SEBUAH akun di Facebook [arsip] mengunggah konten berisi klaim, Paus Leo XIV mengirim jawaban atas surat terbuka yang dikirimkan oleh Presiden Burkina Faso, Ibrahim Traore. Paus Leo diklaim menyampaikan pengakuan atas keterlibatan Gereja Katolik dalam kolonialisme di Afrika dan berjanji untuk memperbaiki hubungan dengan benua tersebut.
Sebelumnya, akun tersebut menulis, Ibrahim Traore mengirimkan surat terbuka kepada Paus Leo XIV yang baru menggantikan Paus Fransiskus yang wafat. Isi surat Traore diunggah akun Facebook lainnya, untuk meminta dukungan bagi kemerdekaan Burkina Faso dari penindasan negara barat.
Benarkah Paus Leo XIV membalas surat Presiden Burkina Faso, Ibrahim Traore?
(GFD-2025-27159) Keliru: Paus Leo XIV Balas Surat Terbuka Presiden Burkina Faso, Ibrahim Traore
Sumber:Tanggal publish: 27/05/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi video melalui pemberitaan media dan situs-situs kredibel. Hasilnya, tidak ditemukan bukti bahwa surat tersebut benar-benar berasal dari Paus Leo XIV.
Vaticannews.va pada 21 Mei 2025 membantah Paus Leo mengirimkan surat balasan kepada Presiden Burkina Faso, Ibrahim Traore. Konten itu menyebar, awalnya berasal dari video 36 menit yang diunggah ke YouTube oleh akun Pan African Dreams. Padahal video aslinya diambil saat Paus Leo XIV beraudiensi dengan para jurnalis pada Senin, 12 Mei 2025.
Video itu kemudian direkayasa dengan teknik “morphing”, yakni mengubah klip sehingga gerakan bibir terlihat sesuai dengan kata-kata atau audio yang dihasilkan oleh generator kecerdasan buatan. Setelah direkayasa, video hasil sintetis AI diberi judul: Paus Leo XIV menanggapi Kapten Ibrahim Traoré - Pesan Kebenaran, Keadilan & Rekonsiliasi.
Pidato Paus Leo palsu tersebut, terdengar memuji Ibrahim Traoré, Presiden Burkina Faso, yang berkuasa melalui kudeta tahun 2022. Pemimpin revolusioner Afrika yang didukung Rusia tersebut, memanfaatkan sentimen anti-Barat untuk tampil sebagai tokoh Mesias bagi kaum muda yang tidak puas.
Dalam video tersebut Paus Leo seolah menyatakan:
"Saya telah membaca kata-kata Anda bukan hanya sekali, tetapi berkali-kali. Dan setiap bacaan lebih mendalam daripada yang terakhir, karena dalam suara Anda, saya telah mendengar bukan hanya kemarahan seorang presiden, tetapi juga seruan yang benar dari sebuah benua yang telah lama terluka oleh dua bilah pengabaian dan eksploitasi."
Seluruh materi pidato, amanat, dan teks Paus Leo XIV dapat diakses oleh publik secara lengkap di Vatican.va.
Organisasi pemeriksa fakta berbahasa Portugis, Boatos.org, menjelaskan, tidak pernah ada bukti Presiden Burkina Faso, Ibrahim Traore mengirimkan surat ke Paus Leo XIV.
Tentang Ibrahima Traore
Dikutip dari situs The Telegraph, Ibrahim Traore merupakan pemimpin termuda di benua Afrika setelah kudeta militer tahun 2022 membawanya ke tampuk kekuasaan di Burkina Faso. Ia dipandang oleh banyak pemuda yang kecewa, sebagai sosok mesias yang mengikuti jejak para revolusioner Afrika.
Pesannya tentang kemandirian dan kemerdekaan dari Barat, khususnya dari Prancis, bekas penguasa kolonial, telah mendapat sambutan dari kaum muda yang frustasi di seluruh Afrika yang mencari penyelamat politik.
Beberapa bahkan menganggapnya sebagai reinkarnasi Thomas Sankara, seorang Marxis Burkinabe dan revolusioner pan-Afrika yang memerintah selama empat tahun pada 1980-an.
Namun para analis dan diplomat mengatakan, reputasinya yang berkembang berakar pada kekecewaan yang tulus terhadap kepemimpinan Afrika dan keinginannya untuk hubungan yang lebih setara dengan Barat. Reputasi tersebut juga diduga sedang ditingkatkan dan dipoles oleh kampanye disinformasi Rusia.
BBC melansir bahwa sejak akhir April, ratusan video hasil kecerdasan buatan yang menggambarkan Tn. Traoré sebagai pahlawan pan-Afrika, banyak diantaranya berisi informasi palsu yang telah membanjiri platform media sosial di seluruh Afrika sub-Sahara.
Tren ini memiliki jangkauan yang luas, dengan pengguna media sosial di X, Facebook, Instagram, TikTok, WhatsApp, dan YouTube dari negara-negara termasuk Nigeria, Ghana, dan Kenya, memuji Tn. Traoré sebagai contoh bagi para pemimpin Afrika lainnya. Beberapa influencer menyebut diri mereka sebagai “pan-Afrikanis” dan mengandalkan kekecewaan terhadap pemerintah daerah.
Rentetan propaganda ditujukan untuk membangunnya sebagai ikon anti-Barat dan mengalihkan perhatian dari situasi keamanan Burkina Faso yang buruk, yang tidak dapat diperbaiki oleh Tn. Traore maupun pendukungnya dari Rusia.
Traore mengambil alih kekuasaan setelah kudeta tahun 2022 yang memanfaatkan kemarahan rakyat atas kegagalan menangani pemberontakan Islam berdarah.
Juntanya dengan cepat berubah haluan untuk mengusir pasukan Prancis dan merangkul Rusia, bersama Mali dan kemudian Niger, menciptakan wilayah pemerintahan militer pro-Kremlin di Sahel.
Vaticannews.va pada 21 Mei 2025 membantah Paus Leo mengirimkan surat balasan kepada Presiden Burkina Faso, Ibrahim Traore. Konten itu menyebar, awalnya berasal dari video 36 menit yang diunggah ke YouTube oleh akun Pan African Dreams. Padahal video aslinya diambil saat Paus Leo XIV beraudiensi dengan para jurnalis pada Senin, 12 Mei 2025.
Video itu kemudian direkayasa dengan teknik “morphing”, yakni mengubah klip sehingga gerakan bibir terlihat sesuai dengan kata-kata atau audio yang dihasilkan oleh generator kecerdasan buatan. Setelah direkayasa, video hasil sintetis AI diberi judul: Paus Leo XIV menanggapi Kapten Ibrahim Traoré - Pesan Kebenaran, Keadilan & Rekonsiliasi.
Pidato Paus Leo palsu tersebut, terdengar memuji Ibrahim Traoré, Presiden Burkina Faso, yang berkuasa melalui kudeta tahun 2022. Pemimpin revolusioner Afrika yang didukung Rusia tersebut, memanfaatkan sentimen anti-Barat untuk tampil sebagai tokoh Mesias bagi kaum muda yang tidak puas.
Dalam video tersebut Paus Leo seolah menyatakan:
"Saya telah membaca kata-kata Anda bukan hanya sekali, tetapi berkali-kali. Dan setiap bacaan lebih mendalam daripada yang terakhir, karena dalam suara Anda, saya telah mendengar bukan hanya kemarahan seorang presiden, tetapi juga seruan yang benar dari sebuah benua yang telah lama terluka oleh dua bilah pengabaian dan eksploitasi."
Seluruh materi pidato, amanat, dan teks Paus Leo XIV dapat diakses oleh publik secara lengkap di Vatican.va.
Organisasi pemeriksa fakta berbahasa Portugis, Boatos.org, menjelaskan, tidak pernah ada bukti Presiden Burkina Faso, Ibrahim Traore mengirimkan surat ke Paus Leo XIV.
Tentang Ibrahima Traore
Dikutip dari situs The Telegraph, Ibrahim Traore merupakan pemimpin termuda di benua Afrika setelah kudeta militer tahun 2022 membawanya ke tampuk kekuasaan di Burkina Faso. Ia dipandang oleh banyak pemuda yang kecewa, sebagai sosok mesias yang mengikuti jejak para revolusioner Afrika.
Pesannya tentang kemandirian dan kemerdekaan dari Barat, khususnya dari Prancis, bekas penguasa kolonial, telah mendapat sambutan dari kaum muda yang frustasi di seluruh Afrika yang mencari penyelamat politik.
Beberapa bahkan menganggapnya sebagai reinkarnasi Thomas Sankara, seorang Marxis Burkinabe dan revolusioner pan-Afrika yang memerintah selama empat tahun pada 1980-an.
Namun para analis dan diplomat mengatakan, reputasinya yang berkembang berakar pada kekecewaan yang tulus terhadap kepemimpinan Afrika dan keinginannya untuk hubungan yang lebih setara dengan Barat. Reputasi tersebut juga diduga sedang ditingkatkan dan dipoles oleh kampanye disinformasi Rusia.
BBC melansir bahwa sejak akhir April, ratusan video hasil kecerdasan buatan yang menggambarkan Tn. Traoré sebagai pahlawan pan-Afrika, banyak diantaranya berisi informasi palsu yang telah membanjiri platform media sosial di seluruh Afrika sub-Sahara.
Tren ini memiliki jangkauan yang luas, dengan pengguna media sosial di X, Facebook, Instagram, TikTok, WhatsApp, dan YouTube dari negara-negara termasuk Nigeria, Ghana, dan Kenya, memuji Tn. Traoré sebagai contoh bagi para pemimpin Afrika lainnya. Beberapa influencer menyebut diri mereka sebagai “pan-Afrikanis” dan mengandalkan kekecewaan terhadap pemerintah daerah.
Rentetan propaganda ditujukan untuk membangunnya sebagai ikon anti-Barat dan mengalihkan perhatian dari situasi keamanan Burkina Faso yang buruk, yang tidak dapat diperbaiki oleh Tn. Traore maupun pendukungnya dari Rusia.
Traore mengambil alih kekuasaan setelah kudeta tahun 2022 yang memanfaatkan kemarahan rakyat atas kegagalan menangani pemberontakan Islam berdarah.
Juntanya dengan cepat berubah haluan untuk mengusir pasukan Prancis dan merangkul Rusia, bersama Mali dan kemudian Niger, menciptakan wilayah pemerintahan militer pro-Kremlin di Sahel.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa Presiden Ibrahima Traore bersurat ke Paus Leo XIV, dan Paus membalasnya adalah keliru.
Rujukan
- https://www.facebook.com/soleman.itlay.1/posts/pfbid0etmKA81n9n3kyathrnTtj2iTS6HD1GQjJhkxXR5DXZKvByWonRsgGj2KZWCpCoQ1l
- https://perma.cc/27TZ-F9NH
- https://www.facebook.com/groups/268480631441559/posts/1217100553246224/
- https://www.vaticannews.va/en/world/news/2025-05/pope-leo-xiv-burkina-faso-fake-video-message.html?utm_source=chatgpt.com
- https://www-thecatholicherald-com.translate.goog/speech-by-pope-leo-praising-revolutionary-african-leader-is-ai-fake/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sc
- https://www.vatican.va/content/vatican/en.html
- https://www.boatos.org/english/did-ibrahim-traore-send-a-letter-to-pope-leo-xiv-about-africa-and-get-a-reply.html#google_vignette
- https://www-telegraph-co-uk.translate.goog/world-news/2025/05/18/ibrahim-traore-russia-backed-revolutionary-burkina-faso/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sc
- https://www-telegraph-co-uk.translate.goog/world-news/2022/10/01/burkina-fasos-president-ousted-second-coup-detat-year/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sc
- https://www-telegraph-co-uk.translate.goog/world-news/2021/06/26/jihadists-ramp-attacks-sahel-war-macron-retreats-frances-afghanistan/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sc
- https://www-telegraph-co-uk.translate.goog/news/worldnews/africaandindianocean/burkinafaso/12062772/Former-dictator-of-Burkina-Faso-charged-with-murder-of-leader-dubbed-African-Che-Guevara.html?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sc
- https://www-telegraph-co-uk.translate.goog/world-news/2022/07/30/putin-offers-soothing-message-african-leaders-who-fear-having/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sc
- https://www-bbc-com.translate.goog/afrique/articles/c3rpw8n0zvxo?_x_tr_sl=fr&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sc
- https://www-telegraph-co-uk.translate.goog/world-news/2024/08/27/al-qaeda-linked-militants-massacre-in-burkina-faso/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sc
- https://www-telegraph-co-uk.translate.goog/n
(GFD-2025-27160) Menyesatkan: Masjid Nurul Huda di Lahore, Pakistan, Diserang Rudal India
Sumber:Tanggal publish: 27/05/2025
Berita
SEBUAH video beredar di Facebook [arsip] memuat klaim tentang masjid Nurul Huda di Kota Lahore, Provinsi Punjab, Pakistan, yang diserang rudal India.
Video itu memperlihatkan masjid yang terbakar, orang-orang yang berlarian, serta jet tempur yang terbang di atasnya. Dalam teks video menyebutkan, rudal tersebut terdeteksi berasal dari Rajasthan, India, untuk menargetkan para teroris.
Benarkah video yang menampilkan Masjid Nurul Huda di Lahore yang hancur karena rudal India asli?
Video itu memperlihatkan masjid yang terbakar, orang-orang yang berlarian, serta jet tempur yang terbang di atasnya. Dalam teks video menyebutkan, rudal tersebut terdeteksi berasal dari Rajasthan, India, untuk menargetkan para teroris.
Benarkah video yang menampilkan Masjid Nurul Huda di Lahore yang hancur karena rudal India asli?
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi konten tersebut melalui pemberitaan dari media kredibel, serta menggunakan aplikasi pendeteksi konten kecerdasan buatan atau AI. Tempo juga bekerja sama dengan jurnalis senior di organisasi cek fakta Pakistan, Soch Fact Check, Haseem uz Zaman.
Hasilnya, meski ada empat masjid di Pakistan yang terdampak konflik India dan Pakistan, tetapi tak ada masjid bernama Nurul Huda yang terdampak serangan militer India. Konten yang memperlihatkan masjid dibakar tersebut, hasil buatan menggunakan kecerdasan buatan.
Haseem mengatakan, tiga masjid di Lahore memiliki nama mirip Nurul Huda, termasuk yang terdaftar di Google Maps. Namun, menurut dia, tiga masjid tersebut tidak terdampak serangan dari India pada 7 Mei lalu.
Selain itu, konten itu juga berisi gambar-gambar yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan. Tempo memotong bagian video yang memperlihatkan kebakaran pada masjid. Setelah dianalisis dengan alat deteksi AI or Not, 94 persen kemungkinan gambar tersebut dihasilkan dengan kecerdasan buatan.
Pengunggah akun juga memberikan keterangan, konten dari kecerdasan buatan itu hanya digunakan sebagai ilustrasi.
Selanjutnya, Tempo menelusuri gambar empat masjid di Pakistan yang terdampak serangan India. Tempo memperlihatkan perbandingan gambar masjid sebelum dan setelah konflik.
Serangan tanggal 7 Mei itu dilaporkan menyasar sebuah blok atau kompleks administrasi pemerintah di Kota Muridke, Provinsi Punjab, Pakistan. Masjid Ummul Qura berdiri di kompleks tersebut.
Gambar di atas menampilkan perbandingan antara kondisi masjid sebelum konflik, sebagaimana publikasi Getty Images tahun 2008. Sedangkan gambar bagian kanan, memperlihatkan kondisi masjid setelah serangan, sebagaimana media asal Inggris, Sky News.
Foto Al Jazeera terkait kerusakan gedung administrasi pemerintahan di kompleks tersebut, juga menampakkan sedikit sudut masjid. Hal ini membuktikan kedua bangunan tersebut berdekatan.
Gambar bangunan berdinding merah yang hancur dan beredar di internet, salah satunya di berita Al Jazeera, sesungguhnya juga merupakan Masjid Ummul Qura atau Ummul Quro. Dinding merah itu merupakan sisi samping dari bangunan tersebut.
Masjid Bilal berada di Kota Muzaffarabad, bagian wilayah Kashmir yang dikendalikan Pakistan. Tampilan masjid sebelum terkena serangan tidak ditemukan di internet. Namun gambarnya setelah diserang, menjadi viral di media seperti dipublikasikan oleh Tribune.com.pk, BBC, dan Google Maps.
Jamia Masjid Subhan Allah di Kota Bahawalpur, Provinsi Punjab, sebelumnya memiliki bangunan utama yang cukup megah dengan lima kubah di atasnya sebagaimana di Google Maps. Foto dari Reuters memperlihatkan kondisinya yang rusak setelah diserang militer India.
Masjid Abbas yang berada di Kota Kotli, bagian wilayah Kashmir yang dikendalikan Pakistan, juga dibom yang gambar kerusakan bangunannya diunggah Pakobserver.net. Namun, tidak ditemukan foto masjid tersebut sebelum diserang.
Hasilnya, meski ada empat masjid di Pakistan yang terdampak konflik India dan Pakistan, tetapi tak ada masjid bernama Nurul Huda yang terdampak serangan militer India. Konten yang memperlihatkan masjid dibakar tersebut, hasil buatan menggunakan kecerdasan buatan.
Haseem mengatakan, tiga masjid di Lahore memiliki nama mirip Nurul Huda, termasuk yang terdaftar di Google Maps. Namun, menurut dia, tiga masjid tersebut tidak terdampak serangan dari India pada 7 Mei lalu.
Selain itu, konten itu juga berisi gambar-gambar yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan. Tempo memotong bagian video yang memperlihatkan kebakaran pada masjid. Setelah dianalisis dengan alat deteksi AI or Not, 94 persen kemungkinan gambar tersebut dihasilkan dengan kecerdasan buatan.
Pengunggah akun juga memberikan keterangan, konten dari kecerdasan buatan itu hanya digunakan sebagai ilustrasi.
Selanjutnya, Tempo menelusuri gambar empat masjid di Pakistan yang terdampak serangan India. Tempo memperlihatkan perbandingan gambar masjid sebelum dan setelah konflik.
Serangan tanggal 7 Mei itu dilaporkan menyasar sebuah blok atau kompleks administrasi pemerintah di Kota Muridke, Provinsi Punjab, Pakistan. Masjid Ummul Qura berdiri di kompleks tersebut.
Gambar di atas menampilkan perbandingan antara kondisi masjid sebelum konflik, sebagaimana publikasi Getty Images tahun 2008. Sedangkan gambar bagian kanan, memperlihatkan kondisi masjid setelah serangan, sebagaimana media asal Inggris, Sky News.
Foto Al Jazeera terkait kerusakan gedung administrasi pemerintahan di kompleks tersebut, juga menampakkan sedikit sudut masjid. Hal ini membuktikan kedua bangunan tersebut berdekatan.
Gambar bangunan berdinding merah yang hancur dan beredar di internet, salah satunya di berita Al Jazeera, sesungguhnya juga merupakan Masjid Ummul Qura atau Ummul Quro. Dinding merah itu merupakan sisi samping dari bangunan tersebut.
Masjid Bilal berada di Kota Muzaffarabad, bagian wilayah Kashmir yang dikendalikan Pakistan. Tampilan masjid sebelum terkena serangan tidak ditemukan di internet. Namun gambarnya setelah diserang, menjadi viral di media seperti dipublikasikan oleh Tribune.com.pk, BBC, dan Google Maps.
Jamia Masjid Subhan Allah di Kota Bahawalpur, Provinsi Punjab, sebelumnya memiliki bangunan utama yang cukup megah dengan lima kubah di atasnya sebagaimana di Google Maps. Foto dari Reuters memperlihatkan kondisinya yang rusak setelah diserang militer India.
Masjid Abbas yang berada di Kota Kotli, bagian wilayah Kashmir yang dikendalikan Pakistan, juga dibom yang gambar kerusakan bangunannya diunggah Pakobserver.net. Namun, tidak ditemukan foto masjid tersebut sebelum diserang.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar memperlihatkan Masjid Nurul Huda di Kota Lahore, Pakistan, yang disasar rudal India adalah klaim menyesatkan.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1387506625868144
- https://web.archive.org/web/20250521230345/
- https://www.facebook.com/reel/1387506625868144?_rdc=1&_rdr
- https://www.google.com/maps/search/majid+huda+lahore/@31.5412699,74.247305,11z?entry=ttu&g_ep=EgoyMDI1MDUyMS4wIKXMDSoASAFQAw%3D%3D
- http://aiornot.com
- https://www.gettyimages.dk/detail/news-photo/pakistan-punjab-lahore-members-of-the-islamist-brigade-news-photo/548178413
- https://news.sky.com/video/aftermath-of-indian-missile-attack-on-mosque-in-pakistan-13364778
- https://www.aljazeera.com/features/2025/5/8/inside-muridke-did-india-hit-a-terror-base-or-a-mosque
- https://www.aljazeera.com/news/2025/5/7/operation-sindoor-whats-the-significance-of-indias-pakistan-targets
- https://tribune.com.pk/story/2544560/in-pictures-india-launches-strikes-on-six-pakistani-sites
- https://www.bbc.com/news/articles/cj6868pdpw4o
- https://www.google.com/maps/place/Hazrat+Bilal+Masjid+%D9%85%D8%B3%D8%AC%D8%AF+%D8%AD%D8%B6%D8%B1%D8%AA+%D8%B3%DB%8C%D8%AF%D9%86%D8%A7+%D8%A8%D9%84%D8%A7%D9%84+%D8%AD%D8%A8%D8%B4%DB%8C+%D8%B1%D8%B6%DB%8C+%D8%A7%D9%84%D9%84%DB%81+%D8%B9%D9%86%DB%81%E2%80%AD/@34.3858985,73.4570125,3a,95y,90t/data=!3m8!1e2!3m6!1sCIHM0ogKEKzl9c-VreigygE!2e10!3e12!6s
- https:%2F%2Flh3.googleusercontent.com%2Fgps-cs-s%2FAC9h4noR2DQBAlOgd2D_7BSg7eKqYOq34zXdqFDPaLQysNjAiZzNG5MlGHehMiZ5i7_mfoC5bLXTcbg48iYxRQYbHD9aQk0BdJ_zDgpv-QBZLDmQAJe92qKOF98r4rZ-V0BqLwbEUZMoew%3Dw203-h135-k-no!7i800!8i533!4m13!1m2!2m1!1smasjid+bilal+Muzaffarabad!3m9!1s0x38de2121fb03524b:0x22f0af16d714cc55!8m2!3d34.385873!4d73.4569146!10e5!14m1!1BCgIgAQ!15sChltYXNqaWQgYmlsYWwgTXV6YWZmYXJhYmFkkgEGbW9zcXVlqgFUEAEqECIMbWFzamlkIGJpbGFsKAAyHxABIhsVZ0txd0op6iBFFGfbHld7I0ef-QVngz4xEN0yHRACIhltYXNqaWQgYmlsYWwgbXV6YWZmYXJhYmFk4AEA!16s%2Fg%2F11qp0mpc1x?entry=ttu&g_ep=EgoyMDI1MDUyMS4wIKXMDSoASAFQAw%3D%3D
- https://www.google.com/maps/place/Jamia+Masjid+Subhan+Allah/@29.37349,71.6181595,17z/data=!4m17!1m10!3m9!1s0x393b97a9be30f55d:0xa0dd6a352f9ac2f0!2sJamia+Masjid+Subhan+Allah!8m2!3d29.37349!4d71.6181595!10e5!14m1!1BCgIgAQ!16s%2F
(GFD-2025-27163) Hoaks! Bill Gates sebut vaksin untuk kurangi populasi manusia
Sumber:Tanggal publish: 27/05/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan Facebook yang diposting pada 18 Mei 2025 mengklaim bahwa Bill Gates memiliki agenda tersembunyi untuk mengurangi populasi manusia (depopulasi) melalui program vaksinasi.
Dalam unggahan itu, terlihat seorang perempuan memegang koran yang memuat artikel berjudul “Depopulation Through Forced Vaccination” yang diklaim ditulis oleh Bill Gates.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Tujuan utama bill Gates adalah depopulasi umat manusia”
Namun, benarkah pernyataan Bill Gates nyatakan vaksin sebagai upaya mengurangi populasi manusia?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dalam unggahan itu, terlihat seorang perempuan memegang koran yang memuat artikel berjudul “Depopulation Through Forced Vaccination” yang diklaim ditulis oleh Bill Gates.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Tujuan utama bill Gates adalah depopulasi umat manusia”
Namun, benarkah pernyataan Bill Gates nyatakan vaksin sebagai upaya mengurangi populasi manusia?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran ANTARA, pernyataan tersebut tidak benar atau merupakan disinformasi. Artikel dalam koran The Sovereign Independent edisi Juni 2011 yang ditampilkan dalam unggahan tersebut bukan ditulis oleh Bill Gates, melainkan oleh seorang penulis bernama Rachel Windeer.
Artikel itu salah mengutip pernyataan Gates dalam pidato TED Talk tahun 2010 yang berjudul “Innovating to Zero!”, yang transkripnya dapat dilihat di sini
Dalam pidatonya, Gates membahas bagaimana peningkatan akses pada layanan kesehatan, termasuk vaksinasi, dapat membantu memperlambat laju pertumbuhan populasi melalui peningkatan kesejahteraan dan perencanaan keluarga yang lebih baik, bukan untuk mengurangi jumlah penduduk yang sudah ada. Tujuannya adalah mengurangi emisi karbon demi mitigasi perubahan iklim, bukan mengurangi jumlah manusia secara paksa.
Dilansir dari AFP, media The Sovereign Independent diketahui memiliki rekam jejak menyebarkan klaim palsu seputar vaksin, termasuk pernyataan yang tidak didukung bukti ilmiah seperti bahwa vaksin “tidak pernah terbukti aman.”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Klaim bahwa Bill Gates ingin mengurangi populasi dunia lewat vaksinasi kembali beredar pada 2025. Padahal, informasi itu sudah dibantah sejak 2021 oleh AFP dan kembali diklarifikasi pada 2025.
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Artikel itu salah mengutip pernyataan Gates dalam pidato TED Talk tahun 2010 yang berjudul “Innovating to Zero!”, yang transkripnya dapat dilihat di sini
Dalam pidatonya, Gates membahas bagaimana peningkatan akses pada layanan kesehatan, termasuk vaksinasi, dapat membantu memperlambat laju pertumbuhan populasi melalui peningkatan kesejahteraan dan perencanaan keluarga yang lebih baik, bukan untuk mengurangi jumlah penduduk yang sudah ada. Tujuannya adalah mengurangi emisi karbon demi mitigasi perubahan iklim, bukan mengurangi jumlah manusia secara paksa.
Dilansir dari AFP, media The Sovereign Independent diketahui memiliki rekam jejak menyebarkan klaim palsu seputar vaksin, termasuk pernyataan yang tidak didukung bukti ilmiah seperti bahwa vaksin “tidak pernah terbukti aman.”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Klaim bahwa Bill Gates ingin mengurangi populasi dunia lewat vaksinasi kembali beredar pada 2025. Padahal, informasi itu sudah dibantah sejak 2021 oleh AFP dan kembali diklarifikasi pada 2025.
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02pvxhgP3kVvjyWGRJkHab7Gc8ibQPb93CxHbjb8mqBDsRSGt1sG982GPakrVm5f9Yl&id=100085576740873&rdid=PdnyrsmfFwOX39Xc
- https://www.youtube.com/watch?v=JaF-fq2Zn7I
- https://www.ted.com/talks/bill_gates_innovating_to_zero
- https://factcheck.afp.com/doc.afp.com.36XU6CD
- https://factcheck.afp.com/doc.afp.com.9M42WK
- https://factcheck.afp.com/doc.afp.com.36XU6CD
(GFD-2025-27164) Cek fakta, Candi Borobudur dipasangi eskalator jelang kunjungan Prabowo
Sumber:Tanggal publish: 27/05/2025
Berita
Jakarta (JAKARTA/JACX) – Beredar unggahan di media sosial X menampilkan video yang diklaim sebagai pembangunan eskalator di kawasan Candi Borobudur untuk kunjungan resmi Presiden Prabowo bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Minggu (29/5/2025).
Presiden Macron dijadwalkan mengunjungi Akademi Militer dan melakukan kunjungan sosial budaya ke Candi Borobudur, yang keduanya berlokasi di Magelang, Jawa Tengah.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut :
“PARAH! Candi Borobudur Akan Dipasang Ekskalator Agar Prabowo Bisa Naik ke Atas Gak cukup sejarah yang direvisi, bangunan sejarah sehebat candi borobudur pun juga direnovasi menuruti kemauan rezim”
Namun, benarkah akan dibangun eskalator di dalam kawasan Candi Borobudur?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Presiden Macron dijadwalkan mengunjungi Akademi Militer dan melakukan kunjungan sosial budaya ke Candi Borobudur, yang keduanya berlokasi di Magelang, Jawa Tengah.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut :
“PARAH! Candi Borobudur Akan Dipasang Ekskalator Agar Prabowo Bisa Naik ke Atas Gak cukup sejarah yang direvisi, bangunan sejarah sehebat candi borobudur pun juga direnovasi menuruti kemauan rezim”
Namun, benarkah akan dibangun eskalator di dalam kawasan Candi Borobudur?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hasil Cek Fakta
Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara langsung menyangkal kabar pemasangan eskalator di Kawasan Candi Borobudur. Ia mengatakan bahwa alat yang sedang dipasang dalam video tersebut adalah chair lift.
“Tidak ada yang namanya pembuatan lift di Candi Borobudur, kemudian ada video mengatakan pemasangan eskalator atau pun dikatakan ekskavator dia nggak bisa membedakan antara eskalator dan ekskavator jadi tidak ada pemasangan eskalator di candi Borobudur yang kita sedang upayakan adalah pemasangan chair (chairlift),” ujar Menbud saat ditemui di kompleks DPR RI Jakarta, Senin (26/5/2025).
Pemasangan chair lift tersebut ditujukan untuk dapat memberikan akses lebih pada penyandang disabilitas dan lansia ketika berkunjung ke Kawasan wisata Candi Borobudur.
“Chairlift itu untuk inklusivitas, semua situs-situs dunia itu sudah memakai itu kalau kita datang ke Akropolis ke Parthenon, di Yunani. Itu juga memakai itu, saya juga lihat di sistem chapel, itu kalau kita lihat di sistem gereja Saint Peter di Italia yang merupakan heritage itu juga memakai itu,”lanjutnya.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Fadli Zon juga mengkalim bahwa pemasangan alat tersebut tidak akan merusak struktur Candi Borobudur.
“Kita melakukan ini adaptasi terhadap itu jadi ini sesuai UU dan tidak ada perusakan sama sekali, itu pakai hand rail. Jadi saya tegaskan tidak ada eskalator apalagi ekskavator,” jelasnya lebih lanjut.
Dengan demikian informasi pemasangan escalator di Kawasan wisata Candi Borobudur adalah keliru.
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
“Tidak ada yang namanya pembuatan lift di Candi Borobudur, kemudian ada video mengatakan pemasangan eskalator atau pun dikatakan ekskavator dia nggak bisa membedakan antara eskalator dan ekskavator jadi tidak ada pemasangan eskalator di candi Borobudur yang kita sedang upayakan adalah pemasangan chair (chairlift),” ujar Menbud saat ditemui di kompleks DPR RI Jakarta, Senin (26/5/2025).
Pemasangan chair lift tersebut ditujukan untuk dapat memberikan akses lebih pada penyandang disabilitas dan lansia ketika berkunjung ke Kawasan wisata Candi Borobudur.
“Chairlift itu untuk inklusivitas, semua situs-situs dunia itu sudah memakai itu kalau kita datang ke Akropolis ke Parthenon, di Yunani. Itu juga memakai itu, saya juga lihat di sistem chapel, itu kalau kita lihat di sistem gereja Saint Peter di Italia yang merupakan heritage itu juga memakai itu,”lanjutnya.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Fadli Zon juga mengkalim bahwa pemasangan alat tersebut tidak akan merusak struktur Candi Borobudur.
“Kita melakukan ini adaptasi terhadap itu jadi ini sesuai UU dan tidak ada perusakan sama sekali, itu pakai hand rail. Jadi saya tegaskan tidak ada eskalator apalagi ekskavator,” jelasnya lebih lanjut.
Dengan demikian informasi pemasangan escalator di Kawasan wisata Candi Borobudur adalah keliru.
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Rujukan
Halaman: 1973/8135




