• (GFD-2025-26413) Cek Fakta: Tidak Benar Artikel Said Aqil Minta Masyarakat Tidak Macam-macam dengan Jokowi

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/04/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel mantan ketum PBNU, Said Aqil meminta masyarakat tidak macam-macam dengan mantan presiden Jokowi. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 6 April 2025.
    Dalam postingannya terdapat cuplikan layar artikel dari Gelora News berjudul:
    "Said Aqil Jangan Kalian macam-macam saman Pak Jokowi, Pak Jokowi itu Ganti Nabi Muhammad utusan Allah saya saksinya demi Allah"
    Akun itu menambahkan narasi "GILIRAN GAK KEPAKE...JOKOWI CAWE2 HINGGA SAYA TDK TERPILIH DLM MUKTAMAR...?!"
    Lalu benarkah postingan artikel mantan ketum PBNU Said Aqil meminta masyarakat tidak macam-macam dengan mantan presiden Jokowi?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan membuka laman Geloranews.com. Di kolom pencarian kami memasukkan kata kunci "Said Aqil".
    Hasilnya ada artikel yang identik dengan pencarian. Artikel itu menggunakan foto dan diunggah pada waktu yang sama dengan artikel dalam postingan.
    Namun dalam artikel asli berjudul "Said Aqil: Jokowi Mempermainkan NU, Insya Allah Ada Balasannya"

    Kesimpulan


    Postingan artikel mantan ketum PBNU Said Aqil meminta masyarakat tidak macam-macam dengan mantan presiden Jokowi adalah tidak benar. Faktanya judul dalam artikel telah disunting.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26415) Video AI Hotman Paris Promosi Situs Judi Online Miliknya

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/04/2025

    Berita

    tirto.id - Promosi situs judi online (judol) semakin marak dijumpai di media sosial. Tak jarang, konten-konten semacam ini dimanipulasi secara digital dan menyeret figur publik untuk membangun kepercayaan masyarakat. Akun Facebook bernama “Ratu Raara” (arsip) misalnya, membagikan video promosi tersebut dengan menampilkan sosok pengacara, Hotman Paris.

    Dalam klip itu Hotman tampak mengenakan baju putih dengan luaran hitam bermotif seperti retakan atau cracked pattern. Hotman mengatakan ia tidak pernah mempromosikan situs judi manapun kecuali milik dia sendiri.

    “Saya bangun bukan untuk cari untung melainkan murni mau membagikan ke banyak orang,” ucap Hotman, sembari menyebut salah satu situs judol. Akun pengunggah juga turut menambahkan takarir, berbunyi “dengerin ni om hotman...”.

    Sejak diunggah pada Selasa (25/2/2025) sampai Kamis (27/3/2025), video ini sudah diputar sebanyak 221 ribu kali, dan memperoleh 2.100 likes, serta 535 komentar. Dari ratusan komentar tersebut, kebanyakan warganet terlihat melontarkan rekomendasi situs-situs judol lainnya. Beberapa warganet lain tampak memuji Hotman, tapi ada juga yang menyatakan bahwa judi dilarang oleh agama.

    Tirto sebelumnya juga menemukan konten serupa, tapi dengan mencatut tayangan berita tvOne. Video yang beredar itu terbukti menyunting audio yang dicurigai dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI). Suara orang yang ada di dalam video diketahui berbeda dengan suara asli mereka.

    Lantas, benarkah klip Hotman promosikan situs judol? Apakah pola konten promosi judol menggunakan AI terulang?

    Hasil Cek Fakta

    Setelah menyimak video sepanjang 23 detik, Tim Riset Tirto mencoba mengambil tangkapan layar rekaman Hotman dan memasukkanya ke mesin telusur Google Image. Hal ini dilakukan untuk mencari asal muasal video dan konteks aslinya.

    Hasil pencarian lewat Google Image itu membawa kami ke akun Instagram resmi “hotmanparisofficial”. Video yang diunggah pada Minggu (16/2/2025) tersebut tidak ada kaitannya dengan situs judol, melainkan berisi tanggapan Hotman terhadap Firdaus Oiwobo, yang saat itu tengah mendapat sorotan.

    Firdaus sempat berseteru dengan Hotman dan membandingkan aset yang dimiliki keduanya. Firdaus juga sempat mengklaim memiliki sebuah gunung di kawasan Parung.

    “Bapak Kapolri, Bapak Kapolri, banyak usulan dari masyarakat agar dilakukan pemeriksaan terhadap ijazah, terhadap kebenaran, keaslian dari ijazah sarjana hukum dari 2 oknum pengacara. apakah benar palsu atau tidak,” kata Hotman dalam video asli.

    Dari awal sampai akhir video, Tirto tidak menemukan adanya pernyataan promosi situs judol milik Hotman.

    Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa audio Hotman telah disunting. Tirto mengecek kemungkinan video ini dibuat oleh AI dengan memanfaatkan situs deteksi AI, Hive Moderation. Hasilnya, potensi video mengandung konten AI mencapai 99,7 persen.

    Klip Hotman mengiklankan laman judol miliknya juga telah dinyatakan tidak benar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa rekaman pengacara Hotman Paris mempromosikan situs judi online miliknya bersifat altered video (video yang dimanipulasi).

    Video aslinya diunggah oleh akun Instagram resmi “hotmanparisofficial” pada Februari lalu. Klip itu tak berkaitan dengan judol, melainkan berisi tanggapan Hotman terhadap Firdaus Oiwobo, yang saat itu tengah mendapat sorotan.

    Hasil deteksi AI menggunakan situs Hive Moderation juga menunjukkan potensi video mengandung konten AI-generated atau deepfake mencapai 99,7 persen. Artinya, video kemungkinan besar dihasilkan oleh AI dengan menyunting audionya.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26409) Cek Fakta: Tidak Benar Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/04/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar kembali informasi yang mengklaim masuk Pantai Indah Kapuk (PIK) harus memakai paspor. Postingan itu beredar sejak beberapa waktu lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Threads. Akun itu mempostingnya pada 1 April 2025.
    Dalam postingannya terdapat video dua orang menaiki sepeda dengan narasi sebagai berikut:
    "Heboh di Pantai Indah Kapuk tidak boleh gelar bendera merah putih dan masuk harus pakai pasprt! Nangis di hari kemerdekaan bendera Indonesia dilarang, negeri ini mau jadi apa?"
    Akun itu menambahkan narasi:
    "HEBOH !.DI PANTAI INDAH KAPUK TIDAK BOLEH GELAR BENDERA MERAH PUTIH DAN MASUK HARUS PAKAI PASPORT!"
    Lalu benarkah informasi yang mengklaim masuk Pantai Indah Kapuk (PIK) harus memakai paspor?
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks yang diunggah kembali.
    Video tersebut telah beredar sejak tahun 2020. Cek Fakta Liputan6.com telah menulisnya dalam artikel berjudul "Cek Fakta: Tidak Benar Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor" yang tayang pada 17 Juli 2020.
    Dalam artikel itu terdapat penjelasan dari Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko.
    "PIK 2 berada di kawasan Banten. Info sekuriti, ada pengaturan untuk giat olahraga atau bersepeda di kawasan tersebut dalam rangka aspek keselamatan, mengingat di lokasi masih banyak alat berat beroperasi dan mobilisasi truk besar," ujar Sigit.
    Sigit menegaskan, pihaknya tidak pernah memberlakukan pembatasan akses di kawasan PIK, Jakarta Utara. "Akses di kawasan PIK dan kawasan Pantai Maju dipergunakan tanpa ada pembatasan masuk atau akses apa pun," katanya.
    Selain itu terdapat pula penjelasan dari Township Management Director Agung Sedayu Group, Restu Mahesa.
    "Isu paspor sama sekali tidak benar," ujar Restu.
    Restu menegaskan Pantai Maju di PIK terbuka untuk umum. Dia mengimbau seluruh warga yang ingin masuk ke kawasan PIK 2 agar mengikuti aturan Pemprov DKI terkait protokol kesehatan di tengah pandemi Corona.
    Dia mengatakan warga yang hendak masuk atau berolahraga di kawasan PIK 2 memang harus melapor ke petugas. Namun dia menegaskan kebijakan ini bukan melarang warga untuk masuk, justru hanya sekedar mendata warga saja agar warga yang masuk di PIK 2 aman mengingat masih ada pembangunan di kawasan itu.
    "Proyek kami masih berjalan di beberapa lokasi masih belum bisa diakses secara umum, karena membahayakan bilamana pengunjung masuk ke area tersebut, masih banyak alat berat, masih banyak truk di sana sehingga kami berikan kebijakan, bilamana yang akan olahraga tetap minta izin, sehingga tercatat semuanya," jelasnya.

    Kesimpulan


    Informasi yang mengklaim masuk Pantai Indah Kapuk (PIK) harus memakai paspor adalah tidak benar. Ini merupakan hoaks lama yang beredar sejak tahun 2020.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26410) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran BCA Mobile Festival Berhadiah

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/04/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran BCA mobile festival berhadiah, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 3 April 2025.
    Unggahan klaim link pendaftaran BCA mobile festival berhadiah berupa tulisan sebagai berikut.
    "Khusus Nasabah Bank BCA yang sudah mempunyai Bank BCA .BCA Mobile Festival Berhadiah Hadir lagi jangan lewatkan kesempatan Anda untuk memenangkan hadiah undian Bank BCA Berhadiah, Ayo buruan Daftar dan Raih hadiah menarik sebagai apresiasi dari Bank BCA ingat nasabah tidak dipungut biaya apapun tinggal klik (𝗗𝗮𝗳𝘁𝗮𝗿)Dibawah
    Bank BCA BELIMPAH HADIAH
    • 3 Unit Mobil Alphard • 3 Unit Mobil BMW • 3 Unit Mobil Pajero Sport • 3 Unit Mobil CR-V Turbo • 3 Unit Mobil Fortuner • 3 Unit Mobil X Pander • 3 Unit Mobil BRIO
    • 3 Unit Mobil Sigra • 15 Unit Motor Kawasaki KLX • 25 Unit Motor Scoopy • 15 Unit Motor Vespa • 25 Unit Hp iPhone 15 Promax
    • 15 Unit Rumah Gratis • 25 Unit Umroh Gratis
    Pendaftaran Undian Berbatas Waktu.Tanggal 1 Maret Daftarkan nama anda agar menjadi pemenangnya.
    Untuk pengundian & pemenangnya akan diumumkan secara online di seluruh sosial media pada tanggal 31 Maret 2025.
    #BCAMobile
    #BankBCA FSTVL Berhadiah"
    Unggahan tersebut disertai dengan link yang diklaim sebagai pendaftaran BCA mobile festival berhadiah, berikut linknya.
    "https://25kuponbcaa.bubbleapps.io/version-test/bc?fbclid=IwY2xjawJe-QhleHRuA2FlbQIxMQABHjgp-PxKPDVRIkEwLfkhPolXPRDpDHAmR6YTWxVu_Kwt_i1SCa-LjxQY2FYv_aem_pMUpde_WxJrhs5Wskz91pw"
    Jika link tersebut diklik mengarah pada halaman situs yang meminta sejumlah identitas seperti nama lengkap, saldo akhir dan untuk mendaftar BCA mobile festival berhadiah.
    Benarkah klaim link pendaftaran BCA mobile Festival berhadiah? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     
     
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran BCA mobile festival berhadiah, Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Awas Penipuan Pembagian Hadiah Mencatut BCA, Simak Cara Hindarinya Agar Tak Jadi Korban" yang dimuat Liputan6.com, dalam artikel tersebut EVP Corporate Communication and Social Responsibility Hera F. Haryn, mengatakan, informasi yang menawarkan undian dengan sejumlah hadiah mewah mengatasnamakan BCA telah beredar di media sosial adalah tidak benar dan merupakan penipuan.
    "Sehubungan beredarnya informasi di akun media sosial yang mengatasnamakan BCA atau menggunakan foto jajaran Direksi dan Komisaris BCA lalu menawarkan undian dengan sejumlah hadiah mewah, dapat kami pastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan aksi penipuan," kata Hera, saat berbincang dengan Liputan6.com, dikutip Minggu (9/3/2025).
    Hera mengungkapkan, agar kita tidak menjadi korban penipuan tersebut jangan pernah bagikan data pribadi perbankan yang bersifat rahasia seperti, PIN, password, dan OTP.
     
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran BCA mobile festival berhadiah tidak benar.
    EVP Corporate Communication and Social Responsibility Hera F. Haryn, mengatakan, informasi yang menawarkan undian berhadiah dengan sejumlah hadiah mewah mengatasnamakan BCA telah beredar di media sosial adalah tidak benar dan merupakan penipuan.