• (GFD-2025-26491) [HOAKS] Artikel Memberitakan Dedi Mulyadi Mengatakan Tuhan Tidak Ada

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/04/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial muncul tangkapan layar dari sebuah artikel yang mengeklaim Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan bahwa Tuhan tidak ada.

    Dalam judul artikel itu, Dedi disebut lebih percaya kepada Nyi Roro Kidul. 

    Namun, setelah ditelusuri tangkap layar artikel tersebut merupakan hasil manipulasi.

    Tangkapan layar judul artikel yang mengeklaim Dedi Mulyadi mengatakan Tuhan tidak ada salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini, ini dan ini.

    Akun tersebut membagikan tangkapan layar artikel berjudul, "Dedi Mulyadi: Saya Mengatakan Kepada Guru Saya Bahwa Tuhan Itu Tidak Ada, Saya Lebih Percaya Nyi Roro Kidul". 

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim Dedi Mulyadi mengatakan Tuhan tidak ada

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, tidak ditemukan artikel soal Dedi Mulyadi mengatakan bahwa Tuhan tidak ada. 

    Penelusuran menggunakan Google Lens menemukan, artikel itu memanipulasi unggahan di laman Radar Bogor ini.

    Artikel aslinya berjudul "Cinta Banget sama Kokom, Dedi Mulyadi Ngaku Rela Puasa Matigeni dan Keluar Kamar Cuma Salat, Gubernur Jawa Barat: Sekarang Sudah jadi Janda".

    Artikel tersebut memuat cerita Dedi Mulyadi yang saat SMA pernah menyukai seorang gadis bernama Kokom. Dedi mengaku pernah melakukan puasa untuk mendapat cinta Kokom.

    Tidak ada artikel yang memberitakan Dedi Mulyadi menyatakan Tuhan tidak ada dan dia lebih percaya Nyi Roro Kidul.

    Kesimpulan

    Judul artikel yang mengeklaim Dedi Mulyadi mengatakan Tuhan tidak ada merupakan hasil manipulasi. Konten itu merupakan hoaks dan kabar bohong.

    Artikel aslinya diterbitkan oleh media Radar Bogor dengan judul "Cinta Banget sama Kokom, Dedi Mulyadi Ngaku Rela Puasa Matigeni dan Keluar Kamar Cuma Salat, Gubernur Jawa Barat: Sekarang Sudah jadi Janda".

    Dalam konteks penyebaran disinformasi, cara itu disebut impostor atau memanipulasi dari sumber asli.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26492) [HOAKS] Tautan Token Listrik Gratis atas Nama PLN

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/04/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar informasi yang mengeklaim PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN membagikan token listrik gratis.

    Penawaran token listrik beragam, ada yang sebesar Rp 250.000, Rp 500.000, hingga Rp 800.000.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks.

    Informasi yang mengeklaim PLN membagikan token listrik gratis dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini pada April 2025.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    PLN Peduli hadirkan gratis voucher listrik Rp.800.000, Bagi pengguna dengan Kwh 450 sampai KWh 2200 kebawah.

    Daftar sekarang sebelum batas yang ditentukan melalui website resmi PLN di bawah

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek tautan tersebut menggunakan URL Scan.

    Namun, tautan tidak dapat dibuka dan muncul pesan "HTTP 400 Error" yang artinya server tidak dapat memproses permintaan yang dikirimkan karena ada kesalahan pada sisi klien.

    Setelah ditelusuri lebih lanjut, informasi pembagian token listrik gratis tidak ditemukan di situs resmi maupun akun media sosial resmi PLN.

    Hal ini mengindikasikan bahwa informasi tersebut palsu. Tautan yang disebarkan di Facebook kemungkinan adalah modus phishing yang mengincar data pribadi.

    Sebelumnya, informasi pembagian token listrik gratis senilai Rp 250.000 juga sempat beredar di Facebook pada Februari 2025.

    Manager Komunikasi & TJSL PLN UID Jateng-DIY, Prayudha Fasya Perdana mengatakan, informasi tersebut dipastikan hoaks.

    "PLN tidak pernah membagikan token listrik gratis melalui link atau tautan yang beredar di luar kanal resmi perusahaan," kata Yudha seperti diberitakan Kompas.com, 28 Februari 2025.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi yang mengeklaim PLN membagikan token listrik gratis adalah hoaks.

    Tautan yang dicantumkan tidak dapat dibuka. Selain itu, informasi pembagian token listrik gratis tidak ditemukan di situs resmi maupun akun media sosial resmi PLN.

    Tautan token listrik gratis yang beredar di Facebook kemungkinan besar adalah modus phishing atau pencurian data yang mengincar data pribadi pengguna internet.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26529) [HOAKS] AHY Berterima Kasih kepada Rakyat karena Ikhlaskan Uang Haji

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/04/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan di media sosial yang memperlihatkan artikel dengan klaim Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berterima kasih kepada rakyat karena telah mengikhlaskan uang haji.

    Artikel itu diklaim diterbitkan oleh media Detik.com pada 1 April 2025. Namun, setelah ditelusuri konten tersebut merupakan hasil manipulasi.

    Narasi yang mengeklaim AHY berterima kasih kepada rakyat karena telah mengikhlaskan uang haji muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut membagikan tangkapan layar artikel berjudul: "AHY Banyak Berterima kasih Kerakyat Uang Haji Yang sudah dipakai sudah Di Ikhlaskan Ganjarannya Surga". 

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, pada 1 April 2025 tidak ditemukan informasi soal AHY mengucapkan terimakasih kepada rakyat karena telah mengikhlaskan uang haji. 

    Penelusuran lebih lanjut, Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan konten tersebut memanipulasi artikel di laman Detik.com ini.

    Artikel aslinya berjudul "AHY Pastikan Skema Pengaturan Arus Balik Mudik Lebaran Sudah Siap".

    Artikel tersebut memuat pernyataan AHY soal skema pengaturan arus balik mudik Lebaran 2025 yang disiapkan oleh pemerintah.

    Menurut AHY, pemerintah akan melakukan pemantauan pada  sejumlah titik yang berpotensi terjadi kepadatan kendaraan. Dalam artikel tersebut tidak ada pembahasan soal dana haji.

    Sebelumnya di media sosial juga muncul artikel manipulasi soal dana haji yang mencatut figur publik. 

    Penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com bisa dilihat di sini dan di sini. 

    Kesimpulan

    Judul artikel yang mengeklaim AHY berterima kasih kepada rakyat karena telah mengikhlaskan uang haji merupakan hasil manipulasi. Konten itu merupakan hoaks jenis impostor.

    Artikel aslinya berjudul "AHY Pastikan Skema Pengaturan Arus Balik Mudik Lebaran Sudah Siap".

    Dalam artikel asli, AHY tidak membahas soal dana haji, namun ia menjelaskan terkait skema pengaturan arus balik mudik Lebaran 2025. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-26531) [HOAKS] Video Pembuatan Beras dari Plastik

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/04/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Video proses pembuatan beras plastik beredar di media sosial. Dalam video tersebut, tampak bahan seperti plastik diolah dan dicetak menjadi bentuk butiran.

    Namun, setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam video tidak benar atau merupakan hoaks.

    Video pembuatan beras plastik disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Kamis (10/4/2025):

    Viral pembuatan beras dari plastikMohon hati hati ya teman teman

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek jejak digital video yang beredar.

    Video serupa ditemukan di akun TikTok Smartest Workers pada Minggu (6/4/2025).

    Keterangan video menyebutkan bahwa pekerja dalam video sedang mendaur ulang plastik menjadi pelet atau butiran plastik berwarna putih.

    Dalam video tampak butiran plastik itu dimasukkan dalam karung dan dikemas dalam merek Nimir Chemicals.

    Nimir Chemicals merupakan perusahaan petrokimia yang berbasis di Pakistan.

    Butiran putih yang diproduksi dalam video merupakan phthalic anhydride (PA), yang merupakan perantara kimia dalam memproduksi plastik dari vinil klorida.

    PA juga dapat dimanfaatkan dalam produksi resin alkil dan resin poliester yang biasa terkandung dalam cat atau pernis, pewarna, pengusir serangga, dan sebagainya.

    Sementara, isu beras plastik merupakan hoaks berulang yang telah beredar satu dekade lalu.

    Dilansir situs web Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), badan tersebut telah mengadakan pengujian terhadap sampel produk beras yang beredar di Indonesia.

    Pengujian beras yang diduga mengandung plastik menunjukkan hasil negatif.

    Kesimpulan

    Narasi mengenai produksi beras plastik merupakan hoaks.

    Video yang beredar merupakan pembuatan PA, bahan kimia untuk memproduksi plastik dari vinil klorida dari perusahaan asal Pakistan, Nimir Chemicals.

    Isu beras plastik merupakan hoaks berulang yang muncul sejak 2015.

    Rujukan