KOMPAS.com - Di media sosial beredar informasi bantuan sosial Rp 100 juta untuk tenaga kerja Indonesia (TKI) beserta tautan yang diklaim untuk mengakses bansos tersebut.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks.
Informasi bansos Rp 100 juta untuk TKI serta tautan yang diklaim untuk mendapatkan bansos tersebut dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Mei 2025.
Informasi itu mencantumkan foto Presiden Prabowo Subianto untuk thumbnail, serta prosedur yang diklaim untuk mendapatkan bansos.
Pertama, membuka tautan yang dicantumkan dalam narasi. Kemudian, memasukkan nama lengkap dan negara tempat bekerja.
Selanjutnya, memasukkan nomor WhatsApp aktif. Setelah itu, menghubungi nomor WhatsApp seperti yang tertera untuk menerima bansos.
(GFD-2025-27075) [HOAKS] Bansos Rp 100 Juta untuk TKI
Sumber:Tanggal publish: 20/05/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menegaskan bahwa informasi yang mengeklaim Presiden Prabowo Subianto akan memberikan bantuan uang sebesar Rp 100 juta kepada setiap pekerja migran Indonesia adalah tidak benar atau hoaks.
Menurut Karding, informasi yang beredar di media sosial itu merupakan modus penipuan.
"Saya pastikan tidak benar alias hoaks. Untuk itu, masyarakat mohon tidak mempercayai kalau ada orang-orang tidak bertanggungjawab untuk menghubungi karena itu adalah modus penipuan," kata Karding, seperti diberitakan Antara, 16 Mei 2025.
Karding mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi atau konten sepihak yang tidak dapat diverifikasi faktanya.
Selain itu, dia menegaskan, penyebaran informasi tidak berdasarkan fakta yang membuat masyarakat atau pekerja migran Indonesia menjadi resah dapat dikenakan sanksi hukum.
Menurut Karding, informasi yang beredar di media sosial itu merupakan modus penipuan.
"Saya pastikan tidak benar alias hoaks. Untuk itu, masyarakat mohon tidak mempercayai kalau ada orang-orang tidak bertanggungjawab untuk menghubungi karena itu adalah modus penipuan," kata Karding, seperti diberitakan Antara, 16 Mei 2025.
Karding mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi atau konten sepihak yang tidak dapat diverifikasi faktanya.
Selain itu, dia menegaskan, penyebaran informasi tidak berdasarkan fakta yang membuat masyarakat atau pekerja migran Indonesia menjadi resah dapat dikenakan sanksi hukum.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi bansos Rp 100 juta untuk TKI yang beredar di media sosial adalah hoaks.
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding mengatakan, informasi itu itu merupakan modus penipuan. Ia mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap konten yang beredar di media sosial.
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding mengatakan, informasi itu itu merupakan modus penipuan. Ia mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap konten yang beredar di media sosial.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02FGW9LKY4wv1do3EPpdDjxbUhzBbRBQC55eemrc6B2fKxs3JDAG35JZF53HFT2bZ8l&id=61575766182359
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0iYCDxnG9xU9WVrrdanN4g7zTPJTv5cnrsgcfbM56FPDnQeJ2y3nGJpe3bJGwi2Edl&id=61576317056938
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0jRxer5eRqsevrQLeaQYcbrkWKyPCQavKM1d8JqcZAR82yDzXR5EC6fzDbwEPbnWal&id=61575515587776
- https://www.antaranews.com/berita/4837125/menteri-karding-tegaskan-isu-bantuan-rp100-juta-untuk-pmi-adalah-hoaks%C2%A0
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27027) Cek fakta, foto Roy Suryo ditahan karena tuduhan ijazah palsu Jokowi
Sumber:Tanggal publish: 19/05/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di YouTube menarasikan Roy Suryo ditahan setelah sidang pembuktian kasus ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo.
Dalam foto tersebut, terlihat Roy Suryo mengenakan rompi tahanan berwarna merah.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Berita hari ini akhirnya roy suryo ditahan setelah sidang pembuktian kasus ijazah palsu pak Jokowi
Ternyata ada unsur dendam !! roy suryo dan komplotannya. Makanya jangan melawan orang diam dan sabar !!!”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah foto Roy Suryo ditahan karena tuduhan ijazah palsu Jokowi tersebut?
Dalam foto tersebut, terlihat Roy Suryo mengenakan rompi tahanan berwarna merah.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Berita hari ini akhirnya roy suryo ditahan setelah sidang pembuktian kasus ijazah palsu pak Jokowi
Ternyata ada unsur dendam !! roy suryo dan komplotannya. Makanya jangan melawan orang diam dan sabar !!!”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah foto Roy Suryo ditahan karena tuduhan ijazah palsu Jokowi tersebut?
Hasil Cek Fakta
ANTARA menggunakan Google Reverse Image untuk mencari foto Roy Suryo dalam unggahan tersebut. Hasilnya, foto tersebut serupa dengan laman Kompas berjudul “Akhir Kasus Meme Stupa Mirip Jokowi, Roy Suryo Divonis 9 Bulan Penjara”.
Dalam berita tersebut, Roy Suryo dijatuhi hukuman sembilan bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Rabu, 28 Desember 2022.
Ia dinyatakan bersalah karena dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang bertujuan menimbulkan kebencian atau permusuhan terhadap individu maupun kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA).
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dengan demikian, foto yang beredar merupakan foto dari tahun 2022 dan bukan foto saat ini, serta tidak terkait dengan dugaan kasus ijazah palsu Presiden Jokowi.
Dalam perkembangan kasus tudingan ijazah palsu yang dilaporkan oleh Jokowi, Roy Suryo memenuhi undangan klarifikasi di Polda Metro Jaya. Mantan Menpora itu menyampaikan bahwa dirinya telah menjalani pemeriksaan dengan menjawab 24 pertanyaan dari penyidik Polda Metro Jaya pada Kamis (15/5).
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Dalam berita tersebut, Roy Suryo dijatuhi hukuman sembilan bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Rabu, 28 Desember 2022.
Ia dinyatakan bersalah karena dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang bertujuan menimbulkan kebencian atau permusuhan terhadap individu maupun kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA).
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dengan demikian, foto yang beredar merupakan foto dari tahun 2022 dan bukan foto saat ini, serta tidak terkait dengan dugaan kasus ijazah palsu Presiden Jokowi.
Dalam perkembangan kasus tudingan ijazah palsu yang dilaporkan oleh Jokowi, Roy Suryo memenuhi undangan klarifikasi di Polda Metro Jaya. Mantan Menpora itu menyampaikan bahwa dirinya telah menjalani pemeriksaan dengan menjawab 24 pertanyaan dari penyidik Polda Metro Jaya pada Kamis (15/5).
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Rujukan
(GFD-2025-27028) Cek Fakta: Hoaks Tautan Pendaftaran Pendamping Sosial PKH dari Kemensos
Sumber:Tanggal publish: 19/05/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan rekrutmen pendamping sosial PKH dari Kementerian Sosial (Kemensos). Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 14 Mei 2025.
Berikut isi postingannya:
"KABAR GEMBIRA Yang sudah menanti rekrutmen pendamping Sosial PKH untuk thn 2025 Lowongan kerja di Kemensos dibuka dalam rangka pemenuhan kebutuhan SDM pelaksana PKH daerah, khususnya pendamping sosial PKH atau program keluarga harapan.
Gaji 10 sampai 15 juta perbulan.
Pendaftaran dilaksanakan secara online melalui LINK dibawah https://registrasisekarang.top/masuk/Link Rekrutmen Pendamping PKH 2025", Klik untuk daftarhttps://registrasisekarang.top/masuk/"
Lalu benarkah postingan rekrutmen pendamping sosial PKH dari Kementerian Sosial (Kemensos)?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan situs yang ditautkan pada postingan bukan situs resmi Kemensos, www.kemensos.go.id.
Dalam situs tersebut justru meminta kita memasukkan data pribadi seperti nama lengkap dan juga nomor Telegram. Ini merupakan indikasi pencurian data ataupun bisa menghubungkan kita ke pinjaman online ilegal.
Kementerian Sosial sendiri telah membantah adanya rekrutmen untuk pendamping PKH. Hal ini disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Devi Deliani melalui laman resmi Komdigi.go.id.
"Unggahan dalam akun tersebut adalah informasi yang salah atau menyesatkan. Kementerian Sosial tidak pernah membuat informasi pendaftaran pendamping PKH," ujar Devi.
"Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati atas segala bentuk penipuan di media sosial. Semua informasi terkait Kementerian Sosial dapat diakses melalui laman resmi kemensos.go.id."
Kesimpulan
Postingan rekrutmen pendamping sosial PKH dari Kementerian Sosial (Kemensos) adalah hoaks.
Rujukan
(GFD-2025-27032) [SALAH] 37 Ribu Warga Israel Mengungsi karena Kebakaran
Sumber: tiktok.comTanggal publish: 19/05/2025
Berita
Beredar video dari akun Tiktok “alongsigli” pada Minggu (4/5/2025) yang menampilkan kepulan asap dan orang berlarian di jalan raya dengan narasi:
Update terbaru
kebakaran hutan terbesar Israel
Api mengancam di seluruh kawasan rumah
bangunan lebih 37,000 penduduk diarah berpindah
Minggu 4 Mei 2025
Sejak diunggah Minggu (4/5/2025), video itu telah ditonton lebih dari 171 ribu kali, disukai lebih dari 7 ribu kali, dibagikan ulang lebih dari 800 kali dan menuai lebih dari seribu komentar per Kamis (15/5/2025).
Update terbaru
kebakaran hutan terbesar Israel
Api mengancam di seluruh kawasan rumah
bangunan lebih 37,000 penduduk diarah berpindah
Minggu 4 Mei 2025
Sejak diunggah Minggu (4/5/2025), video itu telah ditonton lebih dari 171 ribu kali, disukai lebih dari 7 ribu kali, dibagikan ulang lebih dari 800 kali dan menuai lebih dari seribu komentar per Kamis (15/5/2025).
Hasil Cek Fakta
Disadur dari artikel Cek Fakta tempo.co.
Tempo menelusuri kebenaran klaim menggunakan mesin pencari Google dan penelusuran lokasi dengan Google. Hasilnya, ditemukan beberapa video dan pemberitaan yang membantah klaim tersebut.
Video asap yang menerpa jalan, dekat sebuah bangunan berwarna merah dan putih yang terlihat dalam video pertama, bukanlah kejadian di Israel, tetapi terjadi di Jalan Kamphaeng Phet, Bangkok, Thailand.
Detail lokasinya serupa dengan yang ditunjukkan pada Google Maps edisi November 2025. Bangunan merah dan putih tersebut adalah Bangsue Junction Shopping Center yang terletak di daerah Chatuchak, Bangkok.
Di tampilan Google Maps terlihat sebuah bangunan berwarna putih di sisi kanan. Dengan memanfaatkan Google Street View, bangunan tersebut terlihat masih dalam tahap pembangunan. Bagian bawahnya tertutup dengan penutup berwarna biru.
Bangunan itu merupakan kantor auditor pemerintah Thailand yang masih dalam proses pembangunan, tetapi roboh saat gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang berpusat di Myanmar pada Jumat (28/3/2025). Kejadian tersebut diberitakan oleh media berbahasa Thailand, pptvhd36.com.
Ketika bangunan itu runtuh, debu dan material lainnya menyebar di udara serta tanah di sekitarnya. Sisa-sisa reruntuhan gedung itu terlihat seperti asap kebakaran di pusat kota.
Sesuai dengan video yang beredar di media sosial, asap debu itu tampak dari area depan Bangsue Junction Shopping Center. Hal ini juga yang membuat dalam video yang beredar, gedung putih tersebut sudah tidak nampak, karena telah runtuh.
Sementara itu, video yang menunjukkan orang-orang berkumpul di jalan juga bukan terjadi di Israel, tetapi adalah rekaman efek gempa di Myanmar. Konten tersebut serupa dengan gambar yang diposting oleh akun Instagram Greatkhasmirnews.
Tempo menelusuri kebenaran klaim menggunakan mesin pencari Google dan penelusuran lokasi dengan Google. Hasilnya, ditemukan beberapa video dan pemberitaan yang membantah klaim tersebut.
Video asap yang menerpa jalan, dekat sebuah bangunan berwarna merah dan putih yang terlihat dalam video pertama, bukanlah kejadian di Israel, tetapi terjadi di Jalan Kamphaeng Phet, Bangkok, Thailand.
Detail lokasinya serupa dengan yang ditunjukkan pada Google Maps edisi November 2025. Bangunan merah dan putih tersebut adalah Bangsue Junction Shopping Center yang terletak di daerah Chatuchak, Bangkok.
Di tampilan Google Maps terlihat sebuah bangunan berwarna putih di sisi kanan. Dengan memanfaatkan Google Street View, bangunan tersebut terlihat masih dalam tahap pembangunan. Bagian bawahnya tertutup dengan penutup berwarna biru.
Bangunan itu merupakan kantor auditor pemerintah Thailand yang masih dalam proses pembangunan, tetapi roboh saat gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang berpusat di Myanmar pada Jumat (28/3/2025). Kejadian tersebut diberitakan oleh media berbahasa Thailand, pptvhd36.com.
Ketika bangunan itu runtuh, debu dan material lainnya menyebar di udara serta tanah di sekitarnya. Sisa-sisa reruntuhan gedung itu terlihat seperti asap kebakaran di pusat kota.
Sesuai dengan video yang beredar di media sosial, asap debu itu tampak dari area depan Bangsue Junction Shopping Center. Hal ini juga yang membuat dalam video yang beredar, gedung putih tersebut sudah tidak nampak, karena telah runtuh.
Sementara itu, video yang menunjukkan orang-orang berkumpul di jalan juga bukan terjadi di Israel, tetapi adalah rekaman efek gempa di Myanmar. Konten tersebut serupa dengan gambar yang diposting oleh akun Instagram Greatkhasmirnews.
Kesimpulan
Faktanya, video tersebut diambil dari peristiwa lain yang tidak berkaitan dengan kebakaran di Israel.
Rujukan
Halaman: 1802/7938

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5224012/original/080925100_1747617917-cek_fakta_kemensos.jpg)
