• (GFD-2025-26462) Keliru: Tautan Pendaftaran Bantuan Sosial Periode April-Juni 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/04/2025

    Berita

    SEBUAH konten yang diklaim sebagai pendaftaran bantuan sosial 2025 beredar di media sosial Threads [arsip]. Konten itu memuat tautan yang diklaim terhubung ke formulir pendaftaran penerima bansos senilai Rp2 juta sampai Rp10 juta.

    Unggahan itu disertai gambar yang memperlihatkan pengumuman pembukaan program bansos jenis PKH (Program Keluarga Harapan) untuk periode April, Mei, Juni 2025, berupa uang tunai senilai Rp1,5 juta. Tautan yang disertakan beralamat di sini.



    Namun, benarkah narasi dan tautan itu berkaitan dengan bansos dari pemerintah RI?

    Hasil Cek Fakta

    Hasil verifikasi Tempo menunjukkan bahwa tautan yang disertakan dalam konten tersebut bukan website resmi pendaftaran bantuan sosial 2025. Tautan tersebut berpotensi memuat tipuan yang dapat merugikan pengguna.

    Pemeriksaan menggunakan Virus Total menunjukkan bahwa alamat situs yang dicantumkan, mencurigakan. Artinya, situs tersebut berpotensi merujuk pada peringatan yang muncul saat sistem menganggap tautan dalam URL berbahaya.

    Dikutip dari akun Instagram Pusdatin Kemensos, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan ada dua cara bagi masyarakat untuk mendaftar sebagai penerima bansos.

    Pertama mendaftar melalui kantor desa atau kelurahan. Kedua dengan mengunduh aplikasi Kemensos bernama Cek Bansos. Dalam aplikasi itu masyarakat bisa memeriksa apakah dirinya terdaftar sebagai penerima bansos atau tidak.

    Selanjutnya, bila warga tersebut bukan penerima dan merasa layak menerima bansos, maka dapat mengusulkan diri agar menjadi penerima bansos. Warga lain juga bisa melaporkan jika ada warga yang tidak layak sebagai penerima bansos.  

    Unggahan Pusdatin Kemensos lainnya memperingatkan masyarakat agar menghindari hoaks tentang tautan palsu pendaftaran penerima bansos. Mereka menyatakan pendaftaran penerima bansos hanya bisa dilakukan melalui Pemerintah Daerah dan aplikasi Cek Bansos.

    Dilansir Tirto.id, mulai tahun 2025, data penerima bansos dan bantuan lainnya dari pemerintah akan terkumpul di sebuah sistem baru bernama Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

    Saifullah Yusuf mengatakan bahwa data masyarakat di DTSEN akan diverifikasi ulang setiap tiga bulan dan mempengaruhi pemilihan masyarakat yang akan menerima bansos. Hal ini berbeda dengan sistem sebelumnya yang pembaruan data dilakukan per tahun.

    Pembagian bansos tahap pertama tahun 2025 telah dilakukan pada Januari sampai Maret 2025. Kemudian tahap dua akan dicairkan selama tiga bulan berikutnya, yakni April, Mei, dan Juni 2025.

    Adapun syarat-syarat masyarakat yang layak menerima bansos adalah sebagai berikut:

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa konten yang menyebarkan tautan pendaftaran bansos Rp2 juta sampai Rp10 juta untuk pencairan April, Mei, Juni 2025 adalah narasi yang keliru.

    Pendaftaran penerima bansos atau masuk DTSEN hanya dapat dilakukan melalui kantor desa atau kelurahan yang terhubung ke pemerintah daerah, atau melalui aplikasi gawai milik Kemensos bernama Cek Bansos.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26463) [KLARIFIKASI] Tidak Benar Produk dan Layanan Daihatsu Akan Berganti Menjadi Toyota

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/04/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Produsen mobil asal Jepang, Daihatsu diklaim mengumumkan bahwa produk dan layanan mereka akan berganti menjadi merek Toyota.

    Menurut sejumlah unggahan, informasi itu diklaim dikeluarkan oleh Daihatsu pada 1 April 2025.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu keliru dan perlu diluruskan.

    Narasi yang mengeklaim produk dan layanan Daihatsu beralih menjadi Toyota muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun X ini dan Facebook ini, ini.

    Akun tersebut membagikan sebuah pengumuman yang diklaim berasal dari Daihatsu.

    Dalam pengumuman disebutkan, proses perubahan itu akan rampung akhir 2025.

    Hasil Cek Fakta

    Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani membantah narasi tersebut.

    Menurut dia, Principal Daihatsu Motor Corporation (DMC) tidak pernah merilis informasi bahwa produk dan layanan mereka akan berganti menjadi Toyota.

    "DMC tidak pernah mengeluarkan informasi seperti yang beredar saat ini," kata Agung Kamis (3/4/2025).

    Agung menegaskan, operasional Daihatsu di Indonesia berjalan seperti biasa dan tidak perubahan merek. 

    Ketika dicek di laman Daihatsu.com, tidak ditemukan informasi mereka akan berganti merek menjadi Toyota.

    Pada 1 April 2025, Daihatsu hanya menginformasikan soal kenaikan harga mobil Move Canbus.

    Sebagai informasi, dilansir dari situs Astra, produk Daihatsu dikelola oleh PT Astra Daihatsu Motor.

    Perusahaan itu merupakan entitas asosiasi yang didirikan oleh Daihatsu Motor Co Ltd (DMC) dan Toyota Tsusho Corporation, yang didukung PT Astra International TBk - Daihatsu Sales Operation.

    Kesimpulan

    Narasi yang mengeklaim produk dan layanan Daihatsu akan berganti merek menjadi Toyota merupakan informasi keliru dan tidak benar. 

    PT Astra Daihatsu Motor (ADM) tidak pernah merilis pengumuman tersebut. Operasional Daihatsu di Indonesia berjalan seperti biasa dan tidak ada perubahan apa pun.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26466) [KLARIFIKASI] Kedatangan Paus secara Keliru Diklaim sebagai Demonstrasi di Turkiye

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/04/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video menampilkan kerumunan orang dan mobil di jalan raya dan diklaim sebagai aksi demonstrasi di Turkiye.

    Demonstrasi tersebut diklaim berkaitan dengan penolakan terhadap rezim Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut disebarkan dengan narasi keliru.

    Video aksi demonstrasi besar-besaran di Turkiye disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 20 Maret 2025:

    Protes besar meletus di seluruh Turki terhadap rezim Erdogan menyusul penahanan Wali Kota Istanbul Ekrem ?mamoglu.

    Ribuan demonstran turun ke jalan, menyuarakan penentangan mereka terhadap tindakan pemerintah.

    Protes semakin meningkat intensitasnya, dengan mahasiswa dan pendukung oposisi memimpin perlawanan terhadap apa yang mereka lihat sebagai langkah tidak demokratis oleh partai yang berkuasa.

    Hasil Cek Fakta

    Video yang beredar bukan berlokasi di Turkiye, melainkan Timor Leste.

    Kerumunan dalam video merupakan barisan umat Katolik yang antusias untuk bertemu dan menyambut pemimpin tertinggi gereja Katolik, Paus Fransiskus.

    Video penampakan kerumunan dari momen serupa dengan sudut pandang sedikit berbeda ditemukan di kanal YouTube Viral Timor Leste, 11 September 2024.

    Tampak lautan manusia memenuhi jalan-jalan besar di wilayah tersebut.

    Kunjungan Paus Fransiskus ke Timor Leste juga dapat disaksikan di kanal YouTube Associated Press.

    Diperkirakan ada sekitar 600.000 orang yang berkumpul untuk menyambut Paus Fransiskus.

    Sebagai informasi, gelombang aksi antirezim di Turkiye berlangsung selama Maret 2025.

    Dilansir Al Jazeera, polisi Turki telah menahan sedikitnya 1.113 orang selama lima hari protes ketika Presiden Recep Tayyip Erdogan menyalahkan partai oposisi atas kerusuhan yang dipicu oleh penahanan saingan politik utamanya, Ekrem Imamoglu.

    Kabar penangkapan Imamoglu memicu demonstrasi antipemerintah di berbagai penjuru Turkiye.

    Kendati demikian, video yang beredar dinarasikan keliru.

    Kesimpulan

    Video lautan manusia di jalanan bukanlah demonstasi di Turkiye sehingga informasinya perlu diluruskan.

    Adapun video memperlihatkan kunjungan Paus Fransiskus ke Timor Leste pada September 2024 disebarkan dengan konteks keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26467) [HOAKS] Kapal India Terdampar di Perairan Nias Barat

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/04/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang diklaim menunjukkan kapal asing asal India terdampar di perairan Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.

    Video yang diklaim menunjukkan kapal India terdampar di Nias Barat dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini pada April 2025.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Melihat dari Dekat Lokasi Kapal India yang Terdampar di Laut Wilayah Humene Nias Barat

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, kapal dalam video tersebut bukan berada di perairan Nias Barat dan bukan kapal asing dari India.

    Dikutip dari Tribrata News, Polsek Alasa dan Polsek Mandrehe telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi yang ditunjukkan dalam video tersebut.

    Berdasarkan pengecekan lapangan pada Rabu (9/4/2025), lokasi kapal dalam video berada di perairan Desa Siwawo, Kecamatan Tugala Oyo, Kabupaten Nias Utara.

    Narasi yang mengeklaim terdapat warga negara India di lokasi tersebut juga tidak benar.

    Orang-orang yang berada di lokasi merupakan para pekerja dari PT 3G Diving Jakarta yang sedang melakukan proses evakuasi terhadap kapal yang terdampar.

    Pimpinan pekerja bernama Sudirman menjelaskan, seluruh pekerja yang berjumlah 17 orang adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dan telah menunjukkan identitas berupa KTP.

    Aktivitas pekerja telah dilaporkan kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Gunungsitoli, Pos TNI AL Gunungsitoli, serta pemerintah desa setempat.

    Personel TNI AL juga secara rutin melakukan pengawasan terhadap kegiatan tersebut dan menyediakan tenda yang digunakan oleh para pekerja.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang diklaim menunjukkan kapal India terdampar di Nias Barat adalah hoaks.

    Polsek Alasa dan Polsek Mandrehe menyebutkan, lokasi kapal dalam video berada di perairan Desa Siwawo, Kecamatan Tugala Oyo, Kabupaten Nias Utara.

    Orang-orang yang berada di lokasi merupakan para pekerja dari PT 3G Diving Jakarta yang sedang melakukan proses evakuasi terhadap kapal yang terdampar.

    Seluruh pekerja yang berjumlah 17 orang adalah WNI. Evakuasi kapal tersebut juga telah dilaporkan ke pihak berwajib dan dipantau secara rutin oleh personel TNI AL.

    Rujukan