurus memang berasal dari pernyataan ilmuwan biologi asal Inggris, Sir Richard Owen, dalam sebuah pidato di Royal Society, Inggris, tahun 1841.
Tepatnya, dia mengatakannya sebagai hewan Dinosauria. Owen juga dikenal sebagai ilmuwan yang memburu popularitas, sehingga sebagian orang mencurigainya. Namun, sesungguhnya bukti-bukti keberadaan dinosaurus telah ditemukan di tahun-tahun sebelumnya.
Kepala layanan perpustakaan dan informasi di The Royal Society, Keith Moore, mengatakan bahwa gigi dinosaurus telah ditemukan tahun 1699. Namun, saat itu disalahpahami sebagai gigi ikan yang membatu.
Foto-foto terkonfirmasi yang menunjukkan temuan fosil dinosaurus di dalam tanah, dapat ditemukan di internet. Salah satunya yang ditemukan di Zimbabwe sekitar Mei 2024, sebagaimana diberitakan ABCNews.go.com.
Pagnac menyatakan, dalam berita media asal Inggris Reuters.com, bahwa selama 20 tahun dia menggeluti pencarian dan pengamatan fosil, dia tidak pernah mengetahui adanya kerangka dinosaurus yang dibuat dari tulang ayam asal Cina.
Dilansir CNN.com, pemilik perusahaan paleontologi komersial Craig Pfister menemukan kerangka dinosaurus jenis Triceratops yang tingkat keutuhan kerangkanya mencapai hampir 85 persen. Kerangka itu kini dipajang di Museum Victoria, Australia, dan diberi nama Horridus. Kerangka ditemukan tahun 2014, dan penggaliannya memakan waktu lebih dari satu tahun, yang kemudian diangkut dalam delapan peti untuk dipindah ke Australia.
Seorang pegiat paleontologi amatir berusia 25 tahun Damien Boschetto juga menemukan kerangka Titanosaurus yang tingkat kelengkapannya mencapai 70 persen saat berjalan di hutan di Montouliers, Prancis, bersama anjingnya, pada Mei 2022, yang juga diberitakan CNN.com.
Asosiasi Budaya Arkeologi dan Paleontologi di Museum Cruzy, bekerja sama dengan Pusat Riset Ilmiah Nasional Prancis, mengidentifikasi fosil sepanjang hampir 10 meter (32,8 kaki) itu sebagai kerangka Titanosaurus.
Narasi bahwa Dinosaurus Tidak Nyata
Tidak hanya di Indonesia, konten berisi klaim bahwa temuan mengenai dinosaurus hanya imajiner juga pernah beredar di luar negeri. Situs media USA Today dan Associated Press pernah membantah klaim tersebut.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan dinosaurus sesungguhnya tidak ada dan kerangka yang dipajang di museum dibuat menggunakan bahan tulang ayam dari Cina, adalah klaimkeliru.
Rujukan
- https://www.instagram.com/p/DEGwPyXz6yh/
- https://mvau.lt/media/22df82eb-0896-4cdd-9902-27585385ce0f
- https://www.amnh.org/dinosaurs/dinosaur-facts#:~:text=Dinosaurs%20are%20a%20group%20of,to%20giants%20or%20huge%20monsters.
- https://www.amnh.org/dinosaurs/the-dinosaurs-on-display
- https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0016787802800220
- https://www.nhm.ac.uk/discover/200-years-of-dinosaur-discoveries.html
- https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2023/03/29/fact-check-dinosaurs-real-not-invented-1800-s/11535407002/
- https://abcnews.go.com/International/new-dinosaur-species-discovered-zimbabwe-named-musankwa-sanyatiensis/story?id=110687268
- https://www.reuters.com/article/fact-check/dinosaurs-existed-and-were-documented-before-the-term-dinosauria-was-coined-in-idUSL1N35N0WE/
- https://edition.cnn.com/2022/03/20/world/horridus-triceratops-skeleton-melbourne-scn/index.html
- https://edition.cnn.com/2024/03/07/europe/dinosaur-connected-fossil-discovery-france-titanosaur-scn/index.html
- https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2023/03/29/fact-check-dinosaurs-real-not-invented-1800-s/11535407002/
- https://apnews.com/article/fact-check-dinosaur-dinohoax-evolution-richard-owen-498691274955
(GFD-2025-24849) Cek Fakta: Hoaks Presiden Prabowo Berikan Bantuan Puluhan Juta Rupiah dengan Daftar Melalui WhatsApp
Sumber:Tanggal publish: 03/01/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan Presiden Prabowo membagikan bantuan uang hingga puluhan juta rupiah dengan mendaftar melalui Whatsapp. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 24 Desember 2024.Dalam postingannya terdapat video Presiden Prabowo berpidato sebagai berikut:
"Assalamualaikum, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, dalam rangka hari kemerdekaan Republik Indonesia saya akan memberi bantuan untuk seluruh rakyat Indonesia khusus yang sudah follow dan benar-benar membutuhkan bantuan.
Saya akan berikan hari ini langsung. Silakan tekan tanda love dan panah bantuan akan segera saya berikan. Semoga bisa meringankan perekonomian rakyatku tercinta."
Video itu disertai narasi:
"Ini real 100% bukan hoaks. Yang mau kami bantu silakan hubungi Whatsapp kami 0821-8113-93xx.
Punya anak 1: 10 juta
Punya anak 2: 15 juta
Punya anak 3: 30 juta
Belum berkeluarga: 45 juta
Pemuda putra: 35 juta
Remaja putri: 40 juta
Lansia: 25 juta"
Lalu benarkah postingan Presiden Prabowo membagikan bantuan uang hingga puluhan juta rupiah dengan mendaftar melalui Whatsapp?
Ikuti Kuis Cek Fakta Liputan6.com di Aplikasi Youniverse dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.
Caranya mudah:
* Gabung ke Room Cek Fakta di aplikasi Youniverse
* Scroll tab ke samping, klik tab “Campaign”
* Klik Campaign “Kuis Cek Fakta”
* Klik “Check It Out” untuk mengikuti kuisnya
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan menggunakan website pendeteksi AI, Truemedia.org. Disana ditemukan bahwa video dalam postingan tersebut kemungkinan besar dimodifikasi menggunakan AI.
Selain itu Cek Fakta Liputan6.com menemukan video yang identik dengan postingan. Video itu diunggah akun Tribunnews di akun Youtubenya pada 16 Mei 2019 dengan judul "Prabowo Ajak Pendukungnya Salat Gaib untuk Petugas KPPS yang Meninggal"
Berikut narasi dalam postingan video tersebut:
"TRIBUN-VIDEO.COM - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengajak para pendukungnya untuk melakukan Salat Gaib pada Jumat esok, (17/5/2019).
Salat tersebut menurut Prabowo untuk mendoakan para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) yang meninggal.
"Saya menganjurkan kepada saudara-saudaraku yang beragama Islam, marilah kita pada kesempatan salat Jumat yang akan datang, melakukan salat gaib untuk arwah mereka-mereka yang meninggal kemudian bagi saudara-saudaraku yang beragama lain mendoakan mereka dengan cara agamamu masing-masing," ujar Prabowo dalam Video rekaman yang dikirimkan tim media center Prabowo-Sandi, Kamis, (16/5/2019).
Prabowo mengatakan para petugas KPPS meninggal saat sedang mengabdi untuk bangsa dan negara. Mereka menurutnya meninggal dalam keadaan syahid.
"Marilah kita juga mendoakan masih berapa ribu orang yang masih sakit di rumah sakit yang juga dalam keadaan mencurigakan marilah kita berdoa cepat pulih cepat sembuh sehingga mereka bisa kembali ke keluarganya menyelesaikan sisa Ramadhan ini," katanya.
Dalam video tersebut, Prabowo kembali menyinggung soal perlunya pengungkapan meninggalnya petugas KPPS. Prabowo mengatakan menjadi sejarah bangsa Indonesia bahwa pemilu menyebabkan kurang lebih 570 petugas KPPS meninggal.
Para ahli medis menurut Prabowo meragukan penyebab meninggalnya petugas KPPS itu karena faktor kelelahan. Apalagi mereka yang meninggal usianya beragam.
"Kita sebenarnya berharap bahwa pemerintah segera melakukan investigasi Penyelidikan dan melakukan otopsi sehingga jelas kita tahu sebabnya apa," katanya.
Prabowo heran tidak adanya otopsi kepada petugas KPPS untuk mencari tahu penyebab meninggalnya itu. Sementara, pemerintah melalui kemeterian Kesehatan pernah melakukan otopsi kepada 6 sapi yang meninggal secara mendadak.
"570 anak bangsa meninggal sangat mengherankan tidak ada upaya mencari tahu mengapa mereka meninggal," pungkasnya."
Di sisi lain jangan mudah percaya dengan pemberian bantuan dari pemerintah atau siapapun dengan mendaftar melalui Whatsapp atau aplikasi percakapan lain maupun website yang tidak jelas asal-usulnya.
Ini merupakan modus pencurian data atau penipuan dan bisa mengarahkan kita pada pinjaman online ilegal.
Kesimpulan
Postingan Presiden Prabowo membagikan bantuan uang hingga puluhan juta rupiah dengan mendaftar melalui Whatsapp adalah hoaks.
Rujukan
(GFD-2025-24852) Hoaks Wacana Uang Pecahan Rp100 Ribu Bergambar Jokowi
Sumber:Tanggal publish: 03/01/2025
Berita
tirto.id - Setelah masa jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia berakhir, nama Joko Widodo masih ramai menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial. Sebagai figur yang memimpin Indonesia selama dua periode, Jokowi tidak luput dari prestasi dan kontroversi, hal ini membuat berbagai informasi tentangnya terus bermunculan dan selalu menarik perhatian.
Baru-baru ini misalnya, beredar di media sosial unggahan (arsip) terkait wacana Bank Negara Indonesia (BNI) akan mengeluarkan pecahan uang Rp100 ribu bergambar Presiden Indonesia ke-7 tersebut.
“Bergambar Presiden Jokowi Rencana akan di keluarkan BNI Baru-Baru ini Pengganti uang Pecahan Uang seratus ribu rupiah,” tulis narasi dalam foto. Foto tersebut diunggah oleh akun Facebook dengan nama “Dara Dina” pada Minggu (01/12/2024).
"Ada wacana foto Jokowi dibuat diuang pecahan 100rb..Netizen: Syaratnya berat harus Meninggal dulu Alasannya semua yg foto diuang sdh meninggal dan utk dikenang...🤭," bunyi keterangan penyerta pengunggah.
Unggahan tersebut mengumpulkan lima reaksi (tanda suka dan emoji) serta sembilan komentar. Namun, kami menemukan akun tersebut juga menyebarkan unggahan serupa di grup lain. Misalnya di grup "Abah Anies Rasyid Baswedan" (arsip), "Relawan Anies Rasyid Baswedan" (arsip), "Gerakan Relawan Anies Baswedan" (arsip), "Anies Baswedan untuk Indonesia" (arsip), "Menuju Indonesia Emas" (arsip), dan "Indonesia Bersuara" (arsip).
Kami juga menemukan unggahan serupa dari akun "Moh Tata" (arsip) pada 14 Desember 2024. Dia juga mengunggah foto tersebut di grup lain, yang kami temukan di grup "Komunitas Kreator Pemula" (arsip). Unggahan-unggahan tersebut, meski tidak banyak menarik perhatian, tapi persebarannya cukup luas di berbagai grup.
Lantas, benarkah wacana BNI untuk mengeluarkan uang 100 ribu dengan gambar Jokowi? Bagaimanakah faktanya?
Baru-baru ini misalnya, beredar di media sosial unggahan (arsip) terkait wacana Bank Negara Indonesia (BNI) akan mengeluarkan pecahan uang Rp100 ribu bergambar Presiden Indonesia ke-7 tersebut.
“Bergambar Presiden Jokowi Rencana akan di keluarkan BNI Baru-Baru ini Pengganti uang Pecahan Uang seratus ribu rupiah,” tulis narasi dalam foto. Foto tersebut diunggah oleh akun Facebook dengan nama “Dara Dina” pada Minggu (01/12/2024).
"Ada wacana foto Jokowi dibuat diuang pecahan 100rb..Netizen: Syaratnya berat harus Meninggal dulu Alasannya semua yg foto diuang sdh meninggal dan utk dikenang...🤭," bunyi keterangan penyerta pengunggah.
Unggahan tersebut mengumpulkan lima reaksi (tanda suka dan emoji) serta sembilan komentar. Namun, kami menemukan akun tersebut juga menyebarkan unggahan serupa di grup lain. Misalnya di grup "Abah Anies Rasyid Baswedan" (arsip), "Relawan Anies Rasyid Baswedan" (arsip), "Gerakan Relawan Anies Baswedan" (arsip), "Anies Baswedan untuk Indonesia" (arsip), "Menuju Indonesia Emas" (arsip), dan "Indonesia Bersuara" (arsip).
Kami juga menemukan unggahan serupa dari akun "Moh Tata" (arsip) pada 14 Desember 2024. Dia juga mengunggah foto tersebut di grup lain, yang kami temukan di grup "Komunitas Kreator Pemula" (arsip). Unggahan-unggahan tersebut, meski tidak banyak menarik perhatian, tapi persebarannya cukup luas di berbagai grup.
Lantas, benarkah wacana BNI untuk mengeluarkan uang 100 ribu dengan gambar Jokowi? Bagaimanakah faktanya?
Hasil Cek Fakta
Pertama-tama, Tim Riset Tirto menelusuri sumber gambar yang beredar. Terlihat petunjuk, watermarkDetik.com pada sudut foto, kami memasukkan kata kunci “Uang 100 ribu gambar Jokowi detikcom” pada kolom pencarian Google.
Hasilnya, kami menemukan artikel dari Detik (arsip) yang memberitakan hal tersebut. Berdasarkan artikel berita tersebut, konten uang pecahan Rp100 bergambar Jokowi pertama kali diunggah oleh pengguna Tiktok dengan nama akun @ins4nt4k_punya pada Selasa (12/7/2022).
Kami juga melakukan pencarian dengan metode reverse image search (pencarian gambar terbalik). Hasilnya juga mengarahkan ke halaman yang serupa.
Artikel dari Detik tersebut membahas tentang gambar yang sama, uang pecahan Rp100 ribu dengan wajah Jokowi. Artikel tersebut pertama kali tayang pada Juli 2022 lalu. Tirto juga sempat membuat artikel terkait hal ini.
Pada pertengahan Juli 2022, gambar pecahan uang Rp100 bergambar Jokowi tersebut viral di TikTok. Narasinya serupa, bahwa BNI akan mengeluarkan mata uang tersebut menggantikan uang pecahan Rp100 ribu. Kala itu pihak Bank Indonesia langsung memberi tanggapan.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono memastikan informasi tersebut hoaks atau tidak benar. Sebab uang kertas acuan dikeluarkan bank sentral selama ini menggunakan gambar pahlawan. "Cuma yang pasti itu salah itu hoax," kata Erwin Selasa, (12/7/2022), dikutip Tirto.
Dia menuturkan penggunaan gambar pahlawan di uang kertas memiliki track record dan kredibilitas bagus. Karena jika menggunakan gambar orang masih hidup akan sangat berisiko. "Jadi kalau masih hidup terus tersangkut apa-apa tapi sudah jadi disimpan gambar uang itu kan berisiko. Jadi untuk jaga-jaga kayak gitu kala pun mau pakai gambar orang itu gambar pahlawan," jelasnya.
Erwin pun mengimbau kepada seluruh pengguna media sosial agar bijak dan tidak menyebarkan informasi hoaks. Sebab rupiah merupakan kedaulatan negara dan sesuai dengan undang-undang sehingga ada sanksi pidana bagi mereka yang melanggar aturan. "Itu ada undang-undangnya sanksi pidana," pungkasnya.
Sementara itu Corporate Secretary BNI, Mucharom, juga sempat berkomentar kala itu. Kepada CNBC Indonesia (arsip), dia menegaskan bahwa BNI sebagai Bank Umum Milik Negara tidak memiliki tugas atau kewenangan seperti yang dipegang oleh Bank Sentral, yaitu Bank Indonesia.
Bank Indonesia memiliki kewenangan penuh sebagai otoritas moneter, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Dalam aturan tersebut, tugas dan kewenangan pengelolaan uang yang meliputi perencanaan, pencetakan, pengeluaran, pengedaran, pencabutan, penarikan, hingga pemusnahan sepenuhnya berada di bawah kendali Bank Indonesia.
“Sejarahnya, pada tahun 1968, berdasarkan Undang-Undang No. 17 Tahun 1968, BNI ditetapkan menjadi 'Bank Negara Indonesia 1946' dengan status sebagai Bank Umum milik negara. BNI bukanlah Bank Sentral yang memiliki tugas dan kewajiban seperti yang dipegang Bank Indonesia (BI) sebagai Bank Sentral," jelas Mucharom dikutip CNBC Indonesia, juga pada Selasa (12/7/2022).
Jika merujuk ke Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, tepatnya di Pasal 6 juga ada ketentuan mengenai wajah orang dalam uang rupiah. Pasal tersebut berbunyi sebagai berikut: “Rupiah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 tidak memuat gambar orang yang masih hidup.”
Lebih lanjut, dalam Pasal 7 UU 7/2011 terdapat ketentuan yang lebih detil, bunyinya:
(1) Gambar pahlawan nasional dan/atau Presiden dicantumkan sebagai gambar utama pada bagian depan Rupiah.
(2) Penggunaan gambar pahlawan nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh Pemerintah dari instansi resmi yang bertanggung jawab dan berwenang menatausahakan gambar dimaksud dan memperoleh persetujuan dari ahli waris.
(3) Gambar pahlawan nasional dan/atau Presiden sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Presiden.
Aturan ini dibuat untuk menjaga nilai sejarah dan penghormatan terhadap tokoh yang diabadikan di uang kertas. Biasanya, uang Rupiah memuat gambar Pahlawan Nasional atau figur publik yang sudah wafat, dengan penetapan resmi melalui Keputusan Presiden.
Tirto juga menemukan artikel dari arsip artikel Kementerian Komunikasi dan Digital. Isu uang Rp100 bergambar Jokowi sempat beredar juga sebelumnya, pada tahun 2021. Kala itu uang dengan wajah Jokowi tersebut dikaitkan dengan redenominasi rupiah, penyederhanaan nilai mata uang rupiah tanpa mengubah nilai tukarnya. Pada tahun 2021, Bank Indonesia juga menyebut informasi ini sebagai hoaks. Mereka menyebut kalau kala itu tidak ada rencana mengeluarkan uang pecahan baru redenominasi.
Isu soal uang berwajah Jokowi adalah isu lawas yang diungkit kembali.
Hasilnya, kami menemukan artikel dari Detik (arsip) yang memberitakan hal tersebut. Berdasarkan artikel berita tersebut, konten uang pecahan Rp100 bergambar Jokowi pertama kali diunggah oleh pengguna Tiktok dengan nama akun @ins4nt4k_punya pada Selasa (12/7/2022).
Kami juga melakukan pencarian dengan metode reverse image search (pencarian gambar terbalik). Hasilnya juga mengarahkan ke halaman yang serupa.
Artikel dari Detik tersebut membahas tentang gambar yang sama, uang pecahan Rp100 ribu dengan wajah Jokowi. Artikel tersebut pertama kali tayang pada Juli 2022 lalu. Tirto juga sempat membuat artikel terkait hal ini.
Pada pertengahan Juli 2022, gambar pecahan uang Rp100 bergambar Jokowi tersebut viral di TikTok. Narasinya serupa, bahwa BNI akan mengeluarkan mata uang tersebut menggantikan uang pecahan Rp100 ribu. Kala itu pihak Bank Indonesia langsung memberi tanggapan.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono memastikan informasi tersebut hoaks atau tidak benar. Sebab uang kertas acuan dikeluarkan bank sentral selama ini menggunakan gambar pahlawan. "Cuma yang pasti itu salah itu hoax," kata Erwin Selasa, (12/7/2022), dikutip Tirto.
Dia menuturkan penggunaan gambar pahlawan di uang kertas memiliki track record dan kredibilitas bagus. Karena jika menggunakan gambar orang masih hidup akan sangat berisiko. "Jadi kalau masih hidup terus tersangkut apa-apa tapi sudah jadi disimpan gambar uang itu kan berisiko. Jadi untuk jaga-jaga kayak gitu kala pun mau pakai gambar orang itu gambar pahlawan," jelasnya.
Erwin pun mengimbau kepada seluruh pengguna media sosial agar bijak dan tidak menyebarkan informasi hoaks. Sebab rupiah merupakan kedaulatan negara dan sesuai dengan undang-undang sehingga ada sanksi pidana bagi mereka yang melanggar aturan. "Itu ada undang-undangnya sanksi pidana," pungkasnya.
Sementara itu Corporate Secretary BNI, Mucharom, juga sempat berkomentar kala itu. Kepada CNBC Indonesia (arsip), dia menegaskan bahwa BNI sebagai Bank Umum Milik Negara tidak memiliki tugas atau kewenangan seperti yang dipegang oleh Bank Sentral, yaitu Bank Indonesia.
Bank Indonesia memiliki kewenangan penuh sebagai otoritas moneter, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Dalam aturan tersebut, tugas dan kewenangan pengelolaan uang yang meliputi perencanaan, pencetakan, pengeluaran, pengedaran, pencabutan, penarikan, hingga pemusnahan sepenuhnya berada di bawah kendali Bank Indonesia.
“Sejarahnya, pada tahun 1968, berdasarkan Undang-Undang No. 17 Tahun 1968, BNI ditetapkan menjadi 'Bank Negara Indonesia 1946' dengan status sebagai Bank Umum milik negara. BNI bukanlah Bank Sentral yang memiliki tugas dan kewajiban seperti yang dipegang Bank Indonesia (BI) sebagai Bank Sentral," jelas Mucharom dikutip CNBC Indonesia, juga pada Selasa (12/7/2022).
Jika merujuk ke Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, tepatnya di Pasal 6 juga ada ketentuan mengenai wajah orang dalam uang rupiah. Pasal tersebut berbunyi sebagai berikut: “Rupiah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 tidak memuat gambar orang yang masih hidup.”
Lebih lanjut, dalam Pasal 7 UU 7/2011 terdapat ketentuan yang lebih detil, bunyinya:
(1) Gambar pahlawan nasional dan/atau Presiden dicantumkan sebagai gambar utama pada bagian depan Rupiah.
(2) Penggunaan gambar pahlawan nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh Pemerintah dari instansi resmi yang bertanggung jawab dan berwenang menatausahakan gambar dimaksud dan memperoleh persetujuan dari ahli waris.
(3) Gambar pahlawan nasional dan/atau Presiden sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Presiden.
Aturan ini dibuat untuk menjaga nilai sejarah dan penghormatan terhadap tokoh yang diabadikan di uang kertas. Biasanya, uang Rupiah memuat gambar Pahlawan Nasional atau figur publik yang sudah wafat, dengan penetapan resmi melalui Keputusan Presiden.
Tirto juga menemukan artikel dari arsip artikel Kementerian Komunikasi dan Digital. Isu uang Rp100 bergambar Jokowi sempat beredar juga sebelumnya, pada tahun 2021. Kala itu uang dengan wajah Jokowi tersebut dikaitkan dengan redenominasi rupiah, penyederhanaan nilai mata uang rupiah tanpa mengubah nilai tukarnya. Pada tahun 2021, Bank Indonesia juga menyebut informasi ini sebagai hoaks. Mereka menyebut kalau kala itu tidak ada rencana mengeluarkan uang pecahan baru redenominasi.
Isu soal uang berwajah Jokowi adalah isu lawas yang diungkit kembali.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran yang telah dilakukan, wacana BNI mengeluarkan pecahan uang Rp100 ribu bergambar Jokowi bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Narasi mengenai uang bergambar wajah Jokowi sudah muncul sejak tahun 2021 dan muncul lagi tahun 2022. Pihak Bank Indonesia dan BNI sudah menjelaskan kalau informasi ini adalah hoaks.
Pihak BNI menegaskan kalau mereka tidak memiliki kewenangan untuk mencetak uang seperti Bank Sentral, yaitu Bank Indonesia. Sementara pihak Bank Indonesia menegaskan mereka dalam mengeluarkan uang kertas selalu menggunakan gambar pahlawan dan menghindari menggunakan gambar wajah orang yang masih hidup.
Narasi mengenai uang bergambar wajah Jokowi sudah muncul sejak tahun 2021 dan muncul lagi tahun 2022. Pihak Bank Indonesia dan BNI sudah menjelaskan kalau informasi ini adalah hoaks.
Pihak BNI menegaskan kalau mereka tidak memiliki kewenangan untuk mencetak uang seperti Bank Sentral, yaitu Bank Indonesia. Sementara pihak Bank Indonesia menegaskan mereka dalam mengeluarkan uang kertas selalu menggunakan gambar pahlawan dan menghindari menggunakan gambar wajah orang yang masih hidup.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo?fbid=8895084453848204&set=g.836858164257288
- https://archive.ph/Addyu
- https://www.facebook.com/groups/aniesbaswedan/posts/556290130579109/
- https://archive.ph/wip/vKfsR
- https://www.facebook.com/groups/pendukunganiesbaswedan/posts/1555825538472012/
- https://archive.ph/wip/GaRzN
- https://www.facebook.com/groups/836858164257288/posts/1100958864513882/
- https://archive.ph/wip/zCarh
- https://www.facebook.com/groups/229021572968893/posts/595275583010155/
- https://archive.ph/wip/hhs6M
- https://www.facebook.com/groups/1181172642552834/posts/1476253476378081/
- https://archive.ph/wip/L76zB
- https://www.facebook.com/groups/indonesiabersuara2021/posts/4184528985108203/
- https://archive.ph/wip/Fzpq5
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02CF2NMJScft5nFzepNLHCD7y55WfDJWY28PKnWyuqo7VdFApBUsuQCHfLB32p3qkxl&id=100073247588233
- https://archive.ph/wip/bsHUB
- https://www.facebook.com/groups/1434721803888166/posts/1537995096894169/
- https://archive.ph/wip/R5lzp
- https://www.detik.com/jatim/berita/d-6175364/heboh-foto-jokowi-di-uang-kertas-rp-100-bi-beber-fakta-aslinya
- https://archive.ph/tJthp
- https://www.google.com/search?sca_esv=1c19dbe5365bb2ff&hl=id&q=&vsrid=CNTDiej-_____wEQAhgBIiQ5ZDE4MDllMC02NTgwLTRlYWMtODBkZi1lZTg4ZDQ2M2FmZTA&gsessionid=gRFxw7hhn-nBOBV_NwxUFMHlxf9r-1VAUyNC4u9K8F2gOK1MEvSUGA&lsessionid=Vbj7ZEWgIoMFki8rqa-J5ugY_d2jwTJWupbEM705XCyIpV5-UpYBZw&vsdim=523,223&vsint=CAIqDAoCCAcSAggKGAEgATojChYNAAAAPxUAAAA_HQAAgD8lAACAPzABEIsEGN8BJQAAgD8&lns_mode=un&source=lns.web.gsbubb&udm=48&fbs=AEQNm0BRda5ldCtLnyjo6wy5JJp3wKZQUvTmTYuEFbPLYa7kiEaLGm10jWm1qoRKCRySNlIrO0CedWsnBRW_iU70FIbScbPzq4qvaEU5Wm4rL3_TdqkPleOPL-gd07N6cfA0sNTeESGyeZE6z6YHBMB74B_ic6acZw&sa=X&ved=2ahUKEwj3oe7X-KuKAxXNTWwGHfpeGMMQs6gLegQIChAB&biw=1746&bih=894&dpr=1.1
- https://tirto.id/hoaks-uang-pecahan-rp100-bergambar-wajah-presiden-jokowi-gtXW
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20220712081205-4-354820/viral-uang-pecahan-rp-100-bergambar-muka-jokowi
- https://archive.ph/wmIvj
- https://peraturan.bpk.go.id/Download/28597/UU%207%20Tahun%202
Halaman: 2292/7906



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5076273/original/063567700_1735873088-cek_fakta_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5076274/original/082573600_1735873125-cek_fakta_bantuan_2.jpg)

