KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan dengan narasi yang mengeklaim rumah dinas Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak dibakar dan dijarah perusuh pada Sabtu (30/8/2025) malam.
Namun, setelah ditelusuri narasi itu keliru dan perlu diluruskan agar informasinya tepat.
Unggahan yang mengeklaim rumah dinas Emil Dardak dibakar dan dijarah perusuh pada Sabtu (30/8/2025) malam dibagikan akun Facebook ini, ini, dan X ini.
Ada kemungkinan masih ada akun lain yang ikut menyebar narasi itu.
Akun tersebut membagikan video dan gambar yang menampilkan kobaran api melalap sebuah bangunan.
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video mengeklaim rumah dinas Emil Dardak dibakar massa pada Sabtu (30/8/2025) malam
(GFD-2025-28801) [KLARIFIKASI] Bangunan yang Dibakar Perusuh adalah Ruang Kerja Emil Dardak, Bukan Rumah Dinas
Sumber:Tanggal publish: 01/09/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, bangunan yang dibakar oleh massa tidak dikenal pada Sabtu (30/8/2025) malam bukan rumah dinas Emil Dardak.
Seperti diberitakan Kompas.com sebelumnya, para perusuh membakar bangunan di pintu gerbang sisi barat Gedung Negara Grahadi, Surabaya yang merupakan ruang kerja Emil Dardak.
Selain ruang kerja Emil, api juga merusak beberapa ruangan, salah satunya ruang staf Biro Umum Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Tidak sampai di situ, kelompok tidak dikenal ini juga melakukan penjarahan di ruang wartawan yang berdekatan dengan ruang kerja Emil Dardak.
Pembakaran itu dilakukan usai Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menemui pengunjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya sekitar pukul 21.00 WIB.
Saat itu, Khofifah menyampaikan akan berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya agar massa aksi yang ditahan segera dibebaskan.
Namun setelah itu, unjuk rasa berakhir ricuh dan berujung pada pembakaran. Kemungkinan para perusuh itu mendompleng aksi unjuk rasa yang semula berlangsung damai.
Sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid rumah dinas yang ditempat Emil Dardak ikut terbakar dalam kericuhan yang terjadi pada Sabtu (30/8/2025) malam.
Unggahan yang mengekalim rumah dinas Emil Dardak dibakar dan dijarah massa merupakan informasi keliru.
Faktanya, bangunan yang dibakar merupakan ruang kerja Emil Dardak yang berada di sisi barat Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Selain melakukan pembakaran, massa juga menjarah barang di ruang wartawan yang berdekatan dengan ruang kerja Emil Dardak.
Seperti diberitakan Kompas.com sebelumnya, para perusuh membakar bangunan di pintu gerbang sisi barat Gedung Negara Grahadi, Surabaya yang merupakan ruang kerja Emil Dardak.
Selain ruang kerja Emil, api juga merusak beberapa ruangan, salah satunya ruang staf Biro Umum Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Tidak sampai di situ, kelompok tidak dikenal ini juga melakukan penjarahan di ruang wartawan yang berdekatan dengan ruang kerja Emil Dardak.
Pembakaran itu dilakukan usai Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menemui pengunjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya sekitar pukul 21.00 WIB.
Saat itu, Khofifah menyampaikan akan berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya agar massa aksi yang ditahan segera dibebaskan.
Namun setelah itu, unjuk rasa berakhir ricuh dan berujung pada pembakaran. Kemungkinan para perusuh itu mendompleng aksi unjuk rasa yang semula berlangsung damai.
Sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid rumah dinas yang ditempat Emil Dardak ikut terbakar dalam kericuhan yang terjadi pada Sabtu (30/8/2025) malam.
Unggahan yang mengekalim rumah dinas Emil Dardak dibakar dan dijarah massa merupakan informasi keliru.
Faktanya, bangunan yang dibakar merupakan ruang kerja Emil Dardak yang berada di sisi barat Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Selain melakukan pembakaran, massa juga menjarah barang di ruang wartawan yang berdekatan dengan ruang kerja Emil Dardak.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1110848687683070
- https://www.facebook.com/share/r/1Pyzc9YpDH/
- https://x.com/pencintaproduk/status/1962022977308078529?t=zL3d0ptM7hXNIFBMu2cz-w&s=19
- https://surabaya.kompas.com/read/2025/08/31/143644278/penampakan-ruang-emil-dardak-di-gedung-grahadi-usai-terbakar
- https://surabaya.kompas.com/read/2025/08/30/225655778/gedung-grahadi-surabaya-dibakar-massa
- https://app.kompas.com/download?source=Kompas.com&medium=Referral&campaign=belowarticle
(GFD-2025-28802) [KLARIFIKASI] Seruan untuk Tarik Semua Uang di Bank adalah Provokasi
Sumber:Tanggal publish: 01/09/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial tersiar seruan untuk melakukan tarik tunai atau mengambil semua uang yang tersimpan di bank-bank Indonesia pada Agustus 2025.
Pengguna media sosial menyebutkan, situasi di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Sehingga para migran diminta untuk memindahkan semua uang di bank luar negeri.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar dan merupakan bentuk provokasi.
Seruan untuk menarik semua uang dari bank-bank di Indonesia disebarkan oleh akun TikTok ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 1 Agustus 2025:
Tarik semua Uang mu di BANK INDONESIA para PAHWALAN DEVISA jangan simpat sepeser punSimpan uangmu di BANK LUAR NEGERI tempat kamu bekerja
Karena indonesia sedangTidak baik-baik saja...
akun TikTok Tangkapan layar seruan provokatif di sebuah akun TikTok untuk menarik semua yang dari bank-bank di Indonesia pada Agustus 2025.
Pengguna media sosial menyebutkan, situasi di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Sehingga para migran diminta untuk memindahkan semua uang di bank luar negeri.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar dan merupakan bentuk provokasi.
Seruan untuk menarik semua uang dari bank-bank di Indonesia disebarkan oleh akun TikTok ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 1 Agustus 2025:
Tarik semua Uang mu di BANK INDONESIA para PAHWALAN DEVISA jangan simpat sepeser punSimpan uangmu di BANK LUAR NEGERI tempat kamu bekerja
Karena indonesia sedangTidak baik-baik saja...
akun TikTok Tangkapan layar seruan provokatif di sebuah akun TikTok untuk menarik semua yang dari bank-bank di Indonesia pada Agustus 2025.
Hasil Cek Fakta
Ajakan tarik tunai semua uang di bank beredar sejak awal Agustus 2025.
Narasi serupa ditemukan di akun TikTok ini pada 1 Agustus, yang mengaitkan dengan peluncuran sistem Payment ID yang yang dirancang Bank Indonesia.
Dikutip dari pewartaan Kompas.com, sistem Payment ID sempat menjadi sorotan karena dikhawatirkan akan digunakan pemerintah untuk "memata-matai" transaksi nasabah.
Kendati demikian, Bank Indonesia memastikan bahwa peluncuran Payment ID batal diluncurkan pada 17 Agustus 2025.
Ajakan tarik tunai disebarkan ulang oleh pengguna media sosial, hingga dikaitkan dengan gelombang aksi unjuk rasa sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja DPR RI dan Polri.
Lantas, beredar kekhawatiran bahwa kerusuhan di sejumlah kota-kota besar berakhir seperti Peristiwa Mei 1998.
Menurut Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira, ajakan menarik semua uang dari bank-bank di Indonesia berisiko merugikan negara hingga masyarakat kecil.
"Ajakan rush di bank merugikan ekonomi dan menggerus kepercayaan terhadap stabilitas sektor keuangan," kata Bhima saat dihubungi Kompas.com, Senin (1/9/2025).
Ia meyakini ada pihak-pihak yang ingin stabilitas keuangan terganggu.
"Kalau dibiarkan, seruan tidak bertanggung jawab itu, bisa rush sampai bank-bank yang paling kecil. Kepanikan 98 jangan sampai terulang," pungkasnya.
Rush money merupakan penarikan uang oleh nasabah secara serentak dalam jumlah besar.
Pihak paling terdampak dari rush money adalah masyarakat kelas menengah ke bawah. Mereka akan mengalami kesulitan akses terhadap uang tunai.
Aktivitas ekonomi di tingkat usaha kecil dan menengah (UMKM) juga akan terhambat karena tidak dapat melakukan transaksi perbankan.
"Orang kaya bisa dengan mudah memindahkan aset keuangannya ke luar negeri, bagaimana dengan masyarakat kecil dan UMKM yang butuh transaksi perbankan," ujar Bhima.
Narasi serupa ditemukan di akun TikTok ini pada 1 Agustus, yang mengaitkan dengan peluncuran sistem Payment ID yang yang dirancang Bank Indonesia.
Dikutip dari pewartaan Kompas.com, sistem Payment ID sempat menjadi sorotan karena dikhawatirkan akan digunakan pemerintah untuk "memata-matai" transaksi nasabah.
Kendati demikian, Bank Indonesia memastikan bahwa peluncuran Payment ID batal diluncurkan pada 17 Agustus 2025.
Ajakan tarik tunai disebarkan ulang oleh pengguna media sosial, hingga dikaitkan dengan gelombang aksi unjuk rasa sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja DPR RI dan Polri.
Lantas, beredar kekhawatiran bahwa kerusuhan di sejumlah kota-kota besar berakhir seperti Peristiwa Mei 1998.
Menurut Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira, ajakan menarik semua uang dari bank-bank di Indonesia berisiko merugikan negara hingga masyarakat kecil.
"Ajakan rush di bank merugikan ekonomi dan menggerus kepercayaan terhadap stabilitas sektor keuangan," kata Bhima saat dihubungi Kompas.com, Senin (1/9/2025).
Ia meyakini ada pihak-pihak yang ingin stabilitas keuangan terganggu.
"Kalau dibiarkan, seruan tidak bertanggung jawab itu, bisa rush sampai bank-bank yang paling kecil. Kepanikan 98 jangan sampai terulang," pungkasnya.
Rush money merupakan penarikan uang oleh nasabah secara serentak dalam jumlah besar.
Pihak paling terdampak dari rush money adalah masyarakat kelas menengah ke bawah. Mereka akan mengalami kesulitan akses terhadap uang tunai.
Aktivitas ekonomi di tingkat usaha kecil dan menengah (UMKM) juga akan terhambat karena tidak dapat melakukan transaksi perbankan.
"Orang kaya bisa dengan mudah memindahkan aset keuangannya ke luar negeri, bagaimana dengan masyarakat kecil dan UMKM yang butuh transaksi perbankan," ujar Bhima.
Kesimpulan
Seruan untuk menarik semua uang dari bank-bank di Indonesia pada Agustus 2025 merupakan narasi provokatif.
Unggahan di media sosial merespons rencana pemerintah menerbitkan Payment ID disebarkan ulang dan dikaitkan dengan gelombang aksi yang berlangsung pada akhir Agustus.
Penarikan uang secara serentak dan besar-besaran atau rush money justru berisiko pada stabilitas ekonomi, baik negara maupun masyarakat kecil.
Unggahan di media sosial merespons rencana pemerintah menerbitkan Payment ID disebarkan ulang dan dikaitkan dengan gelombang aksi yang berlangsung pada akhir Agustus.
Penarikan uang secara serentak dan besar-besaran atau rush money justru berisiko pada stabilitas ekonomi, baik negara maupun masyarakat kecil.
Rujukan
- https://www.tiktok.com/@story.orang.67/video/7533426376767016210?_r=1&_t=ZS-8zKGJHLw085
- https://www.tiktok.com/@keysihdedy/video/7533221523738430725
- https://www.tiktok.com/@ptbsm.pati/video/7535701841758211346
- https://www.tiktok.com/@kamu_milk_ku/video/7533410297390828808?is_from_webapp=1&sender_device=pc&web_id=7182753080588600834
- https://www.kompas.com/tren/read/2025/08/13/120000265/payment-id-bank-indonesia-batal-diluncurkan-17-agustus-2025-kapan-mulai?page=all#google_vignette
- https://app.kompas.com/download?source=Kompas.com&medium=Referral&campaign=belowarticle
(GFD-2025-28815) [KLARIFIKASI] TNI-Polri Bantah Pengakuan Tersangka Provokator Penyerangan Mako Brimob Cikeas
Sumber:Tanggal publish: 01/09/2025
Berita
KOMPAS.com - Polisi telah menangkap empat orang provokator rencana penyerangan Mako Satuan Latihan (Satlat) Brigade Mobil Kepolisian RI di Cikeas, Kabupaten Bogor.
Di media sosial, beredar video pengakuan salah satu tersangka. Dia mengaku disuruh anak salah satu anggota TNI.
Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menunjukkan, informasi itu keliru dan perlu diluruskan.
Video tersangka provokator penyerangan Mako Brimob mengaku disuruh anak anggota TNI disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Video serupa juga beredar di TikTok dan YouTube.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Minggu (31/8/2025):
Provokator suruhan akhirnya ketangkap.Ngaku disuruh tentara loreng ijo berpangkat komandan, bahkan diarahkan ke markas Brimob Cikeas.
Pertanyaannya:Kalau yang nyuruh justru orang berseragam, siapa sebenarnya dalang kerusuhan?Kenapa rakyat kecil lagi-lagi yang jadi tumbal?
akun Facebook Tangkapan layar unggahan dengan narasi keliru di sebuah akun Facebook, Minggu (31/8/2025), mengenai tersangka provokator penyerangan Mako Brimob mengaku disuruh anak anggota TNI.
Di media sosial, beredar video pengakuan salah satu tersangka. Dia mengaku disuruh anak salah satu anggota TNI.
Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menunjukkan, informasi itu keliru dan perlu diluruskan.
Video tersangka provokator penyerangan Mako Brimob mengaku disuruh anak anggota TNI disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Video serupa juga beredar di TikTok dan YouTube.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Minggu (31/8/2025):
Provokator suruhan akhirnya ketangkap.Ngaku disuruh tentara loreng ijo berpangkat komandan, bahkan diarahkan ke markas Brimob Cikeas.
Pertanyaannya:Kalau yang nyuruh justru orang berseragam, siapa sebenarnya dalang kerusuhan?Kenapa rakyat kecil lagi-lagi yang jadi tumbal?
akun Facebook Tangkapan layar unggahan dengan narasi keliru di sebuah akun Facebook, Minggu (31/8/2025), mengenai tersangka provokator penyerangan Mako Brimob mengaku disuruh anak anggota TNI.
Hasil Cek Fakta
Tersangka yang membuat video pengakuan berinisial M. Ia ditangkap oleh anggota Satlat Brimob Cikeas yang sedang berpatroli pada Sabtu (30/8/2025) malam.
Dalam sebuah video, M mengaku diperintahkan seseorang berinisial B, yang merupakan anak dari personel TNI berinisial P.
Sebagaimana diwartakan Kompas.com, Polres Bogor dibantu Korem 061 Suryakencana, Kodim 0621 Kabupaten Bogor, dan Denpom 31 Bogor mencari personel TNI yang dimaksud.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengungkapkan hasil investigasi tersebut. Tim lantas menyimpulkan bahwa niat atau provokasi yang dilakukan tersangka M murni atas inisiatifnya sendiri.
Niat itu muncul setelah menerima pesan berantai untuk menyerang Mako Satlat Brimob, Cikeas.
"Dari pendalaman dan konfrontasi dari kedua belah pihak, ternyata apa yang disampaikan oleh tersangka M yang sudah divideokan dan viral di beberapa media sosial itu tidak benar," ungkap Wikha pada Minggu (31/8/2025).
Diketahui bahwa M merupakan karyawan dari B. Tersangka M menyebut nama anak personel TNI karena berharap dilepaskan oleh anggota Brimob yang menangkapnya.
Narasi yang beredar di media sosial berpotensi memicu perpecahan antara TNI dan Polri.
Kasi Intel Korem 061 Suryakencana Bogor Kolonel Infanteri Syafrinaldi mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing narasi bernada provokatif.
"Jadi, kami di sini, TNI-Polri di wilayah Bogor, kami masih tetap solid, dan kami juga berharap masyarakat jangan mau dan jangan mudah mendengar berita-berita hoaks yang bisa memprovokasi," kata dia.
Dalam sebuah video, M mengaku diperintahkan seseorang berinisial B, yang merupakan anak dari personel TNI berinisial P.
Sebagaimana diwartakan Kompas.com, Polres Bogor dibantu Korem 061 Suryakencana, Kodim 0621 Kabupaten Bogor, dan Denpom 31 Bogor mencari personel TNI yang dimaksud.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengungkapkan hasil investigasi tersebut. Tim lantas menyimpulkan bahwa niat atau provokasi yang dilakukan tersangka M murni atas inisiatifnya sendiri.
Niat itu muncul setelah menerima pesan berantai untuk menyerang Mako Satlat Brimob, Cikeas.
"Dari pendalaman dan konfrontasi dari kedua belah pihak, ternyata apa yang disampaikan oleh tersangka M yang sudah divideokan dan viral di beberapa media sosial itu tidak benar," ungkap Wikha pada Minggu (31/8/2025).
Diketahui bahwa M merupakan karyawan dari B. Tersangka M menyebut nama anak personel TNI karena berharap dilepaskan oleh anggota Brimob yang menangkapnya.
Narasi yang beredar di media sosial berpotensi memicu perpecahan antara TNI dan Polri.
Kasi Intel Korem 061 Suryakencana Bogor Kolonel Infanteri Syafrinaldi mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing narasi bernada provokatif.
"Jadi, kami di sini, TNI-Polri di wilayah Bogor, kami masih tetap solid, dan kami juga berharap masyarakat jangan mau dan jangan mudah mendengar berita-berita hoaks yang bisa memprovokasi," kata dia.
Kesimpulan
Video tersangka provokator penyerangan Mako Brimob mengaku disuruh anak anggota TNI, memuat informasi keliru.
Tersangka M menyebut seseorang berinisial B yang merupakan anak personel TNI, berharap dilepaskan oleh anggota Brimob yang menangkapnya.
TNI dan Polri di Kabupaten Bogor memastikan tetap solid dan mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing narasi provokatif di media sosial.
Tersangka M menyebut seseorang berinisial B yang merupakan anak personel TNI, berharap dilepaskan oleh anggota Brimob yang menangkapnya.
TNI dan Polri di Kabupaten Bogor memastikan tetap solid dan mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing narasi provokatif di media sosial.
Rujukan
- https://www.facebook.com/100081569239068/videos/1560638755310537/
- https://www.facebook.com/reel/755588383883096
- https://www.facebook.com/reel/2257109008064136
- https://www.facebook.com/reel/1353266753050315
- https://www.tiktok.com/@rakyatmerahputih5/video/7544567509819641095?is_from_webapp=1&web_id=7182753080588600834
- https://www.youtube.com/shorts/9FIhFMmrRTw
- https://bandung.kompas.com/read/2025/09/01/060840978/provokator-ngaku-disuruh-anak-tni-rencana-serang-mako-brimob-cikeas-polisi?page=all
- https://app.kompas.com/download?source=Kompas.com&medium=Referral&campaign=belowarticle
(GFD-2025-28816) [HOAKS] Pemberitahuan dari BEM UI untuk Tidak Keluar Malam karena Ada Penembakan Misterius
Sumber:Tanggal publish: 01/09/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar pemberitahuan yang diklaim berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) terkait imbauan untuk tidak keluar malam.
Dalam pesan itu disebutlkan bahwa mulai 1 sampai 10 September 2025 akan ada penembakan misterius (Petrus).
Namun, setelah ditelusuri unggahan itu tidak benar atau hoaks.
Pesan berupa imbauan dari BEM UI untuk tidak keluar malam karena akan ada penembakan misterius salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan pesan yang isinya demikian:
Pengumuman untuk seluruh masyarakat ????
BEM UI.#Pemberitahuan untuk tidak keluar malm mulai malm ini hingga -tgl 10 september 2025.di jam 22.00 keatas .
Mulai malam ini,Seruan dari interpol' &Polisi akan diberlakukan (PETRUS)Penembak Misterius bagi yg anarkis!!.Ingatkan sanak keluarga untuk tidak keluar malam sehingga tidak salah sasaran perintah TEMBAK MATI DITEMPAT..
info ini resmi dari INTEL menyampaikan ke teman -teman Mahasiswa .Jadi dihimbau jam 22 .00.malam matikan lampu lampu yg sekitar yg mengundang kerumunan/tongkrongan disekitar Rumah. Selalu waspada dan diam di rumah ????
#semua_orang#fbpro_teksAkun Facebook Tangkapan layar Facebook pemberitahuan yang diklaim dari BEM UI terkait akan adanya penembakan misterius pada 1 sampai 20 September 2025
Dalam pesan itu disebutlkan bahwa mulai 1 sampai 10 September 2025 akan ada penembakan misterius (Petrus).
Namun, setelah ditelusuri unggahan itu tidak benar atau hoaks.
Pesan berupa imbauan dari BEM UI untuk tidak keluar malam karena akan ada penembakan misterius salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan pesan yang isinya demikian:
Pengumuman untuk seluruh masyarakat ????
BEM UI.#Pemberitahuan untuk tidak keluar malm mulai malm ini hingga -tgl 10 september 2025.di jam 22.00 keatas .
Mulai malam ini,Seruan dari interpol' &Polisi akan diberlakukan (PETRUS)Penembak Misterius bagi yg anarkis!!.Ingatkan sanak keluarga untuk tidak keluar malam sehingga tidak salah sasaran perintah TEMBAK MATI DITEMPAT..
info ini resmi dari INTEL menyampaikan ke teman -teman Mahasiswa .Jadi dihimbau jam 22 .00.malam matikan lampu lampu yg sekitar yg mengundang kerumunan/tongkrongan disekitar Rumah. Selalu waspada dan diam di rumah ????
#semua_orang#fbpro_teksAkun Facebook Tangkapan layar Facebook pemberitahuan yang diklaim dari BEM UI terkait akan adanya penembakan misterius pada 1 sampai 20 September 2025
Hasil Cek Fakta
Setelah dicek, di media sosial resmi BEM UI tidak ditemukan informasi soal imbauan untuk tidak keluar malam karena akan ada penembakan misterius.
Unggahan terbaru BEM UI di Instagram-nya pada 1 September 2025 berisi kecaman terhadap aparat yang melakukan tindakan represif saat aksi demonstrasi di depan Polda Metro Jaya pada 29 Agustus 2025.
Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com mengonfirmasi pesan terkait imbauan untuk tidak keluar malam itu ke narahubung BEM UI, Irdina Alin.
Melalui pesan WhatsApp, Irdina memastikan bahwa informasi itu tidak benar dan bukan berasal dari BEM UI.
"hoaks,"ujar Irdina Senin (1/9/2025).
Adapun, penembakan misterius atau Petrus adalah kasus pembunuhan yang terjadi antara tahun 1983 dan 1985 di bawah rezim Orde Baru.
Sebagaimana pernah ditulis Kompas.com, penembakan misterius merupakan kasus pelanggaran hak asasi manusia, karena telah mengadili seseorang tanpa melalui proses hukum.
Saat itu siapa saja yang dinilai sebagai pelaku kriminal atau kejahatan, seperti preman, perampok dibunuh dengan cara ditembak.
Unggahan terbaru BEM UI di Instagram-nya pada 1 September 2025 berisi kecaman terhadap aparat yang melakukan tindakan represif saat aksi demonstrasi di depan Polda Metro Jaya pada 29 Agustus 2025.
Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com mengonfirmasi pesan terkait imbauan untuk tidak keluar malam itu ke narahubung BEM UI, Irdina Alin.
Melalui pesan WhatsApp, Irdina memastikan bahwa informasi itu tidak benar dan bukan berasal dari BEM UI.
"hoaks,"ujar Irdina Senin (1/9/2025).
Adapun, penembakan misterius atau Petrus adalah kasus pembunuhan yang terjadi antara tahun 1983 dan 1985 di bawah rezim Orde Baru.
Sebagaimana pernah ditulis Kompas.com, penembakan misterius merupakan kasus pelanggaran hak asasi manusia, karena telah mengadili seseorang tanpa melalui proses hukum.
Saat itu siapa saja yang dinilai sebagai pelaku kriminal atau kejahatan, seperti preman, perampok dibunuh dengan cara ditembak.
Kesimpulan
Pesan berupa imbauan dari BEM UI untuk tidak keluar malam karena akan ada penembakan misterius merupakan informasi tidak benar atau hoaks.
Setelah ditelusuri, BEM UI tidak pernah mengeluarkan pesan tersebut.
Narahubung BEM UI, Irdina Alin juga memastikan bahwa imbauan untuk tidak keluar malam karena akan ada penembakan misterius adalah hoaks.
Setelah ditelusuri, BEM UI tidak pernah mengeluarkan pesan tersebut.
Narahubung BEM UI, Irdina Alin juga memastikan bahwa imbauan untuk tidak keluar malam karena akan ada penembakan misterius adalah hoaks.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/p/19tTFk2qay/
- https://www.facebook.com/share/p/1Gba8r6iTq/
- https://www.facebook.com/share/p/1XpEia6ua3/
- https://www.facebook.com/share/p/1YPdWQotwX/
- https://www.instagram.com/bemui_official/?hl=en
- https://www.instagram.com/p/DODADlXk_K_/?hl=en&img_index=1
- https://www.kompas.com/stori/read/2021/08/05/120000579/penembakan-misterius-petrus-latar-belakang-dan-dampaknya
- https://app.kompas.com/download?source=Kompas.com&medium=Referral&campaign=belowarticle
Halaman: 1566/8125