• (GFD-2025-27213) [SALAH] Kemenkes Wajibkan Penumpang Pesawat Tervaksinasi TBC

    Sumber: X.com
    Tanggal publish: 31/05/2025

    Berita

    Akun X “HumorJonTampan” pada Senin (26/5/2025) membagikan foto [arsip] berisi klaim:
    “Kemenkes: Semua penumpang yang akan naik pesawat agar sudah divaksin TBC dan menunjukan surat vaksin. tujuannya untuk mencegah penyebaran lewat udara. Budi Gunadi Sadikin, Menkes.”
    Pengunggah menyertakan narasi berikut dalam takarirnya:
    “‘Hemmmmm.... Sales obat Bill Gates sudah mulai bekerja kah ini??’”
    Hingga Sabtu (31/5/2025) unggahan telah disukai 6.000 pengguna dan dibagikan ulang 1.000 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari pemberitaan detik.com

    Kementerian Kesehatan dalam keterangan resminya telah menegaskan bahwa narasi tersebut tidak benar.

    “Tidak ada aturan yang mewajibkan vaksin TBC untuk naik pesawat,” tulis Kemenkes RI dalam keterangan resminya.

    Vaksin TBC M72 yang dikembangkan dengan pendanaan dari Gates Foundation hingga kini belum diwajibkan karena masih dalam tahap uji klinis fase tiga. Vaksin ini juga belum digunakan secara luas.

    Di Indonesia, proses uji coba vaksin tersebut melibatkan lebih dari 2.000 partisipan yang terus dipantau untuk melihat efektivitas vaksin dalam jangka waktu 3 hingga 4 tahun sejak penyuntikan pertama pada November 2024.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “Kemenkes wajibkan penumpang pesawat tervaksinasi TBC” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    (Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)

    Rujukan

  • (GFD-2025-27214) Cek Fakta: Klarifikasi Istana soal Prabowo Minum Bir Saat Menjamu Macron di Istana

    Sumber:
    Tanggal publish: 31/05/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang Presiden Prabowo Subianto meminum bir saat menjamu Presiden Prancis Emmanuel Macron beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 31 Mei 2025.
    Akun Facebook tersebut mengunggah video yang memperlihatkan Prabowo saat menjamu Macron. Dalam video berdurasi 1 menit itu, tampak kedua kepala negara itu bersulang sambil mengangkat segelas minuman. Akun Facebook itu menyebut bahwa minuman yang dipegang dan diminum Prabowo dan Macron adalah bir.
    "Dulu takbir sekarang angkat gelas bir bro," demikian narasi dalam video tersebut.
    "Dulu takbir sekarang angkat gelar bis broth," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 199 kali ditonton dan mendapat beberapa respons dari warganet.
    Benarkah Prabowo meminum bir saat menjamu Macron di Istana Kepresidenan? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar Prabowo meminum bir saat menjamu Macron di Istana Kepresidenan. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "prabowo minum bir" di kolom pencarian Google Search.
    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang meluruskan kabar tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Heboh Prabowo Disebut Minum Bir saat Gala Dinner Menyambut Macron, Istana: Itu Sari Apel" yang dimuat situs Liputan6.com pada Jumat 30 Mei 2025.
    Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa minuman yang diminum kedua kepala negara itu bukan bir, melainkan sari apel. Hal ini disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana.
    "Sari apel," kata Yusuf lewat pesan singkat, Jumat (30/5/2025).
     

    Kesimpulan


    Kabar Prabowo meminum bir saat menjamu Macron di Istana Kepresidenan telah diklarifikasi. Faktanya, pihak Istana Kepresidenan melalui Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana menegaskan, minuman itu bukanlah minuman beralkohol atau bir, melainkan sari apel.
     

    Rujukan

  • (GFD-2025-27216) [HOAKS] Istri Presiden Macron Transgender, Merupakan Ayahnya Sendiri

    Sumber:
    Tanggal publish: 31/05/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Disinformasi di tengah warganet menyasar Ibu Negara Perancis Brigitte Macron. Istri Emmanuel Macron tersebut diklaim sebagai transgender.

    Klaim lebih parah menyebutkan bahwa dia merupakan ayah kandung dari Emmanuel Macron.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.

    Klaim yang menyebut Brigitte Macron adalah transgender disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Jumat, 2 Mei 2025:

    Disinyalir, istri dari Emmanuel Macron presiden Prancis adalah transgender. Yang lebih mengejutkan lagi, sosok istrinya yakni, Brigitte Macron adalah ayahnya sendiri.

    Sementara kedua anak yang diakui sebagai anak mereka adalah anak tiri dari sang ayah yang melakukan pergantian gender beberapa tahun silam. Artinya adik tiri dari si Emmanuel.

    Terbayang gak gaes,Jika ayah atau ibu kelan mengganti identitas gendernya lalu menjadi istri atau suami Kelan?

    Nauzubillahi min Zalik,banget gak tuh!

    akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, 2 Mei 2025, yang mengeklaim Brigitte Macron transgender dan merupakan ayah Emmanuel Macron.

    Hasil Cek Fakta

    Teori konspirasi mengenai Brigitte adalah transgender, beredar sejak Emmanuel Macron pertama kali menang Pilpres pada 2017.

    Dilansir Euro News, disinformasi itu pertama kali disebarkan oleh seorang jurnalis yang mengaku bernama Natacha Rey.

    Ia mengklaim bahwa sosok bernama Brigitte tidak pernah ada. Namun seorang bernama Jean-Michel Trogneux, telah mengubah jenis kelaminnya dan mulai menggunakan nama Brigitte.

    Rey diwawancarai oleh pemengaruh YouTube, Amandine Roy pada 2021 dan teori menyesatkan itu viral sebelum Pilpres Prancis 2022.

    Brigitte lantas melayangkan gugatan pencemaran nama baik terhadap Roy dan Rey.

    Menurut laporan Le Monde, pengadilan Perancis menyatakan mereka bersalah dan dijatuhi hukuman berupa pemberian uang ganti rugi.

    Kesimpulan

    Narasi yang mengeklaim Brigitte Macron transgender dan merupakan ayah Emmanuel Macron merupakan hoaks.

    Teori konspirasi itu beredar sejak 2017, kemudian menjadi viral pada 2021 jelang Pilpres Perancis.

    Penyebar disinformasi telah dituntut atas pencemaran nama baik dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27220) [HOAKS] Pesawat Jemaah Haji Asal Mauritania Jatuh di Laut Merah

    Sumber:
    Tanggal publish: 31/05/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan media sosial dengan narasi yang mengeklaim pesawat yang membawa jemaah haji asal Mauritania jatuh di Laut Merah pada 28 Mei 2025.

    Peristiwa itu diklaim menyebabkan 200 orang meninggal dunia. Namun, setelah ditelusuri narasi dalam unggahan tidak benar atau hoaks.

    Unggahan soal pesawat yang membawa jemaah haji asal Mauritania jatuh di Laut Merah salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut membagikan foto sebuah pesawat yang terbakar. Berikut keterangan yang disampaikan dalam unggahan:

    Pesawat jamaah haji mauritania jatuh dilaut merah, 200 orang meninggal dunia.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com melalui Google Search, tidak ditemukan informasi valid terkait kecelakaan pesawat yang mengangkut jemaah haji asal Mauritania.

    Dikutip dari The Express Tribune, Direktur Haji di Kementerian Urusan Islam Mauritania, El Waly Taha dengan tegas membantah laporan tersebut.

    Ia memastikan, semua jemaah aman dan telah tiba di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji. Mereka pergi ke Arab Saudi dengan menggunakan pesawat Mauritania Airlines.

    Melalui unggahan di media sosialnya, pihak Mauritania Airlines juga memastikan semua jemaah haji telah tiba di Arab Saudi dengan selamat.

    Mauritania Airlines mengoperasikan tiga pesawat untuk membawa jemaah haji tahun ini. Pesawat itu terbang dari Mauritania menuju Arab Saudi pada 23, 24, dan 25 Mei 2025.

    Pihak Mauritania Airlines mengimbau masyarakat untuk mengecek informasi yang diterima supaya tidak termakan berita palsu. 

    Kesimpulan

    Narasi yang mengeklaim pesawat jemaah haji Mauritania jatuh di Laut Merah tidak benar atau hoaks.

    Pemerintah Mauritania memastikan semua jemaah haji dari negaranya telah tiba di Arab Saudi dengan selamat. Mereka terbang ke Arab Saudi dengan menggunakan pesawat Mauritania Airlines yang berangkat pada tanggal 23, 24, dan 25 Mei 2025.

    Rujukan