• (GFD-2025-25521) Cek Fakta: Hoaks Konten Kreator Asal Malaysia Hilang di Hutan Bandung

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/02/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang seorang konten kreator asal Malaysia hilang di hutan kawasan Bandung, Jawa Barat beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 7 Februari 2025.
    Akun Facebook tersebut mengunggah video berdurasi 1 menit 52 detik yang diklaim seorang konten kreator asal Malaysia hilang saat berada di hutan di kawasan Bandung, Jawa Barat.
    "Seorang konten kreator asal Malaysia hilang di hutan bandung," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 85 kali ditonton dan mendapat 2 reaksi dari warganet.
    Benarkah kabar tentang seorang konten kreator asal Malaysia hilang di hutan kawasan Bandung? Berikut penelusurannya.
     
    Ikuti Kuis Cek Fakta Liputan6.com di Aplikasi Youniverse dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.
    Caranya mudah:
    * Gabung ke Room Cek Fakta di aplikasi Youniverse
    * Scroll tab ke samping, klik tab “Campaign”
    * Klik Campaign “Kuis Cek Fakta”
    * Klik “Check It Out” untuk mengikuti kuisnya
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang seorang konten kreator asal Malaysia hilang di hutan kawasan Bandung. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "konten kreator malaysia hilang di bandung" di kolom pencarian Google Search.
    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah mengenai kabar tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Influencer Malaysia Bikin Hoaks Hilang di Hutan Bandung Saat Liburan demi Follower" yang dimuat Liputan6.com pada 7 Februari 2025.
    Liputan6.com, Jakarta - Demi mendulang follower di TikTok, Ammar Nazhan, seorang influencer asal Malaysia membuat berita hoaks tentang temannya yang bernama Eyka hilang di hutan Bandung. Berita hilangnya Eyka di hutan langsung viral hingga mencapai 3,7 juta penayangan.
    Disebutkan bahwa Eyka, dilaporkan hilang setelah pergi ke hutan di Bandung, Indonesia selama tiga hari. Wanita tersebut kemudian ditemukan selamat pada Kamis malam, 6 Februari 2025.
    Mengutip dari laman Mstar, Jumat (7/2/2025), perempuan berusia 22 tahun itu ditemukan sekitar pukul 22.00 WIB dan penemuannya dibagikan melalui streaming langsung di TikTok @Arasz. Di unggahannya, Eyka terlihat sedang tergeletak di sebuah kawasan hutan dalam kondisi lemah.
    Dalam pengakuannya, Ammar Nazhan Noralyadi (29), melihatnya Eyka pada pukul 02.00 pagi Senin, 3 Februari 2025. Saat itu mereka sedang melakukan aktivitas paranormal di hutan.
    Ammar Nazhan mengatakan bahwa lebih dari 20 orang bergabung dengan kelompok aktivitas paranormal, tetapi hanya tujuh orang yang memasuki hutan, termasuk Eyka. "Hanya saja dia adalah seorang wanita yang pergi ke hutan dan dia juga sedang menstruasi pada saat itu," katanya.
    Menurut Amar laporan polisi diajukan 48 jam setelah Eyka menghilang karena itulah persyaratan yang ditetapkan oleh hukum di Indonesia. "Sebelum membuat laporan polisi, kami sudah mencari Eyka dan baru membuat laporan polisi 48 jam setelah dia menghilang, sesuai anjuran pihak berwenang di sini," kata Ammar lagi.
    Ammar saat itu mengatakan, selain kepolisian, mereka juga dibantu warga sekitar yang bergotong-royong mencari Eyka. Pria tersebut meminta keluarga Eyka tidak khawatir karena dirinya berjanji akan mengurus semuanya di Indonesia.
    Ammar berjanji ke keluarga Eyka bahwa akan menemukannya. Dalam unggahan Ammar Nazhan di TikTok tentang seorang influencer Malaysia yang hilang di hutan, teman-teman Eyka terkejut dan bersedih atas kehilangan Eyka.
    Ammar membagikan proses pencarian Eyka melalui akun TikTok miliknya. Para pengikut setia Ammar Nazhan tak henti-hentinya berdoa agar Eyka ditemukan dengan selamat. Setelah berita ini membuat heboh, barulah terungkap bahwa hanya settingan semata.
    Mengutip dari Antara, video hilangnya Eyka sempat menjadi viral di media sosial hingga jumlah penayangan videonya mencapai 3,7 juta. Kapolsek Panyileukan Kompol Kurnia, dalam keterangannya mengatakan konten itu dibuat untuk meningkatkan viewers dan followers. Menurut Kurnia, kegiatan para konten kreator asal Malaysia ini dilakukan tanpa izin pihak kepolisian.
    "Maksud tujuan pembuatan konten tersebut dalam rangka menaikkan rating dan follower akun Tiktok dan YouTube miliknya, dengan skenario seolah-olah WNA Malaysia Tiktoker bernama Eykaa hilang di hutan Bandung namun dengan kejadian tersebut mereka tidak mengetahui bahwa di negara Indonesia ada Undang-Undang yang mengatur apabila melakukan berita hoax dikenai sanksi pidana," jelas Kurnia.
    Kurnia menegaskan jika informasi WNA Malaysia yang hilang di hutan Bandung adalah hoaks. Dia juga mengatakan konten kreator itu sudah meminta maaf di hadapan polisi.
     

    Kesimpulan


    Kabar tentang seorang konten kreator asal Malaysia hilang di hutan kawasan Bandung ternyata tidak benar alias hoaks. Faktanya, kabar tersebut sengaja dibuat untuk meningkatkan viewers dan followers si konten kreator tersebut.
  • (GFD-2025-26422) Awas Hoaks! Gunung Gede Tidak Erupsi Pada Periode 1 Januari-8 April 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/02/2025

    Berita



    SUKABUMIUPDATE.com - Beredar sebuah video di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa ada Gunung Gede mengalami Erupsi. Unggahan itu dilengkapi potongan video sebuah gunung yang mengeluarkan kepulan asap tebal berwarna gelap.

    Video tersebut beredar luas di media sosial Facebook dengan narasi Letusan Gunung Gede hingga Gunung Gede Erupsi.

    Terbaru viral di salah satu grup Facebook di Sukabumi, unggahan video kilatan cahaya yang diduga dari Gunung Gede. Hingga artikel ini ditayangkan, Selasa (8/4/2025), video berdurasi 29 detik itu sudah dilihat lebih dari 55,1 ribu kali, dibagikan 58 kali dan disukai 319 akun Facebook.

    "Leres ieu teh baraya di gunung gede" tulis keterangan video unggahan yang menampilkan kilatan cahaya pada Senin, 7 April 2025.

    Lantas, benarkah Gunung Gede mengalami erupsi hingga keluarkan asap tebal mengepul? Cek faktanya!

    Hasil Cek Fakta

    Hasil penelusuran Cek Fakta sukabumiupdate.com, informasi yang menyebut video kilatan cahaya dari Gunung Gede karena mengalami erupsi adalah tidak benar.

    Hal itu sebagaimana siaran pers Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) nomor 59 /KM.05/BGL/2025, tentang "klarifikasi Badan Geologi tentang berita HOAX Erupsi Gunungapi Gede, Jawa Barat"

    "Sehubungan dengan beredarnya berita di media sosial tentang aktivitas Gunungapi Gede (G. Gede) berupa video yang menarasikan adanya kolom erupsi di atas puncak G. Gede, dengan ini Badan Geologi menyatakan bahwa video ilustrasi tersebut tidak benar (HOAX)," tulis keterangan Siaran Pers Badan Geologi, Selasa, 8 April 2025.

    Sebelumnya, akun resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) turut mengunggah video tersebut di story Instagram resminya dengan keterangan "Hoax" pada Senin, 7 April 2025.

    "Hoax" tulis keterangan video Story Instagram/@pvmbg_.

    Badan Geologi turut menegaskan bahwa video yang beredar bukan merupakan aktivitas Gunung Gede, melainkan video yang diambil dari aktivitas erupsi Gunungapi Marapi di Sumatera Barat.

    Hal itu sejalan dengan penelusuran lain yang menunjukkan bahwa klaim video detik-detik terjadinya erupsi Gunung Gede 2 April 2025 adalah tidak benar, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hadi Wijaya kepada Liputan6.com.

    Penelusuran redaksi sukabumiupdate.com tentang klaim video tentang Gunung Gede juga dipantau langsung melalui laman resmi PVMBG di alamat magma.esdm.go.id. Hasilnya, Laporan Aktivitas Gunung Gede Periode 1-7 April 2025 (7 hari terakhir) berada di level I atau Normal.

    Hal itu sesuai dengan klarifikasi Badan Geologi bahwa, "Berdasarkan pemantauan aktivitas visual dari Pos PGA Gunung Gede yang berada di Desa Ciloto, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diketahui bahwa hingga saat ini (8/4/2025), tidak terjadi erupsi maupun keluarnya kolom abu di atas kawah Gunung Gede."

    Pengamatan visual sejak 1 Januari 2025 hingga tanggal 8 April 2025 menunjukkan, aktivitas Gunung Gede yang tampak dipermukaan masih berupa hembusan asap putih tipis hingga sedang yang berasal dari Kawah Wadon dengan ketinggian asap kawah berkisar antara 50 – 100 meter.

    "Erupsi terakhir Gunung Gede terjadi pada tahun 1957 berupa kolom erupsi mencapai 3000 meter di atas Kawah Ratu." tulis keterangan pers.

    Foto Visual Gunung Gede, Selasa 8 April 2025 pukul 05.32 WIB

    Pemantauan kegempaan menunjukkan, sejak peningkatan Gempa Vulkanik-Dalam (VA) pada tanggal 1 April 2025, tidak terjadi peningkatan aktivitas hembusan asap kawah ataupun terjadi lagi peningkatan Gempa Vulkanik-Dalam (VA).

    Berdasarkan catatan Badan Geologi, pada periode 2 - 8 April 2025 pukul 06.00 WIB terekam 1 kali gempa Tornillo, 2 kali gempa Vulkanik-Dalam, 6 kali gempa Tektonik Lokal, dan 14 kali gempa Tektonik Jauh.

    Grafik tinggi hembusan asap Gunung Gede periode 1 Januari 2025 – 8 April 2025

    Tak hanya keterangan Erupsi dan kegempaan, Badan Geologi juga menegaskan bahwa hingga Selasa, 8 April 2025, Gunung Gede masih berstatus normal atau masih berada di Level I.

    "Dengan demikian tingkat aktivitas Gunung Gede hingga tanggal 8 April 2025 pukul 06.00 WIB masih ditetapkan pada Level I (Normal)".

    Meski begitu, Badan Geologi mengimbau kepada masyarakat di sekitar Gunung Gede dan pengunjung/wisatawan untuk tidak menuruni, mendekati dan bermalam dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil Cek Fakta sukabumiupdate.com, informasi bahwa "Gunung Gede Erupsi" adalah TIDAK BENAR. Hal itu sebagaimana merujuk klarifikasi resmi dari Badan Geologi, Kementerian ESDM.

    Sumber rujukan:
  • (GFD-2025-26518) CEK FAKTA: Tautan Pendaftaran Kartu Sembako Murah

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/02/2025

    Berita



    Murianews, Kudus – Beredar tautan yang diklaim sebagai akses pendaftaran Kartu Sembako Murah bagi masyarakat tidak mampu. Yuk kita cek fakta dan kebenarannya.



    Tautan itu sendiri dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini pada Januari dan Februari 2025. Akun tersebut mengklaim program itu diluncurkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelang Ramadhan 2025.



    Narasi yang dibagikan sebagai berikut:



    ”Erlangga Hartarto (MENKO) Akan meluncurkan program pembagian kartu sembako untuk persiapan bulan Ramadhan Tahun 2025 iniPendaftaran mulai Tangal 20/12025 Daftar dan dapatkan kartu sembako untuk bulan Ramadhan ini biaya pendaftaran tidak dipungut biaya apapun”



    Berikut tangkap layar dari postingan itu:



    Tangkap layar narasi pendaftaran Kartu Sembako Murah. (Istimewa/Facebook)



    Penelusuran...

    Hasil Cek Fakta



    Dalam penelusuran, tautan yang dibagikan di akun-akun Facebook di atas tak satupun mengarah ke situs DTKS.



    Tautan tersebut justru mengarah ke situs yang meminta pengunjung memasukkan informasi pribadi.



    Di situs itu, pengunjung diminta mengisi nama lengkap sesuai KTP dan nomor akun Telegram. Situs itu besar kemungkinan merupakan modus phishing atau pencurian data.



    Diketahui, program Kartu Sembako mulanya dikenal sebagai Bantuan Pangan Non Tunai. Bantuan itu dikelola Kementerian Sosial.



    Setiap bulannya, penerima manfaat mendapatkan bantuan sebesar Rp 200 ribu. Adapun untuk jadi penerima manfaat adalah terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).



    Diketahui, DTKS merupakan data induk yang digunakan untuk acuan lembaga-lembaga dalam pemberian bantuan sosial, seperti PKH, Kartu Sembako, PBI JK, dan sebagainya.



    Pendaftaran penerima manfaat di DTKS sendiri dilakukan secara offline dengan mendatangi kantor desa/kelurahan, atau secara online melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos di ponsel Android.



    Masyarakat dapat mengecek status penerima bansos melalui situs DTKS di alamat https://cekbansos.kemensos.go.id atau klik tautan ini.



    Kesimpulan...

    Kesimpulan



    Berdasarkan hasil penelusuran itu, tautan pendaftaran Kartu Sembako Murah sebagaimana yang dibagikan di akun-akun Facebook di atas adalah disinformasi jenis fabricated content atau konten palsu.



    Konten jenis ini terbilang paling berbahaya. Sebab, konten ini dibentuk dengan kandungan 100 persen tidak bisa dipertanggungjawabkan secara fakta. Biasanya, konten ini berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
  • (GFD-2025-25518) [KLARIFIKASI] Foto Elpiji 3 Kg di Rumah Raffi Ahmad Bersumber dari Video Lama

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/02/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Tumpukan tabung elpiji 3 kg di rumah Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad menjadi sorotan.

    Warganet menyindir kekayaan Raffi yang kontradiktif dengan penggunaan elpiji 3 kg bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin.

    Dalam sebuah foto yang beredar, tampak istri Raffi, Nagita Slavina berdiri di pintu dan terdapat tumpukkan elpiji 3 kg di dekatnya.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, ada yang perlu diluruskan dari narasi tersebut.

    Foto tumpukan tabung melon di rumah Raffi Ahmad disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Kamis (6/2/2025):

    Miliki Tumpukan Cadangan Gas Elpiji 3 Kg Padahal Rakyat Harus Antre, Netizen ke Raffi Ahmad: Keluarga Bapak Ikut Terdampak Loh

    Hasil Cek Fakta

    Foto tumpukan tabung elpiji 3 kg diambil dari video lama di tayangan YouTube Rans Entertainment.

    Video itu berjudul "Queen of Jahil. Baim Lewat Sudah. Driver Sampai Mati Kutu" yang diunggah pada 1 November 2020.

    Dilansir Kompas.com, foto tumpukan elpiji 3 kg bersubsidi di rumah Raffi menuai kecaman.

    Nagita Slavina memberikan klarifikasi terkait keberadaan tabung elpiji 3 kg dalam rumahnya.

    Ia menyatakan bahwa tabung tersebut merupakan properti untuk keperluan syuting.

    "Jadi kami mau syuting buat sosialisasi masalah tabung gas melon karena masih banyak yang salah kaprah kalau tabung yang hijau itu memang diperuntukkan untuk keluarga yang prasejahtera," kata dia.

    Ia mengaku tidak menggunakan gas melon untuk keperluan sehari-hari.

    Konten lama itu disebarkan ulang di media sosial usai Raffi Ahmad melaporkan harta kekayaannya yang mencapai 1 triliun rupiah ke LHKPN.

    Keberadaan tabung elpiji 3 kg bersubsidi di rumahnya dinilai bertentangan dengan jumlah kekayaan tersebut.

    Namun narasi yang beredar perlu diluruskan, bahwa konten tersebut bersumber dari video lama tahun 2020.

    Kesimpulan

    Foto tumpukan tabung melon di rumah Raffi Ahmad bersumber dari video lama dari kanal YouTube Rans Entertainment pada 2020.

    Istri Raffi, Nagita Slavina memberi klarifikasi bahwa tabung gas tersebut merupakan properti syuting.

    Rujukan