• (GFD-2025-27066) [KLARIFIKASI] Video Kapal Pesiar Buang Limbah ke Laut adalah Buatan AI

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/05/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan video yang diklaim menunjukkan kapal pesiar membuang limbah ke laut.

    Dalam video itu tampak limbah berwarna kecoklatan dibuang langsung ke laut dari kapal pesiar mengggunakan pipa besar.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu perlu diluruskan.

    Memang benar ada kasus kapal pesiar membuang limbah ke laut. Namun, video itu adalah hasil manipulasi artificial intelligence (AI).

    Hasil Cek Fakta

    Video yang diklaim menunjukkan kapal pesiar membuang limbah ke laut dibagikan oleh akun Instagram ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    What Is being dumped Into the ocean? (Apa yang dibuang ke laut?)

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek keaslian video tersebut menggunakan Hive Moderation, yang dapat mendeteksi apakah sebuah konten dibuat menggunakan perangkat AI.

    Hasil pemeriksaan Hive Moderation menunjukkan, video yang diklaim kapal pesiar buang limbah ke laut itu memiliki probabilitas 97,9 persen dibuat menggunakan perangkat AI.

    Di sisi lain, pengelolaan limbah kapal pesiar memang menjadi masalah yang selama bertahun-tahun menjadi perhatian banyak pihak. Misalnya, kasus di perairan Kanada.

    Dilansir The Guardian, perjalanan kapal pesiar di sepanjang pantai barat Kanada selama dua atau tiga hari meninggalkan jejak limbah beracun, termasuk di kawasan yang dilindungi.

    Menurut laporan oleh organisasi lingkungan Stand.earth dan West Coast Environmental Law (WCEL), lebih dari 31 miliar liter polusi per tahun diperkirakan dibuang di lepas pantai barat Kanada oleh kapal pesiar dalam perjalanan mereka ke dan dari Alaska.

    Polusi kapal pesiar mencakup sejumlah besar limbah beracun dari toilet, air limbah dari wastafel, pancuran, dan tempat cucian, serta air lambung kapal (cairan berminyak yang terkumpul di bagian paling bawah kapal).

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang diklaim menunjukkan kapal pesiar membuang limbah ke laut perlu diluruskan.

    Hasil pemeriksaan Hive Moderation menunjukkan, video tersebut memiliki probabilitas 97,9 persen dibuat menggunakan perangkat AI.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27067) [KLARIFIKASI] Kebakaran di Dubai Dinarasikan sebagai Serangan Rudal Pakistan ke India

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/05/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video di media sosial diklaim menampilkan momen pangkalan udara militer India terbakar karena serangan rudal dari Pakistan.

    Namun, setelah ditelusuri video tersebut merupakan hasil manipulasi sehingga informasinya keliru.

    Video yang diklaim menampilkan pangkalan militer udara India terbakar salah satunya dibagikan akun Facebook ini.

    Akun tersebut membagikan video yang menampilkan kobaran api di sebuah tempat. Berikut keterangan teks dalam unggahan tersebut:

    Pangkalan Udara Angkatan Darat India di Gujarat, yang dianggap sebagai salah satu pangkalan udara paling penting dan utama di negara ini, tidak hanya bertanggung jawab atas kontrol udara di wilayah selatan Pakistan, tetapi juga untuk perlindungan udara di Samudra Hindia utara dan perbatasan Pakistan.

    Pagi ini, pangkalan udara tersebut menjadi sasaran serangan rudal berat oleh Pakistan, dan beberapa rudal Fatah Pakistan menghancurkan pangkalan udara tersebut.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu sudah ada sebelum konflik antara India dan Pakistan memanas.

    Video identik dengan unggahan di akun X ini pada 8 Juli 2021. Keterangan dalam unggahan menyebutkan, video itu adalah kebakaran di Pelabuhan Jebel Ali, Dubai.  

    Dikutip dari Al Jazeera, kebakaran itu disebabkan oleh ledakan dari kontainer yang beredar di atas kapal. 

    Ledakan tersebut menimbulkan gelombang kejut yang mengguncang bangunan hingga sejauh 25 kilometer (15 mil) dari pelabuhan. Tidak ada korban  jiwa dalam peristiwa itu. 

    Diberitakan Al Jazeera sebelumnya, pada 10 Mei 2025 India dan Pakistan saling melancarkan serangan ke pangkalan militer satu sama lain. 

    Pihak Pakistan menjelaskan, pihaknya melancarkan serangan udara terhadap beberapa pangkalan militer India.

    Salah satu yang menjadi target serangan adalah Pangkalan Udara Udhampur, Pangkalan Udara Pathankot, Pangkalan Udara Adampur, serta Pangkalan Udara Bhuj. 

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan kebakaran di pangkalan udara militer India tidak benar dan informasinya perlu diluruskan.

    Faktanya, video itu adalah kebakaran di Pelabuhan Jebel Ali, Dubai pada 2021. Kebakaran terjadi karena ledakan dari dalam kontainer yang berada di kapal.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27068) [HOAKS] Bill Gates Sebut Vaksinasi Paksa sebagai Solusi Depopulasi

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/05/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan foto seorang perempuan menunjukkan surat kabar yang mengeklaim pendiri Microsoft, Bill Gates menyatakan, vaksinasi paksa merupakan solusi melakukan depopulasi. 

    Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks. Konten itu merupakan narasi teori konspirasi yang tidak berdasar.

    Narasi yang mengeklaim Bill Gates mengatakan bahwa vaksinasi paksa merupakan solusi depopulasi salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut membagikan foto seorang perempuan yang membentangkan surat kabar The Sovereign Independent bergambar Bill Gates dengan judul "Depopulation Through Forced Vaccination: The Zero Carbon Solution!".

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, unggahan itu sebelumnya sudah beredar pada 2021 saat pandemi Covid-19. 

    Penelusuran di Google Search menemukan fakta bahwa unggahan itu telah dibantah oleh media AP News dan Boom.

    Artikel tersebut ditulis oleh seorang bernama Rachel Windeer di situs surat kabar The Sovereign Independent. Situs itu disebut kerap membagikan misinformasi dan teori konspirasi.

    Pernyataan Bill Gates yang disalahartikan tersebut diambil dari pidatonya dalam Konferensi TED berjudul "Innovating to Zero".

    Setelah disimak sampai sampai tuntas, tidak ada pernyataan Bill Gates soal membunuh orang dengan vaksinasi paksa.

    Dalam video itu, ia  membahas bagaimana vaksin dan perawatan kesehatan yang lebih baik dapat membantu mengurangi laju pertumbuhan populasi global. Sehingga, nantinya dapat menurunkan emisi karbon.

    Dalam sebuah wawancara, Gates berpendapat peningkatan vaksin dan perawatan kesehatan dapat memperlambat laju pertumbuhan populasi di negara-negara miskin. Sebab, hal itu akan menurunkan angka kematian anak.

    Dengan lebih banyak anak yang mencapai usia dewasa, Gates mengatakan, orang tua mungkin akan memilih untuk memiliki jumlah keluarga yang lebih kecil. 

    Kesimpulan

    Narasi yang mengeklaim Bill Gates mengatakan vaksinasi paksa merupakan solusi depopulasi tidak benar atau hoaks.

    Unggahan itu menyalahartikan pernyataan Gates dalam Konferensi TED berjudul "Innovating to Zero" pada 2010.  Dalam video aslinya Gates tidak mengatakan soal membunuh orang dengan vaksinasi paksa.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27074) [HOAKS] Lowongan Kerja Pendamping PKH Kemensos

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/05/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar informasi lowongan kerja Kementerian Sosial untuk posisi pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH).

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks.

    Informasi lowongan kerja pendamping sosial PKH dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini pada Senin (19/5/2025).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    KABAR GEMBIRA Yang sudah menanti rekrutmen pendamping Sosial PKH untuk thn 2025

    Lowongan kerja di Kemensos dibuka dalam rangka pemenuhan kebutuhan SDM pelaksana PKH daerah, khususnya pendamping sosial PKH atau program keluarga harapan.

    Gaji 10 sampai 15 juta perbulan.

    Pendaftaran dilaksanakan secara online melalui LINK dibawah

    daftargratisv5[dot]gendiy[dot]xxx

    Link Rekrutmen Pendamping PKH 2025", Klik untuk daftar

    Screenshot Hoaks, lowongan kerja pendamping sosial PKH

    Hasil Cek Fakta

    Setelah diperiksa, tautan yang diklaim untuk akses rekrutmen pendamping PKH Kemensos tersebut mengarah ke sebuah situs mencurigakan.

    Situs tersebut meminta pengunjung memasukkan nama lengkap dan nomor akun Telegram aktif.

    Kemungkinan besar, situs itu merupakan modus phishing atau pencurian data. Phishing bisa menjadi pintu masuk untuk penipuan online, termasuk membobol rekening bank.

    Kemensos telah membantah informasi rekrutmen untuk pendamping PKH melalui klarifikasi langsung yang ditayangkan di situs Kementerian Komunikasi dan Digital.

    Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kemensos Devi Deliani mengatakan, unggahan dalam akun tersebut adalah informasi yang salah atau menyesatkan.

    Masyarakat diimbau untuk berhati-hati atas segala bentuk penipuan di media sosial. Semua informasi terkait Kementerian Sosial dapat diakses melalui laman resmi kemensos.go.id.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi lowongan kerja pendamping sosial PKH yang beredar di Facebook adalah hoaks.

    Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kemensos Devi Deliani mengatakan, unggahan dalam akun tersebut adalah informasi yang salah atau menyesatkan.

    Rujukan