Sebuah video menampilkan dokter Zaidul Akbar seakan tengah menjelaskan dan mempromosikan metode pengobatan untuk mengurangi berat badan dengan menggunakan jambu biji. Video yang diunggah pada 1 Februari 2025 itu, menampilkan dokter Zaidul Akbar dengan durasi 10 menit dan beredar di Facebook [arsip].
Narasi video itu menjelaskan bahwa ia telah mendedikasikan lebih dari 20 tahun untuk menemukan metode untuk mengurangi berat badan tanpa diet olahraga dan obat-obatan yang maha. Ia mendapati penyebab kelebihan berat badan adalah karena hati yang terkontaminasi. Tapi sekarang dengan melakukan ritual air garam sederhana bisa membersihkan hati dalam waktu 30 detik.
Hingga artikel ini ditulis video itu sudah ditonton 871 ribu kali dan mendapatkan 188 komentar. Lantas benarkah dokter Zaidul Akbar mempromosikan metode penurunan berat badan dengan jambu biji?
(GFD-2025-25751) Keliru: Dokter Zaidul Akbar Mempromosikan Metode Penurunan Berat Badan Dengan Jambu Biji
Sumber:Tanggal publish: 12/02/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tempo menunjukkan bahwa video dokter Zaidul Akbar menyampaikan tentang metode pengobatan untuk mengurangi berat badan adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan.
Faktanya, video dokter Zaidul Akbar yang digunakan dalam konten tersebut aslinya berisi kajian jelang iftar berjudul “Bodoh Itu Penyakit, Obatnya?” yang dipublikasikan pada 4 April 2024. Dalam video itu, Zaidul Akbar sama sekali tidak menjelaskan tentang metode penurunan berat badan dengan jambu biji.
Ia lebih banyak menyampaikan tentang bahaya penyakit tumor otak dan cara mengatasinya. Video terkait kajian itu diunggah dokter Zaidul Akbar pada kanal YouTube-nya pada 4 April 2024.
Hasil analisis manual terhadap video yang dibagikan di Facebook tersebut juga terdapat ketidaksesuaian antara audio dengan gerakan bibir dr. Zaidul Akbar. Selain itu, suara pria yang keluar dari video tidak sama dengan suara dr. Zaidul Akbar aslinya.
Tim Cekfakta Tempo lalu menganalisa video tersebut dengan menggunakan Deepware, alat deteksi konten yang dibuat dengan kecerdasan buatan. Hasilnya berdasarkan analisis Deepware, antara 52-98 persen video itu dicurigai sebagai deepfake.
Deepfake sendiri diketahui merupakan rekayasa digital dengan menggunakan kecanggihan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menghasilkan video atau audio yang benar-benar baru, dengan tujuan akhir untuk menggambarkan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi pada kenyataannya. Deepfake dibuat menggunakan dua algoritma AI yang disebut generator dan diskriminator.
Tempo juga memeriksa suara yang digunakan dalam video tersebut dengan menggunakan tools Hive Moderation. Mulanya, Tempo mengunduh video itu dan mengubahnya ke format audio (mp3) dengan menggunakan tools Cloud Convert. Video yang telah diubah ke format suara lalu diperiksa dengan menggunakan tools Hive Moderation.
Hasilnya suara dalam video tersebut diketahui merupakan hasil rekayasa digital dengan menggunakan kecerdasan buatan Artificial Intelligence dengan tingkat probabilitas mencapai 61,6 persen.
Sebelumnya. Melalui unggahannya YouTube pada 4 Desember 2023, Zaidul Akbar menyampaikan klarifikasi terkait maraknya video AI yang mengatasnamakan dirinya.
Dalam video tersebut ia mengatakan agar masyarakat tidak terkecoh dengan video-video dan produk yang dijual diluar akun resmi miliknya.
Saat ini menurut Zaidul Akbar, banyak sekali iklan produk yang mengatasnamakan dirinya beredar di Facebook, namun semua itu dipastikan tidak ada kaitannya dengan dirinya. Ia hanya menjual produk-produknya hanya toko resmi JSR Store, di luar itu dirinya tidak tahu. “Produk-produk saya adanya cuman JSR Store, dan itu resmi dari saya di luar daripada itu saya tidak tahu,” jelas Zaidul.
Zaidul Akbar, saat ini masih tercatat sebagai dokter berdasarkan database anggota Ikatan Dokter Indonesia. Melalui akun YouTube tanggal 16 Oktober 2020, ia mengaku tidak lagi berpraktik sebagai dokter.
Faktanya, video dokter Zaidul Akbar yang digunakan dalam konten tersebut aslinya berisi kajian jelang iftar berjudul “Bodoh Itu Penyakit, Obatnya?” yang dipublikasikan pada 4 April 2024. Dalam video itu, Zaidul Akbar sama sekali tidak menjelaskan tentang metode penurunan berat badan dengan jambu biji.
Ia lebih banyak menyampaikan tentang bahaya penyakit tumor otak dan cara mengatasinya. Video terkait kajian itu diunggah dokter Zaidul Akbar pada kanal YouTube-nya pada 4 April 2024.
Hasil analisis manual terhadap video yang dibagikan di Facebook tersebut juga terdapat ketidaksesuaian antara audio dengan gerakan bibir dr. Zaidul Akbar. Selain itu, suara pria yang keluar dari video tidak sama dengan suara dr. Zaidul Akbar aslinya.
Tim Cekfakta Tempo lalu menganalisa video tersebut dengan menggunakan Deepware, alat deteksi konten yang dibuat dengan kecerdasan buatan. Hasilnya berdasarkan analisis Deepware, antara 52-98 persen video itu dicurigai sebagai deepfake.
Deepfake sendiri diketahui merupakan rekayasa digital dengan menggunakan kecanggihan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menghasilkan video atau audio yang benar-benar baru, dengan tujuan akhir untuk menggambarkan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi pada kenyataannya. Deepfake dibuat menggunakan dua algoritma AI yang disebut generator dan diskriminator.
Tempo juga memeriksa suara yang digunakan dalam video tersebut dengan menggunakan tools Hive Moderation. Mulanya, Tempo mengunduh video itu dan mengubahnya ke format audio (mp3) dengan menggunakan tools Cloud Convert. Video yang telah diubah ke format suara lalu diperiksa dengan menggunakan tools Hive Moderation.
Hasilnya suara dalam video tersebut diketahui merupakan hasil rekayasa digital dengan menggunakan kecerdasan buatan Artificial Intelligence dengan tingkat probabilitas mencapai 61,6 persen.
Sebelumnya. Melalui unggahannya YouTube pada 4 Desember 2023, Zaidul Akbar menyampaikan klarifikasi terkait maraknya video AI yang mengatasnamakan dirinya.
Dalam video tersebut ia mengatakan agar masyarakat tidak terkecoh dengan video-video dan produk yang dijual diluar akun resmi miliknya.
Saat ini menurut Zaidul Akbar, banyak sekali iklan produk yang mengatasnamakan dirinya beredar di Facebook, namun semua itu dipastikan tidak ada kaitannya dengan dirinya. Ia hanya menjual produk-produknya hanya toko resmi JSR Store, di luar itu dirinya tidak tahu. “Produk-produk saya adanya cuman JSR Store, dan itu resmi dari saya di luar daripada itu saya tidak tahu,” jelas Zaidul.
Zaidul Akbar, saat ini masih tercatat sebagai dokter berdasarkan database anggota Ikatan Dokter Indonesia. Melalui akun YouTube tanggal 16 Oktober 2020, ia mengaku tidak lagi berpraktik sebagai dokter.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo, video dengan durasi 10 menit yang memperlihatkan dokter Zaidul Akbar sedang berceramah menyampaikan metode pengobatan untuk mengurangi berat badan dengan menggunakan jambu biji adalah keliru.
Rujukan
- https://www.facebook.com/watch/?v=1658752015017829
- https://mvau.lt/media/b8966b2c-da6c-4c86-86c3-49ab1b8866c4
- https://www.youtube.com/watch?v=kSQ_AmTDxlI
- https://scanner.deepware.ai/result/2c4ae2faf45b9c952cf28a0b3d29cb9082258941-1739333203/
- https://www.youtube.com/watch?v=U1hkYoM9imM
- https://www.youtube.com/watch?v=vjvmJlvm4D0
- https://www.idionline.org/organisasi/info/diranggota
- https://www.youtube.com/watch?v=co9lJNKeSu8 /cdn-cgi/l/email-protection#8eedebe5e8efe5faefcefaebe3fee1a0ede1a0e7ea
(GFD-2025-25752) Keliru: Tautan Pendaftaran Haji Gratis Kemenag 2025 yang Beredar di Facebook
Sumber:Tanggal publish: 12/02/2025
Berita
Sebuah tautan beredar di Facebook [arsip] dan Instagram yang diklaim mengarah ke formulir pendaftaran haji gratis tahun keberangkatan 2025 dari Kementerian Agama (Kemenag). Gambar dalam unggahan itu menyertakan foto Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar dan logo Kemenag.
Konten tersebut menyebutkan bahwa kuota haji gratis dibuka untuk 100 orang, dengan persyaratan usia 25 sampai 65 tahun, sehat jasmani dan rohani, serta tidak sedang mengandung untuk peserta perempuan. Konten itu menyertakan tautan website yang beralamat di https://register2025.info/gratishaji/. Akun lain menyebarkan tautan yang berbeda-beda, meskipun dengan narasi yang sama.
Namun, benarkah tautan pendaftaran haji gratis itu asli dari Kemenag?
Konten tersebut menyebutkan bahwa kuota haji gratis dibuka untuk 100 orang, dengan persyaratan usia 25 sampai 65 tahun, sehat jasmani dan rohani, serta tidak sedang mengandung untuk peserta perempuan. Konten itu menyertakan tautan website yang beralamat di https://register2025.info/gratishaji/. Akun lain menyebarkan tautan yang berbeda-beda, meskipun dengan narasi yang sama.
Namun, benarkah tautan pendaftaran haji gratis itu asli dari Kemenag?
Hasil Cek Fakta
Hasil cek fakta Tempo menunjukkan bahwa informasi dan tautan tersebut palsu. Saat Tempo mencoba mengakses website dan formulir pendaftaran, warganet diminta memasukkan nama lengkap sesuai KTP dan nomor aplikasi Telegram mereka yang bisa membawa risiko lebih lanjut pada warganet.
Kementerian Agama sendiri telah mengumumkan bahwa narasi tersebut hoaks. Melalui akun Instagram @Informasihaji yang dikelola Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama menjelaskan tidak pernah membuka pendaftaran haji gratis dengan persyaratan tertentu.
Masyarakat diminta berhati-hati pada narasi bohong seperti itu dan melapor ke polisi jika ada yang telah dirugikan. Termasuk imbauan agar masyarakat selalu memperbarui dan memeriksa informasi yang benar mengenai haji dan umrah di saluran publikasi resmi Kemenag.
Di akun Instagram resmi itu juga terdapat pengumuman beberapa hoaks lain mengenai haji, yakni tautan palsu pendaftaran petugas haji dan umrah, undangan umrah gratis, dan penipuan yang menawarkan percepatan keberangkatan jemaah haji.
Penipuan Lewat Telegram
Informasi palsu yang disebarkan unggahan di Facebook tersebut menandakan adanya upaya penipuan di baliknya. Warganet yang tertipu diarahkan untuk memasukkan nomor Telegram-nya yang bisa dieksploitasi oleh pelaku penipuan.
Dilansir Nordvpn.com, banyak pelaku penipuan phising (pencurian data) yang menggunakan Telegram karena aplikasi layanan komunikasi itu memiliki fitur-fitur yang bisa memudahkan aksi mereka. Untuk pencurian data, biasanya korban diminta mengeklik tautan berbahaya atau mengisi formulir dengan informasi penting seperti akses login dan data pribadi penting lainnya.
Meskipun pada dasarnya aman, pengguna aplikasi tersebut harus berhati-hati pada aksi penipuan yang memanipulasi berbagai hal untuk meraih tujuan mereka. Misalnya penipuan yang menawarkan hadiah, lowongan pekerjaan, atau penipuan “copycat” yang pelakunya berpura-pura menjadi perusahaan atau lembaga resmi.
Salah satu cara untuk menghindari penipuan jenis ini ialah berhati-hati dalam memberikan data pribadi yang penting, dan tidak mudah percaya pada tawaran-tawaran yang menggiurkan di internet.
Kementerian Agama sendiri telah mengumumkan bahwa narasi tersebut hoaks. Melalui akun Instagram @Informasihaji yang dikelola Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama menjelaskan tidak pernah membuka pendaftaran haji gratis dengan persyaratan tertentu.
Masyarakat diminta berhati-hati pada narasi bohong seperti itu dan melapor ke polisi jika ada yang telah dirugikan. Termasuk imbauan agar masyarakat selalu memperbarui dan memeriksa informasi yang benar mengenai haji dan umrah di saluran publikasi resmi Kemenag.
Di akun Instagram resmi itu juga terdapat pengumuman beberapa hoaks lain mengenai haji, yakni tautan palsu pendaftaran petugas haji dan umrah, undangan umrah gratis, dan penipuan yang menawarkan percepatan keberangkatan jemaah haji.
Penipuan Lewat Telegram
Informasi palsu yang disebarkan unggahan di Facebook tersebut menandakan adanya upaya penipuan di baliknya. Warganet yang tertipu diarahkan untuk memasukkan nomor Telegram-nya yang bisa dieksploitasi oleh pelaku penipuan.
Dilansir Nordvpn.com, banyak pelaku penipuan phising (pencurian data) yang menggunakan Telegram karena aplikasi layanan komunikasi itu memiliki fitur-fitur yang bisa memudahkan aksi mereka. Untuk pencurian data, biasanya korban diminta mengeklik tautan berbahaya atau mengisi formulir dengan informasi penting seperti akses login dan data pribadi penting lainnya.
Meskipun pada dasarnya aman, pengguna aplikasi tersebut harus berhati-hati pada aksi penipuan yang memanipulasi berbagai hal untuk meraih tujuan mereka. Misalnya penipuan yang menawarkan hadiah, lowongan pekerjaan, atau penipuan “copycat” yang pelakunya berpura-pura menjadi perusahaan atau lembaga resmi.
Salah satu cara untuk menghindari penipuan jenis ini ialah berhati-hati dalam memberikan data pribadi yang penting, dan tidak mudah percaya pada tawaran-tawaran yang menggiurkan di internet.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan tautan yang beredar di Facebook adalah untuk pendaftaran program haji gratis tahun keberangkatan 2025 untuk 100 orang adalah klaim keliru.
Tautan tersebut adalah praktik penipuan yang menggunakan informasi palsu. Kemenag telah mengkonfirmasi narasi tersebut salah.
Tautan tersebut adalah praktik penipuan yang menggunakan informasi palsu. Kemenag telah mengkonfirmasi narasi tersebut salah.
Rujukan
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0XC9WZaL5Lo7r68jS2J1YJsT3W5N7tWRzMtUWs4fBRPPUD7rnbuoHc33DbV1NyZ4cl&id=61572742327141&_rdc=1&_rdr
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0XC9WZaL5Lo7r68jS2J1YJsT3W5N7tWRzMtUWs4fBRPPUD7rnbuoHc33DbV1NyZ4cl&id=61572742327141
- https://www.instagram.com/p/DFWhlCly_Rn/
- https://www.instagram.com/informasihaji/p/DFVHZ3mSK45/
- https://www.instagram.com/informasihaji/p/DFekCHSSuH7/
- https://www.instagram.com/informasihaji/p/DFhgY_9y8VL/
- https://www.instagram.com/p/DEzid6TyIfC/
- https://nordvpn.com/id/blog/penipuan-telegram/
(GFD-2025-25580) [PENIPUAN] Rekrutmen Petugas Sensus Pertanian 2025
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 12/02/2025
Berita
Pada Jumat (27/12/2024) akun Facebook “Lowongan Kerja Terbaru” membagikan foto [arsip] berisi informasi tentang rekrutmen petugas Sensus Pertanian 2025.
Berikut narasi lengkapnya:
“Pendaftaran rekrutmen petugas sensus pertanian 2025 gaji 7 sampai 9 juta per bulan
Persyaratan
• MINIMAL JASA SMA/SEDERAJAT
• BEKERJA DI DESA MASING-MASING
• MELAYANI PETANI DENGAN BAIK
Bukan pendaftaran PNS atau tenaga kantor tetap dan tidak dipungut biaya
https://indoklaim[dot]vercel[dot]app/sensus-pertanian”
Berikut narasi lengkapnya:
“Pendaftaran rekrutmen petugas sensus pertanian 2025 gaji 7 sampai 9 juta per bulan
Persyaratan
• MINIMAL JASA SMA/SEDERAJAT
• BEKERJA DI DESA MASING-MASING
• MELAYANI PETANI DENGAN BAIK
Bukan pendaftaran PNS atau tenaga kantor tetap dan tidak dipungut biaya
https://indoklaim[dot]vercel[dot]app/sensus-pertanian”
Hasil Cek Fakta
Pertama-tama, TurnBackHoax mengakses tautan yang tersemat dalam unggahan. Hasilnya, tautan tak bisa diakses. Ketika dilakukan pengecekan melalui WhereGoes, tautan tidak mengarah ke laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) bps.go.id.
TurnBackHoax kemudian menelusuri akun Instagram resmi BPS “bps_statistics”. Diketahui, BPS telah menegaskan tidak ada penyelenggaraan rekrutmen di tahun 2025 untuk Sensus Pertanian.
“Rekrutmen mitra BPS 2025 untuk mendukung pelaksanaan kegiatan survei telah dilakukan pada Oktober 2024 lalu,” tulis BPS pada Jumat (3/1/2025).
TurnBackHoax kemudian menelusuri akun Instagram resmi BPS “bps_statistics”. Diketahui, BPS telah menegaskan tidak ada penyelenggaraan rekrutmen di tahun 2025 untuk Sensus Pertanian.
“Rekrutmen mitra BPS 2025 untuk mendukung pelaksanaan kegiatan survei telah dilakukan pada Oktober 2024 lalu,” tulis BPS pada Jumat (3/1/2025).
Kesimpulan
Unggahan berisi informasi “rekrutmen petugas Sensus Pertanian 2025” disertai tautan yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten palsu (fabricated content).
Rujukan
- http[Instagram] Akun Instagram BPS “bps_statistics” [WhereGoes] Hasil penelusuran URL tautan pendaftaran petugas sensus pertanian 2025
- https://www.instagram.com/bps_statistics/p/DEWPeZ5y3VW/?img_index=3
- https://wheregoes.com/trace/2025709773/
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=122096037620709362&id=61571280867550&rdid=cMw32FvDIVGlq63S# (unggahan akun Facebook “Lowongan Kerja Terbaru”)
- https://www.facebook.com/61570840410531/videos/lowongan-kerja-petugas-sensus-pertanian-2025-resmi-dibuka-untuk-umumpersyaratan-/1762237991016059/ (unggahan akun Facebook “Silvi Damayanti”)
- https://ghostarchive.org/archive/d1Z9L (arsip unggahan akun Facebook “Silvi Damayanti”)
- https://archive.md/0pGAO (arsip unggahan akun Facebook “Lowongan Kerja Terbaru”)
(GFD-2025-25583) [SALAH] Wakil Direktur CDC Akui Vaksin Covid Bikin Tubuh Lemah dan Mudah Sakit
Sumber: instagram.comTanggal publish: 12/02/2025
Berita
Akun Instagram “mocha_madnurrochim” pada Minggu (02/02/2025) mengunggah video [arsip]. Isinya berupa klaim yang menyebut wakil direktur Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengakui vaksin Covid bikin tubuh lemah dan mudah sakit.
Berikut narasi lengkapnya:
“Anj gara2 vaksin sampe 3 bukanya makin sehat malah nambah penyakit dan gampang lemes”
Per Rabu (12/02/2025), konten tersebut telah mendapatkan 134 tanda suka dan dibagikan ulang 35 kali.
Berikut narasi lengkapnya:
“Anj gara2 vaksin sampe 3 bukanya makin sehat malah nambah penyakit dan gampang lemes”
Per Rabu (12/02/2025), konten tersebut telah mendapatkan 134 tanda suka dan dibagikan ulang 35 kali.
Hasil Cek Fakta
Disadur dari artikel Cek Fakta tempo.co
Tim Cek Fakta Tempo menelusuri sumber asli dan membandingkan klaim tersebut di atas dengan pemberitaan media-media kredibel, pernyataan resmi dan hasil penelitian.
Diketahui, tangkap layar berita yang disebarkan akun Instagram “mocha_madnurrochim” itu diambil dari sebuah portal berita online yang diunggah tanggal 28 Januari 2023. Laman berita tersebut mencuplik dan mengambil sumber dari unggahan X @TexasLindsay.
Berdasarkan penelusuran Tempo, narasi berita ini identik dengan unggahan sebuah laman di tanggal yang sama. Laman ini menuliskan Deputy Director CDC Tom Shimabukuro mengakui adanya “debilitating illnesses” atau sakit akibat melemahnya kondisi tubuh setelah menerima suntikan mRNA (vaksinasi Covid-19).
Penelusuran Tempo menemukan bahwa potongan pernyataan berdurasi 1,4 menit tersebut diambil dari presentasi Tom Shimabukuro. Presentasi tersebut diambil saat pertemuan ke-178 Komite Penasihat Vaksin dan Produk Biologi Terkait yang diselenggarakan U.S. Food and Drug Administration pada tanggal 26 Januari 2023.
Pada jam ke 6:48, Tom Shimabukuro menjawab pertanyaan dr Hayley Gans terkait adanya laporan bahwa ada orang yang mengalami “debilitating illnesses-sakit melemahnya kondisi tubuh” sebagai dampak potensial bagi yang telah divaksinasi Covid-19.
Dalam pertemuan tersebut, Tom Shimabukuro menggunakan frasa “debilitating illnesses-sakit melemahnya kondisi tubuh”. Namun, ia tidak mengatakan penyakit seperti itu adalah efek samping yang dikonfirmasi dari vaksin Covid-19. Ia menghormati laporan yang menyebutkan bahwa ada orang yang mengalami debilitating illnesses, setelah menerima vaksinasi Covid-19. Akan tetapi, buktinya belum cukup untuk menyimpulkan laporan tersebut dengan vaksin Covid-19.
Tim Cek Fakta Tempo menelusuri sumber asli dan membandingkan klaim tersebut di atas dengan pemberitaan media-media kredibel, pernyataan resmi dan hasil penelitian.
Diketahui, tangkap layar berita yang disebarkan akun Instagram “mocha_madnurrochim” itu diambil dari sebuah portal berita online yang diunggah tanggal 28 Januari 2023. Laman berita tersebut mencuplik dan mengambil sumber dari unggahan X @TexasLindsay.
Berdasarkan penelusuran Tempo, narasi berita ini identik dengan unggahan sebuah laman di tanggal yang sama. Laman ini menuliskan Deputy Director CDC Tom Shimabukuro mengakui adanya “debilitating illnesses” atau sakit akibat melemahnya kondisi tubuh setelah menerima suntikan mRNA (vaksinasi Covid-19).
Penelusuran Tempo menemukan bahwa potongan pernyataan berdurasi 1,4 menit tersebut diambil dari presentasi Tom Shimabukuro. Presentasi tersebut diambil saat pertemuan ke-178 Komite Penasihat Vaksin dan Produk Biologi Terkait yang diselenggarakan U.S. Food and Drug Administration pada tanggal 26 Januari 2023.
Pada jam ke 6:48, Tom Shimabukuro menjawab pertanyaan dr Hayley Gans terkait adanya laporan bahwa ada orang yang mengalami “debilitating illnesses-sakit melemahnya kondisi tubuh” sebagai dampak potensial bagi yang telah divaksinasi Covid-19.
Dalam pertemuan tersebut, Tom Shimabukuro menggunakan frasa “debilitating illnesses-sakit melemahnya kondisi tubuh”. Namun, ia tidak mengatakan penyakit seperti itu adalah efek samping yang dikonfirmasi dari vaksin Covid-19. Ia menghormati laporan yang menyebutkan bahwa ada orang yang mengalami debilitating illnesses, setelah menerima vaksinasi Covid-19. Akan tetapi, buktinya belum cukup untuk menyimpulkan laporan tersebut dengan vaksin Covid-19.
Kesimpulan
Unggahan berisi klaim “Wakil Direktur CDC akui vaksin Covid bikin tubuh lemah dan mudah sakit” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
(Ditulis oleh Laurensius Raka)
(Ditulis oleh Laurensius Raka)
Rujukan
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/2379/menyesatkan-wakil-direktur-cdc-akui-vaksin-covid-membuat-tubuh-lemah-dan-sering-sakit
- https://www.instagram.com/reel/DFjVKQeT2NI/?igsh=NGthMGFkdGp5Yzg5 (tautan unggahan akun Instagram “bosdarling”)
- https://arsip.cekfakta.com/archive/1738545537.583003/index.html (arsip unggahan akun Instagram “bosdarling”)
Halaman: 2103/7906





