• (GFD-2025-27059) Keliru: Angka Autisme di Vietnam Melonjak Gara-Gara Vaksin Bill Gates

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/05/2025

    Berita

    SEORANG pria dalam sebuah video mengklaim kasus autisme di Vietnam meningkat lebih dari 300 persen sejak Bill Gates memperkenalkan vaksinasi di negara itu. Akun media sosial X [arsip] dan Facebook mengunggah potongan videonya pada 15 Mei 2025. 

    Padahal, lanjut dia, sebelum vaksinasi tersebut, Vietnam tidak memiliki penderita autism sejak tahun 1975, tahun 2000, tahun 2001. Konten ini beredar setelah pendiri grup Microsoft itu melawat ke Indonesia untuk menjajaki potensi Indonesia sebagai uji vaksin untuk tuberkulosis (TBC).



    Namun, benarkah angka autisme di Vietnam melonjak gara-gara vaksinasi dari Bill Gates?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi klaim tersebut melalui situs-situs kredibel dan wawancara ahli. Hasilnya, tidak ada bukti bahwa autisme di Vietnam meningkat karena vaksinasi. Vaksin memiliki lebih banyak manfaat bagi kesehatan.

    Asal usul video

    Klip yang menampilkan Anthony Phan itu beserta klaim vaksinasi menyebabkan autisme, telah menyebar luas sejak 2023. Sejumlah organisasi pemeriksa fakta internasional telah memverifikasi klaim tersebut.

    Organisasi pemeriksa fakta yang berpusat di Perancis, AFP, menjelaskan, video itu dicuplik dari film dokumenter kontroversial Vaxxed: From Cover-Up to Catastrophe yang disutradarai oleh Andrew Wakefield. Ia seorang dokter Inggris yang lisensi medisnya dicabut karena memalsukan data dalam sebuah makalah pada tahun 1998. 

    Saat itu, Andrew mengaitkan Autism spectrum disorder (ASD) disebabkan oleh vaksin campak, gondok, dan rubella (MMR). The Lancet kemudian mencabut penelitian tersebut. Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada 2 Februari 2010, jurnal medis Inggris tersebut mengatakan, beberapa elemen dari makalah yang diterbitkan oleh Dr. Andrew Wakefield dan rekan-rekannya pada 1998 tersebut, terbukti tidak benar dan  bertentangan dengan temuan investigasi sebelumnya.

    Akan tetapi, publikasi Wakefield di The Lancet itu terus dipercaya dan memicu informasi yang salah.

    Peningkatan autisme tidak terkait dengan vaksin

    Tidak ada hasil penelitian maupun pernyataan dari otoritas Vietnam kenaikan angka autisme di negara mereka karena vaksinasi. Pada tahun 2021, para peneliti dari Hanoi University Public Health menerbitkan survei nasional pertama tentang prevalensi ASD di Vietnam. Mereka menemukan bahwa sekitar 1 dari 132 anak memiliki kondisi tersebut. ASD pada anak berusia 18 dan 30 bulan di Vietnam cenderung meningkat. Namun tren ini dapat ditemui di sejumlah negara-negara berpenghasilan menengah lainnya. Survei tersebut sama sekali tidak menyimpulkan peningkatan autisme karena vaksinasi. 

    Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman, menjelaskan, angka autisme meningkat karena kapasitas banyak negara telah lebih baik dalam mengenali dan melaporkan kasus autisme dibandingkan sebelumnya. 

    Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2015 secara resmi memberikan sertifikat kepada Vietnam karena memiliki sistem regulasi nasional yang lengkap. Sistem ini dapat memastikan keamanan dan kemanjuran vaksin yang diproduksi dan digunakan di dalam negeri.

    Perluasan program Imunisasi Vietnam dinilai berhasil membantu mengendalikan campak, memberantas polio dan tetanus neonatal, menurut The United Nations International Children's Emergency Fund.

    Tidak hubungan antara vaksinasi dan autisme

    Banyak studi yang telah menyimpulkan, tidak ada kaitan antara vaksinasi dengan peningkatan autisme. Studi yang diterbitkan oleh Journal of the American Medical Association pada 2015, telah meneliti lebih dari 90.000 anak. Hasilnya mengonfirmasi bahwa vaksin MMR tidak meningkatkan risiko ASD.

    Studi lain pada 2002 terhadap 537.303 anak di Denmark dengan 82 persen di antaranya telah menerima vaksin MMR. Peneliti menunjukkan adanya risiko autisme yang antara kelompok yang divaksinasi dan yang tidak divaksinasi.

    Spesialis psikiatri anak dan remaja di Montenegro, Dr. Ivan Krgovi?, mengatakan, banyak penelitian besar telah dilakukan terhadap sejumlah besar anak selama beberapa tahun. “Tidak ditemukan adanya hubungan antara vaksin MMR dan autisme pada anak,” kata dia dikutip dari Badan Kesehatan Anak Dunia, UNICEF.

    Kesimpulan

    Hasil verifikasi Tempo tentang klaim angka autisme di Vietnam melonjak gara-gara vaksin adalah keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27060) Keliru: Video Ustad Abdul Somad Anjurkan Judi Online

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/05/2025

    Berita

    SEBUAH video beredar di Facebook [arsip] yang memperlihatkan Ustad Abdul Somad (UAS) berceramah tentang situs judi online (judol). 

    Dalam video itu, Abdul Somad berbaju putih dengan peci merah, mempromosikan tentang situs judol Cun99 yang diklaim resmi, berlisensi, dan diawasi oleh badan pengawas slot Indonesia. Cun99 disebut sebagai situs bandarnya tidak mengambil untung dari pemain. 



    Namun, benarkah ceramah UAS ini tentang judi online?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi video itu menggunakan Google Lens, penelusuran Youtube, serta pemindaian konten berbasis kecerdasan buatan atau AI.

    Video versi asli yang memperlihatkan Abdul Somad dengan baju putih dan berpeci merah, ditemukan di akun YouTube Ustadz Abdul Somad Official berjudul Tips Jaga Ukhuwah pada 29 Juli 2022.



    Dalam video berdurasi 1 jam 3 menit dan 28 detik itu, Abdul Somad berceramah tentang pentingnya menjaga ukhuwah atau persaudaraan antar suku di Indonesia. Tidak membeda-bedakan orang berdasarkan status, suku bangsa maupun warna kulit.  

    Dalam video aslinya, Abdul Somad tidak menyampaikan apapun tentang situs judi online Cun99 seperti potongan klip di atas.

    Pemindaian menggunakan Hivemoderation.com menghasilkan deteksi bahwa video konten tersebut asli. Namun suara atau audio dari konten tersebut, 99 persen telah diubah dengan audio generated kecerdasan buatan. 



    Penipuan online dengan menggunakan konten deepfake banyak mencatut sosok atau tokoh publik. Tempo acap kali memeriksa konten disinformasi seperti ini. Bahaya konten yang diubah dengan kecerdasan buatan untuk judi online dengan menyalahgunakan video tokoh publik pernah diulas Tempo di sini.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa klim video ceramah UAS tentang judi online adalah klaim keliru. Video merupakan hasil rekayasa menggunakan audio AI generator.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27061) Sebagian Benar: Video-video Kebakaran Hutan di Israel

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/05/2025

    Berita

    SEJUMLAH akun di Facebook membagikan dua video, satu [arsip] dan dua tentang kebakaran hutan di Israel yang terjadi pada akhir April lalu.

    Video itu memperlihatkan kobaran api di pepohonan dan langit memerah dampak kebakaran hutan, serta upaya pemadaman menggunakan helikopter. “Israel sekarang jadi neraka. Ratusan pemadam tidak bisa memadamkan api,” tulis pengunggah konten.



    Namun, benarkah klip-klip itu memperlihatkan kondisi kebakaran hutan di Israel?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi video itu menggunakan pendeteksi kecerdasan buatan dan melibatkan Deepfakes Analysis Unit (DAU) dari Misinformation Combat Alliance–aliansi lintas industri, perusahaan media, dan organisasi untuk memerangi disinformasi terbesar di India. Berikut hasil penelusurannya:



    Salah satu klip dalam konten yang beredar memperlihatkan upaya pemadaman kebakaran hutan di Israel dari udara. Tempo menggunakan aplikasi pendeteksi konten AI, Aiornot.com yang menghasilkan 67 persen video tersebut dibuat menggunakan kecerdasan buatan. Pada hasil analisis menunjukkan 65 persen keterlibatan flux.ai, alat generator gambar berbasis kecerdasan buatan dan satu persen melibatkan aplikasi Midjourney. 



    Klip yang menunjukkan sebuah mobil putih di tengah angin dan kebakaran hutan, juga terdeteksi 90 persen dibuat menggunakan kecerdasan buatan. Aplikasi tersebut mengidentifikasi 62 persen penggunaan 4o image generator milik OpenAI, 16 persen, Stable Diffusion (16 persen), GAN (6 persen), Mid Journey (5 persen), dan Flux (1 persen).



    Pada klip berikutnya, yang menampilkan langit merah, juga 86 persen melibatkan kecerdasan buatan. Pembuatan konten diduga menggunakan 40 image generator milik OpenAI (80 persen) dan Flux (4 persen). 

    Sedangkan menurut DAU, hasil uji Hive AI dengan menggunakan potongan-potongan gambar kunci dari video itu, menemukan satu gambar yang diidentifikasi sebagai konten yang dihasilkan oleh AI. Sisanya dinyatakan tidak. 



    Menurut DAU, visual dalam klip tersebut bergerak sangat cepat, jauh lebih cepat daripada video generatif mana pun yang pernah mereka tangani. Mereka pernah menemukan konten serupa sebelumnya,  di mana pelaku jahat secara diam-diam menyisipkan beberapa visual, baik di tengah video dalam bentuk gambar yang berkedip atau di akhir video, untuk memperpanjang durasi video jauh melampaui konten audio-visualnya. Cara seperti itu dilakukan, biasanya untuk menghindari filter moderasi konten. 

    “Berdasarkan hal tersebut, sangat mungkin bahwa pelaku jahat telah menyisipkan satu atau lebih klip yang dihasilkan oleh AI ke dalam klip nyata dan menggabungkannya menjadi satu kolase,” tulis DAU melalui surat elektronik kepada Tempo, Selasa, 20 Mei 2025. 

    Kebakaran di Israel

    Dilansir Tempo, kebakaran hutan memang terjadi di area perbukitan antara Kota Tel Aviv dan Yerusalem pada 30 April 2025. Api dilaporkan berhasil dikendalikan keesokan harinya atau setelah 30 jam upaya pemadaman. Perintah evakuasi dan penutupan jalan antara Tel Aviv dan Yerusalem oleh otoritas Israel pun telah dicabut.

    Hingga 2 Mei 2025, kebakaran telah menghanguskan enam ribu hektare lahan, di mana dua ribu di antaranya termasuk kawasan hutan.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan klip-klip yang beredar memperlihatkan kebakaran hutan di Israel adalah klaim yang sebagian benar. Klip-klip itu sebagian dibuat menggunakan mesin AI.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27063) [HOAKS] Video Pesawat Bantuan China Tembus Blokade Israel

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/05/2025

    Berita

    KOMPAS.com - China dikabarkan berhasil menerobos blokade Israel dan mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza, Palestina.

    Di media sosial beredar video menampilkan barisan pesawat melewati Piramida Giza, Mesir lalu menurunkan paket bantuan melalui parasut.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu disebarkan dengan konteks keliru.

    Video pesawat bantuan China menembus blokade Israel untuk mengirim bantuan kemanusiaan disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (19/5/2025):

    China Terobos Blokade israel Untuk Kirimkan Bantuan Untuk Palestina Hingga Gemparkan Dunia

    Hasil Cek Fakta

    Terdapat dua klip berbeda dari video yang beredar. Pertama, klip menampilkan jet tempur China yang melewati Piramida Giza di Mesir.

    Video dari momen serupa ditemukan di akun Instagram @ahmed.attarr, 2 Mei 2025.

    Keberadaan pesawat tersebut merupakan bagian dari latihan angkatan udara gabungan di Mesir bertajuk Eagle of Civilization, yang diadakan pada akhir April 2025.

    Berdasarkan pemberitaan South China Morning Post, Flightradar24 mengonfirmasi kedatangan sedikitnya lima pesawat Y20, sebuah pesawat peringatan dini dan kontrol udara KJ-500.

    Klip berikutnya menampilkan parasut berisi bantuan kemanusiaan diturunkan dari udara. Salah satu klip yang serupa diunggah di akun Instagram @hema.alkhalili, 20 April 2024.

    Parasut berisi bantuan kemanusaan memang pernah diturunkan di Gaza. Bantuan tersebut dikirimkan oleh Amerika Serikat (AS), Turkiye, hingga Uni Emirat Arab.

    Momen penurunan bantuan kemanusiaan tersebut dapat dilihat di kanal YouTube AFP News Agency, Anadolu Agency, dan Al Arabiya English.

    Berdasarkan laporan UNRWA, tidak ada bantuan yang masuk ke Gaza selama lebih dari 10 minggu sejak 2 Maret 2025.

    Badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu melaporkan persediaan makanan, bahan bakar, bantuan medis, dan vaksin yang sangat menipis di wilayah Gaza.

    Sebagai informasi, sejak gagalnya gencatan senjata kedua pada 18 Maret 2025, Israel telah memperketat blokade dan mengintensifkan operasi militer.

    Sepanjang 7 Oktober 2023 sampai 14 Mei 2025, Israel menjalankan operasi militernya di Gaza dan wilayah sekitarnya.

    Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sedikitnya 52.928 warga Palestina tewas di Jalur Gaza, sementara 119.846 warga dilaporkan terluka.

    Kesimpulan

    Video pesawat bantuan China menembus blokade Israel untuk mengirim bantuan kemanusiaan merupakan konten dengan konteks keliru.

    UNRWA melaporkan, tidak ada bantuan yang masuk ke Gaza selama lebih dari 10 minggu sejak 2 Maret 2025.

    Klip yang beredar merupakan video lama ketika AS, Turkiye, dan Uni Emirat Arab mengirimkan bantuan dengan parasut.

    Rujukan