tirto.id - Informasi mengenai kebijakan pemerintah sering kali menjadi sasaran misinformasi di media sosial. Salah satu yang baru ini beredar adalah klaim yang menyebut pemerintah akan menghapus berbagai program bantuan sosial dan mengalihkan anggarannya ke program Makan Bergizi Gratis (MBG).
ADVERTISEMENT
Beredar sebuah unggahan yang menyebut Presiden Prabowo bersama Kementerian Sosial atau Kemensos resmi menghapus bantuan sosial, antara lain BLT, PKH, BPNT, KIP, dan PIP. Penghapusan itu disebut dilakukan untuk mengalihkan anggaran ke MBG.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Unggahan ini beredar melalui akun Facebook @Kediri lagi (arsip) pada Minggu (08/03/2026). Dalam unggahan tersebut, terdapat potret Presiden Prabowo dan narasi yang disertakan dalam teks.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Berikut narasi lengkap yang terdapat dalam unggahan:
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Baca juga:Prabowo Ucapkan Idulfitri ke Presiden Palestina Mahmoud AbbasPrabowo Telepon Erdogan-Raja Yordania Silaturahmi Idulfitri
“150 juta rakyat miskin akan sengsara perlahan. Presiden Prabowo bersama Kemensos resmi hapus BLT-PKH-BPNT-BPJS-KIP-PIP, anggarannya akan dialihkan untuk MBG.”
ADVERTISEMENT
Periksa Fakta Bansos Dihapus. foto/Hotline periksa fakta tirto
Hingga Selasa (10/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 206 tanda reaksi, 297 komentar dan 8 kali dibagikan. Unggahan dengan klaim serupa juga ditemukan di akun lainnya seperti ini dan ini.
Baca juga:Prabowo Mau Kopdes Merah Putih Beri Kredit Bunga 6% per Tahun
Lantas, benarkah Presiden Prabowo dan Kemensos resmi menghapus berbagai bantuan sosial tersebut untuk dialihkan ke program MBG?
(GFD-2026-33123) Tidak Benar Prabowo Hapus Bantuan Sosial untuk Dialihkan ke MBG
Sumber:Tanggal publish: 25/03/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
Kami memulai penelusuran melalui mesin pencari dengan menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan klaim tersebut, seperti “Prabowo hapus bantuan sosial untuk dialihkan ke MBG”. Dari hasil penelusuran, tidak ditemukan informasi kredibel maupun pernyataan resmi pemerintah yang memverifikasi klaim tersebut.
Baca juga:Alasan Prabowo Yakin Bisa Mencapai Pertumbuhan Ekonomi 8%
Apabila benar terjadi penghapusan bantuan sosial dalam skala besar mulai dari Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), hingga Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang menyasar jutaan penerima di seluruh Indonesia, kebijakan tersebut hampir pasti akan menjadi perhatian publik dan diberitakan secara luas oleh media nasional. Namun, hingga saat ini tidak ditemukan rilis resmi pemerintah maupun pemberitaan media kredibel yang menyebutkan adanya kebijakan tersebut.
Sebaliknya, sejumlah pemberitaan justru menunjukkan bahwa program bantuan sosial tetap berjalan berdampingan dengan program lain, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dilansir Liputan6 (06/05/2025), pemerintah sudah menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) dengan total anggaran senilai Rp505,7 triliun pada tahun 2025 lalu. Adapun anggaran Bansos tersebut terbagi untuk beberapa program seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), KIP dan PIP, serta untuk Program Makan Bergizi Gratis.
Informasi tersebut menunjukkan bahwa program bantuan sosial tetap dijalankan bersamaan dengan program MBG, bukan dihentikan atau dialihkan sepenuhnya untuk mendanai program tersebut seperti yang diklaim dalam unggahan.
Baca juga:Prabowo: Rakyat Pakai Mobil Listrik, Kaya Beli BBM Non-Subsidi
Selain itu, Tirto.id juga melaporkan bahwa pemerintah masih merencanakan penyaluran berbagai bantuan sosial pada tahun 2026. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa sejumlah program bansos tetap dilanjutkan, antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Indonesia Pintar (PIP), serta bantuan beras 10 kilogram.
Baca juga:Prabowo Janji Benahi TNI-Polri, Tak Pandang Pangkat Jenderal
Menteri Sosial Saifullah Yusuf juga memastikan bahwa program bantuan sosial reguler tetap berjalan. Penyaluran tersebut mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) bagi sekitar 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk lebih dari 17 juta KPM.
Temuan ini bertentangan dengan klaim dalam unggahan media sosial yang menyebut pemerintah akan menghapus berbagai program bantuan sosial untuk dialihkan ke program MBG.
Baca juga:Alasan Prabowo Yakin Bisa Mencapai Pertumbuhan Ekonomi 8%
Apabila benar terjadi penghapusan bantuan sosial dalam skala besar mulai dari Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), hingga Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang menyasar jutaan penerima di seluruh Indonesia, kebijakan tersebut hampir pasti akan menjadi perhatian publik dan diberitakan secara luas oleh media nasional. Namun, hingga saat ini tidak ditemukan rilis resmi pemerintah maupun pemberitaan media kredibel yang menyebutkan adanya kebijakan tersebut.
Sebaliknya, sejumlah pemberitaan justru menunjukkan bahwa program bantuan sosial tetap berjalan berdampingan dengan program lain, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dilansir Liputan6 (06/05/2025), pemerintah sudah menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) dengan total anggaran senilai Rp505,7 triliun pada tahun 2025 lalu. Adapun anggaran Bansos tersebut terbagi untuk beberapa program seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), KIP dan PIP, serta untuk Program Makan Bergizi Gratis.
Informasi tersebut menunjukkan bahwa program bantuan sosial tetap dijalankan bersamaan dengan program MBG, bukan dihentikan atau dialihkan sepenuhnya untuk mendanai program tersebut seperti yang diklaim dalam unggahan.
Baca juga:Prabowo: Rakyat Pakai Mobil Listrik, Kaya Beli BBM Non-Subsidi
Selain itu, Tirto.id juga melaporkan bahwa pemerintah masih merencanakan penyaluran berbagai bantuan sosial pada tahun 2026. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa sejumlah program bansos tetap dilanjutkan, antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Indonesia Pintar (PIP), serta bantuan beras 10 kilogram.
Baca juga:Prabowo Janji Benahi TNI-Polri, Tak Pandang Pangkat Jenderal
Menteri Sosial Saifullah Yusuf juga memastikan bahwa program bantuan sosial reguler tetap berjalan. Penyaluran tersebut mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) bagi sekitar 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk lebih dari 17 juta KPM.
Temuan ini bertentangan dengan klaim dalam unggahan media sosial yang menyebut pemerintah akan menghapus berbagai program bantuan sosial untuk dialihkan ke program MBG.
Kesimpulan
Dengan demikian, klaim yang menyebut Presiden Prabowo bersama Kementerian Sosial resmi menghapus berbagai bantuan sosial seperti BLT, PKH, BPNT, KIP, dan PIP untuk dialihkan ke program Makan Bergizi Gratis adalah salah dan menyesatkan (False and Misleading).
Program-program bantuan sosial tersebut tetap berjalan dan masih menjadi bagian dari kebijakan perlindungan sosial pemerintah.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Program-program bantuan sosial tersebut tetap berjalan dan masih menjadi bagian dari kebijakan perlindungan sosial pemerintah.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/p/1AkUou1WS7/
- https://tirto.id/prabowo-ucapkan-idulfitri-ke-presiden-palestina-mahmoud-abbas-hs4W
- https://tirto.id/prabowo-telepon-erdogan-raja-yordania-silaturahmi-idulfitri-hs36
- https://www.facebook.com/share/p/1ANhYGyjhs/
- https://www.facebook.com/share/p/1ArnaqUNLq/
- https://tirto.id/prabowo-mau-kopdes-merah-putih-beri-kredit-bunga-6-per-tahun-hs2E
- https://tirto.id/alasan-prabowo-yakin-bisa-mencapai-pertumbuhan-ekonomi-8-hs3b
- https://www.liputan6.com/news/read/6014461/bansos-2025-pemerintah-gelontorkan-dana-rp5047-triliun-ini-berbagai-bantuan-untuk-masyarakat#google_vignette
- https://tirto.id/prabowo-rakyat-pakai-mobil-listrik-kaya-beli-bbm-non-subsidi-hs8W
- https://tirto.id/jadwal-bansos-cair-2026-jumlah-nominal-cara-cek-pkh-bpnt-pip-beras-hplg
- https://tirto.id/prabowo-janji-benahi-tni-polri-tak-pandang-pangkat-jenderal-hs2u
(GFD-2026-33124) Salah, Video Gibran Bakal Bagikan Bantuan Rp40 Juta
Sumber:Tanggal publish: 25/03/2026
Berita
tirto.id - Beredar sebuah video di media sosial yang menampilkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disebut sedang membagikan bantuan dana sebesar Rp40 juta kepada masyarakat. Dalam unggahan tersebut, masyarakat disebut bisa mendapatkan bantuan hanya dengan menyukai (like), membagikan (share), dan memberikan komentar pada video tersebut.
ADVERTISEMENT
Video ini diunggah melalui akun Facebook @Layanan bantuan (arsip) pada Sabtu (07/03/2026). Dalam video tersebut, dapat dilihat sosok Wakil Presiden Gibran yang menggunakan batik dengan tempat berlatar di dalam sebuah ruangan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Assalamualaikum, saya Gibran Rakabuming Raka hari ini mengumumkan ke seluruh rakyat yang membutuhkan biaya sekolah, biaya kuliah, bayar hutang modal usaha atau keluhan ekonomi. Bisa langsung cair dengan hanya like, share dan komentar kamu dari kota mana. Sesimpel itu. Asal jangan dipergunakan untuk foya-foya, saya akan membantu,” ucap sosok Gibran dalam video tersebut.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
PERIKSA FAKTA Gibran Bagi-Bagi Bantuan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Baca juga:Jokowi Kumpul Bareng Keluarga di Rumah Gibran usai Salat IdWapres Gibran Salat Id di Masjid Istiqlal Ditemani Jan Ethes
Pengunggah juga menyertakan keterangan sebagai berikut:
ADVERTISEMENT
“Spesial kami bantu dana sebesar Rp 40.000.000. Syarat dan ketentuan, suka dan bagikan post ini.”
Hingga Rabu (11/03/2026), unggahan tersebut sudah ditonton hingga sekitar 32 ribu kali dan mendapatkan sekitar 1 ribu komentar, 968 komentar, dan 117 kali dibagikan. Video serupa juga ditemukan di akun lainnya di Facebook seperti ini.
Baca juga:Wapres Gibran Soroti Tiket Pesawat & Masalah Sampah di Bali
Lantas, benarkah Wakil Presiden Gibran membagikan bantuan dana sebesar Rp40 juta hanya dengan syarat menyukai dan membagikan video tersebut?
ADVERTISEMENT
Video ini diunggah melalui akun Facebook @Layanan bantuan (arsip) pada Sabtu (07/03/2026). Dalam video tersebut, dapat dilihat sosok Wakil Presiden Gibran yang menggunakan batik dengan tempat berlatar di dalam sebuah ruangan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Assalamualaikum, saya Gibran Rakabuming Raka hari ini mengumumkan ke seluruh rakyat yang membutuhkan biaya sekolah, biaya kuliah, bayar hutang modal usaha atau keluhan ekonomi. Bisa langsung cair dengan hanya like, share dan komentar kamu dari kota mana. Sesimpel itu. Asal jangan dipergunakan untuk foya-foya, saya akan membantu,” ucap sosok Gibran dalam video tersebut.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
PERIKSA FAKTA Gibran Bagi-Bagi Bantuan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Baca juga:Jokowi Kumpul Bareng Keluarga di Rumah Gibran usai Salat IdWapres Gibran Salat Id di Masjid Istiqlal Ditemani Jan Ethes
Pengunggah juga menyertakan keterangan sebagai berikut:
ADVERTISEMENT
“Spesial kami bantu dana sebesar Rp 40.000.000. Syarat dan ketentuan, suka dan bagikan post ini.”
Hingga Rabu (11/03/2026), unggahan tersebut sudah ditonton hingga sekitar 32 ribu kali dan mendapatkan sekitar 1 ribu komentar, 968 komentar, dan 117 kali dibagikan. Video serupa juga ditemukan di akun lainnya di Facebook seperti ini.
Baca juga:Wapres Gibran Soroti Tiket Pesawat & Masalah Sampah di Bali
Lantas, benarkah Wakil Presiden Gibran membagikan bantuan dana sebesar Rp40 juta hanya dengan syarat menyukai dan membagikan video tersebut?
Hasil Cek Fakta
Kami memulai penelusuran dengan melakukan pencarian melalui mesin pencari terkait klaim adanya bantuan dana yang disebut diberikan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Penelusuran dilakukan dengan sejumlah kata kunci seperti “bantuan Rp40 juta Gibran”, “program bantuan modal usaha Gibran”, serta “Gibran bagi-bagi uang di media sosial”.
Baca juga:Rismon Akui Ijazah Jokowi Asli, Janji ke Gibran Tebus Kegaduhan
Hasilnya, tidak ditemukan satu pun informasi dari sumber resmi pemerintah, media kredibel, maupun kanal resmi milik Gibran yang membenarkan adanya program bantuan modal usaha seperti yang diklaim dalam video tersebut.
Ketiadaan informasi dari sumber resmi menjadi indikasi awal bahwa klaim tersebut patut diragukan. Program bantuan pemerintah pada umumnya diumumkan melalui kanal resmi pemerintah atau diliput oleh media arus utama karena berkaitan dengan kebijakan publik dan penggunaan anggaran negara.
Selanjutnya, kami memperhatikan lebih jauh video yang beredar. Jika diperhatikan dengan saksama, terdapat beberapa kejanggalan pada video tersebut, terutama pada gerak bibir, intonasi suara, serta ekspresi wajah sosok yang tampil dalam video. Gerakan bibir terlihat tidak sepenuhnya selaras dengan suara yang terdengar, sementara intonasi suara terdengar kurang natural.
Ciri-ciri tersebut kerap ditemukan pada video yang dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI), khususnya pada konten deepfake, yaitu teknik yang memungkinkan wajah seseorang ditempelkan atau dipadukan dengan audio buatan sehingga tampak seolah-olah orang tersebut benar-benar mengatakan sesuatu.
Untuk membuktikan hal tersebut, kami menggunakan alat pendeteksi AI Hive Moderation pada video yang beredar. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebesar 98,8 persen kemungkinan pernyataan atau audio dalam video tersebut merupakan hasil manipulasi atau buatan AI. Sementara itu, bagian visual videonya hanya memiliki probabilitas 1,7 persen sebagai konten yang dihasilkan AI.
PERIKSA FAKTA Gibran Bagi-Bagi Bantuan.
Temuan ini menunjukkan bahwa kemungkinan besar audio yang digunakan dalam video tersebut tidak berasal dari rekaman asli suara Gibran, melainkan dibuat menggunakan teknologi generatif berbasis AI yang meniru suara seseorang. Kami kemudian memisahkan video dengan audio dari unggahan tersebut. Dengan pendeteksi AI Hive Moderation juga, hasil analisis menunjukkan audio yang terdapat dalam video tersebut memiliki probabilitas sebesar 99,6 persen sebagai buatan AI.
Baca juga:Rismon Hasiholan Sianipar Temui Wapres Gibran di Istana Hari Ini
Penelusuran selanjutnya dilakukan dengan Google Lens pada video yang beredar. Hasilnya, tidak ditemukan video identik yang pernah dipublikasikan sebelumnya. Namun demikian, kami menemukan foto yang identik dengan momen dalam video tersebut yaitu pada foto sampul pemberitaan oleh Viva News dengan judul “Profil Gibran Rakabuming Raka, Putra Jokowi yang Digadang Jadi Cawapres Prabowo”.
Foto tersebut menampilkan Gibran dengan pose, pakaian batik, serta latar ruangan yang sangat mirip dengan tampilan dalam video yang beredar. Temuan ini menunjukkan adanya kemungkinan bahwa foto tersebut dijadikan sebagai sumber visual untuk membuat konten manipulatif.
Dengan demikian, terdapat indikasi kuat bahwa video yang beredar kemungkinan dibuat dengan cara menggabungkan foto asli Gibran dengan audio buatan AI, lalu disebarkan di media sosial dengan narasi bantuan dana untuk menarik perhatian dan interaksi pengguna.
Baca juga:Rismon Akui Ijazah Jokowi Asli, Janji ke Gibran Tebus Kegaduhan
Hasilnya, tidak ditemukan satu pun informasi dari sumber resmi pemerintah, media kredibel, maupun kanal resmi milik Gibran yang membenarkan adanya program bantuan modal usaha seperti yang diklaim dalam video tersebut.
Ketiadaan informasi dari sumber resmi menjadi indikasi awal bahwa klaim tersebut patut diragukan. Program bantuan pemerintah pada umumnya diumumkan melalui kanal resmi pemerintah atau diliput oleh media arus utama karena berkaitan dengan kebijakan publik dan penggunaan anggaran negara.
Selanjutnya, kami memperhatikan lebih jauh video yang beredar. Jika diperhatikan dengan saksama, terdapat beberapa kejanggalan pada video tersebut, terutama pada gerak bibir, intonasi suara, serta ekspresi wajah sosok yang tampil dalam video. Gerakan bibir terlihat tidak sepenuhnya selaras dengan suara yang terdengar, sementara intonasi suara terdengar kurang natural.
Ciri-ciri tersebut kerap ditemukan pada video yang dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI), khususnya pada konten deepfake, yaitu teknik yang memungkinkan wajah seseorang ditempelkan atau dipadukan dengan audio buatan sehingga tampak seolah-olah orang tersebut benar-benar mengatakan sesuatu.
Untuk membuktikan hal tersebut, kami menggunakan alat pendeteksi AI Hive Moderation pada video yang beredar. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebesar 98,8 persen kemungkinan pernyataan atau audio dalam video tersebut merupakan hasil manipulasi atau buatan AI. Sementara itu, bagian visual videonya hanya memiliki probabilitas 1,7 persen sebagai konten yang dihasilkan AI.
PERIKSA FAKTA Gibran Bagi-Bagi Bantuan.
Temuan ini menunjukkan bahwa kemungkinan besar audio yang digunakan dalam video tersebut tidak berasal dari rekaman asli suara Gibran, melainkan dibuat menggunakan teknologi generatif berbasis AI yang meniru suara seseorang. Kami kemudian memisahkan video dengan audio dari unggahan tersebut. Dengan pendeteksi AI Hive Moderation juga, hasil analisis menunjukkan audio yang terdapat dalam video tersebut memiliki probabilitas sebesar 99,6 persen sebagai buatan AI.
Baca juga:Rismon Hasiholan Sianipar Temui Wapres Gibran di Istana Hari Ini
Penelusuran selanjutnya dilakukan dengan Google Lens pada video yang beredar. Hasilnya, tidak ditemukan video identik yang pernah dipublikasikan sebelumnya. Namun demikian, kami menemukan foto yang identik dengan momen dalam video tersebut yaitu pada foto sampul pemberitaan oleh Viva News dengan judul “Profil Gibran Rakabuming Raka, Putra Jokowi yang Digadang Jadi Cawapres Prabowo”.
Foto tersebut menampilkan Gibran dengan pose, pakaian batik, serta latar ruangan yang sangat mirip dengan tampilan dalam video yang beredar. Temuan ini menunjukkan adanya kemungkinan bahwa foto tersebut dijadikan sebagai sumber visual untuk membuat konten manipulatif.
Dengan demikian, terdapat indikasi kuat bahwa video yang beredar kemungkinan dibuat dengan cara menggabungkan foto asli Gibran dengan audio buatan AI, lalu disebarkan di media sosial dengan narasi bantuan dana untuk menarik perhatian dan interaksi pengguna.
Kesimpulan
Hingga penelusuran ini dilakukan, tidak ditemukan bukti yang memverifikasi klaim bahwa Gibran Rakabuming Raka membagikan bantuan dana sebesar Rp40 juta melalui media sosial.
Baca juga:Gibran: Kantor Wapres Terima Aduan, Tebus Ijazah-SPP Sekolah
Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video tersebut merupakan buatan kecerdasan buatan (AI), sementara visualnya kemungkinan berasal dari foto asli Gibran yang kemudian dimanipulasi sehingga tampak seolah-olah ia sedang menyampaikan pernyataan tersebut.
Dengan demikian, klaim bahwa Gibran membagikan bantuan dana Rp40 juta dengan syarat menyukai dan membagikan video tersebut merupakan konten yang bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Baca juga:Gibran: Kantor Wapres Terima Aduan, Tebus Ijazah-SPP Sekolah
Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video tersebut merupakan buatan kecerdasan buatan (AI), sementara visualnya kemungkinan berasal dari foto asli Gibran yang kemudian dimanipulasi sehingga tampak seolah-olah ia sedang menyampaikan pernyataan tersebut.
Dengan demikian, klaim bahwa Gibran membagikan bantuan dana Rp40 juta dengan syarat menyukai dan membagikan video tersebut merupakan konten yang bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/profile.php?id=61574845225910
- https://www.facebook.com/share/v/1GJUjoFDPw/
- https://tirto.id/jokowi-kumpul-bareng-keluarga-di-rumah-gibran-usai-salat-id-hs1p
- https://tirto.id/wapres-gibran-salat-id-di-masjid-istiqlal-ditemani-jan-ethes-hs1k
- https://www.facebook.com/share/p/1HoxiskGuP/
- https://tirto.id/wapres-gibran-soroti-tiket-pesawat-masalah-sampah-di-bali-hq4s
- https://tirto.id/rismon-akui-ijazah-jokowi-asli-janji-ke-gibran-tebus-kegaduhan-hsAq
- https://tirto.id/rismon-hasiholan-sianipar-temui-wapres-gibran-di-istana-hari-ini-hszp
- https://tirto.id/gibran-kantor-wapres-terima-aduan-tebus-ijazah-spp-sekolah-hrjY
(GFD-2026-33125) Tidak Benar, Vaksin BCG dan DPT mengandung Virus Campak
Sumber:Tanggal publish: 25/03/2026
Berita
tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial yang menyebut vaksin yang diberikan kepada bayi baru lahir justru menjadi penyebab anak terkena penyakit campak di kemudian hari. Unggahan tersebut mengaitkan vaksin BCG dan DPT dengan klaim bahwa virus campak telah dimasukkan ke dalam tubuh bayi sejak lahir melalui program imunisasi.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Facebook bernama @Jefri Papahnya Aqiela (arsip) pada Sabtu (07/03/2026). Dalam unggahan itu, pengunggah menyebut bahwa bayi yang menerima vaksin BCG atau DPT pada akhirnya akan terkena campak meskipun tidak melakukan kontak dengan penderita penyakit tersebut.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Semua anak anak yang baru lahir lalu disuntik vaksin BCG rekombinant atau DPT mRNA pada akhirnya akan kena campak walaupun anak itu tidak berkontak fisik dengan orang lain atau tidak berkontak fisik dengan orang yang kena campak. Mengapa? Karena virus campak nya sudah dimasukkan pada saat baru lahir melalui suntikan vaksin BCG,” tulis pengunggah.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Baca juga:Benarkah Vaksin Tetanus Terbuat dari Daging Busuk?Salah, Klaim 74% Kematian Disebabkan oleh Vaksin COVID-19
Selain itu, unggahan tersebut juga menyebut bahwa virus campak telah dimasukkan ke dalam tubuh bayi melalui vaksin. Pengunggah juga mengklaim bahwa virus dalam vaksin yang disebut “inactive” sebenarnya dapat aktif kembali di dalam tubuh manusia melalui sesuatu yang disebut sebagai “keygen” atau kode genetika tubuh.
ADVERTISEMENT
Hingga Rabu (11/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 133 tanda reaksi, 154 komentar dan 76 kali dibagikan.
Lantas, benarkah vaksin BCG atau DPT mengandung virus campak dan dapat menyebabkan anak yang divaksinasi pada akhirnya pasti terkena campak seperti yang diklaim dalam unggahan tersebut?
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Facebook bernama @Jefri Papahnya Aqiela (arsip) pada Sabtu (07/03/2026). Dalam unggahan itu, pengunggah menyebut bahwa bayi yang menerima vaksin BCG atau DPT pada akhirnya akan terkena campak meskipun tidak melakukan kontak dengan penderita penyakit tersebut.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Semua anak anak yang baru lahir lalu disuntik vaksin BCG rekombinant atau DPT mRNA pada akhirnya akan kena campak walaupun anak itu tidak berkontak fisik dengan orang lain atau tidak berkontak fisik dengan orang yang kena campak. Mengapa? Karena virus campak nya sudah dimasukkan pada saat baru lahir melalui suntikan vaksin BCG,” tulis pengunggah.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Baca juga:Benarkah Vaksin Tetanus Terbuat dari Daging Busuk?Salah, Klaim 74% Kematian Disebabkan oleh Vaksin COVID-19
Selain itu, unggahan tersebut juga menyebut bahwa virus campak telah dimasukkan ke dalam tubuh bayi melalui vaksin. Pengunggah juga mengklaim bahwa virus dalam vaksin yang disebut “inactive” sebenarnya dapat aktif kembali di dalam tubuh manusia melalui sesuatu yang disebut sebagai “keygen” atau kode genetika tubuh.
ADVERTISEMENT
Hingga Rabu (11/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 133 tanda reaksi, 154 komentar dan 76 kali dibagikan.
Lantas, benarkah vaksin BCG atau DPT mengandung virus campak dan dapat menyebabkan anak yang divaksinasi pada akhirnya pasti terkena campak seperti yang diklaim dalam unggahan tersebut?
Hasil Cek Fakta
Untuk menelusuri kebenaran klaim tersebut, Tim Periksa Fakta Tirto mewawancarai dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes, AIFO-K, CBP.Med, Akp, yang menjelaskan bahwa informasi tentang vaksin BCG dan DPT mengandung virus campak tidak benar.
Baca juga:Muncul Webinar Soal Vaksin, Kemenkes: Narasumber Tak Kompeten
Dr. Wilson menjelaskan bahwa vaksin BCG digunakan untuk mencegah tuberculosis dan mengandung bakteri hidup yang dilemahkan dari Mycobacterium bovis. Vaksin ini tidak mengandung virus apa pun, termasuk virus campak. Sementara itu, vaksin DPT diberikan untuk melindungi dari difteri, pertusis, dan tetanus. Vaksin ini berisi toksoid difteri, toksoid tetanus, serta komponen bakteri pertusis, dan juga tidak mengandung virus campak.
Baca juga:Keragu-Raguan Vaksin di Tengah Arus Disinformasi Digital
“DPT juga bukan vaksin mRNA. Teknologi mRNA digunakan pada beberapa vaksin COVID‑19, bukan pada DPT,” jelas dr. Wilson.
Virus campak hanya terdapat pada vaksin khusus yaitu MMR vaccine yang fungsinya melindungi dari Measles, Mumps, dan Rubella. Dengan demikian, klaim bahwa bayi sudah “dimasukkan” virus campak melalui vaksin BCG atau DPT sejak lahir adalah tidak berdasar.
Selain itu, klaim yang menyebut bahwa virus dalam vaksin bisa aktif kembali melalui “kode genetik manusia” juga salah secara ilmiah, menurut dr. Wilson pernyataan ini tidak sesuai dengan mekanisme biologis vaksin.
Ia menjelaskan, bahwa vaksin campak memang memiliki virus yang dilemahkan, namun virus tersebut tidak dapat berubah menjadi virulen kembali melalui “kode genetik manusia”. Gen manusia tidak dapat mengaktifkan virus yang ada di dalam vaksin menjadi virus penyakit.
Untuk vaksin berbasis mRNA, mekanismenya berbeda. mRNA hanya berfungsi sebagai instruksi sementara untuk membuat protein antigen. mRNA tidak masuk ke inti sel dan tidak mengubah DNA manusia, dan setelah digunakan akan cepat dihancurkan oleh enzim sel. Jadi klaim tentang “aktivasi virus oleh kode genetika manusia” tidak memiliki dasar ilmiah.
Baca juga:Salah, Vaksin Sebabkan Autisme
Mengenai kemungkinan penularan campak, dr. Wilson menjelaskan bahwa penyakit ini tidak ada hubungannya dengan vaksin DPT. Campak menyebar melalui droplet pernapasan, aerosol, atau kontak dengan sekret saluran napas penderita. Namun, orang yang tidak divaksin campak (MMR) memang lebih rentan tertular dan menularkan virus jika terinfeksi.
Dengan demikian, klaim dalam unggahan bahwa bayi yang menerima vaksin BCG atau DPT akan terkena campak adalah tidak benar. Vaksin yang diberikan kepada bayi justru melindungi mereka dari penyakit serius, bukan menimbulkan risiko campak.
Baca juga:Muncul Webinar Soal Vaksin, Kemenkes: Narasumber Tak Kompeten
Dr. Wilson menjelaskan bahwa vaksin BCG digunakan untuk mencegah tuberculosis dan mengandung bakteri hidup yang dilemahkan dari Mycobacterium bovis. Vaksin ini tidak mengandung virus apa pun, termasuk virus campak. Sementara itu, vaksin DPT diberikan untuk melindungi dari difteri, pertusis, dan tetanus. Vaksin ini berisi toksoid difteri, toksoid tetanus, serta komponen bakteri pertusis, dan juga tidak mengandung virus campak.
Baca juga:Keragu-Raguan Vaksin di Tengah Arus Disinformasi Digital
“DPT juga bukan vaksin mRNA. Teknologi mRNA digunakan pada beberapa vaksin COVID‑19, bukan pada DPT,” jelas dr. Wilson.
Virus campak hanya terdapat pada vaksin khusus yaitu MMR vaccine yang fungsinya melindungi dari Measles, Mumps, dan Rubella. Dengan demikian, klaim bahwa bayi sudah “dimasukkan” virus campak melalui vaksin BCG atau DPT sejak lahir adalah tidak berdasar.
Selain itu, klaim yang menyebut bahwa virus dalam vaksin bisa aktif kembali melalui “kode genetik manusia” juga salah secara ilmiah, menurut dr. Wilson pernyataan ini tidak sesuai dengan mekanisme biologis vaksin.
Ia menjelaskan, bahwa vaksin campak memang memiliki virus yang dilemahkan, namun virus tersebut tidak dapat berubah menjadi virulen kembali melalui “kode genetik manusia”. Gen manusia tidak dapat mengaktifkan virus yang ada di dalam vaksin menjadi virus penyakit.
Untuk vaksin berbasis mRNA, mekanismenya berbeda. mRNA hanya berfungsi sebagai instruksi sementara untuk membuat protein antigen. mRNA tidak masuk ke inti sel dan tidak mengubah DNA manusia, dan setelah digunakan akan cepat dihancurkan oleh enzim sel. Jadi klaim tentang “aktivasi virus oleh kode genetika manusia” tidak memiliki dasar ilmiah.
Baca juga:Salah, Vaksin Sebabkan Autisme
Mengenai kemungkinan penularan campak, dr. Wilson menjelaskan bahwa penyakit ini tidak ada hubungannya dengan vaksin DPT. Campak menyebar melalui droplet pernapasan, aerosol, atau kontak dengan sekret saluran napas penderita. Namun, orang yang tidak divaksin campak (MMR) memang lebih rentan tertular dan menularkan virus jika terinfeksi.
Dengan demikian, klaim dalam unggahan bahwa bayi yang menerima vaksin BCG atau DPT akan terkena campak adalah tidak benar. Vaksin yang diberikan kepada bayi justru melindungi mereka dari penyakit serius, bukan menimbulkan risiko campak.
Kesimpulan
Dengan demikian, klaim yang menyebut bayi yang menerima vaksin BCG atau DPT pasti akan terkena campak karena virus campak sudah dimasukkan melalui vaksin adalah salah dan menyesatkan (False and Misleading).
Baca juga:Menkes Kirim Tim Pelajari Temuan Vaksin Kanker di Rusia
Melalui wawancara dengan dr. Wilson, telah diketahui bahwa vaksin BCG dan DPT tidak mengandung virus campak dan tidak dapat menimbulkan campak. Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah atau medis yang mendukung klaim bahwa vaksin tersebut menyebabkan anak terinfeksi campak.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Baca juga:Menkes Kirim Tim Pelajari Temuan Vaksin Kanker di Rusia
Melalui wawancara dengan dr. Wilson, telah diketahui bahwa vaksin BCG dan DPT tidak mengandung virus campak dan tidak dapat menimbulkan campak. Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah atau medis yang mendukung klaim bahwa vaksin tersebut menyebabkan anak terinfeksi campak.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/p/18F8KuXmMy/
- https://archive.today/h8v65
- https://tirto.id/benarkah-vaksin-tetanus-terbuat-dari-daging-busuk-hlGC
- https://tirto.id/salah-klaim-74-kematian-disebabkan-oleh-vaksin-covid-19-hkwF
- https://tirto.id/muncul-webinar-soal-vaksin-kemenkes-narasumber-tak-kompeten-hhck
- https://tirto.id/keragu-raguan-vaksin-di-tengah-arus-disinformasi-digital-hhTV
- https://tirto.id/salah-vaksin-sebabkan-autisme-hfXP
- https://tirto.id/menkes-kirim-tim-pelajari-temuan-vaksin-kanker-di-rusia-hhwr
(GFD-2026-33126) Hoaks Menag Nasaruddin Umar Beri Bantuan Lewat Kuis
Sumber:Tanggal publish: 25/03/2026
Berita
tirto.id - Beredar sebuah video yang menampilkan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, memberikan bantuan dana melalui kuis melengkapi kata. Hadiah kuis tersebut disebut sebesar Rp40 juta dan akan dikirim ke rekening peserta yang terpilih.
ADVERTISEMENT
Video ini diunggah melalui akun @Mentri agama berbagi (arsip) pada Senin (09/03/2026). Dalam unggahan tersebut terlihat sosok Menteri Agama Nasaruddin Umar mengenakan setelan batik dan peci hitam. Video juga menampilkan sejumlah elemen visual seperti logo resmi Kementerian Agama, logo “Kemenag Berdampak”, serta logo “Pusaka”. Penggunaan elemen-elemen resmi tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa video tersebut merupakan konten resmi dari Kementerian Agama.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Periksa Fakta Menag Bagi-bagi Hadiah Kuis.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“Silahkan lengkapi huruf di bawah dengan benar. Saya akan transfer kepada kalian Rp40 juta sekarang juga. Saya akan memilih beberapa orang saja yang beruntung mendapatkan bantuan dari saya. Yang bilang hoaks itu karena belum dapat, ya,” ucap sosok Nasaruddin dalam video.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Baca juga:Keliru, Purbaya Sebut Bakal Naikkan BBM Subsidi Jadi Rp16 RibuTidak Benar, Vaksin BCG dan DPT mengandung Virus Campak
Sebagai syarat untuk mengikuti, masyarakat diminta untuk melengkapi huruf pada kata “M_NT_R _ _G_M_” yang ditampilkan dalam video.
ADVERTISEMENT
“Silahkan lengkapi huruf di bawah menjadi benar, saya akan berikan bantuan untuk modal usaha kepada kalian," tulis narasi di keterangan unggahan.
Hingga Jumat (13/03/2026), video tersebut sudah ditonton hingga sekitar 45 ribu kali serta mendapatkan 300 tanda reaksi, 567 komentar, dan 33 kali dibagikan.
Baca juga:Hoaks Tautan Pendaftaran Bantuan Pertanian Kementan 2026
Lantas, benarkah Menag Nasaruddin memberikan bantuan dana lewat kuis?
ADVERTISEMENT
Video ini diunggah melalui akun @Mentri agama berbagi (arsip) pada Senin (09/03/2026). Dalam unggahan tersebut terlihat sosok Menteri Agama Nasaruddin Umar mengenakan setelan batik dan peci hitam. Video juga menampilkan sejumlah elemen visual seperti logo resmi Kementerian Agama, logo “Kemenag Berdampak”, serta logo “Pusaka”. Penggunaan elemen-elemen resmi tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa video tersebut merupakan konten resmi dari Kementerian Agama.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Periksa Fakta Menag Bagi-bagi Hadiah Kuis.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“Silahkan lengkapi huruf di bawah dengan benar. Saya akan transfer kepada kalian Rp40 juta sekarang juga. Saya akan memilih beberapa orang saja yang beruntung mendapatkan bantuan dari saya. Yang bilang hoaks itu karena belum dapat, ya,” ucap sosok Nasaruddin dalam video.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Baca juga:Keliru, Purbaya Sebut Bakal Naikkan BBM Subsidi Jadi Rp16 RibuTidak Benar, Vaksin BCG dan DPT mengandung Virus Campak
Sebagai syarat untuk mengikuti, masyarakat diminta untuk melengkapi huruf pada kata “M_NT_R _ _G_M_” yang ditampilkan dalam video.
ADVERTISEMENT
“Silahkan lengkapi huruf di bawah menjadi benar, saya akan berikan bantuan untuk modal usaha kepada kalian," tulis narasi di keterangan unggahan.
Hingga Jumat (13/03/2026), video tersebut sudah ditonton hingga sekitar 45 ribu kali serta mendapatkan 300 tanda reaksi, 567 komentar, dan 33 kali dibagikan.
Baca juga:Hoaks Tautan Pendaftaran Bantuan Pertanian Kementan 2026
Lantas, benarkah Menag Nasaruddin memberikan bantuan dana lewat kuis?
Hasil Cek Fakta
Kami menelusuri video yang beredar dengan mencermati setiap detail visual dan audio yang ditampilkan. Kami menonton video yang beredar secara saksama dan menyadari terdapat beberapa kejanggalan pada video tersebut, seperti gerak bibir yang tidak sepenuhnya selaras dengan suara, intonasi yang terdengar tidak alami, serta ekspresi wajah yang tampak kaku. Ciri-ciri tersebut kerap muncul pada video yang telah dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Baca juga:Salah, Video Gibran Bakal Bagikan Bantuan Rp40 Juta
Untuk memastikan dugaan tersebut, kami melakukan analisis menggunakan alat pendeteksi. Hasil analisis pendeteksi AI Hive Moderation menunjukkan bahwa pernyataan yang disampaikan atau audio yang ada di dalam video mempunyai kemungkinan sebesar 99,9 persen merupakan buatan AI. Sementara videonya mempunyai kemungkinan sebagai buatan AI sebesar 38,9 persen.
Temuan ini menunjukkan bahwa kemungkinan besar video yang beredar berasal dari rekaman asli, tetapi bagian audionya telah dimodifikasi atau diganti menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
Penelusuran dengan Google Lens menemukan video yang identik dengan video yang beredar. Video ini diunggah melalui akun Instagram resmi Kementerian Agama melalui @kemenag_ri pada 18 Februari 2026. Dalam video tersebut, sosok Nasaruddin menggunakan identik dan peci yang identik dengan video yang beredar. Latar tempat dan logo-logo yang digunakan juga serupa.
Namun, isi pernyataan dalam video asli berbeda. Dalam video yang diunggah akun resmi Kementerian Agama tersebut, Nasaruddin tidak menyampaikan kuis atau pembagian bantuan dana. Ia justru menyampaikan ucapan menyambut bulan Ramadan.
Baca juga:Hoaks Video Menteri Keuangan Purbaya Bagikan Bantuan Sosial
“Alhamdulillah, Ramadan kembali hadir menyapa sanubari kita,” ucap Nasaruddin dalam video tersebut.
Temuan ini menunjukkan bahwa video resmi tersebut telah diedit oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Bagian audio asli diganti dengan suara yang menyerupai Nasaruddin Umar menggunakan teknologi AI sehingga seolah-olah ia menawarkan bantuan dana melalui kuis.
Baca juga:Tidak Benar Prabowo Hapus Bantuan Sosial untuk Dialihkan ke MBG
Dengan membandingkan video yang beredar dengan video asli dari akun resmi Kementerian Agama, dapat disimpulkan bahwa narasi mengenai pembagian bantuan Rp40 juta melalui kuis tidak pernah disampaikan oleh Nasaruddin Umar.
Baca juga:Salah, Video Gibran Bakal Bagikan Bantuan Rp40 Juta
Untuk memastikan dugaan tersebut, kami melakukan analisis menggunakan alat pendeteksi. Hasil analisis pendeteksi AI Hive Moderation menunjukkan bahwa pernyataan yang disampaikan atau audio yang ada di dalam video mempunyai kemungkinan sebesar 99,9 persen merupakan buatan AI. Sementara videonya mempunyai kemungkinan sebagai buatan AI sebesar 38,9 persen.
Temuan ini menunjukkan bahwa kemungkinan besar video yang beredar berasal dari rekaman asli, tetapi bagian audionya telah dimodifikasi atau diganti menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
Penelusuran dengan Google Lens menemukan video yang identik dengan video yang beredar. Video ini diunggah melalui akun Instagram resmi Kementerian Agama melalui @kemenag_ri pada 18 Februari 2026. Dalam video tersebut, sosok Nasaruddin menggunakan identik dan peci yang identik dengan video yang beredar. Latar tempat dan logo-logo yang digunakan juga serupa.
Namun, isi pernyataan dalam video asli berbeda. Dalam video yang diunggah akun resmi Kementerian Agama tersebut, Nasaruddin tidak menyampaikan kuis atau pembagian bantuan dana. Ia justru menyampaikan ucapan menyambut bulan Ramadan.
Baca juga:Hoaks Video Menteri Keuangan Purbaya Bagikan Bantuan Sosial
“Alhamdulillah, Ramadan kembali hadir menyapa sanubari kita,” ucap Nasaruddin dalam video tersebut.
Temuan ini menunjukkan bahwa video resmi tersebut telah diedit oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Bagian audio asli diganti dengan suara yang menyerupai Nasaruddin Umar menggunakan teknologi AI sehingga seolah-olah ia menawarkan bantuan dana melalui kuis.
Baca juga:Tidak Benar Prabowo Hapus Bantuan Sosial untuk Dialihkan ke MBG
Dengan membandingkan video yang beredar dengan video asli dari akun resmi Kementerian Agama, dapat disimpulkan bahwa narasi mengenai pembagian bantuan Rp40 juta melalui kuis tidak pernah disampaikan oleh Nasaruddin Umar.
Kesimpulan
Klaim yang menyebut Menteri Agama Nasaruddin Umar membagikan bantuan dana sebesar Rp40 juta melalui kuis melengkapi kata adalah tidak benar. Konten tersebut masuk dalam kategori Altered Video atau video yang telah dimanipulasi.
Faktanya, video asli yang diunggah akun Instagram resmi Kementerian Agama pada 18 Februari 2026 merupakan ucapan menyambut bulan Ramadan dari Nasaruddin Umar, bukan pernyataan mengenai pembagian bantuan dana melalui kuis. Audio dalam video yang beredar juga terindikasi kuat merupakan hasil manipulasi teknologi kecerdasan buatan (AI).
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Faktanya, video asli yang diunggah akun Instagram resmi Kementerian Agama pada 18 Februari 2026 merupakan ucapan menyambut bulan Ramadan dari Nasaruddin Umar, bukan pernyataan mengenai pembagian bantuan dana melalui kuis. Audio dalam video yang beredar juga terindikasi kuat merupakan hasil manipulasi teknologi kecerdasan buatan (AI).
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1675321683887383
- https://archive.today/uLrib
- https://tirto.id/keliru-purbaya-sebut-bakal-naikkan-bbm-subsidi-jadi-rp16-ribu-hs56
- https://tirto.id/tidak-benar-vaksin-bcg-dan-dpt-mengandung-virus-campak-hs6f
- https://tirto.id/hoaks-tautan-pendaftaran-bantuan-pertanian-kementan-2026-hrxs
- https://tirto.id/salah-video-gibran-bakal-bagikan-bantuan-rp40-juta-hs5D
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection-demo
- https://www.instagram.com/reel/DU5MMM5CSS1/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=NTc4MTIwNjQ2YQ==
- https://tirto.id/hoaks-video-menteri-keuangan-purbaya-bagikan-bantuan-sosial-hp3J
- https://tirto.id/tidak-benar-prabowo-hapus-bantuan-sosial-untuk-dialihkan-ke-mbg-hs5z
Halaman: 196/7791






