• (GFD-2025-27424) [SALAH] Dedi Mulyadi Mewajibkan Pembangunan Rumah di Jawa Barat Menggunakan Bambu.

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 18/06/2025

    Berita

    Beredar sebuah unggahan video [arsip] oleh akun Facebook “Suci Adi” pada Senin (02/06/2025), yang menyebutkan bahwa Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mewajibkan seluruh pembangunan rumah di Jawa Barat menggunakan bambu sebagai bahan utama. Unggahan tersebut disertai dengan narasi pendukung sebagai berikut:

    VIRALL

    Gebrakan Baru Dari Gubenur Jawa barat

    Gubenur Jabar Dedi Mulyadi ingin Kurangi Penggunaan Batu dan Semen Di Jabar (Jawa Barat) Dan Mengantikannya Dengan Bambu !!

    Pembangunan Rumah di Jabar Harus Menggunakan Bambu ” !!

    Untuk Mewujudkan Wacana Menggunakan Bahan Baku Bambu, Mulai tahun ini Akan mulai Membangun Beberapa sekolah Dari Bambu, ” Ujarnya”

    Dan Menurut KDM, Di China dan amerika, sudah Membangun Hotel-Hotel Dari Bambu, Contohnya di tiongkok !! Sedangkan kita, Kenapa punya kualitas Bambu bagus, Tidak bisa bikin ¿!!”

    Gimana Pendapat Kalian ??

    Hingga artikel ini ditulis, video tersebut telah ditonton lebih dari 1,5 ribu kali, disukai sebanyak 6 kali, dan 7 kali dibagikan.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Dedi Mulyadi mewajibkan pembangunan rumah di Jawa Barat menggunakan bambu”. Tidak ditemukan informasi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.

    Penelusuran mengarah ke pemberitaan terkait Dedi Mulyadi yang akan bangun sekolah menggunakan bambu.

    Berdasarkan informasi yang didapatkan melalui pemberitaan media nasional. Pernyataan resmi Dedi Mulyadi hanya menyebutkan pilot project pembangunan sekolah dari bambu, bukan kewajiban untuk seluruh rumah. Tidak ada kebijakan atau peraturan daerah yang mewajibkan seluruh rumah di Jawa Barat menggunakan bambu. Penggunaan bambu baru diwacanakan untuk pembangunan sekolah dan fasilitas tertentu sebagai upaya pemanfaatan material lokal yang ramah lingkungan.

    Kesimpulan

    Klaim bahwa "Dedi Mulyadi mewajibkan pembangunan rumah di Jawa Barat menggunakan bambu" merupakan konten yang menyesatkan (misleading content). Pernyataan resmi hanya menyebutkan pembangunan sekolah dari bambu, bukan kewajiban untuk seluruh rumah di Jawa Barat.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27428) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran Guru Sekolah Rakyat 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/06/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran guru Sekolah Rakyat 2025, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 22 April 2025.
    Klaim link pendaftaran guru Sekolah Rakyat 2025 menampilkan poster digital bertuliskan
    "REKRUTMEN GURU UNTUK SEKOLAH RAKYAT 2025 RESMI DIBUKA!"
    Poster tersebut diberik keterangan sebagai berikut.
    "Pendaftaran Guru Sekolah Rakyat 2025 Resmi Dibuka!
    Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Sekolah untuk Rakyat, sebuah program pendidikan khusus yang tidak hanya bertujuan memberikan akses belajar yang lebih luas tetapi juga mengajak masyarakat, khususnya para pendidik, untuk berperan aktif.
    proses rekrutmen untuk tenaga pengajar Guru Sekolah Rakyat resmi dibuka, memberikan kesempatan bagi para guru berdedikasi untuk mengabdikan diri dan membawa perubahan positif."
    Unggahan tersebut mengarahkan penerimanya untuk mengakses menu daftar, jika menu tersebut diklik mengarah pada halaman situs dengan link sebagai berikut.
    "https://rekrutmenpenggerakliterasidaerah.ytiili.com/cgi-sys/suspendedpage.cgi?fbclid=IwY2xjawK_VH9leHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFEZDRua0dNVTJpWm1VSmNtAR5v-f9UuZWq4JjwWflwpDSK2AujRBD0gn0HhU09KiBfoYUac2XqE98P8Du-Yw_aem_gRGUQ6qyXeIaW-Jghl2xAg"
    Halaman situs tersebut menampilkan formulir digital yang meminta sejumlah data pribadi seperti nama lengkap dan nomor telepon.
    Benarkah klaim link pendaftaran guru Sekolah Rakyat 2025? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran guru Sekolah Rakyat 2025, penelusuran mengarah pada halaman situs resmi Sekolah Rakyat Kementerian Sosial, yang menampilkan tulisan "Persyaratan Sekolah Rakyat"
    "Siapa Murid Sekolah Rakyat?
    Peserta didik Sekolah Rakyat merupakan anak-anak yang berasal dari latar belakang keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, yaitu kategori Miskin Ekstrem dan Miskin. Mereka dipilih secara selektif melalui proses seleksi yang adil dan transparan, serta telah mendapatkan izin resmi dari orang tua untuk mengikuti pendidikan berbasis asrama penuh (boarding school). Dengan pendekatan ini, Sekolah Rakyat memastikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak yang paling membutuhkan.
    Siapa Gurunya?
    Tenaga pendidik di Sekolah Rakyat dipilih dengan standar kualitas tinggi dan berasal dari berbagai jalur penugasan resmi, yaitu:
    1. Guru ASN yang ditugaskan oleh pemerintah;
    2. Guru P3K Penuh Waktu yang sudah ditempatkan sesuai regulasi;
    3. Guru P3K Paruh Waktu untuk mendukung fleksibilitas kebutuhan pengajaran;
    4. Lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang diseleksi sebagai calon guru baru.
    Dengan komposisi guru yang profesional dan berkomitmen, Sekolah Rakyat menjamin proses pembelajaran berlangsung secara efektif, inspiratif, dan berorientasi pada perubahan sosial."
    Halaman situs tersebut menyediakan menu pendaftaran calon guru dan calon siswa.
    Jika diklik mengarah pada link berikut.
    https://pendaftaran-sr.kemensos.go.id/login/guru.
    Link tersebut menampilkan halaman Login Pendaftaran Sekolah Rakyat yang meminta data username dan kata sandi.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com klaim link pendaftaran guru Sekolah Rakyat 2025 tidak benar.
    Pendaftaran resmi guru Sekolah Rakyat 2025 lewat link pendaftaran-sr.kemensos.go.id/login/guru

    Rujukan

  • (GFD-2025-27432) [KLARIFIKASI] Video Ini adalah Momen RS di Lebanon Dibom, Bukan Jatuhnya Air India

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/06/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Video dan foto kecelakaan pesawat Air India AI171 beredar luas di media sosial sepekan belakangan.

    Pesawat tersebut jatuh tidak lama setelah lepas landas dari bandara di Ahmedabad, India pada Kamis (12/6/2025) siang.

    Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan sebuah video yang diklaim sebagai rekaman kamera pengawas atau CCTV ketika pesawat Air India menghantam permukiman.

    Namun setelah ditelusuri, rekaman tersebut disebarkan dengan konteks keliru.

    Video rekaman CCTV pesawat Air India jatuh ke permukiman disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Sabtu (14/6/2025):

    Rekaman cctv pesawat dream liner air india jatuh

    akun Facebook Tangkapan layar konten dengan konteks keliru di sebuah akun Facebook, Jumat (14/6/2025), mengenai rekaman CCTV jatuhnya pesawat Air India.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar dari klip yang beredar di media sosial.

    Tangkapan layar itu lantas ditelusuri dengan pencarian gambar Google. Metode ini disebut reverse image search.

    Hasil pencarian mengarah ke video yang diunggah akun Instagram @srhuhospital, pada 6 Februari 2025.

    Akun tersebut merupakan media sosial milik Rumah Sakit Sheikh Ragheb Harb di Kota Toul, Lebanon.

    Apabila dicermati, terdapat watermark beruliskan "SRHUH" pada bagian kiri bawah video. Tanda itu menunjukkan logo rumah sakit tersebut.

    Rekaman yang beredar menampilkan momen ketika rumah sakit dihantam bom. Mulai dari parkiran, hingga bagian dalam rumah sakit turut terdampak serangan.

    Video serupa juga diunggah di situs web Nabda Pp.

    Peristiwa dalam video tidak terkait dengan kecelakaan pesawat Air India yang belakangan terjadi.

    Kesimpulan

    Video sebuah rumah sakit di Lebanon terkena ledakan bom pada Februari 2025 disebarkan dengan konteks keliru.

    Klip tersebut tidak terkait dengan kecelakaan Air India AI171 yang jatuh di Ahmedabad, India pada Kamis (12/6/2025) siang.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27433) [PENIPUAN] Tautan “Lowongan Kerja di Kantor Imigrasi”

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 18/06/2025

    Berita

    Akun TikTok “Info Loker2025” pada (31/5/2025) membagikan foto [arsip] berisi narasi:
    Lowongan kerja Terbaru Kantor Imigrasi Untuk SMA/SMK.
    Kualifikasi
    Laki-laki dan perempuan
    Usia maksimal 35 tahun
    Pendidikan minimal SMA/K sederajat
    Sehat jasmani dan rohani
    Penempatan di Seluruh Indonesia
    Lowongan ini terbuka untuk umum lokasi penempatan bisa dipilih. Info pendaftaran silahkan klik link dibio TikTok

    Per Rabu (18/6/2025), konten tersebut telah dilihat lebih dari 1 juta kali dan disukai hampir 10 ribu pengguna.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan pendaftaran yang tersemat di bio akun. Diketahui, tautan tidak mengarah ke laman resmi Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia (imigrasi.go.id). Warganet justru diminta menuliskan nama, alamat, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, dan nomor Telegram yang aktif.
    TurnBackHoax kemudian menelusuri laman resmi Direktorat Jenderal Imigrasi. Tidak ditemukan informasi tentang lowongan pekerjaan sebagaimana unggahan akun TikTok “Info Loker2025”

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “lowongan kerja di kantor imigrasi” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan