(GFD-2025-26528) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Hadiah Saldo Uang Elektronik Rp 500 Ribu dari Jasa Marga
Sumber:Tanggal publish: 14/04/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran hadiah saldo uang elektronik Rp 500 ribu dari Jasa Marga, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 10 April 2025.
Unggahan klaim link pendaftaran hadiah saldo uang elektronik Rp 500 ribu dari Jasa Marga, tersebut berupa poster digital bertuliskan "HAI Sobat JM DAPATKAN SALDO GRATIS SEBESAR *Hadiah Berupa Uang Elektronik Senilai Senilai Rp500.000."
Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"Buruan Daftar Dan Klaim SekarangPeriode tgl 9 - 30 April 2025"
Juga disertai tautan yang diklaim sebagai pendaftaran untuk mendapatkan uang elektronik, berikut linknya.
"https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid031JaXE2gUYfDDSBwAbusVZUDX5Rnj4uf6ycSSm2GuTH3kuGAfhVgdRaL8jUbe8jifl&id=61573791905082"
Jika diklik mengarah pada situs dengan tulisan sebagai berikut "Dapatkan Saldo E-Toll Sebesar 500rb Berlaku Untuk Semua Kartu E-Toll"
Juga menampilkan formulir digital yang meminta sejumlah identitas pribadi seperti nama lengkap, provinsi dan nomor telegram aktif.
Benarkah klaim link pendaftaran hadiah saldo uang elektronik Rp 500 ribu dari Jasa Marga? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran hadiah saldo uang elektronik Rp 500 ribu dari Jasa Marga, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Waspada Program Bagi-Bagi e-Toll Gratis Rp 500 Ribu, Ini Faktanya" yang dimuat Liputan6.com, pada 26 Februari 2025.
Dalam artikel Liputan6.com menyebutkan, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengimbau masyarakat waspada terhadap praktik penipuan yang mengklaim adanya Program e-Toll Gratis Senilai Rp 500.000 atas nama Jasa Marga.
Jasa Marga menegaskan, hingga saat ini perseroan dan anak perusahaannya tidak menyelenggarakan program e-toll gratis dalam bentuk apa pun.
Berdasarkan laporan, marak ditemukan akun media sosial palsu, pesan berantai, atau situs web fiktif yang menyebarkan informasi menyesatkan seputar program e-toll tersebut. Modus penipuan ini umumnya mengarahkan korban ke tautan berisi formulir pengisian data pribadi, seperti nomor KTP, rekening bank, atau detail kartu e-Toll.
Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana menekankan, segala informasi terkait program e-Toll gratis yang diklaim berasal dari Jasa Marga Group adalah hoax dan tidak benar.
"Kami tidak pernah mengeluarkan program serupa. Masyarakat diharapkan tidak mudah terpancing oleh tawaran yang mengatasnamakan Jasa Marga ataupun anak perusahaan Jasa Marga, terutama yang menjanjikan keuntungan finansial tanpa dasar jelas," ujarnya, Rabu (26/2/2025).
Untuk memastikan keabsahan informasi, Jasa Marga mengingatkan bahwa seluruh komunikasi resmi perusahaan hanya disampaikan melalui website resmi, www.jasamarga.com. Juga akun media sosial di Instagram (@official.jasamarga), X (@OFFICIAL_JSMR dan @PTJASAMARGA), Facebook (PT Jasa Marga - Persero Tbk), dan YouTube (Official Jasa Marga).
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran hadiah saldo uang elektronik Rp 500 ribu dari Jasa Marga tidak benar.
Jasa Marga menegaskan, hingga saat ini perseroan dan anak perusahaannya tidak menyelenggarakan program e-toll gratis dalam bentuk apa pun.
(GFD-2025-26530) Cek Fakta: AHY Terima Kasih ke Rakyat Sudah Ikhlasin Dana Haji
Sumber:Tanggal publish: 14/04/2025
Berita
Murianews, Kudus – Beredar narasi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berterima kasih pada rakyat yang telah mengikhllaskan dana haji. Yuk cek fakta dan kebenarannya sebelum di-share.
Narasi AHY berterima kasih pada rakyat karena telah mengkhilaskan uang haji itu beredar di platform media sosial facebook. Salah satunya diedarkan akun bernama Rajibar Balam, 11 April lalu.
Pemilik akun mengunggah tangkap layar yang diklaim diterbitkan media Detik.com pada 1 April 2025 lalu.
Akun itu membagikan tangkapan layar artikel berjudul: ”AHY Banyak Berterima kasih Kerakyat Uang Haji Yang sudah dipakai sudah Di Ikhlaskan Ganjarannya Surga”.
Berikut tangkap layar unggahan narasi yang menyebutkan AHY berterima kasih pada rakyat karena telah mengkhilaskan uang haji.
Tangkap layar unggahan narasi AHY berterima kasih pada rakyat karena mengikhlaskan dana haji. (Istimewa/Facebook)
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, Detik.com tidak pernah mengeluarkan konten dengan narasi AHY berterima kasih pada rakyat karena telah mengikhlaskan uang haji.
Artikel aslinya yakni berjudul ”AHY Pastikan Skema Pengaturan Arus Balik Mudik Lebaran Sudah Siap”.
Dalam artikel itu, memuat pernyataan AHY terkait pengaturan arus balik-mudik lebaran yang disiapkan pemerintah dan tidak ada pembahasan soal dana haji.
Dengan begitu, narasi yang diunggah akun tersebut merupakan hasil manipulasi. Sebelumnya di media sosial juga muncul artikel manipulasi soal dana haji yang mencatut figur publik.
Berikut tangkap layar artikel asli yang dimanipulasi:
Tangkap layar artikel asli yang dimanipulasi. (Istimewa/Detik.com)
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran, narasi yang mengeklaim AHY berterima kasih pada rakyat yang mengikhlaskan dana haji merupakan hasil manipulasi.
Konten itu merupakan disinformasi dengan jenis imposter content atau konten tiruan. Biasanya, konten ini dibuat dengan mencatut pernyataan tokoh terkenal dan berpengaruh.
Tidak cuma perorangan, konten palsu ini juga bisa berbentuk konten tiruan dengan cara mendompleng ketenaran suatu pihak atau lembaga.
(GFD-2025-26533) Hoaks Artikel Beritakan Demul Tidak Percaya Keberadaan Tuhan
Sumber:Tanggal publish: 14/04/2025
Berita
tirto.id - Selama bulan April ini, media sosial diwarnai oleh narasi-narasi miring yang menyeret nama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias Demul. Dia disebut tidak meyakini adanya Tuhan.
Sebuah akun Facebook dengan nama “Rvi ID” (arsip) membagikan klaim ini dalam bentuk tangkapan layar artikel. Dalam tajuk artikel tersebut, Demul disebut lebih percaya kepada Nyi Roro Kidul. “Dedi Mulyadi: Saya Mengatakan Kepada Guru Saya Bahwa Tuhan Itu Tidak Ada, Saya Lebih Percaya Nyi Roro Kidul," begitu tulis judul artikel tangkapan layar tersebut.
Tanpa menampilkan nama media yang mempublikasikan artikel, tangkapan layar itu menunjukkan foto Dedi sedang duduk. Pria yang sempat menjabat Bupati Purwakarta itu tampak mengenakan baju Polo berwarna putih dan ikat kepala. Sementara di bagian atas foto Dedi tertulis waktu terbit artikel, Rabu (9 April 2025), pukul 08.23 WIB.
“TERNYATA GUB KEBANGGAAN JABAR Dedi Mulyadi PENGIKUT NYI RORO KIDUL. Benar2 jadi provinsi penyembah berhala lama lama kurasa,” tulis akun pengunggah dalam keterangannya, disertai emoji tertawa.Foto Periksa Fakta Dedi Tuhan Tidak Ada. foto/hotline periksa fakta tirto
Sejak dibagikan pada Rabu (9/4/2025) sampai Senin (14/4/2025), unggahan ini sudah meraup 219 reaksi emoji dan 85 komentar, serta sudah dibagikan sebanyak 24 kali. Beberapa warganet yang berkomentar tampak mempercayai klaim yang disebarkan, bahkan ada juga yang menyebut bahwa Dedi adalah pemimpin perusak akidah.
Tirto menjumpai sejumlah akun Facebook yang membagikan narasi serupa, seperti ini (arsip) dan ini (arsip).
Namun, benarkah ada artikel yang berisi klaim pernyataan Demul tidak percaya Tuhan?
Sebuah akun Facebook dengan nama “Rvi ID” (arsip) membagikan klaim ini dalam bentuk tangkapan layar artikel. Dalam tajuk artikel tersebut, Demul disebut lebih percaya kepada Nyi Roro Kidul. “Dedi Mulyadi: Saya Mengatakan Kepada Guru Saya Bahwa Tuhan Itu Tidak Ada, Saya Lebih Percaya Nyi Roro Kidul," begitu tulis judul artikel tangkapan layar tersebut.
Tanpa menampilkan nama media yang mempublikasikan artikel, tangkapan layar itu menunjukkan foto Dedi sedang duduk. Pria yang sempat menjabat Bupati Purwakarta itu tampak mengenakan baju Polo berwarna putih dan ikat kepala. Sementara di bagian atas foto Dedi tertulis waktu terbit artikel, Rabu (9 April 2025), pukul 08.23 WIB.
“TERNYATA GUB KEBANGGAAN JABAR Dedi Mulyadi PENGIKUT NYI RORO KIDUL. Benar2 jadi provinsi penyembah berhala lama lama kurasa,” tulis akun pengunggah dalam keterangannya, disertai emoji tertawa.Foto Periksa Fakta Dedi Tuhan Tidak Ada. foto/hotline periksa fakta tirto
Sejak dibagikan pada Rabu (9/4/2025) sampai Senin (14/4/2025), unggahan ini sudah meraup 219 reaksi emoji dan 85 komentar, serta sudah dibagikan sebanyak 24 kali. Beberapa warganet yang berkomentar tampak mempercayai klaim yang disebarkan, bahkan ada juga yang menyebut bahwa Dedi adalah pemimpin perusak akidah.
Tirto menjumpai sejumlah akun Facebook yang membagikan narasi serupa, seperti ini (arsip) dan ini (arsip).
Namun, benarkah ada artikel yang berisi klaim pernyataan Demul tidak percaya Tuhan?
Hasil Cek Fakta
Tim Riset Tirto menelusuri narasi yang beredar dengan metode pencarian gambar terbalik (reverse image search). Untuk mencari tahu berita dengan foto identik, kami mencoba menyalin tangkapan layar foto Dedi dan memasukkannya ke mesin telusur Google Lens.
Hasilnya, Tirto menemukan artikelRadar Bogor dengan foto, nama penulis, dan waktu terbit yang sama persis. Laporan aslinya bertajuk “Cinta Banget sama Kokom, Dedi Mulyadi Ngaku Rela Puasa Matigeni dan Keluar Kamar Cuma Salat, Gubernur Jawa Barat: Sekarang Sudah jadi Janda”.
Artikel tersebut berisi cerita Demul semasa SMA yang pernah menyukai seorang siswi bernama Kokom. Dedi mengaku pernah melakukan puasa demi mendapat cinta Kokom. Dalam artikel asli sama sekali tidak disinggung terkait pernyataan Dedi mengenai Tuhan.
Header identik foto Dedi juga pernah dimuat laman Radar Cianjur dalam beritanya berjudul “KDM akan Datangi Kabupaten Cianjur Besok, Ada Apa?”. Namun demikian, tidak ada juga pembahasan Demul yang skeptis tentan Tuhan.
Saat Tirto mencoba melakukan penelusuran Google, kami pun tidak menjumpai adanya berita dari media kredibel berisi Dedi Mulyadi mengatakan Tuhan tidak ada. Kami juga tidak menemukan narasi Dedi Mulyadi lebih percaya kepada Nyi Roro Kidul. Jadi, dapat dikatakan bahwa judul artikel aslinya telah melalui proses penyuntingan.
Demul memang kerap terseret dalam isu-isu miring terkait agama. Sebelum terpilih menjadi pemimpin kawasan tanah Pasundan, agama Dedi pernah disebut tidak jelas, dikatakan sebagai pemimpin musyrik, mistik, hingga dukun.
Tirto sendiri pernah memeriksa video Dedi dengan klaim bahwa Dedi sedang mabuk-mabukan. Klip itu nyatanya menunjukkan peristiwa penggerebekan toko minuman keras. Kanal YouTube resmi milik Dedi Mulyadi telah menyiarkan tayangan yang menunjukkan Dedi membeli semua minuman keras tersebut dan membuangnya.
Hasilnya, Tirto menemukan artikelRadar Bogor dengan foto, nama penulis, dan waktu terbit yang sama persis. Laporan aslinya bertajuk “Cinta Banget sama Kokom, Dedi Mulyadi Ngaku Rela Puasa Matigeni dan Keluar Kamar Cuma Salat, Gubernur Jawa Barat: Sekarang Sudah jadi Janda”.
Artikel tersebut berisi cerita Demul semasa SMA yang pernah menyukai seorang siswi bernama Kokom. Dedi mengaku pernah melakukan puasa demi mendapat cinta Kokom. Dalam artikel asli sama sekali tidak disinggung terkait pernyataan Dedi mengenai Tuhan.
Header identik foto Dedi juga pernah dimuat laman Radar Cianjur dalam beritanya berjudul “KDM akan Datangi Kabupaten Cianjur Besok, Ada Apa?”. Namun demikian, tidak ada juga pembahasan Demul yang skeptis tentan Tuhan.
Saat Tirto mencoba melakukan penelusuran Google, kami pun tidak menjumpai adanya berita dari media kredibel berisi Dedi Mulyadi mengatakan Tuhan tidak ada. Kami juga tidak menemukan narasi Dedi Mulyadi lebih percaya kepada Nyi Roro Kidul. Jadi, dapat dikatakan bahwa judul artikel aslinya telah melalui proses penyuntingan.
Demul memang kerap terseret dalam isu-isu miring terkait agama. Sebelum terpilih menjadi pemimpin kawasan tanah Pasundan, agama Dedi pernah disebut tidak jelas, dikatakan sebagai pemimpin musyrik, mistik, hingga dukun.
Tirto sendiri pernah memeriksa video Dedi dengan klaim bahwa Dedi sedang mabuk-mabukan. Klip itu nyatanya menunjukkan peristiwa penggerebekan toko minuman keras. Kanal YouTube resmi milik Dedi Mulyadi telah menyiarkan tayangan yang menunjukkan Dedi membeli semua minuman keras tersebut dan membuangnya.
Kesimpulan
Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa tangkapan layar artikel yang memberitakan pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, soal Tuhan tidak ada dan lebih percaya Nyi Roro Kidul bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Potongan artikel yang tersebar di media sosial adalah hasil suntingan. Laporan aslinya diterbitkan oleh Radar Bogor dan bertajuk “Cinta Banget sama Kokom, Dedi Mulyadi Ngaku Rela Puasa Matigeni dan Keluar Kamar Cuma Salat, Gubernur Jawa Barat: Sekarang Sudah jadi Janda”.
Artikel tersebut berisi cerita Demul semasa SMA yang pernah menyukai seorang siswi bernama Kokom. Dedi mengaku pernah melakukan puasa demi mendapat cinta Kokom. Dalam artikel asli sama sekali tidak disinggung terkait pernyataan Demul mengenai kepercayaannya kepada Tuhan.
Tirto tidak menjumpai adanya berita berisi pernyataan Dedi Mulyadi mengatakan Tuhan tidak ada dan lebih percaya kepada Nyi Roro Kidul.
Potongan artikel yang tersebar di media sosial adalah hasil suntingan. Laporan aslinya diterbitkan oleh Radar Bogor dan bertajuk “Cinta Banget sama Kokom, Dedi Mulyadi Ngaku Rela Puasa Matigeni dan Keluar Kamar Cuma Salat, Gubernur Jawa Barat: Sekarang Sudah jadi Janda”.
Artikel tersebut berisi cerita Demul semasa SMA yang pernah menyukai seorang siswi bernama Kokom. Dedi mengaku pernah melakukan puasa demi mendapat cinta Kokom. Dalam artikel asli sama sekali tidak disinggung terkait pernyataan Demul mengenai kepercayaannya kepada Tuhan.
Tirto tidak menjumpai adanya berita berisi pernyataan Dedi Mulyadi mengatakan Tuhan tidak ada dan lebih percaya kepada Nyi Roro Kidul.
Rujukan
- https://tirto.id/q/dedi-mulyadi-rU
- https://web.facebook.com/photo/?fbid=683140354401620&set=a.136468619068799
- https://ghostarchive.org/archive/Imjda
- https://web.facebook.com/muhammadalfatih0412/posts/pfbid037agg4VKytXWL2HNoeijcUGPf6SBxxBFcAGHERwYJiwJgHv5vXHDz3fHjQLJT3Wp8l?rdid=jkNRWREghyVYCTsD
- https://archive.ph/wip/iPPlL
- https://web.facebook.com/sri.s.ii.121/posts/pfbid0e9peDT19mFNRg3iC8uGp2pSXhytXG4buUAmJFLUwvdS6rRTcAZhyLWV9JDv3RgMXl?rdid=BPUm1TNU2WiuxoUc
- https://archive.ph/wip/yMtAw
- https://radarbogor.jawapos.com/nasional/2475857619/cinta-banget-sama-kokom-dedi-mulyadi-ngaku-rela-puasa-matigeni-dan-keluar-kamar-cuma-salat-gubernur-jawa-barat-sekarang-sudah-jadi-janda?page=2
- https://www.radarcianjur.com/cianjur-raya/94514929354/kdm-akan-datangi-kabupaten-cianjur-besok-ada-apa
- https://news.republika.co.id/berita/snufw3318/lsi-denny-ja-isu-agama-tak-bisa-hentikan-laju-dedi-mulyadi
- https://tirto.id/hoaks-video-dedi-mulyadi-minum-minuman-keras-g54X
(GFD-2025-26534) Tidak Benar AFC Larang PSSI Naturalisasi Pemain Belanda
Sumber:Tanggal publish: 14/04/2025
Berita
tirto.id - Kehadiran pemain naturalisasi di Tim Nasional Sepak Bola (Timnas) Indonesia bisa dibilang membantu kiprah Skuad Garuda. Dalam beberapa waktu terakhir, Timnas Indonesia memang rajin melakukan naturalisasi terhadap pemain yang memiliki darah keturunan Indonesia.
Nama-nama seperti Jay Idzes, Sandy Walsh, Thom Haye, Calvin Verdonk, Maarten Paes, hingga yang terbaru, Dean James, Joey Pelupessy, dan Emil Audero Mulyadi adalah sederet nama pemain keturunan di Timnas Indonesia. Total ada 22 pemain diaspora yang resmi menjadi WNI sejak tahun 2022 sampai April 2025.
A post shared by tirto.id (@tirtoid)
Program naturalisasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memantik diskusi dan perbincangan oleh publik, termasuk di media sosial. Banyak pro dan kontra yang mengkritisi program ini baik yang datang dari dalam maupun luar negeri.
Di tengah ramainya perbincangan terkait naturalisasi, beredar di media sosial narasi yang menyebut bahwa Konfederasi Sepak Bola Asia (Asian Football Confederation, AFC) telah mengeluarkan keputusan yang berisi larangan bagi PSSI untuk melakukan naturalisasi pemain asal Belanda.
Klaim tersebut mengatakan larangan ini imbas protes keras yang dilakukan beberapa negara anggota AFC lain seperti Bahrain dan Malaysia. Pengunggah klaim itu juga mencatut nama Fabrizio Romano, seorang jurnalis sepak bola kenamaan asal Italia, yang kerap melaporkan peristiwa-peristiwa penting dalam sepak bola.
“Per 1 April 2025, AFC (Asian Football Confederation) RESMI MELARANG TIMNAS INDONESIA (PSSI) UNTUK MELAKUKAN NATURALISASI WN BELANDA. (Fabrizio Romano),” tulis keterangan teks dalam foto unggahan akun Facebook bernama “Darmawan”(arsip), Rabu (2/4/2025).
Akun tersebut diketahui mengunggah narasi yang sama di beberapa grup Facebook. Kami menemukan di halaman Facebook “Grup Berita Timnas Indonesia” (arsip), “Justin Hubner Fans”(arsip) dan “GROUP MARTEN PAES TIMNAS INDONESIA” (arsip).
Sepanjang Rabu (2/4/2025) hingga Senin (14/4/2025) atau selama 12 hari tersebar di Facebook, unggahan tersebut telah memperoleh 33 tanda suka, 15 komentar dan telah dua kali dibagikan ulang.
Lantas, benarkah AFC resmi melarang PSSI untuk melakukan naturalisasi pemain asal Belanda?
Nama-nama seperti Jay Idzes, Sandy Walsh, Thom Haye, Calvin Verdonk, Maarten Paes, hingga yang terbaru, Dean James, Joey Pelupessy, dan Emil Audero Mulyadi adalah sederet nama pemain keturunan di Timnas Indonesia. Total ada 22 pemain diaspora yang resmi menjadi WNI sejak tahun 2022 sampai April 2025.
A post shared by tirto.id (@tirtoid)
Program naturalisasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memantik diskusi dan perbincangan oleh publik, termasuk di media sosial. Banyak pro dan kontra yang mengkritisi program ini baik yang datang dari dalam maupun luar negeri.
Di tengah ramainya perbincangan terkait naturalisasi, beredar di media sosial narasi yang menyebut bahwa Konfederasi Sepak Bola Asia (Asian Football Confederation, AFC) telah mengeluarkan keputusan yang berisi larangan bagi PSSI untuk melakukan naturalisasi pemain asal Belanda.
Klaim tersebut mengatakan larangan ini imbas protes keras yang dilakukan beberapa negara anggota AFC lain seperti Bahrain dan Malaysia. Pengunggah klaim itu juga mencatut nama Fabrizio Romano, seorang jurnalis sepak bola kenamaan asal Italia, yang kerap melaporkan peristiwa-peristiwa penting dalam sepak bola.
“Per 1 April 2025, AFC (Asian Football Confederation) RESMI MELARANG TIMNAS INDONESIA (PSSI) UNTUK MELAKUKAN NATURALISASI WN BELANDA. (Fabrizio Romano),” tulis keterangan teks dalam foto unggahan akun Facebook bernama “Darmawan”(arsip), Rabu (2/4/2025).
Akun tersebut diketahui mengunggah narasi yang sama di beberapa grup Facebook. Kami menemukan di halaman Facebook “Grup Berita Timnas Indonesia” (arsip), “Justin Hubner Fans”(arsip) dan “GROUP MARTEN PAES TIMNAS INDONESIA” (arsip).
Sepanjang Rabu (2/4/2025) hingga Senin (14/4/2025) atau selama 12 hari tersebar di Facebook, unggahan tersebut telah memperoleh 33 tanda suka, 15 komentar dan telah dua kali dibagikan ulang.
Lantas, benarkah AFC resmi melarang PSSI untuk melakukan naturalisasi pemain asal Belanda?
Hasil Cek Fakta
Mengingat informasi ini mencatut nama AFC, langkah pertama Tirto adalah memverifikasi klaim ini ke situs resmi milik AFC berikut.
Kami tidak menemukan satupun informasi maupun keterangan resmi dari AFC, terkait klaim bahwa mereka melarang PSSI untuk melakukan naturalisasi pemain asal Belanda.
Lebih lanjut, penelusuran Tirto dengan memasukan kata kunci “AFC larang PSSI naturalisasi pemain asal Belanda” ke mesin pencarian Google juga tak menghasilkan hasil apapun yang membenarkan klaim ini.
Tirto juga mengunjungi akun Fabrizio Romano, pemerhati sepak bola yang namanya dicatut dan diklaim memberikan informasi tentang klaim ini. Berdasarkan penelusuran di media dan akun media sosial milik Romano, di X dan Instagram, tidak ditemukan informasi soal larangan AFC untuk Indonesia melakukan naturalisasi pemain Belanda.
Kami juga tidak menemukan informasi apapun dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Situs resmi induk organisasi olahraga sepak bola tertinggi di Indonesia tersebut, hingga Rabu (14/4/2025), juga tidak ada pemberitaan ataupun keterangan resmi yang membenarkan klaim pelarangan naturalisasi dari AFC.
Disinformasi soal Timnas Indonesia dan program naturalisasi pemain kerap kami temukan. Tirto sempat membantah beberapa klaim seperti program naturalisasi untuk Virgil Van Dijk, Vinicius Jr., dan Ayase Ueda.
Kami tidak menemukan satupun informasi maupun keterangan resmi dari AFC, terkait klaim bahwa mereka melarang PSSI untuk melakukan naturalisasi pemain asal Belanda.
Lebih lanjut, penelusuran Tirto dengan memasukan kata kunci “AFC larang PSSI naturalisasi pemain asal Belanda” ke mesin pencarian Google juga tak menghasilkan hasil apapun yang membenarkan klaim ini.
Tirto juga mengunjungi akun Fabrizio Romano, pemerhati sepak bola yang namanya dicatut dan diklaim memberikan informasi tentang klaim ini. Berdasarkan penelusuran di media dan akun media sosial milik Romano, di X dan Instagram, tidak ditemukan informasi soal larangan AFC untuk Indonesia melakukan naturalisasi pemain Belanda.
Kami juga tidak menemukan informasi apapun dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Situs resmi induk organisasi olahraga sepak bola tertinggi di Indonesia tersebut, hingga Rabu (14/4/2025), juga tidak ada pemberitaan ataupun keterangan resmi yang membenarkan klaim pelarangan naturalisasi dari AFC.
Disinformasi soal Timnas Indonesia dan program naturalisasi pemain kerap kami temukan. Tirto sempat membantah beberapa klaim seperti program naturalisasi untuk Virgil Van Dijk, Vinicius Jr., dan Ayase Ueda.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran fakta yang dilakukan, tidak ditemukan keterangan resmi yang membenarkan klaim bahwa AFC resmi melarang PSSI untuk melakukan naturalisasi pemain asal Belanda.
Tidak ada satupun pernyataan resmi dari sejumlah pihak terkait seperti yang dicatut dalam unggahan yaitu AFC, PSSI maupun Fabrizio Romano yang membenarkan klaim tersebut.
Jadi, informasi yang menyebut bahwa AFC resmi melarang PSSI untuk melakukan naturalisasi pemain asal Belanda bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Tidak ada satupun pernyataan resmi dari sejumlah pihak terkait seperti yang dicatut dalam unggahan yaitu AFC, PSSI maupun Fabrizio Romano yang membenarkan klaim tersebut.
Jadi, informasi yang menyebut bahwa AFC resmi melarang PSSI untuk melakukan naturalisasi pemain asal Belanda bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Rujukan
- https://tirto.id/q/timnas-indonesia-bEU
- https://www.instagram.com/p/DAPjIZzK-qs/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading
- https://tirto.id/apakah-naturalisasi-pemain-timnas-indonesia-mulai-kebablasan-g88y
- https://web.facebook.com/darmawan.192212/posts/122160987560365104
- https://archive.ph/y6y6t
- https://web.facebook.com/groups/323640951749202/posts/1820102665436349/
- https://archive.ph/wip/AW9uQ
- https://web.facebook.com/groups/231764073237288/posts/500213136392379/
- https://archive.ph/7lr6V
- https://web.facebook.com/groups/1863525564127209/posts/2061709907642106/
- https://archive.ph/wip/sKlcV
- https://www.the-afc.com/en/home.html
- https://x.com/FabrizioRomano
- https://www.instagram.com/fabriziorom/?hl=en
Halaman: 2105/8120
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5186374/original/016405400_1744601850-uang_digital.jpg)




