• (GFD-2025-24929) [KLARIFIKASI] Video Shin Tae-yong Menangis Bukan Momen Perpisahan dengan Pemain Timnas

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang diklaim menampilkan momen perpisahan pelatih Shin Tae-yong dengan para pemain tim nasional sepak bola Indonesia.

    Dalam video, pelatih asal Korea Selatan itu terlihat menangis di ruang ganti bersama para pemain timnas Indonesia.

    Sebagai konteks, Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi memberhentikan Shin Tae-yong sebagai pelatih pada Senin (6/1/2025).

    Namun, video tersebut keliru dan perlu diluruskan karena informasinya keliru.

    Video yang diklaim menampilkan momen perpisahan Shin Tae-yong dengan para pemain timnas Indonesia muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut membagikan video yang menampilkan Shin Tae-yong berbicara di hadapan para pemain timnas Indonesia.

    Shin Tae-yong tampak menangis dan berpelukan dengan beberapa pemain. Salah satu akun menulis keterangan:

    Momen perpisahan timnas dan STY TERIMA KASIH BANYAK COACH

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, video yang diklaim sebagai perpisahan Shin Tae-yong dengan pemain timnas Indonesia.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri menggunakan Google Lens, video tersebut identik dengan yang ada di akun Instagram @timnasgoal. 

    Dalam keterangannya, video itu adalah momen ketika Shin Tae-yong menangis di ruang ganti usai gagal membawa timnas Indonesia U23 lolos ke Olimpiade Paris 2024.

    Video itu bersumber dari unggahan akun Instagram @rikkynugroho.

    Tim Cek Fakta Kompas.com juga menemukan video serupa di kanal YouTube tvOnenewscom pada bulan Mei 2024.

    Keterangan di video juga menyebut bahwa unggahan tersebut adalah momen Shin Tae-yong menangis usai Indonesia kalah dari timnas Guinea di play-off Olimpiade Paris 2024.

    Diberitakan Kompas.com, timnas Indonesia U23 Indonesia gagal lolos ke Olimpiade Paris 2024 setelah menelan kekalahan 0-1 dari Guinea. Gol Guinea ke gawang timnas Indonesia dicetak Ilaix Moriba melalui tendangan penalti. 

    Setelah laga melawan Guinea, Shin Tae-yong tak kuasa menahan tangis. Sebab, laga itu diwarnai kepemimpinan wasit Francois Letexier yang dianggap Shin Tae-yong merugikan timnas U23 Indonesia.

    Shin Tae-yong bahkan mendapatkan kartu merah dari Francois Letexier karena melakukan protes keras.

    Bek timnas U23 Indonesia, Ilham Rio Fahmi, mengakui bahwa dirinya dan rekan setim baru kali pertama melihat STY menangis di ruang ganti.

    Padahal, pelatih asal Korea Selatan itu sempat meminta kepada anak-anak asuhnya untuk tidak menangis seusai kalah dari Guinea.

    Hal serupa juga diungkapkan manajer timnas U23 Indonesia, Sumardji.

    Ia mengatakan, ada sejumlah faktor yang membuat para pemain timnas U23 Indonesia dan Shin Tae-yong menangis, salah satunya yakni kepemimpinan wasit Francois Letexier yang dinilai tak adil.

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan momen perpisahan Shin Tae-yong setelah dipecat PSSI merupakan informasi keliru.

    Adapun video aslinya adalah momen di ruang ganti timnas Indonesia U23 setelah kalah dari timnas Guinea di play-off Olimpiade Paris 2024. 

    Setelah laga melawan Guinea, Shin Tae-yong menangis di hadapan anak asuhnya karena laga itu diwarnai kepemimpinan wasit Francois Letexier yang dianggap merugikan Indonesia. Anak asuh Shin Tae-yong pun harus kalah 0-1 dan gagal lolos ke Olimpiade Paris 2024. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-24930) [HOAKS] HMPV adalah Virus Sintetis yang Dibuat di Laboratorium

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Human Metapneumovirus (HMPV) diklaim merupakan virus sintetis yang dibuat di laboratorium. Klaim ini muncul di sejumlah unggahan media sosial pada Desember 2024.

    Menurut narasi dalam unggahan, virus tersebut sengaja dibuat kemudian dilepaskan ke penjuru dunia.

    Namun setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut tidak benar atau merupakan hoaks.

    Informasi yang menyebutkan HMPV adalah virus sintetis yang dibuat di laboratorium disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut penggalan narasi yang ditulis pada Sabtu (4/1/2025):

    PANDEMI 2025 is coming.

    Bukan bakal lagi tetapi memang sudah terjadi

    Pandemi ini Multipandemi. Dengan berbagai macam VIRUS SINTETIK yang satu demi satu dilepas ke seluruh penjuru dunia

    Setelah COVID mereda, mulailah dilepaskan Monkey Pox dan Pox-Pox lainnya, sampai tanpa tersadari sudah (di)tersebar di 35 negara.

    Lanjut kemudian Pneumonia yang banyak menyerang anak-anakLanjut dua varian Flu Burung yang melegenda, H5N1 dan H1N1

    Lanjut kemudian tiba-tiba ada outbreak POLIO di beberapa tempat di duniaLanjut kemudian Virus Mematikan, Marburg, berkali-kali menghasilkan Outbreak di Afrika

    Lanjut kemudian di akhir 2024, muncul Virus Baru yang bahkan belum jelas taxa nya:Human Metapneumovirus atau HMPV yang tiba-tiba meledak di China Mainland.

    Semua Virus tersebut adalah ternakan Laboratorium, hasil dari mixed breeding berbagai jenis Virus dan juga hasil dari Vaccine Induced Disease, atau Penyakit Infeksi yang muncul akibat Vaksinasi.

    akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Sabtu (4/1/2025), yang menyebutkan HMPV adalah virus sintetis yang dibuat di laboratorium.

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah jurnal pada 2022 menjabarkan mengenai asal-usul HMPV.

    HMPV mempunyai asal-usul zoonosis yang berasal dari spesies burung sekitar 200 tahun yang lalu.

    HMPV diasumsikan telah berevolusi setelah infeksi virus zoonosis dari spesies inang reservoir unggas yang tidak diketahui.

    Virus ini satu keluarga dengan virus pernapasan syncytial (RSV), yang telah ada setidaknya sejak 2001 ketika pertama kali diidentifikasi di Belanda. Penyebaran virusnya umum terjadi pada musim dingin.

    Dilansir The Guardian, gejala yang ditimbulkan seperti flu atau pilek, namun dapat meningkatkan risiko atau menyebabkan komplikasi yang lebih serius seperti bronkitis atau pneumonia, terutama pada orang lanjut usia, anak kecil, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

    Terjadi lonjakan kasus HMPV di China, tetapi otoritas setempat mengatakan, infeksi saluran pernapasan memang cenderung tinggi di musim dingin.

    "Penyakit-penyakit tersebut tampaknya tidak terlalu parah dan penyebarannya dalam skala yang lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning dikutip dari The Guardian.

    Teori konspirasi mudah menyebar di tengah arus informasi yang cepat dan gencar.

    Ahli epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, munculnya teori konspirasi ini dilatarbelakangi oleh respons atas penyakit yang menjadi sorotan.

    "Kalau bicara satu penyakit, tidak ada penyakit sintetis. Penyakit itu biologis semuanya dan tidak bisa manusia menciptakan virus atau bakteri, mereka kan makhluk hidup," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Selasa (7/1/2024).

    Ia menjelaskan, HMPV merupakan penyakit yang tidak baru. HMPV tidak menimbulkan masalah serius dan polanya musiman.

    Penyakit akibat HMPV serupa dengan infeksi saluran pernapasan lain, bahkan lebih ringan dari influenza A dan Covid-19.

    Selain itu, tidak benar bahwa HMPV dibuat sebagai senjata atau serangan biologis yang sengaja dibuat oleh manusia.

    "Ada kriteria tertentu untuk suatu patogen dijadikan sebagai senjata. Dalam kaitan itu, Covid-19 dan HMPV tidak dalam kategori itu," terang Dicky.

    Kesimpulan

    Narasi yang menyebutkan HMPV adalah virus sintetis yang dibuat di laboratorium merupakan hoaks.

    Ahli epidemiologi mengatakan tidak ada virus sintetis.

    Virus HMPV tidak masuk dalam kategori patogen yang dijadikan sebagai senjata atau serangan biologis yang sengaja dibuat oleh manusia.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26506) CEK FAKTA: Patrick Kluivert Keturunan Indonesia?

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/01/2025

    Berita



    Murianews, Kudus – Tersiar narasi yang menyebutkan Patrick Kluivert merupakan keturunan Indonesia. Kabar itu kencang tersiar usai Shin Tae-yong atau STY dipecat secara resmi diberhentikan PSSI, Senin (6/1/2024).



    Narasi itu muncul lanaran ayah Patrick Kluivert, Kenneth Kluivert berkewarganegaraan Suriname.



    Di mana, negara tersebut merupakan salah satu tempat migrasi warga Indonesia di masa kolonial, terutama masyarakat Jawa.



    Hal itulah yang mendasari isu Patrick Kluivert memiliki darah Indonesia, karena wilayah Suriname sendiri berisikan orang-orang yang memiliki darah keturunan Jawa.



    Meski begitu, tidak ada pengakuan dari Patrick Kluivert mengenai ayahnya, yakni Kenneth Kluivert yang memiliki darah Indonesia karena berasal dari Suriname.



    Namun, benarkah Patrick Kluivert merupakan keturunan Indonesia?



    Penelusuran...

    Hasil Cek Fakta



    Tim Cek Fakta Murianews.com mencoba menelusuri kebenaran kabar Patrick Kluivert keturunan Indonesia.



    Dari penelusuran di mesin pencarian google menggunakan kata kunci ”Patrick Kluivert keturunan Indonesia” tidak ditemukan adanya artikel yang mengklaim itu.



    Setelah menggunakan kata kunci ”Ayah Patrick Kluivert”, ditemukan fakta-fakta yang membantah klaim maupun narasi yang beredar tentang asal-usul Patrick Kluivert.



    Ayah Patrick Kluivert diketahui bernama Kenneth Kluivert. Ia merupakan warga asli Suriname.



    Suriname sendiri memang merupakan bagian dari Belanda. Kebanyakan memang warga Suriname merupakan campuran dengan orang-orang Jawa, namun Kenneth Kluivert merupakan warga asli negara tersebut.



    Kenneth Kluivert lahir di Moengo, Suriname pada 26 August 1941. Ayah Patrick Kluivert ini juga merupakan pesepak bola yang pernah membela timnas Suriname dan pernah bermain di SV Robinhood di SVB Hoofdklasse.



    Sementara ibu Patrick Kluivert bernama Lidwina Kluivert, perempuan asli Maracao yang kemudian bermigrasi ke Belanda sebelum akhirnya bertemu dengan Kenneth Kluivert.



    Kesimpulan...

    Kesimpulan



    Berdasarkan hasil penelusuran tersebut, tidak ditemukan fakta yang menyatakan Patrick Kluivert merupakan keturunan Indonesia dari darah ayahnya Kenneth Kluivert.



    Dengan begitu, narasi yang menyebutkan Patrick Kluivert merupakan disinformasi yang masuk jenis false connection atau koneksi yang salah.



    Ciri paling kentara dari konten atau informasi ini adalah ditemukannya judul yang berbeda dengan isi berita. Konten jenis ini biasanya diunggah demi memperoleh keuntungan berupa profit atau publikasi berlebih dari konten sensasional.
  • (GFD-2025-24870) Cek Fakta: Presiden Prabowo Pecat Hakim Eko Aryanto, Pelaku Korupsi 300 T Dihukum Mati

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/01/2025

    Berita

    Suara.com - Beredar di media sosial sebuah unggahan yang menarasikan Presiden Prabowo Subianto telah memecat Eko Aryanto sebagai hakim.

    Seperti diketahui, Eko Aryanto merupakan hakim ketua yang menjatuhkan vonis 6,5 tahun penjara kepada pelaku kasus tindak pidana korupsi timah Harvey Moeis.

    Masih dalam unggahan yang sama, dinarasikan pula kalau Harvey akan dijatuhi hukuman mati. Unggahan tersebut telah ditonton sebanyak 13 juta kali, disukai sebanyak 871 ribu kali serta telah dibagikan sebanyak 9ribu ikali oleh warganet.

    Berikut narasi yang disampaikan dalam unggahan Tiktok tersebut:

    “PRABOWO PECAT HAKIM YANG VONIS HARVEY MOEIS HANYA 6,5 TAHUN!

    DIUMUMKAN HARI INI, KORUPSI 300 TRILIUN AKAN DIHUKUM MATI!!

    @gerindra kenapa kasus 300T jarang muncul min #300T”

    Lantas benarkah narasi tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran ANTARA, Presiden Prabowo Subianto memang memberikan kritik terkait para hakim yang menjatuhkan vonis hukuman yang ringan kepada para koruptor dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Jakarta, Senin (30/12/2024).

    Bagi Prabowo, vonis ringan koruptor melukai rakyat dan meminta Kejaksaan melalui Jaksa Agung ST Burhanuddin, untuk mengajukan banding atas vonis yang dianggap terlalu ringan.

    "Rakyat itu mengerti, rampok ratusan triliun vonisnya sekian (tahun)," kata Presiden Prabowo dalam acara Musrenbangnas yang dihadiri jajaran petinggi kementerian/lembaga dan kepala daerah.

    Meski Prabowo tidak menyebut secara rinci kasus yang mendapatkan vonis ringan itu, ucapannya relevan dengan kasus Harvey Moeis. Vonis ringan Harvey Moeis yang dijatuhkan Hakim Eko Aryanto menuai kontroversi karena tidak sebanding dengan nilai korupsinya yang merugikan negara hingga ratusan triliun.

    Berdasarkan penelusura ANTARA, hingga artikel ini terbit tidak ditemukan pernyataan resmi Presiden Prabowo terkait pemecatan Hakim Eko Aryanto. Simak berita selengkapnya pada “Presiden kritik hakim yang jatuhkan vonis ringan koruptor”

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyebut Presiden Prabowo memecat hakim Eko Aryanto dan Pelaku Korupsi 300 T Dihukum Mati adalah hoaks.