(GFD-2025-24871) Cek Fakta: Hoaks Samsung Bagikan 900 Ponsel Baru dalam Rangka Ultah ke-55
Sumber:Tanggal publish: 06/01/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan Samsung membagikan 900 ponsel baru dalam rangka ulang tahun ke-55. Postingan itu beredar sejak akhir pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 5 Januari 2025.
Dalam postingannya terdapat foto ponsel Samsung dengan narasi sebagai berikut:
"Untuk merayakan ulang tahun perusahaan kami yang ke-55, kami akan memberikan 900 ponsel baru kepada siapa saja yang menulis Selamat Ulang Tahun di halaman kami"
Lalu benarkah postingan Samsung membagikan 900 ponsel baru dalam rangka ulang tahun ke-55?
Ikuti Kuis Cek Fakta Liputan6.com di Aplikasi Youniverse dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.
Caranya mudah:
* Gabung ke Room Cek Fakta di aplikasi Youniverse
* Scroll tab ke samping, klik tab “Campaign”
* Klik Campaign “Kuis Cek Fakta”
* Klik “Check It Out” untuk mengikuti kuisnya
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan bahwa ini merupakan hoaks yang berulang.
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan membuka akun resmi Samsung Indonesia di Facebook dan Instagram, @samsungindonesia yang sudah bercentang biru atau terverifikasi.
Di sana tidak terdapat program pembagian 900 ponsel baru seperti dalam postingan.
Penelusuran dilanjutkan dengan membuka website resmi Samsung Indonesia, Samsung.com/id/. Di sana juga tidak terdapat program pembagian ponsel seperti dalam postingan.
Selain itu sangat berbahaya jika kita mengisi atau mengunggah data pribadi dalam website yang tidak jelas asal-usulnya. Hal ini bisa menyebabkan pencurian data atau terjebak dalam pinjaman online ilegal.
Kesimpulan
Postingan Samsung membagikan 900 ponsel baru dalam rangka ulang tahun ke-55 adalah hoaks.
(GFD-2025-24874) [SALAH] Leher Penyebar Khilafah di Arab Dipancung di Tengah Jalan
Sumber: XTanggal publish: 06/01/2025
Berita
Akun X “madularang” pada Minggu (29/9/2024) mengunggah video [arsip] berisi narasi:
“Asal tau… Penyebar Khilafah di Arab dipancung lehernya di tengah jalan, hayoo wahai Gerombolan Kadrun Teriakkan Khilafahmu di Arab sewaktu & berada di sna nanti… Berani nggak?... Katanya Khilafahmu baik di Negara Islam… Paham Kadrun…”
Konten tersebut telah ditonton lebih dari 500 kali per Senin (30/12/2024).
Pemeriksaan Fakta
Video yang diunggah memperlihatkan proses pemenggalan kepala seorang perempuan yang dilakukan di jalan. Perempuan itu sempat berteriak-teriak membela diri sebelum dipenggal. Teks dalam video menyatakan orang yang dipenggal kepalanya adalah penyebar ideologi khilafah.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri tangkapan layar dari video tersebut menggunakan Google Lens. Penelusuran teratas mengarah ke pemberitaan news.com.au. Faktanya, perempuan tersebut dihukum pancung lantaran tuduhan pembunuhan atas anak tirinya. Peristiwa terjadi pada tahun 2015 di Arab Saudi.
https://archive.ph/t0FOd (arsip unggahan akun X ““madularang”)
“Asal tau… Penyebar Khilafah di Arab dipancung lehernya di tengah jalan, hayoo wahai Gerombolan Kadrun Teriakkan Khilafahmu di Arab sewaktu & berada di sna nanti… Berani nggak?... Katanya Khilafahmu baik di Negara Islam… Paham Kadrun…”
Konten tersebut telah ditonton lebih dari 500 kali per Senin (30/12/2024).
Pemeriksaan Fakta
Video yang diunggah memperlihatkan proses pemenggalan kepala seorang perempuan yang dilakukan di jalan. Perempuan itu sempat berteriak-teriak membela diri sebelum dipenggal. Teks dalam video menyatakan orang yang dipenggal kepalanya adalah penyebar ideologi khilafah.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri tangkapan layar dari video tersebut menggunakan Google Lens. Penelusuran teratas mengarah ke pemberitaan news.com.au. Faktanya, perempuan tersebut dihukum pancung lantaran tuduhan pembunuhan atas anak tirinya. Peristiwa terjadi pada tahun 2015 di Arab Saudi.
https://archive.ph/t0FOd (arsip unggahan akun X ““madularang”)
Hasil Cek Fakta
Faktanya, orang yang dipancung dalam video bukanlah penyebar ideologi khilafah, melainkan perempuan yang dituduh membunuh anak tirinya.
Unggahan berisi klaim "leher penyebar khilafah di Arab dipancung di tengah jalan" merupakan konten dengan konteks yang salah (false context).
Unggahan berisi klaim "leher penyebar khilafah di Arab dipancung di tengah jalan" merupakan konten dengan konteks yang salah (false context).
Kesimpulan
Unggahan berisi klaim "Penyebar Khilafah di Arab dipancung lehernya di tengah jalan" merupakan konten dengan konteks yang salah (false context).
Rujukan
- http[news.com.au] Woman struggles during state sanctioned beheading, 10th execution this month in Saudi Arabia
- https://international.sindonews.com/berita/953216/43/direkam-eksekusi-pancung-wanita-saudi-bikin-geger
- https://lampung.tribunnews.com/2016/03/21/video-sekali-tebasan-ke-leher-wanita-usai-berteriak-aku-tidak-melakukannya
(GFD-2025-24878) Hoaks Video Warga Palestina Serang Gereja Bethlehem Tahun 2024
Sumber:Tanggal publish: 06/01/2025
Berita
tirto.id - Pada Hari Raya Natal 25 Desember 2024 lalu, di jagat maya, beredar klip dengan narasi terjadi penyerangan gereja di Bethlehem, sebuah kota di Tepi Barat, Palestina, yang diduduki Israel, pada Natal tahun ini. Cuplikan ini salah satunya dibagikan oleh akun Facebook bernama “Rami Lubranicki” (arsip).
Akun tersebut mengunggah video berdurasi 20 detik yang memperlihatkan sekelompok pria tengah melemparkan batu ke sebuah gedung, sementara sirene mengaung. Sejumlah orang juga tampak berlarian, di tengah situasi yang kacau balau.
“Warga Palestina mencoba membobol gereja di Bethlehem saat latihan Natal. Ini terjadi setelah mereka melempari batu dan melepaskan tembakan ke gereja. Beginilah cara warga Palestina memperlakukan umat Kristen pada Malam Natal,” begitu kira-kira terjemahan takarir yang dibubuhkan dalam unggahan pada Rabu (25/12/2024) malam.
Hingga Senin (6/1/2024), cuplikan ini telah dibagikan sebanyak satu kali dan memperoleh dua reaksi emoji dari warganet.
Narasi senada dengan tangkapan layar video itu juga dijumpai di X, di antaranya disebarkan oleh akun “Shiri_Sabra” (arsip). Kolom komentar cuitan tersebut juga diwarnai oleh ujaran kebencian terhadap warga Palestina, meski ada juga yang menyatakan kalau klaim yang beredar palsu.
Lantas, bagaimana fakta sebenarnya?
Akun tersebut mengunggah video berdurasi 20 detik yang memperlihatkan sekelompok pria tengah melemparkan batu ke sebuah gedung, sementara sirene mengaung. Sejumlah orang juga tampak berlarian, di tengah situasi yang kacau balau.
“Warga Palestina mencoba membobol gereja di Bethlehem saat latihan Natal. Ini terjadi setelah mereka melempari batu dan melepaskan tembakan ke gereja. Beginilah cara warga Palestina memperlakukan umat Kristen pada Malam Natal,” begitu kira-kira terjemahan takarir yang dibubuhkan dalam unggahan pada Rabu (25/12/2024) malam.
Hingga Senin (6/1/2024), cuplikan ini telah dibagikan sebanyak satu kali dan memperoleh dua reaksi emoji dari warganet.
Narasi senada dengan tangkapan layar video itu juga dijumpai di X, di antaranya disebarkan oleh akun “Shiri_Sabra” (arsip). Kolom komentar cuitan tersebut juga diwarnai oleh ujaran kebencian terhadap warga Palestina, meski ada juga yang menyatakan kalau klaim yang beredar palsu.
Lantas, bagaimana fakta sebenarnya?
Hasil Cek Fakta
Usai menyimak video dari awal sampai akhir, Tim Riset Tirto berusaha melakukan penelusuran Google dengan kata kunci berbahasa Inggris dengan tanda “*” untuk menunjukkan keterkaitan, seperti “Bethlehem*attack*Christmas”. Namun, hasilnya, kami tak menemukan adanya sumber resmi maupun media kredibel yang memberitakan terkait peristiwa tersebut tahun ini.
Tirto justru menjumpai laporan media Arab News bertanggal 23 Desember 2024, yang menyatakan bahwa pada Desember 2024, untuk tahun kedua secara berturut-turut, perayaan Natal di Bethlehem akan suram dan kalem, sebagai bentuk penghormatan terhadap perang yang sedang berlangsung di Gaza.
Disebutkan kalau akhir tahun lalu, tidak akan ada pohon Natal raksasa di Manger Square, tidak ada pawai pramuka yang riuh, tidak ada lampu publik yang berkelap-kelip, dan sangat sedikit dekorasi atau pajangan publik di tempat tersebut.
Kami lantas mengambil salah satu frame video dan memasukkannya ke Google Image. Dari situ Tirto menjumpai video identik diunggah akun X “Avi Kaner” sejak 31 Oktober 2022. Akun itu memberi keterangan bahwa “Umat Kristen diserang di Bethlehem oleh massa Palestina saat mereka sedang berlatih Natal di sebuah gereja”.
Dengan menampilkan header tangkapan layar dari video yang sama, kami malah menemukan artikel dari All Arab News bertanggal 29 Oktober 2022. Menurut artikel ini, kejadian ini berlangsung pada Oktober 2022.
Menurut artikel tersebut, sekelompok pria Muslim menyerang sebuah gereja di Beit Sahour – sebuah daerah pinggiran Bethlehem, di selatan Yerusalem – pada Jumat malam dalam insiden yang disebut oleh salah satu pemimpin gereja sebagai "mengerikan".
Perlu diketahui, Beit Sahour berada sekitar 1,5 kilometer bagian timur dari Bethlehem.
"Sangat disayangkan dan membuat marah menyaksikan apa yang terjadi tadi malam dalam penyerangan terhadap Gereja Ortodoks Yunani The Forefathers di Beit Sahour oleh sekelompok penjahat, menyusul pertengkaran di antara beberapa pemuda," demikian potongan laporan yang mengutip pernyataan juru bicara Uskup Katolik Tanah Suci, Wadie Abunassar, dalam sebuah unggahan Facebook.
Jerusalem Post juga mewartakan insiden tersebut pada hari yang sama, yakni 29 Oktober 2022. Disebutkan bahwa para pemimpin gereja mengecam serangan terhadap gereja Ortodoks di Beit Sahour dan meminta Otoritas Palestina untuk mengadili para penyerang.
Dengan demikian, dapat disimpulkan kalau video telah dinarasikan secara tidak tepat. Selain tak terjadi di Bethlehem, kejadian ini juga berlangsung pada Oktober 2022, bukan Desember 2024. Tirto mendapati klip, dengan klaim penyerangan gereja Bethlehem oleh warga Palestina pada Hari Raya Natal 2024 ini, juga telah dinyatakan tidak benar oleh beberapa lembaga pemeriksa fakta, seperti Newschecker dan Reuters.
Tirto justru menjumpai laporan media Arab News bertanggal 23 Desember 2024, yang menyatakan bahwa pada Desember 2024, untuk tahun kedua secara berturut-turut, perayaan Natal di Bethlehem akan suram dan kalem, sebagai bentuk penghormatan terhadap perang yang sedang berlangsung di Gaza.
Disebutkan kalau akhir tahun lalu, tidak akan ada pohon Natal raksasa di Manger Square, tidak ada pawai pramuka yang riuh, tidak ada lampu publik yang berkelap-kelip, dan sangat sedikit dekorasi atau pajangan publik di tempat tersebut.
Kami lantas mengambil salah satu frame video dan memasukkannya ke Google Image. Dari situ Tirto menjumpai video identik diunggah akun X “Avi Kaner” sejak 31 Oktober 2022. Akun itu memberi keterangan bahwa “Umat Kristen diserang di Bethlehem oleh massa Palestina saat mereka sedang berlatih Natal di sebuah gereja”.
Dengan menampilkan header tangkapan layar dari video yang sama, kami malah menemukan artikel dari All Arab News bertanggal 29 Oktober 2022. Menurut artikel ini, kejadian ini berlangsung pada Oktober 2022.
Menurut artikel tersebut, sekelompok pria Muslim menyerang sebuah gereja di Beit Sahour – sebuah daerah pinggiran Bethlehem, di selatan Yerusalem – pada Jumat malam dalam insiden yang disebut oleh salah satu pemimpin gereja sebagai "mengerikan".
Perlu diketahui, Beit Sahour berada sekitar 1,5 kilometer bagian timur dari Bethlehem.
"Sangat disayangkan dan membuat marah menyaksikan apa yang terjadi tadi malam dalam penyerangan terhadap Gereja Ortodoks Yunani The Forefathers di Beit Sahour oleh sekelompok penjahat, menyusul pertengkaran di antara beberapa pemuda," demikian potongan laporan yang mengutip pernyataan juru bicara Uskup Katolik Tanah Suci, Wadie Abunassar, dalam sebuah unggahan Facebook.
Jerusalem Post juga mewartakan insiden tersebut pada hari yang sama, yakni 29 Oktober 2022. Disebutkan bahwa para pemimpin gereja mengecam serangan terhadap gereja Ortodoks di Beit Sahour dan meminta Otoritas Palestina untuk mengadili para penyerang.
Dengan demikian, dapat disimpulkan kalau video telah dinarasikan secara tidak tepat. Selain tak terjadi di Bethlehem, kejadian ini juga berlangsung pada Oktober 2022, bukan Desember 2024. Tirto mendapati klip, dengan klaim penyerangan gereja Bethlehem oleh warga Palestina pada Hari Raya Natal 2024 ini, juga telah dinyatakan tidak benar oleh beberapa lembaga pemeriksa fakta, seperti Newschecker dan Reuters.
Kesimpulan
Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa video orang-orang melempar batu ke sebuah gedung dengan narasi Warga Palestina menyerang sebuah gereja di Bethlehem pada Hari Raya Natal 2024 bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Tirto tak menemukan adanya sumber resmi maupun media kredibel yang memberitakan terkait peristiwa tersebut pada Desember 2024. Kejadian ini berlangsung pada Oktober 2022 di Beit Sahour, sekitar 1,5 kilometer dari Bethlehem, disinyalir dipicu oleh konflik antar pemuda setempat.
Jadi, tidak benar kejadian ini berlangsung pada Desember 2024.
Tirto tak menemukan adanya sumber resmi maupun media kredibel yang memberitakan terkait peristiwa tersebut pada Desember 2024. Kejadian ini berlangsung pada Oktober 2022 di Beit Sahour, sekitar 1,5 kilometer dari Bethlehem, disinyalir dipicu oleh konflik antar pemuda setempat.
Jadi, tidak benar kejadian ini berlangsung pada Desember 2024.
Rujukan
- https://www.facebook.com/rami.lubranicki.5/posts/521325277617413/
- https://archive.ph/oqQJR
- https://x.com/sabra_the/status/1872025211476054440
- https://archive.ph/qwaLf
- https://www.arabnews.com/node/2584023/middle-east
- https://x.com/AviKaner/status/1587062073636188160
- https://allarab.news/church-attacked-by-muslims-in-christian-town-near-bethlehem/
- https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=
- https://www.beitsahourchurch.ps/en/church-beitsahour-en/beitsahour-en/beitsahour-town-en&ved=2ahUKEwjgvunBxeCKAxVdzjgGHQhyO_4QFnoECD8QAQ&usg=AOvVaw3hIUwkN1Hw-1yPmvQ2UB6w
- https://web.facebook.com/100010437247881/videos/1246667945898063?_rdc=1&_rdr
- https://www.jpost.com/middle-east/article-720963
- https://newschecker.in/fact-check/was-bethlehem-church-attacked-on-christmas-heres-the-truth-behind-viral-video/
- https://www.reuters.com/fact-check/old-video-west-bank-church-attack-falsely-linked-christmas-2024-2024-12-31/
(GFD-2025-24879) [PENIPUAN] Grup Investasi di Telegram, Tawarkan Profit Ratusan Juta
Sumber: https://imgur.com/gallery/penipuan-investasi-group-vip-trading-di-telegram-8fRcWfC (arsipTanggal publish: 06/01/2025
Berita
Penipuan ini banyak terjadi di WhatsApp dan Telegram. Anggota baru diarahkan untuk menghubungi admin, lalu dikelabui oleh penipu yang berpura-pura menjadi investor lain.
Pesan di grup Telegram “GROUP VIP TRANDING” berisi undangan berinvestasi dengan profit puluhan kali lipat merupakan konten palsu (fabricated content).
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) pada September 2024 menemukan sebaran info dari grup Telegram “GROUP VIP TRANDING” [arsip] berisi narasi:
“BERINVESTASI UNTUK MENJAMIN MASA DEPAN YANG CERAH AGAR BISA MENIKMATI HARI TUA KEMUDIAN"
Paket yang ditawarkan mulai dari investasi Rp1.000.000 dengan profit Rp30.000.000 hingga investasi Rp20,000,000 dengan profit Rp550.000.000.
Pesan di grup Telegram “GROUP VIP TRANDING” berisi undangan berinvestasi dengan profit puluhan kali lipat merupakan konten palsu (fabricated content).
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) pada September 2024 menemukan sebaran info dari grup Telegram “GROUP VIP TRANDING” [arsip] berisi narasi:
“BERINVESTASI UNTUK MENJAMIN MASA DEPAN YANG CERAH AGAR BISA MENIKMATI HARI TUA KEMUDIAN"
Paket yang ditawarkan mulai dari investasi Rp1.000.000 dengan profit Rp30.000.000 hingga investasi Rp20,000,000 dengan profit Rp550.000.000.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan pengamatan TurnBackHoax, ada indikasi penipuan yang dapat dilihat dari nama grup, undangan, dan selebaran yang dibagikan. Beberapa cirinya meliputi penggunaan tata bahasa yang tidak tepat serta kesalahan ketik.
TurnBackHoax kemudian mencari tahu lebih lanjut tentang sosok dalam potret unggahan yang diklaim sebagai Syarif Mulyana. Lewat bantuan Google Lens, diketahui sosok tersebut merupakan Batara Sianturi (CEO Citi Indonesia), bukan Syarif Mulyana.
Penipuan ini banyak terjadi di WhatsApp dan Telegram. Anggota baru diarahkan untuk menghubungi admin, lalu dikelabui oleh penipu yang berpura-pura menjadi investor lain. Komplotan itu kemudian menunjukkan bukti transfer dan profit besar yang tidak wajar, tanpa menjelaskan sumber keuntungannya.
TurnBackHoax kemudian mencari tahu lebih lanjut tentang sosok dalam potret unggahan yang diklaim sebagai Syarif Mulyana. Lewat bantuan Google Lens, diketahui sosok tersebut merupakan Batara Sianturi (CEO Citi Indonesia), bukan Syarif Mulyana.
Penipuan ini banyak terjadi di WhatsApp dan Telegram. Anggota baru diarahkan untuk menghubungi admin, lalu dikelabui oleh penipu yang berpura-pura menjadi investor lain. Komplotan itu kemudian menunjukkan bukti transfer dan profit besar yang tidak wajar, tanpa menjelaskan sumber keuntungannya.
Kesimpulan
Pesan di grup Telegram “GROUP VIP TRANDING” berisi undangan berinvestasi dengan profit puluhan kali lipat merupakan konten palsu (fabricated content).
Rujukan
Halaman: 2285/7906
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5078460/original/002111400_1736128168-cek_fakta_ultah.jpg)





