• (GFD-2026-34351) Cek Fakta: Hoaks Pendaftaran KUR Bank BRI Melalui Medsos

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/05/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan pendaftaran KUR Bank BRI melalui media sosial. Postingan tersebut beredar sejak tengah pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 14 Mei 2026.
    Berikut isi postingannya:
    "KUR BRI - MODAL USAHA 2026.*
    Kini Telah Di Buka Dana KUR BRI 2026
    Bagi Nasabah yang mau Mengajukan Pinjaman kini lebih Mudah tanpa Harus ke Bank, Lebih efisien dan Proses Pencairan Lebih Cepat.
    🎗️. *PERSYARATAN* :
    👉 KIRIM FOTO KTP
    👉 KIRIM FOTO KK ( KARTU KELUARGA )
    👉 KIRIM FOTO BUKU TABUNGAN
    ✅. *Dengan dirumah saja bisa mendapatkan pinjaman online dari  ( UMKM-KUR BRI 2026 ), Hanya 10-30 menit pinjaman cair ke rekening nasabah."
    Postingan tersebut juga disertai dengan arahan untuk menghubungi nomor tertentu.
    Lalu benarkah postingan pendaftaran KUR Bank BRI melalui media sosial?
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan bantahan dari Bank BRI. Bank BRI menyebutkan pendaftaran KUR via media sosial tersebut merupakan informasi yang tidak benar.
    Hal ini disampaikan Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya dalam artikel Liputan6.com berjudul "BRI Ingatkan Masyarakat Waspada Penipuan Berkedok KUR, Jangan Bagikan Data Pribadi" yang tayang pada 7 Mei 2026.
    "Seluruh proses pengajuan KUR BRI dapat diakses masyarakat melalui Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, BRI Unit, Teras BRI serta BRILink Agen atau menghubungi tenaga pemasar BRI di seluruh Indonesia, dan tidak dipungut biaya apa pun di awal," ujar Akhmad.
    "Kami meminta masyarakat agar tidak mengakses atau mengklik tautan yang tidak resmi. Perseroan juga menegaskan tidak pernah meminta data rahasia nasabah, seperti PIN, kata sandi, maupun kode OTP dalam situasi apa pun. Setiap permintaan atas data tersebut dapat dipastikan sebagai indikasi penipuan," katanya menambahkan.
    Akhmad menambahkan, BRI secara konsisten terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai literasi keuangan dan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan digital.
    "BRI juga aktif berkoordinasi dengan otoritas dan pihak terkait dalam rangka menindaklanjuti modus penipuan yang menyalahgunakan nama perusahaan," ucapnya mengakhiri.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan pendaftaran KUR Bank BRI melalui media sosial adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34333) Cek Fakta: Tidak Benar Link Bantuan Pertamina Kupon Subsidi E-Voucher BBM Gratis 50 Liter

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/05/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link bantuan Pertamina kupon subsidi e-voucher BBM gratis 50 liter, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 10 Mei 2026.
    Klaim link bantuan Pertamina kupon subsidi e-voucher BBM gratis 50 liter berupa tulisan sebagai berikut.
    "Melalui Pemerintahan Kementerian BUMN, Pertamina Menyalurkan Bantuan Kupon Subsidi Untuk Seluruh Masyarakat Indonesia Demi Menunjang Agar Energi Tetap Terjangakau & Tepat Sasaran.
    Daftar & Dapatkan E-Voucher BBM Gratis 50 Liter Untuk Masyarakat Umum Dengan Cara Klik Link Dibawah :https://voucher.pertamina.biz.id/
    Note : E-Voucher Dapat Ditukarkan Di Pertamina Terdekat Daerah Anda."
    Unggahan tersebut mengarahkan penerima informasi untuk mengakses link berikut untuk mendaftar.
    "https://voucher.pertamina.biz.id/?fbclid=IwY2xjawRxOdNleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFITDNDQnVSRDhXSDZPNjA1c3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHuq2Z08-ZYp7LRiCgqOZgsMbqVN9xuOOoUsVDPV0P0DmjsyaVXKadSOe-5qk_aem_dtxUhQMsFE0oXStV_oNUGA"
    Benarkah klaim link bantuan Pertamina kupon subsidi e-voucher BBM gratis 50 liter? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link bantuan Pertamina kupon subsidi e-voucher BBM gratis 50 liter, dengan menghubungi pihak PT Pertamina (Persero).
    Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, Pertamina tidak menyelenggarakan program bantuan kupon subsidi e-voucher BBM gratis 50 liter.
    "Pertamina tidak melaksanakan program seperti di atas (program bantuan kupon subsidi e-voucher BBM gratis 50 liter)," kata Baron saat berbincang dengan Liputan6.com, Jumat (14/5/2026).
    Menurut Baron, Pertamina selalu mengumumkan progam perusahaan lewat saluran komunikasi resminya, baik sosial media dan situs resmi.
    "Dapat kami sampaikan bahwa program-program yang dilaksanakan Pertamina diberitahukan melalui website atau account resmi Perusahaan," tuturnya.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com klaim link bantuan Pertamina kupon subsidi e-voucher BBM gratis 50 liter tidak benar.
    Pertamina tidak melaksanakan program bantuan kupon subsidi e-voucher BBM gratis 50 liter.
  • (GFD-2026-34304) [SALAH] AS Resmi Dikeluarkan dari NATO

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 13/05/2026

    Berita

    Beredar unggahan [arsip] dari akun YouTube “KajianOnline” pada Selasa (5/5/2026) berisi narasi:

    “AMERIKA RESMI DITENDANG KELUAR DARI NATO‼️TRUMP MURKA TARIK PASUKAN DARI EROPA! AS RESMI MUSUH DUNIA”

    Hingga Rabu (13/5/2026) unggahan ini telah mendapatkan 583 tanda suka, menuai 155 komentar, dan ditonton ulang lebih dari 23 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) terlebih dahulu menyimak video berdurasi 15 menit 7 detik tersebut dari awal hingga akhir. Secara keseluruhan video tersebut membahas tentang adanya ketegangan di dalam internal NATO yang disebabkan oleh beberapa aksi Amerika Serikat. Namun, hingga akhir video tidak dijelaskan bahwa benar AS telah dikeluarkan dari NATO.

    Penelusuran dilanjutkan ke pencarian Google dengan memasukkan kata kunci “ketegangan AS dan NATO”. Hasilnya memang benar sedang terjadi ketegangan di dalam NATO yang diakibatkan beberapa tindakan AS. Hal tersebut diberitakan oleh beberapa media, di antaranya:

    • Pemberitaan sg-berjangka.com “Ketegangan AS dan NATO: Perancis dan Inggris Menanggapi Desakan Trump” terbit Jumat (1/5/2026), membahas tentang ketidakpuasan Trump dengan negara-negara sekutunya di NATO karena menganggap mereka terlalu bergantung pada AS.

    • Pemberitaan cnbcindonesia.com “Perang Iran Picu Retakan Besar, Ramai-Ramai Sekutu Menjauh dari AS” yang terbit Senin (11/5/2026), membahas tentang NATO yang tidak mau menunjukan dukungan atas tindakan AS menyerang Iran.

    • Pemberitaan beritasatu.com “Hubungan AS-Jerman Memanas, Soliditas NATO Terancam Imbas Konflik Iran” terbit Kamis (7/5/2026), membahas tentang hubungan AS dengan Jerman yang memanas usai Kanselir Jerman, Friedrich Merz, mengkritik strategi Trump yang tidak jelas selama konflik dengan Iran.

    Meski demikian, jika dilansir dari situs resmi NATO, diketahui bahwa Amerika Serikat masih terdaftar sebagai bagian dari anggota NATO. Selain itu, dalam situs resmi tersebut juga tidak ditemukan adanya pernyataan resmi bahwa AS telah dikeluarkan oleh NATO.

    Kesimpulan

    Faktanya Amerika Serikat masih terdaftar sebagai bagian dari NATO, tidak ada pemberitaan kredibel tentang pengeluaran AS dari NATO. Jadi unggahan berisi klaim “AS resmi dikeluarkan dari NATO” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-34305) [SALAH] Hasil Rapat Terbatas Menyatakan Indonesia Masuk Kondisi Darurat Siaga 1

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 13/05/2026

    Berita

    Beredar unggahan [arsip] dari akun YouTube “KajianOnline” pada Rabu (6/5/2026) berisi narasi:

    “MALAM INI PRESIDEN PRABOWO NYATAKAN KONDISI DARURAT‼️ PRESIDEN KUMPULAN MENHAN & SEMUA JENDERAL TNI!”

    Hingga Rabu (13/5/2026) unggahan ini telah mendapatkan 301 tanda suka, menuai 102 komentar, dan ditonton ulang lebih dari 10 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) terlebih dahulu menyimak video berdurasi 11 menit 39 detik tersebut dari awal hingga akhir. Video membahas tentang rapat terbatas yang digelar Prabowo di Hambalang pada Sabtu (2/5/2026). Setelah disimak, pernyataan bahwa Indonesia masuk kondisi darurat hanya lah asumsi yang dilontarkan si pembuat video saja. 

    Dilansir dari akun Instagram resmi  Setkab “sekretariat.kabinet”, ​menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membahas secara mendalam perkembangan berbagai isu strategis nasional guna memastikan arah kebijakan pemerintah.

    Beberapa poin utama yang dibahas meliputi penyampaian aspirasi dari serikat pekerja seluruh daerah di tanah air, dan terkait pendidikan meliputi pemanfaatan peran perguruan tinggi di tanah air untuk turut serta langsung membangun daerahnya terutama melalui pemanfaatan fakultas teknik di perguruan tinggi tersebut. 

    Setkab tidak menjelaskan bahwa hasil rapat tersebut menyatakan bahwa Indonesia memasuki kondisi darurat apa pun.

    Kesimpulan

    Faktanya rapat terbatas di Hambalang pada Sabtu (2/5/2026) tidak menyatakan bahwa Indonesia memasuki kondisi darurat. Pertemuan hanya membahas secara mendalam perkembangan berbagai isu strategis nasional guna memastikan arah kebijakan pemerintah. Jadi, unggahan berisi klaim “hasil rapat terbatas menyatakan Indonesia masuk kondisi darurat siaga 1” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan