• (GFD-2025-25500) Cek Fakta: Warga Palestian Mulai Mengungsi ke Yordania dan Mesir

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/02/2025

    Berita

    Suara.com - Beredar di media sosial sebuah unggahan disertai narasi yang menyebut warga Palestina mulai mengungsi ke Yordania dan Mesir.

    Video tersebut diunggah oleh akun Akun Twitter “ProfOnline_id” pada Rabu (29/1/2025) disertai narasi sebagai berikut:

    "Warga Palestina menuju Mesir & Yordania. Syukuralhamdulillah bangat ya aulloh.. akhirnya Gaza benar benar jadi milik Israel. Dan para pendatang yang sudah bertahun tahun menduduki tanah Palestina akhirnya terusir juga.. subhanallah,"

    Terpantau pada Kamis (6/2/2025) foto tersebut telah dilihat lebih dari 32 ribu kali, disukai lebih dari 245 kali akun dan dibagikan ulang lebih dari 27 kali dan 48 komentar.

    Lantas benarkah narasi yang disampaikan?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Suara.com menelusuri narasi tersebut dengan cara memasukkan kata kunci “warga Palestina mengungsi menuju Mesir & Yordania” ke mesin pencari Google.

    Hasilnya, tak didapatkan informasi valid maupun berita-berita tepercaya mengenai klaim yang disampaikan dalam unggahan tersebut.

    Pengecekan fakta juga dilakukan dengan menelusuri gambar yang menampilkan kerumunan orang melalui Yandex Image Search. Konteks asli gambar tersebut ialah momen ketika ribuan imigran Amerika Tengah menuju Amerika Serikat (AS) banjiri jalanan Meksiko.

    Foto yang sama juga dimuat dalam laman berita liputan6.com dengan judul “FOTO: Ribuan Imigran Amerika Tengah Tujuan AS Banjiri Jalanan Meksiko”.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa unggahan berisi narasi “warga Palestina mengungsi menuju Mesir & Yordania” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
  • (GFD-2025-25501) Cek Fakta: Tiktoker Malaysia Hilang di Hutan Bandung usai Membuat Konten Paranormal

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/02/2025

    Berita

    Suara.com - Beredar di media sosial sebuah video yang menarasikan hilangnya seorang Tiktoker Malaysia bernama Eyka yang hilang di hitan di Bandung usai membuat konten paranormal.

    Konten TikTok tersebut diunggah TikToker asal Malaysia, Ammar Nazhan. Akun dengan pengikut sebanyak 1,9 juta itu menceritakan kisahnya saat sedang berlibur ke Indonesia.

    Ammar dan beberapa rekannya berlibur ke Bandung, salah satu temannya yang bernama Eyka hilang di hutan setelah mereka membuat konten tentang paranormal.

    Video hilangnya Eyka lantas menjadi viral di media sosial hingga jumlah penayangan videonya mencapai 3,7 juta.

    Lantas benarkah narasi yang disampaikan?

    Hasil Cek Fakta

    Melansir ANTARA, Kapolsek Panyileukan Kompol Kurnia, lewat sebuah keterangan menjelaskan bahwa konten tersebut dibuat untuk meningkatkan viewers dan followers. Kurnia juga menjelaskan bahwa kegiatan para konten kreator asal Malaysia ini dilakukan tanpa izin pihak kepolisian.

    "Maksud tujuan pembuatan konten tersebut dalam rangka menaikkan rating dan follower akun Tiktok dan YouTube miliknya, dengan skenario seolah-olah WNA Malaysia Tiktoker bernama Eykaa hilang di hutan Bandung namun dengan kejadian tersebut mereka tidak mengetahui bahwa di negara Indonesia ada Undang-undang yang mengatur apabila melakukan berita hoax dikenai sanksi pidana," kata Kurnia.

    Dijelaskan juga oleh Kurnia bahwa informasi WNA Malaysia yang hilang di hutan Bandung adalah hoaks. Dia juga mengatakan konten kreator itu sudah meminta maaf di hadapan polisi.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyebut Tiktoker Malaysia hilang di hutan Bandung usai membuat konten Paranormal tidaklah benar alias hoaks.
  • (GFD-2025-25502) Cek Fakta: Satire Foto Gas Elpiji Kemasan Saset

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/02/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Sebuah foto yang diklaim gas elpiji kemasan saset beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 5 Februari 2025.
    Dalam foto tersebut, tampak kemasan saset bergambar tabung gas dan bertuliskan 3 miligram. Foto itu kemudian diklaim sebagai gas elpiji kemasan saset seberat 3 miligram.
    "Silahkan di order Gas Elpiji kemasan saset, harga cek inbok🤣😂🤣," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah beberapa kali dibagikan dan mendapat sejumlah respons dari warganet.
    Benarkah dalam itu merupakan gas elpiji kemasan saset? Berikut penelusurannya.
     
    Ikuti Kuis Cek Fakta Liputan6.com di Aplikasi Youniverse dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.
    Caranya mudah:
    * Gabung ke Room Cek Fakta di aplikasi Youniverse
    * Scroll tab ke samping, klik tab “Campaign”
    * Klik Campaign “Kuis Cek Fakta”
    * Klik “Check It Out” untuk mengikuti kuisnya

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri foto yang diklaim gas elpiji kemasan saset. Penelusuran dilakukan mengecek produk gas elipiji di situs pertaminapatraniaga.com.
    Dalam laman tersebut, produk gas elpiji tersedia dalam beragam ukuran. Mulai dari Bright Gas 12 kg, Bright Gas 5,5 kg, Bright Gas 220 g, dan elpiji 3 kg subsidi.
    Berikut gambar tangkapan layarnya.
    Penelusuran juga dilakukan dengan mengunggah foto tersebut ke situs pendeteksi artificial intelligence (AI), sightengine.com.
    Hasilnya foto tersebut memiliki probabilitas 80 persen dibuat oleh perangkat AI. Berikut gambar tangkapan layarnya.
     

    Kesimpulan


    Foto yang diklaim gas elpiji kemasan saset merupakan konten satire. Faktanya, tidak ada produk gas elpiji kemasan saset yang dijual di Indonesia.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25505) [HOAKS] Akun Facebook Tawarkan Undian Berhadiah dari Bank Bengkulu

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/02/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Unggahan yang berisi undian berhadiah mengatasnamakan bank daerah kembali bermunculan di media sosial.

    Sejumlah akun Facebook menawarkan undian berhadiah mengatasnamakan PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu atau Bank Bengkulu.

    Undian tersebut menawarkan hadiah beragam, seperti mobil, motor, paket umroh, paket wisata, dan emas.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.

    Tawaran undian berhadiah disebarkan oleh akun dengan nama Festival Tabut bpd bengkulu 2025, Gebyar Hadiah BPD Bengkulu, dan Bank Bengkulu Menanda i Anda Sebagai Pemenang Undian Berhadiah.

    Akun-akun tersebut menyertakan tautan yang diklaim sebagai pendaftaran dan pengecekan kupon.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 7 Januari 2025:

    Sobat Bengkulu !Promo Bank Bengkulu FESTIVAL TABUT 2025.Hadir lagi makin berlimpah hadiahnya. Ayo buruan Daftar Cetak Kupon Undian Anda,

    *Syarat & Ketentuan*Sudah menggunakan (Bengkulu Mobile)

    Klik Daftar DibawahUntuk Mendapatkan Kode Kupon nya,,,Ayo Daftar Sekarang (GRATIS)

    Hasil Cek Fakta

    Melalui akun Instagram-nya, Bank Bengkulu menginformasikan mengenai modus penipuan mengatasnamakan bank daerah tersebut.

    "Hati-hati terhadap penipuan dengan modus undian berhadiah dan pengumuman yang mengatasnamakan Bank Bengkulu," tulisnya pada Rabu (5/2/2025).

    Modus penipuan undian berhadiah itu biasa meminta informasi perbankan, seperti kata sandi, OTP, atau nomor kartu ATM.

    Undian berhadiah Bank Bengkulu yang dilakukan dengan mendaftar melalui tautan, kemungkinan besar merupakan phishing.

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek tautan yang disebarkan oleh pengguna Facebook menggunakan URL Scan dan Where Goes.

    Kedua tools tersebut membantu mengecek laman dari tautan yang disebarkan tanpa perlu mengunjunginya.

    Tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi Bank Bengkulu. Hasil pelacakannya dapat dilihat di sini, di sini, dan di sini.

    Alamat situs web resmi bank tersebut yakni www.bankbengkulu.co.id.

    Selain itu, akun-akun Facebook yang menyebarkan tawaran tersebut bukanlah akun media sosial resmi Bank Bengkulu.

    Sementara, akun Facebook asli milik Bank Bengkulu adalah ini.

    Kesimpulan

    Undian berhadiah mengatasnamakan Bank Bengkulu merupakan hoaks.

    Tautan yang disebarkan kemungkinan merupakan phishing karena disebarkan oleh akun Facebook tiruan dan tidak mengarah ke situs resmi Bank Bengkulu.

    Rujukan