• (GFD-2025-27191) [PENIPUAN] Tautan Lowongan Kerja KAI Services

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 30/05/2025

    Berita

    Pada Sabtu (5/4/2025) akun Facebook “Info loker bumn 2025” membagikan tautan [arsip] disertai narasi :

    “Lowongan Kerja BUMN PT Reska Multi Usaha (KAI Services)

    WALK IN INTERVIEW

    PRAMUGARA DAN PRAMUGARI

    Kualifikasi Umum, Warga Negara Indonesia, Berpenampilan Menarik, Usia 18-40 Tahun, Pendidikan Minimal SMA/Sederajat, etc.”

    Hingga Jumat (16/5/25), unggahan mendapatkan 45 tanda suka dan dibagikan ulang 19 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan dalam unggahan. Diketahui, tautan tidak mengarah ke laman resmi PT Reska Multi Usaha (KAI Services) (karir.reska.id). Warganet justru diminta menuliskan nama serta nomor handphone yang terhubung dengan akun Telegram.

    Setelah foto unggahan ditelusuri menggunakan Google Lens, diketahui kalau poster serupa pernah diunggah oleh akun LinkedIn resmi “Rekrutmen Bersama BUMN” yang memiliki lebih dari dua juta pengikut.

    Dalam unggahan aslinya, lowongan kerja hanya mencantumkan kualifikasi pendidikan (minimal SMA/sederajat), tanpa batasan usia dan kriteria “berpenampilan menarik”. Calon pelamar diarahkan untuk mendaftar lewat laman resmi PT Reska Multi Usaha (KAI Services).

    TurnBackHoax kemudian menelusuri informasi lowongan di laman karier KAI Service (karir.reska.id). Diketahui, calon pelamar wajib membuat akun, melengkapi data pribadi, memilih posisi yang tersedia, serta mengunggah dokumen persyaratan seperti KTP, ijazah, transkrip nilai, CV, surat lamaran, dan dokumen pendukung lainnya.

    Seluruh informasi mengenai rekrutmen diinformasikan melalui :

    karir.reska.id
    Facebook “KAI Services”
    Instagram “rmu.id”
    X “RMU_ID”
    YouTube “kaiservices”

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “pendaftaran lowongan pekerjaan KAI Services” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-27192) Cek Fakta: Hoaks Video yang Diklaim Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Mengumandangkan Azan

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/05/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengumandangkan azan beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 26 Mei 2025.
    Dalam video tersebut tampak Kim Jong-un sedang berdiri di atas podium. Ia kemudian mengumandangkan azan dengan lantang.
    "Kim Jong Un kembali mengumandangkan azan, sungguh indah ❤," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 23 kali dibagikan dan mendapat 18 komentar dari warganet.
    Benarkah dalam video tersebut pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sedang mengumandangkan azan? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengumandangkan azan. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "kim jong un azan" di kolom pencarian Google Search.
    Hasilnya tidak ada informasi valid yang mendukung kabar tersebut. Penelusuran selanjutnya dilakukan dengan mengunggah video tersebut ke situs pendeteksi artificial intelligence (AI), hivemoderation.com.
    Hasilnya, video tersebut memiliki probabilitas 99,9 persen dibuat menggunakan perangkat AI. Berikut gambar tangkapan layarnya.
     

    Kesimpulan


    Video yang diklaim pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengumandangkan azan ternyata tidak benar alias hoaks. Faktanya, video tersebut dibuat menggunakan perangkat AI.
     
  • (GFD-2025-27195) Cek Fakta: Hoaks Tautan Pendaftaran Petani Milenial 2025 dari Kementan

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/05/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan tautan pendaftaran petani milenial 2025 dari Kementerian Pertanian (Kementan). Postingan itu beredar sejak beberapa waktu lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 12 April 2025.
    Berikut isi postingannya:
    "Rekrutmen Kementrian Pertanian Membuka Program Petani Minelial 2025
    Untuk Kamu Yang Ingin Menjadi Bagian Dari Tranformasi Sektor Agribisnis Di Indonesia:
    👉PERSYARATAN
    👈:.Usian 19-39 Tahun.WNI Dan Tinggal Di Daerah Asal.
    Melek Teknologi & Inovasi Pertanian.
    Punya Dasar Pengetahuan/ Pengalaman Di Bidang Pertanian.
    Minat Serius Membangun Usaha Agribisnis.
    Untuk SMA,SMK,S1,S2 Dan Sederajat
    👉MANFAAT BERGABUNG:
    👈.Gagi Hingga 10 Juta/ Bulan.
    Pelatihan Pertanian Modern.
    Akses Teknologi Canggih& Dukungan Pemerintah .
    Networking Di Sektor Agribisnis.
    (JADILAH BAGIAN DARi REVOLUSI PERTANIAN INDONESIA)👉 SEGERA DAFTAR KLIK LINK👇👉https://vsijx.win/9EtuN/?"
    Lalu benarkah postingan tautan pendaftaran petani milenial dari Kementerian Pertanian (Kementan)?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengunjungi laman yang ditautkan dalam postingan. Ternyata laman tersebut bukan mengarah ke website resmi Kementerian Pertanian.
    Laman tersebut justru meminta pengguna memasukkan nama dan nomor telegram yang aktif. Ini merupakan indikasi penipuan dan pencurian data.
    Website seperti ini juga bisa menghubungkan kita ke pinjaman online ilegal.
    Sementara website resmi dari Kementerian Pertanian terkait program petani milenial beralamat di https://latihanonline.pertanian.go.id. Sedangkan untuk pendaftarannya sendiri dilakukan di Dinas Pertanian masing-masing wilayah.
    Liputan6.com menulisnya dalam artikel berjudul "Jadi Brigade Swasembada Pangan Bisa Kantongi Pendapatan Rp10 Juta per Bulan, Begini Cara Daftarnya!" yang tayang pada 21 November 2024. Berikut isi artikelnya:
    "Liputan6.com, Jakarta - Dalam rangka mengurangi pengangguran dan kemiskinan, serta meningkatkan produktivitas pertanian guna mendukung terciptanya swasembada pangan, Kementerian Pertanian menghadirkan program Brigade Swasembada Pangan. Program itu pun diharapkan dapat menjadi ujung tombak transformasi pertanian tradisional ke modern.
    Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti menjelaskan bagaimana tata cara melakukan pendaftaran Brigade Swasembada Pangan. Sebagai langkah pertama, kata Idha, calon petani harus datang langsung ke dinas-dinas pertanian, baik yang ada di Kabupaten/Kota maupun tingkat Provinsi.
    “Dari sana (dinas) akan mengarahkan ke pendamping atau mentor dari kami (Kementan),” jelasnya.
    Idha pun mengatakan, setiap petani berpotensi memiliki pendapatan lebih dari Rp10 juta per bulan. Ia menyebut, hitung-hitungan tersebut berasal dari swakelola bagi hasil antara lapangan usaha dan petani baik dari sisi pendapatan produksi maupun hasil jual yang mencapai Rp6000 perkilogram gabah kering giling (GKG).
    “Itu bukan gaji tapi pendapatan dari harga jual GKG yang mencapai Rp6000 perkilogram, kemudian ada juga pembagian lainya seperti 20% lapangan usaha, jadi kami sudah hitung di dalam 15 orang anggota Brigade Swasembada Pangan itu pendapatan perorangnya bisa Rp10 juta,” katanya.
    Idha mengungkapkan, semua pendapatan itu juga tak lepas dari peran pemerintah yang telah menyiapkan skema pertanian modern untuk memangkas biaya produksi hingga 50%. Ia mengatakan, pemerintah akan memberi hibah berupa alat mesin pertanian kepada setiap kelompok Brigade Swasembada Pangan.
    “Dukungan dari pemerintah juga termasuk benih dan juga pupuk yang disiapkan untuk menopang jalanya produksi Brigade Swasembada Pangan,” ungkapnya.
    Idha juga menyebut bahwa terdapat beberapa kriteria bagi petani milenial yang akan masuk dan menjadi bagian dari Brigade Swasembada Pangan ini.
    “Pertama harus jujur, punya prinsip dan memiliki komitmen meningkatkan produktivitas, nanti di lapangan luas lahan yang akan dikelola Brigade Swasembada Pangan sekitar 200 hektare melalui kelola kemitraan,” sebutnya.
    Sebagai informasi, total pendaftar pada Brigade Swasembada Pangan ini mencapai kurang lebih 23 ribu dari berbagai unsur. Mereka akan didampingi para ASN yang disiapkan khusus dalam mengawal jalannya produksi untuk swasembada dan juga lumbung pangan dunia."

    Kesimpulan


    Postingan tautan pendaftaran untuk petani milenial dari Kementan adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27196) [SALAH] Proses Pembuatan Patung Paus Fransiskus dari Emas

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 30/05/2025

    Berita

    Beredar video dari akun Facebook “Leo Nardo” pada Senin (19/5/2025) yang menampilkan proses pembuatan patung Paus Fransiskus yang terbuat dari emas dengan narasi:

    Patung Bapak paus fransiskus terbuat dari emas murni

    Hingga Jumat (30/5/2025) unggahan tersebut telah ditonton 137 kali dan disukai oleh 14 pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari artikel Cek Fakta liputan6.com.

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kebenaran klaim dengan mengunggah video tersebut ke situs pendeteksi Artificial Intelligence (AI), hive moderation.com.

    Hasilnya, video tersebut diketahui hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI) dengan probabilitas 98,5 persen.

    Selain itu, tidak ada media kredibel yang melaporkan kejadian tersebut.

    Kesimpulan

    Faktanya video pembuatan patung Paus Fransiskus dari emas tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).

    Rujukan