KOMPAS.com - Beredar unggahan video yang diklaim menampilkan dinding gedung Parlemen Bolivia roboh dan menimpa sejumlah orang.
Video itu diunggah di media sosial pada pekan ketiga Juli 2025. Namun, setelah ditelusuri video itu merupakan hasil rekayasa berbasis artificial intelligence (AI).
Video yang diklaim menampilkan dinding gedung Parlemen Bolivia roboh dan menimpa sejumlah orang dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Salah satu akun memberi keterangan sebagai berikut:
Roboh nya GedungParlmenen Bolivia
Netizen +62 : Yok yok...Gedung DPR RI Bisaa
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video dinding gedung Parlemen Bolivia roboh dan menimpa sejumlah orang
(GFD-2025-28088) [HOAKS] Video Dinding Gedung Parlemen Bolivia Roboh, Menimpa Sejumlah Orang
Sumber:Tanggal publish: 24/07/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran di Google Search, tidak ditemukan informasi valid gedung Parlemen Bolivia roboh dan menimpa sejumlah orang.
Tim Cek Kompas.com kemudian mengambil tangkapan layar video yang beredar dan menelusurinya menggunakan Google Lens.
Hasilnya, video identik dengan unggahan akun TikTok ini.
Pengunggah melabeli konten soal dinding gedung Parlemen Bolivia roboh merupakan rekayasa AI. Sehingga, dapat dipastikan video tersebut bukanlah peristiwa nyata.
Akun TikTok tersebut beberapa kali mengunggah video rekayasa AI soal sejumlah gedung yang runtuh. Misalnya, gedung yang diklaim berada di Kolumbia ini dan Argentina ini.
Adapun konten soal dinding Parlemen Bolivia roboh tersebut memanipulasi foto yang menampilkan suasana sidang di gedung Parlemen Bolivia ini pada Mei 2025.
Tim Cek Kompas.com kemudian mengambil tangkapan layar video yang beredar dan menelusurinya menggunakan Google Lens.
Hasilnya, video identik dengan unggahan akun TikTok ini.
Pengunggah melabeli konten soal dinding gedung Parlemen Bolivia roboh merupakan rekayasa AI. Sehingga, dapat dipastikan video tersebut bukanlah peristiwa nyata.
Akun TikTok tersebut beberapa kali mengunggah video rekayasa AI soal sejumlah gedung yang runtuh. Misalnya, gedung yang diklaim berada di Kolumbia ini dan Argentina ini.
Adapun konten soal dinding Parlemen Bolivia roboh tersebut memanipulasi foto yang menampilkan suasana sidang di gedung Parlemen Bolivia ini pada Mei 2025.
Kesimpulan
Video yang diklaim menampilkan dinding gedung Parlemen Bolivia roboh dan menimpa sejumlah orang merupakan konten hasil manipulasi.
Adapun video itu dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau AI. Sampai saat ini tidak ada informasi valid dinding gedung Parlemen Bolivia roboh.
Adapun video itu dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau AI. Sampai saat ini tidak ada informasi valid dinding gedung Parlemen Bolivia roboh.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/r/176CcWdFW1/
- https://www.facebook.com/share/r/19iGnWhDGv/
- https://www.facebook.com/share/r/1BMGedDbuT/
- https://www.tiktok.com/@animemaniaperuoficial/video/7522345057748258054
- https://www.tiktok.com/@animemaniaperuoficial/video/7519999479286697272
- https://www.tiktok.com/@animemaniaperuoficial/video/7524154233730485509
- https://enfoquenews.com.bo/2025/05/13/diputados-analizara-esta-semana-leyes-de-paridad-y-preclusion-electoral/
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-28090) [KLARIFIKASI] Gerhana Matahari Total Terjadi pada 2 Agustus 2027, Bukan 2025
Sumber:Tanggal publish: 24/07/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar narasi yang mengeklaim akan terjadi gerhana matahari pada 2 Agustus 2025 dan mengakibatkan dunia gelap total.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut perlu diluruskan.
Narasi yang mengeklaim akan terjadi Gerhana Matahari pada 2 Agustus 2025 dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, ini, dan ini, pada 22 Juli 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
Masyaallah sebuah penomena,pada tanggal 2 Agustus Dunia akan menjadi gelap selama 6 menit - pemandangan yang tidak akan Anda lihat lagi selama 100 tahun - gerhana matahari yang menakjubkan akan terjadi, MasyaAllah
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut perlu diluruskan.
Narasi yang mengeklaim akan terjadi Gerhana Matahari pada 2 Agustus 2025 dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, ini, dan ini, pada 22 Juli 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
Masyaallah sebuah penomena,pada tanggal 2 Agustus Dunia akan menjadi gelap selama 6 menit - pemandangan yang tidak akan Anda lihat lagi selama 100 tahun - gerhana matahari yang menakjubkan akan terjadi, MasyaAllah
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, memang benar gerhana matahari total akan terjadi pada 2 Agustus. Namun, fenomena itu baru akan terjadi pada 2027, bukan 2025.
Dilansir The Independent, Bulan akan melintas tepat di depan matahari pada 2 Agustus 2027, sehingga bayangan akan menutupi sebagian besar Eropa, Afrika Utara, dan Timur Tengah.
Jalur gerhana matahari total, di mana matahari sepenuhnya terhalang dari pandangan, dimulai di Atlantik Utara sebelum melengkung di atas Mediterania dan berakhir di Samudra Hindia.
Kota Luxor di Mesir berada di tengah jalur tersebut, yang akan menyaksikan totalitas terpanjang selama enam menit 23 detik.
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) melalui blog resminya menyarankan masyarakat yang ingin melihat gerhana matahari untuk memilih lokasi pengamatan berdasarkan cuaca, alih-alih seberapa dekat lokasi tersebut dengan jalur totalitas.
"Jauh lebih penting untuk memperhatikan prakiraan cuaca satu atau dua hari sebelum gerhana dan memilih lokasi dengan peluang terbaik untuk langit bebas awan selama gerhana," tulis NASA.
"Cuaca yang baik adalah kunci keberhasilan pengamatan gerhana - lebih baik melihat gerhana pendek dari langit cerah daripada gerhana yang lebih lama tapi tertutup awan," lanjutnya.
Dilansir The Independent, Bulan akan melintas tepat di depan matahari pada 2 Agustus 2027, sehingga bayangan akan menutupi sebagian besar Eropa, Afrika Utara, dan Timur Tengah.
Jalur gerhana matahari total, di mana matahari sepenuhnya terhalang dari pandangan, dimulai di Atlantik Utara sebelum melengkung di atas Mediterania dan berakhir di Samudra Hindia.
Kota Luxor di Mesir berada di tengah jalur tersebut, yang akan menyaksikan totalitas terpanjang selama enam menit 23 detik.
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) melalui blog resminya menyarankan masyarakat yang ingin melihat gerhana matahari untuk memilih lokasi pengamatan berdasarkan cuaca, alih-alih seberapa dekat lokasi tersebut dengan jalur totalitas.
"Jauh lebih penting untuk memperhatikan prakiraan cuaca satu atau dua hari sebelum gerhana dan memilih lokasi dengan peluang terbaik untuk langit bebas awan selama gerhana," tulis NASA.
"Cuaca yang baik adalah kunci keberhasilan pengamatan gerhana - lebih baik melihat gerhana pendek dari langit cerah daripada gerhana yang lebih lama tapi tertutup awan," lanjutnya.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang mengeklaim akan terjadi gerhana Matahari pada 2 Agustus perlu diluruskan.
Memang benar gerhana matahari total akan terjadi pada 2 Agustus 2027. Namun, fenomena itu bukan terjadi pada 2025.
Memang benar gerhana matahari total akan terjadi pada 2 Agustus 2027. Namun, fenomena itu bukan terjadi pada 2025.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/828816172017633/posts/1287350379497541/
- https://www.facebook.com/groups/298698733070439/?multi_permalinks=725843023689339&hoisted_section_header_type=recently_seen
- https://www.facebook.com/reel/1240536347824155
- https://www.facebook.com/reel/2263504000735044
- https://www.facebook.com/sinta.yanuar1/posts/pfbid02qHkMGM6gvza12SzUrUDoPPLFsxanF5o9CCTtKNUk2Q642i9WH5xKWPPtSMcPTfxwl
- https://www.facebook.com/fitri.yuningsih.7330/posts/pfbid02NNUoFmmX7wxS1rWeZWPnyYFcjBBWvn8d3nWZBa8HJVA96tSdivecV66znvJov6Gul
- https://www.facebook.com/fennyd.padaungan/posts/pfbid02Z7xfgoYsBUBcBnDYCi2QZ64YyM5GRmmjCTCh8PcSc6mJ3zZ7He9oJ7mCVn5dfB5gl
- https://www.independent.co.uk/space/total-solar-eclipse-2027-2026-path-b2793422.html
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-28091) [HOAKS] Giring Minta Anies Baswedan Tidak Lagi Terjun ke Dunia Politik
Sumber:Tanggal publish: 24/07/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan berupa tangkap layar sebuah artikel dengan narasi yang mengeklaim Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha meminta mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk tidak lagi terjun di dunia politik.
Dalam unggahan, Giring diklaim mengatakan bahwa Anies hanya membuat gaduh.
Namun setelah ditelusuri konten itu merupakan hasil manipulasi.
Judul artikel yang mengeklaim Giring meminta Anies tidak lagi terjun di dunia politik dibagikan sejumlah akun Facebook, antara lain ini, ini, ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan tangkapan layar artikel berjudul:
"Wamen Giring: Minta Anies Tidak Usah Lagi Terjun Ke Politik Gaduh Terus Jika Masih Ada Anies".
Dalam unggahan, Giring diklaim mengatakan bahwa Anies hanya membuat gaduh.
Namun setelah ditelusuri konten itu merupakan hasil manipulasi.
Judul artikel yang mengeklaim Giring meminta Anies tidak lagi terjun di dunia politik dibagikan sejumlah akun Facebook, antara lain ini, ini, ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan tangkapan layar artikel berjudul:
"Wamen Giring: Minta Anies Tidak Usah Lagi Terjun Ke Politik Gaduh Terus Jika Masih Ada Anies".
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri melalui Google Search tidak ditemukan informasi valid bahwa Giring meminta Anies untuk tidak lagi terjun ke dunia politik.
Penelusuran menggunakan teknik reverse image search menemukan bahwa konten tersebut memanipulasi artikel di laman Sindonews ini.
Artikel aslinya berjudul: "Pendidikan Wamen Kebudayaan Giring Ganesha yang Kini Jadi Komisaris Anak Perusahaan Garuda".
Dalam artikel asli, terdapat informasi terkait riwayat pendidikan Giring.
Mantan vokalis band Nidji itu merupakan lulusan Universitas Terbuka (UT) jurusan Ilmu Komunikasi. Ia juga tercatat sebagai alumni SMA Negeri 34 Jakarta.
Selain menjabat Wakil Menteri Kebudayaan, Giring merangkap jabatan sebagai komisaris di salah satu unit usaha Garuda Indonesia.
Penelusuran menggunakan teknik reverse image search menemukan bahwa konten tersebut memanipulasi artikel di laman Sindonews ini.
Artikel aslinya berjudul: "Pendidikan Wamen Kebudayaan Giring Ganesha yang Kini Jadi Komisaris Anak Perusahaan Garuda".
Dalam artikel asli, terdapat informasi terkait riwayat pendidikan Giring.
Mantan vokalis band Nidji itu merupakan lulusan Universitas Terbuka (UT) jurusan Ilmu Komunikasi. Ia juga tercatat sebagai alumni SMA Negeri 34 Jakarta.
Selain menjabat Wakil Menteri Kebudayaan, Giring merangkap jabatan sebagai komisaris di salah satu unit usaha Garuda Indonesia.
Kesimpulan
Judul artikel yang mengeklaim Giring meminta Anies Baswedan tidak lagi terjun di dunia politik merupakan konten hasil manipulasi.
Artikel aslinya berjudul "Pendidikan Wamen Kebudayaan Giring Ganesha yang Kini Jadi Komisaris Anak Perusahaan Garuda". Artikel tersebut membahas terkait riwayat pendidikan Giring.
Artikel aslinya berjudul "Pendidikan Wamen Kebudayaan Giring Ganesha yang Kini Jadi Komisaris Anak Perusahaan Garuda". Artikel tersebut membahas terkait riwayat pendidikan Giring.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/p/19DtJ97ui8/
- https://www.facebook.com/share/p/16t4YDd6rr/
- https://www.facebook.com/share/p/16gjnpXz5F/
- https://www.facebook.com/share/p/16dRvqtwuj/
- https://www.facebook.com/share/p/1TrzLLEdfu/
- https://edukasi.sindonews.com/read/1596045/211/pendidikan-wamen-kebudayaan-giring-ganesha-yang-kini-jadi-komisaris-anak-perusahaan-garuda-1753146461/10
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-28040) Hoaks Tautan Pendaftaran BSU untuk Guru Honorer dan ASN
Sumber:Tanggal publish: 23/07/2025
Berita
tirto.id - Di tengah berlangsungnya penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) oleh pemerintah bulan ini, beredar unggahan di media sosial (medsos) terkait beragam turunan dari program tersebut.
ADVERTISEMENT
Salah satu yang ramai mendapat perhatian adalah pendaftaran BSU untuk guru honorer dan aparatur sipil negara (ASN). Unggahan yang ditemukan di Facebook itu mengarahkan pembaca mengakses tautan ke situs lain dan mengisi data diri dengan nomor pribadi yang terhubung Telegram.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Telah terbuka Bantuan Dana Untuk Guru Asn Dan Guru Honorer! Daftarkan diri anda sekarang di link resmi kami, Wajib Menggunakan Telegram!,” begitu tulis takarir penyerta unggahan dari akun bernama "INFO LOKER CPNS IKN" (arsip) pada 15 Juli 2025 itu.
#inline3 img{margin: 20px auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Unggahan tersebut juga menyertakan poster dengan keterangan bahwa guru honorer akan mendapatkan BSU sebesar Rp4,6 juta, sementara guru ASN sebesar Rp3,2 juta.
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:20px auto;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Di dalam poster tersebut juga terdapat gambar guru-guru berjajar menggunakan batik khas guru ASN. Poster itu menekankan BSU hanya untuk guru honorer dan guru ASN.
Header periksa fakta hoaks tautan pendaftaran BSU untuk Guru Honorer dan ASN
ADVERTISEMENT
Sejak beredar di Facebook hingga 22 Juli 2025 atau sekitar sepekan, unggahan itu sudah mengumpulkan 162 tanda suka, 13 komentar, dan telah lima kali dibagikan ulang.
Menariknya, di kolom komentar banyak yang mempertanyakan kebenaran informasi ini. Beberapa komentar lain juga menuding informasi postingan tersebut merupakan hoaks.
Tidak hanya satu, kami menemukan setidaknya beberapa unggahan serupa lain yang berisi narasi klaim tautan pendaftaran BSU, seperti pada unggahan ini dan ini.
Unggahan itu juga punya modus yang sama, mengarahkan pembaca ke tautan pengisian data diri spesifik, dengan nomor Telegram aktif, di akhir unggahan.
Lalu, bagaimana faktanya? Apakah benar tautan yang beredar dan diklaim untuk mendaftar program BSU guru honorer dan ASN itu merupakan tautan resmi?
ADVERTISEMENT
Salah satu yang ramai mendapat perhatian adalah pendaftaran BSU untuk guru honorer dan aparatur sipil negara (ASN). Unggahan yang ditemukan di Facebook itu mengarahkan pembaca mengakses tautan ke situs lain dan mengisi data diri dengan nomor pribadi yang terhubung Telegram.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Telah terbuka Bantuan Dana Untuk Guru Asn Dan Guru Honorer! Daftarkan diri anda sekarang di link resmi kami, Wajib Menggunakan Telegram!,” begitu tulis takarir penyerta unggahan dari akun bernama "INFO LOKER CPNS IKN" (arsip) pada 15 Juli 2025 itu.
#inline3 img{margin: 20px auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Unggahan tersebut juga menyertakan poster dengan keterangan bahwa guru honorer akan mendapatkan BSU sebesar Rp4,6 juta, sementara guru ASN sebesar Rp3,2 juta.
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:20px auto;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Di dalam poster tersebut juga terdapat gambar guru-guru berjajar menggunakan batik khas guru ASN. Poster itu menekankan BSU hanya untuk guru honorer dan guru ASN.
Header periksa fakta hoaks tautan pendaftaran BSU untuk Guru Honorer dan ASN
ADVERTISEMENT
Sejak beredar di Facebook hingga 22 Juli 2025 atau sekitar sepekan, unggahan itu sudah mengumpulkan 162 tanda suka, 13 komentar, dan telah lima kali dibagikan ulang.
Menariknya, di kolom komentar banyak yang mempertanyakan kebenaran informasi ini. Beberapa komentar lain juga menuding informasi postingan tersebut merupakan hoaks.
Tidak hanya satu, kami menemukan setidaknya beberapa unggahan serupa lain yang berisi narasi klaim tautan pendaftaran BSU, seperti pada unggahan ini dan ini.
Unggahan itu juga punya modus yang sama, mengarahkan pembaca ke tautan pengisian data diri spesifik, dengan nomor Telegram aktif, di akhir unggahan.
Lalu, bagaimana faktanya? Apakah benar tautan yang beredar dan diklaim untuk mendaftar program BSU guru honorer dan ASN itu merupakan tautan resmi?
Hasil Cek Fakta
Tirto mencoba mengakses tautan situs yang disertakan di bagian akhir unggahan Facebook tersebut. Kami diarahkan ke laman situs pengisian formulir yang memintakan data pribadi berupa nama lengkap sesuai KTP, nomor Telegram, jenis kelamin, dan pilih lulusan.
Namun, situs formulir itu sama sekali tidak mencantumkan logo instansi resmi pemerintah, bahkan tidak ada logo Kementerian Ketenagakerjaan sebagai pelaksana program BSU.
Kami kemudian mencoba memeriksa keabsahan situs formulir tersebut. Tirto melakukan pemindaian link formulir itu menggunakan situs URLScan. Hasilnya, tidak ada satupun hal terkait mengarah atau berhubungan dengan situs resmi milik Kementerian Ketenagakerjaan.
Modus tautan pendaftaran BSU untuk guru honorer dan guru ASN diduga terindikasi untuk skema pencurian data pribadi lewat modus phishing. Sebab, tautan yang digunakan tidak mengarah langsung ke situs resmi Kementerian Ketenagakerjaan.
Situs pengecekan peserta BSU itu juga tidak berakhiran ‘go.id’ selaiknya situs resmi yang dikelola pemerintah. Terlebih, hasil penelusuran Tirto menemukan bahwa Kemnaker sendiri sudah membuat laman resmi untuk pemeriksaan penerima BSU dengan alamat berikut ini: https://bsu.kemnaker.go.id.
Header periksa fakta hoaks tautan pendaftaran BSU untuk Guru Honorer dan ASN
Penelusuran Tirto pada laman resmi Kemnaker, pengecekan status BSU tidak meminta nomor yang terhubung dengan aplikasi Telegram. Masyarakat hanya tinggal memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) untuk mengecek status penerima BSU.
Data calon penerima Bantuan Subsidi Gaji/Upah juga sudah otomatis diambil dari BPJS Ketenagakerjaan. Lebih lanjut mengenai informasi kriteria, mekanisme serta tata cara BSU 2025 dapat dilihat pada Permenaker Nomor 5 Tahun 2025.
Selain itu, hanya guru honorer yang masuk kategori penerima BSU dari pemerintah. Hingga saat ini tidak informasi kebijakan guru ASN disertakan dalam program BSU.
Akun Facebook yang mengunggah informasi link pengecekan status penerima BSU itu juga ternyata tidak berkaitan dengan akun resmi Kementerian Ketenagakerjaan.
Belakangan, modus penipuan yang mengatasnamakan program BSU serta bantuan sosial dari pemerintah memang marak beredar di media sosial. Sebelumnya, Kepala Biro Humas Kemnaker, Sunardi Manampiar Sinaga, mengatakan pihaknya menemukan dugaan upaya phishing mengatasnamakan BSU Kemnaker.
Baca juga:Hoaks Video BSU Khusus TKI dan TKW Mencatut Tribun Jateng
Sunardi menjelaskan, tautan palsu sengaja dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengelabui masyarakat dan mengambil data pribadi yang dapat disalahgunakan, dan jika ada masyarakat yang terlanjur tertipu supaya segera melaporkan kepada pihak kepolisian karena hal tersebut merupakan perbuatan pidana.
Sunardi juga mengatakan, tahun ini, pemerintah menyalurkan BSU kepada para pekerja dan buruh dengan besaran sebesar Rp300 ribu per bulan untuk dua bulan, yakni Juni dan Juli.
"Sehingga total bantuan yang diterima pekerja adalah Rp 600 ribu. Dana tersebut dibayarkan sekaligus dalam satu kali pencairan melalui rekening penerima," jelas di Jakarta, Senin (14/7/2025).
Namun, situs formulir itu sama sekali tidak mencantumkan logo instansi resmi pemerintah, bahkan tidak ada logo Kementerian Ketenagakerjaan sebagai pelaksana program BSU.
Kami kemudian mencoba memeriksa keabsahan situs formulir tersebut. Tirto melakukan pemindaian link formulir itu menggunakan situs URLScan. Hasilnya, tidak ada satupun hal terkait mengarah atau berhubungan dengan situs resmi milik Kementerian Ketenagakerjaan.
Modus tautan pendaftaran BSU untuk guru honorer dan guru ASN diduga terindikasi untuk skema pencurian data pribadi lewat modus phishing. Sebab, tautan yang digunakan tidak mengarah langsung ke situs resmi Kementerian Ketenagakerjaan.
Situs pengecekan peserta BSU itu juga tidak berakhiran ‘go.id’ selaiknya situs resmi yang dikelola pemerintah. Terlebih, hasil penelusuran Tirto menemukan bahwa Kemnaker sendiri sudah membuat laman resmi untuk pemeriksaan penerima BSU dengan alamat berikut ini: https://bsu.kemnaker.go.id.
Header periksa fakta hoaks tautan pendaftaran BSU untuk Guru Honorer dan ASN
Penelusuran Tirto pada laman resmi Kemnaker, pengecekan status BSU tidak meminta nomor yang terhubung dengan aplikasi Telegram. Masyarakat hanya tinggal memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) untuk mengecek status penerima BSU.
Data calon penerima Bantuan Subsidi Gaji/Upah juga sudah otomatis diambil dari BPJS Ketenagakerjaan. Lebih lanjut mengenai informasi kriteria, mekanisme serta tata cara BSU 2025 dapat dilihat pada Permenaker Nomor 5 Tahun 2025.
Selain itu, hanya guru honorer yang masuk kategori penerima BSU dari pemerintah. Hingga saat ini tidak informasi kebijakan guru ASN disertakan dalam program BSU.
Akun Facebook yang mengunggah informasi link pengecekan status penerima BSU itu juga ternyata tidak berkaitan dengan akun resmi Kementerian Ketenagakerjaan.
Belakangan, modus penipuan yang mengatasnamakan program BSU serta bantuan sosial dari pemerintah memang marak beredar di media sosial. Sebelumnya, Kepala Biro Humas Kemnaker, Sunardi Manampiar Sinaga, mengatakan pihaknya menemukan dugaan upaya phishing mengatasnamakan BSU Kemnaker.
Baca juga:Hoaks Video BSU Khusus TKI dan TKW Mencatut Tribun Jateng
Sunardi menjelaskan, tautan palsu sengaja dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengelabui masyarakat dan mengambil data pribadi yang dapat disalahgunakan, dan jika ada masyarakat yang terlanjur tertipu supaya segera melaporkan kepada pihak kepolisian karena hal tersebut merupakan perbuatan pidana.
Sunardi juga mengatakan, tahun ini, pemerintah menyalurkan BSU kepada para pekerja dan buruh dengan besaran sebesar Rp300 ribu per bulan untuk dua bulan, yakni Juni dan Juli.
"Sehingga total bantuan yang diterima pekerja adalah Rp 600 ribu. Dana tersebut dibayarkan sekaligus dalam satu kali pencairan melalui rekening penerima," jelas di Jakarta, Senin (14/7/2025).
Kesimpulan
Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan sejumlah informasi terkait tautan pendaftaran peserta BSU yang tersebar di media sosial bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Tautan yang ada di unggahan media sosial itu mengarahkan ke situs lain, yang tidak terkait dengan situs resmi milik Kementerian Ketenagakerjaan. Modus seperti itu biasanya adalah modus pengumpulan data pribadi alias phishing.
Dalam situs resmi Kemnaker, kementerian tersebut tidak pernah meminta nomor Telegram untuk keperluan pengecekan/pendaftaran status kepesertaan BSU.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Tautan yang ada di unggahan media sosial itu mengarahkan ke situs lain, yang tidak terkait dengan situs resmi milik Kementerian Ketenagakerjaan. Modus seperti itu biasanya adalah modus pengumpulan data pribadi alias phishing.
Dalam situs resmi Kemnaker, kementerian tersebut tidak pernah meminta nomor Telegram untuk keperluan pengecekan/pendaftaran status kepesertaan BSU.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=122127350132854586&id=61575637596086&_rdc=1&_rdr#
- https://archive.ph/dok4Q
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2069__znnid=318__cb=99e8271b80__oadest=
- https%3A%2F%2Fwww.zurich.co.id%2Fproduk-asuransi%2Funtuk-hidup%2Fzurich-travel-insurance%3Futm_source%3Dbanner_ads%26utm_medium%3Dmotion%26utm_campaign%3Dsh_campaign_tirto_travel_insurance_jun%26utm_content%3Dzurich_dmtm_consideration
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2069__znnid=319__cb=42d8299307__oadest=
- https%3A%2F%2Fwww.zurich.co.id%2Fproduk-asuransi%2Funtuk-hidup%2Fzurich-travel-insurance%3Futm_source%3Dbanner_ads%26utm_medium%3Dmotion%26utm_campaign%3Dsh_campaign_tirto_travel_insurance_jun%26utm_content%3Dzurich_dmtm_consideration
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid027W2GaRtMFZSQntpBAXorMLD4Z4ASpUzGFYqSYhXx7yW57bHLPde8wASCMsbupuowl&id=61574685723415&_rdc=2&_rdr#
- https://www.facebook.com/61577752936318/posts/pfbid02f8DsKAy386CrP1HEgUJgE2jaXtVwhRZtcV7bPnSKMWm6ywTMQrfx2RrwzA4qN7HTl/?app=fbl
- https://urlscan.io/result/019830e9-efdd-7199-a50e-6a8d1eaa27ef/related/
- https://tirto.id/kemnaker-ingatkan-masyarakat-waspadai-link-palsu-terkait-bsu-hejU
- https://tirto.id/hoaks-video-bsu-khusus-tki-dan-tkw-mencatut-tribun-jateng-hevx
Halaman: 1568/7952

