Suara.com - Beredar di media sosial sebuah foto yang memuat narasi berisi imbauan untuk mendaftar ulang BPJS usai penghapusan kelas.
Foto tersebut diunggah oleh akun TikTok “bpjskesehatanriid” pada Rabu (22/1/2025) dengan narasi sebagai berikut:
“Kelas 1,2,3 Di hapus, Silahkan daftar ulang sekarang kartu BPJS anda, karena Iuran BPJS Kesehatan terbaru di GRATIS kan untuk tahun 2025. Pendaftaran tidak di pungut biaya apapun gratis untuk seluruh rakyat Indonesia,ayo bergabung ke group bpjs kesehatan melalui link di profil ya gays.”
Terpantau pada Rabu (12/2/2025) unggahan tersebut telah disukai oleh 267 pengguna dan mendapatkan 29 komentar.
Lantas benarkah klaim tersebut?
(GFD-2025-25598) Cek Fakta: Pendaftaran Ulang BPJS Setelah Penghapusan Kelas
Sumber:Tanggal publish: 12/02/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Suara.com melakukan penelusuran terhadap narasi tersebut dengan mengunjungi Instagram resmi bpjskesehatan_ri. Hasilnya tidak ditemukan informasi resmi yang mendukung klaim tersebut.
Penelusuran berikutnya dilakukan melalui mesin pencarian Google dengan memasukkan kata kunci “Apakah perlu mendaftar ulang BPJS setelah kelas 1, 2, dan 3 dihilangkan?”.
Penelusuran tersebut memperlihatkan hasil yang mengarah ke pemberitaan kompas.com “BPJS Kesehatan Bantah Peserta JKN Harus Daftar Ulang Jelang Sistem Kelas Dihapus” yang tayang Selasa (28/1/2025).
Melansir pemberitaan tersebut, Asisten Deputi Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Masyarakat BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah menyebut bahwa informasi pendaftaran ulang dan digratiskannya iuran BPJS Kesehatan yang beredar di media sosial tersebut adalah hoaks atau berita bohong.
Penelusuran berikutnya dilakukan melalui mesin pencarian Google dengan memasukkan kata kunci “Apakah perlu mendaftar ulang BPJS setelah kelas 1, 2, dan 3 dihilangkan?”.
Penelusuran tersebut memperlihatkan hasil yang mengarah ke pemberitaan kompas.com “BPJS Kesehatan Bantah Peserta JKN Harus Daftar Ulang Jelang Sistem Kelas Dihapus” yang tayang Selasa (28/1/2025).
Melansir pemberitaan tersebut, Asisten Deputi Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Masyarakat BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah menyebut bahwa informasi pendaftaran ulang dan digratiskannya iuran BPJS Kesehatan yang beredar di media sosial tersebut adalah hoaks atau berita bohong.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa unggahan berisi tautan “daftar ulang kartu BPJS setelah penghapusan kelas 1, 2, dan 3” merupakan konten tiruan (impostor content).
(GFD-2025-25747) Sebagian Benar: Narasi yang Menghubungkan Penggunaan Kontrasepsi Suntik dan Tumor Otak
Sumber:Tanggal publish: 11/02/2025
Berita
Sebuah konten di Threads [arsip] dan Instagram memuat klaim bahwa penggunaan kontrasepsi KB suntik dapat menyebabkan tumor otak pada perempuan.
Konten itu dibagikan bersama foto seorang perempuan yang wajahnya bengkak dengan bekas jahitan di belakang telinga kanannya. Narasi pada konten tersebut berisi imbauan yang diklaim bersumber dari seorang dokter tanpa nama yang jelas asal Kuching (Malaysia), Jakarta, dan Surabaya agar warga menghentikan KB.
Benarkah penggunaan KB suntik bisa menyebabkan seorang wanita mengalami tumor otak seperti yang dikatakan narasi yang beredar tersebut?
Konten itu dibagikan bersama foto seorang perempuan yang wajahnya bengkak dengan bekas jahitan di belakang telinga kanannya. Narasi pada konten tersebut berisi imbauan yang diklaim bersumber dari seorang dokter tanpa nama yang jelas asal Kuching (Malaysia), Jakarta, dan Surabaya agar warga menghentikan KB.
Benarkah penggunaan KB suntik bisa menyebabkan seorang wanita mengalami tumor otak seperti yang dikatakan narasi yang beredar tersebut?
Hasil Cek Fakta
Dosen Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, dr. Muhammad Ardian Cahya Laksana, SpOG(K) Subsp Obginsos., M.Kes. mengatakan, risiko KB suntik dalam menyebabkan tumor otak masih perlu penelitian lebih lanjut.
Risiko tersebut, kata dia, bisa saja terjadi pada individu yang rentan saat menggunakan KB suntik dalam jangka waktu panjang. “Namun sekali lagi, hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut,” kata Ardian kepada Tempo, 8 Februari 2025.
Ardian menjelaskan, berdasarkan penelitian yang ada saat ini, risiko absolut penggunaan KB suntik masih sangat rendah atau dalam taraf aman. Setidaknya ada dua penelitian di luar negeri yang berusaha melihat keterkaitan antara penggunaan alat kontrasepsi hormonal (termasuk KB suntik) dalam jangka waktu panjang dengan meningkatnya risiko tumor otak (glioma).
Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Lene Andersen dan tim yang terbit di jurnal ilmiah Br J Clin Pharmacol edisi 26 Oktober 2014. Penelitian dengan pendekatan kasus-kontrol nasional di Denmark ini berfokus pada wanita berusia 15 hingga 49 tahun yang memiliki diagnosis pertama kali glioma yang diverifikasi secara histologis antara tahun 2000 dan 2009. Setiap kasus dicocokkan dengan delapan kontrol populasi berdasarkan usia menggunakan pengambilan sampel set risiko.
Penelitian itu menyimpulkan, penggunaan kontrasepsi hormonal jangka panjang dapat meningkatkan risiko glioma pada wanita yang lebih muda. Risiko juga bisa meningkat tergantung durasi penggunaan kontrasepsi hormonal. Wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal selama lima tahun atau lebih memiliki OR 1,9, menunjukkan risiko hampir dua kali lipat. Kontrasepsi hormonal yang dimaksud dalam penelitian tersebut di antaranya KB pil, KB suntik, KB koyo, Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR), dan cincin vagina.
Namun, penelitian ini tidak dapat menyesuaikan faktor reproduksi tertentu seperti usia pertama kali menstruasi, atau ukuran antropometri seperti indeks massa tubuh (BMI), karena faktor-faktor ini tidak dicatat. Sehingga, membutuhkan penelitian lebih lanjut dan pengumpulan data yang lebih komprehensif.
Penelitian kedua dilakukan Noémie Roland dan tim yang terbit di jurnal ilmiah BMJ edisi 27 Maret 2024. Penelitian menggunakan data dari catatan rumah sakit di Prancis untuk mengidentifikasi kasus meningioma intrakranial. Mereka mengambil data 18.061 wanita yang menjalani operasi intrakranial untuk meningioma dalam rentang waktu 1 Januari 2009 hingga 31 Desember 2018.
Hasilnya, ditemukan risiko lebih tinggi pada mereka yang menggunakan jenis progestogen tertentu dalam jangka waktu lama—medrogestone (5 mg), injeksi medroxyprogesterone acetate (150 mg), dan promegestone (0,125, 0,25, 0,5 mg)—dengan meningioma intrakranial yang memerlukan pembedahan.
Progestogen digunakan untuk berbagai tujuan medis, seperti pengendalian kelahiran, terapi hormon, dan mengobati gangguan ginekolog.
Namun hasil penelitian kedua ini mungkin tidak dapat digeneralisasi untuk penggunaan progestogen untuk indikasi lain, peningkatan dosis, atau penggunaan jangka panjang, karena penelitian ini dilakukan dalam kondisi penggunaan tertentu di Prancis.
Efek Samping KB Suntik
Ardian menjelaskan, efek samping KB suntik 3 bulanan yang sering terjadi adalah keluhan gangguan haid seperti berhentinya siklus haid (amenorea), muncul flek, dan haid yang tidak teratur. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa perubahan dalam haid dan muncul flek tersebut adalah efek samping yang aman dan bukan masalah kesehatan pribadi.
“Namun, seseorang harus segera ke dokter bisa mengalami perdarahan terus-menerus,” kata Ardian lagi.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) mengingatkan bahwa Informasi hasil penelitian terbaru mengenai risiko kontrasepsi harus diterjemahkan secara hati-hati sebelum dijelaskan kepada masyarakat. Misalnya penelitian di Perancis tahun lalu memang menunjukkan bahwa wanita di Perancis yang menggunakan medroksiprogesteron asetat mungkin memiliki sedikit peningkatan risiko meningioma. Akan tetapi risiko keseluruhan meningioma pada populasi umum tetap sangat rendah.
Selain itu, tenaga kesehatan yang mendampingi warga yang memilih kontrasepsi agar menggunakan pendekatan pengambilan keputusan bersama. Tujuannya agar pengguna kontrasepsi mendapatkan informasi informasi terkini dan akurat tentang kemanjuran, manfaat non-kontrasepsi, dan risiko yang terkait dengan kontrasepsi hormonal dan nonhormonal.
Risiko tersebut, kata dia, bisa saja terjadi pada individu yang rentan saat menggunakan KB suntik dalam jangka waktu panjang. “Namun sekali lagi, hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut,” kata Ardian kepada Tempo, 8 Februari 2025.
Ardian menjelaskan, berdasarkan penelitian yang ada saat ini, risiko absolut penggunaan KB suntik masih sangat rendah atau dalam taraf aman. Setidaknya ada dua penelitian di luar negeri yang berusaha melihat keterkaitan antara penggunaan alat kontrasepsi hormonal (termasuk KB suntik) dalam jangka waktu panjang dengan meningkatnya risiko tumor otak (glioma).
Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Lene Andersen dan tim yang terbit di jurnal ilmiah Br J Clin Pharmacol edisi 26 Oktober 2014. Penelitian dengan pendekatan kasus-kontrol nasional di Denmark ini berfokus pada wanita berusia 15 hingga 49 tahun yang memiliki diagnosis pertama kali glioma yang diverifikasi secara histologis antara tahun 2000 dan 2009. Setiap kasus dicocokkan dengan delapan kontrol populasi berdasarkan usia menggunakan pengambilan sampel set risiko.
Penelitian itu menyimpulkan, penggunaan kontrasepsi hormonal jangka panjang dapat meningkatkan risiko glioma pada wanita yang lebih muda. Risiko juga bisa meningkat tergantung durasi penggunaan kontrasepsi hormonal. Wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal selama lima tahun atau lebih memiliki OR 1,9, menunjukkan risiko hampir dua kali lipat. Kontrasepsi hormonal yang dimaksud dalam penelitian tersebut di antaranya KB pil, KB suntik, KB koyo, Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR), dan cincin vagina.
Namun, penelitian ini tidak dapat menyesuaikan faktor reproduksi tertentu seperti usia pertama kali menstruasi, atau ukuran antropometri seperti indeks massa tubuh (BMI), karena faktor-faktor ini tidak dicatat. Sehingga, membutuhkan penelitian lebih lanjut dan pengumpulan data yang lebih komprehensif.
Penelitian kedua dilakukan Noémie Roland dan tim yang terbit di jurnal ilmiah BMJ edisi 27 Maret 2024. Penelitian menggunakan data dari catatan rumah sakit di Prancis untuk mengidentifikasi kasus meningioma intrakranial. Mereka mengambil data 18.061 wanita yang menjalani operasi intrakranial untuk meningioma dalam rentang waktu 1 Januari 2009 hingga 31 Desember 2018.
Hasilnya, ditemukan risiko lebih tinggi pada mereka yang menggunakan jenis progestogen tertentu dalam jangka waktu lama—medrogestone (5 mg), injeksi medroxyprogesterone acetate (150 mg), dan promegestone (0,125, 0,25, 0,5 mg)—dengan meningioma intrakranial yang memerlukan pembedahan.
Progestogen digunakan untuk berbagai tujuan medis, seperti pengendalian kelahiran, terapi hormon, dan mengobati gangguan ginekolog.
Namun hasil penelitian kedua ini mungkin tidak dapat digeneralisasi untuk penggunaan progestogen untuk indikasi lain, peningkatan dosis, atau penggunaan jangka panjang, karena penelitian ini dilakukan dalam kondisi penggunaan tertentu di Prancis.
Efek Samping KB Suntik
Ardian menjelaskan, efek samping KB suntik 3 bulanan yang sering terjadi adalah keluhan gangguan haid seperti berhentinya siklus haid (amenorea), muncul flek, dan haid yang tidak teratur. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa perubahan dalam haid dan muncul flek tersebut adalah efek samping yang aman dan bukan masalah kesehatan pribadi.
“Namun, seseorang harus segera ke dokter bisa mengalami perdarahan terus-menerus,” kata Ardian lagi.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) mengingatkan bahwa Informasi hasil penelitian terbaru mengenai risiko kontrasepsi harus diterjemahkan secara hati-hati sebelum dijelaskan kepada masyarakat. Misalnya penelitian di Perancis tahun lalu memang menunjukkan bahwa wanita di Perancis yang menggunakan medroksiprogesteron asetat mungkin memiliki sedikit peningkatan risiko meningioma. Akan tetapi risiko keseluruhan meningioma pada populasi umum tetap sangat rendah.
Selain itu, tenaga kesehatan yang mendampingi warga yang memilih kontrasepsi agar menggunakan pendekatan pengambilan keputusan bersama. Tujuannya agar pengguna kontrasepsi mendapatkan informasi informasi terkini dan akurat tentang kemanjuran, manfaat non-kontrasepsi, dan risiko yang terkait dengan kontrasepsi hormonal dan nonhormonal.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang menyatakan KB suntik dapat menyebabkan tumor otak adalah klaim yang sebagian benar.
Meskipun ada dua riset yang merujuk risiko itu, dua riset tersebut memiliki sejumlah kelemahan atau keterbatasan sehingga membutuhkan penelitian lebih lanjut dengan data yang lebih komprehensif.
Meskipun ada dua riset yang merujuk risiko itu, dua riset tersebut memiliki sejumlah kelemahan atau keterbatasan sehingga membutuhkan penelitian lebih lanjut dengan data yang lebih komprehensif.
Rujukan
- https://www.threads.net/@zufhran_alvonso/post/DFpZpynB87g
- https://perma.cc/73U5-DSB3
- https://www.instagram.com/nuraini_dnrp/p/DFon28eTdXn/?img_index=1
- https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4386952/
- https://www.bmj.com/content/384/bmj-2023-078078
- https://www.acog.org/news/news-articles/2024/11/guide-for-ob-gyns-for-patient-counseling-on-birth-control-injection-and-meningioma
(GFD-2025-25748) Keliru: Video Raffi Ahmad dan Dr. Tony Setiobudi Promosikan Obat Hipertensi di Kompas TV
Sumber:Tanggal publish: 11/02/2025
Berita
Sebuah video promosi obat hipertensi atau darah tinggi yang menampilkan Raffi Ahmad dan Dr Tony Setiobudi beredar di Facebook [arsip]. Dalam video itu, ditampilkan juga klip orang-orang yang jatuh mendadak berdampingan dengan klip wawancara Raffi Ahmad yang menyebutkan Tony sebagai dokter spesialis kardiologi terbaik di Indonesia yang memiliki metode mengatasi hipertensi dalam sepekan.
Video tersebut juga memasang logo Kompas TV di kanan atas konten, sehingga tampak seperti siaran dari Kompas TV. Namun, Benarkah video itu adalah tayangan Kompas TV yang menampilkan Raffi Ahmad dan dokter Tony mempromosikan obat hipertensi?
Video tersebut juga memasang logo Kompas TV di kanan atas konten, sehingga tampak seperti siaran dari Kompas TV. Namun, Benarkah video itu adalah tayangan Kompas TV yang menampilkan Raffi Ahmad dan dokter Tony mempromosikan obat hipertensi?
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi video yang beredar tersebut menggunakan layanan reverse image search dari mesin pencari Google dan Yandex. Hasilnya video Raffi Ahmad mempromosikan obat hipertensi tidak sesuai fakta.
Video 1
Pada detik ke-3 video yang beredar, menampilkan video Raffi Ahmad yang diklaim disiarkan oleh Kompas TV. Faktanya, video itu tayangan Rans Entertainment dalam siniar dengan bintang tamu Soimah, Daviena Karamoy, serta Aaliyah dan Thoriq.
Siniar tersebut tidak membahas metode mengobati hipertensi, melainkan membahas pelbagai topik, antara lain aktivitas Soimah sebagai seniman, keyakinan Daviena, dan rencana pernikahan Aaliyah dan Thoriq saat itu.
Pengamatan langsung juga mendapati kejanggalan, di mana Raffi Ahmad seperti berbicara pada audiens, namun tidak melihat ke arah audiens atau ke arah kamera. Dia malah melihat ke arah samping layaknya sedang berbicara dengan orang lain di sisinya.
Video 2
Pada menit ke-1:28 yang memperlihatkan Tony tengah menjelaskan metode mengatasi hipertensi, video aslinya juga bukanlah tayangan Kompas TV, melainkan konten di kanal YouTube milik Tony sendiri.
Dalam video aslinya, Tony tidak membahas metode mengobati hipertensi, melainkan memberikan pendapatnya tentang transformasi kesehatan agar pelayanan kesehatan di Indonesia maju lebih pesat.
Klaim yang menyebutkan bahwa Tony adalah dokter spesialis kardiologi juga salah. Faktanya, Tony merupakan dokter spesialis bedah tulang dan ortopedi di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura.
Dengan demikian, terbukti bahwa video yang beredar di media sosial itu telah direkayasa sehingga seakan-akan memperlihatkan Raffi Ahmad dan Tony mempromosikan obat hipertensi yang disiarkan di Kompas TV.
Video 1
Pada detik ke-3 video yang beredar, menampilkan video Raffi Ahmad yang diklaim disiarkan oleh Kompas TV. Faktanya, video itu tayangan Rans Entertainment dalam siniar dengan bintang tamu Soimah, Daviena Karamoy, serta Aaliyah dan Thoriq.
Siniar tersebut tidak membahas metode mengobati hipertensi, melainkan membahas pelbagai topik, antara lain aktivitas Soimah sebagai seniman, keyakinan Daviena, dan rencana pernikahan Aaliyah dan Thoriq saat itu.
Pengamatan langsung juga mendapati kejanggalan, di mana Raffi Ahmad seperti berbicara pada audiens, namun tidak melihat ke arah audiens atau ke arah kamera. Dia malah melihat ke arah samping layaknya sedang berbicara dengan orang lain di sisinya.
Video 2
Pada menit ke-1:28 yang memperlihatkan Tony tengah menjelaskan metode mengatasi hipertensi, video aslinya juga bukanlah tayangan Kompas TV, melainkan konten di kanal YouTube milik Tony sendiri.
Dalam video aslinya, Tony tidak membahas metode mengobati hipertensi, melainkan memberikan pendapatnya tentang transformasi kesehatan agar pelayanan kesehatan di Indonesia maju lebih pesat.
Klaim yang menyebutkan bahwa Tony adalah dokter spesialis kardiologi juga salah. Faktanya, Tony merupakan dokter spesialis bedah tulang dan ortopedi di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura.
Dengan demikian, terbukti bahwa video yang beredar di media sosial itu telah direkayasa sehingga seakan-akan memperlihatkan Raffi Ahmad dan Tony mempromosikan obat hipertensi yang disiarkan di Kompas TV.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo membuktikan, video yang menampilkan Raffi Ahmad dan dr. Tony Setiobudi mempromosikan obat hipertensi dalam tayangan Kompas TV adalah klaim keliru.
Video aslinya telah ditemukan dan memperlihatkan mereka tidak membicarakan obat hipertensi. Video itu telah direkayasa hingga mengandung informasi palsu.
Video aslinya telah ditemukan dan memperlihatkan mereka tidak membicarakan obat hipertensi. Video itu telah direkayasa hingga mengandung informasi palsu.
Rujukan
- https://www.facebook.com/watch/?v=633380872443411
- https://mvau.lt/media/3f8b52f9-98da-46e2-b2d8-1ea0b2436851
- https://www.youtube.com/watch?v=g0wLGPK5pNI
- https://www.youtube.com/watch?v=-Q9HXgowZOc
- https://www.youtube.com/watch?v=paa5AQ2Wyw8
- https://www.youtube.com/watch?v=6dRAAqZ8tCs
- https://www.mountelizabeth.com.sg/id/patient-services/specialists/profile/setiobudi-tony /cdn-cgi/l/email-protection#f596909e93949e8194b5819098859adb969adb9c91
(GFD-2025-25749) Keliru: Klaim Tautan Pendaftaran Relawan Makan Bergizi Gratis
Sumber:Tanggal publish: 11/02/2025
Berita
Sebuah unggahan berisi informasi pendaftaran relawan Makan Bergizi Gratis yang diklaim dikeluarkan oleh pemerintah beredar di Facebook [arsip]. Unggahan tersebut memuat gambar ilustrasi Presiden Prabowo dan beberapa makanan. Dalam gambar tersebut juga ditempelkan teks, “Dibuka Pendaftaran Relawan Makan Bergizi Gratis”.
Narasi unggahan tersebut juga memuat sejumlah syarat, antara lain berusia minimal 20 tahun, dekat dengan sekolah, dan akan memperoleh gaji Rp2 juta sampai Rp5 juta. Pengunggah memberi tautan pendaftaran yang beralamat di peluangkerja.biz.id.
Benarkah tautan tersebut untuk pendaftaran relawan program Makan Bergizi Gratis?
Narasi unggahan tersebut juga memuat sejumlah syarat, antara lain berusia minimal 20 tahun, dekat dengan sekolah, dan akan memperoleh gaji Rp2 juta sampai Rp5 juta. Pengunggah memberi tautan pendaftaran yang beralamat di peluangkerja.biz.id.
Benarkah tautan tersebut untuk pendaftaran relawan program Makan Bergizi Gratis?
Hasil Cek Fakta
Tempo mencoba mengakses tautan dalam unggahan tersebut. Hasilnya, tautan tersebut mengacu pada laman yang meminta calon pendaftar untuk mengisi sejumlah data pribadi dan nomor telepon telegram aktif.
Namun tautan tersebut bukan tautan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN). Sebagai informasi, Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pengelola program Makan Bergizi Gratis tidak membuka lowongan relawan perorangan, melainkan kemitraan dengan badan usaha. Pendaftaran sebagai mitra pun hanya dilakukan melalui situs mitra.bgn.go.id yang telah dirilis secara resmi.
“Melihat berbagai laporan dan aduan dari masyarakat, kami mengimbau untuk terus berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Badan Gizi Nasional,” kata BGN melalui keterangannya di Instagram.
Tempo sebelumnya juga pernah menulis artikel bahwa BGN membuka kesempatan kepada calon mitra yang ingin bekerja sama dalam program Makan Bergizi Gratis. Pendaftaran kemitraan program tersebut, hanya bisa dilakukan melalui sistem agar terkendali.
“Pendaftaran By sistem agar terkendali dan memberikan peluang yang sama kepada semua pihak,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana ketika dihubungi Tempo melalui aplikasi perpesanan, Kamis, 2 Januari 2025.
Lantas, bagaimana cara menjadi mitra Makan Bergizi Gratis? Mengacu pada unggahan akun Instagram @badangizinasional.ri, Selasa, 31 Desember 2024, berikut beberapa dokumen yang diperlukan untuk mendaftar kemitraan Makan Bergizi Gratis:
Persyaratan di atas terlihat berbeda dengan yang beredar di media sosial.
Menjadi Mitra Program Makan Siang Gratis
Untuk mendaftar sebagai mitra Makan Bergizi Gratis, pendaftaran bisa dilakukan dengan cara berikut:
Setelah data terverifikasi dan resmi menjadi mitra program Makan Bergizi Gratis, mitra dapat mengajukan titik satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Berikut langkah-langkahnya:
Namun tautan tersebut bukan tautan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN). Sebagai informasi, Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pengelola program Makan Bergizi Gratis tidak membuka lowongan relawan perorangan, melainkan kemitraan dengan badan usaha. Pendaftaran sebagai mitra pun hanya dilakukan melalui situs mitra.bgn.go.id yang telah dirilis secara resmi.
“Melihat berbagai laporan dan aduan dari masyarakat, kami mengimbau untuk terus berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Badan Gizi Nasional,” kata BGN melalui keterangannya di Instagram.
Tempo sebelumnya juga pernah menulis artikel bahwa BGN membuka kesempatan kepada calon mitra yang ingin bekerja sama dalam program Makan Bergizi Gratis. Pendaftaran kemitraan program tersebut, hanya bisa dilakukan melalui sistem agar terkendali.
“Pendaftaran By sistem agar terkendali dan memberikan peluang yang sama kepada semua pihak,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana ketika dihubungi Tempo melalui aplikasi perpesanan, Kamis, 2 Januari 2025.
Lantas, bagaimana cara menjadi mitra Makan Bergizi Gratis? Mengacu pada unggahan akun Instagram @badangizinasional.ri, Selasa, 31 Desember 2024, berikut beberapa dokumen yang diperlukan untuk mendaftar kemitraan Makan Bergizi Gratis:
Persyaratan di atas terlihat berbeda dengan yang beredar di media sosial.
Menjadi Mitra Program Makan Siang Gratis
Untuk mendaftar sebagai mitra Makan Bergizi Gratis, pendaftaran bisa dilakukan dengan cara berikut:
Setelah data terverifikasi dan resmi menjadi mitra program Makan Bergizi Gratis, mitra dapat mengajukan titik satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Berikut langkah-langkahnya:
Kesimpulan
Hasil pemeriksaan Tim Cek Fakta Tempo membuktikan bahwa tautan pendaftaran relawan Makan Bergizi Gratis adalah keliru.
Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pengelola program Makan Bergizi Gratis tidak membuka lowongan relawan perorangan, melainkan kemitraan dengan badan usaha. Pendaftaran sebagai mitra pun hanya dilakukan melalui situs mitra.bgn.go.id yang telah dirilis secara resmi.
Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pengelola program Makan Bergizi Gratis tidak membuka lowongan relawan perorangan, melainkan kemitraan dengan badan usaha. Pendaftaran sebagai mitra pun hanya dilakukan melalui situs mitra.bgn.go.id yang telah dirilis secara resmi.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid038GjLk49DSLopg3qpiZRhBDTciC9grxsHScejexEkGHqhCDbmpPe131eQDCJitMU8l&id=61570250251424
- https://mvau.lt/media/4871ffa6-fee4-4544-92c0-ab301c61d0ff
- https://www.tempo.co/ekonomi/syarat-dan-cara-jadi-mitra-makan-bergizi-gratis--1188974
- https://www.instagram.com/p/DEObeeMSPuT/ /cdn-cgi/l/email-protection#ed8e88868b8c86998cad9988809d82c38e82c38489
Halaman: 2107/7906




