tirto.id - Nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi masih ramai jadi perbincangan warganet. Tren data penelusuran Google (Google Trend) juga menunjukkan tingginya tingkat popularitas nama Dedi Mulyadi di ruang digital. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, tepatnya dari 1 Maret 2025 - 1 Juni 2025, nama Dedi selalu punya traksi di mesin pencarian untuk wilayah Indonesia.
ADVERTISEMENT
Di tengah ramainya perbincangan tentang sosok yang akrab disapa Demul tersebut, tak jarang juga tersebar informasi yang tidak bisa dipertanggungjawbkan kebenarannya.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Tim Periksa Fakta Tirto telah beberapa kali melakukan debunking terkait konten disinformasi yang mencatut nama Dedi Mulyadi. Di antaranya soal klaim Demul meresmikan pinjaman online(pinjol), mengomentari soal ijazah Joko Widodo (Jokowi) hingga narasi yang menyebut mantan Bupati Purwakarta tersebut tidak percaya keberadan tuhan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Baru-baru ini, di media sosial kembali beredar klaim yang menyebut bahwa Dedi Mulyadi dirawat di rumah sakit pada bulan Juni 2025 ini. Narasi ini disebarkan oleh sejumlah akun di Facebook, di antaranya “Kuri Tegal”, “Al Abidzar Dimas Santoso”(arsip), “Bang Adek”, “Saha atuh”(arsip) dan “Eman Sulaeman” pada periode awal Juni 2025 ini.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta Hoaks Video Dedi Mulyadi Sakit dan Dirawat di RS Pada Juni 2025.
Sejumlah unggahan tersebut menampilkan video yang memperlihatkan sosok Dedi Mulyadi tengah terbaring di ranjang rumah sakit dengan tangan terpasang selang infus. Dalam rekaman tersebut, tampak pula kehadiran beberapa tenaga medis, termasuk dokter dan perawat, yang mendampingi.
ADVERTISEMENT
Keterangan dalam unggahan-unggahan itu menyebutkan bahwa Dedi, yang dalam narasi tersebut disebut sebagai Gubernur Jawa Barat, sedang menjalani perawatan karena sakit pada Juni 2025 ini.
“Pantesan ga jadi ke Sumedang.ternyata bapa Aing Lagi sakit, Do'a terbaik dari warga Jabar Semoga lekas sembuh,dan bisa beraktifitas lagi seperti biasa pa gubernur,” tulis keterangan takarir salah satu pengunggah klaim ini pada Kamis (5/6/2025).
Sepanjang Senin (2/6/2025) hingga Kamis (19/6/2025) atau selama 17 hari tersebar di Facebook, salah satu unggahan tersebut telah memperoleh 316 tanda suka, 72 komentar dan telah dibagikan sebanyak 27 kali. Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
(GFD-2025-27506) Hoaks Video Dedi Mulyadi Sakit dan Dirawat di RS pada Juni 2025
Sumber:Tanggal publish: 19/06/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, Tirto terlebih dahulu menelusuri kanal media sosial resmi milik Dedi Mulyadi, khususnya di platform YouTube, TikTok dan Instagram. Ketiga platform tersebut selama ini dikenal sebagai saluran utama bagi Dedi Mulyadi untuk membagikan berbagai aktivitasnya kepada publik.
Berdasarkan penelusuran tersebut, tidak ditemukan satu pun unggahan atau informasi yang menunjukkan bahwa Dedi Mulyadi sedang menjalani perawatan di rumah sakit pada periode awal hingga pertengahan Juni ini. Sebaliknya, ia tampak aktif beraktivitas dan secara konsisten mengunggah dokumentasi kegiatannya di kedua platform tersebut.
Penelusuran dilakukan dengan menggunakan teknik pencarian gambar terbalik (reverse image search) dan penelusuran kata kunci terkait di mesin pencarian Google.
Hasil penelusuran mengarahkan kami ke video identik yang diunggah di kanal YouTube resmi milik Dedi Mulyadi, yakni “KANG DEDI MULYADI CHANNEL”, dalam video berjudul “KANG DEDI JALANI T1NDAKAN DSA DI RSPAD | DI0PERASI DIPIMPIN dr. TERAWAN | KENAPA YA ?”.
Video yang belakangan beredar luas di media sosial, yang menampilkan Dedi Mulyadi tengah berada di rumah sakit, ternyata merupakan rekaman lama yang pertama kali diunggah pada 26 Januari 2022 di kanal YouTube milik Dedi Mulyadi tersebut. Video tersebut merekam momen ketika Dedi Mulyadi menjalani operasi di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada tahun 2022.
Momen Dedi Mulyadi menjalani perawatan di rumah sakit pada awal 2022 juga sempat diberitakan oleh kanal berita Detikcom. Saat itu, Dedi yang masih menjabat sebagai anggota DPR RI diketahui mendatangi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto untuk menjalani tindakan medis. Operasi tersebut dipimpin langsung oleh mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.
Menurut keterangan, tindakan medis itu dilakukan untuk membersihkan aliran darah guna mencegah terjadinya penyumbatan. Hasil pemeriksaan dari tim dokter syaraf menunjukkan bahwa kondisi Dedi Mulyadi saat itu dalam keadaan sehat. Namun, terdapat potensi masalah kesehatan yang perlu diantisipasi lebih awal agar tidak berkembang menjadi penyakit serius di kemudian hari.
"Tidak ada apa-apa sih hanya ada sesuatu yang harus segera dibenahi supaya lebih sehat lagi, tapi sudah ngomong tadi enggak mau pakai obat kimia karena tidak biasa makan obat," ujar Dedi dalam rilis yang diterima Detik, Kamis (27/1/2022).
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sendiri juga telah mengunggah bantahan terkait klaim yang menyebut Dedi Mulyadi sakit dan dirawat di rumah sakit pada Juni 2025. Komdigi melabeli klaim tersebut sebagai hoaks.
Berdasarkan penelusuran tersebut, tidak ditemukan satu pun unggahan atau informasi yang menunjukkan bahwa Dedi Mulyadi sedang menjalani perawatan di rumah sakit pada periode awal hingga pertengahan Juni ini. Sebaliknya, ia tampak aktif beraktivitas dan secara konsisten mengunggah dokumentasi kegiatannya di kedua platform tersebut.
Penelusuran dilakukan dengan menggunakan teknik pencarian gambar terbalik (reverse image search) dan penelusuran kata kunci terkait di mesin pencarian Google.
Hasil penelusuran mengarahkan kami ke video identik yang diunggah di kanal YouTube resmi milik Dedi Mulyadi, yakni “KANG DEDI MULYADI CHANNEL”, dalam video berjudul “KANG DEDI JALANI T1NDAKAN DSA DI RSPAD | DI0PERASI DIPIMPIN dr. TERAWAN | KENAPA YA ?”.
Video yang belakangan beredar luas di media sosial, yang menampilkan Dedi Mulyadi tengah berada di rumah sakit, ternyata merupakan rekaman lama yang pertama kali diunggah pada 26 Januari 2022 di kanal YouTube milik Dedi Mulyadi tersebut. Video tersebut merekam momen ketika Dedi Mulyadi menjalani operasi di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada tahun 2022.
Momen Dedi Mulyadi menjalani perawatan di rumah sakit pada awal 2022 juga sempat diberitakan oleh kanal berita Detikcom. Saat itu, Dedi yang masih menjabat sebagai anggota DPR RI diketahui mendatangi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto untuk menjalani tindakan medis. Operasi tersebut dipimpin langsung oleh mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.
Menurut keterangan, tindakan medis itu dilakukan untuk membersihkan aliran darah guna mencegah terjadinya penyumbatan. Hasil pemeriksaan dari tim dokter syaraf menunjukkan bahwa kondisi Dedi Mulyadi saat itu dalam keadaan sehat. Namun, terdapat potensi masalah kesehatan yang perlu diantisipasi lebih awal agar tidak berkembang menjadi penyakit serius di kemudian hari.
"Tidak ada apa-apa sih hanya ada sesuatu yang harus segera dibenahi supaya lebih sehat lagi, tapi sudah ngomong tadi enggak mau pakai obat kimia karena tidak biasa makan obat," ujar Dedi dalam rilis yang diterima Detik, Kamis (27/1/2022).
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sendiri juga telah mengunggah bantahan terkait klaim yang menyebut Dedi Mulyadi sakit dan dirawat di rumah sakit pada Juni 2025. Komdigi melabeli klaim tersebut sebagai hoaks.
Kesimpulan
Hasil penelusuran fakta menunjukan narasi yang menyebut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sedang sakit dan dirawat di rumah sakit pada Juni 2025 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Potongan video yang memperlihatkan Dedi Mulyadi tengah berbaring di rumah sakit serta berkomunikasi dengan dokter dan perawat diketahui telah digunakan secara menyesatkan oleh sejumlah akun di media sosial.
Cuplikan tersebut diambil dari video lama yang direkam pada Januari 2022, namun kemudian dipotong dan disebarluaskan ulang untuk membangun narasi keliru bahwa Dedi Mulyadi sedang sakit dan menjalani perawatan pada awal Juni 2025.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Potongan video yang memperlihatkan Dedi Mulyadi tengah berbaring di rumah sakit serta berkomunikasi dengan dokter dan perawat diketahui telah digunakan secara menyesatkan oleh sejumlah akun di media sosial.
Cuplikan tersebut diambil dari video lama yang direkam pada Januari 2022, namun kemudian dipotong dan disebarluaskan ulang untuk membangun narasi keliru bahwa Dedi Mulyadi sedang sakit dan menjalani perawatan pada awal Juni 2025.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://tirto.id/tidak-benar-video-dedi-mulyadi-resmikan-layanan-pinjol-hbT5
- https://tirto.id/tidak-benar-tempo-beritakan-pernyataan-dedi-soal-ijazah-jokowi-hbsq
- https://tirto.id/hoaks-artikel-beritakan-pernyataan-dedi-bahwa-tuhan-tidak-ada-hatC
- https://web.facebook.com/watch/?mibextid=9drbnH&v=691926483648702&rdid=5LkgWBqYSxUQ33ix
- https://web.facebook.com/reel/2817563641769834
- https://archive.ph/NusTl
- https://web.facebook.com/reel/982444507302654
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02AJu4wfyk3rb1WJE6WnJAvTBRtCD5CEehvvNL2eTpitENRybVFhLv9sQqEdhrCL5l&id=61575082078914
- https://archive.ph/VPKYT
- https://web.facebook.com/sulaiman.faishalfikry/posts/pfbid02kF9viajqCzxyy3X9typaYXM8CDwDiUVzthZa5ZUbfAMm18EZLfK3VdAzfE1CckkDl
- https://www.youtube.com/@KANGDEDIMULYADICHANNEL/videos
- https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial?lang=id-ID
- https://www.instagram.com/dedimulyadi71/
- https://www.youtube.com/watch?v=hzATpLjdlP4
- https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5917115/dedi-mulyadi-dioperasi-terawan-di-rspad
- https://www.komdigi.go.id/berita/berita-hoaks/detail/hoaks-dedi-mulyadi-dirawat-di-rumah-sakit-pada-juni-2025
(GFD-2025-27507) Tangkapan Layar Prabowo Perintahkan Tangkap Jokowi Adalah Hoaks
Sumber:Tanggal publish: 19/06/2025
Berita
tirto.id - Polemik isu ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terus bergulir. Teranyar, Minggu (15/6/2025) di Jakarta, kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, mengeklaim bahwa tuduhan ijazah palsu Jokowi ditujukan bukan demi mencari kebenaran atau kepentingan akademik semata. Namun, disebut Rivai diniatkan untuk menjatuhkan sosok pribadi Jokowi.
ADVERTISEMENT
Selain itu, pihaknya mengaku banyak pernyataan-pernyataan oleh pihak tertentu yang bersifat politis sehingga mempersoalkan hal yang tak berkaitan dengan ijazah. Bahkan, Rivai mengeklaim ada pihak yang mengaku-ngaku sebagai peneliti dan turut menyebarkan tuduhan ijazah palsu Jokowi.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Di tengah polemik tuduhan ijazah palsu Presiden Jokowi, di media sosial justru muncul narasi yang mengeklaim seolah-olah Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menangkap Jokowi. Dalam narasi yang beredar itu, perintah penangkapan dilakukan apabila Jokowi tidak mau menyerahkan ijazah aslinya.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Narasi yang diunggah di media sosial tersebut diposting oleh sejumlah akun, salah satunya akun "Angga Laksana" (arsip). Postingan itu menampilkan foto tangkapan layar artikel bertajuk: “Prabowo tiba di Singapura Beri pernyataan jika Jokowi tidak berikan ijasah Aslinya perintah Kapolri tangkap dia!!!”. Dalam gambar tangkapan layar itu, tampak logo kantor berita Antara, yang diklaim sebagai yang menerbitkan artikel tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Foto artikel pada postingan tangkapan layar tersebut menampilkan sosok Prabowo yang menjabat tangan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, dengan latar belakang pesawat kenegaraan. Dalam unggahan tersebut juga terdapat keterangan teks yang berbunyi: “SAHABATKU...1NI YG K1T4 TUNGGU2, P4K PR4BOWO MUL41 4MB1L KEPUTUSAN SEB4G41 M4C4N 4S1A …”.
Header Periksa Fakta Hoaks Prabowo Perintahkan Kapolri Tangkap Jokowi.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut tayang di Facebook sejak 18 Juni 2025. Sampai dengan Kamis (!9/6/2025), foto tersebut sudah mendapat 640 tanda suka (likes) dan 184 komentar. Postingan tersebut juga telah dibagikan ulang sebanyak 31 kali.
Pantauan Tirto, banyak komentar yang mempercayai narasi dari postingan tersebut. Seperti meminta agar Prabowo betul-betul berani menangkap Jokowi jika tidak menyerahkan ijazah aslinya.
Penelusuran lebih dalam, ditemukan pula beberapa postingan serupa oleh akun lainnya di Facebook. Misalnya seperti yang diunggah oleh akun ini (arsip), ini (arsip), dan ini (arsip).
Namun, benarkah narasi bahwa Presiden Prabowo memerintahkan Kapolri menangkap Jokowi jika tidak menyerahkan ijazah aslinya?
ADVERTISEMENT
Selain itu, pihaknya mengaku banyak pernyataan-pernyataan oleh pihak tertentu yang bersifat politis sehingga mempersoalkan hal yang tak berkaitan dengan ijazah. Bahkan, Rivai mengeklaim ada pihak yang mengaku-ngaku sebagai peneliti dan turut menyebarkan tuduhan ijazah palsu Jokowi.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Di tengah polemik tuduhan ijazah palsu Presiden Jokowi, di media sosial justru muncul narasi yang mengeklaim seolah-olah Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menangkap Jokowi. Dalam narasi yang beredar itu, perintah penangkapan dilakukan apabila Jokowi tidak mau menyerahkan ijazah aslinya.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Narasi yang diunggah di media sosial tersebut diposting oleh sejumlah akun, salah satunya akun "Angga Laksana" (arsip). Postingan itu menampilkan foto tangkapan layar artikel bertajuk: “Prabowo tiba di Singapura Beri pernyataan jika Jokowi tidak berikan ijasah Aslinya perintah Kapolri tangkap dia!!!”. Dalam gambar tangkapan layar itu, tampak logo kantor berita Antara, yang diklaim sebagai yang menerbitkan artikel tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Foto artikel pada postingan tangkapan layar tersebut menampilkan sosok Prabowo yang menjabat tangan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, dengan latar belakang pesawat kenegaraan. Dalam unggahan tersebut juga terdapat keterangan teks yang berbunyi: “SAHABATKU...1NI YG K1T4 TUNGGU2, P4K PR4BOWO MUL41 4MB1L KEPUTUSAN SEB4G41 M4C4N 4S1A …”.
Header Periksa Fakta Hoaks Prabowo Perintahkan Kapolri Tangkap Jokowi.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut tayang di Facebook sejak 18 Juni 2025. Sampai dengan Kamis (!9/6/2025), foto tersebut sudah mendapat 640 tanda suka (likes) dan 184 komentar. Postingan tersebut juga telah dibagikan ulang sebanyak 31 kali.
Pantauan Tirto, banyak komentar yang mempercayai narasi dari postingan tersebut. Seperti meminta agar Prabowo betul-betul berani menangkap Jokowi jika tidak menyerahkan ijazah aslinya.
Penelusuran lebih dalam, ditemukan pula beberapa postingan serupa oleh akun lainnya di Facebook. Misalnya seperti yang diunggah oleh akun ini (arsip), ini (arsip), dan ini (arsip).
Namun, benarkah narasi bahwa Presiden Prabowo memerintahkan Kapolri menangkap Jokowi jika tidak menyerahkan ijazah aslinya?
Hasil Cek Fakta
Pertama-tama, Tim Riset Tirto menelusuri tangkapan layar artikel berita yang disertakan dalam unggahan beberapa akun yang memposting narasi serupa.
Kami memasukan kata kunci “Prabowo tiba di Singapura Beri pernyataan jika Jokowi tidak berikan ijasah Aslinya perintah Kapolri tangkap dia!!!” (sesuai konteks judul artikel dalam tangkapan layar yang tertera) ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan sama sekalil berita yang menerbitkan narasi tersebut.
Lalu kami mengunjungi situs resmi Antaranews, serta memasukan kembali kata kunci yang sama pada fitur pencarian di laman tersebut. Hasilnya, juga tidak ditemukan satupun artikel yang menyatakan narasi bahwa Prabowo memerintahkan Kapolri menangkap Jokowi jika tidak memberikan ijazahnya.
Lebih lanjut, kami melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image search) menggunakan Google Images. Kami berfokus hanya pada gambar sosok Prabowo yang menjabat tangan PM Singapura, Lawrence Wong, yang dijadikan sampul artikel dalam tangkapan layar. Alhasil, justru ditemukan sumber asli foto tersebut yang berasal dari pemberitaan Antara. Namun, judul asli dari artikel pemberitaan Antara berbeda dan dimanipulasi oleh penyebar narasi-narasi yang menyebut Prabowo memerintahkan Kapolri untuk menangkap Jokowi.
Artikel beritaAntara itu, aslinya bertajuk: Prabowo tiba di Singapura disambut langsung PM Lawrence Wong. Foto berita sama persis dengan tangkapan layar narasi-narasi keliru yang tersebar di media sosial Facebook. Artikel tersebut terbit di Antara pada 16 Juni 2025 pukul 00:12 WIB.
Tidak hanya memanipulasi judul, berita di Antara itu sama sekali tidak membahas tentang Prabowo yang memerintahkan Kapolri menangkap Jokowi jika tidak memberikan ijazahnya. Isinya justru terkait lawatan Prabowo ke Singapura yang disambut langsung PM Lawrence Wong di Pangkalan Udara Paya Lebar Air Base, Singapura, pada Minggu (15/6/2025).
Selain PM Wong, beberapa tokoh yang menyambut Presiden Prabowo yakni Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, Duta Besar Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng, Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo, serta Atase Pertahanan KBRI Singapura Kolonel Hendra Supriyadi.
Prabowo juga mengunjungi Presiden Singapura, Tharman Shanmugaratnam yang digelar di Parliament House Singapore, Senin (16/6) lalu. Kunjungan ini dilakukan untuk mempererat hubungan Indonesia dan Singapura serta membuka kerja sama baru di berbagai sektor.
Kami memasukan kata kunci “Prabowo tiba di Singapura Beri pernyataan jika Jokowi tidak berikan ijasah Aslinya perintah Kapolri tangkap dia!!!” (sesuai konteks judul artikel dalam tangkapan layar yang tertera) ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan sama sekalil berita yang menerbitkan narasi tersebut.
Lalu kami mengunjungi situs resmi Antaranews, serta memasukan kembali kata kunci yang sama pada fitur pencarian di laman tersebut. Hasilnya, juga tidak ditemukan satupun artikel yang menyatakan narasi bahwa Prabowo memerintahkan Kapolri menangkap Jokowi jika tidak memberikan ijazahnya.
Lebih lanjut, kami melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image search) menggunakan Google Images. Kami berfokus hanya pada gambar sosok Prabowo yang menjabat tangan PM Singapura, Lawrence Wong, yang dijadikan sampul artikel dalam tangkapan layar. Alhasil, justru ditemukan sumber asli foto tersebut yang berasal dari pemberitaan Antara. Namun, judul asli dari artikel pemberitaan Antara berbeda dan dimanipulasi oleh penyebar narasi-narasi yang menyebut Prabowo memerintahkan Kapolri untuk menangkap Jokowi.
Artikel beritaAntara itu, aslinya bertajuk: Prabowo tiba di Singapura disambut langsung PM Lawrence Wong. Foto berita sama persis dengan tangkapan layar narasi-narasi keliru yang tersebar di media sosial Facebook. Artikel tersebut terbit di Antara pada 16 Juni 2025 pukul 00:12 WIB.
Tidak hanya memanipulasi judul, berita di Antara itu sama sekali tidak membahas tentang Prabowo yang memerintahkan Kapolri menangkap Jokowi jika tidak memberikan ijazahnya. Isinya justru terkait lawatan Prabowo ke Singapura yang disambut langsung PM Lawrence Wong di Pangkalan Udara Paya Lebar Air Base, Singapura, pada Minggu (15/6/2025).
Selain PM Wong, beberapa tokoh yang menyambut Presiden Prabowo yakni Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, Duta Besar Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng, Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo, serta Atase Pertahanan KBRI Singapura Kolonel Hendra Supriyadi.
Prabowo juga mengunjungi Presiden Singapura, Tharman Shanmugaratnam yang digelar di Parliament House Singapore, Senin (16/6) lalu. Kunjungan ini dilakukan untuk mempererat hubungan Indonesia dan Singapura serta membuka kerja sama baru di berbagai sektor.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta yang dilakukan Tirto, tidak ditemukan keterangan resmi maupun pemberitaan yang kredibel yang menyebut bahwa Prabowo memerintahkan Kapolri menangkap Jokowi jika tidak menyerahkan ijazah aslinya.
Unggahan-unggahan di media sosial Facebook yang menyebarkan narasi tersebut justru memanipulasi pemberitaan Antara yang sama sekali berisi keterangan berbeda. Mereka menimpa judul asli dalam pemberitaan Antara dengan narasi yang keliru.
Jadi, informasi yang menyebut bahwa Prabowo memerintahkan Kapolri menangkap Jokowi jika tidak menyerahkan ijazahnya, bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Unggahan-unggahan di media sosial Facebook yang menyebarkan narasi tersebut justru memanipulasi pemberitaan Antara yang sama sekali berisi keterangan berbeda. Mereka menimpa judul asli dalam pemberitaan Antara dengan narasi yang keliru.
Jadi, informasi yang menyebut bahwa Prabowo memerintahkan Kapolri menangkap Jokowi jika tidak menyerahkan ijazahnya, bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://tirto.id/kuasa-hukum-laporan-tudingan-ijazah-palsu-untuk-jatuhkan-jokowi-hc1T
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=3665690103576017&id=100004051899737
- https://archive.ph/kv54w
- https://web.facebook.com/story.php?story_fbid=1303941261322602&id=100051202219999&_rdc=1&_rdr%20
- https://archive.ph/uWIbs
- https://web.facebook.com/story.php?story_fbid=122155694876523068&id=61565692048220&_rdc=1&_rdr
- https://archive.ph/sRn94
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=122165755976550560&id=61566516827983
- https://archive.ph/DAJlm
- https://m.antaranews.com/berita/4901665/prabowo-tiba-di-singapura-disambut-langsung-pm-lawrence-wong mailto:factcheck@tirto.id
(GFD-2025-27420) [SALAH] Eskavator Dibakar di Tambang Raja Ampat
Sumber: FacebookTanggal publish: 18/06/2025
Berita
Beredar foto [arsip] dari akun Facebook Rianto Wanma di grup “NAPI INSOS PU KATA” pada Minggu (8/6/2025) yang memperlihatkan satu unit eskavator terbakar. Terdapat keterangan lokasi “Raja Ampat” di foto tersebut.
Unggahan disertai narasi:
“Harus begini
Jangan hanya demo
Tetapi dgn kekerasan biar Abang dong trouma
Bosku kasi habis saja”
Unggahan disertai narasi:
“Harus begini
Jangan hanya demo
Tetapi dgn kekerasan biar Abang dong trouma
Bosku kasi habis saja”
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri konteks asli foto dengan menggunakan Google Lens. Hasilnya, ditemukan hasil foto sama persis yang berasal dari akun Facebook PubliNordeste yang diunggah pada Minggu (25/5/2025).
Setelah diterjemahkan, unggahan berbahasa Spanyol itu mengabarkan tentang pihak otoritas Kolombia yang memusnahkan peralatan tambang ilegal di Zaragoza, Kolombia.
TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “Autoridades destruyen maquinaria usada en minería informal en Zaragoza, Antioquia” ke mesin pencarian Google. Kata kunci itu diambil dari unggahan PubliNordeste.
Penelusuran teratas mengarah ke unggahan media online asal Kolombia, yakni akun Facebook dan TikTok NP Noticias Online yang diunggah Rabu (28/5/2025). Media tersebut menyadur akun X resmi Fuerza Aeroespacial Colombiana yang memberitakan pihak otoritas Kolombia meluncurkan operasi intervensi terhadap lima tambang ilegal di desa La Porquera, Zaragoza, Antioquia, Kolombia.
Setelah diterjemahkan, unggahan berbahasa Spanyol itu mengabarkan tentang pihak otoritas Kolombia yang memusnahkan peralatan tambang ilegal di Zaragoza, Kolombia.
TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “Autoridades destruyen maquinaria usada en minería informal en Zaragoza, Antioquia” ke mesin pencarian Google. Kata kunci itu diambil dari unggahan PubliNordeste.
Penelusuran teratas mengarah ke unggahan media online asal Kolombia, yakni akun Facebook dan TikTok NP Noticias Online yang diunggah Rabu (28/5/2025). Media tersebut menyadur akun X resmi Fuerza Aeroespacial Colombiana yang memberitakan pihak otoritas Kolombia meluncurkan operasi intervensi terhadap lima tambang ilegal di desa La Porquera, Zaragoza, Antioquia, Kolombia.
Kesimpulan
Unggahan berisi klaim “eskavator dibakar di Raja Ampat” itu merupakan konten menyesatkan (misleading content).
Rujukan
- http[Facebook] Autoridades entregan detalles de la intervención a cinco minas ilegales en Zaragoza [Facebook] Autoridades destruyen maquinaria usada en minería informal en Zaragoza, Antioquia [TikTok] Mineros graban operativo en zona rural de Zaragoza [X] Golpe a las finanzas criminales en #Antioquia, 5 minas ilegales del Clan del Golfo fueron inutilizadas gracias a operación coordina realizada por la #FuerzaAeroespacial?? y
- https://www.facebook.com/groups/856438809601072/?multi_permalinks=1237430598168556 (unggahan akun Facebook Rianto Wanma)
- https://archive.ph/PMMC1 (arsip unggahan akun Facebook Rianto Wanma)
(GFD-2025-27423) Hoaks! Tangkapan layar berita ANTARA dengan narasi perintah Prabowo tangkap Jokowi
Sumber:Tanggal publish: 18/06/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah artikel dengan logo khas Kantor Berita ANTARA beredar luas melalui layanan pesan instan WhatsApp pada pekan ketiga Juni 2025.
Dalam laporan yang diklaim milik ANTARA itu, Presiden Prabowo Subianto disebut telah memerintahkan Kepala Kepolisian RI (Kapolri) menangkap Presiden ke-7 RI Jokowi, jika menolak memberikan ijazah aslinya.
Termuat pula foto Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di depan pesawat putih berbendera Indonesia, dalam artikel tersebut.
Berikut isi keterangan yang disematkan dalam judul berita Antara di WhatsApp:
"Prabowo tiba di Singapura
Beri pernyataan jika Jokowi tidak berikan Ijasah Aslinya perintahkan Kepolri tangkap dia!!!".
Lantas, benarkah ANTARA mengeluarkan berita berisi Prabowo perintahkan penangkapan Jokowi atas kasus ijazah palsu?
Dalam laporan yang diklaim milik ANTARA itu, Presiden Prabowo Subianto disebut telah memerintahkan Kepala Kepolisian RI (Kapolri) menangkap Presiden ke-7 RI Jokowi, jika menolak memberikan ijazah aslinya.
Termuat pula foto Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di depan pesawat putih berbendera Indonesia, dalam artikel tersebut.
Berikut isi keterangan yang disematkan dalam judul berita Antara di WhatsApp:
"Prabowo tiba di Singapura
Beri pernyataan jika Jokowi tidak berikan Ijasah Aslinya perintahkan Kepolri tangkap dia!!!".
Lantas, benarkah ANTARA mengeluarkan berita berisi Prabowo perintahkan penangkapan Jokowi atas kasus ijazah palsu?
Hasil Cek Fakta
Direktur Pemberitaan Kantor Berita ANTARA Irfan Junaidi memastikan artikel yang beredar di WhatsApp itu adalah hoaks dan merupakan produk ANTARA yang telah direkayasa.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
"Jangan salah gunakan nama baik ANTARA untuk menyebarkan berita bohong," kata Irfan Junaidi di Jakarta, Rabu.
Faktanya, berita asli buatan Kantor Berita ANTARA mencantumkan judul "Prabowo tiba di Singapura disambut langsung PM Lawrence Wong".
Artikel yang dirilis pada Senin (16/6) ini, turut menampilkan foto Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong.
Sama sekali tidak ada pembahasan soal Presiden Prabowo perintahkan penangkapan Jokowi terkait kasus ijazah palsu.
Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia telah mengatur sanksi bagi pelaku penyebaran hoaks melalui berbagai peraturan perundang-undangan, terutama dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), serta Undang-Undang tentang Pers.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Terkhusus, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU ITE (UU ITE), pada Pasal 28 Ayat (2) disebutkan bahwa:
"Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), dapat dipidana dengan hukuman penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar".
Klaim: Artikel Antara berisi perintah Prabowo menangkap Jokowi terkait kasus ijazah palsu
Rating: Hoaks
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
"Jangan salah gunakan nama baik ANTARA untuk menyebarkan berita bohong," kata Irfan Junaidi di Jakarta, Rabu.
Faktanya, berita asli buatan Kantor Berita ANTARA mencantumkan judul "Prabowo tiba di Singapura disambut langsung PM Lawrence Wong".
Artikel yang dirilis pada Senin (16/6) ini, turut menampilkan foto Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong.
Sama sekali tidak ada pembahasan soal Presiden Prabowo perintahkan penangkapan Jokowi terkait kasus ijazah palsu.
Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia telah mengatur sanksi bagi pelaku penyebaran hoaks melalui berbagai peraturan perundang-undangan, terutama dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), serta Undang-Undang tentang Pers.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Terkhusus, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU ITE (UU ITE), pada Pasal 28 Ayat (2) disebutkan bahwa:
"Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), dapat dipidana dengan hukuman penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar".
Klaim: Artikel Antara berisi perintah Prabowo menangkap Jokowi terkait kasus ijazah palsu
Rating: Hoaks
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
Halaman: 1711/7945







