• (GFD-2026-34446) [SALAH] Indonesia Jual Beras Rp10.000 per Kg ke Malaysia

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 18/05/2026

    Berita

    Akun Facebook “Nengsih Purnama Sari”, pada Kamis (14/05/2026) mengunggah gambar [arsip] dengan narasi Presiden Prabowo Subianto menjual beras ke Malaysia dengan harga Rp10.000 per kg, unggahan itu disertai dengan takarir sebagai berikut:

    Sama rakyat sendiri jual beras Rp 13000 - 14000/kg. Tapi ekspor malahan Rp 10.000/kg.

    Gue mau tanya ini sebenarnya yang bodoh siapa? 🤔

    Hingga artikel ini diterbitkan unggahan tersebut mendapatkan 826 reaksi, lebih dari 471 interaksi komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 75 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri informasi terkait klaim ekspor beras Indonesia ke Malaysia yang disertai dengan gambar dan narasi tertentu. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa informasi mengenai rencana ekspor beras memang berasal dari pemberitaan media kredibel, salah satunya laporan CNN Indonesia yang menyebutkan bahwa proses tersebut masih berada pada tahap negosiasi harga antara kedua negara.

    Dengan demikian, hingga saat ini belum terdapat kesepakatan final terkait harga maupun realisasi ekspor tersebut. Angka Rp10 ribu per kilogram yang beredar bukan merupakan harga resmi, melainkan hanya contoh perhitungan atau asumsi untuk memperkirakan potensi nilai transaksi.

    Selanjutnya, berdasarkan pengamatan terhadap gambar yang beredar, tim pemeriksa fakta menduga bahwa visual tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI). Untuk memastikan hal tersebut, dilakukan pengecekan menggunakan Truthscan. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar tersebut terindikasi sebagai konten hasil AI dengan probabilitas sebesar 97%.

    Kesimpulan

    Angka Rp10 ribu per kilogram yang beredar hanyalah asumsi perhitungan, bukan harga resmi. Selain itu, gambar yang digunakan terindikasi merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dengan probabilitas sebesar 97%. Dengan demikian, informasi “Indonesia Jual Beras Ke Malaysia dengan harga Rp10.000 per kg”. merupakan konten palsu (Fabricated Content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-34450) Cek Fakta: Tidak Benar Video Purbaya Umumkan Giveaway Rp 85 Juta

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/05/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan program giveaway uang Rp 85 juta. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 13 Mei 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "*� GIVEAWAY PURBAYA YUDHI SADEWA EDISI PROGAM TERBARU 2026�*
    *�JANGAN LEWAT KAN UNTUK MEMENANGKAN HADIAH YANG ADA DI EVENT PURBAYA YUDHI SADEWA DAN PASTI NYA ADA HADIAH UANG SENILAI Rp.85.000.000*
    *cukup jawab pertanyaan di bawah ini👇*
    *H-A-K-R-E-B* "
    Unggahan menyertakan video pernyataan Purbaya dengan narasi sebagai berikut:
    "Ketika kita menolong orang lain sebenarnya kita menolong diri sendiri, semoga bantuan modal dari saya dapat membantu, daftar sekarang, sah"
    Terdapat menu kirim pesan pada unggahan yang beredar tersebut.
    Lalu benarkah klaim video Menkeu Purbaya mengumumkan giveaway uang Rp 85 juta? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Menkeu Purbaya mengumumkan giveaway uang Rp 85 juta. Penelusuran menemukan, video tersebut identik dengan kegiatan Purbaya pada 16 Mei 2025 pada acara CNBC Investment Forum 2025.
    Seperti dalam akun Youtube CNBC Indonesia, dijelaskan bahwa di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, banyak masyarakat khawatir untuk menyimpan uangnya di bank. Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut atau ragu menabung di perbankan.
    Menurut Purbaya, LPS juga kini telah mengembangkan early warning system untuk memantau dan mengantisipasi risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas perbankan dan perekonomian nasional. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap perbankan dalam menjaga stabilitas ekonomi dan pembangunan nasional.
    Cek Fakta Liputan6.com juga menelusuri klaim video menggunakan perangkat pendeteksi AI lewat situs Hive Moderation.
    Dari penelusuran, klaim Purbaya mengumumkan program giveaway uang Rp 85 juta menunjukkan bahwa audio dihasilkan oleh AI yakni 98,2 persen.
     
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Menkeu Purbaya mengumumkan giveaway uang Rp 85 juta, tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34451) Hoaks, Hantavirus Efek Samping dari Vaksin Pfizer

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/05/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim vaksin Pfizer memberikan efek samping, yaitu adanya hantavirus. Virus tersebut juga diklaim tidak menular dari manusia ke manusia karena cara masuknya disuntik melalui vaksin.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Uma A” (arsip) pada Jumat (8/5/2026). Unggahan tersebut memperlihatkan beberapa foto tangkapan layar yang menjelaskan keterikatan berbagai macam vaksin dengan adanya hantavirus, dimulai dari vaksin COVID, Moderna, dan korban hantavirus di kapal Hondius.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Benar kata WHO. Mereka sudah terinfeksi sebelum naik kapal. Ai grok juga membenarkan yaitu hanta virus tidak menular melalui manusia ke manusia. Adanya hanta virus adalah efek samping dari vaksin pjer dan di tulis langsung oleh pjer 🤣. Wajar tdk menular dari manusia ke manusia. Cara masuknya disuntik melalui vaksin😆. Tenang, vaksin hanta udh dibuat moderna 2024😆 Yang idiot pada sibuk ketakutan 😆. Mainan thrds wajar makin gila karena yg dibaca ketakutan terus. Cara main thrds sama seperti Twitter tapi isi literasi rakyatnya berbeda. Biasanya org gila emang suka ngumpul sesama org gila.” Begitu narasi tertulis dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Senin (18/5/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 588 likes, 113 komentar, dan 261 kali dibagikan. Kolom komentar terbagi dua, sebagian komentar menunjukkan ketidakpercayaan masyarakat, dan sebagian lainnya mempercayai informasi tersebut dan bersyukur karena menolak vaksin.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Fauji Ru” (arsip) pada Kamis (7/5/2026), yang memperlihatkan gambar dengan klaim daftar efek samping vaksin COVID-19 Pfizer termasuk infeksi paru-paru hantavirus.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspada Hantavirus & Jaga Kebersihan

    Periksa Fakta Efek Samping Vaksin Pfizer. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “Hantavirus adalah efek samping dari vaksin Pfizer.” Hasil penelusuran mengarahkan ke laman Kementerian Komunikasi dan Digital, yang menyatakan bahwa narasi yang mengklaim bahwa hantavirus merupakan efek samping vaksin Covid-19 produksi Pfizer adalah tidak benar.

    Menurut World Health Organization, hantavirus adalah virus zoonosis yang secara alami menginfeksi hewan pengerat dan kadang-kadang ditularkan ke manusia. Infeksi pada manusia dapat menyebabkan penyakit parah dan sering kali kematian, meskipun penyakitnya bervariasi tergantung pada jenis virus dan lokasi geografis.

    Pada manusia, gejala biasanya mulai muncul antara satu hingga delapan minggu setelah terpapar, tergantung pada jenis virusnya, dan biasanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, serta gejala gastrointestinal seperti sakit perut, mual, atau muntah.

    Public Health and Medical Professionals for Transparency dalam phmpt.org menuliskan dokumen dengan 38 halaman yang memuat analisis laporan kejadian ikutan pasca-otorisasi vaksin Covid-19 yang diproduksi Pfizer/BioNTech. Meski tercantum dalam dokumen Pfizer, bukan berarti bahwa vaksin tersebut menyebabkan infeksi paru-paru akibat hantavirus.

    Narasi yang mengklaim bahwa vaksin Pfizer menyebabkan infeksi hantavirus muncul setelah beredar tangkapan layar dokumen Pfizer yang mencantumkan “hantavirus pulmonary infection” dalam daftar Adverse Events of Special Interest (AESI).

    Namun, daftar tersebut bukan daftar efek samping yang terbukti disebabkan oleh vaksin. Pfizer menjelaskan bahwa dokumen itu hanya mencatat berbagai kondisi medis yang terjadi selama periode pemantauan vaksin COVID-19, tanpa otomatis menunjukkan hubungan sebab-akibat dengan vaksin.

    Melansir laman Reuters.com, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa vaksin Pfizer COVID-19 menyebabkan hantavirus atau mengandung hantavirus. Penyebutan hantavirus dalam dokumen Pfizer hanyalah bagian dari pemantauan berbagai kejadian medis selama masa studi vaksin, bukan bukti hubungan langsung dengan vaksin.

    “There are no hantaviruses in the ingredient list of the Pfizer COVID vaccine, now called Comirnaty. According to Pfizer’s website, opens new tab, the Comirnaty shot does not contain live viruses.” Begitu ditulis dalam Reuters.

    Klaim yang menyebutkan bahwa vaksin Pfizer menyebabkan infeksi hantavirus adalah menyesatkan. Hantavirus masuk dalam dokumen Pfizer hanya sebagai catatan riwayat medis selama masa pemantauan studi, bukan sebagai efek samping dari vaksin itu sendiri.

    “Misleading. Hantavirus pulmonary infection appeared in ⁠a list ​that recorded any medical event a person experienced during Pfizer’s study period, regardless ​of whether the medical event was caused by the vaccine. Pfizer’s regulatory document lists events that were later found to be causally related to the shot, and this ​list does not include a hantavirus pulmonary infection.”

    Menurut hasil penelitian gov.uk, vaksin Pfizer BNT162b2 adalah vaksin mRNA yang berisi materi genetik untuk menginstruksikan sel tubuh untuk membuat protein spike SARS-CoV-2 agar sistem imun membentuk perlindungan terhadap COVID-19. Komponen utamanya adalah mRNA SARS-CoV-2, lipid nanoparticles (pembungkus mRNA), PEG/polyethylene glycol, garam, gula (sukrosa) dan air injeksi. Vaksin ini tidak mengandung virus hidup, mikrochip, nanobot, ataupun hantavirus.

    Vaksin Pfizer ini memang memiliki risiko miokarditis, terutama diamati pada laki-laki muda setelah dosis kedua, tetapi kasusnya jarang dan sebagian besar pulih. Tidak ada bukti dalam dokumen ini maupun bukti ilmiah bahwa vaksin Pfizer menyebabkan infeksi hantavirus.

    Sebagaimana dalam rangkuman Tirto, hantavirus adalah penyakit yang umumnya ditularkan oleh hewan pengerat, bukan hasil rekayasa atau efek samping vaksin Covid-19. Virus hanta diketahui menular melalui kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk paparan urin, air liur, maupun kotorannya.

    Sebagai informasi, hantavirus diketahui menular melalui kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk paparan urin, air liur, maupun kotorannya. Faktor risiko utama di antaranya aktivitas di lingkungan dengan populasi tikus tinggi, gudang tertutup, area banjir, hingga kegiatan luar ruang seperti berkemah dan mendaki.

    Baca juga:Tidak Benar, Bill Gates Sebut Vaksin untuk Mengurangi Penduduk

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa vaksin Pfizer menyebabkan efek samping hantavirus adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Hantavirus adalah penyakit yang umumnya ditularkan oleh hewan pengerat dan diketahui menular melalui kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk paparan urin, air liur, maupun kotorannya.

    Tidak ditemukan bukti ilmiah yang menyatakan bahwa vaksin Pfizer menyebabkan hantavirus. Penyebutan hantavirus dalam dokumen Pfizer hanyalah bagian dari pemantauan berbagai kejadian medis selama masa studi vaksin, bukan bukti hubungan langsung dengan vaksin.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34463) Salah, Bill Gates Luncurkan Hantavirus Projek Modifikasi Manusia

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/05/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook mengklaim Bill Gates meluncurkan projek terbarunya bernama “Hantavirus” yang sebenarnya adalah kode projek Nanotechnology lanjutan setelah Vax Kopit sebagai agen teknologi Nano modifikasi manusia atau Human Altered Nano Tech Agent.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “TruthSpeaker M” (arsip) pada Senin (11/05/2026). Dalam unggahan menampilkan gambar Bill Gates dan sejenis ular atau kadal berwarna hijau menjulurkan lidahnya yang panjang.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Hanta Virus. Hanta, dalam bahasa Ibrani artinya adalah kebohongan, scam, penipuan,” begitu narasi tertulis dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menuliskan keterangan pada unggahan: “Bill Gate kembali Melaunching Project terbarunya, yang dinamakan "Hanta Virus". Modus mereka adalah, Hanta berasal dari Nama Sungai di Korea, yaitu "Hantan River". dimana pada tahun 1970, banyak tentara yang mengalami Penyakit Misterius. Namun sebenarnya "HANTA" adalah Kode Project Nano Technologi lanjutan (Upgrade), setelah Vax Kopit. Singkatan dari 👉 Human Altered Nano Tech Agent (Agen Teknologi Nano Modifikasi Manusia). Yang lebih gila nya lagi, dalam Bahasa Ibrani HANTA (חַנְטָה) sendiri, artinya adalah: Scam, Kebohongan, Penipuan, Omong Kosong. Begitu Terang Benderang & Blak-blakan.”

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (13/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 504 likes, 88 komentar, dan 349 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi kepercayaan masyarakat terhadap informasi tersebut dan menggiring kepada anti vaksin.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Christiadi Vietnanto” yang menampilkan foto serupa terkait Bill Gates luncurkan Hantavirus sebagai projek modifikasi manusia.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Wamenkes Sebut Hantavirus Tak Akan Jadi Pandemi seperti COVID

    Periksa Fakta hantavirus Billgates. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran mengarahkan kami pada laman Kompas, temuan wabah hantavirus di atas kapal pesiar berbendera Belanda, MV Hondius baru-baru ini menjadi perhatian dunia. Sejauh ini telah dilaporkan delapan kasus, termasuk lima infeksi yang dikonfirmasi laboratorium dan tiga kasus yang diduga terkait dengan hantavirus strain Andes yang langka.

    Narasi yang menghubungkan hantavirus dengan “Human Altered Nano Tech Agent” juga hanya permainan kata yang dibuat agar terdengar meyakinkan. Banyak teori konspirasi seperti ini sengaja memakai istilah ilmiah supaya orang awam bingung dan akhirnya percaya. Padahal kalau ditelusuri, tidak ada dasar medis maupun penelitian yang mendukung klaim tersebut.

    Menurut Kompas, Bill Gates memang pernah membuat pernyataan tentang kemungkinan pandemi lain di masa depan ketika dunia masih dilanda Covid-19. Namun, pernyataan tersebut sifatnya hanya kemungkinan dan bukan klaim.

    Adapun klaim Bill Gates merencanakan pandemi adalah teori konspirasi yang telah beredar sejak era pandemi Covid-19, dan tidak terbukti. Selain itu, WHO telah menyatakan bahwa hantavirus berbeda dengan virus corona, dan secara keseluruhan memiliki risiko rendah terhadap kesehatan masyarakat.

    Menurut Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran Universitas Dian Nuswantoro dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes., kepada Tirto, secara virologis, hantavirus termasuk dalam famili Hantaviridae, yaitu virus RNA beruntai tunggal berpolaritas negatif yang bersifat zoonotik. Reservoir utamanya adalah hewan pengerat (rodentia), dengan mekanisme transmisi ke manusia melalui inhalasi aerosol yang terkontaminasi ekskreta (urin, saliva, dan feses).

    Pada manusia, infeksi hantavirus dapat bermanifestasi sebagai Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) atau Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), tergantung pada strain virus dan distribusi geografisnya. Patogenesis penyakit ini berkaitan dengan peningkatan permeabilitas vaskular akibat disfungsi endotel yang dimediasi oleh respons imun host, bukan akibat intervensi teknologi eksternal.

    Hantavirus adalah penyakit yang nyata dan sudah dikenal lama dalam dunia medis, bukan sesuatu yang baru dibuat. Virus ini biasanya berasal dari tikus atau hewan pengerat lain, lalu bisa menular ke manusia melalui urin, air liur, atau kotorannya. Jadi sumber penularannya adalah hewan, bukan vaksin, bukan chip, dan bukan teknologi nano seperti yang diklaim di media sosial.

    Sebagai informasi, menurut World Health Organization, hantavirus adalah virus zoonosis yang secara alami menginfeksi hewan pengerat dan kadang-kadang ditularkan ke manusia. Infeksi pada manusia dapat menyebabkan penyakit parah dan seringkali kematian, meskipun penyakitnya bervariasi tergantung jenis virus dan lokasi geografis.

    Pada manusia, gejala biasanya mulai muncul antara satu hingga delapan minggu setelah terpapar, tergantung pada jenis virusnya, dan biasanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, serta gejala gastrointestinal seperti sakit perut, mual, atau muntah.

    Laman France 24 lewat artikel “Hantavirus Scare Revices Covid-Era Conspiracy Theories,” menjelaskan bahwa kemunculan wabah hantavirus kembali memicu gelombang misinformasi dan teori konspirasi seperti yang pernah terjadi pada pandemi Covid-19. Banyak narasi di media sosial menuduh wabah ini sebagai rekayasa elite global untuk memaksakan vaksin, lockdown, hingga memengaruhi politik dan pemilu di Amerika Serikat, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.

    “LOCKDOWN ALERT: Globalists Launch Covid 2.0 As Hantavirus Spreads Worldwide," InfoWars founder Alex Jones said on X. Just Like A Light Switch,” begitu kutipan dalam tulisan tersebut.

    Artikel tersebut juga menyoroti bagaimana teori konspirasi lama dengan cepat muncul kembali karena diperkuat algoritma media sosial, tokoh anti-vaksin, dan figur politik tertentu. Selain itu, sejumlah pihak mempromosikan obat seperti ivermectin sebagai pengobatan hantavirus tanpa dasar ilmiah yang kuat, bahkan diduga untuk kepentingan politik maupun keuntungan finansial.

    Para ahli menegaskan bahwa hantavirus adalah penyakit yang umumnya ditularkan oleh hewan pengerat, bukan hasil rekayasa atau efek samping vaksin Covid-19. Hingga kini belum ada vaksin maupun obat yang terbukti efektif untuk menyembuhkan penyakit tersebut.

    “There are no approved vaccines or known cures for the hantavirus, which is usually spread from infected rodents and can cause respiratory and cardiac distress as well as haemorrhagic fever. But online, anti-establishment physicians and some politicians immediately touted the anti-parasitic drug ivermectin and other medications as cures.”

    Kementerian Kesehatan RI terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit virus Hanta menyusul adanya peningkatan temuan kasus di Indonesia serta laporan kasus Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) pada kapal pesiar MV Hondius yang dilaporkan otoritas kesehatan internasional.

    Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, menyampaikan bahwa hingga saat ini Indonesia belum menemukan kasus HPS. Kasus yang terkonfirmasi di Indonesia merupakan tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul Virus.

    “Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ditemukan kasus HPS di Indonesia. Kasus yang terdeteksi merupakan tipe HFRS dan terus kami pantau melalui sistem surveilans nasional,” begitu keterangan dr. Andi Saguni dalam konferensi pers daring, Senin (11/5/2026).

    Berdasarkan data Kemenkes, sepanjang 2024 hingga 2026 tercatat 256 kasus suspek dengan 23 kasus terkonfirmasi HFRS yang tersebar di sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, hingga Nusa Tenggara Timur. Tren konfirmasi juga menunjukkan peningkatan, dari 1 kasus pada 2024 menjadi 17 kasus pada 2025 dan 5 kasus hingga Mei 2026.

    Menurut dr. Andi, meningkatnya temuan kasus salah satunya dipengaruhi penguatan kapasitas deteksi dan pemeriksaan laboratorium di Indonesia.

    “Peningkatan kasus yang terlaporkan menunjukkan sistem kewaspadaan dan deteksi dini kita semakin baik. Karena itu masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada terhadap faktor risiko penularan,” begitu jelas dr. Andi.

    Sebagai informasi, hantavirus diketahui menular melalui kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk paparan urin, air liur, maupun kotorannya. Faktor risiko utama di antaranya aktivitas di lingkungan dengan populasi tikus tinggi, gudang tertutup, area banjir, hingga kegiatan luar ruang seperti berkemah dan mendaki.

    Laman UK Health Security Agency menuliskan bahwa nama hantavirus berasal dari Sungai Hantan. Pada akhir tahun 1970-an, para ilmuwan mengidentifikasi virus pada tikus sawah yang hidup di dekat sungai tersebut saat menyelidiki kasus penyakit serius yang saat itu dikenal sebagai demam berdarah Korea. Virus tersebut diberi nama virus Hantaan sesuai nama sungai tersebut. Seiring dengan ditemukannya lebih banyak virus terkait di seluruh dunia, virus-virus tersebut dikelompokkan bersama dan diberi nama kolektif hantavirus.

    Menurut laman Instagram Kemenkes, di Indonesia, kasus hantavirus yang ditemukan sejauh ini merupakan tipe HFRS yang menyerang ginjal, dengan total 23 kasus terkonfirmasi di 9 provinsi, karena itu, penting untuk tetap senantiasa menerapkan PHBS atau perilaku hidup bersih dan sehat, serta menjaga kebersihan lingkungan. Mulai dari menyimpan makanan dengan rapat, menutup akses masuk tikus, hingga membersihkan debu menggunakan kain pel basah agar partikel virus tidak beterbangan.

    Selain pemantauan kasus di dalam negeri, Kemenkes juga merespons notifikasi internasional terkait satu kontak erat kasus HPS dari kapal pesiar MV Hondius yang berada di Indonesia. Kontak erat tersebut telah menjalani pemeriksaan di RSPI Sulianti Saroso dan hasil laboratorium menunjukkan negatif hantavirus tipe HPS maupun HFRS.

    Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes memperkuat pengawasan di pintu masuk negara melalui thermal scanner, pengamatan visual, dan sistem surveilans pelaku perjalanan. Pe

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa Bill Gates luncurkan hantavirus untuk modifikasi manusia adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Hantavirus adalah penyakit yang umumnya ditularkan oleh hewan pengerat, bukan hasil rekayasa atau efek samping vaksin Covid-19. Virus hanta diketahui menular melalui kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk paparan urin, air liur, maupun kotorannya.

    Kemenkes mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menghindari kontak langsung dengan tikus dan kotorannya, menyimpan makanan di tempat tertutup, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, nyeri badan, batuk, atau sesak napas.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan