• (GFD-2025-27270) [KLARIFIKASI] Video Perlihatkan Kebakaran Pabrik di India, Bukan karena Serangan Pakistan

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/06/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan video yang diklaim menampilkan pangkalan udara militer India di wilayah Udhampur hancur diserang militer Pakistan.

    Dalam video, tampak beberapa mobil pemadam kebakaran bergerak menuju bangunan yang dilalap api. 

    Namun, setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam video tersebut keliru dan perlu diluruskan.

    Video yang diklaim menampilkan pangkalan militer India di wilayah Udhampur hancur diserang militer Pakistan salah satunya dibagikan akun Instagram ini dan Facebook ini, ini, ini.

    Berikut narasi yang disampaikan:

    Pangkalan udara militer India di wilayah Udhampur dilaporkan hancur setelah mendapatkan serangan udara dari militer Pakistan.

    Terlihat pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kobaran api yang meluas.

    Akun Instagram Tangkapan layar Instagram video yang diklaim menampilkan angkalan udara militer India di wilayah Udhampur akibat serangan Pakistan

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com memeriksa sumber video tersebut menggunakan Google Lens. Hasilnya, video identik dengan unggahan di kanal YouTube ini pada 9 Mei 2025.

    Dalam keterangannya, video itu adalah kebakaran di Hanumangarh, sebuah distrik di negara bagian Rajasthan, India.

    Berdasarkan laporan dari media India, ETV Bharat  pada 8 Mei 2025 terjadi kebakaran pabrik kimia yang berada kawasan industri Hanumangarh.

    Kebakaran itu menyebabkan dua orang tewas serta menimbulkan kepanikan. Kobaran api baru bisa dipadamkan beberapa jam setelah petugas pemadam kebakaran datang. 

    Melalui unggahan di media sosial X pada 10 Mei 2025, Unit Pemeriksa Fakta dari Biro Informasi Pers (PIB) juga menjelaskan, peristiwa itu adalah kebakaran pabrik kimia di Hanumangarh dan tidak terkait dengan konflik India dengan Pakistan.

    Diberitakan Al Jazeera, pada 10 Mei 2025 India dan Pakistan saling melancarkan serangan ke pangkalan militer satu sama lain.

    Pihak Pakistan menjelaskan, salah satu yang menjadi target serangan adalah Pangkalan Udara Udhampur, Pangkalan Udara Pathankot, Pangkalan Udara Adampur, serta Pangkalan Udara Bhuj.

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan pangkalan militer India di wilayah Udhampur hancur diserang militer Pakistan merupakan informasi keliru.

    Faktanya, video memperlihatkan kebakaran pabrik kimia di Hanumangarh, sebuah distrik di negara bagian Rajasthan, India. Kebakaran tersebut tidak terkait dengan konflik antara India dengan Pakistan. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-27271) [HOAKS] Raffi Ahmad Janjikan Hadiah Rp 1 Miliar untuk TKI

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/06/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan selebritas Raffi Ahmad menjanjikan hadiah Rp 1 miliar untuk para tenaga kerja Indonesia (TKI).

    Hadiah ini, menurut unggahan, diberikan dalam rangka menyambut hari raya Idul Adha.

    Akan tetapi, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu merupakan hasil manipulasi. Konten itu merupakan hoaks dan mengarah pada penipuan.

    Video Raffi Ahmad menjanjikan hadiah Rp 1 miliar kepada TKI salah satunya dibagikan akun Facebook ini.

    Dalam video Raffi mengatakan, ia akan memberikan Rp 1 miliar kepada 10 TKI yang beruntung. Para TKI diminta menjawab pertanyaan soal siapa nama anak kedua Raffi Ahmad.

    Keterangan dalam video yakni sebagai berikut:

    Dalam Menjelang Lebaran IDHUL ADHA Rans Intertaiment Kembali Bagi Bagi Hadiah 1Milliar 10 Orang Yang Beruntung

    Khusus Para Tkw&Tki

    Cara Mengikuti Kuis:

    ? Like & Follow Share Sosial Media Halaman ini? Jawab Kuis Di Video? Kirim Jawaban Ke Via Inbox Layanan????

    Semoga Beruntung Sahabat Rans Entertainment*

    PERINGATAN!!!Bilamana ada yang mencantumkan No. & Link, itu bukan pihak kami selaku admin Raffi Ahmad Giveaway Layanan.Lihat Lebih Sedikit

    Ketika dicek di media sosial Raffi Ahmad, tidak ditemukan konten mengenai pembagian hadiah Rp 1 miliar kepada TKI.

    Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian menggunakan teknik reverse image search untuk mencari sumber video tersebut. 

    Hasilnya, diketahui video itu identik dengan unggahan di kanal YouTube OfficialiNews ini.

    Dalam video aslinya Raffi tidak menjanjikan hadiah. Namun, ia menyampaikan soal pengunduran dirinya dari proyek pembangunan beach club di Gunungkidul, Yogyakarta.

    Pengunduran diri itu disampaikan Raffi setelah muncul petisi penolakan pembangunan dari masyarakat.

    Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Raffi menjanjikan hadiah Rp 1 miliar kepada TKI terdeteksi dihasilkan oleh artificial intelligence (AI). Probabilitas video itu rekayasa AI mencapai 99,8 persen. 

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Video Raffi Ahmad menjanjikan hadiah Rp 1 miliar kepada TKI merupakan hasil manipulasi berbasis AI.

    Dalam video aslinya, Raffi menyampaikan soal pengunduran diri dari proyek beach club di Gunungkidul, Yogyakarta.

    Hasil pengecekan menggunakan Hive Moderation menunjukkan konten tersebut dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau AI. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-27273) [HOAKS] Tautan untuk Daftar Rekrutmen PPPK Periode 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/06/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar tautan yang diklaim untuk mengakses rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) periode 2025.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut palsu. Waspada, tautan itu diindikasi sebagai modus penipuan.

    Tautan yang diklaim untuk akses rekrutmen PPPK periode 2025 dibagikan oleh akun Facebook ini pada 28 Mei 2025.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Rekrutmen pendaftaran PPPK tahun 2025 resmi di buka (terbuka untuk umum dan swasta honorer)

    PPPK 2025, mari kita tingkatkan kualitas diri dan persiapkan diri untuk menjadi guru yang lebih baik."

    "Saya bangga menjadi bagian dari keluarga PPPK. Semoga bisa memberikan kontribusi yang terbaik bagi dunia pendidikan."

    "Yuk, kita saling mendukung dan memberikan semangat kepada teman-teman yang sedang mengikuti seleksi PPPK."

    Syarat Umum Pendaftaran PPPK tahun 2025* Warga Negara Indonesia (WNI)* Penempatan Sesuai Domisili/Daerah Masing-masing•* Nomor telegram yang aktif

    Syarat Administrasi* Kartu keluarga (KK)* Kartu tanda penduduk (KTP)* Dokumen lain yang diperlukan sesuai dengan instansi atau kementerian tujuan

    Pendaftaran Disini Gratis Yah Tidak Dipungut Biaya

    pendaftaranpppk2025[dot]wijiyii[dot]com

    Hasil Cek Fakta

    Setelah diperiksa, tautan yang diklaim untuk akses pendaftaran PPPK 2025 tersebut tidak mengarah ke situs Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (ASN) atau SSCASN.

    Tautan tersebut mengarah ke sebuah situs yang meminta pengunjung memasukkan nama lengkap dan nomor akun Telegram aktif.

    Kemungkinan besar, tautan itu adalah modus phishing. Awas, jangan sampai memasukkan informasi pribadi apa pun ke situs tersebut.

    Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) belum mengumumkan penerimaan CASN 2025.

    Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama BKN, Vino Dita Tama mengatakan, penyelenggaraan seleksi CASN 2025 menunggu keputusan dari Kemenpan-RB.

    "Sebagai informasi, ada mekanisme khusus yang harus dilalui sebelum proses seleksi CASN dimulai," kata Vino seperti diberitakan Kompas.com, 5 Mei 2025.

    Sementara itu, Kepala Biro Data, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemenpan-RB, Mohammad Averrouce, belum bisa memberikan informasi pasti soal penerimaan CASN 2025.

    Pemerintah saat ini masih fokus menuntaskan proses seleksi CASN 2024 serta penataan tenaga non-ASN melalui mekanisme PPPK.

    "Berkenan monitor kanal resmi kami, termasuk media sosial kami. Pemerintah masih fokus merampungkan proses seleksi CASN 2024 dan penyelesaian tenaga non-ASN melalui mekanisme PPPK," kata Averrouce.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan yang diklaim untuk akses rekrutmen PPPK periode 2025 adalah hoaks.

    BKN dan Kemenpan-RB sampai saat ini belum mengumumkan jadwal penerimaan CASN 2025. Selain itu, tautan yang dicantumkan kemungkinan besar adalah modus phishing.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27274) [KLARIFIKASI] Tidak Benar SPBU di Manado Jual Pertalite Campur Air

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/06/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang diklaim menunjukkan sebuah SPBU di Manado, Sulawesi Utara, menjual Pertalite dengan dicampur air.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu perlu diluruskan.

    Video yang diklaim menunjukkan sebuah SPBU di Manado menjual Pertalite campur air dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini pada Mei 2025.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Salah satu SPBU di Kota Manado yang Sering Buka 24 Jam, Kedapatan Pertalite bercampur Air

    Dalam video, tampak seorang laki-laki mengisi sebuah bejana ukur dengan Pertalite. Terlihat bahwa Pertalite yang seharusnya berwarna hijau pekat justru berwarna hijau transparan.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan klarifikasi dari akun Facebook Lambe Turah Kawanua OA yang diunggah pada 5 Mei 2025 terkait video tersebut. 

    Lambe Turah Kawanua OA menyebutkan, video itu berasal dari akun Herby Karly Paendong dan pertama kali diunggah di Facebook pada 4 Mei 2025. Video itu sekarang sudah dihapus.

    Video tersebut diambil di SPBU Pertamina yang beralamat di Jalan Pingkan Matindas Nomor 117, Dendengan Dalam, Paal Dua, Manado atau SPBU Pertamina Paal Dua.

    Menurut Lambe Turah Kawanua OA, video yang diunggah akun Herby Karly Paendong pada mulanya tidak diberi penjelasan atau takarir (caption) apa pun.

    Namun, video itu lantas disunting dan diberi keterangan yang menyebutkan bahwa video itu adalah contoh kondisi apabila Pertalite dicampur dengan air.

    "Kesimpulannya dalam hal ini, kami sekali lagi memohon maaf jika dalam unggahan (repost) kami tersebut terdapat kekeliruan informasi yang merugikan pihak-pihak tertentu," demikian klarifikasi dan permintaan maaf dari akun Facebook Lambe Turah Kawanua OA.

    Sementara itu, akun Facebook Sulawesi Utara Community pada 5 Mei 2025 mengunggah video klarifikasi terkait SPBU Paal Dua di Kota Manado menjual Pertalite campur air.

    Dalam video itu, perwakilan dari kepolisian setempat, Pertamina, dan warga, melakukan penyidakan langsung terhadap SPBU tersebut.

    Setelah dilakukan pengecekan bersama oleh sejumlah pihak tersebut, ditemukan bahwa BBM berjenis Pertalite yang dijual di SPBU terbukti tidak dicampur air.

    Selain melakukan penelusuran di media sosial, Kompas.com juga menghubungi pihak Pertamina untuk mengonfirmasi duduk perkara video tersebut.

    Dalam keterangannya, Tim Communication Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Sulawesi mengatakan bahwa video itu adalah video lama dan telah diklarifikasi oleh Polresta Manado. 

    "Jadi ini video lama dan sudah diklarifikasi dari Polresta Manado," demikian keterangan dari Pertamina Patra Niaga Sulawesi kepada Kompas.com, Selasa (3/6/2025).

    Video itu terdiri dari dua bagian dan memperlihatkan pengecekan Pertalite yang dijual di SPBU Pertamina Paal Dua, Manado.

    Pada video pertama, ditampilkan Pertalite murni yang tidak tercampur air. Kemudian, pada video kedua, diperlihatkan wujud fisik Pertalite apabila tercampur air. 

    Akan tetapi, video kedua tersebut dibagikan ulang tanpa takarir sehingga mengesankan SPBU Pertamina Paal Dua menjual Pertalite yang dicampur air.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang diklaim menunjukkan sebuah SPBU di Manado menjual Pertalite campur air perlu diluruskan.

    Video itu dibagikan dengan konteks keliru. Video asli menunjukkan contoh kondisi fisik Pertalite apabila dicampur dengan air.

    Namun, video tersebut dibagikan ulang dengan narasi keliru yang mengeklaim ada SPBU di Manado menjual Pertalite campur air. 

    Setelah dilakukan pengecekan bersama oleh sejumlah kepolisian, Pertamina, dan warga, ditemukan bahwa Pertalite yang dijual di SPBU terbukti tidak dicampur air.

    Rujukan