• (GFD-2025-25707) [HOAKS] Tautan untuk Rekrutmen Asesor Jabatan Akademik Dosen LLDikti

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/02/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) disebut telah membuka lowongan kerja untuk posisi asesor jabatan akademik dosen di seluruh Indonesia pada awal 2025.

    Sejumlah akun Facebook menyebarkan poster rekrutmen dan tautan pendaftaran di biodata akun mereka.

    Namun setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi rekrutmen itu hoaks.

    Informasi rekrutmen asesor jabatan akademik dosen LLDikti disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (17/2/2025):

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (kemdiktisaintek) Melalui LLDIKTI Membuka Peluang Bagi Para Dosen Profesional Dan Berkompeten Untuk Bergabung Sebagai Asesor Jabatan Akademik Dosen.

    Untuk Pendaftaran Silahkan Klik Daftar Dibawah

     

    Hasil Cek Fakta

    LLDikti di sejumlah wilayah memang membuka rekrutmen untuk posisi asesor jabatan akademik dosen.

    Misalnya rekrutmen LLDikti wilayah II di Sumatera Selatan dan wilayah VII di Jawa Timur.

    Pengumuman rekrutmennya disampaikan melalui akun media sosial resmi atau situs web resmi dengan alamat domain milik pemerintah.

    Informasi rekrutmennya dapat dilihat di sini dan di sini.

    Sementara, tautan yang disebarkan di Facebook tidak mengarah ke situs web resmi.

    URL Scan mampu melacak laman yang diarahkan oleh suatu tautan tanpa perlu mengekliknya.

    Laman yang ditampilkan meminta pengunjung untuk mengisi nama lengkap dan nomor ponsel aktif yang tersambung dengan aplikasi perpesanan Telegram.

    Hasil pelacakannya dapat dilihat di sini, di sini, dan di sini.

    Pola semacam itu merupakan ciri phishing dengan modus menawarkan lowongan pekerjaan.

    Kesimpulan

    Tautan rekrutmen asesor jabatan akademik dosen LLDikti yang disebarkan sejumlah akun Facebook merupakan hoaks.

    Tautan yang beredar tidak mengarah ke situs resmi pemerintah atau LLDikti.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25708) [HOAKS] Kemensos Kerja Sama dengan Telegram untuk Salurkan Bansos

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/02/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Kementerian Sosial (Kemensos) disebut bekerja sama dengan aplikasi pesan Telegram dalam penyaluran bantuan sosial di Indonesia.

    Menurut narasi yang beredar di media sosial, bansos disalurkan kepada masyarakat yang menggunakan Telegram.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.

    Narasi Kemensos bekerja sama dengan Telegram dalam penyaluran bansos dibagikan oleh akun Facebook ini pada Senin (17/2/2025).

    Akun Facebook tersebut memasang logo Telegram sebagai gambar profil dan menggunakan nama "Telegram Indonesia".

    Berikut narasi yang dibagikan:

    PENGUMUMAN

    Untuk Masyarakat Pengguna Aplikasi Telegram

    CEO TELEGRAM

    Pavel Durov Telah Bekerjasama Dengan KEMENSOS ( Kementerian Sosial )

    Untuk Memberi Apresiasi Kepada Masyarakat Indonesia Telah Menggunakan Aplikasi Pavel Durov Dirikan !!!

    Memberikan Bantuan Langsung Yang Di Percayakan Kepada Kementerian Sosial Menjadi Bansos( BST-BNPT-PKH-KIS-BPJS-IBU HAMIL ) Untuk Di bagikan Kepada Yang Menggunakan Aplikasi Telegram

    Buruan Daftar Caranya Gampang

    Khusus Pengguna Aplikasi TELEGRAMKLIK LINK DI BAWAH INI

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, narasi tersebut berasal dari akun palsu. Sebab, Telegram melalui situs resmi telah menegaskan bahwa mereka tidak memiliki akun Facebook.

    "Jika ada orang di Facebook atau platform lain yang mengatakan bahwa mereka adalah kami (Telegram), itu tidak benar," demikian penjelasan Telegram.

    Tim Cek Fakta Kompas.com juga tidak menemukan pemberitaan tentang adanya kerja sama resmi antara Kemensos dengan Telegram untuk menyalurkan bansos di Indonesia.

    Adapun penyaluran bansos di Indonesia akan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025

    Dilansir Antara, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Muhaimin Iskandar mengatakan, DTSEN akan mulai digunakan pada kuartal kedua atau sekitar April 2025.

    "Jadi untuk mulai semua itu, penggunaan utamanya pada kuartal dua nanti, yang sekarang masih menggunakan data Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)" kata Muhaimin.

    Muhaimin mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi mewujudkan DTSEN untuk penyaluran bansos yang lebih efektif dan akurat.

    "Dengan data tunggal ini, maka semua pensasaran nasional, mulai dari bantuan sosial, bantuan perlindungan sosial, dan sasaran-sasaran pembangunan lainnya menjadi tepat, efektif, akurat karena itu terima kasih kepada semua yang membantu kerja keras sinkronisasi dari berbagai sumber data," tuturnya.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi Kemensos bekerja sama dengan Telegram dalam penyaluran bansos adalah hoaks.

    Narasi itu bersumber dari akun Facebook palsu. Selain itu, tidak ditemukan pemberitaan tentang adanya kerja sama resmi antara Kemensos dengan Telegram

    Rujukan

  • (GFD-2025-25762) Keliru: Mandi Setelah Makan dan Begadang Sebabkan Stroke

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/02/2025

    Berita

    Sebuah video tentang penyebab stroke beredar di media sosial Facebook [arsip]. Narator dalam video itu menjelaskan agar warganet waspada dengan tiga kebiasaan yang dapat menyebabkan stroke. 

    Tiga kebiasaan tersebut antara lain mandi setelah makan, olahraga setelah makan, dan setelah begadang langsung mandi. Konten tersebut telah disukai 8,9 ribu kali dan dibagikan ulang lebih dari 2 ribu kali.



    Benarkah ketiga hal di atas bisa penyebab stroke?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi klaim-klaim di atas dengan menghubungi Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB. Menurutnya, stroke tidak berhubungan dengan makan langsung mandi, makan langsung olahraga, begadang langsung mandi atau mandi tengah malam. “Sama sekali tidak ada hubungannya,” kata Ari kepada Tempo, Senin, 17 Februari 2025.

    Menurut dia, stroke disebabkan karena dua hal. Pertama pembuluh darah di otak pecah atau tersumbat. Risiko tersebut terkait dengan usia, genetik atau keturunan, hipertensi yang terkait dengan kolesterol tinggi dan obesitas. “Perjalanan stroke itu cukup panjang sebelum pasien pecah pada pembuluh otak,” kata Dekan FKUI ini.

    Dikutip dari situs National Heart, Lung and Blood Institute bahwa stroke disebabkan oleh tersumbatnya aliran darah ke otak (stroke iskemik) atau pendarahan mendadak di otak (stroke hemoragik). Banyak hal yang meningkatkan risiko stroke. Beberapa faktor risiko ini dapat diubah untuk membantu mencegah stroke atau stroke di masa depan.

    Sekitar 87% stroke adalah iskemik. Penyumbatan di otak biasanya disebabkan oleh sepotong plak atau gumpalan darah. Jika penyumbatan terjadi secara lokal di otak, maka kondisi ini disebut trombosis. Jika bekuan darah berpindah dari tempat lain di dalam tubuh, hal ini disebut emboli. Stroke iskemik diklasifikasikan secara spesifik berdasarkan lokasi terjadinya penyumbatan di otak dan di bagian tubuh mana terjadi emboli. Dalam beberapa kasus, lokasi asal emboli tidak diketahui.

    Ketika plak menumpuk di dinding bagian dalam arteri, hal itu dapat menyebabkan penyakit yang disebut aterosklerosis. Plak mengeras dan mempersempit arteri, membatasi aliran darah ke jaringan dan organ. Plak dapat menumpuk di arteri mana pun di tubuh, termasuk arteri di otak dan leher. Penyakit arteri karotis terjadi ketika plak menumpuk di arteri karotis di leher yang memasok darah ke otak. Ini adalah penyebab umum stroke iskemik.

    Plak di arteri juga bisa pecah. Trombosit darah menempel pada lokasi cedera plak dan menggumpal membentuk gumpalan darah. Gumpalan ini dapat menyumbat sebagian atau seluruh arteri.

    Penggumpalan darah yang menyebabkan stroke dapat terjadi bila ada kondisi jantung dan darah lainnya, seperti fibrilasi atrium dan penyakit sel sabit. Studi MRI menunjukkan bahwa sebanyak 40% anak-anak dengan penyakit sel sabit pernah mengalami stroke, meskipun pemeriksaan medis tidak menunjukkan tanda-tanda stroke. Satu-satunya pengobatan untuk stroke yang tidak terdeteksi ini (juga disebut silent infarct) adalah dengan menerima transfusi darah secara teratur.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa klaim ketiga hal di atas bisa penyebab stroke adalah keliru. 

    Stroke terjadi karena penyumbatan pembuluh darah ke otak atau pecahnya pembuluh darah otak. Risiko tersebut terkait dengan usia, genetik atau keturunan, hipertensi yang terkait dengan kolesterol tinggi dan obesitas

    Rujukan

  • (GFD-2025-25763) Menyesatkan: Potongan Video Ketua DPD Gerindra Lampung Tak Hafal Pancasila

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/02/2025

    Berita

    Potongan video diunggah di YouTube [arsip] memuat klaim bahwa Gubernur Lampung 2025-2030 terpilih, sekaligus Ketua DPD Gerindra Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, tidak hafal Pancasila. 

    Video itu memperlihatkan Rahmat Mirzani memimpin pembacaan Pancasila di acara HUT Partai Gerindra ke-17. Lalu terdengar dimana Rahmat melewatkan sila keempat Pancasila.  “Memalukan...!! Viral kader gerindra tak hafal pancasila di hut-17 gerindra lompat dari sila 3."



    Namun, benarkah Ketua DPD Gerindra Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, tidak membaca sila keempat Pancasila saat HUT Partai Gerindra ke-17?

    Hasil Cek Fakta

    Hasil verifikasi Tempo menunjukkan, terdapat masalah teknis streaming pada kanal YouTube Gerindra TV. Hal ini berdampak pada pembacaan Pancasila yang dipimpin Ketua DPD Gerindra Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menjadi tidak utuh. Faktanya, Rahmat Mirzani membacakan lima sila pada Pancasila dengan lengkap. 

    Tempo menonton dua siaran HUT Gerindra ke-17 di Sentul International Convention Center, Bogor yang ditayangkan oleh Gerindra TV dan Garuda TV pada 15 Januari 2025. Garuda TV adalah sebuah jaringan televisi swasta di Indonesia yang dimiliki oleh PT Digdaya Media Nusantara, yang terafiliasi dengan Prabowo Subianto. 



    Di saluran Gerindra TV, pada menit ke-36:30, Rahmat terdengar tidak membacakan sila keempat Pancasila. Dari sila ketiga, Rahmat dan hadirin langsung melompat ke sila kelima. Namun, siaran langsung Garuda TV pada menit ke-26:53, memperlihatkan kelima sila dibacakan secara lengkap oleh Rahmat dan peserta.

    Rahmat melalui akun Instagram miliknya, mengunggah video yang direkam peserta lewat kanal Garuda TV saat dia membacakan Pancasila. Dalam video tersebut, Rahmat dan peserta membaca lima sila dengan lengkap.

    Masalahnya, bagaimana perbedaan itu terjadi meski sudut pengambilan video pada kedua saluran tersebut sama?

    Tempo mewawancarai salah satu penyedia layanan jasa live streaming yang berpengalaman menangani acara seremonial kepresidenan di Jawa Timur. Muhammad Yunan Fahmy dari CV Alzen Metro Data menjelaskan, siaran langsung yang dihadiri presiden biasanya mengandalkan satu sumber pengambilan video. “Sumber itu yang mengelola input video dari beberapa kamera yang terpasang,” kata Fahmi kepada Tempo, Senin, 17 Februari 2025.

    Kemudian, beberapa instansi di pemerintahan yang membutuhkan siaran langsung, menghubungkan encoder ke sumber kamera tersebut. Encoder adalah perangkat elektronik yang digunakan untuk mengubah gerakan atau posisi fisik menjadi sinyal digital yang dapat dibaca oleh sistem komputer atau kontrol.

    Pada umumnya, sudut pengambilan video pada acara tersebut akan sama, meskipun disiarkan oleh beberapa pihak. Namun, kesalahan teknis apa yang mungkin bisa terjadi sehingga output video siaran bisa berbeda?

    Fahmi menyimak hasil dua siaran langsung yang ditayangkan Gerindra TV dan Garuda TV menggunakan headset. Memang di saluran Gerindra TV menunjukkan suara atau voice terpotong setelah pembacaan sila ketiga.

    Fahmi menduga masalah yang mungkin terjadi ada di perangkat encoder saluran YouTube Gerindra TV sehingga menurunkan kualitas media yang ditransfer (down bitrate). Jika masalah ini terjadi, video siaran langsung yang mengalami down bitrate akan menampilkan tanda jeda atau delay. 

    “Namun saat siaran langsung itu selesai dan hasilnya diunggah ke YouTube, bagian yang mengalami down bitrate akan terhapus,” kata Fahmi.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan sila keempat tidak diucapkan dalam pembacaan Pancasila dalam acara HUT Partai Gerindra ke-17 adalah klaim yang menyesatkan.

    Video yang beredar berasal dari saluran YouTube Gerindra TV yang mengalami masalah teknis saat siaran langsung, sehingga video pembacaan sila keempat menjadi terpotong. Pada video lainnya yang disiarkan Garuda TV, Rahmat dan peserta HUT Gerindra membacakan seluruh sila Pancasila dengan lengkap.

    Rujukan