• (GFD-2025-26420) [SALAH] Lumpur Lapindo Berhenti Menyembur

    Sumber: instagram.com
    Tanggal publish: 08/04/2025

    Berita

    Akun Instagram “folkjtm” pada Jumat (21/03/2025) mengunggah video [arsip] reel berisi klaim yang menyebut semburan lumpur lapindo di sidoarjo telah berhenti.
    Berikut narasi lengkapnya:
    “Viral!!! Lumpur Lapindo Berhenti Menyembur Tapi Masih Ada Asap, Pakar Geologi: Pertanda Positif”
    Per Selasa (8/04/2025), konten tersebut telah mendapatkan lebih dari 57 ribu tanda suka dan sudah dibagikan ulang lebih dari 1.000 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) pertama-tama menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “lumpur lapindo berhenti menyembur” ke mesin pencarian Google.

    Hasilnya, ditemukan artikel kompas.com “Ramai soal Kabar Semburan Lumpur Lapindo Berhenti, Bagaimana Faktanya?”. Berdasarkan artikel yang tayang pada Senin (24/03/2025) itu, klaim mengenai berhentinya semburan Lumpur Lapindo tidaklah benar.

    Dalam wawancaranya bersama Kompas.com, Legiman—warga setempat yang juga bekerja sebagai pemandu wisata di area Lumpur Lapindo—menerangkan bahwa semburan lumpur masih berlangsung. Namun, volumenya mengalami penurunan. Selain itu, masih terlihat asap putih serta tercium aroma gas di sekitar tanggul.

    Interpretasi pembuat konten terhadap artikel Tempo kurang akurat, yang mengakibatkan penyampaian konteks yang tidak sesuai dalam konten tersebut. Lumpur Lapindo sebenarnya tidak berhenti menyembur, melainkan mengalami penurunan volume penyemburan.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “lumpur lapindo berhenti menyembur” merupakan konten dengan konteks yang salah (false context).

    (Ditulis oleh Laurensius Raka)

    Rujukan

  • (GFD-2025-26421) Tidak Benar Prabowo Teken SK Pemecatan 55 Pejabat Kepala Daerah

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/04/2025

    Berita

    tirto.id - Usai Presiden Prabowo Subianto menggelar retret bagi kepala daerah selama 21 – 28 Februari 2025 lalu, beredar narasi bahwa Prabowo meneken Surat Keputusan (SK) pemecatan 55 pemimpin daerah. Klaim ini salah satunya diunggah oleh akun TikTok bernama “Sriyadicahklaten” (arsip).

    Dalam bentuk gambar, akun pengunggah menampilkan foto Prabowo dan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Selain itu juga tampak sosok Mantan Gubernur Jawa Tengah sekaligus kader PDIP, Ganjar Pranowo, dan Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, yang tengah mengusap air mata.

    “PRABOWO TEKEN SK PEMECATAN 55 PEJABAT. PULUHAN KEPALA DAERAH MENANGIS HISTERIS. MEGAWATI MENDADAK JATUH SAKIT SAMPAI MASUK RUMAH SAKIT. KARMA PARA PEMBANGKANG DIBAYAR KONTAN MALAM INI,” begitu bunyi teks yang menyertai foto tersebut.

    Akun “Sriyadicahklaten” juga membubuhkan keterangan yang menyebut kalau hal ini dilakukan agar ke depannya satu komando dan tidak ada pembangkangan terhadap instruksi presiden.

    Per Senin (8/4/2025), unggahan bertanggal 3 Maret 2025 ini sudah dibagikan sebanyak 43 kali, dan meraup 527 tanda suka, serta 50 komentar. Beberapa warganet yang ikut meramaikan kolom komentar itu terlihat mempercayai klaim, bahkan ada yang mengatakan bahwa ini merupakan kebijakan yang bijaksana.

    Namun, apa benar narasi yang berseliweran?

    Hasil Cek Fakta

    Sebagai langkah awal, Tim Riset Tirto melakukan penelusuran Google dengan kata kunci sesuai klaim, yakni “Prabowo teken SK pemecatan kepala daerah”. Dari pencarian itu, kami menemukan narasi ini sudah dinyatakan tidak tepat oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

    Kami mencoba menelusuri asal muasal klaim dengan menyalin gambar yang disertakan ke mesin pencarian Google Image. Rupanya, gambar serupa sebelumnya digunakan sebagai thumbnail video di YouTube dan diunggah oleh kanal “Kajian Online”, pada Selasa (25/2/2025).

    Meski narasi yang digaungkan sama persis, tayangan tersebut aslinya tak memuat pernyataan resmi Prabowo meneken SK pemecatan pemimpin daerah. Unggahan itu menyinggung perihal pejabat daerah yang tak mengikuti retret dan pernyataan Prabowo yang mempersilakan kepala daerah yang ragu jalani retret untuk mundur.

    Prabowo memang mengungkap hal tersebut usai melantik kepala daerah di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/2/2025), seperti dilaporkan Antara. Namun demikian, tidak ada pernyataan terkait pemecatan pejabat daerah yang tidak mengikuti retret.

    “Saya kira saya tidak akan lama karena kita akan jumpa dalam retret yang akan diselenggarakan oleh Menteri Dalam Negeri di Magelang. Saya akan jumpa saudara di situ dan mudah-mudahan saudara akan kuat digembleng. Yang ragu-ragu boleh mundur,” kata Prabowo, yang tampak didampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian.

    Dokumentasi Prabowo bersama Tito itulah yang kemudian ditampilkan dalam unggahan hoaks yang beredar dan disunting seolah-olah berada dalam satu frame dengan Megawati dan Rano. Tirto menemukan bahwa foto Rano sedang menangis yang disertakan tidak ada kaitannya dengan pemecatan atau retret kepala daerah.

    Hasil penelusuran menggunakan Yandex menunjukkan gambar Rano ini dijadikan header dalam artikel tvOne News berjudul “Rano Karno Tak Mampu Menahan Tangis: Saya Mohon Maaf, Agak Emosional”. Rano yang saat itu masih menjadi Cawagub Jakarta diketahui tak mampu menahan tangis saat berkunjung ke rumah kerabatnya di Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (30/9/2024).

    Momen penuh haru ini dipicu oleh kenangan indahnya bersama Engkong Zen, tetangga semasa kecil yang ia anggap sebagai sosok kakek. Jadi, bisa disimpulkan kalau gambar yang beredar merupakan hasil manipulasi digital untuk mendukung klaim.

    Menyoal kepala daerah yang absen dalam rekret, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, sendiri mengatakan pemimpin daerah yang tak hadir dalam acara retret di Akademi Militer (Akmil), Magelang, tidak melanggar undang-undang (UU).

    Bima menyebut kepala daerah yang tak hadir hanya dikenakan sanksi kepanitiaan yang tak berefek apa pun pada kinerja mereka.

    "Sanksinya itu lebih kepada aturan dari kepanitiaan saat ini. Jadi, di undang-undang itu tidak ada, misalnya berujung pada hal-hal lain secara hukum, konsekuensinya tidak ada," kata Bima di Media Center, Akmil, Magelang, Jumat (21/2/2025).

    Dilansir Kompas, Bima mengatakan ada 10 kepala daerah yang terkonfirmasi tidak hadir dalam acara retreat di Magelang, Jawa Tengah, 21-28 Februari 2025 lalu. Dia menyebut, 10 kepala daerah ini adalah kader PDIP yang menunda kepesertaan mereka.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta yang telah dilakukan, narasi Presiden Prabowo menetapkan SK pemecatan 55 kepala daerah bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Klaim ini sudah dinyatakan tidak benar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Video serupa sebelumnya beredar di YouTube dan diunggah oleh kanal “Kajian Online”, pada Selasa (25/2/2025).

    Meski narasi yang digaungkan sama persis, tayangan tersebut aslinya tak memuat pernyataan resmi Prabowo meneken SK pemecatan pemimpin daerah. Tirto juga tak menemukan adanya sumber resmi atau pemberitaan media kredibel yang mengonfirmasi klaim.

    Gambar yang beredar juga merupakan hasil manipulasi digital untuk mendukung klaim. Foto Rano sedang menangis yang disertakan dalam unggahan terbukti tidak ada kaitannya dengan pemecatan atau retret kepala daerah.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26423) Keliru: Gempa di Thailand Terjadi Akibat Melegalkan Pernikahan Sesama Jenis

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/04/2025

    Berita

    SEBUAH video yang memperlihatkan dahsyatnya gempa di Thailand terjadi akibat negara itu menjadi yang pertama di Asia Tenggara melegalkan pernikahan sesama jenis. Video itu diunggah akun media sosial X ini [arsip] dan beberapa akun Facebook dengan menampakkan bangunan pencakar langit hancur, tiang listrik bergoyang, dan orang-orang berlarian.

    Narator menyebut bahwa Undang-undang tersebut disahkan pada Juni 2024 dan mulai berlaku 23 Januari 2025. Pengunggah menulis bahwa negeri itu kebanyakan maksiat, maka akan turun gempa bumi.



    Lalu benarkah gempa di Thailand karena negara itu melegalkan pernikahan sesama jenis?

    Hasil Cek Fakta

    Hasil verifikasi Tempo menunjukkan bahwa gempa di Thailand tidak disebabkan karena negara itu meresmikan pernikahan sesama jenis. Gempa di Thailand terjadi karena peristiwa tektonik. Selain itu, pusat gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter itu berada di wilayah Myanmar, bukan Thailand.

    Myanmar dan Thailand diguncang gempa besar berkekuatan 7,7 Skala Richter (SR) pada Jumat, 28 Maret 2025. Dikutip dari BBC.com, gempa tersebut menyebabkan lebih dari 3.000 kematian dan runtuhnya sejumlah bangunan. Ibu kota Thailand, Bangkok, terletak lebih dari 621 mil dari episentrum gempa, namun sebuah gedung tinggi yang belum rampung di kota itu roboh karenanya.

    Tempo melansir, ahli geologi Jess Phoenix menyatakan energi yang dilepaskan oleh gempa tersebut setara dengan 334 bom atom. "Kekuatan yang dilepaskan oleh gempa yang begitu kuat mirip dengan ledakan 334 bom atom," kata Jess seperti dikutip dari Times Now, Ahad, 30 Maret 2025.

    Gempa ini berpusat di wilayah Sagaing, Myanmar, pada kedalaman 10 kilometer (km). Menurut profesor ilmu bumi dan planet di Northwestern University, Suzan van der Lee, peristiwa ini terjadi akibat pergerakan Lempeng Tektonik India yang bertabrakan dengan Lempeng Eurasia.

    "Himalaya dan Dataran Tinggi Tibet adalah hasil yang paling menonjol dari tabrakan ini, tetapi sisi timur Lempeng India juga bertemu dengan Lempeng Eurasia, di Myanmar," ujar Van der Lee seperti dikutip dari Al Arabiya.

    Judith Hubbard, ilmuwan gempa lulusan Harvard, mengatakan hal yang sama. Ia menjelaskan bahwa gempa ini berasal dari Sesar Sagaing—patahan tektonik sepanjang 1.200 km yang membentang dari selatan hingga utara Myanmar—menjadi faktor utama di balik gempa ini.

    "Patahan yang pecah Jumat disebut Sesar Sagaing, dan merupakan patahan strike-slip besar yang menjangkau dari pantai di selatan ke perbatasan utara Myanmar, jarak hampir 1.200 km," ujarnya.

    Ia juga mengungkapkan keberadaan Sesar Sagaing membelah wilayah tengah Myanmar, menciptakan formasi perbukitan serta pegunungan akibat pergerakan kerak bumi. Patahan ini juga berisiko tinggi karena melintasi kota-kota besar seperti Yangon, Nay Pyi Taw, dan Mandalay.

    Karena hal tersebut, setiap aktivitas seismik berpotensi menimbulkan dampak yang luas. Berdasarkan pengukuran GPS serta penelitian geologi, Sesar Sagaing mengalami pergeseran sekitar 20 milimeter per tahun, menjadikannya salah satu patahan paling aktif dan berbahaya di dunia.

    Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menunjuk Sesar Sagaing merupakan bagian dari sistem tektonik yang membatasi Lempeng India dan Eurasia, sehingga memiliki aktivitas seismik yang sangat signifikan. Laju pergeseran dari tumbukan kedua lempeng itu sendiri disebutnya cukup signifikan, yakni 18-22 mm per tahun. "Mekanismenya geser menganan," kata Daryono seperti dikutip oleh Tempo pascagempa Myanmar.

    Menurut Daryono, ada dua kemungkinan efek merusak gempa Myanmar bisa menjangkau jauh hingga ke Bangkok yang berjarak lebih dari 965 kilometer dari pusat gempa tersebut. Pertama, efek Vibrasi Periode Panjang (Long Vibration Period) dimana gelombang gempa yg sumbernya jauh direspons tanah lunak dan tebal di Bangkok.

    Kedua, efek direktivitas atau efek yang terjadi ketika energi gempa terfokus dalam satu arah. "Semakin tinggi direktivitas, semakin terkonsentrasi energi dalam satu arah," kata dia.

    Tim Cek Fakta Tempo memeriksa video tersebut dengan bantuan Google Lens, mesin pencarian Google dan Youtube. Video tersebut merupakan kumpulan dari beberapa video peristiwa gempa yang terjadi di Thailand dan Myanmar.



    Potongan video ini telah diunggah sejumlah akun media social aksara Myanmar. 

    Di antaranya akun Facebook Myanmar Live,  akun Facebook ini dan ini. Keterangan yang menyertai video menunjukkan bahwa peristiwa tersebut terjadi di Kota Myanmar, yaitu di Distrik Mandalay.



    Potongan video ini pernah diunggah oleh akun Youtube KTVU FOX 2 San Francisco di sini pada 29 Maret 2025 dengan mencantumkan kredit video Anansit Yamee melalui Storyful. Gedung tersebut merupakan gedung 34 lantai di Bangkok yang runtuh pada hari Jumat, 28 Maret, setelah gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter yang mengguncang negara tetangga Myanmar. 

    Anansit Yamee merekam dan memperlihatkan sebuah derek di atas gedung yang sedang dibangun, bergoyang sebelum bangunan itu runtuh.

    “Saya mengalami gempa bumi, yang belum pernah saya alami sebelumnya dalam hidup saya. Jadi saya mengeluarkan ponsel saya untuk merekam video,” kata Yamee kepada Storyful.

    “Saya mengarahkan kamera ke atas gedung dan melihat lokasi konstruksi berguncang maju mundur. Itu sangat menakutkan. Bangunan itu runtuh tepat di depan mata saya. Saya sangat terkejut dengan ini.”



    Potongan video ini menunjukkan lokasi yang sama dengan video yang pernah diunggah akun Youtube The Guardian News pada detik ke 42 hingga 50. Video yang diunggah pada 28 Maret 2025 tersebut berjudul “Myanmar: earthquake destroys temple and collapses bridge amid widespread damage”.

    Tiga foto di lokasi serupa, juga pernah diunggah oleh akun Facebook Myanmar Live di sini. Pengunggah menulis bahwa Hotel Aung Pan ambruk. Aung pan nama sebuah kota di Myanmar.

    Akun Burma VJ juga mengunggah sejumlah foto. Satu diantaranya di Lokasi yang sama dengan potongan video di atas. “Bangunan dan hotel di Myanmar runtuh karena gempa bumi yang kuat, dua kali setelah 12:02 pm. Akibat gempa Force 7 yang bergerak ke barat laut wilayah Sagaing, wilayah Sagaing dan wilayah Mandalay, menyebabkan kerusakan terbanyak dan ada korban longsor,” tulis akun Burma VJ berbahasa Myanmar yang sudah diterjemahkan.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa video gempa di Thailand karena negara itu melegalkan pernikahan sesama jenis adalah keliru.

    TIM CEK FAKTA TEMPO 

    **Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email [email protected]

    Rujukan

  • (GFD-2025-26424) Keliru: Video-video yang Memperlihatkan Penyiksaan WNI di Kamboja

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/04/2025

    Berita

    SEJUMLAH video beredar dalam sebuah utas di Twitter atau X [arsip] yang diklaim memperlihatkan penyiksaan terhadap warga negara Indonesia (TKI) atau pekerja migran Indonesia (PMI) di Kamboja. 

    Video-video itu memperlihatkan sejumlah aksi penyiksaan, seperti perebusan manusia hidup, pemukulan, penyetruman, penyeretan, dan pemasungan. Di bagian akhir utas tersebut, diselipkan tautan penjualan produk kamera tersembunyi.



    Namun, benarkah video-video itu memperlihatkan penyiksaan WNI di Kamboja?

    Hasil Cek Fakta

    Warga negara Indonesia yang bekerja di perusahaan-perusahaan perjudian di Kamboja rentan mengalami kekerasan. Penelusuran jurnalis Tempo ke Kamboja mendapati fakta bahwa lebih dari 90 orang WNI meninggal di komplek-komplek perusahaan perjudian di sana selama tahun 2024. Sebagian dilaporkan meninggal dunia karena perkelahian antar sesama WNI.

    Meski WNI yang bekerja di Kamboja rentan mendapatkan kekerasan, namun video yang dibagikan dalam utas di X tersebut tidak terkait dengan penyiksaan tersebut. 

    Tempo memverifikasi empat video yang dibagikan dengan menggunakan layanan reverse image search dari mesin pencari Google. Berikut hasil penelusurannya:



    Video pertama dalam utas yang beredar memperlihatkan beberapa orang berkelahi dan salah satunya dimasukkan ke dalam panci besar bergambar tengkorak. Sesungguhnya peristiwa itu bukan kejadian nyata, melainkan atraksi untuk pertunjukan.

    Video aslinya ditemukan di akun TikTok @panuwatkaenpech yang memperlihatkan atraksi drama peperangan. Keterangan dalam video menyebutkan bahwa aksi itu hanya dilakukan atau diawasi oleh profesional. Akun tersebut juga mengunggah video atraksi serupa lainnya.



    Video kedua dalam utas yang beredar memperlihatkan dua orang berbaju putih diseret di lantai ruangan dengan kurungan-kurungan besi. Video itu sesungguhnya konten akun TikTok @zoeandunclerobert tentang permainan melarikan diri atau escape game.

    Perusahaan yang menyediakan permainan melarikan diri dari ruangan yang dikemas dengan suasana horor itu berada di Fullerton, California, Amerika Serikat. Hal ini membuktikan video itu bukan tentang penyiksaan WNI di Kamboja.



    Video ketiga dalam utas itu memperlihatkan empat orang anak yang disetrum hingga kejang. Namun saat dicermati, sesungguhnya anak yang berdiri itu tidak diikat. Video itu berasal dari Akun TikTok @Thuanlm1 yang kerap mengunggah konten kegiatan olahraga beberapa remaja dan aktivitas mereka di kamar mes.

    Video juga ditempeli tulisan berbahasa Vietnam yang berbunyi: Hinh ånh chi mang tinh chat minh hoa. Artinya: Gambar hanya untuk tujuan ilustrasi.

    Sementara takarir gambarnya berbunyi: ??ng ham vi?c nh? l??ng cao campuchia#xuhuong. Artinya: Jangan serakah dengan pekerjaan mudah dengan gaji tinggi kamboja#trend.



    Video berikutnya yang berhasil ditelusuri memperlihatkan sejumlah pria dipasung. Dikatakan mereka WNI yang disiksa di Kamboja, namun tak ada di antaranya yang berusaha memberontak, malah seorang di antaranya santai mengoperasikan ponsel.

    Saat dicermati, salah satu pria dalam video itu mengenakan kaos bertuliskan “HK Film Lighting” yang merupakan logo perusahaan perfilman asal Hong Kong. Website HK Film menyatakan bahwa perusahaan mereka beroperasi dengan memproduksi film, menyewakan studio, dan jasa lighting atau pencahayaan untuk produksi film.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video-video yang beredar memperlihatkan penyiksaan yang dialami WNI di Kamboja adalah klaim yang keliru.

    Rujukan