• (GFD-2026-33156) Tidak Benar Prabowo Hapus Bantuan Sosial untuk Dialihkan ke MBG

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/03/2026

    Berita

    tirto.id - Informasi mengenai kebijakan pemerintah sering kali menjadi sasaran misinformasi di media sosial. Salah satu yang baru ini beredar adalah klaim yang menyebut pemerintah akan menghapus berbagai program bantuan sosial dan mengalihkan anggarannya ke program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    ADVERTISEMENT

    Beredar sebuah unggahan yang menyebut Presiden Prabowo bersama Kementerian Sosial atau Kemensos resmi menghapus bantuan sosial, antara lain BLT, PKH, BPNT, KIP, dan PIP. Penghapusan itu disebut dilakukan untuk mengalihkan anggaran ke MBG.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Unggahan ini beredar melalui akun Facebook @Kediri lagi (arsip) pada Minggu (08/03/2026). Dalam unggahan tersebut, terdapat potret Presiden Prabowo dan narasi yang disertakan dalam teks.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Berikut narasi lengkap yang terdapat dalam unggahan:

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Baca juga:Prabowo Ucapkan Idulfitri ke Presiden Palestina Mahmoud AbbasPrabowo Telepon Erdogan-Raja Yordania Silaturahmi Idulfitri

    “150 juta rakyat miskin akan sengsara perlahan. Presiden Prabowo bersama Kemensos resmi hapus BLT-PKH-BPNT-BPJS-KIP-PIP, anggarannya akan dialihkan untuk MBG.”

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta Bansos Dihapus. foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hingga Selasa (10/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 206 tanda reaksi, 297 komentar dan 8 kali dibagikan. Unggahan dengan klaim serupa juga ditemukan di akun lainnya seperti ini dan ini.

    Baca juga:Prabowo Mau Kopdes Merah Putih Beri Kredit Bunga 6% per Tahun

    Lantas, benarkah Presiden Prabowo dan Kemensos resmi menghapus berbagai bantuan sosial tersebut untuk dialihkan ke program MBG?

    Hasil Cek Fakta

    Kami memulai penelusuran melalui mesin pencari dengan menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan klaim tersebut, seperti “Prabowo hapus bantuan sosial untuk dialihkan ke MBG”. Dari hasil penelusuran, tidak ditemukan informasi kredibel maupun pernyataan resmi pemerintah yang memverifikasi klaim tersebut.

    Baca juga:Alasan Prabowo Yakin Bisa Mencapai Pertumbuhan Ekonomi 8%

    Apabila benar terjadi penghapusan bantuan sosial dalam skala besar mulai dari Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), hingga Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang menyasar jutaan penerima di seluruh Indonesia, kebijakan tersebut hampir pasti akan menjadi perhatian publik dan diberitakan secara luas oleh media nasional. Namun, hingga saat ini tidak ditemukan rilis resmi pemerintah maupun pemberitaan media kredibel yang menyebutkan adanya kebijakan tersebut.

    Sebaliknya, sejumlah pemberitaan justru menunjukkan bahwa program bantuan sosial tetap berjalan berdampingan dengan program lain, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Dilansir Liputan6 (06/05/2025), pemerintah sudah menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) dengan total anggaran senilai Rp505,7 triliun pada tahun 2025 lalu. Adapun anggaran Bansos tersebut terbagi untuk beberapa program seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), KIP dan PIP, serta untuk Program Makan Bergizi Gratis.

    Informasi tersebut menunjukkan bahwa program bantuan sosial tetap dijalankan bersamaan dengan program MBG, bukan dihentikan atau dialihkan sepenuhnya untuk mendanai program tersebut seperti yang diklaim dalam unggahan.

    Baca juga:Prabowo: Rakyat Pakai Mobil Listrik, Kaya Beli BBM Non-Subsidi

    Selain itu, Tirto.id juga melaporkan bahwa pemerintah masih merencanakan penyaluran berbagai bantuan sosial pada tahun 2026. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa sejumlah program bansos tetap dilanjutkan, antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Indonesia Pintar (PIP), serta bantuan beras 10 kilogram.

    Baca juga:Prabowo Janji Benahi TNI-Polri, Tak Pandang Pangkat Jenderal

    Menteri Sosial Saifullah Yusuf juga memastikan bahwa program bantuan sosial reguler tetap berjalan. Penyaluran tersebut mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) bagi sekitar 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk lebih dari 17 juta KPM.

    Temuan ini bertentangan dengan klaim dalam unggahan media sosial yang menyebut pemerintah akan menghapus berbagai program bantuan sosial untuk dialihkan ke program MBG.

    Kesimpulan

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Presiden Prabowo bersama Kementerian Sosial resmi menghapus berbagai bantuan sosial seperti BLT, PKH, BPNT, KIP, dan PIP untuk dialihkan ke program Makan Bergizi Gratis adalah salah dan menyesatkan (False and Misleading).

    Program-program bantuan sosial tersebut tetap berjalan dan masih menjadi bagian dari kebijakan perlindungan sosial pemerintah.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33157) Tidak Benar, Vaksin BCG dan DPT mengandung Virus Campak

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/03/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial yang menyebut vaksin yang diberikan kepada bayi baru lahir justru menjadi penyebab anak terkena penyakit campak di kemudian hari. Unggahan tersebut mengaitkan vaksin BCG dan DPT dengan klaim bahwa virus campak telah dimasukkan ke dalam tubuh bayi sejak lahir melalui program imunisasi.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Facebook bernama @Jefri Papahnya Aqiela (arsip) pada Sabtu (07/03/2026). Dalam unggahan itu, pengunggah menyebut bahwa bayi yang menerima vaksin BCG atau DPT pada akhirnya akan terkena campak meskipun tidak melakukan kontak dengan penderita penyakit tersebut.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Semua anak anak yang baru lahir lalu disuntik vaksin BCG rekombinant atau DPT mRNA pada akhirnya akan kena campak walaupun anak itu tidak berkontak fisik dengan orang lain atau tidak berkontak fisik dengan orang yang kena campak. Mengapa? Karena virus campak nya sudah dimasukkan pada saat baru lahir melalui suntikan vaksin BCG,” tulis pengunggah.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Baca juga:Benarkah Vaksin Tetanus Terbuat dari Daging Busuk?Salah, Klaim 74% Kematian Disebabkan oleh Vaksin COVID-19

    Selain itu, unggahan tersebut juga menyebut bahwa virus campak telah dimasukkan ke dalam tubuh bayi melalui vaksin. Pengunggah juga mengklaim bahwa virus dalam vaksin yang disebut “inactive” sebenarnya dapat aktif kembali di dalam tubuh manusia melalui sesuatu yang disebut sebagai “keygen” atau kode genetika tubuh.

    ADVERTISEMENT

    Hingga Rabu (11/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 133 tanda reaksi, 154 komentar dan 76 kali dibagikan.

    Lantas, benarkah vaksin BCG atau DPT mengandung virus campak dan dapat menyebabkan anak yang divaksinasi pada akhirnya pasti terkena campak seperti yang diklaim dalam unggahan tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Untuk menelusuri kebenaran klaim tersebut, Tim Periksa Fakta Tirto mewawancarai dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes, AIFO-K, CBP.Med, Akp, yang menjelaskan bahwa informasi tentang vaksin BCG dan DPT mengandung virus campak tidak benar.

    Baca juga:Muncul Webinar Soal Vaksin, Kemenkes: Narasumber Tak Kompeten

    Dr. Wilson menjelaskan bahwa vaksin BCG digunakan untuk mencegah tuberculosis dan mengandung bakteri hidup yang dilemahkan dari Mycobacterium bovis. Vaksin ini tidak mengandung virus apa pun, termasuk virus campak. Sementara itu, vaksin DPT diberikan untuk melindungi dari difteri, pertusis, dan tetanus. Vaksin ini berisi toksoid difteri, toksoid tetanus, serta komponen bakteri pertusis, dan juga tidak mengandung virus campak.

    Baca juga:Keragu-Raguan Vaksin di Tengah Arus Disinformasi Digital

    “DPT juga bukan vaksin mRNA. Teknologi mRNA digunakan pada beberapa vaksin COVID‑19, bukan pada DPT,” jelas dr. Wilson.

    Virus campak hanya terdapat pada vaksin khusus yaitu MMR vaccine yang fungsinya melindungi dari Measles, Mumps, dan Rubella. Dengan demikian, klaim bahwa bayi sudah “dimasukkan” virus campak melalui vaksin BCG atau DPT sejak lahir adalah tidak berdasar.

    Selain itu, klaim yang menyebut bahwa virus dalam vaksin bisa aktif kembali melalui “kode genetik manusia” juga salah secara ilmiah, menurut dr. Wilson pernyataan ini tidak sesuai dengan mekanisme biologis vaksin.

    Ia menjelaskan, bahwa vaksin campak memang memiliki virus yang dilemahkan, namun virus tersebut tidak dapat berubah menjadi virulen kembali melalui “kode genetik manusia”. Gen manusia tidak dapat mengaktifkan virus yang ada di dalam vaksin menjadi virus penyakit.

    Untuk vaksin berbasis mRNA, mekanismenya berbeda. mRNA hanya berfungsi sebagai instruksi sementara untuk membuat protein antigen. mRNA tidak masuk ke inti sel dan tidak mengubah DNA manusia, dan setelah digunakan akan cepat dihancurkan oleh enzim sel. Jadi klaim tentang “aktivasi virus oleh kode genetika manusia” tidak memiliki dasar ilmiah.

    Baca juga:Salah, Vaksin Sebabkan Autisme

    Mengenai kemungkinan penularan campak, dr. Wilson menjelaskan bahwa penyakit ini tidak ada hubungannya dengan vaksin DPT. Campak menyebar melalui droplet pernapasan, aerosol, atau kontak dengan sekret saluran napas penderita. Namun, orang yang tidak divaksin campak (MMR) memang lebih rentan tertular dan menularkan virus jika terinfeksi.

    Dengan demikian, klaim dalam unggahan bahwa bayi yang menerima vaksin BCG atau DPT akan terkena campak adalah tidak benar. Vaksin yang diberikan kepada bayi justru melindungi mereka dari penyakit serius, bukan menimbulkan risiko campak.

    Kesimpulan

    Dengan demikian, klaim yang menyebut bayi yang menerima vaksin BCG atau DPT pasti akan terkena campak karena virus campak sudah dimasukkan melalui vaksin adalah salah dan menyesatkan (False and Misleading).

    Baca juga:Menkes Kirim Tim Pelajari Temuan Vaksin Kanker di Rusia

    Melalui wawancara dengan dr. Wilson, telah diketahui bahwa vaksin BCG dan DPT tidak mengandung virus campak dan tidak dapat menimbulkan campak. Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah atau medis yang mendukung klaim bahwa vaksin tersebut menyebabkan anak terinfeksi campak.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33158) Hoaks Menag Nasaruddin Umar Beri Bantuan Lewat Kuis

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/03/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah video yang menampilkan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, memberikan bantuan dana melalui kuis melengkapi kata. Hadiah kuis tersebut disebut sebesar Rp40 juta dan akan dikirim ke rekening peserta yang terpilih.

    ADVERTISEMENT

    Video ini diunggah melalui akun @Mentri agama berbagi (arsip) pada Senin (09/03/2026). Dalam unggahan tersebut terlihat sosok Menteri Agama Nasaruddin Umar mengenakan setelan batik dan peci hitam. Video juga menampilkan sejumlah elemen visual seperti logo resmi Kementerian Agama, logo “Kemenag Berdampak”, serta logo “Pusaka”. Penggunaan elemen-elemen resmi tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa video tersebut merupakan konten resmi dari Kementerian Agama.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Periksa Fakta Menag Bagi-bagi Hadiah Kuis.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Silahkan lengkapi huruf di bawah dengan benar. Saya akan transfer kepada kalian Rp40 juta sekarang juga. Saya akan memilih beberapa orang saja yang beruntung mendapatkan bantuan dari saya. Yang bilang hoaks itu karena belum dapat, ya,” ucap sosok Nasaruddin dalam video.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Baca juga:Keliru, Purbaya Sebut Bakal Naikkan BBM Subsidi Jadi Rp16 RibuTidak Benar, Vaksin BCG dan DPT mengandung Virus Campak

    Sebagai syarat untuk mengikuti, masyarakat diminta untuk melengkapi huruf pada kata “M_NT_R _ _G_M_” yang ditampilkan dalam video.

    ADVERTISEMENT

    “Silahkan lengkapi huruf di bawah menjadi benar, saya akan berikan bantuan untuk modal usaha kepada kalian," tulis narasi di keterangan unggahan.

    Hingga Jumat (13/03/2026), video tersebut sudah ditonton hingga sekitar 45 ribu kali serta mendapatkan 300 tanda reaksi, 567 komentar, dan 33 kali dibagikan.

    Baca juga:Hoaks Tautan Pendaftaran Bantuan Pertanian Kementan 2026

    Lantas, benarkah Menag Nasaruddin memberikan bantuan dana lewat kuis?

    Hasil Cek Fakta

    Kami menelusuri video yang beredar dengan mencermati setiap detail visual dan audio yang ditampilkan. Kami menonton video yang beredar secara saksama dan menyadari terdapat beberapa kejanggalan pada video tersebut, seperti gerak bibir yang tidak sepenuhnya selaras dengan suara, intonasi yang terdengar tidak alami, serta ekspresi wajah yang tampak kaku. Ciri-ciri tersebut kerap muncul pada video yang telah dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

    Baca juga:Salah, Video Gibran Bakal Bagikan Bantuan Rp40 Juta

    Untuk memastikan dugaan tersebut, kami melakukan analisis menggunakan alat pendeteksi. Hasil analisis pendeteksi AI Hive Moderation menunjukkan bahwa pernyataan yang disampaikan atau audio yang ada di dalam video mempunyai kemungkinan sebesar 99,9 persen merupakan buatan AI. Sementara videonya mempunyai kemungkinan sebagai buatan AI sebesar 38,9 persen.

    Temuan ini menunjukkan bahwa kemungkinan besar video yang beredar berasal dari rekaman asli, tetapi bagian audionya telah dimodifikasi atau diganti menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

    Penelusuran dengan Google Lens menemukan video yang identik dengan video yang beredar. Video ini diunggah melalui akun Instagram resmi Kementerian Agama melalui @kemenag_ri pada 18 Februari 2026. Dalam video tersebut, sosok Nasaruddin menggunakan identik dan peci yang identik dengan video yang beredar. Latar tempat dan logo-logo yang digunakan juga serupa.

    Namun, isi pernyataan dalam video asli berbeda. Dalam video yang diunggah akun resmi Kementerian Agama tersebut, Nasaruddin tidak menyampaikan kuis atau pembagian bantuan dana. Ia justru menyampaikan ucapan menyambut bulan Ramadan.

    Baca juga:Hoaks Video Menteri Keuangan Purbaya Bagikan Bantuan Sosial

    “Alhamdulillah, Ramadan kembali hadir menyapa sanubari kita,” ucap Nasaruddin dalam video tersebut.

    Temuan ini menunjukkan bahwa video resmi tersebut telah diedit oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Bagian audio asli diganti dengan suara yang menyerupai Nasaruddin Umar menggunakan teknologi AI sehingga seolah-olah ia menawarkan bantuan dana melalui kuis.

    Baca juga:Tidak Benar Prabowo Hapus Bantuan Sosial untuk Dialihkan ke MBG

    Dengan membandingkan video yang beredar dengan video asli dari akun resmi Kementerian Agama, dapat disimpulkan bahwa narasi mengenai pembagian bantuan Rp40 juta melalui kuis tidak pernah disampaikan oleh Nasaruddin Umar.

    Kesimpulan

    Klaim yang menyebut Menteri Agama Nasaruddin Umar membagikan bantuan dana sebesar Rp40 juta melalui kuis melengkapi kata adalah tidak benar. Konten tersebut masuk dalam kategori Altered Video atau video yang telah dimanipulasi.

    Faktanya, video asli yang diunggah akun Instagram resmi Kementerian Agama pada 18 Februari 2026 merupakan ucapan menyambut bulan Ramadan dari Nasaruddin Umar, bukan pernyataan mengenai pembagian bantuan dana melalui kuis. Audio dalam video yang beredar juga terindikasi kuat merupakan hasil manipulasi teknologi kecerdasan buatan (AI).

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33159) Manipulasi Video Kemenag Mengadakan Program Berbagi

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/03/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah video yang menampilkan Menteri Agama Nasaruddin Umar menawarkan bantuan dana melalui program berbagi bagi masyarakat yang membutuhkan. Dalam video tersebut disebutkan bahwa masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi dapat menghubungi pihak yang mengunggah video untuk memperoleh bantuan dana.

    ADVERTISEMENT

    Video ini dibagikan oleh akun Facebook @Kementerian Agama RI (arsip) pada Rabu (25/02/2026). Video tersebut menampilkan sosok Nasaruddin Umar yang duduk di sebuah ruangan. Ia terlihat mengenakan setelan jas hitam, peci hitam, serta syal atau sorban bermotif merah putih yang melingkar di lehernya. Di latar belakang tampak dinding dengan ornamen dekoratif bernuansa islami serta rak kayu di sisi ruangan.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Dalam video tersebut, sosok Nasaruddin Umar menyampaikan pernyataan sebagai berikut:

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Salam sejahtera untuk kalian semua. Siapapun yang menemukan video ini dan sedang dalam keadaan kesulitan, membutuhkan suntikan dana untuk modal usaha, bayar utang ataupun biaya sekolah. Silahkan hubungi saya karena kami sedang mengadakan program berbagi yang berlaku untuk semua orang. Yang benar-benar membutuhkan, program ini benar dan tentunya jangan lewatkan kesempatan ini.”

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Program Berbagi Kemenag.

    ADVERTISEMENT

    Baca juga:Hoaks Menag Nasaruddin Umar Beri Bantuan Lewat KuisKemenag Bentuk Ditjen Pesantren untuk Perkuat Ekosistem Santri

    Melalui keterangan unggahan, pengunggah juga menyebutkan Kemenag RI berbagi dan mengingatkan masyarakat untuk tidak melewati kesempatan ini.

    Hingga Jumat (13/03/2026), unggahan tersebut telah ditonton hingga sekitar 27 ribu kali serta mendapatkan 447 tanda reaksi, 163 komentar, dan 8 kali dibagikan. Lantas, benarkah Kemenag RI mengadakan program berbagi seperti yang disampaikan Nasaruddin?

    Hasil Cek Fakta

    Penelusuran dimulai dengan menggunakan mesin pencari untuk mencari informasi mengenai adanya program berbagi dana dari Kementerian Agama seperti yang disebutkan dalam video, yaitu bantuan dana untuk modal usaha, membayar utang, maupun biaya sekolah.

    Hasil penelusuran menemukan adanya informasi resmi mengenai program yang diselenggarakan Kemenag selama bulan Ramadhan tahun ini. Melalui laporan NU Online pada 10 Februari 2026, Kementerian Agama meluncurkan 20 program Ramadhan 1447 H bertajuk Joyful Ramadhan.

    Program ini dirancang untuk menghadirkan Ramadhan yang menggembirakan, produktif secara sosial, dan khusyuk secara spiritual. Program tersebut berfokus pada tiga aspek utama, yaitu penguatan layanan keagamaan, penguatan literasi keislaman, serta pemberdayaan sosial ekonomi umat.

    Baca juga:Menag: Takbiran di Bali Saat Nyepi Tanpa Pengeras Suara

    Pemberdayaan ekonomi yang dimaksud dilakukan melalui penguatan zakat, infak, sedekah, wakaf, bazar Ramadhan, serta dukungan bagi pelaku UMKM di lingkungan masjid.

    Melalui konferensi pers Joyful Ramadhan, Kemenag menjelaskan beberapa program yang diluncurkan dalam rangkaian tersebut antara lain Tarhib Ramadhan, Indonesia Berdaya Ramadhan, Future Leaders of Masjid, Qari Goes to Campus, Ekspedisi Masjid Indonesia, pengiriman dai ke daerah 3T, hingga Shalat Tarawih Keliling.

    Namun, dari keseluruhan program tersebut tidak ditemukan program pembagian bantuan dana langsung kepada masyarakat melalui video atau dengan cara menghubungi nomor tertentu seperti yang diklaim dalam unggahan yang beredar.

    Lebih lanjut, saat mencermati video yang beredar, kami menemukan sejumlah kejanggalan pada tampilan visual dan audio. Gerak bibir tampak tidak sepenuhnya selaras dengan suara yang terdengar, sementara intonasi suara terdengar kurang natural. Ciri-ciri tersebut kerap ditemukan pada konten yang dibuat atau dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Untuk memastikan hal tersebut, kami melakukan analisis menggunakan alat pendeteksi konten AI Hive Moderation. Hasil analisis menunjukkan bahwa video memiliki kemungkinan sebesar 98,8 persen sebagai konten yang dihasilkan atau dimodifikasi menggunakan teknologi AI. Sementara itu, bagian audionya memiliki kemungkinan sebesar 99,6 persen merupakan hasil manipulasi AI.

    Persentase tersebut menunjukkan tingkat probabilitas yang sangat tinggi bahwa baik visual maupun suara dalam video tersebut bukan merupakan rekaman asli yang utuh, melainkan hasil rekayasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

    Baca juga:Duduk Perkara Blunder Menag Nasaruddin soal 'Meninggalkan Zakat'

    Penelusuran lanjutan menggunakan Google Lens juga menemukan foto Nasaruddin Umar dengan pose yang identik dengan tampilan dalam video yang beredar. Dalam foto tersebut, Nasaruddin terlihat mengenakan pakaian, peci, serta berada di latar ruangan yang sama seperti dalam video.

    Foto tersebut diketahui digunakan sebagai gambar sampul dalam sejumlah pemberitaan, di antaranya oleh situs resmi UIN K.H. Abdurrahman Wahid, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, serta media JPNN.

    Temuan ini mengindikasikan bahwa foto asli Nasaruddin Umar kemungkinan besar telah diedit atau dianimasikan menggunakan teknologi AI sehingga tampak seolah-olah menjadi video yang menampilkan dirinya berbicara mengenai program berbagi.

    Baca juga:Menag Nasaruddin Umar Klarifikasi Soal Penggunaan Jet OSO ke KPK

    Dengan demikian, video yang beredar kemungkinan merupakan hasil manipulasi digital yang memanfaatkan foto tokoh publik untuk menciptakan narasi palsu mengenai program bantuan dana dari Kementerian Agama.

    Kesimpulan

    Klaim yang menyebut Kementerian Agama mengadakan program berbagi bantuan dana melalui video yang menampilkan Menteri Agama Nasaruddin Umar adalah tidak benar. Konten tersebut masuk dalam kategori Altered Video atau video yang telah dimanipulasi.

    Faktanya, tidak ditemukan informasi resmi mengenai program pembagian bantuan dana seperti yang disebutkan dalam video tersebut. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa visual dan audio dalam video memiliki kemungkinan sangat tinggi merupakan hasil manipulasi teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Rujukan