• (GFD-2025-25565) [HOAKS] Aktor Stefan William Meninggal Awal Februari 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/02/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan dengan narasi yang mengeklaim aktor Stefan William meninggal dunia.

    Unggahan itu diunggah pada 2 Februari 2025, yang memperlihatkan foto Stefan William disertai ucapan duka, sebagaimana kabar lelayu pada umumnya.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Narasi yang mengeklaim Stefan William meninggal dunia muncul di media sosial pada 2 Februari 2025, yang dibagikan akun Facebook ini dan ini.

    Kabar itu dibagikan oleh orang yang sama di dua grup Facebook yang berbeda, dan disampaikan dengan dalih bertanya.

    Ada juga yang memberikan kabar ini dalam bentuk unggahan video, misalnya akun ini pada 7 Februari 2025.

    Akun tersebut membagikan poster ucapan duka dengan foto Stefan William.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com tidak ditemukan informasi valid Stefan William meninggal dunia pada 2 atau 7 Februari 2025. 

    Ketika dicek di akun Instagram-nya, pada 7 Februari 2025 ia masih mengunggah konten di Instagram Stories. 

    Stefan membagikan video ketika mengajak warganet untuk menghadiri acara konser worship atau acara musik Kristiani yang akan diselenggarakan pada 1 Maret 2025. 

    Arsip video tersebut bisa dilihat di sini. 

    Sebelumnya, pada 2022 juga pernah muncul hoaks yang menyebut Stefan Willaim meninggal dunia. 

    Saat itu Stefan dikabarkan meninggal dunia karena kecelakaan, informasi tersebut bisa dilihat di laman Liputan 6 ini. 

    Kesimpulan

    Narasi yang mengeklaim Stefan William meninggal dunia pada 2 Februari 2025 tidak benar atau hoaks.

    Faktanya, pada 7 Februari 2025 Stefan masih mengunggah konten di Instagram Stories. Sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid artis berusia 31 tahun itu meninggal dunia. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-25569) [KLARIFIKASI] Wiper Bersihkan Kaca Mobil Saat Dilempar Telur, Tidak Ganggu Pandangan

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/02/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar narasi yang diklaim berasal dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk pengemudi kendaraan bermotor, khususnya mobil.

    Narasi itu berisi imbauan untuk tidak membersihkan kaca depan mobil apabila tiba-tiba terkena lemparan telur.

    Hal itu akan membuat kaca buram sehingga pengemudi terpaksa berhenti dan rentan menjadi korban perampokan.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konteks narasi tersebut perlu dilengkapi agar utuh.

    Imbauan untuk tidak membersihkan kaca depan mobil apabila terkena lemparan telur dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, dan ini, pada Januari-Februari 2025.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    INFO DARI POLRI

    Jika anda mengemudi dimalam hari dan tiba² kaca mobil depan dilempar dengan TELUR....!!!

    "JANGAN operasikan wipper/semprotkan air/cairan apapun...!!!" Telur yang terlempar jika dicampur dengan air akan berubah putih seperti susu & akan menghalangi penglihatan Anda sampai dengan 92.5% ! |

    Sehingga anda terpaksa berhenti di pinggir jalan dan risikonya sudah dipastikan akanjadi korban perampokan !!!

    Ini modus terbaru yang digunakan oleh perampok dijalan pada waktu malam hari.

    Screenshot Klarifikasi, imbauan untuk tidak menyalakan wiper saat kaca mobil terkena lemparan telur

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, imbauan untuk tidak mengaktifkan wiper apabila kaca depan mobil terkena lemparan telur pernah disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto dalam pemberitaan Antara, 23 Januari 2008.

    Menurut Sisno, setelah penjahat melempar telur ke kaca mobil bagian depan, mereka akan kabur sementara pengemudi akan berusaha membersihkan kaca dengan mengaktifkan wiper.

    Namun, membersihkan telor pecah dengan wiper itu justru akan membuat kaca buram sehingga memaksa pengemudi turun untuk membersihkan dengan lap.

    "Saat membersihkan dengan kain lap itulah, ada penjahat lain yang beraksi dengan mengambil barang-barang berharga dari dalam mobil. Pengemudi biasanya konsentrasi mengelap kaca sehingga lengah atas keamanan barang dalam mobil," kata Sisno.

    Sisno mengatakan, hingga kini memang belum ada laporan resmi masyarakat dan menjadi permasalah hukum sebab belum ada yang memberikan laporan resmi.

    "Tapi, informasi itu sudah banyak masuk ke polisi namun belum ada kasus yang dilaporkan secara resmi," tuturnya.

    Untuk menghindari hal tersebut, Sisno meminta agar pengemudi tetap menjalankan kendaraan kendati kaca mobil telah dilempar dengan telur.

    Akan tetapi, berdasarkan pengujian, menyalakan wiper untuk membersihkan pecahan telur tidak akan mengganggu pandangan pengemudi mobil.

    Dilansir pemberitaan Kompas.com pada 16 Juli 2021, Director and Founder Real Driving Centre (RDC) Roslianna Ginting mengaku pernah melakukan percobaan saat kaca mobil dilempari telur.

    Ia pun memberikan cuplikan video, di mana dalam rekaman tersebut terlihat kaca mobil bagian depan yang dilempari telur dua kali.

    Selang beberapa detik wiper dinyalakan, dan pecahan telur yang ada di kaca langsung terhapus saat dibasuh oleh air wiper.

    "Jadi ini adalah mitos. Begitu ada modus terjadi, pengemudi mobil bisa langsung nyalakan wiper. Terbukti setelah wiper dinyalakan, noda langsung terhapus dan kaca bersih kembali,” ucap Rosliana.

    Simak videonya dalam tautan ini.

    Sebaliknya, bila kaca tak segera dibersihkan justru malah membahayakan. Sebab, telur tersebut bisa saja mengering dan menganggu pandangan, serta akan lebih sulit dibersihkan nantinya.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, imbauan untuk tidak mengaktifkan wiper apabila kaca depan mobil terkena lemparan telur perlu diluruskan.

    Imbauan tersebut memang pernah disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto pada 2008. 

    Akan tetapi, berdasarkan pengujian, menyalakan wiper untuk membersihkan pecahan telur tidak akan mengganggu pandangan pengemudi mobil.

    Director and Founder Real Driving Centre (RDC) Roslianna Ginting mengatakan, pecahan telur yang ada di kaca langsung terhapus saat dibasuh oleh air wiper.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25570) [KLARIFIKASI] Bantuan dari Menkeu Sri Mulyani Diberikan pada Masa Pandemi Covid-19

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/02/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati diklaim akan meluncurkan bantuan sosial bagi masyarakat dengan pendapatan di bawah Rp 5 juta pada 2025.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut merupakan informasi yang konteksnya keliru, informasinya perlu diluruskan.

    Narasi yang menyebut Menkeu Sri Mulyani akan meluncurkan bansos bagi masyarakat dengan pendapatan di bawah Rp 5 juta pada 2025 dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Sri Mulyani Bakal Beri Bantuan ke Pekerja dengan Gaji di Bawah Rp5 Juta

    Screenshot Hoaks, Sri Mulyani berikan bantuan untuk masyarakat berpendapatan di bawah Rp 5 juta

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, narasi tersebut mencatut pemberitaan Merdeka.com yang dibagikan di Facebook pada 5 Agustus 2020.  

    Dalam pemberitaan tersebut, Menkeu Sri Mulyani tengah menggodok aturan baru guna membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

    Aturan tersebut yaitu memberikan bantuan sosial atau bansos kepada masyarakat yang berpendapatan di bawah Rp 5 juta.

    Mengacu pada pemberitaan tersebut, rencana pemerintah meluncurkan bantuan untuk masyarakat berpendapatan di bawah Rp 5 juta adalah dalam situasi pandemi Covid-19.

    Sedangkan pada 2025, pemerintah tidak memiliki rencana meluncurkan bantuan semacam itu.

    Tidak ada pemberitaan dari media kredibel mana pun tentang rencana pemberian bantuan bagi masyarakat berpendapatan di bawah Rp 5 juta.

    Unggahan yang beredar pada akhir Desember 2024 dan awal Januari 2025 itu merupakan informasi yang konteksnya keliru.

    Kesimpulan

    Narasi Menkeu Sri Mulyani akan meluncurkan bansos bagi masyarakat dengan pendapatan di bawah Rp 5 juta pada 2025 adalah informasi dengan konteks keliru.

    Adapun unggahan itu mencatut pemberitaan Merdeka.com pada 5 Agustus 2020, tentang rencana pemerintah menyalurkan bantuan sosial pada masa pandemi Covid-19.

    Sedangkan pada 2025, pemerintah tidak memiliki rencana meluncurkan bantuan semacam itu.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25571) [HOAKS] Video Mobil Ambulans Melaju Tanpa Sopir

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/02/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang diklaim menampilkan sebuah mobil ambulans melaju tanpa sopir.

    Unggahan video itu memperlihatkan suasana ambulans dari tempat pasien, atau berada di belakang kursi sopir.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Video yang diklaim menampilkan mobil ambulans melaju tanpa sopir muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Instagram ini, ini, dan Facebook ini.

    Akun tersebut membagikan video yang menampilkan seorang sedang duduk di samping jenazah yang diselimuti kain.

    Dari belakang, tampak tidak ada sopir di kursi pengemudi.

    Dalam video terdapat rekaman suara seorang pria yang menyebut peristiwa itu nyata. Menurut dia, orang yang ada di dalam mobil menangis ketakutan karena mobil itu berjalan tanpa sopir.

    Video diberi keterangan:

    BERITA YANG DIKIRA HOAXTERNYATA BENAR, MOBIL JENAZAH JALAN SENDIRI TANPA ADA SOPIR DIKONFIRMASI SAMA ORANG INI

    Akun Instagram Tangkapan layar akun Instagram narasi yang menyebut mobil jenazah melaju tanpa sopir

    Hasil Cek Fakta

    Penelusuran menggunakan teknik reverse image search menemukan bahwa video itu identik dengan tangkapan layar di laman Tribun Sultra ini pada 2022. 

    Dalam pemberitaan dijelaskan bahwa peristiwa itu terjadi di  Kecamatan Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. 

    Video itu pertama kali diunggah oleh akun Facebook bernama Atika Umar. Setelah video viral di media sosial, ia menjelaskan, narasi soal mobil ambulans melaju tanpa sopir tersebut tidak benar.

    Menurut dia, saat merekam video terdapat sopir yang mengemudikan ambulans. Namun, sopir tersebut berperawakan kecil sehingga tidak terlihat ketika direkam dari belakang kursi pengemudi. 

    Hal senada juga disampaikan oleh Kapolsek Ampana Kota saat itu, AKP Jimyarto Anasim. Menurut dia, video soal mobil ambulans melaju tanpa sopir itu tidak benar.

    Informasi itu juga pernah beredar di media sosial pada 2022 dan telah dibantah oleh Tim Cek Fakta Kompas.com. Penelusurannya bisa dilihat di sini. 

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan mobil ambulans melaju tanpa sopir tidak benar atau hoaks.

    Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah pada 2022.

    Perekam video menjelaskan, sopir ambulans tersebut berperawakan kecil, sehingga tidak terlihat ketika direkam dari belakang bangku pengemudi.

    Rujukan